“Khataman” bisa meningkatkan motivasi siswa amalkan Al Quran

Kegiatan “khataman” Al Quran ini penting, karena dapat meningkatkan motivasi anak-anak dalam mengamalkan dan salah satu cara menyukseskan gerakan kembali pada Al Quran

Solok, Sumbar (ANTARA) – Wali Kota Solok, Sumatera Barat, Zul Elfian mengatakan kegiatan khataman (menamatkan membaca) Al Quran akan meningkatkan motivasi siswa dalam mengamalkan ajaran Al Quran di daerah itu.

“Kegiatan khataman Al Quran ini penting, karena dapat meningkatkan motivasi anak-anak dalam mengamalkan dan salah satu cara menyukseskan gerakan kembali pada Al Quran,” katanya saat menghadiri acara khataman Al Quran siswa di Masjid Nurul Hidayah, Solok, Minggu.

Zul Elfian berpesan kepada para anak-anak yang khatam Al Quran untuk terus membaca, mempelajari, mengamalkan, serta mensyiarkan Al Quran di dalam kehidupannya.

Sebab, kata dia, jika dunia tidak memiliki fondasi dari ajaran Al Quran, tentu hidup dan perilaku siswa menjadi hampa dan tidak terkontrol karena tidak dilandasi dengan ajaran Islam yang kokoh.

Ia menilai, ketika siswa telah menamatkan Al Quran akan memotivasi diri untuk mempelajari dan mengamalkan lebih dalam ajaran Islam sehingga membuat kehidupan mereka lebih tertata dan menjadi teladan di masa depan.

Kepada para orang tua juga diminta agar senantiasa mendorong anak-anak menjadi hafiz atau penghafal Al Quran.

“Anak-anak jangan hanya sekadar bisa membaca Al Quran, tetapi marilah diberikan dorongan untuk menjadi hafiz Al Quran. Karena, anak-anak yang senantiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan Al Quran akan menolong nantinya di dunia dan di akhirat,” katanya.

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pengurus masjid dan seluruh masyarakat Banda Panduang yang telah ikut melakukan dan menyukseskan kegiatan ini.

“Untuk itu, sekali lagi kami ucapkan selamat kepada para Ustad dan Ustazah karena telah menjadikan anak-anak pintar membaca Al Quran,” ujarnya.

Kegiatan khataman Al Quran ini diawali dengan pawai yang dimulai dari depan Kantor Camat Lubuk Sikarah dan finis di Masjid Nurul Hidayah Banda Panduang. Murid yang diwisuda dalam khataman Al Quran berjumlah 21 orang.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada anak didik yang hafal doa-doa pendek dan hafiz Quran.

Acara itu juga dihadiri Lurah Tanah Garam Asril, Perwakilan Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, para wali murid, pengurus Masjid Nurul Hidayah, serta masyarakat Banda Panduang.

Baca juga: Peserta khataman Al Quran massal pawai meriahkan Isra Miraj

Baca juga: Khataman Al Quran 300.000 kali dilakukan serentak se-Indonesia

Baca juga: 3.000 Jamaah Hadiri Khatam Akbar Al-Quran di Masjid At-Tin TMII
 

Pewarta: Syahrul Rahmat/Tri Assaini
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dirjen PAUD: kebudayaan merupakan ciri bangsa yang besar

Medan (ANTARA) – Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, mengatakan kebudayaan merupakan hal penting karena salah satu ciri bangsa yang besar dan kaya.

“Jadi kalau Amerika itu, dikenal adalah super power dalam bidang militer, Indonesia merupakan super power dalam bidang kebudayaan,” kata Harris, dalam sambutannya pada Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di kota Medan, provinsi Sumatera Utara(Sumut), Minggu.

Harris pada Acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Kota Medan, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

“Itu yang berbicara bukan kami, melainkan Asisten Dirjen Kebudayaan UNESCO, Francesco Bandarin,” ujarnya.

Ia mengatakan, seperti yang dilihat tadi, berbagai atraksi dari siswa SD, SMP, SMA dan SMK merupakan sebuah bukti, betapa budaya Indonesia sedemikian kaya dan beragam.

“Mari kita lestarikan sebagai modal kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Ia menyatakan, Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan ini merupakan momentum bagi seluruh pemangku kepentingan demi penguatan pendidikan dan kemajuan kebudayaan.

Setelah capaian selama 4,5 tahun, tentu ingin lebih baik dan lebih maju lagi ke depannya.

“Jadi semoga sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dengan masyarakat segera terwujud sehingga Trisentra Pendidikan yang merupakan konsep Ki Hajar Dewantara bukan hanya sekadar konsep melainkan benar-benar membumi, menjelma menjadi mekanisme yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Harris menjelaskan, pada kegiatan tersebut, Kemendikbud menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada perwakilan empat siswa di kota Medan, yakni Lukman Nul Hakim (SD), Dona Elisya (SMP), Adrian Ilham Ramadhan (SMA) dan Bay Haqi(SMK).

“Berdasarkan data, bantun Kemendikbud untuk kota Medan pada tahunanggaran  2019 berjumlah Rp881,8 miliar,” katanya.

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pascamuntaber massal sektor kesehatan Gorontalo Utara perlu berbenah

Gorontalo (ANTARA) – Kasus muntaber yang menyerang puluhan warga di dua kecamatan paling barat, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, yaitu Kecamatan Biau dan Tolinggula, perlu menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan sektor kesehatan di daerah itu.

Hal itu dikatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fatri Botutihe, yang juga anggota Badan Anggaran yang banyak menyuarakan pada pemerintah daerah untuk lebih fokus meningkatkan sarana dan prasarana di sektor kesehatan.

Di antaranya, peningkatan tenaga dokter dan armada ambulans di setiap puskesmas, khususnya di wilayah-wilayah terjauh atau wilayah perbatasan seperti di Kecamatan Biau dan Tolinggula.

Menurutnya, ada dua hal penting yang perlu dibenahi pemerintah daerah berkaca pada musibah muntaber yang menyebabkan satu balita usia 3,5 tahun meninggal di Kecamatan Biau dan puluhan lainnya harus dirawat inap lebih dari 1×24 jam, serta beberapa di antaranya harus dirujuk untuk penanganan lebih intensif, baik di puskesmas rawat inap terdekat maupun di rumah sakit.

Yang pertama kata Fatri, yaitu upaya cepat dalam penanggulangan penyakit muntaber tersebut.

Zaman dulu kata Fatri, masyarakat menyebut muntaber dengan istilah “penyakit mudah datang pun mudah membawa” yang artinya, muntaber bisa mendera setiap warga dengan cepat dan kapan saja, pun bisa cepat menyebabkan kematian.

Maka untuk kasus muntaber massal di Kecamatan Biau dan Tolinggula, perlu dilakukan penanganan cepat dan itu berhasil dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, didukung Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Polda Gorontalo serta beberapa elemen terkait.

“Ini bentuk sinergitas nyata, yang sudah terbangun dengan baik di tengah-tengah keterbatasan anggaran yang menyebabkan minimnya sarana prasarana kesehatan di daerah pesisir ini,” ujarnya.

Yang kedua kata Fatri, pemerintah daerah perlu menyadari betapa pentingnya alokasi anggaran yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan.

Agar kasus seperti mogoknya ambulans milik Puskesmas Biau, saat sedang mengangkut pasien rujukan, tidak terulang lagi.

“Ini pukulan telak bagi pemerintah daerah, maka perlu cepat-cepat memperbaiki atau meningkatkannya,” tambahnya.

Di antaranya dengan mempercepat pengadaan armada ambulans yang perlu ada di setiap puskesmas, khususnya puskesmas berstatus rawat jalan di wilayah terjauh dari rumah sakit rujukan terdekat.

Atau yang terpenting kata Fatri,  perlunya meningkatkan kualitas pelayanan di setiap puskesmas, agar tidak ada pasien yang harus dirujuk.

Sebab merujuk, ujar dia, karena kapasitas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama  belum mampu melakukan pelayanan secara maksimal.
Penyebabnya antara lain, tidak adanya tenaga dokter.

Kekurangan Dokter

Hal itu nyata terjadi di Puskesmas Biau, yang sudah sekian lama tidak memiliki dokter, ditambah lagi minimnya obat-obatan maupun peralatan kesehatan yang diperlukan.

“Jika seluruh sarana prasana di garda terdepan pelayanan kesehatan mampu diwujudkan, maka kasus-kasus seperti muntaber bisa ditangani dengan cepat hanya di puskesmas saja,” ujarnya.

Ia berharap, peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh puskesmas yang ada, segera terwujud.

Bagi pemerintah daerah kata Wakil Bupati Thariq Modanggu, layanan kesehatan di daerah itu perlu dilakukan dari hulu ke hilir. Karena selama ini hanya sibuk memikirkan penanganan di hilir saja dan seringkali melupakan betapa pentingnya pembenahan sektor kesehatan dari hulu.

Artinya kata Wakil Bupati, penyakit mudah diantisipasi jika pelayanan kesehatan di bagian hulu sudah dipastikan baik.

Di antaranya, dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang memerlukan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat itu sendiri dimulai dari perilaku hidup sehat di setiap keluarga.

Menyikapi kasus muntaber yang menyerang warganya di Kecamatan Biau dan Tolinggula kata Wakil Bupati, dilakukan pemerintah daerah dengan meminta pihak puskesmas menyusun analisis terkait kondisi pasien saat datang di puskesmas, dan periodiknya serta diagnosanya.

Hal itu akan disandingkan dengan analisis yang dilakukan pihak laboratorium dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait dugaan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat, baik makanan maupun minuman.

Seperti sampel air yang dikonsumsi, ujarnya. Sebab dugaannya mengarah pada konsumsi air.

Pasalnya, warga Tolinggula sebagian mengandalkan air Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) yang sumbernya ada di Kecamatan Biau, serta warga di Kecamatan Biau pun sebagian besar mengandalkan air isi ulang yang berasal dari depot air di Kecamatan Tolinggula.

Hasil analisis melalui uji laboratorium itu penting diperoleh untuk mengetahui penyebab muntaber yang mayoritas dialami anak-anak.

Ini supaya penanganannya tepat dan secepatnya dapat dilakukan, seperti juga langkah pengobatan intensif bagi puluhan warga yang datang dengan kasus muntaber.

“Masyarakat daerah ini perlu ceria menikmati kesehatannya, termasuk layanan kesehatan yang dijalankan pemerintah daerah melalui program-program pembangunan di sektor kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan dr Wardana Harun, SpPK mengatakan, dari 15 puskesmas di daerah itu, ada 3 puskesmas yang tidak ditunjang dengan ketersediaan tenaga dokter.

Hal tersebut bukan sengaja terjadi atau pemerintah daerah sengaja melakukan pembiaran. Pasalnya kata Wardana, berbagai upaya telah  dilakukan untuk mengisi kebutuhan dokter di 3 puskesmas tersebut, di antaranya Puskesmas Biau.

Ia mengharapkan jumlah tenaga dokter lebih dari kuantitas yang perlu ada, atau minimal ada dua tenaga dokter di setiap puskesmas dan sebanyak-banyaknya ada di rumah sakit, khususnya dokter spesialis.

Hingga sekarang, ujar dia, permintaan tenaga dokter melalui program Nusantara Sehat, yaitu 20 tenaga dokter umum dan 15 dokter gigi, belum terpenuhi.
“Saya pun tak habis pikir kenapa tidak ada dokter yang mau bertugas di daerah ini,” ungkapnya.

Namun upaya-upaya untuk mendapatkan tenaga dokter seperti jumlah yang diinginkan, minimal 1 dokter umum di setiap puskesmas, terus dilakukan.
Seperti mengajukan kuota pengadaan dokter umum melalui formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Tahun ini, kuota yang diajukan ada 8 orang, namun yang melamar hanya 6 orang dan dinyatakan lulus CPNS hanya 1 orang.

“Upaya peningkatan jumlah dokter terus dilakukan, agar 15 puskesmas tersebar di 11 kecamatan dilengkapi dengan tenaga dokter umum yang memadai,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Biau, Warda Mootalu, SKM mengatakan,  dampak tidak adanya tenaga dokter di puskesmas itu, menyebabkan dana kapitasi menurun dari Rp4.500 per jiwa menjadi Rp3.000 per jiwa atau dari Rp18 juta per bulan menjadi Rp14 juta per bulan.

Akibatnya, puskesmas hanya bisa mengelola dana kapitasi tergolong kecil, sebab alokasinya diperuntukkan 60 persen jasa tenaga medis serta 40 persen untuk biaya operasional.

Sementara untuk layanan pengobatan setiap harinya, menyesuaikan tenaga dokter yang ada di Puskesmas Sumalata atau wilayah terdekat.

“Acapkali kami membuat kesepakatan untuk membagi jadwal kunjungan dokter dengan pihak Puskesmas Sumalata, ataupun seringkali mengandalkan layanan “on call” agar bisa melayani masyarakat yang datang berobat,” ujarnya.

Sedangkan untuk obat-obatan kata Warda, jika terjadi kekurangan maka pihaknya akan langsung mengajukan permintaan ke instalasi farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten.

Untuk kasus muntaber yang melanda 41 warga yang tersebar di 10 desa, Puskesmas Biau mendapatkan pasokan tambahan obat-obatan dari Dinas Kesehatan setempat maupun provinsi.

Ia berharap, puskesmas tersebut segera memiliki tenaga dokter, disamping penambahan armada ambulans yang sangat diperlukan.

“Armada ambulans perlu ada bagi puskesmas berstatus rawat jalan yang tidak memiliki dokter dan berada di wilayah terjauh atau perbatasan,” ungkapnya.

Baca juga: 56 warga Gorontalo Utara terkena muntaber
Baca juga: Warga Gorontalo Utara terserang muntaber bertambah

Oleh Susanti Sako
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dirjen PAUD: pendidikan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa

Medan (ANTARA) – Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar, mengatakan pendidikan dan kebudayaan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa.

“Untuk meningkatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, diperlukan kesungguhan dalam menata dan menggelolanya, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia(sdm) berkualitas, berkarakter dan berdaya saing,” katanya, dalam sambutannya pada Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Minggu.

Harris pada acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan di Kota Medan, mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Menurut dia, harus bersyukur atas berbagai capaian di bidang pendidikan dan kebudayaan, mulai dari PAUD-nya.
Sekarang “PAUDisasi” (anak) umur 5-6 tahun wajib ikut PAUD, SD yang APK (angka partisipasi kasar)- nya sudah 100 persen, dan begitu juga SMP sudah 100 persen.

“Hanya saja kita mempunyai tantangan di SMA dan SMK.. SMK secara nasiional baru 86 persen,” ujar Harris.

Ia menyatakan, dengan PAUDisasi, kesiapan belajar anak-anak akan semakin meningkat sehingga “drof out” tidak akan terjadi lagi.

“Kita akan menyambut masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia yang cerdas, berkarkarakter, dan berdaya saing,” katanya.
Harris menambahkan, selain capaian mutu dan akses bagi peserta didik, kepedulian terhadap kesejahteraan guru turut menjadi perhatian besar pemerintah.
Capaian tersebut, juga disampaikan bagaimana posisi dan peran guru di Indonesia yang sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dua pertiga anggaran kita untuk guru dan ini akan kita teruskan seiring dengan meningkatnya anggaran,” katanya.
 

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi diminta relokasi perumahan BTN Gajah Mada

Jayapura (ANTARA) – Presiden Joko Widodo diharapkan bisa mendorong relokasi perumahan BTN Gajah Mada, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura yang ikut terdampak banjir bandang.

“Kami sangat berharap dengan kedatangan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Jayapura bisa melihat persoalan bencana dan bisa bantu dorong relokasi perumahan kami di BTN Gajah Mada,” kata Marcel Benhur Kellen di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu malam.

Menurut dia, persoalan banjir yang dialami olehnya bersama ratusan kepala keluarga lainnya di kompleks perumahan tersebut terjadi sejak empat tahun terakhir, namun hingga kini tidak ada jalan keluar yang memadai.

“Di sini ada sekitar 380-an rumah yang ikut terdampak banjir bandang. Kami semua mengungsi dan beberapa di antaranya ke posko-posko bencana terdekat,” katanya.

Dengan kedatangan Presiden Jokowi dalam agenda negara ataupun kampanye, Marcel berpendapat bahwa Jokowi bisa sekaligus memberikan dorongan kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh warga BTN Gajah Mada.

“Kami berharap sekali, agar Presiden Jokowi bisa melihat dan meninjau perumahan bersubsidi ini dibangun di tempat yang tidak layak, IMB telah dipalsukan, developer telah lari, bank penjamin terkesan lepas tangan tapi kami ditagih bayar cicilan tiap bulan. Sekarang rumah kami tenggelam, karena banjri bandang,” kata Marcel berkeluh kesah.

Audy Rempengan, tetangga Marcel yang berbeda gang berharap ada ganti rugi dari pihak pengembang dan pemutihan oleh bank penjamin terkait kredit rumah yang dinilai cacat hukum.

“Kami dibohongi dengan selebaran rumah yang bebas banjir, setelah kami tempati, ternyata banjir. Kami telusuri ternyata setengah dari perumahan ini IMB dipalsukan. Kami sudah menjadi korban dari konspirasi developer dan bank, bahkan oknum pemerintah karena IMB palsu,” kata Audy yang mengaku rumahnya sudah terendam lumpur.

Sementara itu, Jack Wally mengaku kasus penipuan IMB dan menghilangnya  pengembangnya sedang ditangani oleh Polres Jayapura, namun hingga kini perkembangannya tidak ada, terkesan berjalan d itempat.

“Kami tidak ingin salahkan aparat pemerintah, tetapi kami meyakini program perumahan bersubsidi oleh pemerintahan Presiden Jokowi telah dibohongi oleh oknum pengusaha yang cari untung,” katanya.

Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan akan berkunjung ke Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Senin (1/4).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menyapa  anak-anak dan pengungsi banjir bandang di GOR Toware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.

 
Baca juga: Presiden Jokowi dijadwalkan tinjau pengungsi korban banjir Sentani
Baca juga: Menteri Yohana pulihkan trauma perempuan- anak korban banjir Sentani
 

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Muara Teweh lihat fenomena awan ‘Vega’

Muara Teweh (ANTARA) – Sejumlah warga Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melihat fenomena alam berupa awan Vega yang terlihat jelas pada Minggu (31/3) pukul 16.55 WIB.

