DPR Papua minta dinkes kirim petugas ke pengungsian anak-anak Nduga

kami berharap dari dinkes provinsi bisa mengirim orang untuk melihat anak-anak generasi penerus masa depan ini

Wamena, 14/2 (ANTARA News) – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua minta Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengirim petugas untuk melihat kondisi anak-anak Nduga yang menjadi pengungsian di Halaman Gedung Gereja Weneroma, Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Tim Komisi 5 DPR  Papua, Kamasan Jakob Komboy saat memantau anak-anak pengungsi Nduga yang bersekolah di Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis, mengatakan kesehatan ratusan anak-anak itu harus diperhatikan.

“Saya mengimbau kepada kepala Dinkes untuk bagaimana ada petugas, karena sampai sekarang belum ada petugas dari dinas kesehatan yang hadir di tempat ini, jadi kami berharap dari dinkes provinsi bisa mengirim orang untuk melihat anak-anak generasi penerus masa depan ini,” jelasnya.

Ia juga mengatakan setelah kembali ke Jayapura, akan dilakukan diskusi dengan dinas pendidikan provinsi agar pengungsi itu bisa belajar dengan baik.

“Rencana kami akan berjumpa dengan dinas pendidikan provinsi, sekda dan perangkat terkait dengan pendidikan, apalagi akan dilakukan ujian nasional yang merupakan prioritas yang harus dilihat,” katanya.

Menurut dia, pendidikan adalah hak-hak dasar yang harus didapatkan oleh anak-anak, dan perhatian kepada anak-anak itu menjadi tanggungjawab bersama antara provinsi dan kabupaten.

Berdasarkan pantauan di lokasi pengungsian Sinakma, sebanyak enam anggota DPR Papua melaksanakan kunjungan ke sekolah darurat tersebut.

Informasi terbaru juga menyebutkan bahwa jumlah anak-anak yang mengungsi ke Jayawijaya bertambah menjadi 502 orang dari jumlah sebelumnya 406 orang.

Baca juga: Pemerintah Jayawijaya izinkan pengungsi Nduga bangun sekolah

Baca juga: 320 anak Nduga mengungsi ke Jayawijaya akibat kontak senjata

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019