Raker perlindungan tenaga kerja migran Indonesia

Raker perlindungan tenaga kerja migran Indonesia

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kanan) berbincang dengan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019). Rapat kerja tersebut beragendakan membahas tentang penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

Pengerjaan LRT Jabodebek tanpa Masinis capai 15 persen

544 Views

(Antara) – PT Industri Kereta Api Persero (INKA) menyatakan pengerjaan proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek), yang merupakan pesanan PT KAI (Persero) hingga kini telah mencapai 15 persen.

Ribuan arsip Kementerian Sosial dimusnahkan

Jakarta (ANTARA News) – Sekitar 10.000 arsip di Kementerian Sosial dimusnahkan guna mengurangi jumlah arsip yang sudah tidak bernilai guna.

“Ada 5.390 arsip dari Direktorat Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial (PSDBS) dan 3.994 arsip dari Direktorat Rehabilitasi Sosial yang akan dimusnahkan,” kata Kepala Biro Umum Kementerian Sosial, Adi Wahyono di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, pemusnahan arsip-arsip tersebut dilaksanakan setelah memenuhi prosedur yang ditetapkan dalam peraturan.

Prosedurnya yakni sudah dibentuk panitia penilai arsip, sudah dilakukan penyeleksian arsip, pembuatan daftar arsip usul musnah oleh arsiparis.

Kemudian, sudah dilakukan penilaian oleh panitia penilai arsip. Permintaan persetujuan dari pimpinan pencipta arsip, penetapan arsip yang akan dimusnahkan dan pembuatan berita acara pemusnahan.

Pemusnahan akan dilakukan di Depo Pemusnahan arsip milik PT Putra Duta Buana Sentosa (Indo Arsip) di Karawang, Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Hartono Laras, mengatakan pemusnahan arsip tersebut yang pertama kali dilakukan di Kementerian Sosial.

“Arsip yang dimusnahkan adalah yang tidak ada nilai guna lagi. Kalau tidak kita musnahkan akan memenuhi daya tampung gedung ini,” katanya.

Kasubdit Akuisisi, Deputi Konservasi Arsip, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Tato Pujianto, mengatakan, arsip Kementerian Sosial yang akan dimusnahkan memang sudah tidak bernilai guna, baik nilai guna bagi penciptaannya dan bangsa.

Selain itu, arsip-arsip tersebut juga telah habis jangka simpannya. Dia menyatakan, usia arsip bervariasi sangat tergantung jenisnya.

“Arsip yang akan dimusnahkan juga sudah tidak terkait masalah hukum,” kata Tato

Terkait pemusnahan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dibakar atau dicacah yang penting harus total baik informasi maupun fisik, katanya.*

Baca juga: Kemensos serahkan 100 arsip kepahlawanan ke Arsip Nasional

Baca juga: ANRI berupaya rampungkan digitalisasi arsip

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPPPA dorong aturan pengasuhan anak yang menyeluruh

Jakarta (Antara) – Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin mendorong agar ada aturan tentang pengasuhan anak yang menyeluruh dalam bentuk undang-undang.

“Kementerian sudah memiliki naskah akademiknya, tetapi hingga saat ini belum ada aturan tentang pengasuhan anak yang menyeluruh,” kata Lenny dihubungi di Jakarta, Rabu.

Lenny mengatakan aturan tentang pengasuhan anak yang menyeluruh juga akan berhubungan dengan proses adopsi anak, waris dan lain-lain.

Menurut Lenny, pengasuhan anak yang ideal adalah oleh orang tua kandungnya. Bila karena satu dan lain hal orang tua kandungnya tidak bisa memberikan pengasuhan, maka dilakukan pengasuhan alternatif.

“Kemudian, pengasuhan anak bisa dilakukan oleh keluarga sedarah sampai dengan derajat ketiga, orang tua asuh, wali, orang tua angkat hingga diambil alih oleh negara melalui lembaga pengasuhan anak,” tuturnya.