“Awan berwarna itu terlihat jelas pada sore hari menjelang senja,” kata Elpi Elpanop warga yang tinggal di Muara Teweh, Minggu.

Pada sore ini sejumlah warga tampak mengamati awan yang warnanya bercampur antara merah, kuning, biru dan hitam yang terlihat di wilayah Kota Muara Teweh dan sekitarnya di sebelah barat.

Bahkan banyak orang mengirimkan gambar fenomena awan ini ke media sosial. Selain warga Muara Teweh awan Vega ini juga terlihat oleh warga di antaranya di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan dan Malawaken Kecamatan Teweh Baru.

  Fenomena awan Vega yang terlihat di kawasan perubahan Bandara Beringin Muara Teweh, Minggu (31/3/2019) sore. (Jurnalisme warga)

 “Sayangnya saya hanya mengambil gambar dengan kamera telepon seluler dari depan dan belakang rumah sehingga hasilnya kurang bagus,” kata warga Jalan Simpang Stadion Muara Teweh ini.

Warga lainnya Dayat Salikin mengatakan di kawasan tempat tinggalnya fenomena awan ini juga terlihat jelas.

“Fenomena awan ini juga sempat menjadi perhatian warga, karena termasuk kejadian langka dan hanya terlihat sekitar 25 menit,” kata Dayat warga Jalan Langsat ini.

Pelaksana harian Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Barito Utara Sunardi menjelaskan fenomena awan vega ini merupakan hal biasa yang terjadi akibat pembiasan cahaya matahari karena ada partikel air yang menyinari langsung awan tertentu yakni awan cumulunimbus (Cb).

“Sinar matahari tertutup awan Cb, sehingga menimbulkan bias cahaya awan berwarna dan kejadiannya ini memang sering terjadi terutama saat sore hari menjelang matahari terbenam dan biasanya akan turun hujan,” kata Sunardi yang juga menjabat Kepala Kelompok Teknisi BMKG Barito Utara ini.

Baca juga: Hujan es di Jakpus disebabkan pertumbuhan awan yang kuat
Baca juga: Ketinggian awan panas Soputan 5.000 meter

Pewarta: Kasriadi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Fatwa Haram Membidik PUBG

Fatwa Haram Membidik PUBG

PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) menjadi salah satu gim daring bergenre multiplayer battle royale yang sangat digandrungi di seluruh dunia. Akan tetapi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetiba melakukan pengkajian fatwa haram terhadap PUBG didasari aksi penembakan yang terjadi di Selandia Baru pada Jumat 15 Maret 2019.

KBRI gelar pertemuan warga Belgia penerima beasiswa Dharmasiswa

London (ANTARA) – KBRI Brussel mengadakan kegiatan pertemuan dengan alumni Indonesian Scholarships yakni warga Belgia penerima beasiswa Dharmasiswa sebagai pembukaan dalam rangkaian kegiatan peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Belgia.

Pensosbud KBRI Brusel, Ance Maylany kepada Antara London, Minggu mengatakan sebanyak 27 warga Belgia mengikuti program Darmasiswa dan belajar bahasa dan tari di berbagai universitas di Indonesia serta  visit program yang diadakan Pemerintah Indonesia sejak 2011.

Warga Belgia dan pejabat dari institusi Uni Eropa juga pernah menjadi peserta pada program Indonesia Interfaith Scholarship, dan sejak 2016 sebanyak 15 warga Belgia mengikuti program beasiswa Seni dan Budaya dan menjadi peserta Bali Democracy Student Conference serta famtrip untuk promosi pariwisata Indonesia.

Pertemuan dengan penerima beasiswa Dharmasiswa ini juga dimanfaatkan untuk menggali  gagasan baru dari para generasi muda Belgia dalam meningkatkan kerja sama dan kontak antarmasyarakat kedua negara.

Hubungan bilateral RI – Belgia dimulai sejak Belgia menjadi anggota Komisi Tiga Negara bersama Australia dan Amerika Serikat pada tahun 1947. Hubungan diplomatik RI – Belgia berlangsung dengan baik tanpa ada persoalan yang mengganggu.

Di hadapan warga Belgia tersebut, Dubes RI untuk Belgia Yuri Octavian Thamrin menyatakan pentingnya hubungan kedua negara khususnya dipelopori oleh generasi muda. Hal ini, ujarnya sejalan dengan tagline peringatan 70 tahun Belgia Indonesia “go further together” .

Menurut Dubes Yuri Thamrin, akan ada berbagai rangkaian acara peringatan 70 tahun hubungan diplomatik dalam bentuk kegiatan publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat di antaranya seminar, promosi budaya, pameran foto,  forum bisnis dan ditutup dengan resepsi diplomatik.

Berbagai masukan disampaikan oleh para alumni antara lain peningkatan promosi dan kerja sama pendidikan antara universitas kedua negara, khususnya Universitas Liege dengan Universitas Udayana.

Saat ini mahasiswa Universitas Liege sedang melakukan penelitian tentang populasi monyet di hutan kawasan Uluwatu di Bali. Selain itu juga ada masukan untuk meningkatkan citra pluralisme Indonesia, dan akses produk coklat Indonesia di Belgia termasuk dalam kriteria unggulan.

Sebanyak 80 orang alumni beasiswa dan visit program Pemerintah Indonesia dari Belgia ini menjadi aset bagi pengembangan kerja sama people-to-people contact kedua negara. 

Baca juga: Begini tanggapan Dubes Belgia tentang MRT Jakarta
Baca juga: Belgia tertarik kerja sama pendidikan dengan Yogyakarta

 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

50.081 siswa se-Lampung ikuti UNBK SMA

Jangan sampai kejadian seperti tahun sebelumnya banyak laptop yang hilang dicuri

Bandarlampung (ANTARA) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Sulfakar mengatakan jumlah siswa yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA tahun 2019 di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebanyak 50.081 siswa.

“Ini semua merupakan jumlah siswa SMA se-Provinsi Lampung yang akan melaksanakan UNBK pada Senin 1 April 2019. Semoga anak-anak bisa bersungguh-sungguh mengerjakannya dan meraih nilai yang memuaskan,” kata Sulfakar di Bandarlampung, Minggu.

Sejak 2018 lalu, Pemerintah Provinsi Lampung telah melaksanakan UNBK dan tahun 2019 ini merupakan yang kedua pelaksanaannya 100 persen.

Menurutnya, jumlah sekolah di Provinsi Lampung yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sebanyak 477 sekolah, dan paling tinggi di Kabupaten Lampung Tengah mencapai 64 sekolah.

Selain itu, untuk jumlah perserta terbanyak yang mengikuti ujian dari Kota Bandarlampung yang mencapai 8.765 siswa dan yang paling sedikit yaitu Kabupaten Mesuji 997 siswa.

“Semoga semua siswa lulus dengan nilai terbaik dan bisa membanggakan nama sekolah serta kedua orang tua,” katanya.

Ia menjelaskan, dari 50.081 siswa ini terbagi dari dua jurusan yaitu, IPA sebanyak 25.054 siswa dan IPS 25.027 siswa.

Sedangkan untuk sekolah yang melaksanakan UNBK mandiri sebanyak 405 sekolah dan menggabung 72 sekolah serta sekolah yang berbasis komputer 477 sekolah.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung telah melakukan koordinasi ke kabupaten/kota untuk persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di daerah masing-masing.

“Kami lakukan koordinasi dengan masing-masing kabupaten/kota agar pelaksanaan ini bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan,” ujar Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Diona Katharina.

Menurutnya, untuk melihat kesiapan dari kabupaten/kota untuk pelaksanaan UNBK, tim telah melakukan inventarisasi dan simulasi di beberapa daerah dan dilakukan tiga tahap.

“Intinya semua sudah siap, ini pelaksanaan di tahun kedua, jangan sampai ada yang membuat kacau kegiatan dan pelaksanaan ujian ini harus berjalan sesuai dengan aturan,” katanya

Ia menjelaskan, pihak sekolah juga diminta untuk selalu waspada terhadap komputer atau laptop yang akan digunakan peserta ujian.

“Jangan sampai kejadian seperti tahun sebelumnya banyak yang hilang akibat dicuri orang tidak dikenal. Pengamanan di sekolah harus ditingkatkan agar barang-barang yang di perlukan untuk ujian bisa terjaga dengan baik,” katanya.

 Baca juga: Disdik Papua klaim 10 kabupaten belum laksanakan UNBK
Baca juga: Belum semua sekolah laksanakan UNBK

 

Pewarta: Hisar Sitanggang/Emir Fajar Saputra
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemendikbud tegaskan pendidikan indikator kemajuan bangsa

Medan (ANTARA) – Pendidikan dan kebudayaan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa, oleh karena itu untuk meningkatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, diperlukan kesungguhan dalam menata dan mengelolanya, kata Dirjen PAUD Dikmas Harris Iskandar. 

“Sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter dan berdaya saing,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Harris Iskandar di Medan, Sumatera Utara, Minggu.

Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar di Lapangan Benteng Medan, ia mengatakan, semua pihak harus bersyukur atas berbagai capaian di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Mulai dari PAUD-nya, sekarang PAUDisasi, yakni anak umur 5-6 tahun wajib ikut PAUD. SD dan SMP yang APK (Angka Partisipasi Kasar)-nya sudah 100 persen Hanya saja kita masih punya tantangan di SMA dan SMK. SMK secara nasional baru 86 pesen,” katanya.

Ia mengatakan, dengan “PAUDisasi”, kesiapan belajar anak-anak akan semakin meningkat sehingga drop out tidak akan terjadi lagi.

“Kita akan menyambut masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.

Menurut dia, selain capaian mutu dan akses bagi peserta didik, kepedulian terhadap kesejahteraan guru turut menjadi perhatian besar pemerintah.

“Capaian tadi juga sudah menyampaikan bagaimana posisi dan peran guru di Indonesia yang sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dua pertiga anggaran kita untuk guru dan ini akan kita teruskan seiring dengan meningkatnya anggaran,” tuturnya.

Demikian juga halnya dengan pemajuan kebudayaan yang menurut dia, merupakan hal penting karena salah satu ciri bangsa yang besar dan kaya adalah bangsa yang berbudaya.

“Jadi kalau Amerika itu adalah superpower dalam bidang militer, Indonesia adalah superpower dalam bidang budaya. Itu yang bicara bukan kami, melainkan Asisten Dirjen Kebudayaan UNESCO, Francesco Bandarin. Oleh karena itu, mari kita lestarikan sebagai modal kita untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” katanya. 

Baca juga: Kemendikbud sosialisasi program pendidikan melalu “Gebyar Dikbud”
Baca juga: Mendikbud lepas jalan santai Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan

Pewarta: Juraidi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengungsi banjir bandang Sentani minta dibuatkan tempat tinggal

Jayapura (ANTARA) – Pengungsi banjir bandang Sentani yang mengungsi di Gedung Olahraga Toware meminta bantuan kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise agar pemerintah membangun rumah layak untuk mereka huni.

“Musibah terjadi, masyarakat Papua  menjadi korban. Nanti akan kami bawa ke mana anak-anak kami,” kata Barnabas Salyabu saat berdialog dengan Yohana di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu.

Barnabas mengatakan banjir telah menghanyutkan rumah warga. Dia mengaku belum tahu akan tinggal di mana bersama anak-anaknya setelah rumahnya hanyut.

Hal yang sama juga disampaikan Ester Mabel yang mewakili kaum perempuan. Kepada Yohana, Ester mengatakan banjir telah membuat warga kehilangan sanak saudara dan rumah.

“Kami mengalami trauma. Kami meminta rumah layak huni segera dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, Yende Tabuni yang mewakili suara anak-anak pengungsi meminta Yohana melindungi hak-hak anak-anak terutama di bidang pendidikan.

“Anak-anak masih kecil, tidak berdaya saat banjir terjadi,” kata Yende yang aktif mendampingi pemenuhan hak-hak anak Papua itu.
  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise saat menyerahkan bantuan kepada pengungsi korban banjir bandang Sentani di lokasi pengungsian di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Menanggapi permintaan  perwakilan pengungsi, Yohana mengatakan fokus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah pelindungan perempuan dan anak dari kekerasan dan pemberdayaan perempuan.

“Saya akan lanjutkan permintaan pengungsi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Saya juga akan berkoordinasi dengan Bupati dan Gubernur,” katanya.

Banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu (16/3) pukul 18.00 hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre.

Banjir bandang di wilayah Kabupoten Jayapura dan sekitarnya terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (29/3) terdapat 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang dan luapan Danau Sentani.

Banjir menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 2.287 rumah rusak, 59 sekolah rusak, lima jembatan rusak, dua gereja rusak dan tiga kantor pemerintahan rusak. 

Baca juga: Menteri Yohana kuatkan perempuan pengungsi banjir bandang Sentani
Baca juga: Menteri PPPA siap libatkan 1.000 perempuan dan anak tanam pohon
 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Yohana kuatkan perempuan pengungsi banjir bandang Sentani

Jayapura (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menguatkan para perempuan pengungsi korban banjir bandang Sentani saat mengunjungi salah satu titik pengungsian di Kabupaten Jayapura, Papua.

“Perempuan di sini kuat-kuat meskipun tinggal di pengungsian. Anak-anak juga tetap bisa bergembira,” kata Yohana saat berdialog dengan pengungsi banjir bandang Sentani di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu.

Yohana meminta maaf tidak bisa langsung mengunjungi para korban ketika bencana banjir bandang terjadi karena sedang berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri sidang Komisi Status Perempuan (CSW) ke-63.

Yohana bersyukur akhirnya bisa mengunjungi dan bertemu langsung dengan perempuan dan anak-anak yang menjadi korban.

Menurut dia, dia datang ke lokasi pengungsian untuk memastikan hak-hak dasar perempuan dan anak pengungsi terpenuhi selama berada di pengungsian.

“Tanpa perempuan, keluarga Papua pasti pusing. Bukan saya mengesampingkan laki-laki, melainkan dari perempuan akan lahir generasi-generasi Papua,” tuturnya.

Karena itu, dia meminta perempuan dan anak-anak Papua, termasuk yang tinggal di pengungsian, untuk melapor bila mengalami kekerasan dan diskriminasi.

“Kalau ada yang melakukan kekerasan, mengganggu atau memukul, lapor ke saya. Akan saya laporkan ke polisi agar ditangani,” katanya.
  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise bernyanyi dengan para pengungsi banjir bandang Sentani saat mengunjungi salah satu titik pengungsian di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Yohana juga berpesan kepada para laki-laki untuk menjaga perempuan dan anak-anak karena masa depan Papua berada di tangan mereka.

“Perhatikan dan bahagiakan mereka. Beri anak-anak makanan yang sehat dan bergizi,” ujarnya.

Banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu (16/3) pukul 18.00 hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre.

Banjir bandang di wilayah Kabupoten Jayapura dan sekitarnya terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (29/3) terdapat 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang dan luapan Danau Sentani.

Banjir menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 2.287 rumah rusak, 59 sekolah rusak, lima jembatan rusak, dua gereja rusak dan tiga kantor pemerintahan rusak.  

Baca juga: Menteri Yohana hibur anak-anak pengungsi banjir Sentani
Baca juga: Menteri Yohana pulihkan trauma perempuan- anak korban banjir Sentani
 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Disdukcapil Kotabaru pelayanan KTP-e hari libur jelang Pemilu

Kotabaru (ANTARA) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan menambah hari pelayananan khusus untuk perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik pada hari libur Sabtu-Minggu hingga menjelang Pemilu.

Sekretaris Disdukcapil Kotabaru Ali Yusran, Minggu mengatakan kebijakan ini menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terkait KTP-el sebagai syarat wajib bagi pemilih di Pemilu 2019.

“Ini sehubungan adanya putusan MK yang sudah final dan tidak bisa diganggu gugat, dimana pemilih wajib menggunakan KTP el atau surat keterangan,” ujarnya.

Sebelumnya ada permohonan uji materi pada pasal 348 ayat 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu terutama yang terkait dengan penggunaan KTP el sebagai syarat untuk mencoblos.

Menyikapi putusan MK, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri menginstruksikan unit pelayanan administrasi kependudukan di daerah tetap melakukan pelayanan di hari libur.

Pasalnya masih ada dua persen wajib KTP el di seluruh Indonesia yang hingga saat ini belum melakukan perekaman.

Di Kabupaten Kotabaru sendiri dari 224 ribu wajib KTP el lebih 90 persen sudah melakukan perekaman dan tersisa 19 ribu wajib KTP el yang belum dan diharapkan proaktif.

“Yang 19 ribu itu tersebar di 21 kecamatan, tapi paling banyak di Pulau Laut Utara. Masyarakat itu kan kalau sudah diperlukan, baru mereka akan mengurus, artinya kesadaran masyarakat masih kurang,” kata Ali.

Pelayanan khusus untuk perekaman KTP el pada hari Sabtu dan Minggu di kantor Disdukcapil Kabupaten Kotabaru dibuka mulai 30 Maret sampai dengan 14 April 2019.

Selain tetap melakukan pelayanan di hari libur, pelayanan langsung ke kecamatan juga terus digiatkan.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

96 rumah yang terbakar diusulkan dapat bantuan

Palangka Raya (ANTARA) – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berencana mengusulkan pemberian bantuan kepada warga yang bermukim di kompleks perumahan Jalan Rindang Banua atau Puntun yang terkena musibah kebakaran pada Sabtu (30/3).

“Langkah awal untuk pemberian bantuan bahan bangunan rumah (BBR) yang dikucurkan Kementerian Sosial Republik Indonesia adalah melakukan inventarisir data korban kebakaran,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, Minggu.

Pendataan yang dilakukan lurah dan camat bertujuan untuk memastikan berapa jumlah bantuan yang akan dikucurkan kepada koban bencana kebakaran di kawasan Puntun tersebut.

Inventarisir data, termasuk kejelasan status tanah, apakah milik pribadi atau orang lain. Mengenai pendataan korban kebakaran,  lurah dan camat akan dibantu tiga ketua RT yang wilayahnya terkena bencana tersebut, sehingga dalam beberapa hari ke depan dapat dipastikan jumlah bangunan yang terbakar, kepala keluarga (KK) dan jumlah jiwa yang terdampak dari kejadian itu.

