Nita Hermawati pengusaha kue berbagi dengan penyandang disabilitas

Mataram (ANTARA) – Memang patut diacungi jempol, untuk sosok Nita Hermawati, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat, yang menyisihkan keuntungan dari berjualan kue untuk penyandang disabilitas dan kaum dhuafa.

“Setiap pembelian satu “box”, Rp1.000 saya sisihkan untuk penyandang disabilitas dan kaum duafa,” katanya kepada Antara di Mataram, Senin.

Nama Nita sudah familiar di kalangan penyandang disabilitas di daerah ini karena ia juga menjabat sebagai salah satu staf di Seksi Peyandang Disabilitas dan Korban Penyalahgunaan Narkoba Dinas Sosial Provinsi NTB.

Dirinya menjadi salah satu sosok srikandi yang dianggap aktif membantu kalangan anak disabilitas selama ini.

Selepas menjadi abdi negara, waktu malam menjadi waktu membuat racikan kue bolu yang akan dijual melalui media darling, serta pesanan dari mulut ke mulut.

Lewat usahanya itu, ia telah memiliki rumah produksi sendiri sebagai “brand” di pasaran dengan mendirikan “Nitahomebakery” dengan moto “belanja sambil sedekah”.

Rumah produksi Nita terletak di rumahnya di Jalan Peternakan Selagalas Baru, Kelurahan Selagalas.

Ibu dua putra ini merupakan sosok wanita yang ramah dan tidak sombong yang merintis usaha kecil-kecilan, kue bolu tidak semata-mata mencari keuntungan. Tetapi lebih kepada aktivitas sosialnya untuk membantu penyandang disabilitas di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Dikatakan, perhatiannya kepada kalangan disabilitas tidak lepas dari rasa keperihatinan selama ini, karena banyak penayandang disabilitas ada yang tidak memiliki keluarga.

“Saya bercita-cita ke depan bukan hanya di Kota Mataram dan Lombok Barat yang mampu disantuni dari royalti ‘Nitahomebakery’, tetapi se-NTB, sehingga bisa meringankan beban mereka,” katanya.

Usahanya kue bolu itu dirintis sejak tanggal 24 Januari 2019, beragam jenis bolu, hasil racikannya sudah beredar di pasaran. Seperti bolu pisang, bolu labu, bolu ubi, bolu naga, bolu durian, bolu cappuccino, bolu jagung dan prol tape dan lainnya yang berbahan dasar pangan lokal.

Karena keterbatasan peralatan dan tenaga, setiap malam dia berhasil mencetak kue bolu sampai 30 “box”, yang artinya donasi yang dihimpun setiap hari sebesar Rp30 ribu.

“Pesanan sebenarnya lebih dari itu, tetapi saya hanya mampu membuat maksimal 30 per hari, jadi kalau lebih saya minta menunggu untuk hari berikutnya,” katanya.

Kue bolu buatan Nita ini pemasarannya sudah sampai ke Pulau Sumbawa dan luar daerah, antara lain ke Jakarta, Makasar, dan Kalimantan.

Pewarta: Riza Fahriza
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dirjen: Hasil penelitian perguruan tinggi harus mengarah pada outcome

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe mengatakan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan di perguruan tinggi harus mengarah pada “outcome” yakni yang bisa dikomersialisasikan ke industri dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ke depan perguruan tinggi itu pengukurannya bukan lagi pada input dan proses, tetapi ke pada output dan outcome,” kata Jumain, Jakarta, Senin.

Dia menuturkan pihaknya mendorong pemeringkatan atau penilaian perguruan tinggi ke arah yang lebih outcome, yang mewakili porsi 60 persen, sementara input mewakili porsi 40 persen. Penilaian tersebut hendaknya dijadikan kebijakan yang diperkuat dengan peraturan menteri.

Hal itu bertujuan untuk mendorong perusahaan pemula terus muncul dari perguruan tinggi.

Selain itu, juga perlu terus dijaga keberlanjutan dan kemandirian usaha-usaha dari perusahaan pemula sehingga dapat menjadi industri yang berkelanjutan dan mendorong tumbuhnya perekonomian bangsa.

Dia juga menuturkan calon perusahaan pemula harus menghasilkan produk berdaya saing dan masuk ke penjualan dalam jaringan yang bisa lintas negara.

Dia mendorong lebih banyak hasil teknologi dan inovasi yang bisa masuk pasar internasional, bukan hanya di pasar domestik.

Sejak 2016 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki kebijakan berupa pendanaan untuk mengembangkan produk inovasi teknologi yang berasal dari Perguruan Tinggi melalui program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT).

Program CPPBT-PT ditujukan untuk mendorong penyempurnaan produk inovasi teknologi yang sudah masuk pada kategori prototype dan fase pra-komersial untuk disiapkan menuju komersial.

Selama empat tahun terakhir ini, Kemenristekdikti sudah membina dan memfasilitasi Calon PPBT dari Perguruan Tinggi sebanyak 558 Calon PPBT yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Dari total 558 calon perusahaan pemula atau startup (CPPBT) yang dapat naik kelas ke PPBT hanya 59 CPPBT atau hanya 10,57 persen.

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

70 perguruan tinggi ikuti CPPBT Boot Camp 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 132 peserta dari sekitar 70 perguruan tinggi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke mengikuti kegiatan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Boot Camp 2019 yang diselenggarakan di Jakarta,  pada 8-10 April 2019.

“Acara ini diselenggarakan untuk memberikan pembekalan kepada pemenang insentif CPPBT,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe dalam acara pembukaan CPPBT Boot Camp 2019, Jakarta, Senin.

Penyelenggaraan CPPBT Boot Camp didasari pada kondisi masih rendahnya CPPBT yang mampu menjadi PPBT atau startup berbasis teknologi.

Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Retno Sumekar mengatakan sejak 2016 sampai saat ini, dari total 558 calon perusahaan pemula atau startup (CPPBT) yang dapat naik kelas ke PPBT hanya 59 CPPBT atau hanya 10,57 persen.

Kegiatan CPPBT Boot Camp 2019 itu bertujuan untuk mengembangkan dan menguatkan keterampilan serta pengetahuan Calon PPBT sehingga ke depannya dapat menjadi PPBT yang unggul.

Sementara 132 peserta CPPBT Boot Camp terpilih dari 800-an proposal yang masuk ke Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Memang kita memilih itu sangat ketat, karena kita menginginkan hasil penelitian dan inovasi itu bisa menjadi wirausaha ke depan dan pendorong ekonomi kita ke depan walaupun skalanya masih kecil, harapan kita scale up ke depan, syukur jadi industri,” tuturnya.

Para peserta CPPBT Boot Camp itu bergerak di delapan fokus bidang, yakni teknologi dan informasi, pangan, kesehatan, energi, transportasi, bahan baku, material maju (advanced material), serta keamanan dan pertahanan.

Namun, mereka didominasi dari bidang pangan, teknologi informasi, kesehatan, energi, transportasi dan material maju.

“Kita harus melakukan pelatihan memberikan pembelajaran pada mentor atau pengusaha industri yang berpengalaman bagaimana kita menghasilkan industri yang berkelanjutan dan yang bisa meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Kegiatan selama CPPBT Boot Camp 2019 meliputi seminar, lokakarya, dialog inspirasi dan berbagi cerita sukses dari calon PPBT yang berhasil naik kelas ke Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

Baca juga: Menristekdikti targetkan seribuan “startup” baru pada 2019
 Baca juga: Usaha rintisan agribisnis ASEAN berkumpul di Yogyakarta
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baru 10,57 persen CPPBT naik ke kelas ke PPBT

Jakarta (ANTARA) – Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe mengatakan sejak 2016 sampai saat ini, dari 558 Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT), hanya 59  yang mampu naik kelas menjadi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

“Dari 558 CPPBT hanya 59 CPPBT yang bisa meningkat menjadi Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi,” kata Jumain dalam pembukaan acara CPPBT Boot Camp 2019, Jakarta, Senin.

Dia menuturkan harus ada peningkatan jumlah calon perusahaan pemula atau startup yang berhasil menjadi startup.

Dia mengatakan mesti dilakukan perubahan atau proses yang lebih mengarahkan hasil penelitian di perguruan tinggi menjadi produk yang memiliki nilai bisnis.

Untuk itu, kata dia, ada dua hal yang penting dilakukan, yaitu pertama, mendorong perubahan pola pikir atau paradigma peneliti di perguruan tinggi, baik mahasiswa dan dosen bahwa melaksanakan penelitian haruslah berbasis pada kebutuhan dan menjawab permasalahan di tengah masyarakat.

Kedua, para peneliti perlu memiliki jiwa wirausaha agar menghasilkan teknologi dan inovasi yang bisa dikomersialisasikan.

Dengan kondisi masih rendahnya CPPBT yang mampu menjadi PPBT, maka Direktur Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Kemenristekdikti Retno Sumekar mengatakan pihaknya mengatakan CPPBT Boot Camp 2019 yang pertama ini untuk mengembangkan dan memperkuat keterampilan dan pengetahuan CPPBT agar ke depannya dapat menjadi PPBT yang unggul.

CPPBT Boot Camp diikuti oleh 132 peserta dari 70 perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.

Dia berharap agar 50 persen dari penerima program CPPBT Boot Camp bisa naik kelas menjadi PPBT pada 2020.

“Pelatihan ini diberikan supaya para inventor yang hadir di sini bisa mengubah pola pikir tidaknya hanya melihat hasil riset tapi hilirnya apakah bisa dihilirkan atau dikomersialisasikan, dan bgimana menumbuhkan jiwa “enterpreneurship” (kewirausahaan),” tuturnya.

Dia mengatakan tentu saja PPBT yang diinginkan adalah mereka yang menghasilkan teknologi dan inovasi dengan mengembangkan potensi berbasis keunggulan daerah dan menyelesaikan permasalahan daerah dan nasional. (*)

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ASN Aceh Tengah dibekali manajemen kepegawaian

Aceh Besar (ANTARA) – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabuapten Aceh Tengah dibekali manajemen kepegawaian dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keahlian.

“Pembekalan ini juga untuk meningkatkan keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas bidang kepegawaian secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika ASN,” kata Kepala BKPSDM Aceh Tengah, Irlina Aida di Takengon, Senin.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela bimbingan teknis tentang manajemen kepegawaian yang dibuka langsung Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar.

Ia menjelaskan, Bimtek dilaksanakan selama 3 hari atau 36 jam pelajaran mulai tanggal 8 hingga 10 April 2019 dan diikuti oleh 50 peserta dari pejabat eselon IV yang menangani bidang kepegawaian di seluruh SKPK Aceh Tengah.

Menurut dia peserta Bimtek akan mendapat materi berupa pengarahan program, manajemen ASN, penilaian kinerja, disiplin ASN, penilaian kinerja, izin perkawinan dan perceraian, pola karir, kenaikan pangkat dan pemberhentian dan pengembangan kompetensi ASN.

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar mengatakan setiap Aparatur harus mengikuti perkembangan terhadap ketentuan yang mengatur tentang ASN.

“Manajemen ASN secara umum adalah tugas BKPSDM, namun dalam pelaksanaannya membutuhkan bantuan pejabat yang menangani kepegawaian di setiap SKPK,” katanya.

Ia berharap melalui bimbingan teknis yang dilaksanakan, pejabat di setiap SKPK dapat memahami tata kelola ASN sesuai peraturan yang berlaku.

“Peraturan tentang manajemen ASN terus berkembang dan datang silih berganti, hal ini dapat kita pahami karena tujuannya untuk memperbaiki kualitas ASN,” kata Shabela.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konser Putih Bersatu siap digelar di GBK 13 April

(ANTARA) – Sebanyak 500 artis dan seniman akan menghadiri Konser Putih Bersatu yang akan digelar di stadion utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu 13 april 2019. Konser ini digelar untuk memberikan dukungan kepada Calon Presiden nomor urut satu Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dengan target dihadiri 150 ribu orang. (Prod: Edwar Mukti/ VE: Fahrul Marwansyah)

TNI latih pelajar SD perbatasan Papua tata cara upacara

Jayapura (ANTARA) – Satuan tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) dari Yonif 725/WRG TNI AD memberikan pelatihan baris-berbaris dan tata cara pelaksanaan upacara bendera kepada pelajar SD YPPK Yuruf, Kampung Amgorto, Distrik Yaafi, Kabupaten Keerom, Papua.

Komandan pos (Danpos) Yuruf Lettu Inf Herman ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Senin mengatakan latihan tersebut guna mengisi kegiatan ekstrakurikuler di SD YPPK Yuruf.

“Selain memberikan wawasan kebangsaan dan mensosialisasikan cara hidup sehat seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya, kami juga memberikan pelatihan baris-berbaris dan tata cara pelaksanaan upacara penaikan bendera merah putih kepada pelajar SD YPPK Yuruf,” katanya.

Menurut dia, di samping mengajarkan tata cara pelaksanaan upacara rutin hari Senin, kegiatan itu juga sangat penting bagi para pelajar untuk berlatih disiplin.

“Kegiatan upacara ini bukan hanya sekedar keharusan setiap hari Senin, kegiatan ini juga mengandung nilai-nilai penting bagi para murid di antaranya yaitu latihan kepemimpinan dalam memimpin kelompoknya,” katanya.

Herman juga mengatakan kegiatan tersebut juga untuk menumbuhkan kerja sama antarpelajar, seperti dalam bergantian menjadi petugas upacara.

Dansatgas Yonif 725/WRG Letkol Inf Hendry Ginting S mengatakan kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya dalam membantu pihak sekolah menumbuhkan budi pekerti siswa.

“Dan karakter bangsa kepada para murid, terutama nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan,” kata Hendry.

Secara terpisah, Kepala SD YPPK Yuruf Vincen Uropkolin mengaku sangat berterima kasih dan mengapresiasi   kegiatan yang dilakukan oleh Satgas Yonif 725/WRG.

“Selain para pelajar sangat senang dan antusias mengikuti latihan yang diajarkan oleh Satgas Yonif 725/WRG, mereka juga mendapatkan ilmu tentang baris-berbaris dan tata cara upacara bendera,” katanya.
 

Baca juga: Prajurit TNI mengajar baca tulis di SD perbatasan Papua
Baca juga: TNI perbaiki PLTS di Kampung Ampas perbatasan Papua

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

B.J. Habibie buka Festival Wastra Nusantara

Jakarta (ANTARA) – Presiden ketiga Indonesia B.J. Habibie membuka Festival Wastra Nusantara di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Jawa Barat pada Senin.

Pembukaan festival tersebut ditandai dengan pemukulan kendi oleh B.J. Habibie.

Festival tersebut memamerkan 100 kain wastra yang terdiri dari batik, tenun, ikat dan lainnya, termasuk milik ibu negara dari Fatmawati hingga Iriana Joko Widodo.

