Jokowi tanggapi “curahat” pengemudi ojek daring

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menanggapi “curhat” pengemudi transportasi daring terkait dengan tarif per kilometer.

“Saya Heri dari komunitas Jakarta Barat, dulu harganya lumayan, sekarang setiap lima kilometer harganya Rp8000, bagaimana caranya supaya bayarannya naik lagi?” kata pengemudi transportasi daring di Jakarta, Sabtu.

“Ya tidak apa-apa, ini namanya curhat, saya perlu sampaikan, namanya perusahaan juga terjadi persaingan, hati-hati kalau perusahaan juga penentuan 5 kilometer keliru, terlalu mahal bisa terjadi akhirnya perusahaan itu juga bisa tutup, hati-hati,” kata Presiden Joko Widodo di JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu.

Presiden menyampaikan hal tersebut dalam Silatnas Transportasi Daring yang dihadiri oleh ribuan pengemudi transportasi daring dari Gojek, Grab dan Bluebird.

“Perusahaan juga punya kalkulasi, perhitungan, jadi tiap hari, tiap minggu ada perubahan-perubahan seperti itu. Silakan bicara dengan perusahaan, ketemu direksi, ajak ngomong baik-baik, mestinya jangan Rp8000, tapi misalnya, misalnya, misalnya saja Rp9000 atau Rp10.000 tapi kalau dipaksakan Rp10 ribu atau Rp12 ribu, perusahaan mau, tapi kemudian sekian tahun tidak aefektif karena kekalahan persaingan ya apa gunanya?” jelas Presiden.

Presiden meminta agar para pengemudi juga menyadari bahwa terjadi persaingan ketat satu perusahaan dengan perusahaan lain dan satu negara dengan negara lain.

“Persaingan saat ini sangat ketat, ingat itu,” tegas Presiden.

Selain Heri, Presiden juga berbincang dengan empat pengemudi transportasi daring lainnya.

“Biasanya yang saya suruh maju saya kasih sepeda, tapi karena ini sudah masuk ke bulan pemilu, bulan politik, oleh KPU tidak boleh diberi sepeda, tetapi saya akan berikan ini jauh lebih mahal dari sepeda, ini ada foto di dalamnya, ada album dan tulisannya ‘Istana Presiden Republik Indonesia’, ini lebih mahal ini,” kata Presiden sambil tertawa.

Baca juga: Hati-hati saat berkendara, pesan Jokowi ke pengemudi daring
 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019