“Setelah data sesuai dan valid, bantuan yang sudah disiapkan Dinsos Palangka Raya akan segera diserahkan kepada korban kebakaran secepatnya,” ucapnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah bangunan yang terbakar adalah sebanyak 96 unit. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan mengalami penambahan, sebab hingga saat ini masih dilakukan penghitungan ulang untuk memastikannya.

Sementara itu, untuk menanggulangi maupun mencegah kejadian serupa agar tidak terulang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya melakukan evaluasi terhadap hidran yang sudah dipasang di beberapa lokasi pemukiman padat penduduk.

“Seperti yang terpasang di Jalan Dr Murjani, Jalan Riau dan kompleks perumahan Jalan Rindang Banua Palangka Raya,” ungkapnya.

Ia menerima informasi, hidran yang sudah dipasang oleh pemkot belum berfungsi secara optimal. Untuk itu pihaknya akan segera menindaklanjutinya agar permasalahan tersebut segera diatasi.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati saat meninggalkan rumahnya. Salah satunya mengecek peralatan dapur, seperti tempat penanak nasi elektronik, dispenser serta peralatan lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Instalasi listrik juga wajib dicek, apabila kondisinya sudah lama harus segera diganti agar tidak mudah terbakar dan membahayakan penghuni rumah itu sendiri,” katanya.*

Baca juga: Ratusan Rumah Berbahan Kayu Terbakar di Palangka Raya

Baca juga: Rumah dan pabrik batako terbakar akibat anak bakar kasur

Pewarta: Kasriadi/Adi Wibowo
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IDI paparkan defisit BPJS berdampak pada RS hingga pasien

Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih memaparkan defisit keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berdampak pada seluruh pihak yang terkait mulai dari rumah sakit hingga pasien.

Daeng dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan kondisi defisit keuangan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional paling banyak berdampak pada pelayanan fasilitas kesehatan kepada pasien.

“Defisit ini paling banyak di antara yang menyebabkan kualitas pelayanan itu karena kalau defisit nggak dibayar kemudian rumah sakit gagal bayar ke pihak ketiga,” kata Daeng.

Rumah sakit menunggak pembiayaan obat-obatan dan peralatan kesehatan penunjang seperti obat-obatan dengan bahan habis pakai yang apabila tidak ada akan menghambat kerja dokter dalam menangani pasien.

Daeng menjelaskan jika suatu rumah sakit tidak bisa menangani pasien dikarenakan keterbatasan obat-obatan dan peralatan akan berakibat pada merujuknya pasien ke rumah sakit lain.

Dalam kondisi itu, pasien akan mengalami keterlambatan dalam penanganan yang berdampak pada kondisi kesehatannya.

“Penanganan pasien itu kan ada masa emasnya, kan ada ‘golden period’-nya. Itu yang bisa hilang,” jelas Daeng.

Selain itu, masalah keuangan pada BPJS Kesehatan juga berimbas pada tenaga kesehatan yaitu dokter dan perawat yang tertunggak dibayarkan jasanya.

Oleh karena itu Daeng menegaskan bahwa penyelesaian dalam masalah keuangan pada Program JKN yang paling mendesak adalah mengatasi defisit yang diderita.

Baca juga: IDI minta kesejahteraan dokter ditingkatkan
Baca juga: Kejaksaan berhasil tagih Rp26 miliar piutang BPJS Kesehatan

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyeberang dengan rakit untuk ikuti UN

(ANTARA)- Ujian Nasional (UN) yang baru saja berlangsung  memang tidak selamanya menunjukkan cerita baik. Tidak sedikit juga yang harus mengikutinya di tengah hambatan dan keterbatasan. Seperti yang djhadapi siswa Madrasah Aliyah Ummatan Wasathon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka harus untuk mengikuti UN dengan menyeberangi  sungai dengan rakit, lantaran jembatan yang menjadi akses satu-satunya menuju ke sekolah terputus akibat diterjang banjir.

Belajar-mengajar pascabanjir di SMP Tarfia Demta Jayapura normal

Jayapura (ANTARA) –
Aktifitas belajar-mengajar di SMP Satu Atap Tarfia Distrik Demta pascabanjir bandang di Kabupaten Jayapura, Minggu mulai kembali normal.

Kepala Sekolah SMP Satu Atap Tarfia Distrik Demta Jimmy Fitowin di Jayapura, Minggu mengatakan ketika peristiwa banjir bandang melanda Kabupaten Jayapura pada 18-20 Maret 2019 warga bersama warga sempat mengungsi ke daerah gunung karena adanya isu tsunami.

“Jadi waktu banjir bandang melanda wilayah lain, daerah kami yang notabenenya berada 50 meter dari bibir pantau justru sempat dibuat gempar dengan isu tsunami karena ombak yang tinggi,” katanya.

Menurut Jimmy, karena isu tersebut, kegiatan belajar dan mengajar selama tiga hari tidak berjalan, aktifitas sekolah kembali dimulai pada 21 Maret 2019, namun selama seminggu siswa dipulangkan lebih cepat dibanding biasanya.

“Kala itu, intensitas hujan tinggi sehingga ketika siswa masuk pukul 07.00 WIT, kami sudah pulangkan pada pukul 09.00 WIT untuk mengantisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan sedangkan aktifitas belajar dan mengajar mulai kembali normal sejak Senin (25/3) hingga kini, di mana sekolah dengan 53 siswa serta delapan guru juga satu kepala sekolah ini masih terus berjaga dari segala kemungkinan.

“Saya juga sudah mengecek masing-masing guru, untuk mengetahui kondisi keluarganya apakah ada yang terkena banjir bandang dan mengalami kerusakan parah, beruntung semua baik-baik saja meskipun ada satu atau dua yang rumahnya dimasuki air ketika bencana terjadi,” katanya lagi.

Sekadar diketahui, berdasarkan data BPBD Provinsi Papua, korban jiwa meninggal dunia (MD) sebanyak 105 jiwa di mana 85 teridentifikasi, 20 belum teridentifikasi dan sudah dimakamkan, dilaporkan hilang dan belum dapat ditemukan 17 jiwa, luka-luka ringan 768 orang yang terakumulasi sejak 16 Maret 2019 dengan luka berat 153 orang.

Sementara jumlah total pengungsi yang terdampak dari banjir bandang dan meluapnya air Danau Sentani sebanyak 7.795 orang dengan 1.779 KK, di mana jumlah keluarga terdampak pada lima Distrik (Sentani, Sentani Timur, Ebungfauw, Waibu dan Sentani Barat) 25.561 KK serta korban terdampak di 12 Distrik (Sentani, Sentani Barat, Sentani Timur, Waibu, Ebungfauw, Depapre, Ravenirara, Nimboran, Nimbokrang, Kemtuk Gresi dan Namblong, Distrik Demta) sebanyak 33.161 KK.

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Deteksi dini TBC dilakukan di lingkungan pondok pesantren

Kotabaru (ANTARA) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan melakukan pendeteksian sejak dini penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan pondok pesantren di “Bumi Bersujud”.

“Diseminasi informasi berupa intensifikasi deteksi dini program TBC, khususnya yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Abshor Stagen, Kotabaru diharapkan memberikan dampak terhadap penemuan penderita sedini mungkin, sehingga tidak ada penderita yang putus obat atau gagal pengobatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru H Akhmad Rivai, Ahad.

Dikatakan, penyakit TBC merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius di tingkat global. Infeksius adalah pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif).

Oleh karena itu, mengapa TBC perlu dieliminasi, hal ini dikarenakan bahwa TBC menular sehingga menjadi ancaman serius bagi setiap negara serta pengobatan TBC tidak mudah dan murah.

TBC yang tidak ditangani hingga tuntas menyebabkan resistensi obat dan TBC menular dengan mudah yakni melalui udara yang berpotensi menyebar di lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, pondok pesantren, dan tempat umum lainnya.

Berdasarkan data di Kabupaten Kotabaru penemuan kasus TBC untuk semua kategori hingga saat ini sebesar 37,1 persen dari 998 kasus, kata Rivaia dalam siaran persnya.

Di mana masih rendahnya atau berkisar 24,4 persen penderita TBC yang melaksanakan konversi atau pemeriksaan dahak setelah 2 bulan pengobatan, juga angka kesembuhan atau penderita dengan pengobatan lengkap masih rendah berkisar 52,4 persen.

Rendahnya penemuan kasus TBC disebabkan masih banyaknya petugas yang tidak terlatih, penemuan penderita yang bersifat pasif, dan program ketuk pintu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Di samping itu, pengobatan yang tidak tuntas atau putus obat berpengaruh kepada angka kesembuhan pada penderita itu sendiri sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap resistensi obat TBC.*

Baca juga: 20.000 penderita TBC di Riau belum jalani pengobatan

Baca juga: Kasus TBC di Parigi Moutong masing tinggi

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PTPN IV rayakan HUT ke -23 dengan kegiatan kemanusiaan

Medan (ANTARA) – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV merayakan HUT ke-23 perusahaan itu dengan kegiatan yang lebih menyentuh rasa kemanusian seperti membangun 540 rumah karyawan, memberi santunan anak yatim, pemberian sembako ke warga dan santunan kepada siswa berprestasi.

“Rasa kebahagiaan dengan kinerja PTPN IV yang semakin membaik harus disalurkan dengan membahagiakan orang di sekitar juga khususnya karyawan dan masyarakat,” ujar Dirut PTPN IV, Siwi Peni di Pabatu, Sumatera Utara, Minggu.

Dia mengatakan hal itu pada perayaan HUT PTPN IV ke -23 yang digelar sederhana  dengan dihadiri Komisaris Utama PTPN IV, I Ketut Diarmita, Komisaris anggota, Pos M. Hutabarat dan Komisaris Independen Osmar Tanjung.

Peningkatan perhatian kepada karyawan, ujar Siwi Peni karena menyadari bahwa karyawan sudah memberi kontribusi besar dalam peningkatan kinerja.

Sementara masyarakat sekeliling perusahaan juga dinilai memberikan kontribusi besar dalam mendukung kemajuan usaha.

Siwi pun tampak menangis saat memberikan santunan kepada 250 anak yatim dan ketika berbagi 250 paket sembako yang sebagian besar diterima kaum ibu berusia tua.

Santunan juga diberikan kepada 45 anak karyawan yang berhasil masuk perguruan tinggi negeri tahun 2019 melalui jalur seleksi nasional.

PTPN IV juga memberikan penghargaan termasuk uang tunai Rp25 juta kepada manajemen yang kinerjanya terpilih sebagai yang terbaik di 2018.

“PTPN IV memang memiliki program bagaimana meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan tujuan peningkatan mutu hidup manusia dari alam yang dilindungi,”kata Siwi Peni.

Ketua Umum Serikat Pekerja  PTPN IV, Wispramono Budiman mengakui kesejahteraan karyawan semakin tahun terus meningkat.

“Jarak antara karyawan dan atasan termasuk direksi juga semakin berkurang sehingga karyawan semakin merasakan ketenangan bekerja dan merasakan memiliki perusahaan,” ujarnya.

Kondisi itu, ujar Wispramono Budiman semakin meningkatkan kinerja perusahaan. 

Baca juga: PTPN XI hasilkan 19 penelitian di bidang perkebunan
Baca juga: Produktivitas sawit PTPN V catat rekor tertinggi

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa SMA di Medan teliti perilaku setia kawan semut

(ANTARA)-Dua siswI SMA Negeri 1 Medan menyimpulkan bahwa semut merupakan hewan yang setia kawan melalui penelitiannya. Hasil karya tulis ilmiah mereka pun akhirnya meraih juara I lomba Indonesian Fun Science Award (ISFA) yang digelar di Tangerang Selatan, Banten, pada 9 Maret lalu.

Menteri Yohana hibur anak-anak pengungsi banjir Sentani

Jayapura (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise mengunjungi dan menghibur anak-anak pengungsi korban banjir bandang Sentani, Minggu.

“Mama Yo milik anak-anak di seluruh Indonesia tanpa diskriminasi,” kata Yohana saat berdialog dengan anak-anak pengungsi banjir bandang Sentani di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura.

Kepada anak-anak pengungsi, Yohana meminta mereka untuk bernyanyi. Anak-anak pengungsi yang berani maju dan menyanyikan sebuah lagu, mendapatkan bingkisan oleh-oleh dari Yohana.

Yohana juga sempat menyanyikan beberapa lagu bersama anak-anak pengungsi. Dia mengungkapkan kegembiraannya karena anak-anak tetap bisa bergembira di pengungsian.

“Perempuan di sini kuat-kuat meskipun tinggal di pengungsian. Anak-anak juga tetap bisa bergembira,” tuturnya. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise bernyanyi dengan anak-anak pengungsi banjir bandang Sentani saat mengunjungi salah satu titik pengungsian di Gedung Olahraga Toware, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Minggu (31/3/2019). (ANTARA/Dewanto Samodro)

Kepada anak-anak pengungsi, Yohana menanyakan apakah mereka tetap bisa bersekolah di pengungsian. Menurut dia, dalam penanganan bencana di beberapa daerah, selalu ada sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi.

“Kalau ada anak terkena bencana tidak bisa bersekolah, Mama Yo akan cek ke kepala dinasnya. Kalau perlu, Mama Yo akan telepon langsung ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.

Yohana mengatakan anak-anak yang tinggal di pengungsian tetap harus dipenuhi hak-haknya, termasuk hak dasar pendidikan.

“Anak-anak harus tetap bersekolah. Mama Yo akan menjaga anak-anak di seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Kalian nanti yang akan menjadi menteri menggantikan Mama Yo,” tuturnya.

Banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu (16/3) pukul 18.00 hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre.

Banjir bandang di wilayah Kabupoten Jayapura dan sekitarnya terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (29/3) terdapat 4.763 jiwa atau 963 kepala keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang dan luapan Danau Sentani.

Banjir menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 2.287 rumah rusak, 59 sekolah rusak, lima jembatan rusak, dua gereja rusak dan tiga kantor pemerintahan rusak.

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur : Brigade Alsintan Gorontalo jadi percontohan nasional

Gorontalo (ANTARA) –
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan  program Brigade Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Gorontalo  menjadi percontohan di tingkat nasional.

“Program ini sudah diakui oleh Menteri Pertanian dan bahkan menjadi percontohan nasional,” kata Gubernur Rusli di Gorontalo, Minggu.

Gubernur mengungkapkan, program Brigade Alsintan tersebut semula tidak disukai, dengan alasan bahwa seharusnya alsintan itu diserahkan ke petani, bukan dipinjamkan.

Namun, lanjutnya lagi, pemerintah tetap memutuskan untuk menggunakan metode meminjamkan alsintan tersebut.

Ia mencontohkan, ketika pemda menyerahkan langsung kepada kelompok tani, maka pemerintah tidak bertanggungjawab dalam perawatannya.

“Dari masalah tersebut, kami putuskan untuk tidak diberikan kepada masyarakat dan hanya dipinjamkan. Yang dibayarkan itu hanya BBM, biaya transportasi dan operator . Alhamdulillah masyarakat sudah mengerti kenapa saya bikin seperti ini,” ungkapnya.

Melalui brigade alsintan, para petani yang melakukan peminjaman alat dan butuh solar, akan mudah untuk membelinya di SPBU manapun karena diketahui oleh petugas.

Terkait isu penarikan alsintan daripetani, gubenur mengungkapkan hal itu dilakukan oleh Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo untuk diperbaiki.

Ia berjanji jika sudah ada tambahan bantuan alsintan dari Menteri Pertanian, pihaknya akan mendirikan toko alsintan di Kabupaten Pohuwato dan Boalemo agar peminjaman bisa dilakukan di lokasi yang lebih dekat.

Brigade alsintan merupakan satu terobosan pemerintah Provinsi Gorontalo, yang telah memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian RI.

Program itu menjadi “pilot project” pengelolaan dan pelayanan jasa alsintan bagi provinsi lainnya, juga menjadi nominasi dalam dalam penilaian penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Bappenas RI tahun 2019 kategori inovasi pelayanan publik pemerintah daerah.

Ia menambahkan, brigade alsintan Provinsi Gorontalo yang ada sejak tahun 2015 sampai tahun 2019, semua terawat dengan baik dan dalam kondisi siap dioperasionalkan.

Alsintan berjumlah 6.307 unit diantaranya pompa air 250 unit, handsprayer 40 unit , danalat tanam jagung 60 unit.
 

Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Atraksi JAT TNI AU pukau ribuan warga Pekanbaru

Pekanbaru (ANTARA) – Tim Aerobatik Jupiter atau Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU menggelar atraksi dengan menari-nari di langit Kota Pekanbaru, Provinsi Riau usai berhasil membawa nama baik bangsa Indonesia di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2019, Malaysia.

Kehadiran JAT di Kota Pekanbaru tersebut dalam rangka pelaksanaan Bulan Dirgantara yang diselenggarakan Pangkalan Militer Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Minggu.

“Ada 12 formasi yang kita tampilkan untuk warga Pekanbaru hari ini,” kata pimpinan JAT Letkol Pnb Marcellinus  di Pekanbaru, Minggu.

Ia menjelaskan formasi yang ditampilkan tersebut merupakan beberapa dari formasi yang digunakan JAT di LIMA 2017, Malaysia pada 26-30 Maret lalu.

Di antara formasi tersebut, demikian Novian, adalah Roll Slide, Hard, Crosster, Box Provision, Barrier Roll Formation, Tactical dan lainnya.

Dari di lapangan, JAT yang terbang selama lebih kurang 20 menit pada Minggu siang menampilkan sejumlah formasi terbang menarik. Decak kagum ribuan warga Pekanbaru tidak terbendung saat seluruh enam pesawat KT-1B Wong Bee buatan Korea Selatan itu menari-nari di udara.

Atraksi dimulai saat enam pesawat KT-1B Wong Bee yang tiba beriringan dari arah utara. Kemudian dua pesawat lainnya berpencar ke sisi kiri dan kanan. Kedua pesawat itu memulai atraksi seperti terbang dari arah berlawanan dengan jarak yang cukup dekat satu dengan lainnya.

Atraksi terus berlanjut seperti dua pesawat terbang dengan posisi atas dan bawah beriringan namun satu pesawat di atas terbang secara terbalik. Seluruh atraksi tidak henti membuat merinding ribuan penonton.

