Di Probolinggo-Jatim, puluhan rumah rusak diterjang angin kencang

Total rumah yang terdampak angin kencang sebanyak 67 rumah dengan kerusakan kategori berat hingga ringan

Probolinggo (ANTARA) – Puluhan rumah yang berada di dua desa, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengalami kerusakan berat hingga ringan akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan deras di wilayah setempat pada Sabtu.

“Ada dua desa di Kecamatan Wonomerto yang diterjang angin kencang yakni Desa Pohsangit Lor dan Desa Kareng Kidul,” kata anggota Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Ismail di Probolinggo, Sabtu malam.

Menurutnya total rumah yang terdampak angin kencang sebanyak 67 rumah dengan kerusakan kategori berat hingga ringan, sehingga pihak tim reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Jember langsung mendatangi lokasi bencana, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

“Jumlah rumah rusak di Desa Pohsangit Lor sebanyak 57 rumah dengan rincian empat rumah rusak sedang dan 53 rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan di Desa Kareng Kidul tercatat sebanyak 10 rumah yang rusak dengan rincian dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan enam rumah rusak ringan,” katanya.

Selain rumah rusak, lanjut dia, banyak pohon yang tumbang di sejumlah ruas jalan, sehingga pihak TRC-PB BPBD Probolinggo melakukan pembersihan material pohon tumbang yang mengganggu pengguna jalan dan pohon tumbang juga menimpa atap rumah Hamid dan mushalanya.

“BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Sosial, Forkopimka Wonomerto, TKSK dan pendamping akan mengadakan bakti sosial Minggu (24/3) untuk membantu rumah warga yang terdampak angin kencang,” katanya.

Ismail mengatakan pihak Tagana Dinas Sosial juga memasang empat terpal untuk warga yang rumahnya porak-poranda akibat diterjang angin kencang, sehingga diharapkan warga bisa menggunakan tenda tersebut untuk istirahat sementara.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana angin kencang di Desa Pohsangit Lor dan Kareng Kidul, namun masyarakat kami imbau tetap wasspada terhadap cuaca ekstrem ini,” ujarnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG : Jakarta-Bali waspada potensi hujan petir

Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini di kawasan DKI Jakarta pada Minggu (24/3) diperkirakan terjadi potensi hujan disertai kilat atau petir dalam durasi yang singkat.

Berdasarkan data dari BMKG yang dipantau Antaranews.com di Jakarta, Minggu, wilayah Jakarta yang berpotensi hujan petir dan angin kencang dalam waktu singkat adalah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Sedangkan kawasan Jakarta Utara diperkirakan pada sore hari akan terjadi hujan dan angin kencang. Suhu udara Jakarta pada Minggu berkisar pada angka 28 derajat celcius.

Selain Jakarta, potensi hujan yang terkadang disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat juga terjadi di beberapa wilayah Bali Barat, Tengah, Utara, dan Selatan.

Selain hujan, juga berpotensi adanya tinggi gelombang laut yang dapat mencapai dua meter di Laut Bali, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali. ***3***

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puskesmas Harapan layani kesehatan pengungsi pesisir Danau Sentani

Pelayanan kesehatan kami berikan ke warga yang mengungsi, mendatangi mereka yang ada di tenda-tenda

Jayapura (ANTARA) – Sejumlah petugas Puskesmas Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu menyambangi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dan pengungsi  pesisir Danau Sentani yang terdampak banjir bandang.

Perawat Puskesmas Harapan Lyli Hang yang ditemui Antara di Telaga Maya, Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu, mengatakan pelayanan kesehatan sudah dilakukan sejak Minggu (17/3).

“Kami telah berkeliling sejumlah kampung di Distrik Sentani Timur, di antaranya Asei Pulau, Ayapo, sepanjang Asei Kecil, Yokiwa tapi warga di sana sedang mengungsi, hingga ke Kampung Yalo Distrik Ebungfauw,” katanya.

Rata-rata keluhan penyakit yang diderita warga pengungsi, kata dia, adalah flu dan batuk, penyakit kulit dan malaria serta ada laporan diare.

“Kalau ibu hamil di Telaga Maya ada tiga ibu, kalau Jembatan Dua satu orang, pokoknya di Asei Kecil, di Telaga Ria dua, total ada tujuh ibu hamil yang ikut mengungsi dan kami periksa kesehatan mereka,” katanya.

Lyly mengatakan, petugas Puskesmas Kampung Harapan dibagi empat kelompok untuk melayani kesehatan pengungsi di Distrik Sentani Timur yang dipimpin dr Adi Kurniawan sebagai kepala puskesmas.

“Pelayanan kesehatan kami berikan langsung ke warga yang mengungsi mendatangi mereka yang ada di tenda-tenda ataupun hingga ke kampung di sebelah danau Sentani,” katanya.

Pelayanan kesehatan itu mendapat apresiasi dari warga Telaga Maya dan Telaga Ria.

“Terima kasih ibu suster, kami telah dikunjungi,” kata Ny Kaigere, seorang warga pengungsi.
 

Baca juga: 520 ASN Pemprov Papua “diterjunkan” bantu penanganan korban banjir
Baca juga: Bulog jamin ketersediaan beras bagi korban banjir bandang Jayapura

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Sentani berharap Freeport bantu perbaiki rumah korban banjir

Yang kami butuh aksi kepedulian bukan pencitraan

Jayapura (ANTARA) – Warga Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, mengharapkan PT Freeport Indonesia (PTFI) membantu memperbaiki rumah korban bencana banjir bandang.

“Kami berharap Freeport bisa bantu lebih, rehabilitasi atau renovasi rumah yang terdampak banjir bandang,” kata Dominggus Pulalo warga Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu.

Menurut dia, dengan  bantuan seperti renovasi rumah, normalisasi sungai dengan alat berat, hingga perbaikan drainase, maka perusahaan penghasil tembaga dan emas terbesar di dunia itu bisa menunjukkan kepeduliannya kepada warga Papua.

“Rumah kami di Ayapo terendam air setinggi pinggang orang dewasa, sementara saudara kami di Doyo Baru dan Sentani Kota, rumahnya rusak berat bahkan hilang diterjang banjir,” katanya.

Dominggus mengaku telah mengetahui bahwa Freeport telah mengirimkan bantuan sebanyak tiga ton untuk korban banjir Sentani dalam bentuk makan dan lainnya.

“Tapi Freeport punya tanggung jawab sosial yang lebih besar. Kalau hanya makanan siap saji atau bahan makan lainnya, saudara kami dari Kota Jayapura dan Keerom serta tempat lainnya juga bisa membantu. Yang kami butuh, aksi kepedulain bukan pencitraan,” kata Dominggus.

Di persoalan banjir Jakarta saja, kata dia, Freeport bisa bantu banyak tetapi di Papua terkesan tidak terlihat.

“Tapi, paling tidak Freeport bisa menunjukkan bahwa sekelas perusahaan tambang, bukan hanya bantu makanan, tetapi ada bantuan yang signifikan,” katanya.

Sementara itu, Baco Kaigere Ketua RW 02 di Telaga Maya, Distrik Sentani Timur mengaku bahwa warganya sangat membutuhkan pakaian, kasur, selimut, bantal, kompor dan tempat mandi cuci kakus (MCK), serta air bersih.  

“Rumah kami tenggelam, tidak bisa buang hajat, apalagi kami ada ibu hamil, anak kecil dan anak sekolah,” kata Baco.

Secara terpisah, Manajer Corporate Communication PTFI, Kerry Yarangga menyarankan agar warga bisa menyampaikan keluhannya ke posko induk bencana di kompleks perkantoran Bupati Jayapura, terkait bantuan bahan makan, selimut, pakaian dan pelayanan kesehatan.

“Untuk keluhan warga bisa disarankan ke posko induk, agar terdata dengan cepat biar ada koordinasi dan rekomendasi dari pemerintah untuk setiap pihak yang sedang dan akan membantu,” katanya menyarankan.

Baca juga: Komunitas Freeport serahkan tiga ton bantuan untuk warga Sentani
Baca juga: Korban meninggal banjir bandang tercatat 105 jiwa, data BPBD Papua
 

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rakyat Aceh doakan korban penembakan di Selandia Baru

Banda Aceh (ANTARA) – Pemerintah Aceh bersama ratusan jamaah shalat Isya di Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh larut dalam zikir dan doa bersama diniatkan untuk para ‘syuhada’ korban penembakan di dua Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru.

Zikir dan Doa Bersama Pemerintah dan masyarakat Aceh untuk syuhada muslim Selandia Baru temannya, “Melalui Zikir Dan Doa Bersama, Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah Demi Solidaritas Muslim Dunia” dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Insiden penembakan brutal di Selandia Baru itu sungguh meremukkan perasaan umat manusia, dan Pemerintah Aceh mengecam kasus penembakan tersebut dan pelaku harus dihukum,” kata Nova Iriansyah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (23/3).

Penembakan terhadap umat muslim sedang melaksanakan shalat jumat di masjid Al Noor dan masjid Linwood, Selandia Baru, menelan korban jiwa lebih 50 orang dan belasan diantaranya masih dirawat.

Plt Gubernur Aceh menegaskan, kasus penembakan itu sungguh tidak berperikemanusiaan dan pelaku harus mendapat hukuman yang setimpal.

“Kita harus memastikan Pemerintah Selandia Baru menghukum pelaku penembakan teroris itu seberat-beratnya,” kata mantan Anggota DPR RI Periode 2009-2014 itu.

Bila seseorang atau sekelompok mukmin menderita kesulitan maka yang lainnya juga ikut merasakan hal yang sama, itulah makna ukhuwah yang sebenarnya yang diajarkan oleh Rasullulah SAW, ucap Nova Iriansyah.

Zikir dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berlangsung selama satu jam itu wujud kepedulian Pemerintah Aceh bersama rakyatnya kepada sesama muslim.

“Kami berharap agar musibah yang menimpa saudara kita di Selandia Baru menjadi pelajaran berharga bagi seluruh muslim tak terkecuali muslim di Aceh,” pungkas Plt Gubernur Aceh itu. ***3***

Pewarta: Irman Yusuf
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaksa Agung: Operasi katarak seluruh kejaksaan 18.000 orang

Medan (ANTARA) – Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan operasi katarak yang dilaksanakan di seluruh kejaksaan, dan saat ini sudah mencapai sekitar 18.000 orang.

“Diharapkan kegiatan bakti sosial ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata HM Prasetyo, dalam sambutannya ketika membuka bakti sosial operasi mata katarak dan hernia di wilayah Kejaksaan Tinggi Sumut, Medan, Sabtu (23/3).

Selain bertugas sebagai aparat penegak hukum, dan jaksa juga harus berbaur dan memiliki empati terhadap masyarakat.

“Rencana kegiatan bakti sosial dan kunjungan ke Medan sudah lama direncanakan, namun hari ini dan besok baru terlaksana,” ujar Jaksa Agung.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Fachruddin Siregar dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan bakti sosial diikuti seluruh Kejari di wilayah kerja Kejati Sumut.

Kegiatan bakti sosial (Baksos) operasi katarak, menurut dia, diikuti 365 pasien dan hernia 83 pasien.

“Pelaksanaan kegiatan baksos itu, melibatkan 50 dokter dan 69 perawat, dan 10 dokter dari Jakarta,” ujar Fachruddin.

Ia mengatakan, kegiatan yang digelar selama dua hari ini (Sabtu-Minggu, 23-24/3) adalah peresmian sekolah TK Adhyaksa, Pos Yandu “Holong Ni Roha”, penandatanganan prasasti gedung baru Kejari Belawan, Kejari Simalungun, perjanjian kerja sama dengan USU, Unimed dan Polimed.

“Pada Minggu, Ibu-ibu IAD mengadakan gerakan Indonesia bersih di kampung Mandailing, dan Babura,” katanya.

Usai membuka acara bakti sosial, Jaksa Agung HM Prasetyo meninjau langsung proses pelaksanaan operasi katarak di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan Dr Mansyur Medan.***3***

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sekolah tertimbun lumpur pascabanjir Sentani belum bisa beraktivitas

Para siswa tidak bisa datang sekolah karena rumah-rumahnya terendam air danau Sentani

Jayapura (ANTARA) – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kehiran, Sentani kota, Kabupaten Jayapura, Papua yang tertimbun lumpur pascabanjir bandang Sentani belum bisa beraktivitas lagi.

Selince Suebu, guru sekolah tersebut kepada ANTARA di Sentani, Sabtu, mengatakan belum ada aktivitas belajar-mengajar sejak banjir badang akibat hujan yang mengguyur wilayah itu sejak Minggu (17/3) malam hingga subuh.

“Proses belajar mengajar belum jalan, bagaimana mau jalan sekolah ini juga terdampak banjir bandang Sentani, banyak lumpur di sekolah masuk di sekolah ini sehingga butuh kerja ekstra untuk bersihkan,” katanya.