Kain-kain batik beragam motif milik Ainun Besari Habibie juga turut dipamerkan. Di antaranya adalah batik lereng dengan warna hitam cokelat dan kuning, batik motif bunga dan daun, batik motif sisik ikan dan batik motif binatang.

Pada pembukaan juga diselenggarakan tari Gebyar Wastra Nusantara yang merupakan penggambaran proses perjalanan wastra nusantara.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan kegiatan tersebut pertama kalinya menghadirkan koleksi ibu negara beserta koleksi wastra tokoh nasional lainyya.

Dia mengatakan wastra memiliki nilai filosofi makna kehidupan.

“Wastra tidak sekadae penutup tubuh, setiap wastra memiliki nilai dan makna,” kata Hilmar Farid.

Dia mengatakan pameran tersebut akan keliling di 111 museun negeri, dia berharap tokoh daerah juga dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Universitas Washington AS jajaki kolaborasi bersama BPJS Kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Universitas Washington Amerika Serikat (AS) menjajaki kolaborasi penelitian bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkait tren penyakit di Indonesia.

Siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, menyebutkan, data berupa jumlah peserta dan angka pemanfaatan layanan kesehatan dapat dikaji lebih dalam guna memproyeksi tren penyakit ke depan, sehingga pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bisa dialokasikan untuk upaya pencegahan penyakit tersebut.

Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) University of Washington Prof. Christopher Murray saat berkunjung ke BPJS Kesehatan mengatakan, terjadi pergeseran tren penyakit di Indonesia selama 27 tahun terakhir.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Prof. Murray sebelumnya, pada tahun 1990, gangguan persalinan (neonatal disorders) menempati urutan pertama sebagai kasus penyakit terbanyak yang terjadi, disusul oleh infeksi saluran pernapasan bawah, gangguan pencernaan, tuberkulosis, dan stroke.

Namun pada tahun 2017, stroke melejit ke urutan teratas, diikuti oleh penyakit jantung, diabetes, gangguan persalinan, serta tuberkulosis.

Di antara sekian faktor yang menyebabkan perubahan tren penyakit tersebut, salah satunya adalah gaya hidup.

“Pada skenario yang kami kembangkan berbasis hasil penelitian sebelumnya, pada tahun 2040 penyakit jantung diprediksi akan menempati peringkat pertama. Disusul dengan stroke, diabetes, gagal ginjal kronis, dan tuberkulosis. Empat dari lima penyakit tersebut merupakan penyakit tidak menular yang sebetulnya bisa dicegah melalui upaya promotif dan preventif. Ada beberapa hal yang berkontribusi atas munculnya penyakit-penyakit tersebut, yaitu tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, obesitas, pola makan, dan rokok,” ujar Prof. Murray.

Ia mengungkapkan, kolaborasi penelitian di bidang kesehatan bersama BPJS Kesehatan diharapkan dapat membantu memprediksi tren penyakit di masa yang akan datang, sehingga upaya promotif dan preventif bisa dipersiapkan sejak dini.

Selain itu, juga untuk memetakan pola persebaran penyakit di daerah-daerah Indonesia, sehingga upaya promotif preventif yang dilakukan berjalan efektif sesuai dengan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah.

Hal itu dikuatkan oleh Menteri Kesehatan RI periode 2012 – 2014 Nafsiah Mboi yang turut hadir dalam acara tersebut. Ia mengatakan, kontribusi yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan berkomitmen menjaga kesehatan.

Menurutnya, hampir semua penyakit bisa dicegah dengan mengubah perilaku dan pola hidup menjadi lebih sehat, seperti memperhatikan asupan makanan, olahraga teratur, istirahat cukup, dan menjauhi rokok.

Baca juga: IDI paparkan defisit BPJS berdampak pada RS hingga pasien
Baca juga: Kemenkes: Tren penyakit berubah seiring perubahan perilaku

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Istri Mendikbud sebut batik pemberian mertua bersejarah

Jakarta (ANTARA) – Suryan Widati, istri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan batik pemberian mertuanya merupakan batik yang bersejarah baginya.

“Ini koleksi ibu mertua, batik itu dibuat saat bapak mertua saya mendalang sementara itu ibu mertua membatik,” kata dia saat ditemui di Festival Wastra Indonesia di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Senin.

Batik itu pun ikut dipamerkan pada Festival Wastra Nusantara, menurut kurator festival batik tersebut bermotif sodagaran, sedangkan menurut keluarga batik tersebut bermotif bunga asam.

Dalam membuat batik, ibu dari Muhadjir Effendy langsung dibimbing oleh orang tua suaminya yang berprofesi sebagai ulama dan seniman itu.

“Memang batiknya sangat rapi, rinci dan detil,” kata dia.

Selain membawa kain pemberian mertuanya, dia juga membawa dua batik lainnya, salah satunya batik lawas Demakan yang bermotif bunga.

Suryan Widati mengaku banyak memiliki wastra atau kain tradisional. Dalam memilih wastra, kenyamanan dan warna yang muda dipadu-padankan menjadi pertimbangannya, salah satu yang dia sukai adalah kain dari NTT.

Dia mengatakan kain dari NTT sangat nyaman dipakai dalam kondisi saat cuaca sedang dingin atau sedang panas.

Menurut dia mengenal wastra berarti mengenal cerita di balik kain-kain tersebut, dengan mengenal kisahnya maka masyarakat akan lebih menghargai budaya bangsa.

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim BPCB Jateng temukan arca Agastya di Situs Candisari

Temanggung (ANTARA) – Tim ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah menemukan arca Agastya (Batara Guru) saat melakukan penggalian di kawasan Situs Candisari di Bansari, Kabupaten Temanggung.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Provinsi Jawa Tengah Winarto di Temanggung, Senin, menuturkan arca yang ditemukan pada Minggu (7/4) tersebut kondisinya masih utuh.

“Arca tersebut ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan bagian kepala di sisi utara, kondisinya masih utuh tidak tergores alat penggalian,” katanya.

Arca dari batu yang kini disimpan di rumah Kadus Candi, Desa Candisari Parwadi tersebut memiliki tinggi 105 centimeter, panjang 44 centimeter, dan lebar 30 centimeter.

Winarto menyebutkan arca yang masih utuh tersebut dengan atribut lengkap ada trisula, tangan kiri memegang kendi, tangan kanan pegang tasbih, bahu sebelah kiri ada camara, dan bagian kepala ada hiasan jata makuta.

Ketua Tim Ekskavasi dari BPCB Jawa Tengah Junawan mengatakan dalam ekskavasi ini selain ditemukan batu-batu komponen candi juga ditemukan arca Agastya pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 di sebelah selatan yoni besar di situs tersebut.

Ia menuturkan dengan temuan arca tersebut para warga yang ikut membantu melakukan penggalian sangat bersemangat bekerja.

“Biasanya pulang pukul 16.00 WIB, karena semangatnya kemarin mereka pulang pukul 20.00 WIB untuk langsung membersihkan arca dari tanah yang menempel,” katanya.

Ia menyampaikan selain melakukan ekskavasi di Situs Candisari, tim BPCB Jateng juga akan melakukan ekskavasi di Situs Stapan dan Gumuk Candi di Desa Bagusan, Kecamatan Parakan.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pakar : perusahaan rintisan harus gunakan paradigma baru

Jakarta (ANTARA) – Pakar perusahaan rintisan Kurnadi Gularso mengatakan perusahaan rintisan harus menggunakan paradigma baru dalam menjalankan bisnis karena kondisi tidak jelas, bergejolak, rumit dan tidak menentu atau yang dikenal dengan volatile, uncertain, uncertain, dan ambiguos (VUCA).

“Dengan kondisi VUCA seperti saat ini, perusahaan rintisan harus berhenti memakai strategi ‘sustainable competitive advantage’ atau keunggulan bersaing yang berkelanjutan dan beralih ke strategi rangkaian ‘transient advantages’ atau keunggulan yang bersifat sementara. Tujuannya agar bisnisnya dapat bertahan hidup dan bahkan secara berkelanjutan tumbuh dengan signifikan,” ujar Kurnadi usai sidang promosi doktor dirinya di Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan penelitian menyarankan bahwa perusahaan rintisan perlu menerapkan “disruptive business model innovation” (DBMI) atau inovasi model bisinis yang bersifat disruptif untuk mencapai “transient advantages”.

Untuk menerapkan DBMI, maka perusahaan memiliki pemimpin yang bisa berpikir kritis, fokus pada pelanggan, dan organisasi harus memiliki dan selalu meningkatkan kapabilitas serta merekonfigurasi ulang secara terus-menerus sumber dayanya.

“Kapabilitas merekonfigurasi ulang sumber daya secara berkelanjutan tersebut menjadi prasyarat tidak hanya dalam kesuksesan menerapkan transformasi inovasi namun juga dalam rangka meningkatkan bisnis sehingga bisnis mencapai transient advantage dengan efektif dan efisien.”

Sedangkan untuk meningkatkan pencapaian “transient advantage”, perusahaan rintisan perlu menerapkan ikatan komunitas, dengan komunitas-komunitas terkait dengan tujuan perusahaan itu.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberi saran agar pemerintah membangun ekosistem yang mendukung tumbuh berkembangnya perusahaan rintisan, proaktif dan responsif dalam menyediakan regulasi yang mendukung, program yang mendorong pertumbuhan seperti insentif pajak, subsidi dan bantuan, menjembatani dengan investor, program pengembangan sumber daya manusia digital yang siap pakai baik vokasi maupun tingkat kecerdasan teknologi, dan juga program pembangunan dan peningkatan literasi digital masyarakat.

Sidang promosi doktor itu mengujikan disertasi yang berjudul “Peran Inovasi Model Bisnis yang Disruptif dalam Mencapai Keunggulan Transien dengan Moderasi Ikatan Komunitas, Studi pada Usaha Rintisan Digital di Indonesia”, dihadapan tiga penguji dan tiga co promotor.

Pewarta: Indriani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemilu sudah dekat, warga Bati belum kenal surat suara

ANTARA – Kemeriahan pesta demokrasi 2019 mulai terasa di tiga dusun komunitas adat terpencil yakni Dusun Bati Rumbouw, Bati Rumoga dan Bati Kelusi. Namun ratusan jumlah pemilih di komunitas adat ini terancam gagal memilih dikarenakan sebagian dari mereka belum mengenal surat suara.  (Prod: Siti zulaeka/VE: Agha Yuninda)

Kisah pedagang seblak Tangerang “lulus” dari PKH

Tangerang (ANTARA) – Pada masa awal menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2013, pendapatan keluarga Nana Diyana (31) tidak menentu dari upah sang suami sebagai buruh tani. 

Namun warga Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, itu kemudian menyisihkan sebagian dana bantuan untuk modal usaha dagang seblak.

“Sejak 2013 menjadi peserta PKH dan sebagian dari bantuan disisihkan untuk modal menjual seblak. Dari keuntungan berdagang seblak itu disimpan Rp100 ribu selama lima tahun,” kata Wawan Setiawan, pendamping PKH Kecamatan Sukadiri yang mendampingi keluarga Nana, di GOR Persada Sukatani, Kabupaten Tangerang, Senin.

Wawan menuturkan bahwa dari keuntungan berdagang seblak tersebut, Nana membuka toko kelontong kecil. Usaha kelontong Nana kemudian berkembang dan hasilnya melampaui jumlah bantuan dana yang biasa ia terima dari PKH. 

Nana kemudian memutuskan untuk keluar dari PKH pada September 2018. Ibu dari dua anak itu pun menjadi bagian dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang “lulus”, berhasil keluar dari kepesertaan program secara mandiri karena kondisi ekonomi keluarganya sudah membaik.

“Saya ingin lebih banyak lagi KPM PKH yang graduasi mandiri. Pemerintah sangat serius mendorong KPM graduasi mandiri, kita targetkan akhir tahun ini 800 ribu KPM bisa graduasi,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara penyaluran bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap II di Kabupaten Tangerang.

Menteri Sosial berjanji memberikan bantuan modal kepada Nana dan KPM PKH yang sudah lulus dari PKH agar usaha mereka terus berkembang.

Dalam acara itu dia juga meminta beberapa KMP PKH yang siap lulus dari program untuk maju ke panggung. Endang termasuk yang secara sukarela ingin keluar dari kepesertaan PKH dan ingin usaha beternak itik.

PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat untuk menopang kebutuhan biaya pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Keluarga-keluarga peserta program itu mendapat pendampingan dalam memanfaatkan bantuan dana.

Pemerintah menyatakan program prioritas nasional itu merupakan salah satu penyumbang penurunan angka kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Indonesia pada September 2018 menurun menjadi 9,66 persen dari 9,82 persen pada bulan yang sama tahun 2017. 

Jumlah penduduk miskin mencapai 25,67 juta orang pada September 2018, turun 908.400 orang dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:
Mensos minta pendamping PKH percepat pengurangan kemiskinan
Mensos salurkan BPNT Tangerang Rp43,413 miliar

 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lomba tari pemilu

Peserta membawakan tari kreasi dalam Lomba Tari Pemilu di Gedung Kesenian Gajayana, Malang, Jawa Timur, Senin (8/4/2019). Lomba yang diikuti puluhan peserta tersebut diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai sarana sosialisasi Pemilu kepada pemilih pemula. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

Kementerian PPPA minta pemda tangani KDRT dengan serius

Deliserdang, Sumut (ANTARA) – Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak meminta pemerintah daerah agar menangani persoalan  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan serius karena dampak yang ditimbulkannya sangat berimbas pada anak-anak  di kemudian hari.

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Ali Khasan di Deliserdang, Sumut, Senin, mengatakan, kekerasan yang terjadi dalam keluarga bisa berdampak pada anak yang akan menirunya juga di kemudian hari.

“Untuk itu pemerintah daerah dapat benar-benar menangani kasus KDRT dengan serius,” katanya dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara itu.

Ia menyampaikan setiap korban KDRT berhak mendapatkan pendampingan yang juga harus terpadu dengan tetap mengacu pada hak, kepentingan terbaik bagi korban dan tanpa diskriminasi.

Hak-hak korban berupa memperoleh perlindungan dari pihak keluarga, kepolisian atau pihak lain, pelayanan kesehatan, penanganan secara khusus dan pendampingan khusus oleh pekerja sosial atau lembaga.

“Tujuan pendampingan korban untuk memulihkan kembali pada keadaan semula yaitu tidak lagi mengalami kekerasan,” katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, harus menangani kasus KDRT dengan serius agar di kemudian hari kasus serupa tidak lagi terjadi.

“Para peserta juga diharapkan dapat ikut berpartisipasi mencegah KDRT serta menyebarluaskan informasi ini. Binalah, jadikan keluarga kita semua menjadi keluarga yang tangguh, harmonis dan sejahtera,” katanya.

Kabupaten Deliserdang menjadi salah satu daerah penyelenggaraan sosialisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk upaya pencegahan KDRT.