Salah satu penerbang JAT asal Pekanbaru, Mayor Pnb Ferdian Corbie Habibi mengaku sangat bangga dapat menampilkan atraksi terbaik di langit Kota Pekanbaru. Dia mengatakan penampilan kali ini sangat spesial, karena kemungkinan besar menjadi yang terakhir menari-nari di langit Pekanbaru.

“Dari 2015 masuk tim dan berangan-angan tampil di Pekanbaru. Dan hari ini saya ada di tim, dan sebentar lagi akan meninggalkan tim. Alhamdulillah bisa berikan yang terbaik untuk warga Pekanbaru. Saya bangga sebagai anak Pekanbaru,” ujarnya.

Habibi berharap dimasa mendatang ada generasi muda yang dapat berkiprah dan menjadi pilot handal bertaraf internasional selayakanya dirinya.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama Ronny Irianto Moningka menjelaskan kehadiran JAT menjadikan Bulan Dirgantara dalam rangka memperingati HUT TNI AU ke-73 menjadi spesial.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi sekali. Ini adalah bagian dari perayaan HUT TNI AU yang jatuh pada 9 April mendatang,” kata Ronny.

Ia menjelaskan selain penampilan JAT, Lanud Roesmin Nurjadin sebagai satu-satunya pangkalan militer terlengkap dengan diperkuat dua skadron udara tersebut turut pamer kekuatan alat utama sistem persenjataan.

Sejumlah jet tempur F16 Fighting Falcon dan Hawk 100/200 Black Panther unjuk kebolehan dalam atraksi fly past. Selain itu, prajurit Paskhas juga pamer kemampuan dalam melakukan penyergapan dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat dalam penyelenggaraan dua hari tersebut.

“Kita sudah langsungkan kemarin dan hari ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan TNI AU dengan masyarakat dan kita berharap ada generasi muda Riau yang bergabung menjadi bagian TNI AU,” tuturnya.

Pewarta: Anggi Romadhoni
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tim Aerobatik Jupiter kembali ke Yogya setelah misinya di Malaysia

Pekanbaru (ANTARA) – Tim Aerobatik Jupiter atau Jupiter Aerobatic Team (JAT) TNI AU akan melanjutkan penerbangan kembali ke Yogyakarta pada Senin (1/4), setelah menyelesaikan penampilannya di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2019, Malaysia 26-30 Maret.

“Puji Tuhan, kita berhasil melaksanakan tugas yang dibebankan kepada kami. Yang dipercayakan pada tim untuk membawa nama bangsa Indonesia,” kata pimpinan JAT Letkol Pnb Marcellinus kepada Antara di Pekanbaru, Riau, Minggu.

JAT yang bermarkas di Pangkalan Udara Adi Sucipto, Yogyakarta mengikuti LIMA 2019 pada 26 hingga 30 Maret 2019. Saat ini, TIM JAT yang diperkuat dengan enam pesawat KT-1B Wong Bee dan satu pesawat cadangan dengan jenis yang sama tersebut berada di Pekanbaru setelah sebelumnya terbang dari negeri jiran Malaysia.
 
Marcel mengatakan selama di Langkawi, JAT menampilkan 14 formasi yang menjadi andalan para penerbang berprestasi tersebut. Di antaranya adalah Jupiter Roll, Arrow Head Form and Barrel Roll, Loop and Brake Off, Twin Half Cuban and Head On Pass, Jupiter Wheel dan Tango to Diamond Loop.

Selanjutnya, turut diperagakan formasi The Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, Solo Spin, Five Card Loop, Leader Benefit, Roll Back dan terakhir Lopp and Bomb Burst sebagai formasi penutup.

Dia mengatakan JAT TNI AU mendapat apresiasi yang sangat baik dari peserta internasional serta masyarakat Malaysia selama penyelenggaraan Lima 2019.

Ia mengatakan JAT yang tampil dengan tim terbaik serta beberapa konfigurasi tambahan berhasil membawa nama TNI AU dan Bangsa Indonesia di ajang kedirgantaraan bertaraf internasional tersebut.

“Kita tampil penuh dengan konfigurasi yang baik. Penonton dari berbagai negara di sana juga sangat luar biasa. Kami di sana tidak hanya bawa nama TNI AU, tapi juga nama Bangsa Indonesia,” jelasnya.

“Setiap hari kita main, dari tanggal 26 sampai 30. Sekitar lima kali tampil di sana,” lanjutnya.

Sebanyak 12 penerbang pesawat KT-1B Wong Bee yang tergabung dalam JAT membawa nama Indonesia di LIMA 2019. JAT sendiri mengikuti gelaran kedirgantaraan dua tahunan tersebut, sejak 2013 silam.

Secara keseluruhan terdapat 51 personel yang terlibat dalam LIMA 2017 tersebut, berikut dua unit Hercules sebagai pesawat pendukung.

Baca juga: Atraksi JAT TNI AU pukau ribuan warga Pekanbaru
 Baca juga: Jupiter Aerobatic Team TNI AU tampil di Langkawi Malaysia

Pewarta: Anggi Romadhoni
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Yohana pulihkan trauma perempuan- anak korban banjir Sentani

Sentani, Jayapura (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengunjungi korban bencana banjir bandang Sentani,   di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, Kabupaten Jayapura. Minggu.

Disela-sela kunjungan itu, Menteri Yohana ingin melihat langsung dan memastikan proses pemulihan trauma pascabencana pada perempuan dan anak sudah berjalan dengan semestinya.

Sebagai langkah cepat tanggap, Menteri Yohana telah menginstruksikan deputi terkait untuk terlebih dahulu melihat langsung kondisi perempuan dan anak pasca bencana banjir di Sentani.

Sejumlah bantuan spesifik anak  telah diberikan di antaranya, susu, makanan, perlengkapan bayi, pakaian anak, mainan anak, dan perlengkapan mandi.

Selain itu diberikan juga kebutuhan spesifik perempuan seperti, pakaian daster, susu ibu hamil dan lansia, selimut, keperluan spesifik perempuan dan lanjut usia (lansia) dan makanan.

“Memberikan bantuan pokok memang penting, namun memastikan agar perempuan dan anak tetap dapat hidup layak dan tidak mengalami trauma pasca bencana juga tidak kalah penting,” kata  Yohana.

Menurut Menteri Yohana, kegiatan rehabilitasi psikologis dan pemulihan trauma pasca bencana dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bermain, bernyanyi, bercerita, dan berdoa bersama sebab anak harus tetap merasakan senang, aman, dan nyaman walaupun dalam kondisi pasca bencana.

Menteri Yohana menambahkan kondisi Indonesia yang berada pada lingkaran rawan bencana membuat kita harus selalu waspada dan siap menghadapi bencana, khususnya perempuan dan anak yang rentan mengalami kejahatan saat situasi darurat dan kondisi khusus.

“Selain itu, untuk mencegah terjadi bencana seperti ini lagi saya kira kedepannya perlu ada gerakan untuk pelestarian lingkungan, seperti gerakan 1000 perempuan dan anak menanam pohon bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA, Vennetia R Dannes mengatakan kehadirannya untuk memastikan kondisi perempuan dan anak pada proses rehabilitasi, serta tak lupa juga untuk memastikan bahwa kebutuhan khusus perempuan dan anak sudah terpenuhi dengan baik.

“Proses pemulihan trauma pascabencana menjadi penting, mengingat mereka harus kembali melanjutkan kehidupannya setelah bencana ini. Oleh karena itu, kami membawa psikolog khusus perempuan dan anak agar dapat memberikan pemulihan dan pemahaman tentang bagaimana agar dapat bangkit dari bencana,” tambah Vennetia.

Berdasarkan data dari BNPB hingga akhir 2019, masih ada 5.347 jiwa yang tersebar di 21 titik posko pengungsian. Mayoritas korban yang masih ada di pengungsian merupakan korban dari meluapnya Danau Sentani.

Sedangkan di posko pengungsian Gedung Olahraga Toware, jumlah pengungsi yang masih bertahan sebanyak 532 jiwa, mayoritas mereka berasal dari Distrik Sentani. Adapun jumlah pengungsi perempuan sebanyak 130 jiwa, laki-laki sebanyak 146 dan pengungsi anak sebanyak 226 jiwa.
 

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri PPPA : anak-anak pengungsi harus diperhatikan sekolahnya

Jayapura (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise meminta agar anak-anak yang ikut terdampak banjir bandang selama masa pengungsian harus diperhatikan sekolahnya.

“Tadi, saya sudah minta ke Kadis Pendidikan Kabupaten Jayapura agar anak-anak ini diperhatikan sekolahnya,” katanya di sela-sela mengunjungi anak-anak dan keluarga yang mengungsi di Posko GOR Toware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu.

Menurut dia, anak-anak yang terdampak banjir bandang, baik yang mengungsi di GOR Toware dan sejumlah tempat lainnya harus difasilitasi untuk bersekolah.

“Mereka inikan bisa dititipkan di sekolah terdekat, apalagi ada yang akan ujian,” kata Mama Yo, sapaan akrabnya.

Dengan begitu, kata dia, anak-anak usia sekolah bisa terpenuhi kebutuhannya akan sekolah.

“Mereka ini prioritas, harus diperhatikan selain hal lainnya selama masa ini,” katanya.

Mengenai perlindungan Cagar Alam Cycloop, Mama mengatakan pihaknya siap melibatkan 1.000 perempuan dan anak untuk menanam pohon di kaki Gunung Cyclop di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Ada lahan-lahan kosong di bawah kaki Gunung Cyclop yang perlu kita tanam pohon, saya akan gerakan 1.000 orang sebagian besar anak-anak,” kata Yohana Yembise.

Menurut Menteri, dirinya ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa masa depan untuk melindungi alam ada di tangan mereka.

“Jadi mereka juga bisa tahu bagimana bisa melindungi alam mereka, itu rencana saya ke depan,” katanya.(*)

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hamparan pohon pinus jadi daya tarik wisata Dulamayo Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) – Hamparan pohon pinus dan pemandangan dari puncak bukit menjadi daya tarik pengunjung di objek wisata Puncak Dulamayo di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Seorang pengunjung asal Kota Gorontalo, Rina Kartika, di Puncak Dulamayo, Minggu, mengatakan banyaknya pohon pinus menjadi salah satu alasan ia datang ke Dulamayo.

“Saya datang ke sini karena tahu dari teman, ini pertama kali saya berkunjung ke sini, banyak lokasi swafoto yang menarik,” ujarnya.

Ia mengaku, suasana alam yang sejuk dari pemandangan yang indah membuat Dulamayo menjadi  lokasi yang menarik untuk dikunjungi.

Sementara itu, pengelola objek wisata itu Risman Luwiti mengatakan, lokasi itu sering ramai pada malam Sabtu dan Malam Minggu.

“Jumlah pengunjung mencapai 400 orang per hari. Biasanya pengunjung membawa tenda ataupun menyewa dengan harga Rp60 ribu untuk menginap agar dapat menikmati pagi di puncak Dulamayo,” ucapnya.

Ia menambahkan, objek wisata yang dibuka sejak tahun 2016 tersebut memang menawarkan keindahan pemandangan, pohon pinus serta keindahan matahari terbit dari balik perbukitan di daerah itu.

Baca juga: Menara Pakaya magnet baru wisata malam Gorontalo
 Baca juga: Gorontalo siapkan Danau Limboto jadi destinasi wisata 2015

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi dijadwalkan tinjau pengungsi korban banjir Sentani

Jayapura (ANTARA) – Presiden Jokowi, Senin (1/4) dijadwalkan mengunjungi para korban banjir yang saat ini masih mengungsi di sekitar kawasan Sentani, Kabupaten Jayapura.

Presiden  didampingi ibu negara Iriana Widodo, setibanya di bandara Sentani akan menerima paparan tentang bencana  banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) hingga menewaskan 105 orang dan 74 orang dilaporkan hilang.

Setelah mendapat laporan, Jokowi dan rombongan langsung mengunjungi para pegungsi yang ada di GOR Towere, kata Danrem 172/PVJ Jayapura Kol Inf Binsar Sianipar kepada Antara di Jayapura, Minggu.

Seusai mengunjungi para pengungsi, Presiden dan rombongan langsung ke Jayapura untuk melakukan pertemuan terpisah yang diawali dengan pertemuan dengan gubernur dan bupati serta walikota se-Papua.

Setelah itu, Jokowi akan melakukan pertemuan dengan relawan, jelas Kol Inf Sianipar seraya menambahkan, GOR Toware yang menjadi tempat pengungsian korban banjir bandang kini dihuni sekitar 500 pengungsi yang sebelumnya mengungsi ke perkantoran Pemda Jayapura di Gunung Merah.

GOR Toware merupakan salah satu dari empat lokasi pengungsian yang menjadi posko utama yaitu lapangan Bas Youwe, puspemka dan di jembatan kuning yang lebih banyak menampung korban dari meluapnya air dana Sentani.

Selain keempat posko pengungsian memang ada beberapa lokasi yang menjadi tempat korban mengungsi seperti di Stakin dan Advent Doyo, jelas Kol Inf Sianipar.

Banjir bandang yang menerjang berbagai kawasan di Kabupaten Jayapura juga menyebabkan air dana Sentani meluap hingga menggenangi ratusan rumah warga yang ada di sekitar danau.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Pontianak ajak masyarakat jaga kebersihan Sungai Kapuas

Pontianak (ANTARA) – Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, mengajak semua lapisan masyarakat di kota itu untuk bersama-sama dalam menjaga kebersihan Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia dan merupakan ikon kota itu.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Minggu, menyatakan pihaknya  optimis ke depan wilayah tepian Sungai Kapuas ini tidak ada lagi sampah-sampah yang terapung, sehingga menjadi kawasan wisata air yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun nasional.

“Saya mengajak kita semua untuk menjaga kebersihan sungai, dan terus melakukan edukasi kepada warga agar selalu menjaga kebersihan sungai, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai tersebut,” katanya.

Edi juga meminta para lurah untuk mengajak warga setempat agar aktif menjaga lingkungannya termasuk sungai melalui aksi seperti yang dilakukan, Sabtu kemarin (30/3) yakni melakukan gotong-royong dalam membersihkan sampah di sepanjang pinggir Sungai Kapuas.

Hal itu dilakukan, menurut dia, supaya masyarakat sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Apalagi tepian Sungai Kapuas di Kelurahan Benua Melayu Laut, kini miliki Promenade atau “waterfront city” tentu harus dijaga kebersihannya.

Ia mengaku prihatin masih banyaknya ditemukan sampah plastik yang mendominasi sampah di sungai. Hal itu mendorong Wali Kota membuat sebuah terobosan sebagai upaya mengurangi sampah di sungai.

“Terobosan yang akan dilakukannya dengan menata ulang sistem pengelolaan sampah dengan sistem 3R, yakni Reuse, Reduce, dan Recycle. Rescue  adalah menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya, kemudi reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurut dia, sebagai tahap pertama akan ditempatkan di beberapa titik awal, seperti pengelolaan sampah, yakni menempatkan bank sampah mini.

“Tiga titik yang akan disediakan tempat sampah dalam tahap awal, yakni di Gang Irian, Gang Kamboja dan Senghie. Namun untuk lokasi tepatnya, ia meminta dicari areal yang sedikit luas, dan dengan adanya destinasi baru saya tekankan kebersihan harus dijaga,” katanya.

Jika tempat sampah tersebut sudah jadi, diharapkan warga sekitar tidak lagi buang sampah ke tepi sungai. Sambil berjalan, penentuan titik baru tempat sampah 3R juga bakal diimplementasikan ke titik lain dengan target wilayah tepian Sungai Kapuas. “Bila itu sudah tersedia, saya minta tidak ada lagi perilaku masyarakat yang membuang sampahnya ke sungai karena harus bersih dari sampah,” ujarnya lagi.
 

Pewarta: Andilala
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

5.000 orang ikuti jalan sehat di Pesisir Selatan

Painan, (ANTARA) – Jalan sehat di Kecamatan Bayang, Kebupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat yang kegiatannya dipopulerkan dengan nama “Bayang Run 313” diikuti 5.000 peserta pada Minggu.

“Animo masyarakat mengikuti kegiatan ini cukup tinggi dan ini di luar perkiraan,” kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni usai mengikuti kegiatan itu.

Selain Bupati Pesisir Selatan, kegiatan yang juga diikuti oleh pejabat daerah setempat membuat arus lalu lintas macet.

“Sejak awal panitia pelaksana melapor, saya sudah berencana menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan tahunan, tujuannya jelas yakni untuk memperkuat dunia pariwisata,” ujarnya.

Ia mengungkapkan Kecamatan Bayang merupakan kecamatan yang memiliki beberapa tujuan wisata unggulan seperti Bayang Sani, Jembatan Akar, Kawasan Negeri Di Atas Awan, Gunung Jantan dan Gunung Batino dan lainnya.

Ke depan ia menyebut kegiatan Bayang Run benar-benar mesti dikemas dengan baik sehingga hasil dari kegiatan menjadi lebih maksimal.

“Kegiatan ini hanya direncanakan dan dibuat oleh masyarakat Bayang secara mandiri, saya tidak bisa membayangkan semaraknya jika ke depan kegiatan ini dikemas dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga,” katanya.

Sementara itu, salah seorang penggagas Bayang Run 313, Dasrianto Putra menyebutkan pihak panitia hanya menyiapkan 5.000 lembar tanda pengenal bagi peserta dan semuanya habis sebelum acara dimulai.

“Saya memperkirakan sedikitnya 6.000 orang mengikuti kegiatan ini dan hal itu di luar dugaan panitia,” katanya lagi.

Dasrianto Putra yang juga merupakan Kepala Dinas Pendapatan Pesisir Selatan tersebut berencana untuk menggelar kegiatan serupa di kemudian hari dengan mengemas acara menjadi lebih menarik hingga mendatangkan peserta yang jauh lebih banyak.
 

Pewarta: Miko Elfisha/ Didi Solmedi
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi berkunjung ke Sulut untuk keempat kalinya

Manado (ANTARA) – Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk keempat kalinya, Minggu, setelah melaksanakan kegiatan di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Presiden akan melakukan tugas kenegaraan menghadiri acara penutupan Konferensi Gereja dan Masyarakat X Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (KGM X PGI) yang dilaksanakan di Minahasa Utara, Minggu,” kata Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut Christian Iroth di Manado.

Agenda lainnya ketika berada di daerah ini, kata dia, yaitu meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Sulut, di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, rumah susun mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dan rumah susun mahasiswa  Institut Agama Islam negeri (IAIN).