Sekolah tersebut terendam air banjir bandang Sentani, dan diduga banyak berkas-berkas sekolah yang hanyut dan hilang.

Menurut dia, sebenarnya para guru sudah mulai berupaya datang untuk mengajar sambil sekolah itu dibersihkan perlahan-lahan. Hanya saja, sebagian siswa-siswi di sekolah itu dari sejumlah kampung di tengah danau.

“Para siswa tidak bisa datang sekolah karena rumah-rumahnya terendam air danau Sentani yang meluap pascabanjir,” katanya.

Lantaran demikian, kata dia, kepala sekolah belum meminta kepada guru untuk melakukan aktivitas belajar mengajar.

“Hingga kini belum ada proses belajar mengajar, ujian-ujian sekolah juga belum dilaksanakan,” kata Selince.

Baca juga: Sekolah darurat disiapkan untuk pelajar korban banjir Jayapura
 Baca juga: 520 ASN Pemprov Papua “diterjunkan” bantu penanganan korban banjir

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Sentani butuhkan MCK, air bersih dan listrik

Jayapura (ANTARA) – Warga Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, membutuhkan MCK (mandi, cuci dan kakus), air bersih, penerangan dan listrik.

Ishar, warga BTN Sosial yang ditemui di sela-sela kegiatan membersihkan rumahnya, mengaku merasakan banyak kesulitan sejak banjir bandang melanda Sentani dan sekitarnya pada Sabtu pekan lalu.

“Pasokan air bersih terhenti karena pipa PDAM rusak dihantam banjir. Kami kekurangan air bersih, lampu padam dan rata-rata rumah kami hancur, buang air sulit tidak ada MCK umum,” kata Ishar.

Wawan, tetangga Ishar mengaku sangat membutuhkan bantuan seperti kasur, bantal, pakaian dan selimut.

“Rumah kami terdampak banjir, sejumlah benda rusak, yang masih ada banyak yang belum dicuci, sulit air buat membersihkan, dan kami juga butuh makanan siap saji, pakaian dan kebutuhan untuk anak-anak,” katanya.

BTN Sosial terletak di atas markas Yonif RK 751/VJS, ikut terdampak banjir bandang, sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah, yakni gereja dan masjid juga rusak berat.

Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan doser telah dikerahkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir, serta mengangkut dan membersihkan material tanah dan batu yang bercampur dahan dan ranting pohon.

Hingga berita ini dibuat, sejumlah rumah di BTN Sosial masih gelap gulita karena tidak ada pasokan listrik, hanya beberapa rumah yang terang benderang karena menggunakan genset pinjaman keluarga.
 

Baca juga: Tim SAR gabungan sisir korban banjir bandang Jayapura di empat lokasi
Baca juga: PMI Kirim Logistik Bantuan Untuk Korban Banjir di Sentani

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi sosial korban banjir bandang Sentani

Sejumlah mahasiswa asal Papua melakukan aksi sosial di Perlimaan Telaga, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (23/3/2019). Aksi sosial tersebut dilakukan untuk mengumpulkan dana bantuan bagi korban bencana banjir bandang di Sentani, Papua. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/ama.

Pameran foto tema bencana

Sejumlah anak korban bencana memerhatikan foto-foto bertema bencana yang dipamerkan di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/3/2019). Pameran yang diinisiasi Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK)-Oxfam itu dimaksudkan untuk membangkitkan semangat hidup para korban bencana sekaligus sebagai salah satu bentuk litersi bencana. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama.

Bangunan rest area bekas pabrik gula

Sejumlah warga menyantap makanan di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) tol di ruas tol Pejagan-Pemalang KM 260 B Desa Banjaratma, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019). TIP atau rest area kelas A bangunan cagar budaya bekas Pabrik Gula (PG) seluas 10 hektar yang memiliki 125 kios UMKM, taman dan miniatur Kereta Api kuno tersebut salahsatu destinasi baru bagi pengendara yang melintasi tol, juga sebagai optimalisasi aset negara, memelihara bangunan cagar budaya serta memberikan dampak positif perekonomian warga sekitar. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama.

Festival olahraga mitra Gojek

Sejumlah mitra pengemudi ojek daring Gojek bersama keluarga mengikuti kompetisi permainan tradisional gerobak sodor dalam Festival Olahraga Mitra Gojek di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019). Berbagai kompetisi olahraga seperti futsal dan permainan khas Indonesia itu diikuti sekitar 2.400 mitra pengemudi beserta keluarga mitra Gojek wilayah Semarang yang juga dilaksanakan di 68 kota di Indonesia dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta solidaritas antarmitra Gojek. ANTARA FOTO/Aji Styawan/ama.

Tradisi Plegung sapi

Sejumlah warga memandikan hewan ternak sapi miliknya saat Tradisi Plegung Sapi di Kedung Tanggulrejo, Bunder Jarakan, Bandungan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019). Tradisi Plegung Sapi atau memandikan hewan ternak sapi secara massal tersebut sebagai bentuk rasa syukur atas berkembang biak dengan baik hewan ternak sapi bagi warga setempat sehingga dapat meningkatkan ekonomi. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama.

Gelar budaya Mieling Ngadegna Galuh

Sanggar Padepokan Seni Budaya Rengganis mementaskan tari kolosal kerajaan Galuh pada pagelaran budaya “Mieling Ngadegna Galuh” di Situs Jambansari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Pagelaran budaya ini dalam rangka memperingati berdirinya Kerajaan Tatar Galuh yang ke 1407 tahun untuk melastarikan pagelaran seni dan budaya peninggalan kerajaan galuh, sekaligus silahturhami dengan para raja di seluruh Nusantara yang tergabung dalam Forum Silahturahmi Keraton Nusantata (FSKN). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ama.

Silaturahmi bersama Kyai dan Tokoh Kedu

Presiden Joko Widodo (tengah) menghadiri Silaturahmi Bersama Kiai dan Tokoh se-eks Karesidenan Kedu di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2019). Presiden mengatakan bahwa para kyai dan tokoh menjadi salah satu ujung tombak dalam melawan kabar bohong yang beredar di masyarakat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

Festival Holi India

Sejumlah warga dan wisatawan menari saat Festival Holi di Denpasar, Bali, Sabtu (23/3/2019). Kegiatan budaya yang merupakan rangkaian festival warna musim semi yang dirayakan di India, Nepal dan Bangladesh tersebut diselenggarakan Konsulat Jenderal India di Bali untuk mempererat persaudaraan Indonesia-India. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/ama.

Ini bantuan Panglima TNI dan Kapolri untuk korban banjir di Sentani

Bantuan dari Panglima TNI diserahkan kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, dan Kapolri diterima Wakil Bupati Jayapura, masing masing berupa beras lima ton, gula 500 kg, handuk 500 lembar, selimut 500 lembar dan berbagai jenis bahan makanan,

Jayapura (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Sabtu (23/3) menyerahkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Penyerahan bantuan yang dipusatkan di pengungsian gunung merah di Kantor Bupati Jayapura dilakukan secara simbolis oleh kedua pejabat tinggi di lingkungan TNI-Prolri.

Bantuan dari Panglima TNI diserahkan kepada Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, dan Kapolri diterima Wakil Bupati Jayapura, masing masing berupa beras lima ton, gula 500 kg, handuk 500 lembar, selimut 500 lembar dan berbagai jenis bahan makanan.

Panglima TNI dalam keterangannya meminta para korban bencana alam yang berada di pengungsian tabah menghadapi cobaan yang saat ini menimpa dan pemerintah akan berupaya membantu termasuk dilakukannya trauma healing untuk anak-anak.

“Saya mengucapkan banyak terima kasi kepada bupati yang terus mensupport dan mengijinkan perkantorannya menjadi tempat penampungan pengungsi,” kata Hadi seraya menambahkan bila ada hal-hal yang diperlukan dan tidak bisa ditangani di daerah, silahkan laporkan ke pusat.

Pemerintah melalui Kementerian PUPR sudah melakukan identifikasi untuk mengetahui secara pasti berapa banyak rumah yang rusak berat, sedang dan ringan, yang nantinya dilakukan recovery, kata Marsekal TNI Hadi.

Sebelum melakukan kunjungan ke penampungan pengungsi dan menyerahkan bantuan di Gunung Merah, Panglima TNI dan Kapolri melakukan peninjauan di Yonif 751 VJS dan asrama Lanud Jayapura yang juga terkena banjir bandang.

Banjir bandang yang terjadi Sabtu (16/3) di sejumlah wilayah di Kabupaten menyebabkan 105 orang meninggal dan 94 orang dilaporkan hilang.
Sekitar 2.000 rumah rusak dan ratusan bangunan yang merupakan sarana umum seperti rumah ibadah baik mesjid maupun gereja dan jalan rusak.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Anak Suku Polahi di pedalaman Gorontalo ingin bisa sekolah

Gorontalo (ANTARA) – Sejumlah anak Suku Polahi yang tinggal di tengah hutan dan perbukitan Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mengaku sangat ingin merasakan nikmatnya pendidikan dan sekolah seperti layaknya anak pada umumnya.

“Saya sangat ingin belajar apalagi kalau ada yang mau mengajari kami cara menghitung dan menghapal abjad,” kata Ela, anak perempuan Suku Polahi saat tim ANTARA di Gorontalo mendatangi permukiman suku Polahi, Sabtu.

Anak yang seharusnya sudah duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) tersebut mengaku sudah bisa menghapal angka mulai dari 1 hingga 10, namun terkadang angka-angka tersebut masih sulit untuk diucapkan  jika angkanya diacak.

Anak suku Polahi lainnya, Moto yang juga kembaran Ela mengatakan ia sangat ingin untuk bisa belajar mengetahui berbagai jenis warna.

“Ada banyak warna di pensil warna, tapi saya baru bisa menyebutkan beberapa warna saja, saya berharap ada yang bisa mengajarkan kami untuk menghafalkan warna-warna tersebut,” jelasnya lagi dalam bahasa Gorontalo.

Seorang warga Desa Tamaila, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Soman mengatakan jika suku Polahi yang tinggal di pedalaman itu membutuhkan pendidikan yang layak.

Menurut Soman yang telah berteman lama dengan suku Polahi, jika ada lagi relawan pendidikan lainnya yang ingin datang untuk mendedikasikan dirinya bagi anak-anak Polahi maka ia  siap mengantarnya dengan motor secara gratis.

“Saya rela menembus hutan secara gratis demi mengantarkan guru yang mau mengajar untuk anak-anak Polahi dari pergi hingga pulang,” ujarnya.

Kendala untuk tenaga pengajar atau relawan yang ingin menuju lokasi permukiman Polahi yaitu jarak yang jauh dan medan yang cukup berat, karena harus menelusuri jalan setapak di dalam hutan dan melewati sungai dengan berjalan kaki.

Mengumpulkan warga suku Polahi untuk datang ke lokasi pelatihan di desa juga cukup sulit, selain itu masalah dana juga bisa menjadi kendala bagi Tutor karena jarak yang cukup jauh dari ibukota Kabupaten.

Sejumlah relawan sudah ada yang membawakan bantuan buku gambar dan pensil warna dan mengungkapkan bahwa beberapa anak di sana memiliki potensi di bidang seni mewarnai dan menghasilkan gambar burung dengan warna-warni yang cantik.

Salah seorang Tutor di PKBM Hutuo Lestari, Paramita Kinanti yang telah 13 kali mengajar suku Polahi mengatakan jika pelatihan awal yang diberikan adalah memegang pensil, pengenalan buku dan menulis nama hingga mengenal rupiah.

“Awalnya kami memberikan pelatihan di Desa Tamaila, jadi 13 orang warga suku Polahi turun ke desa dan memberikan pelatihan di salah satu rumah warga. Menulis menjadi kendala bagi mereka,” ujar Mita yang telah tiga kali memberikan pelatihan ke permukiman Polahi dan 10 kali di rumah warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo mengatakan jika pihaknya memfasilitasi pendidikan suku Polahi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Beberapa waktu lalu juga kita pernah membawa salah seorang suku Polahi, untuk diberikan pelatihan,” ucapnya.

Baca juga: Mengajar Suku Anak Dalam, Rini raih anugerah peduli pendidikan
Baca juga: Pendidikan generasi muda Suku Kamoro masih memprihatinkan

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

30 anak binaan LPKA Tangerang ikuti UNBK 2019

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 30 anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pria Tangerang, Provinsi Banten, siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 25 hingga 28 Maret 2019.

“Ini kedua kalinya LPKA Pria Tangerang melaksanakan UNBK,” kata Kepala Seksi Pembinaan LPKA Tangerang, Herti Hartati, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (23/3).

Terdapat 142 anak binaan di LPKA Pria, Tangerang, Banten, yang 20 di antaranya duduk di SD, 35 lainnya di SMP, 42 di SMK dan sisanya mengikuti pelatihan keterampilan. Namun demikian hanya 30 anak saja yang mengikuti UNBK SMK mulai Senin mendatang (25/3).