Sebab, menurut catatan data SIMFONI Kemen PPPA jumlah kasus KDRT di Kabupaten Deliserdang dalam tiga tahun terakhir cenderung meningkat.

Tahun 2016 sebanyak 22 kasus, tahun 2017 ada 38 kasus, dan tahun 2018 sebanyak 73 kasus.

Sementara, Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) pada tahun 2018 telah menangani 133 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Deliserdang dan Serdang Badagai.

Sebanyak 90,,2 persen dari jumlah kasus KDRT di Deliserdang merupakan jenis kekerasan fisik yang dilakukan suami terhadap istri, dan 9,8 persen sisanya adalah kekerasan seksual.
 

Pewarta: Juraidi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jawa Barat sosialisasikan peraturan gubernur soal pemberantasan TB

Bandung (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewujudkan komitmen untuk memberantas penyakit tuberkulosis (TB) dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2019 mengenai rencana aksi daerah untuk pencegahan dan pengendalian TB, yang untuk pertama kalinya disosialisasikan ke publik pada acara peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengemukakan peraturan gubernur itu diterbitkan karena saat ini dari 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat baru lima daerah yang memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk pencegahan dan pengendalian TB, termasuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kota Cirebon.

Peraturan gubernur itu diharapkan dapat mendorong 22 daerah lainnya membuat cetak biru penanggulangan TB.

“Kami akan dorong nanti 22 kabupaten/kota lainnya untuk memiliki RAD berbentuk peraturan bupati atau wali kota,” katanya.

RAD Pencegahan dan Pengendalian TB, menurut dia, meliputi langkah-langkah strategis untuk memberantas TB mulai dari sosialisasi, edukasi kepada masyarakat, deteksi dini melalui pemeriksaan, hingga pendampingan pengobatan secara tuntas bagi warga yang positif TB.

Iwa menjelaskan bahwa dari 842.000 kasus baru TB di Indonesia, sekitar 127.000 di antaranya ada di Jawa Barat. Dari 127.000 kasus TB yang ada di Jawa Barat, baru 50 persen yang diobati.

Dia menekankan bahwa TB tidak mengenal usia, jenis kelamin, status sosial, pekerjaan, dan ras.

“Tadi disampaikan dari lembaga pemasyarakatan dan TNI setelah dicek ternyata ada juga yang terkena TBC. Dari sisi identifikasi ini lalu kita menjadi fokus untuk menangani langsung warga yang terkena,” kata Iwa.

Keberadaan RAD Pencegahan dan Pengendalian TB, ia mengatakan, akan membuat upaya-upaya pemberantasan penyakit menular itu lebih terarah.

Pada peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tingkat Jawa Barat, pemerintah daerah mengumumkan bahwa Dinas Kesehatan Jawa Barat telah memeriksa 8.369 warga di sembilan kabupaten/kota dan menemukan 873 orang menunjukkan gejala TB dan 41 lainnya dinyatakan positif terinfeksi kuman TB.

Petugas juga memeriksa berbagai tempat berisiko seperti pondok pesantren, asrama TNI-POLRI, serta lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan dan menemukan 57 orang positif terserang TB.

“Ditemukan penderita TBC di Lapas lima orang dari 58 yang diperiksa, di pesantren 47 orang dari 1.210 santri, dan di TNI-POLRI menemukan juga lima orang,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Uus Sukmara

Baca juga:
Kerugian ekonomi akibat tuberkulosis mencapai Rp136,7 miliar
Jumlah kasus TBC menurun jadi sekitar 800 ribu kasus

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPCB Jateng ekskavasi tiga situs di Temanggung

Temanggung (ANTARA) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah melakukan ekskavasi tiga situs di Kabupaten Temanggung, yakni Situs Candisari, Bansari serta Situs Stapan dan Gumuk Candi di Desa Bagusan, Parakan, Kabupaten Temanggung.

Ketua Tim Ekskavasi dari BPCB Jawa Tengah, Junawan di Temanggung, Senin, mengatakan ekskavasi dilakukan sejak Jumat (5/4) dan direncanakan berakhir pada Jumat (12/4).

Ia menuturkan tim ekskavasi beranggotakan tujuh orang dibantu beberapa warga sekitar untuk melakukan penggalian. Ekskavasi pertama dilakukan di Candisari Kecamatan Bansari.

Ia menyampaikan tujuan ekskavasi untuk mengetahui sejauh mana potensi kepurbakalaan atau kearkeologian ketiga situs tersebut.

“Potensi yang kita ketahui dengan waktu yang terbatas ini nanti untuk menentukan langkah-ahkah pelestarian selanjutnya,” katanya.

Ia menuturkan untuk sementara hari ini ekskavasi di Situs Candisari berakhir, dan kemudian tim akan melakukan ekskavasi di Situs Gumuk Candi dan Situs Stapan.

“Hari ini sebagian anggota tim telah melakukan ‘lay out’ di Situs Gumuk Candi dan Situs Stapan, selanjutnya besok akan dilakukan penggalian,” katanya.

Ia menyebutkan di Situs Candisari ditemukan sejumlah komponen batuan candi, yakni bagian atap, tubuh, dan bagian kaki candi.

“Namun temuan yang lebih dominan adalah bagian atap candi dan dari ekskavasi yang ada ini dugaan kuat candi tersebut runtuh karena bencana. Hal itu kelihatan dari lapisan-lapisan yang ada, yaitu batu-batu komponen candi berada di bawah batu gundul atau polder,” katanya.

Kalau melihat latar belakang agamanya, katanya situs ini merupakan peninggalan zaman Hindu karena ada yoni dan arca ganesha.

Kepala Desa Candisari Ceper Tarwidi mengatakan sebelum dilakukan ekskavasi warga sering menemukan komponen batuan candi di sekitar lokasi yang saat ini diekskavasi.

“Banyak ditemukan batu-batu berrelief, paling menonjol adalah temuan kepala arca yang sekarang sudah di Kantor BPCB di Prambanan,” katanya. 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenpan RB apresiasi mal pelayanan publik terpadu di Sampit

Sampit (ANTARA) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membangun mal pelayanan publik terpadu.

“Kami berterima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya dengan dibangunnya mal pelayanan publik. Ini sangat bagus untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Supriyati di Sampit, Senin.

Supriyati mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sudah berkonsultasi saat merencanakan pembangunan mal pelayanan publik terpadu tersebut. Kemenpan RB menanggapi positif terobosan ini.

Supriati tampak antusias mendukung pembangunan mal pelayanan publik terpadu. Meski hari ini kedatangannya ke Sampit sebagai narasumber sosialisasi survei kepuasan masyarakat (SKM), namun dia tetap menyinggung pembangunan mal pelayanan publik terpadu.

“Ini bagian dari upaya untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Terobosan seperti ini tentu sangat positif. Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar,” harap Supriyati.

Menurutnya, pemerintah harus terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mal pelayanan publik terpadu diharapkan menjadi bagian dari upaya yang dapat memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu terkait program ini, Bupati Kotim Supian Hadi menjelaskan, mal pelayanan publik terpadu yang sedang dibangun di Jalan MT Haryono Sampit, diharapkan selesai tepat waktu sehingga sudah bisa operasional pada 2020 mendatang.

“Begitu selesai, langsung akan kita gunakan. Nanti semua jenis pelayanan ada di satu tempat itu sehingga masyarakat tidak perlu susah payah,” kata Supian.

Mal pelayanan publik terpadu dibangun di lahan eks Plasa Sampit. Mal Pelayanan Terpadu ini nantinya akan menjadi yang pertama di Kalimantan. Pembangunannya dimulai 2018 lalu, dibiayai dengan sistem anggaran multiyears atau tahun jamak dengan biaya diperkirakan mencapai Rp40 miliar.

Mal pelayanan terpadu akan dibangun tiga lantai. Lantai dasar dijadikan pusat kuliner, lantai dua tempat pelayanan utama dan aula, sedangkan lantai tiga merupakan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kotawaringin Timur.

Mal pelayanan publik terpadu itu juga akan dilengkapi ruang VIP dan tempat ekspose tata ruang. Tempat ini juga bisa dijadikan tempat bertemunya calon investor.

Masyarakat yang ingin mengurus berbagai keperluan seperti membuat surat izin mengemudi, paspor, kartu tanda penduduk dan lainnya, cukup datang ke mal pelayanan publik terpadu. Masyarakat tidak perlu bolak-balik karena semua perizinan bisa diurus tuntas di mal pelayanan publik terpadu tersebut.

Supian sangat berharap terobosan memangkas birokrasi dengan membangun mal pelayanan publik terpadu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Jika itu terwujud, maka dampaknya diyakini juga sangat positif bagi daerah.

“Jadi, nanti saudara-saudara kita dari kecamatan-kecamatan di pelosok yang datang untuk berbagai keperluan, cukup datang ke mal pelayanan publik terpadu. Ini akan menghemat waktu, biaya dan tenaga bagi masyarakat kita,” jelas Supian.

Mal pelayanan publik terpadu merupakan upaya untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi perizinan. Selain menjadi bagian pembenahan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, mal pelayanan publik terpadu juga akan berdampak pada meningkatnya investor karena ada kejelasan perizinan terkait prosedur permohonan izin perusahaan.
 

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menlu Indonesia dan Menlu Korsel bertemu milenial

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (kanan) dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha (kedua kanan) menghadiri pertemuan dengan generasi milenial Indonesia di Jakarta, Senin (8/4/2019). Dalam pertemuan itu kedua menteri luar negeri saling berbagi pengalaman serta berdiskusi dengan para milenial tentang isu-isu global. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.

ASDP siap gandeng operator kapal besar perkuat tol laut

Merak, Cilegon (ANTARA) –
PT ASDP Indonesia Ferry akan menggandeng operator-operator kapal besar baik swasta maupun BUMN dalam upaya memperkuat pengembangan program tol laut, dengan memberikan pelayanan jalur penyeberangan baik orang maupun barang ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.

‘Kita ingin menguatkan konsep ‘hub dan spoke’ dalam pengembangan tol laut ini. Di mana nanti kita kerja sama dengan operator pelabuhan dan kapal-kapal besar, kemudian dari pelabuhan itu disebar ke daerah-daerah terpencil,” kata Dirut ASDP Ira Puspadewi usai diskusi tol laut di dalam kapal ferry Portlink di Merak, Cilegon, Senin.

Ia mengatakan, dalam konsep ‘hub dan spoke’ untuk tol laut itu, pihaknya akan menggandeng perusahaan swasta maupun BUMN lain yang bergerak dalam operator kapal dan pelabuhan seperti Pelni dan Pelindo untuk mengangkut kebutuhan pokok atau logistik dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain yang besar.

Selanjutnya dari pelabuhan tersebut logistik diangkut dengan kapal-kapal ASDP yang lebih kecil ke daerah-daerah tertentu yang tidak bisa dijangkau dengan kapal besar atau ke daerah terpencil.

“Nanti kita angkut dengan kapal yang lebih kecil, ukuran kargo yang lebih kecil juga karena kita juga memiliki kapal yang bisa menjangkau sungai,” kata Ira.

Pihaknya segera merealisasikan program tersebut sekitar Juli 2019 karena saat ini masih dilakukan pembahasan dengan pihak-pihak lain, baik swasta maupun BUMN lainnya. Pihaknya juga masih membahas lebih teknis mengenai jumlah pelabuhan dan kapal-kapal yang akan dioperasikan dalam program tersebut.

“Kita sudah memiliki kapal ternak dan juga kapal kargo. Kami operasikan dua kapal kargo dan rencananya lima tahun kedepan kita akan tambah 40an kapal,” kata Ira Puspadewi.

Menurutnya, inti dari tol laut itu adalah bagaiaman ASDP mendukung dalam membuat harga-harga menjadi murah, dengan dukungan kapal-kapal logistik yang bagus salah satunya untuk mengangkut hewan.

Saat ini, kata dia, ASDP memiliki 154 kapal yang tersebar di 35 pelabuhan dan mengoperasikannya di 234 lintasan, diantaranya Pelabuhan Merak-Bakauheni yang dianggap paling signifikan karena merupakan perlintasan atau penyebarangan penduduk dan barang dari Jawa ke Sumatera.

Ratusan pelajar dan mahasiswa dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi (PT) di Banten mengikuti seminar nasional membahsa tol laut dan poros maritim dunia yang diselenggarakan diatas kapal ferry Portlink dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung dan kembali ke Merak.

Ratusan pelajar dan mahasiswa tersebut mengikuti jalannya seminar dan aktif menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada para narasumber yakni Dirut ASDP Indonesian Ferry Ira Puspadewi, pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie serta arkeologi Ratno Lukito.

Seminar tersebut juga dihadiri Komisaris Utama PT ASDP Lalu Sudarmaji, sejumlah guru besar perguruan tinggi, unsur pimpinan perusahaan ASDP Indonesia Ferry serta perwakilan organisasi kepemudaan di Banten.

Sementara itu pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengatakan, jika melihat poros maritim dunia dari sipil harus bangga dengan apa yang sudah dicapai ASDP, karena tidak mudah menjadikan Kapal Ferry terbesar di dunia dengan banyaknya kapal serta pelabuhan yang dibangung dalam waktu yang sedemikian singkat. Tinggal saat ini terus didorong untuk peningkatan terhadap apa yang sudah dicapai oleh ASDP.

“Tetapi dari faktor ‘defence’ masih banyak ‘pekerjaan rumah’ kita. Menurut saya poros maritim dunia dari segi depence, kita harus segera menjadi ‘great water navy’ juga kekuatan yang terkuat di kawasan,” kata Connie.
 

Pewarta: Mulyana
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wagub Papua imbau korban banjir bandang konsumsi ikan

Jayapura (ANTARA) – Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mengimbau korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura untuk kembali mengkonsumsi ikan.

“Tidak usah terprovokasi dengan isu-isu yang menyatakan kalau ikan-ikan di Danau Sentani dan sekitarnya tidak layak dikonsumsi,” katanya di Jayapura, Senin.

Menurut Klemen, justru korban banjir harus kembali memenuhi kebutuhan vitamin dan lain sebagainya di dalam tubuh sehingga harus mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti ikan.

“Hal ini juga harus diluruskan agar penjual ikan khususnya Mujair dan lain sebagainya dapat kembali mendapat pembeli sehingga pendapatannya tidak turun secara drastis,” ujarnya.

Dia menjelaskan jumlah ikan di Danau Sentani, sungai dan kali bisa ribuan sehingga tidak akan terdampak dengan kondisi banjir bandang.

“Jika masih ada yang trauma memang wajar, namun hal tersebut harus segera kembali normal sehingga konsumsi ikan juga dapat meningkat,” katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya juga akan mengintruksikan instansi terkait untuk mengecek kondisi tersebut dan mengeluarkan surat edaran yang menegaskan bahwa ikan yang ada di Kabupaten Jayapura aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Jayapura khususnya para korban banjir bandang diresahkan isu banyaknya ikan di Danau Sentani dan sekitarnya tercemar karena banyaknya jenazah yang ditemukan pada perairan serta kotornya air danau.
 