Kunjungan pertama Presiden Jokowi ke Sulut yakni pada tanggal 19 Oktober 2016 untuk meresmikan bandara Miangas, di pulau perbatasan di Kabupaten Kepulauan Talaud.

 Kemudian pada tanggal 26 Desember 2016 saat meresmikan sejumlah proyek Pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) Geotermal dan menghadiri Natal Nasional di Tondano.

Serta kunjungan ketiga dilakukan pada tanggal 15 November 2017 untuk menghadiri acara Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)  di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.

Baca juga: Jokowi langsung bertolak ke Makassar usai debat calon presiden
Baca juga: PGI undang Presiden hadiri konferensi gereja akhir Maret
Baca juga: Presiden Jokowi dijadwalkan tinjau pembangunan tol Manado-Bitung

 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri PPPA siap libatkan 1.000 perempuan dan anak tanam pohon

Sentani, Jayapura (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan pihaknya siap melibatkan 1.000 perempuan dan anak untuk menanam pohon di kaki Gunung Cyclop di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
 
“Ada lahan-lahan kosong di bawah kaki Gunung Cyclop yang perlu kita tanam pohon, saya akan gerakan 1.000 orang sebagian besar anak-anak,” kata Menteri Yohana Yembise disela-sela kunjungannya ke lokasi korban banjir Sentani yang berada di posko Gedung Olahraga Toware Sentani, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Minggu.

Menurut Menteri Yohana, dirinya ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa masa depan untuk melindungi ada ditangan mereka.

“Jadi mereka juga bisa tahu bagimana bisa melindungi alam mereka, itu rencana saya kedepan,” katanya.

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap mendampingi para korban banjir yang masih “trauma healing”.

“Bilamana ada yang belum mempunyai tempat tinggal, bisa melaporkan ke saya, nanti saya akan koordinasikan dengan kementerian terkait seperti Kementerian Sosial atau Kementeriam Pendidikan, itu adalah tugas saya,” katanya.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyelamatkan anak-anak dan perempuan yang terdampak korban banjir bandang Sentani.

“Kami punya rencana kedepan karena saya perempuan Papua, ingin menyelamatkan perempuan dan anak yang terdampak korban banjir,” katanya.

Ia menambahkan, karena kedepan perempuanlah yang menghasilkan generasi Papua yakni punya anak.
 

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belasan perupa ikuti pameran “Banyumas Tiga Zaman”

Banyumas (ANTARA) – Sebanyak 18 perupa dari berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengikuti pameran seni rupa “Banyumas Tiga Zaman” dengan menampilkan 46 lukisan di Galeri Seni Kampoeng Maen, Kawasan Wisata Baturraden yang berlangsung 31 Maret-30 April 2019.

“Pameran ini ditujukan untuk membangkitkan seni rupa di Banyumas. Dulu di Sokaraja, Banyumas, pada tahun 1970-1980 ada galeri terpanjang se-Asia Tenggara,” kata Koordinator Pameran Seni Rupa “Banyumas Tiga Zaman” Nugroho Pandu Sukmono di Galeri Seni Kampoeng Maen, Omah Maen Resto, Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Minggu.

Menurut dia, galeri yang terkenal dengan lukisan pemandangan alam itu menjadi tempat tujuan wisatawan sehingga dikenal dengan istilah “jujugan” (tujuan, red.).

Akan tetapi sekarang, kata dia, keberadaan galeri di Sokaraja sekarang seolah tinggal kenangan karena hanya tersisa beberapa tempat saja.

“Oleh karena Baturraden juga menjadi tujuan wisatawan, kami ingin kembali menghidupkan konsep-konsep pada masa itu untuk dialihkan di Galeri Kampoeng Maen,” katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan 18 perupa yang mengikuti pameran terdiri atas tiga generasi karena ada yang berusia lebih dari 60 tahun, kelompok usia menengah, dan pemula.

Menurut dia, 18 perupa itu berasal dari berbagai aliran di antaranya naturalisme, impresionisme, futurisme, dan sebagainya.

“Dari 46 lukisan tersebut, ada beberapa yang cukup menonjol karena mengandung kritik-kritik sosial. Misalnya, lukisan berjudul ‘Di Mana Masa Depanku’ menggambarkan seorang perempuan yang membawa kartu suara sambil menggendong seorang anak yang mengenakan kaos bergambar kompleks parlemen,” katanya.

Pemilik Omah Maen Resto, Guno Purtopo mengatakan seiring dengan berjalannya waktu, keberadaan galeri di Sokaraja saat sekarang tinggal dua tempat dan terlihat seperti kurang terangkat.

Ia mengharapkan dengan adanya Galeri Seni Kampoeng Maen, semuanya bisa maju bersama karena makin banyak yang berkegiatan seni akan turut meramaikan Banyumas.

“Pelukis di Banyumas kekurangan ruang untuk memajang dan memamerkan karyanya. Maka nanti dengan adanya Galeri Seni Kampoeng Maen, segala bentuk kesenian Banyumas bisa (digelar) di sini, nanti jadi satu galeri seni dan menjadi satu destinasi wisata baru,” katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jateng diprakirakan masuki kemarau pada Mei 2019

Semarang (ANTARA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Jawa Tengah akan memasuki kemarau pada bulan Mei 2019.

“Secara umum musim kemarau di Jawa Tengah diprakirakan terjadi pada Mei 2019,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko di Semarang, Minggu.

Ia menyebut menyebut beberapa daerah sudah akan memasuki kemarau pada akhir April.

Daerah-daerah yang akan memasuki kemarau paling awal tersebut antara lain sebagian besar Blora, sebagian wilayah Rembang, Wonogiri, Pati, Jepara, dan Grobogan.

Adapun kemarau paling akhir terjadi di sebagian Cilacap bagian selatan pada akhir Juni 2019.

Menurut dia, kemarau pada tahun ini pada umumnya diprakirakan berlangsung normal.

Lama kemarau sendiri, lanjut dia, terjadi antara tiga hingga tujuh bulan.

“Puncak kemarau diprakirakan terjadi pada Agustus,” katanya.

Ia mengungkapkan kemarau terpanjang diperkirakan terjadi di wilayah Pantura timur Jawa Tengah, seperti sebagian Rembang dan Pati.*

Baca juga: Jateng bagian selatan disebut BMKG segera memasuki masa pancaroba

Baca juga: Kemarau di Pantura Jateng, Wonogiri diprakirakan sedikit lebih panjang

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Mama Yo” sapa anak-anak pengungsi banjir bandang Sentani

Jayapura (ANTARA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengunjungi dan menyapa anak-anak pengungsi di GOR Toware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu.

Mama Yo, begitu sapaan akrab Menteri PPPA saat menyapa anak-anak pengungsi menggunakan setelan pakaian batik merah corak hitam bermotif tifa. “Selamat siang anak-anak,” sapa Mama Yo.

Didampingi Bunda PAUD Ny Magdalena Luturmas Awaitouw, Mama Yo mengajak sekitar 200-an anak keluarga pengungsi bernyanyi dan bermain.

Mama Yo juga membagikan sejumlah bingkisan kepada anak-anak yang terdampak banjir bandang pada Sabtu (16/3) itu.

Pada saat memberikan keterangan pers, Mama Yo mengaku prihatin dengan bencana alam yang terjadi di Kabupaten Jayapura, sehingga dia mengutus sejumlah staf dari Kementrian PPPA untuk langsung memberikan perhatian.

“Saat terjadi bencana, saya masih di luar negeri dalam suatu kegiatan terkait isu perempuan. Tapi saya sudah meminta kepada staf dan deputi serta satgas untuk datang langsung berikan perhatian dan bantuan sesuai dengan kebutuhan para pengungsi,” katanya.

Selain itu, kata Mama Yo, pihaknya juga mendirikan tenda dan memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi disejumlah posko yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Harapannya anak-anak ini tidak takut dan bisa kembali semangat untuk lakukan aktivitas lagi, terutama bersekolah,” katanya.

Pada momentum ini, Mama Yo dan romobongan ikut serta ibadah bersama dengan anak-anak dan pengungsi di GOR Toware.

Oleh Alfian Rumagit
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Garut minta bantuan Pemprov Jabar mengatasi banjir

Garut (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Garut meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat  untuk mengatasi permasalahan banjir yang menggenangi badan jalan utama di daerah itu akibat luapan air dari kondisi drainase yang buruk.

“Kita akan langsung melakukan penyelesaian (banjir) karena itu menyangkut jalan provinsi, kita meminta bantuan kepada provinsi,” kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Minggu.

Ia menuturkan, saat ini sedang musim hujan, bahkan intensitasnya cukup tinggi menyebabkan beberapa lokasi di jalan utama kewenangan provinsi maupun kabupaten tergenang banjir.

Salah satunya di jalan protokol Ciateul, Kecamatan Tarogong Kaler, ujar Bupati, merupakan jalan provinsi yang secepatnya akan dilakukan pembongkaran saluran yang menjadi penyebab tersumbatnya aliran air.

“Jadi ada yang tersumbat, harusnya gede, tapi itu kecil jadi meluap ke jalan,” katanya.

Ia menyampaikan, banjir yang menggenangi badan jalan di Garut telah menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan maupun aktivitas masyarakat.

Ia menyebutkan, program yang segera digulirkan untuk mengatasi banjir di jalanan itu dengan melakukan pembongkaran saluran air kecil sehingga terjadi penyumbatan dan banjir saat turun hujan.

“Tahun ini ada yang sudah dibongkar, kami sekarang ada 12 titik (pembongkaran) yang utamanya,” katanya.

Terkait titik genangan air lainnya, kata dia, juga menjadi perhatian pemerintah dan akan diselesaikan dengan alokasi anggaran di tahun 2020.

“Untuk yang lainnya, beberapa genangan juga akan diselesaikan di 2020,” katanya.

Sebelumnya, setiap turun hujan deras mengguyur wilayah perkotaan Garut seringkali menimbulkan banjir di beberapa titik jalan protokol dengan ketinggian sekitar lutut orang dewasa.

Bahkan genangan air juga sering terjadi di beberapa kawasan seperti Jalan Pembangunan, Jalan Terusan Pembangunan, Jalan Proklamasi, termasuk di sekitar Simpang Lima Garut.

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angka kekerasan terhadap perempuan-anak menurun

Palu (ANTARA) – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan fenomena dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut sebelum dan setelah bencana mengalami penurunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu Irmayanti Petalolo, di Palu, Minggu, mengatakan kasus kekerasan yang terjadi angkanya di bawah 100.

“Kondisi ini semakin membaik, bila kita membandingkan dengan dua tahun terakhir kasus kekerasan tersebut mampu ditekan hingga di bawah angka 100,” ucap Irmayanti Pettalolo.

Berdasarkan data DP3A Sulawesi Tengah tahun 2018 tercatat 79 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tahun 2017 85 kasus dan 2016 178 kasus.

Kata Irma, menurunnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak terlepas dari kerja-kerja pemerintah dilakukan selama ini, baik melalui sosialisasi hingga pendekatan secara persuasif terhadap keluarga, sebagai upaya meminimalisir kejadian serupa.

Selanjutnya, berdasarkan data DP3A dari jumlah kasus kekerasan yang terjadi tiga tahun terakhir itu, tercatat bahwa 82 kasus merupakan anak sebagai korban, 27 anak sebagai pelaku selama 2016.

Kemudian, tahun 2017 terdapat 42 kasus anak sebagai korban dan 35 kasus anak sebagai pelaku, serta 2018 tercatat 33 anak sebagai korban dan 32 anak sebagai pelaku,” kata Irmayanti.

Kasus anak sebagai pelaku, didominasi aksi kejahatan di jalanan atau tindak kriminal pembegalan, jambret melakukan perampasan secara paksa atas benda milik orang lain.

Bagi Irma, meminimalisir tindakan melanggar norma asusila yang dilakukan oleh anak, keluarga dan negara memiliki tanggung jawab memberikan jaminan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak maupun kelompok rentan lainnya agar dapat menjalani kehidupan yang layak.

“Keluarga sangat berperan penting, jika kehidupan keluarga berjalan harmonis maka tindak kekerasan sangat kecil terjadi, begitupun sebaliknya,” ujar Irmayanti.
Disisi lain, jaminan pemenuhan hak perempuan dan anak sebagai korban serta kelompok rentan lainnya yang wajib dipenuhi negara antara lain, pendampingan hukum, layanan kesehatan, psikologi termasuk layanan informasi.

Dia menjelaskan perlindungan maupun pemenuhan hak-hak perempuan dan anak tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah semata, melainkan keterlibatan pihak lain sangat dibutuhkan.

“Selama ini kami sudah membangun mitra dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat termasuk aparat penegak hukum, kami ingin 2019 kasus kekerasan dapat menurun drastis,” kata Irmayanti.*

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

57.947 siswa SMA dan MA yang ikut UNBK di Aceh

Banda Aceh (ANTARA) – Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menyatakan jumlah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/MA di provinsi setempat yang akan berlangsung pada 1 sampai 8 April sebanyak 57.947 siswa.

“Alhamdulillah berbagai persiapan telah kita lakukan dan semua sekolah penyelenggara siap untuk melaksanakan UNBK yang dimulai Senin ini,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin di Banda Aceh, Minggu.

Ia menjelaskan untuk menyukseskan pelaksanaan UNBK di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti unsur Kepolisian, Telkom, PLN serta Dinas Komunikasi, Informatika dan persandian Aceh (Diskominsa).

“Koordinasi ini sebagai upaya memastikan seluruh perangkat pendukung berjalan maksimal termasuk di dalamnya tidak ada pemadaman listrik selama penyelenggaraan UNBK,” katanya.

Menurut dia, untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMA dan MA serentak secara nasional termasuk di Provinsi Aceh pada tahun 2019 digelar seratus persen .

Kadisdik juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya sukses pelaksanaan, tapi juga sukses hasilnya dan memperoleh nilai yang telah ditargetkan.

Ia menambahkan motivasi orang tua untuk anak yang sedang mengikuti UNBK sangat penting karena dapat memberikan ketenangan hati agar anaknya bisa fokus 100 persen mengikuti UNBK.

“Kami juga berharap siswa dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjawab soal dan jangan terburu-buru. Sebelum ke luar dari ruang UNBK, periksa kembali nama dan nomor ujian, termasuk jawaban yang dijawab apa sudah tepat,” katanya.

Kepala Bidang SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh yang juga sebagai Ketua UN Aceh, Zulkifli mengatakan kesuksesan pelaksanaan UNBK tahun ini, sangat dipengaruhi pertama suplai listrik dari PLN dan jaringan internet dari Telkom/Telkomsel.

Ada pun mata pelajaran yang di UNBK meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Mata Uji Pilihan (Sesuai Jurusan).*

Baca juga: Status offline bikin peserta UNBK di Aceh Timur panik

Baca juga: Aceh targetkan hasil UNBK peringkat 17 besar nasional

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPAI: komitmen capres positif bagi anak

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto mengatakan komitmen yang ditunjukkan dua calon presiden dalam debat capres, Sabtu (30/3) malam di Jakarta sangat positif bagi anak-anak di negeri ini.

“Semangat untuk terus menjaga silaturahmi di antara kedua capres menunjukkan betapa perbedaan tak memutuskan rantai persahabatan,” kata Santo kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kekayaan alam dan budaya suatu bangsa tak akan berarti jika para tokoh politik dan bangsa tidak memiliki komitmen menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Ini merupakan spirit dan sekaligus pendididikan politik yang baik bagi anak-anak dalam kerangka berbangsa dan bernegara menuju Indonesia yang lebih baik,” kata dia.

Dia mengatakan, kebersamaan, persaudaraan serta saling menghormati harus selalu menjadi komitmen besar para figur publik meski anak-anak Indonesia dalam keragaman, baik agama, suku, bahasa dan budaya.

Ketua KPAI mengatakan debat capres keempat berlangsung dengan hangat dan mencerahkan.

“Kedua capres berkomitmen untuk memberikan penguatan dan internalisasi ideologi Pancasila kepada anak bangsa sejak usia dini hingga jenjang universitas S1, S2 dan S3),” kata dia.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan komitmen baik yang perlu diapresiasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang generasinya kokoh dengan ideologi kebangsaannya.

Dua capres, kata dia, telah menunjukkan jiwa dan visi nasionalismenya. Setiap warga memang harus aktif berkontribusi di level internasional, sinergi antarnegara penting terus bangun tapi kedaulatan dan kepentingan bangsa harus menjadi prioritas utama.

“Komitmen positif ini menjadi spirit baik bagi generasi Indonesia yang mengikuti debat capres,” kata dia.

Santo mengatakan dalam UU No 23 Tahun 2002 Pasal 19 (b) ditegaskan bahwa setiap anak wajib mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman. Selanjutnya beleid (c) menyebut setiap anak wajib mencintai tanah air, bangsa dan negara.

Dia mengatakan dalam paparan program capres masih perlu dipertajam seperti mengokohkan ideologi kebangsaan bagi anak Indonesia ke depan.

Visi dan langkah besar untuk perlindungan anak dari infiltrasi radikalisme, kata dia, harus terus dinovasikan.

Terlebih, lanjut dia, saat ini pola jaringan radikalisme dan terorisme terus bergeser, tak mudah dideteksi dan seringkali anak menjadi sasaran infiltrasi.

“Ini harus terus kita jaga agar 83 juta anak Indonesia tumbuh kembang dengan baik, memiliki perlindungan diri serta kokoh dalam menghadapi gempuran radikalisme yang semakin mewabah,” kata dia.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga digigit anjing semakin banyak di NTB

Mataram (ANTARA) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat mencatat sebanyak 1.144 warga menjadi korban gigitan anjing hingga pendataan terakhir pada 31 Maret 2019 atau meningkat dibandingkan data seminggu sebelumnya sebanyak 1.081 orang.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Hj Budi Septiani, di Mataram, Minggu, mengatakan warga yang digigit anjing terbanyak di Kabupaten Dompu sebanyak 897 orang. Disusul Kabupaten Sumbawa 116 orang, Bima 72 orang, Kota Mataram 21 orang, Kabupaten Lombok Utara 15 orang, Sumbawa Barat 9 orang, Kota Bima 7 orang, Kabupaten Lombok Timur 4 orang, dan Lombok Barat 3 orang.

“Hanya Kabupaten Lombok Tengah yang belum ada laporan warga digigit anjing sejak merebaknya kasus rabies karena gigitan anjing di Pulau Sumbawa pada Februari 2019,” katanya.