Sebelumnya, Andini, anak perempuan berusia 14 tahun dari Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi pemberitaan media karena harus mengasuh dua adiknya yang masih balita seorang diri.

Kisah perjuangan Andini juga menyebar luas di media sosial. Andini terpaksa berhenti sekolah karena harus mengurus dua adiknya, Sidratul Jannah yang berusia empat bulan dan Purwanti yang berumur 1,8 tahun.

Ibunya telah meninggal karena sakit tuberkolosis awal 2019 sedangkan ayahnya pergi meninggalkan keluarganya.*

Baca juga: KPAI minta pemerintah daerah perhatikan Andini

Baca juga: Kemensos berikan pendampingan untuk Andini
 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir dan longsor terjang empat desa di Aceh Tenggara

Banda Aceh (ANTARA News) – Bencana banjir dan tanah longsor akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, telah menerjang sedikitnya empat gampong atau desa di empat kecamatan di Aceh Tenggara pada Selasa (15/1) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek, di Banda Aceh, Rabu, mengatakan, tanah longsor terjadi di beberapa titik di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara.

Sedangkan empat desa dilanda banjir, yakni Natam Lama di Badar, Perapat Titi Panjang dan Gumpang Jaya di Babussalam, dan Desa Bambel di Bambel.

Ia mengemukakan, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara hingga kini sedang melakukan penangganan terhadap korban terdampak banjir, dan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Termasuk mendata dampak bencana banjir dan tanah longsor, seperti material, korban terdampak, dan mereka yang terpaksa mengungsi sejak Selasa(15/1) malam.

“Alhamdulillah, untuk sementara ini dari laporan BPBD Aceh Tenggara tidak ada korban jiwa. Namun kita masih melakukan pendataan di lapangan,” kata Ahmad.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh pekan lalu menyatakan, dewasa ini cuaca buruk akibat hujan yang tinggi mulai berkurang baik intensitas maupun kualitas yang terjadi di provinsi itu.

“Memasuki Januari 2018, banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi telah berkurang,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blangbintang, Aceh, Zakaria Ahmad.

Ia menambahkan, kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari 2019 yang ditandai mulai dengan hadirnya awan Comulonimbus atau awan CB, dan melanda sejumlah daerah di Aceh, seperti wilayah Tengah, Barat-Selatan, dan Timur.*

Baca juga: Banjir dan longsor landa Pidie

Baca juga: Sejumlah tanggul jebol, banjir kepung Aceh Tenggara

Baca juga: Banjir bandang terjang Aceh Tenggara

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Beberapa wilayah di Kebumen dilanda banjir dan longsor

Kebumen (ANTARA News) – Beberapa wilayah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan yang terjadi di daerah tersebut sejak Selasa (15/1) sore.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Kebumen, Muhyidin, di Kebumen, Rabu, mengatakan, hujan yang terjadi sejak kemarin, meskipun tidak terus menerus mengakibatkan timbulnya genangan air dan tanggul jebol.

Ia menyatakan, beberapa wilayah yang dilanda banjir, antara lain di Kecamatan Karanganyar, Alian, Adimulyo, dan Pejagoan.

Menurut dia, sebagian besar banjir menggenangi areal persawahan mencapai ratusan hektare. Selain itu, menggenangi beberapa ruas jalan, tetapi masih bisa dilalui arus lalu lintas.

“Memang beberapa ruas jalan ada yang tergenang banjir, tetapi tidak sampai memutuskan arus lalu lintas. Banjir sebagian besar menggenangi areal persawahan, tidak sampai menggenangi permukiman,” katanya.

Ia mengemukakan, tanggul jebol mengakibatkan banjir di Desa Wanareja, Kecamatan Karanganyar sehingga tujuh rumah terdampak banjir. Selain banjir di wilayah tersebut juga terdapat pohon kelapa tumbang mengenai dua rumah.

Pohon tumbang juga terjadi di Dusun Kebulen, Desa Sidarum, Kecamatan Sempor mengenai bagian depan rumah warga atas nama Suparmin (64).