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bekal keterampilan untuk warga binaan

(ANTARA) – Warga binaan di rumah tahanan di kabupaten Temanggung, Jawa tengah menjalani hukuman seraya menekuni keterampilan yang bermanfaat. Salah satu produk andalan adalah tas dan dompet rajut.buatan warga binaan perempuan.  (Prod: Edwar Mukti/ VE: Sandi Arizona)

Ratusan mahasiswa belajar tol laut di Kapal Ferry Merak-Bakauheni

Merak Cilegon (ANTARA) – Ratusan pelajar dan mahasiswa dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Banten mengikuti seminar tol laut yang diselenggarakan di atas kapal feri Portlink dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung dan kembali ke Merak, Banten.

Ratusan pelajar dan mahasiswa tersebut mengikuti jalannya seminar dan aktif menyampaikan sejumlah pertanyaan kepada para narasumber yakni Dirut ASDP Indonesian Ferry Ira Puspadewi, pengamat pertahanan Conny Rahakundini Bakrie serta arkeologi Ratno Lukito.

Seminar tersebut juga dihadiri Komisaris Utama PT ASDP Lalu Sudarmaji, sejumlah guru besar perguruan tinggi, unsur pimpinan perusahaan ASDP Indonesian Ferry serta perwakilan organisasi kepemudaan di Banten.

Dalam paparannya Dirut ASDP Ira Puspadewi mengatakan, ASDP siap menjadi bagian utama dalam mewujudkan tol laut tersebut yakni dengan membangun konektivitas antarwilayah dan antarpulau melalui penyeberangan kapal laut serta mendukung  upaya membuat harga-harga kebutuhan menjadi murah karena suplai yang cukup melalui jalur laut ke daerah-daerah tertentu.

“ASDP itu untuk membangun konektivitas, menyambungkan rute ke rute. Yang lain lagi kita memperkuat  logistik sekaligus pariwisata, nah tahun iini yang signifikan adalah masuk di pariwisatanya. Salah satunya adalah bisa kita lihat di dermaga eksekutif ini,” kata Ira.

Menurutnya, dalam pengembangan konektivitas persaingannya banyak karena orang akan lebih memilih pesawat. Oleh karena itu, pariwisata harus menjadi area yang dijalankan oleh ASDP di antaranya dengan membangun dermaga eksekutif dan membangun hotel di dermaga seperti di Labuan Bajo yang sudah dilakukan pembangunan hotel di pelabuhan tersebut.

“Ke depan kita lebih agresif menggarap sektor logistik dan pariwisatanya,” kata Ira pada seminar yang juga membahas pahlawan wanita poros maritim dunia itu.

Menurutnya, inti dari tol laut itu adalah bagaimana ASDP mendukung pemecahan masalah logistik nasional seperti membuat harga-harga menjadi murah, dengan dukungan kapal-kapal logistiknya, termasuk mengangkut hewan ternak.

 Saat ini, kata dia, ASDP memiliki 154 kapal yang tersebar di 35 pelabuhan dan mengoperasikannya di 234 lintasan, di antaranya Pelabuhan Merak-Bakauheni yang dianggap paling signifikan karena merupakan perlintasan atau penyebarangan penduduk dan barang dari Jawa ke Sumatera.

Salah seorang peserta dalam seminar tersebut dari Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Elisa, mengaku sangat terkesan dan bangga mengikuti kegiatan seminar tol laut dan kemaritiman Indonesia yang diselengarakan di atas kapal laut itu.

 Ia mengaku banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dari seminar tersebut serta bisa berdialog langsung dengan para narasumber yang kompetenen.

“Kebetulan saya pertama kalinya ikut acara seperti ini. Sungguh luar biasa dan saya beruntung bisa menjadi bagian dari acara ini,” kata Elisa.

Sebelum naik kapal Portlink, ratusan peserta bisa menikmati suasana pelabuhan eksektuif Merak yang dibangun tidak jauh dari Terminal Terpadu Merak.

Kemudian setelah menempuh perjananan satu jam dari Merak menuju Bakauheni, para peserta turun di Pelabuhan Eksekutif Bakauheni untuk menikmati suasana dan layanan di pelabuhan yang baru tesebut sebelum kembali ke Pelabuhan Merak.  

Baca juga: ASDP tawarkan terminal eksekutif di Pelabuhan Merak dan Bakauheni
Baca juga: ASDP siap terapkan transaksi nontunai di semua pelabuhan

Pewarta: Mulyana
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Legislator temukan korban gempa Lombok peroleh lima rekening

Mataram (ANTARA) – Anggota Komisi XI DPR H Willgo Zainar menemukan salah satu korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memperoleh lima nomor rekening Bank Rakyat Indonesia sebagai penampung bantuan stimulan perbaikan rumah rusak.

“Lima rekening dengan nama, nomor induk kependudukan dan alamat dan bank yang sama, tapi nomor rekening yang berbeda dan semuanya terisi Rp50 juta,” kata Willgo, usai menjadi pembicara dalam sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan, di Mataram, Senin.

Willgo mengaku menemukan fakta tersebut ketika mengunjungi korban gempa bumi di Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, beberapa waktu lalu.

Selain menemukan korban gempa penerima rekening BRI berlebih, politikus Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan NTB itu juga menemukan masih banyak warga korban gempa di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, yang belum memperoleh rekening BRI.

“Saya kira mungkin tidak hanya satu orang yang memperoleh rekening berlebih karena informasi dari warga bahwa ada juga suami-istri yang mendapat rekening. Di satu sisi banyak yang belum dapat, ironis sekali sehingga perlu divalidasi kembali,” ujarnya.

Willgo mengimbau warga yang merasa memperoleh rekening ganda atau lebih untuk menyampaikan masalah tersebut kepada aparat terkait.

Ia juga berharap kepada aparat desa untuk melakukan validasi data. Begitu juga dengan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) harus melakukan validasi dan pengawasan agar jangan sampai masalah rekening berlebih tersebut jadi masalah di kemudian hari dan merugikan negara.

“Saya kira pemerintah harus benar-benar serius dan cermat karena banyak juga yang sampai hari ini belum menerima rekening, tapi justru ada yang menerima rekening berlebih,” ucapnya pula.

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI tersebut juga menyarankan agar perbankan melakukan pengecekan secara detail agar tidak terjadi penerima rekening ganda atau berlebih, meskipun masalah pendataan bukan merupakan ranah perbankan.

Demikian juga dengan pemerintah daerah harus melakukan pendataan dan penyaringan secara valid. Hal yang sama juga perlu dilakukan oleh BPKP agar penerima rekening berlebih mengembalikan ke kas negara.

“Saya kira itu penting agar masalah data penerima rekening dan bantuan benar-benar tepat sasaran, karena banyak warga korban gempa lainnya belum menerima haknya,” kata Willgo.

Sementara itu, Zaidun (37), warga Dusun Koloh Tanjung, Desa Pemenang Timur, Lombok Utara, mengaku memperoleh lima nomor rekening BRI. Hal itu sudah dilaporkan kepada anggota Komisi XI DPR RI H Willgo Zainar.

“Secara fisik, saya belum menerima buku rekeningnya, hanya mendapat lima nomor rekening dari bank yang sama. Saya sudah lapor, tapi keluar lagi nomor rekening berbeda,” tuturnya.

Zaidun juga menyampaikan bahwa ada warga yang belum berkeluarga dan tidak memiliki kartu keluarga sudah mendapatkan rekening BRI karena memiliki rumah, namun rusak berat akibat gempa bumi.

“Tapi ironisnya, yang punya rumah dan tanggungan tidak dapat rekening, salah sarunya H Asrin,” ujarnya.

Pewarta: Awaludin
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program Industri Rumahan sudah menjangkau 3.000 perempuan

Semarang, Jawa Tengah (ANTARA) – Program Industri Rumahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan sudah memfasilitasi lebih dari 3.000 perempuan di 21 kabupaten/kota.

Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni saat menyambut delegasi dari Iran di Semarang, Senin, mengatakan kementerian sejak 2016 mengembangkan model untuk mempercepat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Industri Rumahan.

Erni mengatakan fokus utama program Industri Rumahan adalah membangun kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah dengan pemangku kepentingan lain seperti organisasi masyarakat sipil dan asosiasi pengusaha untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan.

Salah satu praktik terbaik Industri Rumahan dilakukan Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan dengan melibatkan kemitraan dengan organisasi masyarakat sipil dan asosiasi pengusaha perempuan.

“Kami ingin Indonesia dan Iran bisa berdialog dan saling berbagi praktik terbaik dalam pemberdayaan ekonomi perempuan yang dilakukan dua negara,” tutur Erni.
  Penasihat Senior Wakil Presiden bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Zahra Java saat pembukaan “Berbagi Praktik Terbaik Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Model Industri Rumahan di Indonesia” di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/4/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Penasihat Senior Wakil Presiden Bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Zahra Java mengatakan pemerintahnya telah berupaya keras dalam memberdayakan perempuan dan menurunkan kesenjangan gender.

“Selama empat tahun terakhir, Republik Islam Iran melakukan pengarusutamaan gender melalui penganggaran dengan berinvestasi di bidang kesehatan dan peningkatan kualitas hidup,” jelasnya.

Zahra mengatakan delegasi Iran ingin melihat praktik terbaik Industri Rumahan di Indonesia. Hal itu selaras dengan nota kesepahaman yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Iran.

“Nota kesepahaman ditandatangani Juli 2018 saat Menteri Yohana Yembise berkunjung ke Iran untuk kerja sama di bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga, dan perlindungan anak,” katanya.

Delegasi Republik Islam Iran dijadwalkan mengunjungi pelaksanaan program Industri Rumahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Rembang. 

Baca juga:
Delegasi Iran akan kunjungi industri rumahan di Rembang

Program Industri Rumahan untuk sejahterakan perempuan Papua
 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa harus miliki mental kritis untuk bangun perusahaan rintisan

Indriani (ANTARA) – Mahasiswa dinilai perlu memiliki mental kritis yang bisa mencari dan melihat peluang baru untuk membangun perusahaan rintisan, kata doktor manajemen, strategi dan pertumbuhan dari Universitas Bina Nusantara Kurnadi Gularso.

“Mahasiswa itu harus memiliki mental critical thinking dalam membangun perusahaan rintisan, mencari dan melihat peluang baru. Jangan hanya melihat model bisnis dan produk yang sudah ada tapi perlu melihat pelanggan yang memiliki potensi tetapi belum terlayani,” ujar Kurnadi usai sidang promosi doktor dirinya di Jakarta, Senin.

Kurnadi yang memiliki disertasi berjudul Peran Inovasi Model Bisnis yang Disruptif dalam Mencapai Keunggulan Transien dengan Moderasi Ikatan Komunitas, Studi pada Usaha Rintisan Digital di Indonesia, mengatakan banyak perusahaan rintisan yang tidak bertahan lama dikarenakan tidak berorientasi pada pelanggan, tidak berani mengambil risiko dan tidak memiliki kemampuan mengkofigurasi sumber daya manusia baik internal dan eksternal.

Menurut dia sumber daya manusia harus terus diperbaharui untuk mencapai perusahaan yang memiliki orientasi pada pelanggan. Kondisi perusahaan rintisan di Indonesia berbeda dengan luar negeri yang sudah berfokus pada pelanggan.

“Perlu diperhatikan bagaimana perusahaan rintisan tidak hanya fokus memiliki banyak pelanggan, tetapi yang paling utama bagaimana mengelolanya.” katanya.

Dia memberi contoh perusahaan penjual tiket dan hotel Traveloka, yang memberikan penghargaan kepada hotel-hotel yang bereputasi baik. Dengan adanya ikatan itu, pihak hotel tidak akan melirik perusahaan rintisan baru yang bergerak di bidang serupa.

Kurnadi juga berharap ke depan, pemerintah turut membantu dalam menciptakan ekosistem yang baik. Bahkan kalau bisa ekosistem yang terbentuk sesuai  dengan Digital Economy Society Index atau masyarakat yang berbasiskan digital.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Keuangan LKBN Antara Nina Kurnia Dewi yang juga hadir dalam sidang itu memuji Kurnadi yang berani mengambil topik yang terbilang baru yakni perusahaan rintisan.

“Orang lain biasa mengambil data sekunder, tetapi ini Pak Kurnadi berani masuk ke dalam komunitas perusahaan rintisan dan melakukan penelitian,” ujar Nina.

Nina juga berharap pemerintah memperhatikan keberadaan perusahaan rintisan yang ada saat ini, hal ini untuk mencegah perusahaan itu tidak dibeli oleh asing. Selain itu juga perlu diperhatikan pembinaan dari perusahaan rintisan itu.

“Biasanya yang menjadi direktur perusahaan rintisan itu anak-anak muda, yang masih perlu bimbingan. Ke depan perlu adanya pembinaan kepada mereka terutama dari para ahli di bidangnya,” harap Nina. * 

Baca juga: Perguruan tinggi perkuat prodi hadapi era disrupsi
Baca juga: Sisi gelap dan terang era digital
 

Pewarta: Indriani
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pabrik karet kantong udara bisa serap produksi dalam negeri

Cirebon (ANTARA) – Produksi “rubber airbag” atau karet  kantong udara di Indonesia diharapkan bisa menyerap karet dalam negeri yang saat ini masih sangat minim dan juga dapat menekan impor dari luar negeri, kata Direktur Industri Kimia Hilir Ditjen Industri, Kimia, Tekstil dan Aneka Kemenperin Taufik Bawazier.

“Dengan konek inovasi BPPT dan juga industri saya kira bisa meningkatkan hilirisasi karet Indonesia,” kata Bawazier di Cirebon, Senin, saat menghadiri Louncing Komersial Pabrik “rubber airbag” di PT SLP.

Menurut dia, adanya inovasi “rubber airbag” diharapkan bisa menyerap karet dalam negeri yang saat ini masih sangat minim.

Karena lanjut Bawazier, produksi karet di Indonesia per tahunnya bisa mencapai 3,5 juta tone, sedangkan yanh diserap oleh kalangan industri baru sekitar 19 persennya saja.

“Saat ini produksi karet dalam negeri secara nasional itu mencapai 3,5 juta tone per tahun dan itu belum bisa terserap oleh industri dalam negeri,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk saat ini industri yang bisa menyerap produksi karet nasional terbanyak adalah industri ban yaitu 280 ribu tone dan yang kedua industri vulkanisir sebanyak 90 ribu tone.

Selain itu dengan adanya produksi “rubber airbag” kata Bawazier juga bisa menekan impor produk serupa, di mana selama ini produk tersebut 100 persen impor.

“Dengan adanya produksi ‘rubber airbag’ dalam negeri ini bisa menghentikan impor dari yang semula itu 100 persen,” katanya.