Anak-anak binaan, menurut dia, telah melakukan uji coba UNBK selain menerima materi pelajaran di kelas.

LPKA, lanjut Herti, telah menyiapkan komputer, server, petugas ujian, laptop cadangan termasuk genset apabila terjadi pemadaman listrik saat UNBK berlangsung.

“Antisipasi seperti laptop dan genset sudah kami siapkan dengan bekerjasama dengan kepala sekolah di LPKA,” katanya.

Terkait pengajar, selain terdapat guru SMK yang didatangkan dari luar, lembaga juga memberdayakan para petugas LPKA sebagai pendidik di saat-saat tertentu, ujar Herti.

“Sebagian petugas di sini juga sebagai guru, jadi anak didik kami upayakan selalu menerima materi pelajaran dengan maksimal,” ujar dia.

Kepala Seksi Pembinaan LPKA, Pria, Tangerang, Banten, Herti Hartati di Tangerang, Banten, Sabtu (23/3). Sebanyak 30 anak binaan lembaga tersebut akan mengikuti UNBK SMK pada 25 hingga 28 Maret 2019. (ANTARA News/Muhammad Zulfikar)
Ia menjelaskan apabila anak binaan tersebut lulus UNBK, maka mereka akan memiliki ijazah yang sah secara administrasi pendidikan, tanpa ada catatan khusus dari lembaga.

“Ijazahnya tidak memiliki embel-embel LPKA, atau pun Lapas apalagi penjara,” tegas dia.

Seluruh anak yang akan mengikuti ujian nasional masih menjalani proses hukum. Pada umumnya mereka tersandung Undang-Undang Perlindungan Anak, narkoba dan pidana umum, kata dia.

Sementara itu, salah seorang anak binaan bernama MBM mengaku antusias menghadapi UNBK 2019.

“Alhamdulillah secara teknis tidak ada kendala, karena juga sudah try out dan belajar di kelas,” kata dia.

Ia juga mengaku optimistis melaksanakan UNBK untuk membanggakan keluarga setelah menjalani masa hukuman. “Semoga makin baik dan sukses ke depannya, tidak mengecewakan orang tua dan keluarga lagi”.

Apabila lulus UNBK, ia mengatakan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan pertimbangan hobi menggambar dan bermain musik, dirinya ingin mengambil Jurusan Sastra.

Anak-anak binaan di LPKA Pria Tangerang, Banten, biasanya melaksanakan proses belajar mengajar di kelas setiap Senin hingga Kamis. Sedangkan pada hari Jumat hingga Minggu mereka melakukan kegiatan olahraga hingga bakti sosial.

Pewarta: Virna P Setyorini/Muhammad Zulfikar
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Askrindo gelar literasi kelestarian sungai di Kwitang Jakarta

Jakarta (ANTARA) – PT Askrindo (Persero) bekerja sama dengan Kelurahan Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3), menggelar literasi kelestarian Sungai Ciliwung untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai atau saluran drainase lainnya.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT BUMN Bersama, dan HUT Askrindo yang ke-48.

Direktur SDM dan Umum Askrindo, Firman Berahima dalam keterangan tertulis mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi bersama dari pihak Kelurahan Kwitang yang menjalankan “Program Kampung Kota Bersama” dan PT Askrindo (Persero) dengan Program Bersih Sungai Ciliwung.

“Pihak Kelurahan melalui kegiatan mempercantik kampung berusaha menjadikan kampung-kampung di wilayahnya menjadi bersih. Di lain pihak, Askrindo dengan Program Bersih Sungai Ciliwung berusaha mengedukasi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tidak membuang sampah ke kali melalui kegiatan literasi bersih sungai,” katanya.

Ia menjelaskan, program literasi tentang kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung itu merupakan program CSR berkelanjutan di bidang lingkungan dari Askrindo yang sudah berjalan setahun terakhir.

Kegiatan literasi ini dilakukan setiap bulannya bekerja sama dengan salah satu komunitas pencinta Sungai Ciliwung yaitu Yayasan Lintas Sungai Abadi atau Yalisa.

Eka Soeriansyah, Ketua Yalisa mengatakan bahwa kegiatan operasi bersih sungai sudah berjalan beberapa tahun belakang ini bertujuan mengurangi tumpukan sampah yang mengikis jalur Sungai Ciliwung.

“Kita ingin menyadarkan masyarakat bahwa sungai itu lingkungan hidup dan bukannya tempat sampah,” katanya.

Dalam acara tersebut, turut hadir Muspika Senen dan Muspikel Kwitang beserta jajaran dalam rangka seremoni Kampung Kota Bersama.

Firman Berahima bersama Muspika dan Muspikel sempat mengecat Kantor RW. 02 yang menandakan Program Kampung Kota Bersama akan dilaksanakan di Kelurahan Kwitang.

Bersama dengan kegiatan peduli lingkungan, Askrindo juga menyelenggarakan Pasar Murah Sembako. Dalam paket sembako terdapat beras, gula, minyak goreng, ikan sarden, dan garam.

Terdapat 10.000 paket sembako murah yang akan dijual kepada masyarakat ekonomi lemah yang tersebar di sejumlah wilayah yakni di Wilayah Jakarta, Bojong Gede, Bogor serta Semarang, dan Surabaya.

Firman melanjutkan, kegiatan ini juga bagian dari CSR serta wujud nyata Askrindo untuk hadir di tengah tengah masyarakat. Kegiatan sembako murah ini juga menjadi ajang sinergi Askrindo dengan BUMN lainnya.

Dalam pengadaan Pangan Murah, Askrindo juga bersinergi dengan sejumlah BUMN antara lain Perum Bulog, PT RNI, PTPN III, PT PPI dan PT Garam.
 

Pewarta: Budi Santoso
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Festival Seribu Rumah Gadang

G Sejumlah kaum ibu mengikuti arak-arakan prosesi adat saat digelarnya Festival Saribu Rumah Gadang, di Muaro Labuah, Kab.Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (23/3/2019). Festival tersebut digelar dalam rangka melestarikan tradisi adat, seni, dan kebudayaan di daerah yang memiliki ikon kawasan Seribu Rumah Gadang itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama.

Rapat akbar Walhi

Ketua Dewan Nasional Walhi Risma Umar (kiri) bersama Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayat (tengah), Ketua Tim Ad Hoc Poltik Walhi Khalisah Khalid (kedua kiri) serta akitivis lingkungan Walhi yang mencalonkan sebagai anggota DPD Sarah Lery Mboeik (kedua kiri) dan Barlian (kanan) menjadi pembicara dalam Rapat Akbar Konsolidasi Politik Gerakan Lingkungan Hidup Indonesia di hall Basket Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3/2019). Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menggelar rapat akbar yang dihadiri ribuan penggiat masalah lingkungan hidup untuk menyatukan suara dan semangat menyelamatkan lingkungan hidup dan memilih keadilan ekologis. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama.

Istighotsah Kubro untuk Pemilu damai

Warga NU atau Nahdliyin mengikuti ritual istigotsah kubro di Lapangan GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019). Istigotsah kubro digelar ribuan warga Nahdliyin dalam rangkaian Harlah ke-96 NU serta untuk mendoakan terlaksananya Pemilu damai pada 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/ama.

Pemerintah bantu pembangunan kembali rumah korban kebakaran Krukut

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah akan memberikan bantuan dana stimulan untuk membantu pembangunan kembali rumah warga yang terbakar pada kebakaran 17 Maret lalu di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat.

“Kemensos menunggu data kerusakan rumah dari dinas sosial kemudian segera dilakukan verifikasi dan validasi. Nanti segera kami bantu dana stimulan pembangunan rumah,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita usai meninjau lokasi kebakaran di Jakarta Barat, Sabtu (23/3).

Mensos dalam keterangan tertulisnya mengatakan besarnya bantuan dana stimulan pembangunan rumah bervariasi menyesuaikan kondisi kerusakan rumah.

“Maksimal Rp10 juta per rumah. Nanti akan dilakukan pendataan, verifikasi dan validasi terlebih dahulu,” katanya.

Dalam kunjungan ke lokasi, Mensos berkeliling komplek rumah padat penduduk di RW 5 yang terdampak kebakaran cukup parah. Ia bersama rombongan menyusuri gang sempit melewati puing-puing rumah warga dan menyapa warga yang mendirikan tenda-tenda di dekat rumah mereka yang hangus terbakar.

Agus juga memberikan semangat kepada warga termasuk anak-anak untuk terus semangat dan tidak putus asa.

Pada kesempatan itu, Agus membagikan nasi kuning dan lauk pauk untuk warga serta doa bersama memohon keselamatan. Nasi kuning disiapkan rekan-rekan Tagana sekaligus wujud syukur karena pada 24 Maret Tagana Indonesia merayakan hari ulang tahun ke-15.

Dalam kunjungan itu Mensos menyerahkan bantuan sebesar Rp781 juta lebih dengan rincian bantuan logistik Tahap I Rp462 juta, bantuan logistik Tahap II Rp268 juta, dan Bantuan pembangunan rumah untuk tahap awal Rp50 juta masing-masing Rp2,5 juta untuk 200 KK.

Bencana kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019 pukul 00.13 WIB. Lokasi kejadian berada di Jalan Thalib 3, RW 5.

Sebanyak 665 KK/2060 jiwa terdampak kebakaran. Terdiri dari 108 balita, 201 pelajar SD–SMA, 72 lansia, 3 penyandang disabilitas, 5 ibu hamil, 3 korban luka-luka. Sebanyak 210 rumah terbakar dalam kejadian ini.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan telah dilakukan asesmen oleh petugas Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial bersama Tenaga Pelopor Perdamaian, Tagana, Dinas Sosial Jakarta Barat.

“Tim melakukan pendataan dilanjutkan dengan pendirian tenda pengungsi, pengadaan dapur umum dan dapur air, dan penyaluran bantuan kebutuhan dasar,” katanya.

Lokasi pengungsian berada di depan Masjid Jami Al-Aman, depan Masjid Al-Ikhlas, dan di sekitar rumah warga. Dapur umum Tagana berada di Posko Tagana Jakarta Barat (Kantor Wali Kota Jakarta Barat) dan Dapur Air Tagana berada di samping Masjid Al-Ikhlas.
 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kawanan Gajah dekati perkebunan warga Aceh Jaya

Aceh Jaya (ANTARA) – Dua kelompok kawanan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) dilaporkan mendekati perkebunan warga di wilayah hutan Desa Buntha, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Sekretaris Desa Buntha, Safrian Yunus (41) di Calang, Sabtu (23/3), mengatakan, warga terpaksa harus berjaga – jaga di kawasan lahan pertanian dan kebun sebagai upaya mencegah masuknya satwa gajah liar merusak tanaman petani.

“Masyarakat kami memang harus selalu berjaga – jaga di lahan mereka masing – masing, karena kalau satu malam atau dua malam saja tidak dijaga, habis semua tanaman dirusak dan dimakan kawanan gajah,” katanya.

Ia berkata bahwa masyarakat di kawasan setempat sudah resah sejak mengetahui ada hewan berbelalai panjang itu mendekati lahan pertanian, bahkan sengaja memperlihatkan diri kepada warga dengan berdiri di pematangan sawah.

Kedatangan kawanan gajah tersebut diketahui saat sudah dimulainya masa penanaman padi di kawasan pedalaman tersebut, gajah – gajah itu seakan mengisyaratkan bahwa dia akan memakan tanaman padi warga setempat.

“Saat ini kami sedang musim tanaman padi, bahkan kalau ada kegiatan di desa pada malam hari kami tidak bisa datang karena kawanan gajah memang bermain sangat dekat dengan area lahan sawah,” imbuhnya lagi.

Ia melihat, kawanan gajah tersebut bermain ke kawasan itu dengan dua kelompok, bisa kemungkinan berjumlah 40 ekor, beruntung ada sungai yang membatasi jarak lahan warga dengan hutan gunung desa setempat.

“Gajah ada dua kelompok, kalau di seberang sungai ada sekitar 40 ekor dan dekat pemukiman sekitar 25 ekor, tadi malam (Jum’at) bahkan masih ada gajah – gajah di dekat pemukiman,” tuturnya.

Safrian menyampaikan bahwa pihaknya pernah berkonsultasi dengan Polisi Hutan (Polhut) Aceh Jaya, untuk meminta bantuan menghalau gajah ke tempat lain, namun belum dapat dilakukan karena terkendala dana operasional.

Keberadaan satwa tersebut sudah berlangsung lama, bahkan pada 2018 pihak desa telah melakukan konsultasi dengan pihak terkait di daerah setempat, namun tetap saja belum dapat dilakukan karena berbagai kendala.

“Kami konsultasi tahun 2018 lalu, pada awal tahun mereka tidak bisa membantu karena tidak ada anggaran kalau harus ke lapangan, bahkan marcon pun tidak banyak lagi tersedia. Tidak sama seperti tahun sebelumnya,” katanya menjelaskan.