Ia mengatakan dari total jumlah korban gigitan anjing, sebanyak 67 sampel dinyatakan positif rabies hingga 31 Maret 2019. Angka tersebut meningkat dibandingkan data terakhir pada 24 Maret 2019.

“Sampel yang dinyatakan positif rabies terbanyak di Kabupaten Dompu sebanyak 54 sampel. Disusul Kabupaten Sumbawa sembilan sampel, dan Kabupaten Bima lima sampel,” ujar Budi.

Untuk mencegah semakin banyaknya korban gigitan anjing, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB dan bersama kabupaten/kota telah melakukan vaskinasi terhadap 10.813 ekor hewan penular rabies (HPR) berpemilik.

HPR berpemilik yang sudah divaksinasi tersebar di Kabupaten Dompu sebanyak 6.126 ekor, Sumbawa 2.993 ekor, dan Bima 1.604 ekor. Sedangkan di Kabupaten Sumbawa Barat, dan Bima belum ada yang divaksinasi, meskipun sudah ada belasan warga menjadi korban gigitan HPR (anjing).

Sementara di Pulau Lombok, kata Budi, tindakan vaksinasi HPR sudah dilakukan hanya di Kota Mataram dengan jumlah HPR sasaran sebanyak 54 ekor. Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara, belum dilakukan vaksinasi.

Pihaknya juga memberikan vaksinasi rabies di Pelabuhan Perikanan TPI Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, bersama Karantina Pertanian Kelas I Mataram. Kegiatan dilanjutkan dengan pengendalian populasi HPR liar di Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, melakukan KIE bahaya rabies dan penanganan terhadap kasus gigitan yang dilaksanakan di inspiratif expo Jalan Udayana, Kota Mataram.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi tentang rabies di SMAN 1 Bayan, Kabupaten Lombok Utara, beberapa waktu lalu,” ucap Budi.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB juga mengimbau para pemilik HPR untuk mengandangkan dan selalu memperhatikan status kesehatan hewan peliharaannya agar tidak membahayakan keselamatan jiwa manusia.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Dompu, Zainal Arifin, yang dihubungi secara terpisah menyebutkan jumlah warga meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies sebanyak enam orang.

Pewarta: Awaludin
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jayaboard-ACT merestorasi gedung sekolah di Lombok Utara

Mataram (ANTARA) – PT Petrojaya Boral Plasterboard (USG Boral-Jayaboard) bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) merestorasi gedung sekolah permanen SDN 04 Sambik Bangkol, di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang rusak akibat gempa bumi .

HR Director USG Boral-Jayaboard, Indra Budiman, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Minggu, mengatakan, program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) restorasi bangunan sekolah tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Gedung sekolah tersebut kondisinya mengkhawatirkan karena 35 persen runtuh dan sisanya sangat tidak aman bagi siswa untuk kegiatan belajar. Pembangunan gedung sekolah permanen ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami di tahap pemulihan pascabencana agar proses belajar mengajar di loaksi bencana semakin pulih,” ujarnya.

Selain membangun kembali fisik sekolah bagi anak-anak Lombok, kata Indra, pihaknya juga membangun kembali harapan dan cita-cita generasi penerus bangsa.

“Restorasi gedung sekolah tersebut adalah cara kami menyemangati anak-anak di Lombok, untuk dapat terus menimba ilmu di sekolah,” ucap Indra, didampingi HR Manager USG Boral-Jayaboard, Ade Noor.

Ia menyebutkan restorasi gedung sekolah meliputi seluruh ruang kelas, ruang guru dan toilet. Proses pembangunan sekolah diperkirakan sekitar dua bulan terhitung sejak 18 Maret 2019 dengan target serah terima pada awal Mei mendatang.

Untuk kenyamanan dan keamanan para siswa dan guru, Jayaboard menerapkan sistem kontruksi plafon tahan gempa melalui penggunaan material papan gyptile JayaDura Condado, papan gypsum dengan finishing lapisan vinyl sehingga mudah dibersihkan dan tahan lama.

“Rangka plafon pada atap gedung menggunakan rangka metal JayaBMS exposed grid yang telah tersertifikasi lulus uji tiga kali faktor keamanan,” kata Indra.

Sementara itu, Tim Kemitraan ACT NTB, Juaini Pratama, menegaskan lembaganya terus berkomitmen bersama masyarakat penyintas gempa bumi Lombok untuk membantu upaya pemulihan setelah bencana hingga tuntas.

“Mohon doa semua masyarakat agar lebih banyak lagi lembaga yang tergerak untuk ikut berkontribusi membangun kembali Lombok,” ujarnya.

Pewarta: Awaludin
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lombok Barat siap merestorasi sungai kritis

Mataram (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, siap merestorasi sungai-sungai yang kondisinya kritis agar berfungsi normal kembali dan tidak menimbulkan permasalahan lingkungan terutama pada musim hujan.

“Kita harus mengelolanya dengan baik. Apalagi tidak mempersiapkannya, efek rusaknya jauh lebih hebat. Maka menjaga alam juga penting. Air itu ibarat pisau bermata dua, ketika banyak menjadi musibah. Tergantung pada cara kita menyikapinya,” kata Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, di sela peringatan Hari Air Sedunia ke-27 tingkat Provinsi NTB yang dipusatkan di Kabupaten Lombok Barat, Minggu.

Fauzan juga meminta agar penanganan resiko karena daya rusak air bisa segera dikerjakan, terutama dengan melakukan restorasi sungai yang ada di kawasan Lombok Barat.

“Restorasi Sungai Bengok kemaren itu saya nilai efektif. Tidak hanya untuk kebersihan sungai dari sampah, namun mengurangi sedimen sehingga membuat air menjadi lancar,” ujarnya.

Fauzan mengatakan jajarannya sudah membuktikan diri melakukan upaya restorasi sungai dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Kabupaten Lombok Barat, dan peringatan Hari Air Se-Dunia ke-27 pada 22 Maret 2019.

Untuk itu, ia juga meminta agar kegiatan restorasi sungai bisa menjadi salah satu acara amal bhakti di lingkungan Komando Distrik (Kodim) 1606 Lombok Barat.

“Saya meminta agar sungai yang menjadi sasaran restorasi adalah sungai yang aksesnya kepada irigasi pertanian lebih terbuka,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lombok Barat, I Made Arthadana, juga mendukung agar sasaran prioritas restorasi adalah sungai yang sering menimbulkan banjir ketika musim hujan tiba.

“Misalnya Sungai Meninting yang ada di kawasan Senggigi, agar mampu menopang penataan kawasan tersebut,” ujarnya.

Di samping untuk menopang, kata dia, sungai yang direstorasi adalah sungai yang juga sering menjadi tempat pmbuangan sampah oleh warga.

“Harus ada aspek pemberdayaannya. Bila perlu, bentuk dulu kelompok masyarakat peduli sungai. Jika sudah berjalan, nanti mereka sendiri yang akan menjaga kebersihan sungai,” ucap Made.

Di Kabupaten Lombok Barat terdapat 33 sungai yang mengairi puluhan ribu hektar persawahan. Beberapa di antatanya, bahkan menjadi sumber baku untuk kebutuhan air baku yang bersih dan berbasis jaringan.

Pewarta: Awaludin
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Apa itu Gerakan Kembali ke Meja Makan?

Padang (ANTARA) – Rutinitas manusia modern membuat setiap elemen keluarga mempunyai waktu yang sulit dipertemukan.

Apalagi mereka yang tinggal di metropolitan di mana jarak antara rumah dan tempat pekerjaan, sekolah dan layanan publik tidaklah dekat, membuat banyak waktu terbuang di jalan.

Waktu untuk berkumpul bersama keluarga menjadi amat terbatas. Padahal komunikasi fisik menjadi sesuatu yang sangat menentukan keharmonisan rumah tangga dan perekatan hubungan emosional yang lebih kuat antara orang tua dan anak.

Komunikasi bukan sekadar dialog suara dan gambar yang terhubung melalui ponsel tetapi kebersamaan dan kedekatan menjadi sesuatu yang berharga. Kedekatan emosional akan semakin kuat manakala sering berkumpul bersama.

Salah satu waktu yang tepat untuk sarana kumpul bersama adalah makan bersama keluarga dalam satu meja.

Jika hari-hari kerja sulit untuk mengaturnya maka hari libur menjadi sesuatu yang berharga. Mulailah mengatur jadwal tetap kumpul bersama, olahraga, berbincang dan makan bersama setiap libur tiba.

Untuk menggugah kesadaran pentingnya acara kumpul bersama keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaunching Gerakan Kembali ke Meja Makan secara nasional di Kota Padang, Minggu (31/3).

“Gerakan Kembali Ke Meja Makan adalah upaya bersama untuk mengingatkan kembali keluarga-keluarga Indonesia akan pentingnya meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama anggota keluarga,” kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M Yani saat dialog program itu di Padang.

Banyak penelitian mengungkap manfaat makan bersama keluarga mampu merekatkan hubungan keluarga lewat suasana santai, informal, diselingi obrolan-obrolan. Dari situ anak bisa curhat tentang lingkungan sosial, sekolah, bahkan curhat soal asmaranya.

Anak punya saluran untuk mencurahkan persoalan yang terpendam, dan orang tua bisa membimbing anak-anak menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.

Orang tua juga mempunyai kesempatan untuk melihat perubahan perilaku anak termasuk ekspresi mereka. Dari ekspresi bisa terlihat apakah sang anak mempunyai masalah yang terpendam.

Menurut penelitian yang dilakukan Syracuse University yang dikutip parenting.com, rutinitas keluarga seperti makan malam bersama bisa berkaitan erat dengan pernikahan yang lebih bahagia, meningkatkan kesehatan anak-anak, dan hubungan keluarga yang lebih kuat.

Sementara profesor dan peneliti dari Universitas Ottawa, Valerie Steeves mengatakab, satu hal penting yang perlu dilakukan keluarga yakni makan bersama, terutama di waktu makan malam.

“Duduklah, lalu makan dengan menu makanan utama. Kemudian, buat percakapan di ruang itu,” ujar Valerie dikutip dari Global News.

Pengaruh Medsos

Era media sosial membuat interaksi langsung bersama anggota keluarga menjadi berkurang sehingga sudah saatnya untuk memulai gerakan kembali ke meja makan sebagai sarana komunikasi keluarga.

Menurut Yani perkembangan teknologi internet saat ini membawa tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga.
Di lingkungan keluarga, internet khususnya media sosial membuat interaksi sesama anggota keluarga berkurang karena padatnya aktifitas mereka internet mengubah pola asuh orang tua kepada anaknya.

Ia menilai, sosok orang tua kini tidak lagi menjadi referensi tunggal bagi anak karena banyaknya informasi yang tersebar di dunia digital.

“Ayah dan ibu jangan lupakan bahwa mereka masih ada tugas yang harus dijalankan yaitu menjadi teman, pembimbing dan contoh bagi anak-anak,” katanya.

Gerakan ini menurut Yani tidak hanya diartikan harus berkumpul di meja makan tetapi yang terpenting adalah adanya waktu berkumpul bagi keluarga.

Ia mengapresiasi Gerakan 18-21 yang sudah digagas di Pemerintah Kota Padang, yakni pada jam 18.00 WIB sampai 21.00 WIB adalah waktu keluarga untuk shalat magrib dan isha berjamaah, mengaji yang dipimpin kepala keluarga, serta kesempatan anak belajar tanpa diganggu media sosial.

Pada waktu itu, orang tua bisa menanamkan nilai-nilai etika, kejujuran, sopan santun bahkan juga nilai pengembangan wawasan ekonomi.

“Orang Tionghoa, menjadikan makan bersama sebagai ajang mendidik anak bagaimana menjalankan bisnis,” katanya.

Ia juga mengapresiasi Pemkot Padang yang akan membuat Perda ketahanan keluarga supaya setiap keluarga tidak akan mudah runtuh dengan perubahan zaman.

Gerakan 18-21

Pada dialog itu Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, gerakan 18-21 memberikan kesempatan bagi orang tua untuk berkomunikasi dan memberikan bimbingan spiritual untuk memperkuat anak-anak menghadapi lingkungan sosial.

“Banyak anak-anak yang terjerumus narkoba dan miras karena kurangnya perhatian dan komunikasi dengan orang tua,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat Kota Padang membudayakan untuk mematikan televisi dan meminta anak-anak berhenti bermedia sosial pada jam 18.00 sampai 21.00 itu.

Gunakan rentang waktu itu untuk meningkatkan spiritulitas, membimbing anak-anak dan mendampingi anak-anak belajar.

Ia menilai gerakan kembali ke meja makan yang digagas BKKN telah memperkuat gerakan 18-21 karena inti gerakan itu adalah bagaimana komunikasi dalam keluarga bisa berjalan dengan baik.

Nurul Afifah, kader Genre dari Kabupaten Agam yang hadir pada dialog itu mengatakan, kumpul keluarga dalam satu meja makan merupakan sesuatu yang berharga karena ia mengakui selama ini orang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk komunikasi di medsos.

“Saya kira kita perlu mematikan sejenak HP kita, saat kita kumpul bareng keluarga. Jangan sampai kita berkumpul tapi komunikasi dengan yang lain melalui medsos,” katanya.

Oleh Budi Santoso
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hotel-hotel di Palembang kompak padamkan lampu

Palembang (ANTARA) – Sejumlah hotel di Kota Palembang, Sumatera Selatan, serentak memadamkan lampu dalam peringatan kampanye earth hour 60+ yang juga dilaksanakan serentak seluruh dunia setiap akhir Maret.

Pantauan di lapangan, Sabtu (30/5) malam, di salah satu hotel kawasan Jakabaring terlihat komunitas earth hour menyalakan lilin saat pemadaman berlangsung pukul 20.30 – 21.30 WIB.

“Earth hour pertama kali mulai sejak 2007 di Australia dan saat ini menjadi kampanye global yang diikuti 180 negara untuk mengajak penghematan energi listrik,” ujar Koordinator Earth Hour Kota Palembang Igni Yudistira.

Menurutnya, earth hour kali ini mengangkat tema #iniaksiku sebagai penegasan jika aksi penghematan listrik sudah harus dilakukan semua orang seiring meningkatnya penggunaan listrik

Kota Palembang sendiri selalu melaksanakan aksi pemadaman listrik sebagai dukungan nyata menyelamatkan bumi dari pemanasan global akibat penggunaan 30 persen karbondioksida untuk pembangkitan listrik.

Listrik yang dihasilkan dari penggunaan fosil secara berlebihan akan mengancam bumi di masa depan sehingga masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan listrik seperlunya saja.

Sementara Pejabat K3 Lingkungan Unit Induk Pembangunan Sumbagsel Yudi Fran Setiyadi mengatakan padamnya listrik hotel-hotel saat peringatan earth hour telah menurunkan 10 persen penggunaan listrik.

“Semoga kampanye seperti ini terus berlanjut di tengah semakin konsumtifnya masyarakat menggunakan energi listrik,” jelas Yudi.

Saat ini kebutuhan listrik di Kota Palembang sudah surplus bahkan bisa mensuplai ke Lampung, namun masyarakat harus tetap berhemat karena listrik dihasilkan dari energi tidak terbarukan yang akan habis pada waktunya.

“Betul yang bayar listrik di rumah adalah masyarkat, tapi persoalannya bukan siapa yang bayar, melainkan kesadaran bahwa energi listrik ini suatu hari akan habis,” ujar Yudi.

PLN sudah memiliki rencana inovasi energi listrik terbarukan, namun hal tersebut membutuhkan waktu tidak dalam waktu cepat, yang terpenting harus ada budaya berhemat listrik dari masyarakat dulu, kata dia.

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Debat Capres – KPAI: komitmen capres positif bagi anak

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto mengatakan komitmen yang ditunjukkan dua calon presiden dalam debat capres, Sabtu (30/3) malam di Jakarta sangat positif bagi anak-anak di negeri ini.

“Semangat untuk terus menjaga silaturahmi di antara kedua capres menunjukkan betapa perbedaan tak memutuskan rantai persahabatan,” kata Santo kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, kekayaan alam dan budaya suatu bangsa tak akan berarti jika para tokoh politik dan bangsa tidak memiliki komitmen menjaga persatuan dan kebersamaan.

“Ini merupakan spirit dan sekaligus pendididikan politik yang baik bagi anak-anak dalam kerangka berbangsa dan bernegara menuju Indonesia yang lebih baik,” kata dia.

Dia mengatakan, kebersamaan, persaudaraan serta saling menghormati harus selalu menjadi komitmen besar para figur publik meski anak-anak Indonesia dalam keragaman, baik agama, suku, bahasa dan budaya.

Ketua KPAI mengatakan debat capres keempat berlangsung dengan hangat dan mencerahkan.

“Kedua capres berkomitmen untuk memberikan penguatan dan internalisasi ideologi Pancasila kepada anak bangsa sejak usia dini hingga jenjang universitas S1, S2 dan S3),” kata dia.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan komitmen baik yang perlu diapresiasi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang generasinya kokoh dengan ideologi kebangsaannya.

Dua capres, kata dia, telah menunjukkan jiwa dan visi nasionalismenya. Setiap warga memang harus aktif berkontribusi di level internasional, sinergi antarnegara penting terus bangun tapi kedaulatan dan kepentingan bangsa harus menjadi prioritas utama.

“Komitmen positif ini menjadi spirit baik bagi generasi Indonesia yang mengikuti debat capres,” kata dia.

Santo mengatakan dalam UU No 23 Tahun 2002 Pasal 19 (b) ditegaskan bahwa setiap anak wajib mencintai keluarga, masyarakat, dan menyayangi teman. Selanjutnya beleid (c) menyebut setiap anak wajib mencintai tanah air, bangsa dan negara.

Dia mengatakan dalam paparan program capres masih perlu dipertajam seperti mengokohkan ideologi kebangsaan bagi anak Indonesia ke depan.

Visi dan langkah besar untuk perlindungan anak dari infiltrasi radikalisme, kata dia, harus terus dinovasikan.

Terlebih, lanjut dia, saat ini pola jaringan radikalisme dan terorisme terus bergeser, tak mudah dideteksi dan seringkali anak menjadi sasaran infiltrasi.