Sementara Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) melakukan rekayasa teknologi material dengan menghadirkan inovasi produk ‘rubber airbag’ atau peluncur kapal untuk membendung impor dari negara lain.

“Hadirnya inovasi ‘rubber airbag’ hasil pengembangan BPPT dan industri lokal ini jelas menjadi pengganti produk impor, serta meninggikan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” katanya.

Hammam mengatakan selama ini Indonesia masih mengimpor produk ‘rubber airbag’, karena memang belum ada industri yang membuatnya. Dan melalui PT SLP yang bekerja sama dengan BPPT ini diharapkan bisa menekan impor produk serupa.

Menurutnya berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Maret 2013) Indonesia memiliki kurang lebih 12.047 kapal, yang pada saatnya harus direparasi pada 240 galangan kapal yang tersebar di seluruh Nusantara.

Melihat potensi yang ada tentunya sangat dibutuhkan produk “rubber airbag”, untuk membantu proses reparasi dan pembuatan kapal baru.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gresik buka layanan pengurusan KTP-e non-stop jelang pemilu

Arsip Foto. Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan perekaman data untuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di satu Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Timur. (ANTARA/Siswowidodo)

Gresik, Jawa Timur (ANTARA) – Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik menjelang pemilu membuka layanan nonstop, sepekan penuh tanpa libur, untuk pengurusan Kartu Tanpa Penduduk Elektronik (KTP-e) karena menurut perkiraan masih ada 43.587 warga yang belum mengikuti perekaman data KTP-e, salah satu syarat seorang warga bisa menggunakan hak pilih.

“Layanan non-stop ini memang dikhususkan menjelang pelaksanaan pemilu, karena itu kami ngebut supaya warga bisa terekam semua,” kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gresik Siti Muklisyatin di Gresik, Senin.

Siti memperkirakan di antara warga yang belum mengikuti perekaman data kependudukan ada warga yang sudah meninggal dunia namun kematiannya belum dilaporkan, remaja yang baru menginjak usia 17 tahun, dan warga yang pindah ke luar daerah atau merantau ke luar negeri.

“Dari data yang dimiliki Dispendukcapil, orang meninggal tidak melapor 40 persen, kemudian 20 persen lagi pemuda yang baru berusia 17 tahun. Selebihnya orang pindah dan murni belum merekam,” katanya.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, menurut dia, akan fokus menangani warga yang belum memiliki KTP-e, termasuk anak yang baru menginjak usia 17 tahun. Untuk itu, dinas antara lain akan bekerja sama dengan sekolah untuk mengingatkan anak didik yang belum punya KTP-e agar segera mengikuti perekaman data kependudukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Gresik Khusaini mengatakan saat ini 96 persen atau 923.140 orang dari total 961.604 warga Gresik sudah mengikuti perekaman data kependudukan dan memiliki KTP-e.

“Kemarin stok blangko memang sempat habis, namun sudah diatasi. Pemerintah pusat mengirim lagi sebanyak lima ribu blangko,” katanya.

Baca juga:
Lapas Bandarlampung kebut perekaman KTP-el warga binaan
Mendagri minta masyarakat proaktif daftar perekaman KTP-el

 

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2019

Evaluasi Berkala Agar PKH Tepat Guna

ANTARA, Program Keluarga Harapan diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan kerangka pemberdayaan. Namun Program bantuan sosial tersebut seringkali tidak tepat sasaran dan belum menjawab kebutuhan dalam jangka panjang. Pengamat Sosial Budaya UI Devie Rachmawati menilai, pelibatan masyarakat dan evaluasi secara berkala dapat membuat program semakin berkualitas.(Produser Sizuka/Editor Sandy)

UMM kirim tiga tim robotika wakili Indonesia ke AS

Malang (ANTARA) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Jawa Timur mengirim tiga tim robotika untuk mewakili Indonesia ke ajang Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) yang dilangsungkan pada 13-15 April 2019 di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat.

Tim Robotika UMM yang melenggang di kompetisi tingkat internasional itu mewakili Indonesia setelah berhasil keluar sebagai juara nasional berdasarkan surat penugasan dari Ditjen Belmawa Kemenristekdikti Republik Indonesia nomor T/274/B3.1/KM/02.04/2019. Ketiga tim robot tersebut dilepas Rektor UMM, Dr Fauzan di halaman rektorat kampus setempat, Senin (8/4).

Tak tanggung-tanggung, UMM memberangkatkan tiga tim jagoannya di kompetisi yang juga pernah dimenanginya pada tahun 2017. Ketiga tim robotika itu adalah Zhafarul (robot kaki 4), Dome_Ina (robot kaki 6), dan MuForIna (robot beroda). Masing-masing robot membutuhkan waktu pembuatan 4 bulan, dimulai dari proses perakitan hingga siap berkompetisi di ajang kontes robot bergengsi tingkat dunia ini.

Kompetisi robotik internasional bertajuk Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) ini mempertandingkan dua jenis kategori, yakni robot berkaki dan robot beroda. Dengan membawa status juara bertahan, tim robotik UMM optimistis mendapat hasil terbaik di kompetisi robot pemadam api tingkat dunia itu, yakni dengan mengusung beberapa teknologi andalan dan inovasi terbaru.

Rektor UMM, Dr Fauzan dalam sambutan pelepasan tim robotika UMM tersebut menyatakan bakal membebaskan skripsi sejumlah mahasiswa yang ikut berkompetisi jika berhasil memenangi kontes ini. Pada kesempatan itu Fauzan berpesan kepada para delegasi dan mahasiswanya yang hadir ketika itu untuk berhenti menjadi penonton.

“Jadilah pemain. Saya tidak menarget harus juara satu, tetapi yang terbaik sajalah yang saya minta,” ucapnya.

Pada tahun 2017, dua tim dari UMM memborong juara 1 dan 2 sekaligus untuk kategori robot berkaki. Dua tim tersebut, yaitu tim InaMuh sebagai juara 1 dan tim Unmuh Malang sebagai juara 2. Selain itu, tim InaMuh juga meraih juara poster terbaik atas pengalaman inilah, mereka optimistis akan kembali menang, tentunya melalui penyesuaian beberapa teknologi dan mengusung inovasi baru.

Kontes diikuti 32 tim dari berbagai negara, seperti Israel, Tiongkok, dan lainnya.

Alfan Achmadillah Fauzi, Rohmansyah, Ken Dedes Maria Khunty yang kesemuanya merupakan mahasiswa Prodi Teknik Elektro. Selain itu, mereka juga dibantu anggota WS Robotika yang berperan mengerjakan mekanik, penyediaan hardware, algoritma, hingga menguji performa robot.

Semua robot memiliki misi memadamkan api dengan cepat di titik pada satu ruangan atau kamar yang menyerupai rumah. Posisi titik api diletakkan secara acak oleh dewan juri sehingga robot dituntut harus cerdas untuk mencari api tersebut. Setelah memadamkan api, robot dituntut untuk kembali ke titik start. Robot dengan catatan tercepat bakal keluar sebagai pemenang.

“Robot yang berhasil memadamkan api berhak bertanding pada level berikutnya. Pada level ini, selain memadamkan api, robot juga dituntut untuk menyelamatkan boneka dan memindahkannya ke zona aman,” kata Alfan, mahasiswa prodi teknik elektro angkatan 2015 yang juga ketua tim.

Alfan optimistis kawan setimnya akan mengulang kesuksesan para seniornya terdahulu. “Kami optimistis mampu mengulang sukses kakak-kakak kami ketika berlaga di ajang internasional,” katanya.

Semenatra itu, dua tim lainnya yang dimotori Bayu Irawan Nugroho mahasiswa teknik elektro dan Dwi Nur Fajar mahasiswa teknik informatika juga akan unjuk gigi di Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV pada 21-23 April 2019 di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Rombongan ini mempertandingkan dua jenis robot, yakni satu robot pemadam api (DOME), dan tiga robot sepak bola (Zhafarul).

Robot sepak bola pada kompetisi ini harus memiliki spesifikasi yang wajib dipenuhi, yakni mendeteksi objek, menggiring bola, menendang, hingga lokalisasi. Pendeteksian objek tersebut agar robot dapat membedakan bola, lawan, garis, dan gawang. Robot akan dinyatakan memenangkan pertandingan ketika robot lebih banyak memasukan bola ke gawang lawan.

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jabar tangani banjir di Leles Garut dengan bangun drainase

Garut (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar)  sedang merencanakan pembangunan drainase untuk menangani masalah banjir  di kawasan jalan utama Kecamatan Leles, Kabupaten Garut yang sempat merendam jalan utama serta ratusan rumah.

“Perencanaan drainase perkotaan Leles sedang dibuat, saluran drainase di jalan provinsi sudah diagendakan oleh provinsi tahun 2020,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria kepada wartawan di Garut, Senin.

Ia menuturkan, banjir di Kecamatan Leles terakhir dilaporkan pada Minggu (7/4) yang melanda Kampung Pasar Wetan, Babakan Sari, Pangkurisan Kidul, Desa/Kecamatan Leles
.
Selain merendam jalan raya Bandung-Garut, kata dia, banjir juga telah merendam 250 rumah, empat masjid, dengan ketinggian air kurang lebih 80 sentimeter.

Banjir  di kawasan jalan utama Kecamatan Leles memang seringkali mengganggu arus lalu lintas di jalan itu.

“Upaya yang dilakukan menerjunkan petugas, hingga air surut tidak ada korban jiwa,” katanya.

Menurut dia, penataan yang sedang direncanakan Pemerintah Provinsi Jabar itu tidak hanya masalah drainase, tetapi pada pengaturan luasan alih fungsi lahan, termasuk seluruh potensi perubahan lainnya dalam pola ruang.

“Potensi bencana banjir yang ada akan diperhitungkan dengan jaringan drainase dan saluran yang ada di kota Leles,” katanya.

Selama proses mengatasi bencana banjir itu, Dadi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tetap menjaga lingkungan sekitar seperti tidak membuang sampah sembarangan agar saluran air lancar.

“Warga diimbau untuk tetap menjaga dan mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon dan bersahabat dengan alam,” katanya. 

Baca juga: Banjir di Leles hambat jalur Bandung-Garut
Baca juga: Rawan terkena banjir, puluhan rumah di bantaran Sungai Cimanuk-Garut segera direlokasi

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sumbar undang Tim Balap Sepeda Jambi ikut TdS 2019

Padang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengundang Tim Balap Sepeda Jambi untuk ikut bersaing dalam Tour de Singkarak 2019 yang rencananya melewati dua kabupaten dan kota di provinsi tetangga tersebut.

“Mumpung dua daerah di Jambi ikut jadi tuan rumah. Akan lebih meriah jika ada tim balap sepedanya yang juga ikut dalam ajang ini,” kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Senin.

Ia mengatakan itu terkait pelaksanaan TdS ke-11 yang rencananya di gelar 2-10 November 2019.

Jika Jambi mengirimkan tim balap sepeda, maka akan ada dua tim dari Sumatera bersaing menjadi yang terbaik untuk meraih red and white jersey atau untuk pebalap Indonesia terbaik.

Sebelumnya Sumbar memiliki tim lokal yaitu Padang Road Bike (PRB) Bank Nagari yang telah ikut dalam beberapa kali gelaran TdS.

Hadirnya tim lokal diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi TdS 2019 terutama bagi masyarakat yang mulai kurang antusias dengan ajang internasional tahunan itu, sehingga kembali bersemangat mendukung langsung tim kesayangan dari daerah sendiri.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan TdS 2018, hadirnya tim lokal juga menjadi catatan positif dalam pelaksanan balapan bagi UCI. Gelaran itu dinilai bisa mendorong tim dari daerah untuk berani tampil di pentas internasional.

Pada TdS 2019 direncanakan kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi akan ambil bagian sebagai tuan rumah. Dua daerah itu bisa tergabung dalam satu etape, tetapi mungkin pula dipecah menjadi dua etape.

Gubernur Jambi Fachrori Umar menilai TdS efektif untuk mempromosikan Kerinci dan Sungai Penuh yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai potensi pengembangan ekonomi daerah.

Ia berharap dua daerah itu bisa menjadi lokasi start atau finish dalam TdS 2019 sehingga kesempatan promosi yang dilakukan bisa lebih maksimal.

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyelaraskan berbagai upaya mencegah bencana

Purwokerto (ANTARA) – Kejadian bencana seringkali memunculkan gelombang keprihatinan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga di lapisan masyarakat secara umum.

Pasalnya, kejadian bencana tidak hanya dapat menghancurkan infrastruktur yang sudah ada, tetapi juga bisa mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Hal itu mendorong perlunya upaya yang lebih intensif untuk mengurangi dampak kerugian akibat bencana.

Dosen Mitigasi Bencana Geologi, Jurusan Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman Indra Permanajati mengatakan ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari bencana yang terjadi.

“Mari kita coba menguraikan permasalahannya. Yang pertama adalah jenis bencananya dulu. Bencana alam dapat terbagi menjadi bencana yang murni karena pengaruh alam dan bencana yang kadang terkait dengan aktivitas manusia,” katanya.

Bencana yang murni karena pengaruh alam seperti gempa bumi, tsunami, likuifaksi, angin, dan gunung berapi. Sementara jenis bencana yang ada faktor manusia di dalamnya, seperti tanah longsor, banjir dan amblesan tanah.

Indra mengatakan, bencana karena pengaruh alam, seperti gempa bumi, tsunami, likuifaksi, dan gunung berapi memang sulit untuk dikendalikan oleh manusia, karenanya perlu strategi mitigasi yang berbeda.

Untuk bencana yang sulit dikendalikan oleh manusia maka langkah mitigasi yang dilakukan harus difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat untuk menghindari bencana dan mencegah dampak dari bencana.

Sementara itu, untuk bencana yang masih dapat dikendalikan, maka langkah mitigasi dilakukan dengan melibatkan semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah bencana.

Menurut dia, permasalahan yang muncul di Indonesia terkait bencana adalah bahwa kesadaran masyarakat untuk memahami bencana masih sangat kurang.

Permasalahan ini muncul, kata dia, karena tidak semua masyarakat mempunyai latar belakang pendidikan di bidang bencana, sehingga kepercayaan dan pemahaman mereka akan bencana masih perlu terus ditingkatkan.

Dengan demikian, maka salah satu solusi pencegahan bencana di Indonesia adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya bencana alam jika kondisi alam sudah terganggu keseimbangannya.

Kesadaran ini harus bisa dipastikan sebagai semangat nasional untuk mencegah dan terhindar dari bencana. Kuncinya adalah keyakinan dan kesadaran untuk mencegah dan terhindar dari bencana.

Kemudian solusi kedua adalah perlu adanya fasilitator kebencanaan di tingkat kecamatan guna memantau kondisi wilayah yang rawan bencana.

“Perlu ada fasilitor kebencanaan
yang berbasis ilmu kebumian atau kebencanaan untuk tingkat kecamatan, minimal satu orang,” katanya.