Ia mengatakan, luapan Sungai Karanganyar menggenangi areal persawahan di Desa Meles, Desa Karangmiri, dan Desa Plarangan.

Banjir juga terjadi di Dusun Jonggol, Desa Aditirto, Kecamatan Pejagoan.

Selain banjir, beberapa wilayah juga terjadi tanah longsor, yakni di Desa Tanjungseto, Kecamatan Sempor, mengakibatkan satu rumah terdampak.

Kemudian di Desa Wanakrama, Kecamatan Alian longsor menutupi jalan menuju Wadaslintang. Saat ini sedang didatangkan alat berat untuk membuka akses jalan tersebut.

“Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian bencana di beberapa wilayah tersebut,” kata Muhyidin.*

Baca juga: Kendaraan jalur Banjarnegara-Kebumen terganggu longsor

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditemukan ribuan data ganda peserta BPJS Kesehatan

Penajam (ANTARA News) – Berdasarkan hasil validasi dan verifikasi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terhadap data kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan ditemukan indikasi data kepesertaan ganda sedikitnya 4.769 jiwa.

“Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah melakukan pendataan ulang terhadap data kepesertaan BPJS Kesehatan di daerah ini,” kata Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar ketika ditemui di Penajam.

Hasil verifikasi dan validasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Penajam Paser tersebut terdapat 4.769 jiwa peserta BPJS Kesehatan dengan NIK (nomor induk kependudukan) yang sama atau ganda, dan tercatat 4.745 jiwa tidak memiliki NIK.

Kemudian validasi dan verifikasi data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS yang dikelola BPJS tersebut juga menyebutkan sedikitnya 22.612 jiwa yang dinyatakan tidak teridentifikasi.

“Data kepesertaan JKN-KIS atau BPJS Kesehatan yang sah itu adalah NIK dan teridentifikasi penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Tohar.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara dinstruksikan berkoordinasi dengan BPJS Cabang Balikpapan untuk menyelesaikan persoalan data kepesertaan BPJS Kesehatan tersebut.

“Harus ada perbaikan database kepesertaan BPJS Kesehatan pada 2019. Kami minta segera ada perbaikan data itu, Paling lambat awal Maret 2019 sudah rampung,” kata Tohar.

Jika, mengacu pada hasil verifikasi dan validasi tersebut sebanyak 71.145 warga Kabupaten Penajam Paser Utara belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sebab hanya 103.621 jiwa yang dinyatakan sah dari 135.774 peserta BPJS Kesehatan di daerah itu per 1 Desember 2018.

Data tersebut berdasarkan hasil validasi dan verifikasi data kepesertaan JKN-KIS yang dikelola BPJS dan Penerima Bantuan Iuran atau PBI APBN, dengan data kependudukan Kabupaten Penajam Paser Utara 174.766 jiwa per 11 Januari 2019.

Jika jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut dikurangi dengan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan 135.774 jiwa, maka hanya sekitar 38.992 warga setempat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang dikelola BPJS.

Namun dari hasil verifikasi dan validasi tercatat sekitar 32.153 jiwa dinyatakan tidak memiliki NIK, kepesertaan ganda dan tidak teridentifikasi, sehingga jumlah warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan bertambah menjadi 71.145 jiwa.*

Baca juga: BPJS Kesehatan tunggak klaim RS Mitra Masyarakat Timika

Baca juga: PKJS UI: JKN masih salah dipahami

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ojek Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Ojek Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan

Pengojek ‘Rampi’ melewati jalan berlubang menuju Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (13/01/2019). Akses jalur darat menuju ke Rampi melewati jalan yang masih dalam proses pembukaan jalur baru dan jalan setapak hanya dapat diakses menggunakan transportasi ojek motor dengan tarif Rp1 juta per orang antar jemput Masamba-Rampi dengan waktu tempuh 10 jam sejauh 86 kilometer. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/hp.