“Ini harus terus kita jaga agar 83 juta anak Indonesia tumbuh kembang dengan baik, memiliki perlindungan diri serta kokoh dalam menghadapi gempuran radikalisme yang semakin mewabah,” kata dia.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belum semua sekolah laksanakan UNBK

Samarinda (ANTARA) – Dinas Pendidikan ( Disdik) Provinsi Kalimantan Timur menyatakan bahwa pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2019 belum bisa dilaksanakan di semua sekolah yang ada di Kaltim.

Menurut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Muhammad Sa’bani kepada awak media di Samarinda, Minggu, mengatakan penyebab utamanya adalah keterjangkauan jaringan internet, serta fasilitas komputer tidak merata di tiap sekolah di Kabupaten / Kota.

“Memang tidak semua sekolah bisa terjangkauan jaringan dan fasilitas. Tidak merata di kawasan kota dan sekolah-sekolah di daerah terluar karena akses yang jauh dan sulit,” kata Sa’bani.

Pihaknya memastikan sudah ada 883 sekolah di Kaltim yang siap melaksanakan UNBK. Jumlah ini terdiri 214 SMA/MA, 183 SMK, dan 486 SMP/MTs.

Kota Samarinda teratas dengan jumlah sekolah terbanyak yang menggelar UNBK yaitu 222 sekolah yang terdiri dari 50 SMA, 53 SMK, dan 119 SMP/MTS. Sementara Kabupaten Mahakam Ulu hanya tiga sekolah yang bisa melaksanakan UNBK.

Sedangkan sekolah di Kabupaten Kukar lebih banyak yang tidak bisa menggelar UNBK alias hanya bisa menggelar Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) terdapat 156 sekolah di Kukar yang menggelar UNKP dan 140 sekolah yang bisa menggelar UNBK.

Sa’bani berharap para siswa tetap harus mempersiapkan diri sebaik mungkin meski tidak bisa mengikuti UNBK, mengingat siswa tetap bisa mengikuti ujian meski dengan konsep berbeda, yaitu UNKP.

“Tetap sama-sama ujian, bedanya UNBK menggunakam komputer, kalau UNKP pakai kertas pensil,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengakui Kaltim belum mampu menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan.

Namun pihaknya bisa sedikit bernafas lantaran terjadi peningkatan jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun ini dari tahun sebelumnya.

“UNBK Kaltim memang keseluruhan belum bisa berbasis komputer. Tetapi sudah ada lebih 50 persen. Pengadaan tahun ini juga untuk persiapan penyelenggaraan UNBK tahun depan,” kata Hadi Mulyadi.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kaltim, tahun ini ada peningkatan jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK.

Untuk SMA tahun ini mencapai 78 persen ketimbang tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 57 persen sekolah.

Tingkat SMK tahun ini ada 216 sekolah yang menggelar UNBK atau 85 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 78 persen.

Demikian juga dengan SMP/MTS yang tahun ini ada 63 persen sekolah yang menggelar UNBK, dibanding tahun 2018 sebesar 49 persen.

Menanggapi hal ini Hadi Mulyadi menargetkan Kaltim mampu mencapai persentase 100 persen UNBK pada tahun 2021 atau dua tahun mendatang.

“Harapan kita mungkin dua tahun ke depan 2021 itu diharapkan 100 persen. Kalau UNBK tidak terkait dengan jaringan karena soal masuk ke server masing-masing. Tidak terlalu masalah jaringan ini. Cuma memang dalam proses ke depan jaringan ini menjadi sesuatu yang perlu ditingkatkan. Kaltim ini harus menjadi provinsi smart,” tutur Hadi.

Tahun ini pelaksanaan UNKP lebih dulu digelar yaitu 25-28 Maret 2019 untuk jenjang SMK. Kemudian jenjang SMA/MA dimulai pada 1-8 April 2019. Sedangkan UNBK akan dilaksanakam bersamaan dengan UNKP untuk SMP/Mts, yaitu 22-25 April 2019.*

Baca juga: PLN Kaltim-Kaltara siagakan ratusan personel hadapi Pemilu dan UNBK

Pewarta: Arumanto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahfud MD ajak kembali rajut persatuan

Jakarta (ANTARA) – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengajak masyarakat segera merajut persatuan dan kesatuan, terutama pasca-Pemilu 2019, seiring ada gejala keretakan karena memiliki perbedaan pilihan.

“Untuk berdoa agar riak-riak yang mengancam atau nampaknya agak mencemaskan meskipun tidak terlalu mengkhawatirkan tetapi agak mencemaskan ini, segera terajut kembali dan tidak berlanjut sesudah Pemilu tanggal 17 April,” kata Mahfud di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan di masa sebelum pencoblosan terlihat banyak perselisihan menyangkut pilihan politik. Hal itu wajar terjadi dalam demokrasi asalkan dikelola dengan baik.

Kerekatan bangsa Indonesia, kata dia, begitu kuat sejak masa lalu. Hal itu seharusnya menjadi modal agar masyarakat dapat semakin dewasa dalam mengelola perbedaan itu agar tidak berlarut-larut.

“Kehebatan Indonesia itu ikatan kebangsaannya yang begitu kuat sehingga bisa mengusir penjajah karena kuat bersatu dalam ikatan kebersamaan, berdasarkan Pancasila, kemudian mempertahankan negara ini dan membangun negara ini sebaik-baiknya karena ikatan kebangsaan begitu kuat” kata dia.

Untuk itu, Mahfud mengajak masyarakat agar bisa tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meski menghadapi pilihan yang berbeda dalam Pemilu.

“Mudah-mudahan sesudah itu kita sadar dan menerima hasil Pemilu dan bekerja seperti biasa siapapun yang dipilih rakyat kita bersatu kembali membangun bangsa dan negara,” kata dia.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gowes Nusantara 2019 tumbuhkan semangat berolahraga

Padang (ANTARA) – Ribuan pesepada tampak tumpah-ruah mengikuti kegiatan Gowes Nusantara 2019 yang digelar di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Ahad (31/3).

“Ini adalah kegiatan positif yang perlu didukung karena menguatkan semangat berolahraga serta hidup sehat melalui kegiatan bersepeda,” kata salah seorang pesepeda Randy Irwanto (27) di Padang, Minggu.

Ia menilai dengan kegiatan Gowes Nusantara tersebut suasana bersepeda menjadi lebih menarik dibandingkan olahraga di hari biasa.

“Kalau bersepeda di hari biasa kan tidak ramai, sementara di sini pesertanya ribuan sehingga menambah semangat,” katanya.

Pesepeda lainnya Yuliasdi (35), mengatakan kegiatan itu juga bisa menjadi ajang silaturahim antara sesama penyuka olahraga bersepeda.

Mengingat peserta Gowes Nusantara 2019 yang terdiri dari berbagai komunitas itu tidak hanya dari Kota Padang saja, melainkan dari kabupaten atau kota lain di Sumbar.

“Saya bisa berkenalan dengan pesepeda dari daerah lain,” katanya.

Beberapa di antara komunitas yang tampak berpartisipasi adalah komunitas sepeda gunung, sepeda ontel, dan lainnya.

Gowes Nusantara 2019 dibuka langsung oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kementerian Olahraga (Kemenpora) Raden Isnanta, dan Wali Kota Padang
Mahyeldi Ansharullah.

Rute bersepeda dimulai dari GOR H Agus Salim Padang, melewati Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Samudera, kawasan Pondok, Simpang Haru, Sawahan, dan kembali finish di GOR H Agus Salim.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan Padang merupakan daerah pertama yang dipilih sebagai kegiatan Gowes Nusantara 2019.

“Tahun ini targetnya adalah limapuluh kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia, dan Padang mendapat kerhomatan sebagai daerah
pertama,” katanya.

Ia mengatakan ajang sepeda santai dalam rangka mengkampanyekan “Ayo Olahraga” itu mengusung tema “‘Kita Semua Bersaudara”.

Tema tersebut diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan suku, bahasa, warna kulit,
dan agama.

“Saya berharap program Gowes Nusantara 2019 ini ampuh merangkai serta menguatkan persatuan dalam kebhinekaan,” ujarnya.

Sementara Mahyeldi mengatakan pihaknya akan mendukung setiap kegiatan positif yang digelar untuk masyarakat.

Pada bagian lain, Puncak Gowes Nusantara 2019 rencananya dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September.

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Lombok Barat perkenalkan Desa Wisata Buwun Sejati

Mataram (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memperkenalkan Desa Wisata Buwun Sejati, Kecamatan Narmada melalui kegiatan lintas alam atau “Forest Tracking” yang digagas Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Desa Buwun Sejati sengaja dipilih karena desa ini merupakan salah satu dari tiga desa selain Desa Sesaot dan Desa Pakuan, yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan terdaftar di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai kawasan Sustainable Tourism Observatory (STO) atau Destinasi Pengamatan Pariwisata Berkelanjutan sejak 2016.

Di Indonesia hanya ada tiga daerah yang ditetapkan sebagai kawasan STO oleh Kementerian Pariwisata RI yaitu Lombok Barat, Sleman dan Pangandaran.

“Melalui kegiatan ini kita ingin memupuk rasa cinta dan memiliki kita terhadap hutan dan alam. Kemudian untuk nanti mudah-mudahan bisa menggugah rasa mencintai dan memelihara alam itu sendiri,” kata Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid sebelum melepas ribuan peserta di lapangan Desa Buwun Sejati melalui siaran persnya, Minggu.

Ribuan peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, ASN, Polisi/ABRI, LSM, Komunitas dan masyarakat umum se-Pulau Lombok ini melintasi rute sejauh 8 kilometer.

Di rute ini para peserta melintasi hutan, persawahan, tegalan, bukit, dan sungai yang sarat dengan suguhan nuansa alam yang indah. Sebagai pengurang rasa lelah, para peserta juga dapat menikmati suguhan alam berupa air terjun “Tibu Atas”.

Di akhir acara, panitia membagikan doorprize dengan berbagai hadiah menarik seperti sepeda gunung, dan lainnya. Momen ini menjadi yang paling ditunggu kebanyakan peserta.

“Letih tapi seru. Apalagi banyak hadiahnya. Jadi tambah semangat,” ungkap Jani, siswa kelas 5 dari SDN 1 Sesaot.

Tidak sedikit juga peserta yang kembali ke garis finish membawa karung plastik berisi sampah sebagai kampanye Zero Waste.

Kegiatan forest tracking juga dirangkai dengan penanaman pohon di sekitar lapangan yang diawali bupati kemudian diikuti sekda, para pimpinan OPD lingkup Pemkab Lobar dan peserta.

Baca juga: Pemprov NTB tanam 45.840 bibit pohon di Rinjani
Baca juga: Perhutani Surakarta ajak remaja cinta hutan lewat sastra hijau
Baca juga: Ribuan orang akan aksi selamatkan Babakan Siliwangi

 

Pewarta: Antara
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Pasaman Barat layani administrasi kependudukan dihari libur

Pihaknya berharap agar masyarakat dapat datang ke kantor camat untuk mengurus kelengkapan administrasi kependudukan. “Terutama bagi masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk agar melakukan perekaman,

Simpang Empat, Sumbar (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat dihari libur.

“Pelayanan semua jenis admnistrasi kependudukan kita lakukan dihari libur Sabtu dan Minggu dan langsung siap ditempat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pasaman Barat, Yulisna di Simpang Empat, Minggu.

Ia menambahkan untuk saat ini pihaknya memberikan layanan kependudukan di Kantor Camat Luhak Nan Duo. Pada hari libur lainnya akan dibagi di 11 kecamatan yang ada.

“Pihaknya berharap agar masyarakat dapat datang ke kantor camat untuk mengurus kelengkapan administrasi kependudukan. “Terutama bagi masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk agar melakukan perekaman,” ujarnya.

Apalagi, tambahnya kartu tanda penduduk merupakan syarat untuk ikut melakukan pencoblosan pada Pemilihan Umum 17 April 2019. “Mari datangi layani kami dan lengkapi administrasi kependudukan yang belum lengkap,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini di Pasaman Barat masih banyak masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik. “Diperkirakan ada sekitar 20 ribu warga yang belum memiliki KTP. Kita saat ini masih melakukan pembersihan data karena ada data yang sudah meninggal dunia dan ada yang memiliki KTP ganda,” sebutnya.

Ia menerangkan sesuai dengan UU 23 th 2006 bahwa setiap penduduk usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah wajib memiliki KTP elektronik. Selain itu Peraturan Menteri Dalam Negeri 19 tahun 2018 pasal 7 menegaskan bahwa bagi penduduk usia wajib KTP yang belum melakukan perekaman, wajib segera melakukan perekaman.

“Mudah-mudahan dengan adanya upaya jemput bola ke masyarakat ini menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mengutus KTP dan administrasi kependudukan lainnya,” harapnya.

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BKKBN kampanyekan gerakan kembali ke meja makan untuk keluarga

Media sosial membuat interaksi langsung bersama anggota keluarga menjadi berkurang dan saatnya mulai gerakan kembali ke meja makan sebagai sarana komunikasi keluarga,

Padang (ANTARA) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Padang, Minggu, melaunching gerakan kembali ke meja makan sebagai sarana keluarga berkumpul dan berkomunikasi.

“Gerakan Kembali Ke Meja Makan adalah upaya bersama untuk mengingatkan kembali keluarga-keluarga Indonesia akan pentingnya meluangkan waktu untuk berkumpul dan berkomunikasi bersama anggota keluarga,” kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M Yani saat dialog di Padang.

Ia mengatakan, media sosial membuat interaksi langsung bersama anggota keluarga menjadi berkurang dan saatnya mulai gerakan kembali ke meja makan sebagai sarana komunikasi keluarga.

Menurut Yani perkembangan teknologi internet membawa tantangan tersendiri bagi keluarga. Internet khususnya media sosial membuat interaksi sesama anggota keluarga berkurang karena padatnya aktifitas mereka internet mengubah pola asuh orang tua kepada anaknya.

Sosok orang tua kini tidak lagi menjadi referensi tunggal bagi anak karena banyaknya informasi yang tersebar di dunia digital.

“Ayah dan ibu jangan lupakan bahwa mereka masih ada tugas yang harus dijalankan yaitu menjadi teman, pembimbing dan contoh bagi anak-anak,” tambahnya di hadapan sekitar 200 peserta.

Gerakan ini, menurut Yani tidak hanya diartikan harus berkumpul di meja makan tetapi yang terpenting adalah adanya waktu berkumpul bagi keluarga.

Ia mengapresiasi Gerakan 18-21 yang digagas di Pemerintah Kota Padang dimana pada jam 18.00 sampai 21.00 adalah waktu untuk shalat magrib dan isha berjamaah, mengaji yang dipimpin kepala keluarga, serta kesempatan anak belajar tanpa diganggu media sosial.

Pada waktu itu, orang tua bisa menanamkan nilai-nilai etika, kejujuran, sopan santun bahkan juga nilai pengembangan wawasan ekonomi.

Pada kesempatan sama, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, gerakan 18-21 memberikan kesempatan bagi orang tua untuk berkomunikasi dan memberikan bimbingan spiritual untuk memperkuat anak-anak menghadapi lingkungan sosial.

“Banyak anak-anak yang terjerumus narkoba dan miras karena kurangnya perhatian dan komunikasi dengan orang tua,” ujarnya.

Nurul Afifah, kader Genre dari Kabupaten Agam yang hadir pada dialog itu mengemukakan, kumpul keluarga dalam satu meja makan merupakan sesuatu yang berharga karena ia mengakui selama ini kaum muda lebih banyak menghabiskan waktunya untuk komunikasi medsos.

“Saya kira kita perlu mematikan sejenak HP kita, saat kita kumpul bareng keluarga,” tambahnya.

Hadir pada dialog itu Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta yang beberapa saat sebelumnya melepas ajang sepeda santai bertajuk Gowes Nusantara 2019 di depan GOR Agus Salim Padang yang diikuti sekitar 6.000 pesepeda.

Pewarta: Budi Santoso
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur berharap pemerintah pusat segera realisasikan kereta bandara

Banyak indeks dan faktor yang bisa mempengaruhi hal tersebut, seperti jalan tol, kereta bandara dan pengembangan UMKM. Ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah,

Bandarlampung (ANTARA) – Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo mengharapkan pemerintah pusat segera melakukan sinkronisasi Bandara Radin Inten II Lampung dan kereta api bandara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Bila ini bisa terwujud dengan cepat maka pertumbuhan ekonomi dapat meningkat 15 hingga 20 persen, apalagi sudah melayani penerbangan internasional,” katanya di Bandarlampung, Minggu.

Menurutnya, saat ini tinggal menunggu gerakan dari pemerintah pusat, apakah bisa segera merealisasi hal tersebut.

Selain itu, perekonomian sedikit-sedikit sudah mengalami peningkatan, apalagi Jalan Tol Trans Sumatra sudah dioperasikan.

“Banyak indeks dan faktor yang bisa mempengaruhi hal tersebut, seperti jalan tol, kereta bandara dan pengembangan UMKM. Ini yang harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelasnya

Ia menyebutkan, konektivitas kereta bandara dan tol ini sudah bisa mempermudah bagi masyarakat yang ingin berpergiaan menggunakan pesawat.

“Bila bandara ini telah melakukan penerbangan internasional, harus ada dukungan kereta api dan angkutan jenis lainnya. Karena hampir kebanyakan turis yang datang lebih memilih angkutan yang praktis dan tidak ribet,” katanya.

“Bila ada kereta bandara, maka akan kita buat seperti di Kualanamu Medan, Sultan Badarudin II Palembang dan Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta. Lebih praktis dan menghemat waktu tempuh tanpa macet, panas dan debu,“ tambahnya.

Pewarta: Hisar Sitanggang/Emir Fajar Saputra 
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Legislator Minta Pemkab Seriusi Penambahan Ambulans Puskesmas

Bagaimana masyarakat bisa berperilaku hidup sehat, jika puskesmas di garda terdepan layanan kesehatan daerah saja minim sarana dan prasarana,

Gorontalo (ANTARA) – Legislator Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Fatri Botutihe di Gorontalo, Minggu, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) menyeriusi penambahan ambulans dan tenaga dokter yang bertugas di puskesmas.

“Setiap melakukan pembahasan anggaran, saya selalu mengingatkan pemkab khususnya Dinas Kesehatan untuk memperhatikan penambahan armada ambulans dan tenaga dokter puskesmas yang belum terpenuhi, khususnya di Kecamatan Biau dan Tolinggula,” ujarnya yang juga duduk sebagai anggota Badan Anggaran DPRD setempat.