Dia menambahkan fasilitator tersebut nantinya dapat bertanggung jawab untuk memantau kondisi dan kemungkinan adanya potensi bencana alam di wilayahnya.

Menurut dia, pemantauan kondisi di wilayah rawan bencana tidak hanya bisa mengandalkan pengamatan warga setempat.

Dia mencontohkan, ada beberapa kasus banjir bandang yang disinyalir terjadi karena banyaknya bendungan-bendungan air di atas bukit karena longsor.

Padahal menurut dia, jika longsoran bisa terpantau dan kondisi alam bisa teridentifikasi dengan baik maka kemungkinan bencana bisa tidak terjadi atau bisa dikurangi dampaknya.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan ahli-ahli bencana yang mempunyai latar belakang ilmu kebumian dan kebencanaan di tingkat kecamatan untuk selalu memantau dan mengawasi kondisi kebencanaan di wilayah rawan.

Personel dimaksud, tambah dia, juga dapat bertanggung jawab memetakan dan memantau kondisi bencana alam dan memberikan saran mitigasi struktural.

Selain itu dapat memastikan adanya peningkatan kapasitas masyarakat untuk sadar dan tangguh bencana di wilayahnya.

Peningkatan kapasitas untuk sadar dan tangguh bencana, kata dia, harus mengakar ke semua lapisan masyarakat dan harus dijadikan bagian dari karakter bangsa.

“Pendidikan ini bisa dimulai dari sekolah dasar, menengah, bahkan perguruan tinggi, kemudian sosialisasi ke masyarakat secara terus-menerus, dan dukungan media,” katanya.

Dia juga menambahkan, budaya menjaga alam dan sadar bencana harus dijadikan gaya hidup di tengah masyarakat dan diviralkan.

Solusi ketiga, kata dia, adalah penguatan riset di bidang kebencanaan mengingat kejadian bencana alam bisa saja terjadi karena kurangnya identifikasi bencana secara baik dan cermat, sehingga tidak teridentifikasi sebelumnya.

Dengan riset maka akan lebih bisa memastikan potensi bencana dengan baik. Selain itu, dengan informasi potensi bencana yang tepat, maka akan dapat diturunkan menjadi teknik mitigasi yang paling tepat di masing-masing wilayah.

Pendidikan Kebencanaan

Terkait dengan pendidikan kebencanan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, terus mengintensifkan sosialisasi mengenai kebencanaan kepada generasi muda yang ada di wilayah setempat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara, Arief Rahman mengatakan pihaknya berharap anak-anak sejak usia dini mendapatkan pemahaman terkait potensi ancaman bencana yang mungkin saja ada di sekitar mereka.

Target sosialisasi adalah para pelajar yang duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.

“Untuk anak SMA target kami adalah sosialisasi tentang kebencanaan dan juga sekolah aman bencana. Bahkan kami pernah melakukan sosialisasi kepada anak-anak melalui kegiatan belajar kebencanaan bersama TK Askia Parakan Canggah Banjarnegara. Ada sekitar 69 siswa taman kanak-kanak yang ikut kegiatan yang digelar di joglo dan halaman BPBD Banjarnegara,” katanya.

Adapun materi mengenai kebencanaan yang diberikan, kata dia, adalah dongeng bencana, dasar penyelamatan bencana gempa bumi, pengenalan alat pertolongan dan penanggulangan bencana hingga simulasi bencana gempa bumi.
Dia menargetkan, pada masa mendatang akan makin banyak lagi siswa sekolah di wilayah setempat yang mendapatkan materi mengenai kebencanaan.

Hal tersebut kata dia, diharapkan menjadi salah satu upaya penguatan budaya masyarakat tangguh bencana.

Sementara itu, strategi untuk menciptakan budaya tangguh bencana memang harus segera dilaksanakan dalam rangka mencegah atau aman dari bencana, bukan menunggu bencana sampai terjadi.

Ketika mendengar suatu daerah berpotensi bencana maka segala pemikiran harus diarahkan ke pencegahan dan persiapan.
Contohnya, jika suatu daerah sudah teridentifikasi longsor dan banjir maka pola pikir yang harus dibentuk adalah bagaimana cara mencegahnya untuk tidak terjadi longsor atau banjir.

Misalkan sudah dilakukan pencegahan masih terjadi longsor atau banjir maka perlu adanya evaluasi program dan riset untuk mencari parameter yang belum diketahui yang ikut berperan sebagai penyebab bencana. (*)

Oleh Wuryanti Puspitasari
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Merauke alokasikan Rp150 miliar bangun infrastruktur PON

Jayapura (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua, telah mengalokasikan Rp150 miliar untuk membangun infrastruktur, venue dan lainnya guna menunjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020.

Bupati Merauke Frederikus Gebze di Jayapura, Senin mengatakan, selain alokasi dana tersebut, pihaknya juga menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sebesar Rp50 miliar.

“Kami berharap pembangunan infrastruktur venue dan lain-lain akan berakhir pada 20 Mei 2020 yang merupakan momentum kebangkitan Papua,” katanya.

Menurut Frederikus, pihaknya tengah mempersiapkan tender, kontrak dan pembangunan sirkuit bertaraf nasional di Merauke untuk penyelenggaraan PON.

“Jika dipresentasikan melalui angka, persiapan PON XX di Merauke baru mencapai 30 persen,” ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya tengah melakukan rehabilitasi, restrukturisasi dan rekontruksi terhadap stadion yang sudah ada dan membangun infrastruktur jalan pendukung.

“Kami juga mempersiapkan atlet-atlet yang bermain di PON, tinju, wushu, sepakbola, voli, atletik dan beberapa cabang olahraga fenomenal,” katanya lagi.

Dia menambahkan terkait persiapan akomodasi, transportasi, konsumsi dan lain-lain, di mana dipastikan sekitar 2000 atlet dan official PON XX akan hadir di Merauke, pihaknya telah siap 100 persen.

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Delegasi Iran akan kunjungi industri rumahan di Rembang

Semarang (ANTARA) – Delegasi Republik Islam Iran yang dipimpin Penasihat Senior Wakil Presiden bidang Perempuan dan Keluarga Zahra Java akan mengunjungi program Industri Rumahan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

“Kabupaten Rembang dipilih karena merupakan salah satu praktik terbaik program industri rumahan yang Kementerian dampingi,” kata Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni di Semarang, Senin.

Erni mengatakan Jawa Tengah merupakan provinsi dengan predikat mentor dalam program industri rumahan. Selain Kabupaten Rembang, daerah lain di Jawa Tengah yang juga berhasil menjadi model industri rumahan adalah Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.

Menurut Erni, berdasarkan evaluasi terhadap 21 kabupaten/kota yang melaksanakan program industri rumahan di seluruh Indonesia, Kabupaten Rembang termasuk berhasil karena ada komitmen pemerintah daerah, peran serta masyarakat, dan lembaga masyarakat.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudah melakukan pendampingan di 21 kabupaten/kota sejak 2016. Ukuran keberhasilannya adalah terdapat dampak dan perubahan yang baik dari para pelaku, yaitu peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), pendampingan Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak hanya berjalan tiga tahun.

“Salah satu keberhasilan Kabupaten Rembang adalah pemerintah daerahnya melanjutkan program tersebut, bahkan mereplikasi di tempat lain. Pengelolaan industri rumahan melibatkan lintas dinas seperti perindustrian, perdagangan, kesehatan, dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara itu, Penasihat Senior Wakil Presiden bidang Perempuan dan Keluarga Republik Islam Iran Zahra Java mengatakan Indonesia dan Iran telah menjalin kerja sama sejak 1961.

“Kerja sama di bidang pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga terjalin melalui nota kesepahaman yang ditandatangani saat Menteri Yohana Yembise berkunjung ke Iran pada Juli 2018,” kata Zahra.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, kedua negara sepakat untuk saling bertukar informasi dan pengalaman di bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jakarta dan Semarang miliki pendeteksi banjir pesisir

Jakarta (ANTARA) – Pesisir Jakarta dan Semarang, Jawa Tengah, menjadi proyek percontohan untuk penerapan alat pendeteksi banjir pesisir atau rob yang diterapkan pada April 2019.

“Ina-CIFS ini sudah diluncurkan tadi yaitu sistem prakiraan genangan air di pantai yang saat ini dioperasikan di Jakata dan Semarang,” kata Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo di kantornya, Jakarta, Senin.

Adapun “Indonesia Coastal Inundation Forecasting System” (Ina-CIFS) itu merupakan sistem monitoring peringatan dini banjir rob dengan pendampingan dari Organisasi Cuaca Dunia/ WMO.

Dua kota besar, kata dia, menjadi percontohan penerapan Ina-CIFS menilik Jakarta dan Semarang kerap terdampak banjir pesisir. Banjir rob sendiri kerap menerjang pesisir tanpa ada hujan. Dalam beberapa kasus, banjir tersebut melanda saat cuaca cerah tetapi tergenang oleh air asin dari gelombang air laut.

“Pada saat-saat tertentu, Jakarta tanpa hujan tapi daerah pesisir mengalami rob. Rob ini bisa bukan karena hujan di hulu yang menggenangi daratan pantai tapi lantaran kondisi laut. Ada sistem tekanan tinggi yang mendorong air laut ke pantai atau ada ‘storm surge’ atau gelombang badai akibat akivitas cuaca, mungkin siklon tropis Laut China Selatan,” katanya.

Ina-CIFS, lanjut dia, telah dikembangkan selama tiga tahun terakhir. BMKG sendiri sudah memiliki sistem prakiraan lautan yaitu “Ocean Forecast System” (OFS). OFS merupakan model yang sudah berjalan di berbagai tempat di Indonesia untuk dikembangkan lebih lanjut bagi Ina-CIFS.

Prabowo mengatakan Ina-CIFS itu lebih akurat dalam mengukur parameter-parameter banjir pesisir. Sementara OFS adalah sistem prakiraan yang mengukur lautan secara umum seperti menakar tinggi gelombang, arah arus laut, kecepatan angin dan hal terkait lainnya.

“CIFS lebih detail. Memang tidak setiap saat kondisi rob ini terjadi, tergantung lautnya. Harapannya saat awal, ada indikasi kemungkinan air laut tinggi, aktivitas cuaca dalam beberapa hari ke depan akan tinggi, akan ada rob. BMKG akan mengoperasikan CIFS ini untuk mengetahui seberapa jauh kira-kira tinggi pantai daerah genangannya, seberapa luas tergenang di daratan,” kata dia.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mufidah: lestarikan tenun asli Sumatera Barat

Batusangkar  (ANTARA) – Istri Wakil Presiden Republik Indonesia Mufidah Jusuf Kalla mendorong pemerintah daerah melestarikan kain tenun asli Sumatera Barat agar bisa terus dinikmati hingga generasi mendatang.

“Melalui sentra tenun ini, saya berharap semua kain tenun yang ada di Sumatera Barat, baik berupa sulaman, tenun, dan songket agar terus diwariskan di Ranah Minang,” kata Mufidah Jusuf Kalla di Batusangkar Senin.

Hal itu dikatakan Mufidah Jusuf Kalla saat mengunjungi Rumah Tenun di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin.

Ia meminta pemerintah terus memberikan perhatian kepada Rumah Tenun yang diresmikan 2018 tersebut.

Sebagai ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), ia berharap kepala daerah di Sumatera Barat agar mengirimkan penenun terbaiknya untuk menjadi pelatih di Rumah Tenun.

Ia juga mengharapkan pemerintah daerah menganggarkan dana untuk operasional gedung dan pembelajaran atau pelatihan bagi para penenun serta memberikan masukan di setiap kelemahan dan kekurang selama Rumah Tenun.

“Kepala daerah jangan hanya diam. Mari kita bersama memberikan anggota terbaik kita untuk kelangsungan Rumah Tenun agar kain tenun di Sumatera Barat lestari,” ujarnya.

Menurut Mufidah, secara nilai estetika dan budaya, kain tenun dari Sumatera Barat ini sudah dikenal ke mancanegara. Sementara usaha tenun semakin hilang.

“Apalagi kalau tidak diwariskan kembali dengan mendirikan lembaga, lambat laun akan hilang dikikis masa,” ujarnya.

Sementara Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi mengatakan sentra tenun di daerah itu didirikan merupakan cita-cita mulia untuk melestarikan tenun lokal dan impian bagi masyarakat.

Khusus untuk songket Lintau dan Pandai Sikek, lanjutnya, akan terus dikembangkan. Apalagi saat ini rumah tenun sudah dilengkapi dengan rusunawa dan rumah produksi serta akan dibangunkan galeri.

“Galeri tersebut akan difungsikan untuk memajang kain yang sudah ditenun oleh bekerja dan siap di jual dan di ekspor,” ujarnya.

Setelah diresmikan pada 8 Mei 2018, pemerintah setempat telah menggelar beberapa kali pelatihan bagi penenun di Rumah Tenun itu. Bahkan Rumah Tenun tersebut terbuka untuk umum.

“Mari kita lestarikan kerajinan kebudayaan Minangkabau ini. Karena melalui pembuatan sulaman ini akan memberikan dampak bagi masyarakat di sektor ekonomi, dan budaya bagi Sumatera Barat,” ujarnya.

Pewarta: Syahrul Rahmat
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mensos minta pendamping PKH percepat pengurangan kemiskinan

Tangerang (ANTARA) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memacu kinerja agar target pengurangan kemiskinan bisa lebih cepat tercapai.

“Tingkatkan kinerja, pacu kerja di lapangan agar target kita tercapai mengurangi kemiskinan bisa lebih cepat,” kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Senin.

Mensos pada penyaluran bansos PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Persada Sukatani Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, mengatakan, pemerintah menargetkan pengurangan angka kemiskinan hingga 9,00 persen pada akhir 2019.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan di Indonesia kembali turun dari 9,82 persen ke 9,66 persen pada September 2018.

Menurut Mensos, jika angka kemiskinan dan gini rasio bisa kembali ditekan maka pendamping PKH boleh bangga karena punya andil dalam penurunan angka kemiskinan tersebut.

“SDM PKH harus bangga. Saya beri apresiasi dan terima kasih kepada para pendamping,” kata Agus dihadapan seribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH Kabupaten Tangerang.

Mensos juga mengatakan sebagai bentuk apresiasi kepada SDM PKH, Kemensos akan memilih dan mengirimkan pendamping PKH untuk studi banding ke luar negeri.

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Tangerang, dilakukan penyaluran bansos PKH tahap II kepada 93.924 KPM dengan bantuan Rp59,119 miliar dan BPNT untuk 131.555 KPM senilai Rp14,471 miliar.

Selain itu juga disalurkan bansos Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk 300 KPM senilai Rp600 juta serta bansos E-Warong dan Kube Jasa untuk 28 kelompok senilai Rp420 juta.

