Bantuan beras dibutuhkan warga korban tsunami Pantai Carita

Pandeglang, Banten (ANTARA News) – Masyarakat korban tsunami di kawasan Pantai Carita Desa Sukarame, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, membutuhkan bantuan beras untuk konsumsi sehari-hari.

“Kita berharap pemerintah maupun donasi bagi korban lebih baik menyalurkan bantuannya dalam bentuk beras,” kata Kepala Desa Sukarame, Zaenal saat menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat di Pandeglang, Sabtu.

Masyarakat yang terdampak tsunami di wilayahnya sekitar 400 jiwa dan tersebar di tiga kampung yang lokasinya berdekatan dengan pesisir Pantai Carita. Mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan beras karena kebutuhan bahan pokok sehari-hari.

Saat ini, kata dia, penyaluran bantuan kebanyakan jenis mie instan, minuman kemasan, aneka makanan dan pakaian bekas.

Sedangkan penyaluran bantuan beras relatif kecil dan tidak mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Apalagi, warga korban tsunami sudah tidak bekerja akibat pesisir Pantai Carita hancur diterjang tsunami.

“Masyarakat di sini berprofesi pedagang, pegawai hotel dan restoran juga penjaga villa. Mereka saat ini tentu menganggur karena kondisi Pantai Carita hancur juga tampak sepi pengunjung,” katanya.

“Kami khawatir jika tidak segera disalurkan bantuan beras mengancam kerawanan pangan,” tambahnya.

Menurut dia, saat ini penyaluran bantuan logistik masih mengalir dari berbagai elemen masyarakat, lembaga, pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Selain itu, juga bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, Kementerian, BUMN, BNPB, TNI, Polri, Perusahaan dan lainnya.

Kebanyakan bantuan itu untuk keperluan selimut, karpet, pakaian bekas, mie instan, minuman kemasan dan aneka makanan.

Namun, bantuan beras relatif kecil dan tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat yang tersebar di tiga kampung.

“Kami berharap bantuan itu difokuskan beras sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi makan sehari-hari,” ujarnya.

Sejumlah warga Desa Sukarame mengaku bahwa mereka sangat membutuhkan penyaluran bantuan beras, karena pasca tsunami tidak memiliki pendapatan sehingga kesulitan untuk membeli kebutuhan bahan pokok.

“Kami saat ini hanya memiliki beras sebanyak lima liter dan tidak mencukupi untuk konsumsi keluarga hingga dua pekan ke depan,” kata Sopyan, warga setempat.

Baca juga: Pariwisata Banten terancam suram pasca-tsunami

Baca juga: Ingin berlindung, warga Pantai Carita masih mengungsi di gunung

Baca juga: Warga Carita korban tsunami akhirnya meninggal

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019