Kemenpan RB apresiasi mal pelayanan publik terpadu di Sampit

Sampit (ANTARA) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, membangun mal pelayanan publik terpadu.

“Kami berterima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya dengan dibangunnya mal pelayanan publik. Ini sangat bagus untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” kata Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Supriyati di Sampit, Senin.

Supriyati mengakui bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sudah berkonsultasi saat merencanakan pembangunan mal pelayanan publik terpadu tersebut. Kemenpan RB menanggapi positif terobosan ini.

Supriati tampak antusias mendukung pembangunan mal pelayanan publik terpadu. Meski hari ini kedatangannya ke Sampit sebagai narasumber sosialisasi survei kepuasan masyarakat (SKM), namun dia tetap menyinggung pembangunan mal pelayanan publik terpadu.

“Ini bagian dari upaya untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Terobosan seperti ini tentu sangat positif. Mudah-mudahan pembangunannya berjalan lancar,” harap Supriyati.

Menurutnya, pemerintah harus terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mal pelayanan publik terpadu diharapkan menjadi bagian dari upaya yang dapat memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu terkait program ini, Bupati Kotim Supian Hadi menjelaskan, mal pelayanan publik terpadu yang sedang dibangun di Jalan MT Haryono Sampit, diharapkan selesai tepat waktu sehingga sudah bisa operasional pada 2020 mendatang.

“Begitu selesai, langsung akan kita gunakan. Nanti semua jenis pelayanan ada di satu tempat itu sehingga masyarakat tidak perlu susah payah,” kata Supian.

Mal pelayanan publik terpadu dibangun di lahan eks Plasa Sampit. Mal Pelayanan Terpadu ini nantinya akan menjadi yang pertama di Kalimantan. Pembangunannya dimulai 2018 lalu, dibiayai dengan sistem anggaran multiyears atau tahun jamak dengan biaya diperkirakan mencapai Rp40 miliar.

Mal pelayanan terpadu akan dibangun tiga lantai. Lantai dasar dijadikan pusat kuliner, lantai dua tempat pelayanan utama dan aula, sedangkan lantai tiga merupakan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kotawaringin Timur.

Mal pelayanan publik terpadu itu juga akan dilengkapi ruang VIP dan tempat ekspose tata ruang. Tempat ini juga bisa dijadikan tempat bertemunya calon investor.

Masyarakat yang ingin mengurus berbagai keperluan seperti membuat surat izin mengemudi, paspor, kartu tanda penduduk dan lainnya, cukup datang ke mal pelayanan publik terpadu. Masyarakat tidak perlu bolak-balik karena semua perizinan bisa diurus tuntas di mal pelayanan publik terpadu tersebut.

Supian sangat berharap terobosan memangkas birokrasi dengan membangun mal pelayanan publik terpadu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Jika itu terwujud, maka dampaknya diyakini juga sangat positif bagi daerah.

“Jadi, nanti saudara-saudara kita dari kecamatan-kecamatan di pelosok yang datang untuk berbagai keperluan, cukup datang ke mal pelayanan publik terpadu. Ini akan menghemat waktu, biaya dan tenaga bagi masyarakat kita,” jelas Supian.

Mal pelayanan publik terpadu merupakan upaya untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi perizinan. Selain menjadi bagian pembenahan dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, mal pelayanan publik terpadu juga akan berdampak pada meningkatnya investor karena ada kejelasan perizinan terkait prosedur permohonan izin perusahaan.
 

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019