Sedangkan untuk Provinsi Banten bantuan PKH tahap II senilai Rp210 miliar untuk 312.875 KPM dan BPNT senilai Rp50,29 miliar untuk 475.482 KPM.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir luapan Sungai Citarum

Foto aerial banjir yang menggenangi Jalan Moh Toha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (8/4/2019). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 37.731 jiwa menjadi korban banjir luapan Sungai Citarum yang terjadi sejak Senin (8/4/2019) dini hari. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

BKKBN siapkan Rp1,3 miliar untuk cegah stunting di Papua

Biak (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyiapkan dana Rp1,3 miliar untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting, masalah gizi kronis yang menyebabkan gangguan pertumbuhan yang membuat anak bertubuh kerdil, di wilayah Provinsi Papua.

“Ada 22 kabupaten/kota di Provinsi Papua, (masing-masing) mendapatkan dana penanganan stunting dengan besaran Rp60 juta,” kata  Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dwi Listyawardani di Biak, Senin.

Ia menjelaskan upaya-upaya seperti pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi serta penerapan pola asuh yang baik penting untuk mencegah stunting, karenanya BKKBN berusaha meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua lewat program Bina Keluarga Balita (BKB).

“Segala sesuatu yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama fase kehidupan menjadi faktor penentu kualitas kehidupan anak agar tidak terkena stunting,” kata Dwi, didampingi Kepala BKKBN Papua Carles Brabar.

“BKB dikembangkan oleh BKKBN untuk meningkatkan kemampuan pengasuhan orangtua dan keluarga anak, khususnya anak usia di bawah enam tahun,” ia menambahkan.

Dwi juga menekankan pentingnya pelibatan banyak sektor dalam upaya mencegah dan menangani masalah gizi yang menyebabkan kekerdilan pada anak.
 

Pewarta: Muhsidin
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Doa bersama digelar guru PAUD se-Babel perjuangkan kesetaraan status

Dengan doa bersama ini kita berharap pendidik PAUD dapat diakui keberadaannya oleh negara

Pangkalpinang (ANTARA) – Ratusan guru Pendidik Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar doa bersama dalam rangka memperjuangkan kesetaraan status dari tenaga pendidik nonformal menjadi pendidik formal di daerah itu.

“Dengan doa bersama ini kita berharap pendidik PAUD dapat diakui keberadaannya oleh negara,” kata Ketua Pengurus Wilayah (PW) Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Djamilah di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan saat ini ribuan guru PAUD se-Indonesia sedang memperjuangkan pengakuan dari negara agar dapat disetarakan hak-haknya seperti guru formal, karena selama ini dinilai hak yang diterima mereka tidak adil sedangkan tugas dan kewajibannya sama.

Misalnya jaminan mendapatkan sertifikasi guru, kesejahteraan seperti gaji pokok dan tunjangan, seperti yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Dalam undang-undang tersebut, guru PAUD nonformal tidak disebut sebagai guru, sehingga selama ini keberadaan guru PAUD tidak diakui. Oleh karena itu, hal ini perlu ditinjau ulang oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami berharap para hakim MK mengabulkan permohonan kami karena tugas kami sangat berat, mendidik anak dari 0 bulan hingga 6 tahun,” ujarnya.

Asisten Gubernur Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik,Syahruddin yang turut hadir dalam doa bersama tersebut juga berharap semoga permohonan kesetaraan guru PAUD di MK dapat dikabulkan para hakim, karena ditangan pendidik PAUD inilah yang melahirkan generasi cerdas pemimpin bangsa.

“Kita harap permohonan di MK berbuah manis untuk seluruh Pendidik PAUD agar disetarakan hak-haknya,” ujarnya. 

Baca juga: Ahli katakan guru formal dan informal perlu dibedakan

Baca juga: Seribuan guru PAUD Lampung berdemo tuntut kesetaraan

Pewarta: Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mentega bisa bantu atasi luka bakar, ini penjelasannya

Jakarta (ANTARA/Jacx) Beredar informasi di berbagai kalangan masyarakat tentang manfaat mentega untuk membantu mengatasi luka bakar agar tidak bertambah parah. Informasi itu pun tersebar melalui sejumlah saluran termasuk media sosial.

Klaim    :  Mengoleskan mentega ke luka bakar bisa membantu meredakan luka
Rating   :  Salah/Misinformasi

Penjelasan :
Mengoleskan pasta gigi atau mentega pada luka bakar termal sering kali digunakan karena dianggap dapat meringankan luka, namun, itu justru memperparah luka bakar. 

“Pada umumnya, luka bakar yang terjadi di sekitar kita adalah luka bakar termal yang diakibatkan panas atau listrik,” kata dr. R. Aditya Wardhana, SpBP-RE [K], MARS dalam sebuah kesempatan.

“Sayangnya tak sedikit orang yang langsung mengolesi luka bakar dengan menggunakan pasta gigi atau mentega, karena dianggap meringankan luka.”

Ia menambahkan, “Padahal hal tersebut bukanlah cara yang tepat, justru bisa memperparah luka dan menimbulkan infeksi.”

Cek fakta: Mengoleskan pasta gigi bisa perparah luka bakar
Cek fakta: Luka bakar? pertolongan pertama bawa ke air mengalir
Cek fakta: Kenali tingkatan luka bakar

Pewarta: Tim Jacx dan Kominfo
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pelajar SMP ikuti doa bersama jelang Ujian Nasional

Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti doa bersama jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (8/4/2019). Doa bersama dan zikir yang diikuti para pelajar dari seluruh SMP di kota Banda Aceh itu untuk menguatkan mental dan spiritual siswa dalam menghadapi USBN dan UN tahun pelajaran 2018/2019. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/pras.

Museum Timah Indonesia bangun galeri produk UMKM

Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karnodan Bung Hatta serta para pemimpin tinggi Republik Indonesia diasingkan ke Bangka mengadakan perundingan dengan utusan PBB (Komisi Tiga Negara) pada 1948 di gedung tersebut

Pangkalpinang (ANTARA) – Museum Timah Indonesia membangun galeri produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) guna membantu pelaku usaha itu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memasarkan produk kepada wisatawan yang berkunjung ke museum tambang bijih timah bersejarah itu.

“Dalam waktu dekat ini galeri UMKM dioperasikan, sehingga pengunjung bisa datang dan membeli berbagai produk khas daerah ini” kata Kepala Museum Timah Indonesia Muhammad Taufik di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan pembangunan galeri produk makanan, kerajinan khas Bangka Bellitung ini merupakan salah satu program PT Timah Tbk dalam memberdayakan pelaku UMKM dalam meningkatkan usahanya.

“Saat ini bangunan galeri dalam tahap penyelesaian dan dalam waktu dekat ini akan dioperasikan,” katanya.

Menurut dia dengan adanya galeri ini, maka wisatawan yang berkunjung tidak hanya untuk melihat sejarah penambangan bijih timah, tetapi juga menikmati berbagai produk makanan khas daerah ini.

“Galeri ini nantinya akan dikelola atau diisi oleh UMKM mitra binaan PT Timah Tbk dan ini sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan kepada usaha kecil di daerah ini,” katanya.

Museum Timah Indonesia merupakan museum teknologi pertimahan yang dikelola PT Timah Tbk. Museum ini didirikan pada 1958 untuk mencatat sejarah pertimahan di Bangka Belitung.

Museum Timah Indonesia menempati sebuah gedung bersejarah yang awalnya adalah rumah dinas Hoofdt Administrateur Bangka Tin Winning (BTW).

“Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno dan Bung Hatta serta para pemimpin tinggi Republik Indonesia diasingkan ke Bangka mengadakan perundingan dengan utusan PBB (Komisi Tiga Negara) pada 1948 di gedung tersebut. Pada pertemuan ini akhirnya mengantarkan pada kedaulatan Belanda pada Republik Indonesia pada 1949,” demikian Muhammad Taufik.

Baca juga: MTI siapkan “studio mapping” sejarah tambang timah

Baca juga: MTI gelar lomba cipta miniatur cagar budaya

Pewarta: Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPOM luncurkan program fasilitator desa pengawas obat dan makanan

Medan (ANTARA) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan program inovatif fasilitator BPOM desa pengawas obat dan makanan yang nantinya akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atau pelaku usaha tentang obat dan makanan.

Kepala BPOM Penny K Lukito usai membuka Rakernas BPOM 2019 di Medan, Senin, mengatakan kehadiran fasilitator desa itu merupakan wujud nyata BPOM yakni negara hadir ke pelosok negeri.

Juga bagian dari tugas BPOM untuk mengedukasi masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan agar berhati-hati dengan berbagai produk makanan dan obat-obatan ilegal.

“Sekarang ini lagi ada peredaran obat dan makanan ilegal melalui online dan bagaimana pun peredaran itu tetap harus mendapat izin dulu BPOM untuk memastikan keamanan dan.kualitasnya,” katanya.

Ia menambahkan, selain memberikan edukasi tentang pengawasan obat dan makanan, BPOM juga akan mendampingi fasilitator dalam menfasilitasi perkembangan industri obat dan makanan terutama adalah UMKM di desa yang memiliki potensi untuk mengembangkan usahanya.

“Kita bisa melayani masyarakat dan pelaku usaha yang ada di desa untuk meningkatkan kualitas dari produksinya yang tadinya menjual biasa atau perorangan di kaki lima, kini bisa ditingkatkan menjadi produk-produk ekspor seperti keripik singkong yang saat ini telah ada,” katanya.

Penny berharap semoga fasilitator desa ini menjadi inspirasi dalam pemberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan dan usaha UMKM.

Di sela Rakernas BPOM 2019, BPOM melantik 20 orang fasilitator yang berasal dari Kota Medan, Tanjung Balai dan Kabupaten Toba Samosir yang nantinya bertugas menyososialisasikan dan mengedukasi kepada masyarakat atau pelaku usaha tentang bahaya obat dan makanan.
 

Pewarta: Juraidi dan Septianda
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPPT-PT SLP produksi “rubber airbag” untuk bendung produk impor

Harganya lebih murah dari produk impor sejenis. Selain itu, apabila industri ‘rubber airbag’ berdiri di Indonesia, maka seluruh kebutuhan yang mencapai 1.500 unit per tahun dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri..

Cirebon (ANTARA) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan PT Samudera Luas Paramacitra (SLP) melakukan rekayasa teknologi material dengan menghadirkan inovasi produk ‘rubber airbag’ atau peluncur kapal untuk membendung impor dari negara lain.

“Hadirnya inovasi ‘rubber airbag’ hasil pengembangan BPPT dan industri lokal ini jelas menjadi pengganti produk impor, serta meninggikan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN),” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Cirebon, Senin.

Hammam mengatakan selama ini Indonesia masih mengimpor produk ‘rubber airbag’, karena memang belum ada industri yang membuatnya. Dan melalui PT SLP yang bekerjasama dengan BPPT ini diharapkan bisa menekan impor produk serupa.

Menurutnya berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Maret 2013) Indonesia memiliki kurang lebih 12.047 kapal, yang pada saatnya harus direparasi pada 240 galangan kapal yang tersebar di seluruh Nusantara.

Melihat potensi yang ada tentunya sangat dibutuhkan produk “rubber airbag”, untuk membantu proses reparasi dan pembuatan kapal baru.

“Harganya lebih murah dari produk impor sejenis. Selain itu, apabila industri ‘rubber airbag’ berdiri di Indonesia, maka seluruh kebutuhan yang mencapai 1.500 unit per tahun dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri,” ujarnya.

Hammam menambahkan “rubber airbag” untuk peluncur kapal selama ini masih sepenuhnya diimpor. Padahal Indonesia merupakan produsen karet alam terbesar nomor 2 di dunia, yaitu sebesar 3,6 juta ton.

Namun yang digunakan dan diolah menjadi barang karet seperti ban mobil, truk, bis, belt conveyer, benang karet, dock fender dan lain-lain hanya sekitar 660.000 ton, yakni hanya sekitar 15 persen dari produksi domestik.

“Dan diharapkan dengan adanya produk ‘rubber airbag’ ini dapat menyerap karet alam dalam negeri sebanyak 600.000 ton per tahun,” tuturnya.

Sementara Direktur Utama PT SLP Martinus Limansubroto menyatakan bahwa pengembangan produk komersial ‘rubber airbag’ ini merupakan yang perdana di Indonesia.
Dan apa yang sudah dilakukan dengan BPPT ini akan tetap terus lakukan kedepan terutama dalam hal pengembangannya.

“Kita dari awal dibantu 100 persen oleh BPPT mulai dari penelitian, perhitungan, hingga tercapai standarisasi. Ini akan memberi sumbangsih yang sangat baik bagi industri perkapalan nasional,” katanya.

Baca juga: BPPT optimistis inovasi bawa Indonesia keluar dari ekonomi menengah

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ahli cuaca dan oseanografi perkuat deteksi banjir pesisir

Ada gabungan ahli cuaca maritim dan oseanografi agar kita dapat melakukan observasi yang lebih memadai

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah ahli cuaca maritim dan oseanografi lintas negara berupaya memperkuat pendeteksian gelombang laut yang dapat memicu banjir pesisir atau rob.

Penguatan itu dilakukan lewat pertemuan ahli lintas disiplin dari mancanegara dalam rangkaian “The 10th Sessions of JCOMM Observation Coordination Group (OGC-10)” dan lokakarya observasi kemaritiman di Gedung Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta, Senin.

“Dengan kegiatan ini maka observasi layanan maritim akan lebih ditingkatkan karena ahli interdisiplin tadi. Ada gabungan ahli cuaca maritim dan oseanografi agar kita dapat melakukan observasi yang lebih memadai,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dia mengatakan penguatan deteksi gelombang laut itu merupakan salah upaya yang ditelurkan OGC-10. Intinya, para ahli cuaca maritim dan oseanografi itu saling berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait cuaca kelautan.

Lebih lanjut, kata dia, pertemuan tidak hanya membahas mengenai riset dan keilmuan tetapi juga penerapan teknologi “Indonesia Coastal Inundation Forecasting Sistem” (Ina-CIFS). Inovasi tersebut merupakan sistem mentoring peringatan dini banjir pesisir dengan pendampingan dari Organisasi Cuaca Dunia (World Meteorology Organization/ WMO).

Ina-CIFS, kata dia, akan mulai beroperasi mulai April 2019 dan diterapkan di Jakarta dan Semarang sebagai daerah percontohan karena kerap terdampak besar akibat banjir rob.

“BMKG akan memperluas cakupan di seluruh wilayah pesisir Indonesia yang berpotensi terdampak,” kata dia.

Dwikorita mengatakan para ahli interdisiplin juga membahas soal sistem deteksi cuaca kelautan yang lebih akurat terhadap tsunami, gelombang laut dan hal terkait lainnya.

“Misalnya permodelan prediksi tinggi gelombang kecepatan arus, prakiraan pasang surut, yang merupakan integrasi dari disiplin ilmu meteorologi maritim dan oseanografi. Bahkan kita melangkah pada prakiraan dan prediksi tentang tsunami, ada bidangnya geofisika juga,” kata dia.