Masyarakat bersama pihak pemerintah desa setempat, sangat berharap instansi terkait baik dari kabupaten maupun dari Provinsi Aceh untuk dapat membantu menghalau kawanan gajah tersebut agar tidak terjadi konflik dengan manusia.

“Kami minta tolong diantisipasi gajah – gajah tersebut agar warga bisa tenang. Kalau bisa di halau ke daerah hutan lain tempat habitatnya sehingga tidak turun ke permukiman warga,” demikian Safrian Yunus. ***3***
 

Pewarta: Anwar
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyelundupan anak orang utan digagalkan petugas Bandara Ngurah Rai

Awalnya petugas tidak berani membuka keranjang tersebut, takut kera agresif dan lepas di ruang keberangkatan,

Jakarta (ANTARA) – Petugas di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali berhasil menggagalkan penyelundupan anak orang utan yang ditemukan dalam keadaan dibius dan dimasukan dalam keranjang kecil pada Jumat (22/3) malam.

Petugas Balai Karantina Denpasar dan Avsec yang berjaga mendapatkan anak orang utan yang semula diidentifikasi sebagai kera tersebut di keberangkatan internasional sekitar pukul 22.30 WITA. Perlakuan sadis ini dilakukan warga negara asing berkebangsaan Rusia yang berniat melakukan penyelundupan.

“Awalnya petugas tidak berani membuka keranjang tersebut, takut kera agresif dan lepas di ruang keberangkatan,” kata Penanggung Jawab Wilayah Kerja (PJ Wilker) Bandara International Ngurah Rai, Dewa Delanata, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Dewa mengaku saat dibawa ke ruang pemeriksaan, petugas dibuat terkejut karena jenisnya bukan kera melainkan anak orang utan, satwa yang seharusnya dilindungi.

Saat dimintai keterangan, warga Rusia pembawa anak orang utan ini mengatakan membeli satwa tersebut seharga 300 dolar AS. Anak orang utan berjenis kelamin jantan berumur sekitar 2 tahun itu dibius dengan cara diberikan tablet bius yang dicekoki melalui spuit dengan kerja obat selama 2 hingga 3 jam.

Hal ini diketahui saat kopernya digeledah, serta ditemukan alat suntik dan obat bius. Penerbangan dari Bali direncanakan transit di Korea dan orang utan mendapat tambahan obat bius sebelum perjalanan berlanjut sampai Rusia.

Selain ditemukan obat bius dalam kopernya, ternyata WNA ini juga berniat menyelundupkan 2 ekor tokek dan 5 ekor kadal yang didapatkan dalam kopernya.

“Selain karena anak orang utan termasuk hewan yang dilindungi, terdapat tokek dan kadal yang tidak disertai sertifikat kesehatan atau Health Certificate dari Karantina. Oleh karenanya, semua kami tahan,” kata petugas Balai Karantina Denpasar, I Putu Terunanegara.

Sementara itu, barang bukti diserahkan ke BKSDA dan KP3 untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pelaku pembawa anak orang utan ilegal juga telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelundupan ini melanggar UU Karantina No. 16 Tahun 1992 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp150 juta.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aturan Kepemilikan Senjata di Dunia

Aturan Kepemilikan Senjata di Dunia

Aksi penembakan masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 jamaah shalat Jumat (15/3) menimbulkan sejumlah pertanyaan. Bagaimana warga sipil bisa dengan bebas memiliki senjata? Adakah aturan dan hukum yang membolehkannya? Berikut adalah fakta tentang kepemilikan senjata di sejumlah negara.

Ini yang diserukan tokoh agama jelang pemilu

Para tokoh agama sudah berkumpul dan berdialog dalam Pertemuan Tokoh-tokoh Agama/Kepercayaan dalam membahas kondisi bangsa yang dinilai terpecah belah,

Jakarta (ANTARA) – Para tokoh agama yang menghadiri Festival Agama untuk Perdamaian menyerukan masyarakat dan pemerintah untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai landasan kebersamaan menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 yang diselenggarakan 17 April 2019.

“Dalam menghadapi tahun politik ini, tokoh-tokoh agama menyerukan kepada semua pihak, terutama pemerintah, agar memperteguh komitmen pelaksanaan pemilihan umum yang damai,” kata Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Romo Johanes Haryanto di Jakarta, Sabtu.

Dia menerangkan bahwa para tokoh agama meminta masyarakat dan pemerintah menghindari politisasi agama maupun agamaisasi politik, serta fanatisme berlebihan terhadap pilihan-pilihan politik yang berujung pada polarisasi dalam masyarakat dan umat.

Romo menyebutkan para tokoh agama sudah berkumpul dan berdialog dalam Pertemuan Tokoh-tokoh Agama/Kepercayaan dalam membahas kondisi bangsa yang dinilai terpecah belah.

“ICRP sepakat untuk menyerukan dan mendorong para elite politik maupun pihak-pihak yang berkepentingan agar menyadari bahwa pertarungan dalam tahun politik ini bukanlah sekadar siapa yang akan merebut kekuasaan, melainkan perjuangan untuk mengembalikan arah politik kebangsaan kita kepada khittahnya yang benar, yakni mempertahankan dan merawat negara-bangsa yang kita cintai bersama,” jelas dia.

Menurut para tokoh agama, terjadi kecenderungan menguatnya politik elektoral yang hanya didasarkan pada perhitungan siapa dapat meraih suara terbanyak. Sehingga mengabaikan, bahkan mengorbankan politik kebangsaan yang berjangka panjang.

Romo Johanes memaparkan menguatnya politik elektoral tersebut ditandai gejala-gejala yang memprihatinkan, seperti merebaknya sentimen primordial guna mendulang suara, bangkitnya eksklusivisme keagamaan, menguatnya arus radikalisme, serta pembiaran praktik-praktik intoleransi dan persekusi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda.

Para elite politik juga dinilai cenderung hanya mendengar suara konstituen mereka, tanpa peduli pada nilai-nilai konstitusi maupun semangat Pancasila.

“Sementara itu ruang-ruang sosial kita dipenuhi oleh aneka pelintiran kebencian, berita-berita bohong, maupun kampanye hitam demi merebut kekuasaan,” ujar dia.

ICRP sepakat bahwa di dalam kerangka politik kebangsaan dibutuhkan komitmen meneguhkan kembali Pancasila sebagai satu-satunya Iandasan dan ikatan kebersamaan masyarakat Indonesia, yaitu sebagai bangsa yang majemuk tanpa mengingkari komitmen keimanan dan kepercayaan masing-masing umat.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Edukasi gajah Sumatera

Gajah Sumatera (Elephas maximus) bermain bola di lokasi konservasi Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (23/3/2019). Lokasi konservasi yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu memiliki empat ekor Gajah Sumatera yang bertujuan untuk edukasi pengenalan satwa bagi masyarakat yang berkunjung. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ama.

Kopi Arabika Sajang tanpa aroma berasa “aduhai”

Barulah terasa kecut yang menggelitik lidah dan langsung menduga ini pasti kopi Arabika

Mataram (ANTARA) – Saat segelas kopi panas disuguhkan dan diletakkan di atas tikar plastik, pikiran menganggap kopi itu sama seperti kopi lainnya atau paling tidak kopi jenis robusta.

Aroma kopi tidak terasa sama sekali sebagaimana layaknya kopi seduh yang baru disiram air panas. Ah ini kopi biasa saja, seloroh orang yang melihat gelas bening berukuran sedang dan berisikan air kehitaman saat disajikan di hadapannya.

Namun saat sekali seruput dari gelas itu, barulah terasa kecut yang menggelitik lidah dan langsung menduga ini pasti kopi Arabika.

“Ya ini kopi Arabika,” sahut I Wayan Suasana yang akrab dipanggil Pak Wayan, empunya rumah yang juga ketua RT Kampung Selagolong, Sajang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Pikiran kembali melayang, kenapa kopi Arabika itu bisa tumbuh diketinggian 1.000 Meter di atas permukaan laut (Mdpl). Pasalnya secara teori kopi yang tengah naik daun itu tumbuh di suatu daerah yang berketinggian di atas 1.000 meter.

Tanda tanya itu, coba dienyahkan untuk merasakan kembali sensasi kopi Arabika yang terus menggelitik lidah dan benar-benar ingin dirasakan terus menerus.

“Kopi Arabika Sajang ini jangan salah masuk ke dalam tiga besar jenis kopi itu di tingkat nasional,” sambungnya dengan bangga.

Disebutkan, kopi Sajang memiliki tingkat keasaman dan rasa kecutnya yang tinggi. “Sehingga banyak pengusaha coffee shop yang mengambil langsung biji kopinya ke Sajang,” katanya.

Soal ketinggian kopi Arabika yang di luar teori itu, diakuinya, ketinggian lahan kopi Sajang itu 670 Mdpl. “Mungkin faktor tanahnya yang lembab serta cuaca dingin. Kami juga menggunakan pupuk organik seperti dari kotoran sapi,” katanya.

Bisa dimakluminya juga perkataan Pak Wayan itu, mengingat lokasi lahan kopi Sajang itu berada di Kampung Selagolong yang berada di tengah hutan kaki Gunung Rinjani.

Lahan kopi itu dimiliki oleh 31 kepala keluarga (KK) atau 112 jiwa yang berasal dari Bangli, Bali pada 1997. Mereka merantau ke Pulau Lombok tidak lain untuk mencari lahan perkebunan yang baru.

Semula kopi Robusta yang menjadi andalan mereka, namun belakangan kopi Arabika menjadi salah satu komoditas unggulan dan menaikkan nama Sajang, Lombok Timur sebagai produsen Kopi Arabika.

“Tahun ini, kami akan mencoba penjemuran kopi Arabika melalui ‘green house’ agar aromanya terasa,” katanya.

Ia menyebutkan lahan kopi di Kampung Selagolong itu seluas 87 hektare namun yang produktifnya sekitar 70 persennya saja.

Untuk kopi Robusta setiap panen dalam setahun mencapai 100 ton sedangkan kopi Arabika dalam bentuk cherry antara 30 sampai 40 ton.

Kendati demikian, dia berharap mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk memperkenalkan kopi Arabika Sajang ke tingkat nasional maupun internasional.

“Tanpa ada campur tangan pemerintah untuk mempromosikan kopi Sajang ini, maka akan sulit dikenal masyarakat luas,” katanya.

Serta pemerintah juga diharapkan membantu alat penjemuran untuk kopi Arabika made in Sajang itu.

Sementara itu, Kepala Desa Sajang, Lalu Kanahan menyebutkan perkebunan milik warga Selagolong itu, memiliki ekonomis yang tinggi seperti kopi.

“Yang pada akhirnya bisa mendongkrak perekomian Sajang,” katanya.

Sebelumnya, tokoh pemuda di Sembalun Lawang, Rusmala pernah menyebutkan bahwa pihaknya berupaya mengangkat kopi Arabika di Sanjang yang posisinya bersebelahan dengan Sembalun Lawang.

“Kalau di Sanjang, varietasnya kopi Malabar,” katanya.

Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat sendiri, berupaya memperkenalkan potensi kopi yang ada di wilayahnya, salah satunya melalui pelenggaraan gebyar kopi pada 3 Maret di Taman Rinjani, Kota Selong.

Kepala Diperindag Lombok Timur Teguh Sutrisman melalui laman Pemkab Lombok Timur menyatakan gebyar kopi tersebut bertujuan untuk menggugah potensi industri kopi lokal yang diproduksi oleh industri kecil menengah yang ada di Lombok Timur pascagempa Lombok setelah sempat lesu.

Oleh Riza Fahriza
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IGI telah melatih 1,6 juta guru tanpa anggaran negara

Makassar (ANTARA) – Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat Muhammad Ramli Rahim mengatakan pihaknya telah berhasil melatih tidak kurang dari 1,6 juta guru tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan APBN.

Muhammad Ramli Rahim mengatakan itu pada acara Indonesia STEAM Week (ISW) yang dipusatkan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel di Makassar, Sabtu (23/3).

“Kami sudah berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru. Dan sampai saat ini, sudah ada 1,6 juta guru di seluruh Indonesia yang berhasil kita latih,” katanya.

Ia menjelaskan, komitmen organisasi yang dipimpinnya itu membantu pihak pemerintah karena para haknya begitu yakin bahwa tanpa dukungan seluruh pihak, maka akan sulit diwujudkan.

Banyaknya regulasi yang harus dilakukan dan begitu sulit hingga merasa tidak mampu mewujudkan, tentunya menjadi persoalan yang begitu penting untuk menjadi perhatian.

“Jika ada bantuan di daerah, tentu kami sangat berterima kasih, tetapi tanpa bantuan pun, kami bisa tetap berjalan. Inilah yang kita maksud sebagai gerakan,” ujarnya.

Menurut dia, dalam tiga tahun terakhir telah terjadi banyak perubahan yang lebih baik. Mulai dari persoalan guru nyontek bikin RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) dan nyontek bikin karya ilmiah.

