Penyebab kematian pendiri Microsoft Paul Allen terkuak

Jakarta (ANTARA News) – Tanpa menampik bahwa semuanya adalah kehendak Tuhan, miliarder dan pendiri Microsoft Paul Allen dilaporkan meninggal karena syok septik.

Dari dokumen kematian (death certificate) Paul Allen yang diperoleh TMZ disebutkan bahwa Paul Allen meninggal karena syok septik, suatu kondisi yang bisa sangat menyakitkan.

Allen meninggal pada Senin (15/10) di Seattle dalam usia 65 tahun, hanya tiga minggu setelah mengumumkan kambuhnya limfoma non-Hodgkins, sejenis kanker yang dideritanya, menurut TMZ dalam laporannya, dikutip Minggu.

Syok septik terkenal menyiksa dan termasuk gejala seperti “nyeri otot yang parah dan ketidaknyamanan umum”, menurut Medical News Today.

Itu terjadi ketika bahan kimia, yang diproduksi secara alami oleh tubuh untuk melawan infeksi, berbalik dan meresap ke dalam aliran darah, yang menyebabkan peradangan parah. Tekanan darah seseorang menjadi sangat rendah selama syok septik sehingga tidak merespon penggantian cairan.

Allen, yang memiliki klub bola kaki Amerika Seattle Seahawks dan Portland Trailblazers, mendirikan Microsoft bersama Bill Gates pada tahun 1975. Dia dilaporkan bernilai 20 miliar dolar ketika dia meninggal. Dia tidak pernah menikah dan tidak punya anak.

Para CEO perusahaan teknologi meratapi kepergiannya di media sosial.

“Industri kami kehilangan pionir dan dunia kami kehilangan kekuatan untuk selamanya,” kata CEO Apple Tim Cook di Twitter.

Baca juga: Pendiri Microsoft Paul Allen meninggal

Baca juga: Microsoft umumkan teknologi streaming game Project xCloud

Baca juga: Volkswagen gandeng Microsoft sediakan layanan digital
 

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018