Kehadiran Presiden di SICC sebagai dukungan pemerintah pada pensiunan

Sentul (ANTARA News) – Kehadiran Presiden Joko Widodo ke Sentul International City Center (SICC) dalam acara Program Wirausaha ASN & Pensiunan dianggap sebagai dukungan pemerintah kepada para pensiunan.

Direktur Utama PT Taspen (Persero) Iqbal Latanro saat menyampaikan laporan dalam acara  tersebut yang digelar di SICC, Sentul, Rabu, mengatakan kehadiran Presiden menjadi simbol bahwa pemerintah tidak pernah melupakan para purnatugas. 

“Yang dikhawatirkan para calon pensiunan adalah kualitas hidup masa tua, kesehatan fisik dan finansial, banyak calon pensiunan yang tidak siap pensiun sehingga banyak yang ingin usaha untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Pihaknya mencatat, sebanyak 7 dari 10 pensiunan harus melanjutkan bekerja untuk menyambung kebutuhan hidupnya.

“Dan 70 persen pensiunan banyak yang bergantung pada orang lain. Acara ini bertujuan memberikan semangat untuk para ASN agar berkarya terus di masa purnatugas,” katanya.

Pihaknya menegaskan akan berupaya terus untuk menyejahterakan purnatugas dan pensiun. 

Oleh karena itu, ia menyambut baik kehadiran Presiden Jokowi sebagai wujud kehadiran negara dalam upaya pemberdayaan terhadap para ASN dan pensiunan di Tanah Air.

Presiden Jokowi hadir didampingi sejumlah menteri di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, dan Walikota Bogor Bima Arya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara itu mengatakan banyak ASN yang merasa khawatir saat memasuki usia pensiun.

“Tapi saya melihat bahwa sekarang ini juga yang namanya tunjangan yang diberikan oleh pemerintah kepada ASN kita menurut saya lebih dari cukup asal tidak konsumtif, asal bisa menabung, bisa mengelola keuangan dengan baik,” kata Presiden.

Ia pun berpesan kepada ribuan ASN dan pensiunan yang hadir untuk hati-hati dan cermat dalam mengelola uang tunjangan hari tua.

“Apabila pengelolaan keuangan ini benar, betul ini akan memberikan nilai tambah kesejaheraan bagi kita,” kata Presiden.

Pada kesempatan itu hadir 5.000 pensiunan dan ASN yang terdiri dari 4.000 ASN yang akan pensiun dalam 2-3 tahun ke depan dari Pemprov, Pemkot, Pemkab, Kementerian/Lembaga seluruh Indonesia dan 1.000 pensiunan yang sudah punya usaha sendiri.

Acara itu akan dirangkai dengan kisah sukses pensiunan ASN yang berwirausaha, pendampingan masuk e-commerce, bisnis waralaba, dan konsultasi pendampingan dari bank BUMN.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres JK-PM Kamboja temu bilateral di Lotus Blanc Resort Siem Reap

Siem Reap, Kamboja (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen melakukan pertemuan bilateral di Lotus Blanc Resort Siem Reap, Kamboja, Rabu pagi, untuk membicarakan perkembangan kerja sama dan penyerahan lukisan buatan seniman Indonesia.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 30 menit tersebut turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Sekretaris Wapres Mohamad Oemar, dan Mantan Ketua DPR Agung Laksono.

Dalam kesempatan itu, Wapres JK juga menyerahkan langsung lukisan wajah PM Hun Sen yang dibuat oleh seniman Indonesia, Firdaus Alamhudi.

Wamenlu AM Fachir mengatakan pertemuan kedua pemimpin negara tersebut antara lain membicarakan upaya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi.

“Kita surplusnya banyak dengan Kamboja, sekitar 400 juta (dolar AS) surplusnya. Dan kita berharap potensinya masih besar, serta ada peluang baru nanti yang bisa dikembangkan melalui kerja sama ekonomi,” kata AM Fachir di Siem Reap, Kamboja, Rabu.

Berdasarkan data KBRI Phnom Penh, data perdagangan bilateral Indonesia-Kamboja periode Januari hingga Oktober 2018 menunjukkan nilai surplus sebesar 401,6 juta dolar AS.