Namun sekarang para guru justru sudah bisa menulis dan membuat buku yang tentu saja menjadi sesuatu yang membanggakan dan layak dijadikan contoh.

“Ini merupakan perubahan besar dari para guru-guru kita. Ini tidak hanya terjadi di Sulsel namun di salah satu kabupaten di Jawa Tengah yakni Wonogiri, justru guru di sana hampir menghasilkan sebanyak 500 buku,” ujarnya. ***3***

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TSTJ sambut bayi lutung mungil bernama Untung

Solo (ANTARA) – Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Surakarta menyambut bayi lutung (Trachypithecus) berukuran mungil berjenis kelamin jantan bernama Untung yang merupakan anak pasangan lutung betina bernama Lulu dan pejantan Atung.

“Untung ini lahir pada tanggal 21 Maret 2019,” kata Direktur Utama TSTJ Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan, Lulu yang merupakan hibah dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) masuk ke TSTJ pada tahun 2012.

Setelah tanpa pasangan selama lima tahun, Lulu mulai dipasangkan dengan pejantan dengan nama Atung pada tahun 2017. Ia mengatakan baik Lulu maupun Atung saat ini berusia enam tahun.

“Atung ini juga merupakan hibah dari BKSDA, masuk ke TSTJ tepatnya pada bulan Desember 2017,” katanya.

Ia mengatakan Untung lahir secara alami namun untuk berat badannya belum diketahui secara pasti karena belum ditimbang oleh petugas TSTJ.

Selain Untung, beberapa satwa baru yang menempati TSTJ di antaranya 1 ekor Kasuari, 1 ekor Burung Boa, 1 ekor Kakatua Jambul Kuning, 2 ekor Pecuk Ular, dan 1 ekor Merak.

“Ini seluruhnya hibah dari BKSDA beberapa waktu lalu,” katanya.

Ia mengatakan dengan penambahan sejumlah satwa baru tersebut saat ini total koleksi satwa di TSTJ mencapai 400 ekor.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemunculan profesi baru buat PT agar bersiap, kata Menristekdikti

Realitanya di perkembangan teknologi saat ini masih banyak lulusan tidak memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diambil dalam bidangnya,

Bandung (ANTARA) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi (PT) harus bersiap menghadapi kemunculan profesi baru.

“Dengan memasuki era Revolusi Industri 4.0, era disrupsi teknologi, diperkirakan 75 hingga 375 juta orang di dunia akan beralih profesi, dan akan muncul profesi baru karena dampak pertumbuhan teknologi yang begitu cepat. Hal ini membuat perguruan tinggi dituntut untuk siap menghadapi perubahan teknologi,” ujar Menristekdikti saat menghadiri Dies Natalis Universitas Pasundan (Unpas) di Bandung, Sabtu.

Dia mengatakan mau tidak mau, suka atau tidak suka, teknologi akan hadir dalam kehidupan. Untuk itu, Nasir meminta pimpinan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas dosen agar memiliki kompetensi inti yang akan dibutuhkan pada revolusi industri 4.0. Lulusan perguruan tinggi sangat bergantung dengan kualitas sistem pembelajaran di kampus dan kualitas dosen yang mengampu mata kuliah.

“Realitanya di perkembangan teknologi saat ini masih banyak lulusan tidak memiliki kompetensi sesuai dengan apa yang diambil dalam bidangnya,” tambahnya.

Perguruan tinggi akan semakin dituntut untuk mempersiapkan para mahasiswanya atas pekerjaan yang belum ada, selain menciptakan iptek yang inovatif, adaptif, kompetitif sebagai konsep utama daya saing dan pembangunan bangsa.

Nasir menjelaskan, menghadapi tantangan tersebut Kemenristekdiki bersama perguruan tinggi harus mereformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi, seperti: deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada mahasiswa serta pangsa pasar, penajaman kurikulum, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif, sampai pada peningkatan keskolaran, kreativitas, kegiatan entrepreneurial, dan lain-lain.

Iar juga mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan capaian Unpas selama 59 tahun telah banyak menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan dunia kerja. Banyak kiprah para alumninya di berbagai sektor, serta berbagai karya dan pemikiran strategis yang besar peranannya dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan daya saing bangsa .

Pewarta: Indriani
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari Air Sedunia di huntara

Seorang ibu korban bencana mencuci tangan dari wadah air di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/3/2019). Para pengungsi di Huntara itu juga memperingati Hari Air Sedunia dengan membuat mural bertema air di dinding-dinding huntara dan menyiapkan wadah air bersih untuk cuci tangan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama.

Pemakaman korban banjir bandang

Keluarga duka mengangkat nisan salib jenazah korban banjir bandang Sentani yang akan dimakamkan di Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (23/32019). Berdasarkan data BNPB tercatat sebanyak 112 orang meninggal dunia dan 94 orang dinyatakan hilang akibat banjir bandang Sentani yang terjadi pada Sabtu (16/3). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ama.

Penyandang down syndrom unjuk kebolehan menari

Padang, (ANTARA) – Dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome se-dunia, para penyandang down syndrom  unjuk kebolehan bernyanyi, bermain alat musik hingga menari pada rangkaian acara yang digelar Unit Pelaksana Teknis Daerah Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (LDPI) Kota Padang.

“Awalnya saya tidak percaya mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus, mereka bisa melakukan apa yang dikerjakan anak normal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Barlius di Padang, Sabtu.

Ia menyampaikan hal itu pada peringatan Hari Down Syndrome se-dunia dan sekaligus Hari Autis yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Padang berkerja sama dengan Persatuan Orang Tua Down Syndrom, Forum Komunikasi Orang Tua Anak Spesial, dan Asosiasi Orang Tua Autis.

Menurut dia, Padang sudah dicanangkan sebagai kota inklusi dan peringatan ini menunjukkan penyandang down syndrom dan autisme juga memiliki bakat.

Padang juga sudah ramah terhadap warga berkebutuhan khusus dan sudah banyak sekolah yang inklusif yang siap menerima anak berkebutuhan khusus.

Ia menilai di balik kelemahan anak berkebutuhan khusus ada kelebihan yang dimiliki dan ini adalah karunia Allah sehingga orang tua tidak perlu bersedih.

Barlius menyebutkan saat ini Padang memiliki 45 TK, 104 SD dan 35 SMP inklusi yang menerima anak berkebutuhan khusus.

Kemudian dari sisi kurikulum tetap sama dengan sekolah biasa akan tetapi guru dilatih untuk mengajar anak berkebutuhan khusus.

Pada kesempatan itu sejumlah anak penyandang sindrom down dan autis unjuk kebolehan mulai dari bernyanyi, bermain perkusi, manabuh drum, menari, beraksi pantomim hingga membacakan puisi.

Acara juga dimeriahkan dengan talkshow dengan tema Yang muda Yang Peduli Inklusi dengan pembicara orang tua penyandang down syndrom dan autis, dokter spesialis anak hingga pekerja sosial dari Australia yang fokus pada pendampingan anak disabilitas.
 

Baca juga: Beri perhatian lebih anak down syndrom
Baca juga: Ratusan anak autis ikut ASEAN Autism Games

Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Erupsi Bromo tak pengaruhi wisatawan

Anggota komunitas penggemar sepeda gunung berwisata di gunung Bromo yang sedang mengalami erupsi di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan domestik di gunung Bromo sejak bulan Februari 2019 mencapai 35.164 orang sementara wisatawan asing mencapai 758 orang. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/ama.

PHDI-MUDP apresiasi kunjungan Presiden ke Bali

Denpasar (ANTARA) – Parisada Hindu Dharma Indonesia dan Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali mengapresiasi kunjungan Presiden Joko Widodo dalam acara tatap muka dan ramah tamah dengan ribuan masyarakat di Pulau Dewata pada Jumat (22/3) malam.

“Dengan kedatangan Bapak Presiden, berarti telah memenuhi harapan masyarakat Bali supaya mereka bisa menemui Presidennya secara langsung. Presiden juga mendapatkan berbagai hal-hal penting yang disampaikan masyarakat kepada Beliau, khususnya yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” kata Ketua PHDI Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, di Denpasar, Sabtu.

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu di Bali juga menjadi kesempatan emas bagi masyarakat setempat untuk memberikan masukan dan mendapatkan sejumlah fasilitas yang memang sangat dibutuhkan masyarakat Bali.

“Masyarakat Bali dari berbagai kalangan yang hadir membludak dan tetap antusias meskipun rangkaian acara diguyur hujan lebat, artinya masyarakat Bali sangat mencintai Bapak Presiden. Masyarakat pun sangat mengharapkan Presiden dapat memberikan wejangan-wejangan dalam menata Bali bisa lebih baik,” ujar Sudiana yang juga Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar itu.

Khususnya dari sisi agama, pihaknya mengharapkan Presiden Joko Widodo bisa memberikan pengayoman kepada umat Hindu, tidak hanya di Bali tetapi seluruh Indonesia.

 “Di samping itu agar memberikan fasilitas kepada umat Hindu di dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga sejajar dengan umat lainnya,” ucapnya.

Pandangan senada disampaikan Ketua Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesha. “Kami mengharapkan dengan kedatangan ini, Presiden dapat memberikan perhatian khusus kepada daerah Bali, utamanya kepada masyarakat adat agar bisa mendapatkan perhatian untuk pelestarian adat,” ucapnya.

Ketua majelis adat tertinggi yang menaungi “desa pakraman” atau desa adat di Bali itu mengapresiasi kehadiran Presiden karena walaupun kesibukannya yang padat, namun masih menunjukkan rasa cinta dan sayangnya pada Bali serta memberi perhatian khusus pada Bali.

“Dari kalangan adat saja, kurang lebih sekitar 5.000 orang yang hadir dari unsur bendesa adat (pimpinan desa adat), pecalang (petugas pengamanan adat) dan juga pekaseh atau pimpinan subak,” ujar Jero Suwena.

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster meminta Presiden Joko Widodo dapat mempertimbangkan pengalokasian anggaran dalam APBN untuk diberikan pada desa adat di Pulau Dewata.

“Bali memiliki adat istiadat yang sangat kuat, tradisi, seni dan budaya yang menjadi aset masyarakat Bali, juga menjadi aset bangsa Indonesia yang harus kita pelihara dengan sungguh-sungguh. Namun, selama ini upaya untuk melestarikan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya sepenuhnya dijalankan desa adat di Bali dengan cara swadaya,” kata Koster saat menyampaikan sambutan pada acara tatap muka dan ramah tamah Presiden dengan tokoh masyarakat Bali, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Jumat malam.

Menurut Koster, oleh karena tantangan desa adat ke depan semakin dinamis dalam era global, maka diperlukan kontribusi negara untuk turut memelihara lingkungan alam, tradisi, seni dan budaya Bali.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga sependapat bahwa Bali dikenal, dikagumi seluruh dunia karena budayanya, budaya yang hidup dan berkembang di desa-desa pakraman (desa adat).

Bahkan, lanjut Presiden, budaya tersebut masih hidup dan juga dimajukan hingga “sekaa teruna” atau pemuda-pemudi di tingkat banjar (dusun).

“Bali juga menjadi contoh bagaimana harmoni perbedaan ada di Bali. Semua bisa dijadikan contoh bergerak maju tetapi tetap menjaga akar-akar tradisi budaya. Yang paling penting, tidak pernah lelah mencintai tanah Air Indonesia,” ucap Jokowi yang saat itu hadir didampingi Ibu Iriana dan sejumlah menteri.

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

ACT Aceh gelar silaturrahim sambut Ramadhan

Banda Aceh (ANTARA) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menggelar acara silaturrahim mitra kemanusiaan untuk mengapresiasi para mitra yang selama ini telah menyukseskan program kerja-kerja kemanusiaan ACT, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini.

Kepala ACT Cabang Aceh, Husaini Ismail di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan, kegiatan ini  juga diisi ceramah agama disampaikan oleh Ustaz Masrul Aidi Lc.

Ia  menyampaikan rasa terima kasih ke berbagai mitra maupun donatur yang membuat ACT Aceh, organisasi nirlaba profesional, bisa mandiri pada tahun pertamanya sejak berdiri pada  2017.

“Alhamdulillah, pada tahun pertama ACT Aceh sudah mandiri untuk melaksanakan program berkat dukungan berbagai pihak,” terangnya dalam acara bertema “Menyambut Ramadan dengan Amalan Terbaik” itu.

Ia melanjutkan, mulai tahun pertama hingga 2019 jumlah penerima manfaat melalui ACT Aceh tercatat mencapai 48.705 orang di 18 kabupaten/kota di provinsi paling barat Indonesia ini melalui program-program kemanusiaan, meliputi zakat, distribusi pangan, mengelola lahan wakaf, mobile social rescue, pemberdayaan petani garam, dan sebagainya.

Pihaknya turut terlibat pada program nasional pendistribusian beras hingga ke Palestina, Suriah, dan Somalia dari masyarakat di Indonesia. Provinsi Aceh di antaranya merupakan penyumbang beras terbanyak untuk Somalia.