Baca juga: BMKG akan selenggarakan workshop CIFDP-1 pantau banjir pesisir

Baca juga: BMKG nyatakan banjir Rob dipengaruhi gravitasi bulan

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polda Jawa Timur siagakan 3.500 personel jaga Persebaya lawan Arema FC

… itu lebih banyak jika dibandingkan pertandingan biasanya yang hanya berjumlah sebanyak 1.200 personel…

Surabaya (ANTARA) – Polda Jawa Timur menyiagakan sebanyak 3.500 personel untuk mengamankan laga final putaran pertama Piala Presiden 2019 yang mempertemukan Persebaya lawan Arema FC, di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa, 9 April.

“Jumlah itu lebih banyak jika dibandingkan pertandingan biasanya yang hanya berjumlah sebanyak 1.200 personel,” ujar Kepala Polda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, di Markas Polda Jawa Timur, di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan, pengamanan maksimal tersebut karena saat ini merupakan musim kampanye dan menjelang pencoblosan Pemilu pada 17 April 2019, terlebih kedua tim merupakan klub besar di Jawa Timur.

“Semua pengamanan sudah diatur. Kami sudah mengantisipasi sejumlah titik-titik yang menjadi fokus pengamanan. Kami juga akan menggelar razia terhadap suporter yang tidak memiliki tiket,” ucapnya.

Polda Jawa Timur, kata dia, sore nanti menggelar pertemuan dengan suporter Persebaya yang biasa disebut Bonek untuk memastikan agar situasi jalannya pertandingan bisa berjalan aman dan lancar.

Tak hanya dengan pendukung Persebaya, polisi juga akan menggelar pertemuan dengan pendukung Arema FC.

“Nantinya, saat Arema FC bermain di Surabaya, Aremania tidak boleh datang. Begitu juga sebaliknya, ketika Persebaya main di Malang, pendukungnya tidak boleh datang. Itu sudah kesepakatan,” katanya.

Ia berharap agar pertandingan final Piala Presiden 2019 bisa menjadi sarana hiburan di tengah menghangatnya situasi politik saat ini.

Apalagi, lanjut dia, kedua tim memiliki banyak suporter di Jatim sehingga masyarakat berharap agar pertandingan bisa berjalan kondusif.

“Semoga pertandingan ini bisa menjadi hiburan warga Jatim. Kami bersama panitia berharap agar ini bisa menjadi hiburan yang menarik,” kata dia.

Persebaya lolos ke partai puncak usai di semifinal mengandaskan Madura United di dua pertandingan, masing-masing 1-0 saat bermain di Surabaya dan menang 3-2 di kandang Madura.

Sedangkan, Arema FC berhak menantang Persebaya usai menang di dua pertandingan semifinal lawan Kalteng Putra masing-masing dengan skor sama, 3-0.

Final putaran kedua akan dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat, 12 April 2019, sekaligus seremoni penyerahan piala kepada tim pemenang.

Pewarta: Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Personel Pangkalan Udara TNI AU Supadio ziarah makam pahlawan

Pontianak (ANTARA) – Ratusan personel Pangkalan Udara TNI AU Supadio memadati Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya Kabupaten Kubu Raya. Mereka melaksanakan acara ziarah rombongan, memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 TNI AU yang akan dilaksanakan pada 9 April 2019.

Komandan Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus, Senin, memimpin langsung acara ziarah rombongan kali ini, diawali penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta serta doa bagi arwah pahlawan, disusul peletakan karangan bunga dan kemudian dilanjutkan tabur bunga.

Ia berharap, “Kegiatan ziarah makam pahlawan tersebut diharapkan mampu memberikan hikmah atau pelajaran kepada seluruh prajurit TNI AU untuk tetap dan tidak lupa memberikan penghormatan dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.”

“Ini juga penting untuk menumbuhkan kembali semangat kejuangan prajurit TNI Angkatan Udara, khususnya yang bertugas di satuan Pangkalan Udara TNI AU Supadio,” katanya.

Turut hadir juga Ketua Pia Ardhya Garini Cabang 19 Daerah I Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Imelda Palito Sitorus. Selain dia, juga Kepala Dinas Logistik Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Kolonel Teknik Arief Rahman Hidayat, para purnawirawan, serta diikuti seluruh pejabat yang hadir.

“Kegiatan ziarah yang dilaksanakan dengan khidmat itu, juga diikuti para pengurus dan puluhan anggota Pia Ardhya Garini Cabang 19 Daerah I Lanud Supadio serta para Ketua dan pengurus Pia Ardhya Garini Ranting di jajaran Cabang 19 daerah l Lanud Supadio,” kata Sitorus.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres sampaikan 3 hal untuk majukan Indonesia

ANTARA, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan tiga pesan penting agar Indonesia ke depan menjadi negara yang tidak tertinggal dibandingkan negara-negara lain yang lebih maju.  Membuka festival Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang, pada Sabtu (6/4), dia menyebutkan tiga hal yang yang harus dilakukan secara bersama untuk mengejar ketertinggalan. (Nusantara Mulkan/AYM)

50 keluarga terancam terisolasi akibat longsor

Petugas memeriksa jalan desa yang ambrol terseret longsor di Desa Sidomulyo, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (8/4/2019). Longsor itu menyebabkan empat keluarga mengungsi, dan 50 KK lain terancam terisolasi karena kejadian tersebut memutus satu-satunya akses jalan di kawasan itu. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/pras.

MTI siapkan “studio mapping” sejarah tambang timah

Pangkalpinang (ANTARA) – Museum Timah Indonesia mempersiapkan “studio mapping” sejarah penambangan bijih timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna meningkatkan kunjungan wisatawan di museum bersejarah tersebut.

“Mudah-mudahan tahun ini studio mapping diluncurkan, sehingga pengunjung bisa menyaksikan sejarah penambangan bijih timah di darat dan laut,” kata Kepala Museum Timah Indonesia Muhammad Taufik di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan studio mapping sejarah penambangan bijih timah ini yang sedang disiapkan  di dalam museum, sehingga pengunjung dengan nyaman, aman dan tertib menyaksikan flim dokumenter penambangan timah di Provinsi Kepulauan Babel.

“Mudah-mudahan dengan adanya studio mini ini menjadi daya tarik tersendiri dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan manca negara,” katanya.

Ia mengatakan jumlah kunjungan wisatawan selama Januari hingga Februari 2019 sebanyak 4.069 orang dengan rincian wisatawan nusantara 4.040 orang dan manca negara hanya 29 orang.

Jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Museum Timah Indonesia pada Januari 2019 sebanyak 721 orang dan Februari meningkat mencapai 3.319 orang. Sementara itu, jumlah wisatawan manca negara selama Januari 2019 sebanyak 13 orang dan Februari 16 orang.

Jumlah pelajar Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SLTA dan Perguruan Tinggi selama Januari dan Februari 2019 sebanyak 9.525 orang dengan rincian Januari 2019 sebanyak 3.565 orang dan meningkat pada Februari 2019 menjadi 5.960 orang.

“Kita optimistis dengan adanya kerja sama ini kunjungan wisatawan berkunjung ke museum ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 28.136 orang,” katanya. 

Baca juga: Bus kayu Pownis di Museum Timah Indonesia raih penghargaan
Baca juga: MTI gelar lomba cipta miniatur cagar budaya
Baca juga: PT Timah Diminta Merevitalisasi Museum Timah

 

Pewarta: Aprionis
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Budha Tzu Chi akan bangun 1.500 huntap korban gempa di Sigi

Sigi (ANTARA) – Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia akan membangun sebanyak 1.500 unit hunian tetap (huntap) untuk korban gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi, Sulteng.

“Pemkab Sigi sudah menandatangani kesepakatan pembangunan huntap dengan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia,” kata Bupati Sigi  Muhammad Irwan Lapata  di Sigi, Senin.

Lokasi pembangunan huntap, kata dia, sudah disediakan oleh Pemkab Sigi untuk korban gempa dan likuifaksi di Kecamatan Sigibiromaru yakni di Desa Pombewe.

Namun, katanya, pembangunan huntap dilakukan secara bertahap yaitu tahap pertama, kedua dan ketiga masing-masing 500 unit.

Selain yayasan itu, ada juga lembaga lainnya yang ikut membangun huntara dan huntap bagi korban bencana alam di Kabupaten Sigi.

Bupati menambahkan huntap itu akan dilengkapi  akses jalan masuk dan jaringan listrik.

Sigi merupakan daerah di Sulteng yang terbilang cukup parah dilanda bencana alam yang terjadi pada 28 September 2018.

Ribuan rumah dan berbagai infrastruktur penting juga rusak seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, telekomunikasi, dan sarana iriigasi.

Sebagian saluran irigasi yang rusak belum berfungsi lagi seperti irigasi Gumbasa yang mengairi sawah petani di Kecamatan Dolo,Gumbasa, Tanambulava dan Sigirbiromaru.

Baca juga: Korban likuifaksi Sibalaya Selatan-Sigi harap pemerintah bangun huntap
Baca juga: Pemerintah diminta segera bangun hunian tetap di Sulteng
Baca juga: Sejumlah warga korban gempa Sigi memilih bangun rumah darurat

Pewarta: Anas Masa
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Sosial ajak warga perangi hoaks

Tangerang, Banten (ANTARA) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak warga memerangi hoaks saat mengunjungi Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Senin.

“Jangan takut, karena kalau kita memerangi hoaks insya Allah kita menegakkan kebenaran,” katanya kepada warga.

Agus mengatakan bahwa penyebaran hoaks atau berita bohong serta fitnah biasanya marak menjelang pemilu dan menyeru warga untuk tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumber serta kebenarannya.

“Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak ada agama apapun di muka bumi ini, khususnya umat Islam, yang memperbolehkan umatnya untuk memfitnah apalagi menyebarkan hoaks, itu zalim,” katanya.

“Jangan anggap enteng hoaks karena bisa menimbulkan masalah-masalah sosial dan pada akhirnya kalau tidak kita tangani secara benar bisa merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk merusak NKRI,” ia menambahkan.

Menteri Sosial, yang mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah di Kabupaten Tangerang, juga menekankan pentingnya peran ulama dan warga pesantren dalam memerangi penyebaran hoaks dan menjaga keutuhan bangsa.

Menteri Sosial bersama rombongan berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah untuk menyampaikan pesan mengenai peningkatan peran keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dia juga akan menyampaikan hal yang sama di Pondok Pesantren Al-Falahiyyah Asytari di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Pegiat Medsos Independen ajak masyarakat tolak Golput, lawan hoaks
 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pascagempa angka pengangguran di Mataram meningkat

Mataram (ANTARA) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi  Nusa Tenggara Barat, mengatakan salah satu dampak gempa bumi tahun 2018 yaitu  angka pengangguran di kota ini meningkat dari sekitar 12.000 orang menjadi 14.000 orang.

“Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat secara umum, mengakibatkan lemahnya perekonomian masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan angka pengangguran,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja  Kota Mataram Hariadi, S.IP di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, akibat bencana gempa bumi sejumlah retail modern di Mataram terpaksa gulung tikar, tingkat hunian hotel menurun drastis, begitu juga dengan restoran dan aspek-aspek lainnya yang memicu terjadinya peningkatan angka pengangguran.

Oleh karena itu, salah satu upaya yang akan dilakukan oleh Disnaker Kota Mataram guna menekan angka pengangguran tersebut adalah melaksanakan bursa kerja atau “job fair”.

“‘Job fair’ kami jadwalkan pada tanggal 20-21 April di Mataram Mall,” katanya.

Untuk melaksanakan bursa kerja tersebut, pihaknya sudah melayangkan surat kepada puluhan perusahaan yang ada di kota ini yang membutuhkan karyawan, dengan harapan pekan depan perusahaan-perusahaan yang ikut serta sudah bisa memberikan jawaban.

“Kalau kami sudah mendapat jawaban, barulah kita bisa tahu berapa lowongan pekerjaan yang akan tersedia,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, salah satu syarat perusahaan ikut serta dalam kegiatan bursa kerja itu adalah pihak perusahaan dapat memprioritaskan pelamar yang berdomisili dari Mataram.

Dengan demikian, tujuan kegiatan bursa kerja yakni untuk menekan angka pengangguran di Mataram bisa tercapai.

“Kalau bisa setengah dari lowongan kerja yang ada diberikan untuk warga kota,” katanya.

Menurutnya, kegiatan “job fair” yang menjadi salah satu agenda rutin Disnaker Kota Mataram, dinilai mampu menekan angka pengangguran di Mataram, karena itu harapannya bursa kerja tahun ini dapat menyerap tenaga kerja lebih maksimal agar angka pengangguran bisa menurun.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ACT Sumsel bangun sumur di desa minim air bersih

Palembang (ANTARA) – Organisasi kemanusian nirlaba profesional Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Sumatera Selatan membangun sumur di Desa Mekarsari, Kecamatan Gandus, perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin untuk mengatasi kesulitan warga mendapatkan air bersih.

Koordinator Tim Global Wakaf ACT Sumsel Elly Sumantri di Palembang, Senin, mengatakan sumur tersebut dibangun dengan kedalaman 65 meter di lokasi Masjid Al Hidayah.

“Desa ini kesulitan mendapatkan air bersih karena aliran PDAM belum ada. Air yang ada hanya air dari kawasan rawa yang sebenarnya sangat tidak layak konsumsi,” kata dia.

Menurutnya, sumur dibangun dari dana para pewakaf rutin yang telah terkumpul secara kolektif.

Dengan dana itu, selain dibangun sumur juga dibangun tempat wudhu baru di masjid tersebut.

Sumur yang dibangun ni mengucurkan air yang jernih dengan debit air cukup besar dan layak dikonsumsi warga untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk beribadah. Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel membangun sumur di Desa Mekarsari Kecamatan Gandus perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin yang minim air bersih. (Dokumen ACT)
Elly menambahkan, ACT sebagai lembaga kemanusiaan akan terus mendonasikan bantuan dari para donatur, mulai dari pembangunan sumur, hewan kurban, zakat, beasiswa dan keperluan logistik.

Sementara tokoh masyarakat, Desa Mekarsari, Samsul Bahri mengucapkan terima kasih ke para pewakaf dan ACT Sumsel atas pembangunan sumur tersebut.

“Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi pahala jariyah untuk para donatur dan tim ACT, sudah lama sekali kami menanti bantuan air bersih ini,” ujar Samsul Bahri.

Selain membangun sumur, ACT Sumsel turut membagikan paket sembako kepada 68 kepala keluarga di wilayah itu.

Baca juga: Bangun sumur warga, ACT Sumsel patungan dana dengan Amanda Brownies
Baca juga: PT Pelindo II gandeng ACT bangun sumur bor di Palembang
Baca juga: ACT bangun sumur wakaf untuk korban gempa Lombok

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019