Nilai surplus tersebut dipengaruhi oleh komoditi ekspor Indonesia ke Kamboja, antara lain rokok kretek, batu bara, kendaraan tempur dan bagiannya, produk farmasi, peralatan listrik, pakaian jadi, karet dan alas kaki. Potensi komoditi ekspor baru yang mulai dijajaki Indonesia ke Kamboja adalah di sektor gas.

Kamboja merupakan pasar alternatif potensial bagi Indonesia, mengingat sektor industri riil di Kamboja belum sepenuhnya mampu memproduksi sendiri kebutuhan sehari-hari masyarakatnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan lukisan kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Sen di Lotus Blanc Siem Reap, Kamboja, Rabu (16/1/2019). (Biro Pers Setwapres)

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angka kemiskinan di Maluku Utara meningkat

Ternate (ANTARA News) – Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, angka kemiskinan di daerah ini pada september 2018 meningkat sebesar 81,93 ribu orang atau 6,62 persen.

Kepala BPS Malut, Misfarudin melalui siaran pers yang diterima Antara, di Ternate, Rabu, mengatakan, jumlah penduduk miskin di Malut pada September 2018 sebesar 81,93 ribu orang atau 6,62 persen dan dalam angka ini bertambah sekitar 0,5 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2018 yang sebesar 81,46 ribu orang atau 6,64 persen.

Selain itu, BPS Malut juga mengeluarkan data siswa miskin selama dua tahun terakhir yang turut mempengaruhi kenaikan angka penduduk miskin.

Data yang dirangkum oleh BPS pada Januari 2017 sampai Januari 2019, bahwa jumlah penduduk miskin di Malut semakin naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Misfaruddin, presentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 4,21 persen atau meningkat 0,41 poin dibandingkan dengan Maret 2018 yang tercatat sebesar 3,80 persen.

Sedangkan presentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 menurun 0,20 poin menjadi 7,58 persen dibandingkan keadaan pada maret 2018 yang sebesar 7,78 persen.

Sementara garis kemiskinan pada September 2018 adalah sebesar Rp 425.281, atau naik sekitar Rp 13,015 atau 3,16 persen dibanding keadaan Maret 2018 yang sebesar Rp 412.266.

“Pada periode Maret 2018-September 2018, indeks kedalaman kemiskinan mengalami sedikit peningkatan dari 0,892 pada Maret 2018 menjadi 1,248 pada september 2018 dan untuk Indeks Keparahan Kemiskinan juga meningkat dari 0,192 pada Maret 2018 menjadi 0,388 pada September 2018,” kata Misfaruddin.*

Baca juga: Jumlah warga miskin di pedesaan turun 1,29 juta

Baca juga: 2,06 juta jiwa lepas dari kemiskinan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hoaks, Konsumsi Baso dan Es Bersamaan Akibatkan Kanker

Jakarta (ANTARA/Jacx) – Dalam sebuah postingan di media sosial melalui platform Facebook terdapat informasi melalui video bahwa mengkonsumi baso bersamaan dengan minum air es dapat mengakibatkan kanker.

Klaim   : Bahaya makan Bakso yang disertai dengan minum es dapat menimbulkan Kanker.
Rating  : Salam/Misinformasi

Penjelasan :
Penelusuran dari Tim Anti Hoaks dan Radikalisme Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengutip dari media, Dekan Fakultas kedokteran UI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam mengatakan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan penyebab pasti munculnya sel kanker dalam tubuh seseorang.

Sementara itu dalam sebuah kesempatan, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan kepada masyarakat agar memperhatikan kesehatan lingkungan untuk mencegah dari terpapar  zat-zat penyebab kanker.

“Kanker itu secara teori pengaruh dari lingkungan, lingkungan itu cukup besar memengaruhi. Saya agak khawatir dengan kanker kalau lingkungan tidak diperbaiki kanker akan banyak sekali meningkat,” kata Nila di Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis, saat menanggapi penyakit yang dialami Ustad Arifin Ilham.