Ia menjelaskan, kemauan orang Aceh untuk memberi sumbangan merupakan wujud dari keimanan, seperti bersedekah tidak harus menunggu ketika sudah makmur.

 “Dalam sebuah hadis disebutkan, barangsiapa melapangkan seorang mukmin dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa meringankan penderitan orang lain, maka Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat,” katanya.

Pihaknya berharap agar program-program yang dilaksanakan ACT Aceh ke depan mendapatkan rida Allah.

 “Kita tidak pernah tahu, amalan apa yang membuat kita masuk surga,” sebut Husaini.

Ustaz Masrul Aidi menuturkan, bahwa  Islam mengajarkan umatnya menjadi pribadi dermawan. Ia mencontohkan, seperti kedermawan kaum muhajirin ketika menyambut kaum anshar  di masa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah, dan bahkan Allah mengabadikan kisah kedermawanan itu dalam Al Quran.

“Orang-orang Madinah menyambut kedatangan kaum Anshar dengan penuh sukacita. Tidak terbersit keinginan dalam hati kaum Muhajirin terhadap barang bawaan kaum Anshar. Tetapi memprioritaskan tamu dari Mekkah itu, meski diri mereka dalam keadaan sulit,” terangnya.

Ia menjelaskan, persaudaraan tidak lagi menghitung harta melainkan cinta kepada sesama muslim, dan puncak keimanan seseorang ketika ia bisa merasakan apa yang dirasakan muslim lain, baik dalam keadaan senang maupun susah.

Dewasa ini, lanjut dia, penderitaan muslim di Yaman, Suriah, dan Palestina turut dirasakan oleh orang di Aceh dengan perumpamaan orang muslim seperti tubuh.

“Bila salah satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lain ikut merasakannya. Nilai kemanusiaan sangat penting. Mukmim yang paling sempurna adalah yang paling bagus akhlaknya,” ujarnya.

Baca juga: ACT bertekad bangun 100 masjid di Aceh
Baca juga: ACT sampaikan program “humanity card” bagi pendonor di Gaza
 

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Milenial bicara golput

258 Views

(Antara) – Milenial bilang, yang golput hanyalah pecundang, karena tidak berani mengambil tanggung jawab tapi menikmati hasil pembangunan dari pemerintah yang lahir dari pemilu.

Kabupaten Sukabumi kekurangan sekitar 12 ribu guru

Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA) – Kabupaten Sukabumi saat ini masih kekurangan sekitar 12 ribu guru untuk mendukung pelayanan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kebutuhan guru SD mencapai 11.300 orang tetapi baru terpenuhi sekitar 4.220 orang guru, sementara untuk SMP kebutuhannya enam ribu orang, tetapi baru terpenuhi 1.100 orang guru yang berstatus PNS. Sehingga kurang lebih kebutuhan guru tersebut mencapai 12 ribu orang,” kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Sabtu.

Dengan jumlah guru pegawai negeri sipil (PNS) yang masih terbatas, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sukabumi merekrut guru honorer untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pendidikan di tingkat SD dan SMP.
 
Pemerintah kabupaten dalam merekrut guru honorer memprioritaskan guru yang berasal dari daerah setempat dengan pertimbangan mereka tidak harus mengeluarkan biaya transportasi besar menuju ke sekolah.

“Untuk mengangkat guru honorer harus dari warga sekitar karena tidak ada warga kota yang mau menjadi guru, khususnya di daerah pelosok, sebab biaya operasional lebih besar daripada upah yang diterima,” kata Bupati.

Ia mengatakan bahwa saat ini beberapa sekolah yang ada di kasepuhan Ciptagelar, Ciptamulya dan Sirnaresmi hanya memiliki guru honorer karena guru-guru PNS di sana sudah pensiun.
 
Marwan berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengangkat guru honorer di Kabupaten Sukabumi menjadi PNS.

Baca juga:
Tiga kecamatan terluar kekurangan guru

Mendikbud : PPPK untuk isi kekurangan guru produktif
 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bantuan pemerintah diapresiasi korban gempa Mataram

“Alhamdulillah, kami berterimakasih dan mengapresiasi perhatian yang diberikan pemerintah pusat, dan daerah yang telah memberikan bantuan kepada kami para korban gempa bumi,”

Mataram (ANTARA) – Para korban gempa bumi di Kota Mataram, Nusa Tenggaran Barat (NTB), yang rumahnya rusak berat memberikan apresiasi terhadap perhatian dan bantuan pemerintah yang telah diberikan kepada mereka hingga para korban bisa memiliki hunian tetap.

“Alhamdulillah, kami berterimakasih dan mengapresiasi perhatian yang diberikan pemerintah pusat, dan daerah yang telah memberikan bantuan kepada kami para korban gempa bumi,” kata Lalu Mandra Guna salah satu warga Lingkungan Pengempel Indah yang rumahnya rusak berat, di Mataram, Sabtu.

Pada saat dialong dengan Presiden RI Joko Widodo ketika berkunjung ke Pengempel Indah, Kota Mataram, Jumat (22/3), Lalu juga berkesempatan menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi terhadap kerja pemerintah langsung kepada presiden.

Selain berterimakasih kepada presiden, ia juga menyampaikan hal yang sama kepada pemerintah daerah, jajaran TNI yang siaga membantu sejak evakuasi korban gempa bumi sampai sekarang.

Termasuk para pendamping dan fasilitator yang siaga 24 jam dan siap memberikan bantuan saat dibutuhkan, sehingga para korban gempa bumi bisa mempercepat proses pembangunan rumahnya.

“Rumah saya selesai dibangun pada awal Desember 2018, dikerjakan mulai tanggal 3 Oktober. Memang, agak terlambat karena waktu itu ada tahapan prosedur pencairan dana bantuan,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan korban gempa lainya, Saeroji warga Pengempel Indah ini juga telah menempati rumah tahan gempa dengan konsep Risha (rumah instan sederhana sehat) berukuran 6X6 meter, lebih dua bulan.

“Awalnya, kami sempat khawatir tinggal dalam rumah dengan konsep Risha, namun lama-lama terbiasa dan nyaman,” ujarnya.

Saeroji juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan dana stimulan sebesar Rp50 juta untuk membangun huninan tetap sehingga tidak lagi tinggal di tenda darurat.

Namun demikian, dia berharap akan ada lagi bantuan tahap berikutnya dari pemerintah karena dengan dana tersebut dirinya belum bisa melengkapi rumah yang ditempatinya itu dengan fasilitas toilet dan dapur.

“Untuk sementara kami menggunakan toilet umum, dan masak di luar,” katanya sambil menambahkan yang penting bangun rumah inti kami sudah selesai.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan personel TNI/Polri terima penghargaan dari Panglima TNI

“Saya bangga karena sinergitas antara tni/polri terus terjaga demi kejayaan NKRI,” kata Hadi seraya mengatakan mengapresiasi kepada seluruh personil tni/polri yang mengerahkan tenaganya membantu masyarakat yang terkena musibah, walaupun mungkin ada

Jayapura (ANTARA) – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto, Sabtu (23/3) menyerahkan penghargaan kepada 60 personel TNI/Polri yang terlibat dalam evakuasi warga sesaat setelah banjir bandang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura, Papua.

Penyerahan yang dipusatkan di lapangan Yonif 751/VJS, salah satunya diterima Kopda Bonafisius L yang bersama dua rekannya yang sempat viral di media sosial saat mencuci uang milik gereja yang ditemukan ketika menyisir kawasan yang tertimpa banjir bandang.

Selain itu penerima pengharaan adalah prajurit yang berjuang menolong dan mengevakuasi bayi yang sempat tertimbun material yang dibawa saat banjir serta warga yang selamat setelah diberi oksigen oleh prajurit tni.

Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena sinergitas antara TNI/Polri dalam membantu masyarakat yang terkena musibah walaupun anggota itu juga mengalaminya.

“Saya bangga karena sinergitas antara TNI/Polri terus terjaga demi kejayaan NKRI,” kata Hadi seraya mengatakan mengapresiasi kepada seluruh personel TNI/Polri yang mengerahkan tenaganya membantu masyarakat yang terkena musibah, walaupun mungkin ada di antara mereka yang juga terkena musibah banjir. Untuk Yonif 751 VJS yang terkena banjir bandang, Panglima TNI memerintahkan segera melakukan inventarisir kerusakan yang terjadi akibat bencana alam sehingga pimpinan dapat mengambil langkah selanjutnya.

“Mudah-mudahan sebelum tanggap darurat berbagai permasalahan dapat diselesaikan termasuk menemukan 94 warga yang dilaporkan hilang,” kata Marsekal TNI Hadi.

Seusai menyerahkan penghargaan, Panglima TNI yang didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian langsung melakukan peninjauan di sekitar Mako Yonif 751 VJS.

Banjir bandang di Kabupaten Jayapura menyebabkan 105 orang meninggal dunia, 94 orang hilang dan 2.000 an rumah warga rusak.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pramuka Kapuas pecahkan rekor MURI Tari Massal Badengkoy

Kuala Kapuas (ANTARA) – Pagelaran Tari Kapuas Lewun Itah Badengkoy oleh Pramuka Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang digelar di lapangan Stadion Sepakbola Panunjung Tarung Kuala Kapuas memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta Pramuka terbanyak 7.111 orang..

Piagam Rekor Muri itu pun, langsung diserahkan Sri Widayati selaku Eksekutif Manager MURI kepada Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, dan disaksikan ribuan peserta Tari Badengkoy Pramuka Kapuas, serta sejumlah Forkopinda setempat di Kuala Kapuas, Sabtu (23/3).

Ia mengatakan, dengan adanya pemecahan Rekor MURI ini dapat memberikan motivasi terutama bagi anak-anak muda untuk berenovasi, berkreasi dan mendorong untuk bisa lebih bersemangat lagi untuk menggapai cita-cita mereka.

“Karena mereka adalah generasi emas bagi kita ke depan, dan merupakan aset kita, mereka adalah pemimpin bangsa untuk ke depan. Dan hari ini kita bangga, melalui Pramuka bisa memecahkan Rekor MURI Tari Kapuas Lewun Itah Badengkoy dengan peserta terbanyak,” katanya mengungkapkan.

Ketua Panitia Pelaksana Dr H Suwarno Muriyat menerangkan bahwa pemecahan Rokor MURI yang semula ditargetkan sebanyak 5 ribu peserta Tari Bedengkoy, ternyata mampu melebihi. Dan ini karena antusiasnya Pramuka Kapuas ingin ikut berpartisipasi, sehingga mampu mencapai 7.111 pramuka.

“Peserta Pramuka ini berasal dari 14 kecamatan Se-Kabupaten Kapuas, dengan peserta Pramuka yang mengikuti Tari Badengkoy ini merupakan para pelajar SD, SMP dan SMA sederajat, serta dewan guru se-Kabupaten Kapuas,” kata Suwarno.

Pemecahan Rekor MURI ini, tambah Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kapuas itu, salah satu rangkaian memperingati dan memeriahkan hari jadi Kota Kuala Kapuas ke-213 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-68 tahun 2019.

“Untuk peserta yang paling banyak adalah Kecamatan Selat, dengan jumlah sebanyak 4 ribu lebih dan selebihnya di beberapa kecamatan lainnya,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Eksekutif Manager MURI Sri Widayati mengatakan bahwa Kabupaten Kapuas tercatat sebagai Rekor MURI yang ke-8.921, karena telah berhasil memecahkan Rekor MURI dengan jumlah peserta Tari Badengkoy pramuka terbanyak.

“Dan kami menganugerahkan piagamnya kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kapuas,” ujar Sri Widayati.
 

Pewarta: Kasriadi/Ronny NT
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Program KB masih disalahpahami sebagian masyarakat, ujar legislator RI

Untuk itu, sosialisasi program pembangunan keluarga harus terus disampaikan BKKBN kepada masyarakat agar program KB bisa menciptakan keluarga sejahtera,

Palangka Raya (ANTARA) – Legislator RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Hang Ali Saputra Syah Pahan mengatakan sebagian masyarakat masih salah memahami konsep program Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan pemerintah.

“Saat ini masih banyak masyarakat yang belum paham makna program KB dan ini hanya terkait alat kontrasepsi,” katanya di Palangka Raya, Sabtu.

Padahal, lanjut politisi PAN itu, program KB merupakan program pemerintah yang bertujuan membangun keluarga, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan keluarga berkualitas.

Jangkauan programnya pun bukan hanya terkait penggunaan alat kontrasepsi melainkan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas keluarga termasuk dilakukan dengan pembinaan, pelatihan dan pendampingan keluarga.

“Untuk itu, sosialisasi program pembangunan keluarga harus terus disampaikan BKKBN kepada masyarakat agar program KB bisa menciptakan keluarga sejahtera,” kata anggota Komisi IX DPR RI itu.