Menurutnya, pemkab harus menyeriusi peningkatan infrastruktur kesehatan baik sarana maupun prasarana, jika ingin meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Musibah muntaber massal yang menyerang Kecamatan Biau dan Tolinggula sejak Jumat (29/3) hingga saat ini, kata perempuan berjilbab itu, menjadi peringatan bagi pemkab untuk memberi perhatian yang lebih serius di sektor kesehatan.

Agar kasus-kasus penyakit menular dan mematikan, bisa diantisipasi sedini mungkin.

“Bagaimana masyarakat bisa berperilaku hidup sehat, jika puskesmas di garda terdepan layanan kesehatan daerah saja minim sarana dan prasarana,” ujarnya.

Bahkan Fatri mengaku prihatin, kondisi Puskesmas Biau, tidak hanya belum memiliki tenaga dokter juga armada ambulans yang dimanfaatkan selama ini ternyata bekas dari Puskesmas Limbato.

Maka tak perlu heran, jika ambulans mogok saat mengangkut pasien rujuk.

Padahal Puskesmas Biau ada di wilayah Barat yang akses transportasi daratnya tergolong sangat jauh dari pusat ibu kota kabupaten, mencapai 4 jam perjalanan.

Puskesmas Biau perlu didukung armada ambulans yang memadai. “Kalau perlu jumlahnya minimal dua unit wajib jaga 1×24 jam untuk melayani masyarakat di wilayah itu,” ungkapnya.

Fatri mengaku prihatin, puluhan warga di 10 desa yang ada di Kecamatan Biau dan 3 desa di Kecamatan Tolinggula diserang penyakit muntaber massal, bahkan satu diantaranya balita usia 3,5 tahun di Kecamatan Biau, meninggal dunia.

Kondisi ini wajib menjadi perhatian serius, mengingat muntaber menjadi salah satu penyakit mematikan jika penanganannya terlambat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr Wardana Harun, SpPK mengatakan, tahun ini pihaknya akan menambah lima unit ambulans bersumber dari alokasi APBD Kabupaten.

“Kami akan memprioritaskan puskesmas yang belum memiliki ambulans serta berada di wilayah terjauh,” ujarnya.

Hingga saat ini, dari 15 puskesmas tersebar di 11 kecamatan, baru 8 puskesmas yang memiliki armada ambulans. Idealnya, tambah Wardana, setiap puskesmas memiliki 2 unit ambulans.

“Keterbatasan anggaran mengharuskan penambahan armada itu terpaksa dilakukan bertahap setiap tahun anggaran,” tambahnya.

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan jalan tol Manado-Bitung ditinjau Menko Perekonomian

Terus kita pacu penyelesaian ruas tol ini agar segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,

Manado (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Utara meninjau penyelesaian tol Manado-Bitung.

Menteri bersama rombongan berhenti di titik nol ruas tol yang terintegrasi dengan Manado Outer Ringroad itu.

Di sana, Menteri Darmin mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XV Sulawesi Utara dan Gorontalo Triono Junoasmono terkait realisasi fisik pembangunan.

“Terus kita pacu penyelesaian ruas tol ini agar segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Triono.

Tak berselang lama meninjau tol yang dibangun sepanjang 39,9 kilometer itu, Menteri kemudian melanjutkan perjalanan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian Pariwisata diharapkan kembali alokasikan anggaran FLG

Kementerian Pariwisata pada penyelenggaraan FLG 2018 juga tidak mengalokasikan anggaran, karena saat itu ada dua versi yang menyelenggarakan FLG sebagai bentuk dari adanya konflik internal di Kesultanan Ternate,

Ternate (ANTARA) – Kementerian Pariwisata diharapkan kembali mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan Festival Legu Gam (FLG) di Ternate, Maluku Utara, karena festival yang digelar Kesultanan Ternate ini menjadi sarana pelestarian budaya dan promosi pariwisata. “Pada penyelenggaraan FLG 2019 ini Kementerian Pariwisata tidak memberikan dukungan anggaran, tetapi pada penyelenggaraan tahun berikutnya diharapkan kembali memberikan bantuan anggaran seperti penyelenggaraan selama ini,” kata Ketua Umum FLG 2019 Hidayat Mudjafar Sjah di Ternate, Minggu. Kementerian Pariwisata pada penyelenggaraan FLG 2018 juga tidak mengalokasikan anggaran, karena saat itu ada dua versi yang menyelenggarakan FLG sebagai bentuk dari adanya konflik internal di Kesultanan Ternate. Menurut dia, FLG merupakan pesta rakyat untuk memeriahkan hari lahir Sultan Ternate ke-48 almarhum Mudjafar Sjah yang di pusatkan di Kedaton Kesultanan Ternate dan di lapangan Ngara Lamo, terutama untuk kegiatan ritual yang terkait dengan peringatan hari lahir Sultan Ternate. Oleh karena itu, kalau ada pihak yang menyelenggarakan FLG diluar lokasi tersebut, seperti pada 2018 di kawasan Benteng Oranje, tidak dapat disebut sebagai FLG, apalagi Benteng Oranje itu merupakan karya bangsa Eropa saat menjajah wilayah Maluku Utara. Menurut Hidayat Mudjafar Sjah sudah dikenal luas tidak saja di dalam negeri tetapi juga di mancanegara dan telah memberi kontribusi terhdapat peningkatan kunjungan wisastawan di provinsi yang sejak beberapa abad silam sudah terkenal sebagai penghasil rempah ini. Selain itu, penyelenggaraan FLG juga mendorong tumbuhnya usaha ekonomi kreatif, pemberdayaan pedagang kecil serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, oleh karena itu semua pihak harus mendukung peneyelenggaraannya. Ia menambahkan, begitu pentingnya FLG maka Kesultanan Ternate bersama panitia pengelenggara dan berbagai pihak terkait lainnya tetap berupaya menyelenggarakan FLG pada 2019, meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala terutama dari segi keterbatasan anggaran. FLG 2019 dengan tema Maluku Utara Mercesuar Indonesia dan Indonesia Mercesuar Dunia berlangsung dari 23 Maret sampai 13 April 2019 dengan menampilkan berbagai atraksi budaya dan kesenian nasional serta berbagai lomba.

Pewarta: La Ode Aminuddin
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gowes Nusantara 2019 di Padang dilepas Kemenpora

Rekor jelajah sebelumnya yaitu tahun 2018 sepanjang 6.700 kilometer menyusuri Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur,

Padang (ANTARA) – Kementerian Pemuda dan Olahraga diwakili Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta melepas ajang sepeda santai bertajuk Gowes Nusantara 2019 di Padang, Minggu.

Isnanta mengungkapkan bahwa program itu bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga serta memasyarakatkan olahraga serta akan dilaksanakan di 50 titik kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan, pada Juli 2019 akan dimulai Jelajah Nusantara 2019 yang akan diikuti 20 atlet dengan endurance kuat mulai dari titik nol kilometer Marauke sampai ke Mataram di NTB.

“Tim akan menyusuri jalan, masuk Jayapura terus ke Manokwari, Maluku Utara, NTT, NTB dengan perkiraan jarak tempuh lebih 3.000 kilometer,” ujarnya.

Ia mengungkap, rekor jelajah sebelumnya yaitu tahun 2018 sepanjang 6.700 kilometer menyusuri Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur.

Nina Puspawardani, salah satu peserta Jelajah Nusantara 2019 yang hadir di Padang mengungkap, dirinya sudah mempersiapkan diri sejak dua bulan terakhir dengan latihan rata-rata 60 kilometer setiap hari di sekitar Solo.

Dara yang berstatus Mahasiswi Universitas Slamet Riyadi Solo itu menjadi salah satu pesepeda wanita yang ikut memecahkan rekor jelajah tahun 2018 lalu dan kembali ikut di tahun 2019.

Puncak kegiatan Gowes Nusantara 2019 menurut rencana akan digelar pada September, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September.

Gowes Nusantara kali ini mengusung tema “Kita Semua Bersaudara” yang juga menjadi tema Haornas tahun ini.

“Kita ini meskipun berbeda golongan, kelompok, agama, ras, suku tapi tetap kita bersaudara,” tambah Isnanta.

Kemenpora bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menggelar Gowes Nusantara tahun ini.

Pada acara itu Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN M Yani mengampanyekan Gerakan Kembali ke Meja Makan dengan harapan setiap keluarga memanfaatkan waktu makan untuk berkumpul di meja makan sehingga memperkuat komunikasi dalam keluarga.

Hadir pada acara itu Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti, dan Kepala Dispora Sumbar Adib Alfikri yang mewakili Gubernur Sumbar.

Tiga pejabat tersebut ikut mendampingi Raden Isnanta dan M Yamin ikut bersepeda sekitar lima kilometer.

Diperkirakan ada lebih dari 6.000 pesepeda yang ikut memeriahkan Gowes Nusantara di Kota Padang.

Pewarta: Budi Santoso
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akademisi ingatkan pentingnya penguatan riset kebencanaan

Strategi ini harus segera dilaksanakan dalam rangka mencegah atau aman dari bencana, bukan menunggu bencana sampai terjadi. Ketika mendengar suatu daerah berpotensi bencana maka segala pemikiran harus diarahkan ke pencegahan dan persiapan,

Purwokerto (ANTARA) – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Indra Permanajati mengingatkan pentingnya penguatan riset di bidang kebencanaan sebagai salah satu upaya pengurangan dampak risiko bencana.

“Bencana alam bisa terjadi karena kurangnya identifikasi bencana secara baik dan cermat, sehingga tidak teridentifikasi sebelumnya,” katanya di Purwokerto, Minggu.

Indra yang merupakan Dosen Mitigasi Bencana Geologi, Jurusan Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman menambahkan dengan pengembangan riset maka akan lebih bisa memastikan potensi bencana dengan baik.

Dengan informasi potensi bencana yang tepat, tambah dia maka akan diturunkan menjadi teknik mitigasi yang paling tepat di masing-masing wilayah.

“Strategi ini harus segera dilaksanakan dalam rangka mencegah atau aman dari bencana, bukan menunggu bencana sampai terjadi. Ketika mendengar suatu daerah berpotensi bencana maka segala pemikiran harus diarahkan ke pencegahan dan persiapan,” jelasnya.

Dia mencontohkan, jika suatu daerah sudah teridentifikasi longsor dan banjir maka pola pikir yang harus dibentuk adalah bagaimana cara mencegahnya untuk tidak terjadi longsor atau banjir.

“Misalkan sudah dilakukan pencegahan masih terjadi longsor atau banjir maka perlu adanya evaluasi program dan riset untuk mencari parameter yang belum diketahui yang ikut berperan sebagai penyebab bencana,” katanya.

Pemikiran tersebut, tambah dia harus mengakar ke semua lapisan masyarakat dan harus dijadikan bagian dari karakter bangsa yang tangguh terhadap bencana.

“Pendidikan ini bisa dimulai dari sekolah dasar, menengah, bahkan perguruan tinggi, kemudian sosialisasi ke masyarakat secara terus-menerus, dan dukungan media,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, budaya menjaga alam dan sadar bencana harus dijadikan gaya hidup di tengah masyarakat dan diviralkan.

“Karena sejatinya manusia adalah pemegang kunci pengelola alam yang bisa menentukan kelestarian alam,” tegasnya.
 

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

10 juta kunjungan wisatawan target Sleman pada 2019

Pada 2018 jumlah wisman yang datang ke Sleman adalah sebanyak 307.705 wisatawan, sementara jumlah wisnus sebanyak 8.224.033 wisatawan,

Sleman (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara negara dan wisatawan Nusantara pada 2019 dapat menembus angka 10 juta kunjungan atau naik dua juta dibanding pada 2018.

“Pada 2018 target kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ditargetkan sebanyak delapan juta kunjungan dengan realisasi sebanyak 8,5 juta kunjungan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Minggu.

Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan manca (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus) dari tahun ke tahun menunjukkan trend terus bertambah.

“Pada 2018 jumlah wisman yang datang ke Sleman adalah sebanyak 307.705 wisatawan, sementara jumlah wisnus sebanyak 8.224.033 wisatawan,” terangnya.

Ia mengemukakan, jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan pada 2017, terdapat kenaikan jumlah kunjungan sebesar 18,06 persen dari total 7.226.595 wisatawan.

“Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman ini seiring dengan sejumlah perbaikan yang terus dilakukan,” sebutnya.

Sudarningsih mengatakan, perbaikan yang dimaksud antara lain peningkatan kualitas atraksi pariwisata, penambahan jumlah amenitas serta peningkatan akses.

“Berdasarkan trend kunjungan wisatawan ke Sleman yang terus meningkat, kami optimistis target kunjungan wisatawan pada 2019 sebanyak 10 juta kunjungan akan tercapai,” ujarnya.

Ia mengemukakan, salah satu strategi untuk meningkatkan wisatawan tersebut yakni dengan peluncuran “Calender of Event 2019”.

“Ada sekitar 19 event budaya dan pariwisata yang diselenggarakan selama satu tahun. Dari 19 event tersebut terdapat satu event yang dipilih Tim Kurator Kementerian Pariwisata untuk dimuat dalam Top 100 Calender of Event 2019 yakni ‘Jogja International Heritage Walk’,” jelasnya.

Sedangkan kontribusi PAD sektor Pariwisata terhadap PAD Sleman pada 2018 yakni sebesar 24,42 persen atau sebesar Rp218,475miliar.
 

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes Indonesia tanam pohon di komplek pembangunan mesjid Dagestan

Kompleks yang terdiri dari masjid, pusat studi dan museum perkembangan Islam menempati lahan seluas 35 hektar diproyeksikan akan dapat menampung 22.000 orang,

London (ANTARA) – Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi melakukan penanam pohon persahabatan di kompleks proyek pembangunan masjid di Dagestan, dinamanakan sesuai nama Nabi Muhammad SAW, sedangkan Pusat Studi Islam dinamakan sesuai nama Nabi Isa AS yang diharapkan akan menjadi terbesar di kawasan Eropa.

Penanaman pohon persahabatan dilakukan bersama Menteri Kebijakan Nasional dan Agama Muslimov dan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Federasi Rusia, Gadjimurad Omarov. Demikian Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Adiguna Wijaya kepada Antara London, Minggu.

Kompleks yang terdiri dari masjid, pusat studi dan museum perkembangan Islam menempati lahan seluas 35 hektar diproyeksikan akan dapat menampung 22.000 orang, dengan luas bangunan 30.000 meter persegi. Pendanaan pembangunan kompleks masjid ini sepenuhnya atas dana swadaya masyarakat.

“Semoga pohon persahabatan ini dapat menjadi penanda kedekatan perasaan dan keakraban warga kedua bangsa”, kata Wahid.

Sebelumnya Dubes RI bertemu dan berdialog dengan Mufti Republik Dagestan, Akhmad Abdulaev, di kompleks Masjid Juma Makhachkala yang merupakan masjid yang tidak hanya terbesar di Rusia tetapi juga di Eropa, dengan kapasitas daya tampung hingga 17.000 orang.

Abdulaev yang telah menjabat selama 20 tahun ini menyambut dengan penuh haru dan suka cita atas kunjungan Dubes Wahid karena baru pertama kalinya Dubes Indonesia datang ke masjid ini. Dubes didampingi Minister Counsellor Ekonomi Indonesia, Edi Suharto, Minister Counsellor Pensosbud, Adiguna Wijaya dan Sekretaris I, Bustan Jufri.

“Satu kali melihat langsung jauh lebih baik dan bermakna dari pada seribu kali mendengar”, demikian disampaikan Mufti Abdulaev yang menekankan betapa bermaknanya kunjungan Dubes Wahid bagi masyarakat Muslim Dagestan.

Blusukan ke pasar

Dalam kunjungan ke Dagestan, Dubes Wahid sempat melakukan blusukan ke pasar tradisional, guna melihat kehidupan langsung sehari-hari masyarakat Dagestan karena selama ini negara bagian ini sering dikonotasikan sebagai daerah rawan.

Kunjungan dubes menarik perhatian para pedagang dan tanpa diduga, setelah mengetahui yang datang dari Indonesia, banyak dari pedagang memberikan oleh-oleh untuk dibawa ke Moskow, seperti madu, buah lokal, bumbu dari kacang-kacangan.

“Wah saya terpaksa harus menambah tas untuk membawa oleh-oleh ini”, ujar Dubes Wahid kepada Kepala Badan Investasi dan Bisnis Republik Dagestan, Gadji Gasanov, yang turut mendampingi Wahid.

Dubes dan delegasi berkesempatan pula mengunjungi museum sejarah dan arsitektur Dagestan serta melakukan audiensi di Universitas Negeri Dagestan dengan rektor, dosen dan perwakilan mahasiswa.

Rektor Murtazali Rabadanov menyambut antusias kunjungan Dubes Wahid dan menyatakan keinginan pihaknya untuk menjalin kerja sama pendidikan tinggi dengan Indonesia. Universitas yang didirikan tahun 1931 ini memiliki lima fakultas dan 17 jurusan serta 10 kampus. Terdapat sekitar 15.000 mahasiswa menuntut ilmu di sini, 2.000 diantaranya adalah mahasiswa asing. Saat ini universitas tersebut telah menjalin kerja sama dengan 50 universitas di seluruh dunia.

Dubes Wahid mengapresiasi penerimaan yang sangat baik dan penuh keramahan serta berharap kunjungan ini dapat menjadi momen pembuka kesempatan kerja sama pendidikan tinggi dan ilmu pengetahuan selanjutnya.

Makhachkala adalah ibukota Republik Dagestan merupakan salah satu negara bagian. Federasi Rusia di kawasan Kaukasia Utara. Federasi Rusia memiliki 85 subyek federal (negara bagian) dan 22 diantaranya diberi nama Republik karena mayoritas penduduknya bukan dari etnis Rusia.

Populasi Dagestan sekitar 3 juta jiwa dengan 95% penduduknya beragama Islam, sementara sekitar 727.000 orang menetap di Makhachkala. Wilayah Dagestan memiliki 70 kilometer bagian pesisir di Laut Kaspia dan berbatasan dengan Georgia serta Azerbaijan dan berseberangan dengan Kazakhstan.

Republik Dagestan merupakan salah satu wilayah di Federasi Rusia dengan tingkat keberagaman etnis dan budaya yang sangat tinggi.rusia

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019