Dia menjelaskan tentang zat yang sifatnya karsinogenik yang bisa memicu sel tubuh normal berubah menjadi sel kanker bila terpapar secara terus-menerus oleh zat karsinogen.

Cek fakta: Menkes ingatkan kesehatan lingkungan untuk cegah kanker
Cek fakta: Deteksi dini untuk pencegahan kanker usus besar
Cek fakta: Indonesia adopsi penanganan penyakit kanker di tingkat Asia

  Tangkapan layar klarifikasi anti hoaks dari Tim Anti Hoaks dan Radikalisme Subdit Pengendalian Konten Internet Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pewarta:
Editor: Panca Hari Prabowo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diaktifkan, posko siaga demam berdarah

Minahasa Tenggara (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara menyiagakan posko demam berdarah membantu penanganan kasus yang disebabkan nyamuk aedes aegypti itu.

“Posko ini kami siapkan bagi masyarakat dan petugas yang ditempatkan akan merespon cepat jika terjadi kasus demam berdarah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Tenggara, Helni Ratuliu, di Ratakan, Rabu.

Posko tersebut untuk mempercepat langkah koordinasi dan komunikasi antarlini dinas kesehatan dalam menanggapi masalah kesehatan tersebut.

“Posko ini dibangun untuk memudahkan infomasi dan koordinasi dalam penanganan setiap kasus demam berdarah. Kami berharap posko ini dapat dimaksimalkan masyarakat,” ujarnya.

Helni mengatakan, masyarakat memiliki peran utama dalam melakukan pencegahan demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Meskipun kita telah berupaya, namun jika masyarakat abai pada kebersihan dan membersihkan lingkungan sekitar dari air tergenang maka kasus DBD akan tetap muncul,” katanya.

Program Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) plus, kata dia, terus disosialisasikan kepada masyarakat sehingga diharapkan memotivasi kesadaran menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.

Program “3M Plus” mencakup menguras, menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas.

Sedangkan langkah alternatif lainnya yaitu memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, tidak menggantung pakaian dalam kamar dan menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air.*

Baca juga: Kemenkes imbau faskes cepat tanggap kasus DBD

Baca juga: Demam berdarah renggut nyawa dua anak Sangihe-Sulut

Baca juga: Demam berdarah renggut tiga warga Sulut di awal 2019

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPJS Kesehatan tunggak klaim RS Mitra Masyarakat Timika

Timika (ANTARA News) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dilaporkan masih menunggak pembayaran klaim Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika pada 2018.

Ketua Yayasan Caritas Timika-Papua (YCTP), Yosep Yopi Kilangin di Timika, Rabu, meminta pihak BPJS-Kesehatan segera menyelesaikan pembayaran tunggakan klaim RSMM Timika tersebut mengingat biaya operasional yang dibutuhkan rumah sakit sangat besar.

“RSMM ada tunggakan juga, saya kurang tahu persis berapa besar, namun memang ada tunggakan klaim yang belum terbayarkan oleh BPJS-Kesehatan,” katanya.

Untuk diketahui, RSMM Timika merupakan rumah sakit swasta milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) yang dikelola oleh YCTP, sebuah yayasan yang bernaung di bawah Keuskupan Timika.

RSMM Timika telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak 2018.

Melalui kerja sama tersebut, puluhan ribu pasien yang berasal dari tujuh suku (Amungme, Kamoro, Damal, Dani, Nduga, Mee dan Moni) menjadi peserta program BPJS-Kesehatan, di mana iuran kepesertaan mereka ditanggung oleh Pemkab Mimika.

Adapun LPMAK akan membayar biaya subsidi yaitu selisih bayar antara tarif yang ditetapkan oleh BPJS-Kesehatan terhadap setiap jenis penyakit dengan tarif yang diberlakukan oleh manajemen RSMM Timika.

Yopi yang merupakan mantan Ketua DPRD Mimika berharap tidak ada persoalan serius dengan BPJS-Kesehatan agar pelayanan kesehatan di RSMM Timika juga tidak ikut terdampak.