Di lokasi yang sama, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah, Satyawati Kusumawati mengatakan pembangunan keluarga dapat diartikan merencanakan masa depan keluarga.

“Artinya kapan mau menikah, kapan punya anak, anaknya mau dikemanakan harus direncanakan sejak dini sehingga nantinya semakin siap menjalani kehidupan berkeluarga,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut dia sasaran sosialisasi itu difokuskan pada para remaja dan orang tua yang memiliki anak usia remaja.

“Jika remaja saat ini berkualitas, maka nantinya mereka akan bisa menghasilkan anak berkualitas yang memiliki daya saing menghadapi dan menuju masa depan hidup sejahtera,” ujarnya.

Pernyataan itu diungkapkan dia disela acara sosialisasi program pembangunan keluarga oleh BKKBN perwakilan Kalimantan Tengah bersama mitra di Palangka Raya dan diikuti ratusan peserta.

Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti : kampus perlu “link and match” dengan industri

Bandung (ANTARA) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi harus melakukan “link and match” atau keterhubungan dan penyesuaian dengan dunia industri agar lulusan yang dihasilkan terserap industri.

“Saya sering ke Kamar Dagang Indonesia (KADIN), mereka mengeluhkan susahnya mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Menristekdikti saat peringatan Dies Natalis Universitas Pasundan di Bandung, Sabtu.

Nasir menjelaskan dunia industri membutuhkan banyak tenaga kerja, akan tetapi lulusan perguruan tinggi banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Dia mengatakan ada perbedaan yang jauh antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

Untuk menjembatani hal itu, kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai perubahan peraturan. Mulai dari diubahnya peraturan mengenai nomenklatur program studi, sehingga perguruan tinggi bisa menyelenggarakan program studi kekinian.

Kemudian, pihaknya juga mengajak para praktisi untuk mengajar di perguruan tinggi.

Menurut dia, sekarang untuk menjadi dosen tidak lagi harus lulusan pascasarjana, tetapi bisa lulusan diploma atau sarjana yang memiliki kompetensi yang baik di bidangnya. Kompetensi tersebut disetarakan melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Sehingga nantinya dengan diajar praktisi yang ahli dibidangnya, maka lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menristekdikti juga menyinggung mengenai Revolusi Industri 4.0, yang telah mengubah kehidupan manusia hingga ke tingkat paling dasar. Untuk itu, perlu adanya perubahan cara pandang dalam banyak hal.

Nasir juga meminta mahasiswa untuk menguasai tiga literasi yakni literasi data, literasi teknologi dan literasi bahasa.

Menurut dia, selama ini, data yang banyak tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Begitu juga dengan teknologi yang harus dikuasai. Sementara literasi bahasa perlu dikuasai.

Ia juga meminta agar memasukkan literasi manusia, yang mana berisi dengan nilai-nilai kejujuran dan antikorupsi.
 

Pewarta: Indriani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kebakaran gudang penyimpanan plastik

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan plastik bekas di di Sukahati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah itu dapat dipadamkan setelah 9 unit mobil pemdam kebakaran dikerahkan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/ama.

BI dorong Pemprov Kepri kembangkan pariwisata

(Antara)- Bank Indonesia mendorong Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengembangkan sektor pariwisata untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang melemah sepanjang dua tahun terakhir. Sebab menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, Kepri memiliki banyak potensi seperti pulau Bintan, Anambas, dan Kampung Vietnam di Batam.

Daerah 3T akan dijangkau pembelajaran jarak jauh, kata Menristekdikti

Target kita nantinya, satu dosen untuk 1.000 mahasiswa,

Bandung (ANTARA) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan menjangkau mahasiswa di daerah terdepan, tertinggal dan terpencil (3T).

“Pembelajaran jarak jauh akan menjangkau daerah 3T. Dengan PJJ ini akan memberikan kesempatan pada anak Indonesia untuk meraih pendidikan tinggi tanpa harus keluar dari daerahnya,” ujar Menristekdikti usai wisuda Universitas Pasundan di Bandung, Sabtu.

Dia menambahkan dengan adanya PJJ akan menghemat banyak pengeluaran, seperti untuk kos, makan maupun transportasi. Ke depan, dengan PJJ satu dosen tidak lagi mengajar satu kelas mahasiswa tetapi bisa mengajar 1.000 mahasiswa.

“Target kita nantinya, satu dosen untuk 1.000 mahasiswa,” tambahnya.

Dengan adanya PJJ tersebut, Nasir berharap akan bisa meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) seperti di negara tetangga. Saat ini APK pendidikan tinggi Indonesia baru pada angka 34,5 persen, sementara Malaysia sebesar 39 persen, Singapura mencapai 78 persen, dan Korea Selatan sebanyak 92 persen.

Menurut Nasir, untuk itu perlu melakukan perubahan dengan PJJ tersebut, sehingga bisa memberikan layanan pendidikan tinggi hingga ke pelosok negeri.

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung banyak perguruan tinggi di Tanah Air yang mencapai 4.713 sementara penduduknya hanya 260 juta jiwa. Bandingkan dengan Tiongkok yang jumlah perguruan tingginya sekitar 2.824 dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,4 miliar jiwa. Menurut dia, perguruan tinggi di Tiongkok sedikit, tapi mempunyai kualitas kelas dunia.

Untuk itu, dia meminta perguruan tinggi di Tanah Air terutama yang kecil-kecil untuk melakukan merger, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi tersebut.

Nasir menyebutkan saat ini baru 50 perguruan tinggi yang melakukan merger. Ke depan, dia berharap akan semakin banyak perguruan tinggi yang melakukan merger.

“Harapannya, perguruan tinggi kualitasnya semakin baik dan bisa menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dengan baik pula,” harapnya.

Pewarta: Indriani
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

70 persen prodi UNP ditargetkan terakreditasi A pada 2021, ujar rektor

Total hingga saat ini ada 35 persen dari 101 program studi yang ada sudah terakreditasi A dan target kita jelas pada akhir 2021 sebanyak 70 persen program studi menjadi A,

Padang, (ANTARA) – Universitas Negeri Padang (UNP) Sumatera Barat menargetkan 70 persen program studi (prodi) di kampus tersebut terkareditasi A pada 2021.

Rektor UNP Prof Ganefri saat wisuda ke-114 kampus itu di Padang, Sabtu, mengatakan pada Maret 2019 Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah memberikan sertifikat akreditasi A kepada 36 program studi terhadap PTN tersebut.

“Total hingga saat ini ada 35 persen dari 101 program studi yang ada sudah terakreditasi A dan target kita jelas pada akhir 2021 sebanyak 70 persen program studi menjadi A,” tambah dia.

Saat ini UNP berhasil berdiri sejajar dengan 55 perguruan berakreditasi A dari total jumlah perguruan tinggi di Indonesia sebanyak 4.455 perguruan tinggi.

Bahkan, lanjutnnya UNP telah melakukan lompatan yang cukup tinggi dalam klaterisasi perguruan tinggi yang dikeluarkan Kemenristekdikti dari peringkat ke-67 pada 2017 naik menjadi peringkat ke-26 pada 2018.

Untuk menunjang hal tersebut, pihaknya berupaya dengan memperbanyak publikasi riset internasional. Pada 2017 jumlah publikasi yang dihasilkan adalah sebesar 1.241 kemudian naik sebesar 1.513 artikel pada 2018 atau naik 27 persen.

“Kita terus berupaya mendorong dosen untuk riset karena melalui riset ilmu pengetahuan yang ada dapat dikembangkan. Kita terus bangun budaya riset di kampus ini dan bagi dosen yang tidak riset akan dikenakan sanksi yakni tidak diberi tunjangan profesi,” kata dia.

Dalam rapat wisuda terbuka UNP ke-114 pihaknya mewisuda 1.689 orang yang terdiri dari 25 orang dari diploma 2, 127 orang diploma 3, 908 orang dari S1 dan D4 kependidikan.

Kemudian 386 orang S1 dan D4 Non Kependidikan, 25 orang profesi konselor, 212 orang magister dan enam orang doktor.

“Kami berharap ilmu yang mereka dapatkan dapat bermanfaat bagi masyarakat nusa bangsa dan agama nantinya,” tambah dia.

Sementara Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengapresiasi langkah yang dilakukan rektor dan jajarannya yang mampu membawa kampus tersebut menuju arah yang lebih baik.

“Dulu UNP tertinggal dan sekarang mulai berbeah salah satunya dengan melakukan kerja sama baik dengan kampus di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baubau anggarkan Rp600 juta untuk insentif imam masjid

Baubau, Sulawesi Utara (ANTARA) – Pemerintah Kota Baubau mengalokasikan anggaran Rp600 juta lebih dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk insentif para imam masjid tahun 2019.

Kepala Sub Bagian Keagamaan dan Ormas Sekretariat Daerah Baubau La Ode Asrul pada Sabtu mengemukakan pemerintah kota memberikan insentif kepada 70 imam masjid lingkungan, 41 imam masjid kelurahan, delapan imam masjid besar kecamatan, tujuh imam masjid raya, dan empat imam masjid Islamic Center.

“Pemkot juga alokasikan anggaran untuk insentif perangkat masjid budaya yang terdiri dari 24 orang perangkat Masjid Keraton, dan tujuh orang perangkat masjid Baadia,” kata Asrul.

Ia menambahkan pemerintah menyiapkan insentif bulanan bagi para imam dan perangkat masjid dan memberikannya per triwulan.

Wali Kota Baubau AS Tamrin sudah menyerahkan secara simbolis insentif untuk triwulan pertama tahun ini kepada perwakilan imam masjid di Aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau.

Asrul mengatakan nilai insentif untuk imam masjid lingkungan Rp600 ribu per triwulan, imam masjid kelurahan Rp750 ribu per triwulan, dan imam masjid kecamatan Rp900 ribu per triwulan.

“Sedangkan insentif untuk perangkat masjid budaya disesuaikan dengan jabatannya,” katanya.

Pewarta: Abdul Azis Senong
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini harapan dari studi banding perangkat desa ke China

Mudah-mudahan dengan semangat kami semua, kalau di China butuh 40 tahun, semoga di Indonesia bisa 10 sampai 20 tahun untuk mengubah Indonesia. Karena kami punya impian untuk mengubah desa di Indonesia menjadi desa maju seperti di Tiongkok,

Jakarta (ANTARA) – Peserta studi banding pedesaan China bertekad untuk menerapkan program-program unggulan yang akan didapatkan selama di Negeri Tirai Bambu untuk diterapkan di Indonesia.

“Belum sampai ke Tiongkok, tapi kami sudah sangat bangga sekali. Kami akan belajar sungguh-sungguh di Tiongkok. Kami akan bawa perubahan untuk desa di Indonesia setelah kami pulang dari Tiongkok,” kata Kepala Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang, Udi Hartoko dalam keterangan tertulis Kementerian Desa yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Seperti diketahui, China dikenal sebagai negara yang berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan hingga 100 kali lipat dalam 40 tahun, yakni dari 20 dollar AS menjadi 2.000 dollar AS.

Udi yang termotivasi dari keberhasilan tersebut berharap Indonesia mampu meraih keberhasilan serupa dalam waktu 10 sampai 20 tahun.

“Mudah-mudahan dengan semangat kami semua, kalau di China butuh 40 tahun, semoga di Indonesia bisa 10 sampai 20 tahun untuk mengubah Indonesia. Karena kami punya impian untuk mengubah desa di Indonesia menjadi desa maju seperti di Tiongkok,” tambahnya

Terkait studi banding, Udi berterimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan kesempatan untuk belajar memajukan desa dari contoh berhasil di negara lain. Ia juga berterimakasih kepada Kedutaan Besar China yang telah menerima kepala desa, pendamping desa, dan pegiat desa Indonesia untuk belajar di China.

“Semoga ini menjadi sesuatu yang istimewa bagi kita semuanya. Dan ini akan kami ceritakan pengalaman kami kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bagi kami dan masyarakat, inilah sejarah yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo telah melepas sejumlah kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa yang akan mengikuti studi banding ke negara Korea dan China.

Rencananya, studi banding perdesaan ini juga akan dilaksanakan di beberapa negara lain seperti India, Malaysia, dan beberapa negara yang memiliki keberhasilan mengelola perdesaan lainnya.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden tinjau pencairan dana bantuan gempa Lombok

(Antara)- Presiden RI Joko Widodo meninjau proses percepatan pencairan dana bantuan bagi korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tengara Barat (NTB), Jumat ini.  Di hadapan  penerima bantuan, presiden mengungkapkan lamanya proses pencairan meskipun dana bantuan telah masuk ke rekening penerima bantuan, karena pemerintah harus lebih berhati hatI agar tidak menjadi masalah di kemudian hari . Meskipun demikian, pemerintah  telah menyederhanakan proses pencairan dana dari 17 prosedur menjadi 4 prosedur.