“Kami mengharapkan semua pembayaran klaim ini lancar sehingga RSMM tidak sampai kekurangan biaya untuk melayani pasien. Kalau subsidi dari LPMAK selama ini tidak ada masalah, setiap bulan mereka akan membayar selisih bayar sesuai dengan data pasien yang dilayani di RSMM. Namun, biaya tersebut tidak bisa menutupi seluruh biaya pengobatan pasien yang sudah dikeluarkan rumah sakit,” ujarnya.

RSMM Timika saat ini memiliki fasilitas tempat tidur pasien sebanyak 134 unit, terdiri atas 101 tempat tidur pasien kelas III dan lebih dari 30 tempat tidur pasien kelas II hingga kelas VIP.

Di Mimika, terdapat 60.692 warga yang terdaftar sebagai peserta program BPJS Kesehatan, di mana iuran kepesertaan mereka ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab setempat.

Selain menunggak pembayaran klaim RSMM Timika, pihak BPJS Kesehatan dilaporkan juga menunggak pembayaran klaim RSUD Mimika, dimana hingga September 2018 dilaporkan tunggakan telah mencapai Rp9 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Timika, Susan G Gasperz, belum lama ini membantah keterangan pihak RSUD Mimika soal tunggakan klaim sebesar Rp9 miliar tersebut.

“Kami tidak menunggak pembayaran ke RSUD senilai itu, sebab klaim pembayaran yang diajukan oleh RSUD hanya untuk bulan April,” katanya.

Menurut dia, setiap bukti klaim yang diajukan oleh pihak rumah sakit mitra BPJS Kesehatan maupun dokter keluarga terlebih dahulu dilakukan verifikasi sebelum proses pembayaran.

Hingga sekarang, BPJS Kesehatan Cabang Timika menjalin kerjasama dengan empat rumah sakit setempat yaitu RSUD Mimika, RS Kasih Herlina, RSMM dan RS Tembagapura yang dikelola oleh SOS.

Khusus RS Tembagapura, kepesertaan yang dijamin BPJS Kesehataan yaitu pekerja PT Freeport Indonesia dan 10 perusahaan subkontraktornya.*

Baca juga: Peserta JKN Kabupaten Grobogan tunggak Rp20,4 miliar

Baca juga: 57.000 peserta menunggak iuran BPJS Kesehatan Jember

Baca juga: Sandiaga sebut BPJS Kesehatan sumber kekhawatiran di masyarakat

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gunung Merapi diselimuti kabut pagi ini

Yogyakarta (ANTARA News) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berdasarkan pemantauan pada Rabu pagi menyatakan, cuaca berkabut menyelimuti Gunung Merapi yang hingga saat ini masih berstatus waspada.

“Visual Gunung Merapi berkabut, cuaca mendung dan gerimis,” tulis akun twitter resmi BPPTKG dikutip di Yogyakarta, Rabu.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, selain berkabut, suhu udara di gunung teraktif di Indonesia itu tercatat 20,8 derajat Celcius, kelembaban udara 87 persen RH, tekanan udara 916 HpA, dengan kecepatan angin mencapai 5 KM per jam.

Curah hujan di Gunung Merapi mulai pukul 00.00-00.15 WIB tercatat mencapai 1,5 milimeter (MM) kemudian pada pukul 04.00-04.17 mencapai 4,5 MM, dan 05.30-5.50 mencapai 2 MM.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG Pada Selasa (15/1) malam mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi terpantau kembali meluncurkan guguran lava dua kali ke arah Tenggara Kali Gendol. Gempa guguran tercatat sebanyak 15 kali dengan amplitudo 2-63 MM yang berlangsung 13,6 hingga 85,4 detik.

Berdasarkan analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava mencapai 439.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.400 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya.

Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 KM dari puncak Gunung Merapi.

“Radius 3 KM dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi,” demikian imbauan BPPTKG.*

Baca juga: Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar pada Selasa

Baca juga: Merapi enam kali luncurkan guguran lava semalam

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019