Pendamping desa asal Nias ikut studi banding ke China

Nias (ANTARA) – Pendamping Desa asal Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Berkati Ndraha, mengikuti Program Benchmarking atau studi banding ke China yang merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Iya bang, kami dikirim ke China untuk mengikuti Program Bencmarking,” kata Berkati Ndraha melalui pesat singkat yang diterima, Sabtu.

Program Benchmarking merupakan upaya pemerintah memperkuat kepala desa, pendamping desa dan penggiat desa dalam mendukung program pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kepala desa dan pendamping desa yang dikirim mengikuti Benchmarking adalah kepala desa dan pendamping desa yang lolos evaluasi kinerja dan berdasarkan masukan dari berbagai pihak.

Menurut Berkati yang kini telah tiba di China, peserta program itu sebanyak 15 orang, yaitu lima orang kepala desa dan sepuluh orang pendamping desa.

“Ke-15 peserta dikirim ke China dan Korea, dan saya salah satu yang dikirim ke China,” katanya yang menjadi pendamping desa di Desa Hilizoi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias.

Ia mengatakan dari 15 peserta Benchmarking, hanya ada dua peserta dari Sumatera Utara, selain dirinya dari Kabupaten Nias dan satu lagi dari Kabupaten Batubara.

“Kami kemarin dilepas langsung oleh Menteri Desa, PDTT Eko Putro Sandjojo,” katanya yang mengikuti Benchmarking di China mulai tanggal 23 Maret sampai 2 April 2019, 

Sebelum berangkat, para peserta Benchmarking dijamu terlebih dahulu oleh Duta Besar China untuk Indonesia di kantor Kedutaan China.

Dia berharap bisa mendapat peningkatan dan wawasan tentang penataan desa dan pengembangan ekonomi pertanian selama mengikuti Benchmarking di China.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo  studi banding ke luar negeri itu diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan dan pembangunan desa. Selain itu, para peserta dapat membangun jaringan, menambah pengetahuan dan membuka pasar antarkepala desa dengan mitra luar negeri. Eko menambahkan bahwa untuk tahun ini, Kemendes PDTT telah merencanakan akan mengirim seribu peserta dari kepala desa, penggiat desa dan pendamping desa ke sejumlah negara lainnya untuk studi banding seperti ke negara Jepang, Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Baca juga: Kemendes Maret ini berangkatkan 20 kades ke luar negeri
Baca juga: Menteri: Dana desa 2019 dapat difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat
Baca juga: Mendes sebut pengelolaan dana desa semakin baik

Pewarta: Juraidi dan irwanto
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNPT gelar forum silahturahmi korban bom

(Antara) – Korban (penyintas) tindak pidana terorisme selama ini  kurang mendapat perhatian dalam menjalani kehidupannya, untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai koordinator pelaksana penanggulangan terorisme di Indonesia mengadakan forum silahturahmi penyintas (korban bom) 2019 di kawasan Hotel Kuta , Kabupaten , Bali.

Pemerintah didesak serahkan pemilihan rektor perguruan agama ke senat

Ini langkah baik untuk Kemenag maupun untuk perguruan tinggi keagamaan…

Jakarta (ANTARA) – Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) mendesak pemerintah untuk menyerahkan kembali mekanisme pemilihan rektor perguruan tinggi keagamaan kepada senat sebagaimana sebelum penerapan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015.

Ketua Presidium APTSI Alfian Usman dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, menjelaskan peraturan menteri agama tentang pengangkatan dan pemberhentian rektor dan ketua perguruan tinggi keagamaan yang diselenggarakan oleh pemerintah mengamanatkan penetapan rektor perguruan tinggi keagamaan oleh menteri agama setelah universitas mengajukan tiga kandidat.

“Kami melihat penetapan dan pengangkatan rektor perguruan tinggi keagamaan ini rawan sekali potensi korupsinya. Potensi negatif lainnya adalah menimbulkan ketidakharmonisan hubungan antar-civitas akademika di perguruan tinggi keagamaan,” kata Alfian.

Dia berpendapat mengembalikan mekanisme pemilihan rektor perguruan tinggi keagamaan kepada senat seperti semula merupakan solusi menekan potensi korupsi dalam penetapan rektor perguruan tinggi keagamaan.

“Ini langkah baik untuk Kemenag maupun untuk perguruan tinggi keagamaan. Sebenarnya, ketika tahun 2015 PMA ini disahkan sudah banyak protes. Misalnya pada tahun 2016, sebanyak 300 Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) mendatangi DPR meminta PMA itu dicabut,” jelas dia. 

APTSI berharap pemerintah mengkaji kembali penerapan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah.

Alfian mengatakan APTSI tidak ingin citra Kementerian Agama semakin buruk akibat praktik politik uang dalam pemilihan rektor yang melibatkan oknum-oknum kementerian dan partai tertentu.

“Kami meminta kepada presiden baru yang terpilih nanti agar memperbaiki Kementerian Agama. Jangan ada lagi para guru-guru kita dimintai uang untuk menjadi rektor. Jangan sampai ada jabatan rektor diberikan kepada orang yang menyuap untuk mendapatkannya, karena itu merusak sistem pendidikan,” katanya.

“Bagaimana pendidikan kita bisa bersaing dengan negara lain, jika pemilihan rektor di Indonesia menggunakan politik uang yang merusak sistem merit,” ia menambahkan.

APTSI menyelenggarakan konferensi pers menyusul pernyataan Mahfud MD dalam program Indonesia Lawyer Club di TV One mengenai indikasi kecurangan pada pemilihan rektor di beberapa perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.

Konferensi pers itu antara lain dihadiri oleh Adhyaksa Dault dari IPB, Chairul Anwar dari Trisakti, dan Sekretaris Jenderal APTSI M Elrick.

Baca juga:
Rommy bantah terlibat jual beli jabatan rektor
KPK akan panggil Menag Lukman Hakim

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pempek kapal selam, kuliner khas Palembang bercita rasa “besar”

Palembang (ANTARA) – Berbicara kapal selam, sebagian orang akan merujuk pada sebuah kapal yang beroperasi di bawah permukaan air untuk kepentingan militer.

Jika menyebutkan kapal selam itu sebagai nama dari kuliner khas Palembang yakni pempek, maka definisi harfiahnya sungguh berbeda.

Karena itu kata “kapal selam” sering menjadi bahan candaan di masyarakat. “Kapal selam saja dimakan di Palembang ini,” demikian candaan yang biasa terdengar.

Pempek atau sering juga disebutkan empek-empek, merupakan makanan yang sangat terkenal di Indonesia, bahkan hingga mancanegara.

Empek-empek ini memiliki banyak varian yang dapat memanjakan lidah para penjelajah rasa, mulai dari pempek keriting, adaan, kulit, lenjer, pistel, telok, dos, pempek kapal selam, dan pempek panggang.

Namun, ketika menyebut pempek kapal selam maka sejumlah orang agak terperangah membayangkan bahwa ada pempek seukuran kapal di laut.

Seperti halnya varian pempek lainnya yang berbahan ikan, pempek kapal selam sedikit unik dari sisi ukuran. Ukurannya relatif lebih besar dibandingkan pempek “kecil”, karena memang disiapkan untuk menampung satu butir telur.

Amelia, pemilik toko dalam jaringan pempek “Berkah” membagi resep membuat pempek kapal selam ini.

Pertama, ia menyiapkan bahan-bahannya, yakni ikan tengiri 500 gram (diambil dagingnya lalu dihaluskan). Bahan lainnya adalah tepung tapioka  500 gram dan telur ayam dua butir (untuk adonan), kuning telur sesuai banyaknya pempek yang dibuat (untuk isian), air es, tiga siung bawang putih dan garam.

Cara membuatnya, masukkan terlebih dahulu ikan tengiri yang telah dihaluskan ke dalam sebuah wadah lalu tambahkan bawang putih dan garam yang telah dihaluskan. Lalu, masukkan dua butir telur agar pempek yang dihasilkan lebih lembut, tambahkan air es. Setelah semua bahan tercampur rata, baru masukkan tepung tapioka.

Semua bahan kemudian diaduk rata hingga kalis dan tidak lengket bila dibentuk adonan. Dapat pula ditambahkan tepung tapiokanya bila adonan masih lengket.

Lalu, bentuk adonan pempek kapal selam seperti mangkuk. Masukkan satu butir kuning telur untuk setiap pempek kemudian tutup kembali hingga rapat dan membentuk seperti kue pistel.

Setelah adonan terbentuk semua, lalu panaskan air untuk merebus adonan. Masukkan pempek kapal selam satu per satu ke dalam air yang telah mendidih dan angkat bila telah timbul ke atas. Kemudian, goreng pempek tersebut dengan minyak panas.

Pempek dalam penyajian biasanya ditemani oleh saus berwarna hitam kecokelat-cokelatan yang disebut cuka. Rasa pedas yang ditimbulkan cuka diharapkan dapat meningkatkan selera.

Untuk membuat saus cuka dibutuhkan bahan-bahan sebagai bumbu, yakni cabai rawit, bawang putih dan garam yang ditumbuk hingga halus. Kemudian bumbu ini dimasukkan dalam panci, lalu tambahkan asam jawa, gula aren serta cuka makan. Tambahkan juga satu gelas air dan rebus hingga mendidih.

Cara penyajiannya, yakni pempek kapal selam yang telah digoreng dibelah menjadi empat atau sesuai selera. Letakkan ke dalam piring atau mangkuk dan sajikan bersama cuka pempek. Tambahkan mentimun yang telah dicincang untuk menambah kenikmatan.

Menyantap pempek memiliki kekhasan tersendiri karena makanan berbahan ikan ini selalu disajikan dengan cuka atau lazim disebut “cuko”. Warga Palembang sering mengatakan dengan istilah “ngirop cuko”.

Ada hal menarik terkait dengan “cuko” karena gula merahnya mesti berasal dari Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, jika ingin mendapatkan rasa kelas wahid.

Choirul Dedy Kurniawan (24), pemilik bisnis daring “pempek meledos” yang sudah eksis sejak dua tahun terakhir, mengatakan kondisi ini juga yang menyebabkan bisnis daring pempek cukup berjaya karena penikmat pempek mengetahui bahwa “cuko” yang enak harus asli buatan warga Palembang.

“Pempek, mungkin bisa dibuat di daerah lain karena banyak juga daerah yang memiliki sungai tapi untuk ‘cuko-nya’ ini yang sulit. Jika pakai gula merah selain dari Lubuklinggau maka akan terasa beda,” kata Dedy, pelaku usaha yang sudah mengirimkan pempek hingga Aceh dan Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu.

Sejarah Pempek
Berdasarkan situs wikipedia.com, disebutkan sekitar 1617 ada seorang “apek” berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi). Ia prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang.

Lalu, ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain, yakni dengan mencampur daging ikan giling dan tepung tapioka.

Makanan ini kemudian dijajakan oleh para “apek” dengan bersepeda keliling kota sehingga warga memanggil penjualnya dengan sebutan “pek-apek”.

Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu, velocipede (sepeda) baru dikenal di Prancis dan Jerman pada abad 18.

Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Tiongkok, seperti bakso ikan, kekian, ataupun ngohyang.

Pada awalnya, pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Pada perkembangan selanjutnya kemudian digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman dan bujuk. Bahkan jenis ikan laut, seperti tengiri, kakap merah, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah.

Dari satu adonan pempek, ada banyak makanan yang bisa dihasilkan sesuai dengan komposisi maupun proses pengolahan akhir dan pola penyajian, di antaranya laksan, tekwan, model, celimpungan, dan lenggang.

Laksan dan celimpungan disajikan dalam kuah yang mengandung santan, sedangkan model dan tekwan disajikan dalam kuah yang mengandung kuping gajah, kepala udang, bengkuang, serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng, serta bumbu lainnya.

Varian baru juga mulai bermunculan, seperti pempek keju, pempek bakso sapi, pempek sosis, serta pempek lenggang keju yang dipanggang di wajan antilengket, serta pempek dengan bahan dasar terigu dan nasi sebagai pengganti ikan.

Saat ini terbilang sulit untuk mengatakan bahwa pempek hanya bisa ditemui di Palembang sebagai pusatnya karena semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya.

Oleh Dolly Rosana
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi melayat ke rumah duka Ketum Seknas Pemenangan

(Antara)- Calon Presiden nomor urut 01  Joko Widodo melayat ke rumah duka Muhammad Yamin, yang merupakan Ketua Umum Seknas Jokowi sekaligus Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sleman, Yogyakarta. Bersama Isterinya  Iriana Joko Widodo menyampaikan ungkapan duka kepada isteri almarhum Yuni Satia Rahayu yang juga mantan Wakil Bupati Sleman.

Seminggu pascabanjir bandang Sentani

Petugas Basarnas melintas di atas aliran sungai ketika mencari korban di Kampung Hinekomba, Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (23/3/2019). Hingga seminggu pascabanjir bandang Sentani, sejumlah kampung terdampak peristiwa tersebut masih terendam endapan pasir, bongkahan kayu dan banjir. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/foc.