Korban retakan tanah diminta BPBD Lebak-Banten tetap waspada

Bencana retakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak sudah ditetapkan status darurat, karena dikhawatirkan menimbulkan bahaya longsoran

Lebak, Banten (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta warga korban bencana retakan tanah tetap waspada, terutama jika curah hujan cenderung meningkat.

“Kewaspadaan itu guna mengurangi risiko kebencanaan,” kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak, Banten, Madias saat dihubungi di Lebak, Kamis.

Bencana retakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak sudah ditetapkan status darurat, karena dikhawatirkan menimbulkan bahaya longsoran. Warga yang kini masih menghuni rumah akan direlokasi ke lokasi lain guna menghindari bencana susulan alam.

Saat ini, kata dia, tercatat 115 unit rumah rusak dan beberapa rumah dalam kondisi rusak berat dan roboh akibat pergerakan tanah.

Karena itu, ia meminta masyarakat yang tinggal di lokasi bencana retakan tanah jika hujan lebih dari satu hari sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman, sebab di lokasi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan longsoran dahsyat, karena hampir setiap hari mengalami pergerakan tanah.

“Kami berharap warga meningkatkan waspada jika hujan terus menerus,” ujarnya.

Menurut dia, penduduk Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga yang berjumlah 165 kepala keluarga itu segera direlokasi ke tempat yang lebih aman, karena saat ini curah hujan di daerah itu cenderung meningkat dan berpotensi longsoran, terutama karena permukiman warga juga terdapat daerah aliran sungai.

Pemerintah daerah berkomimen untuk merelokasi permukiman warga yang terdampak bencana retakan tanah itu.

“Kami minta warga bersabar dan sudah disiapkan lahan seluas 1 hektare untuk relokasi dengan anggaran Rp1 miliar,” kata Madias.

Berdasarkan pantauan di lapangan sejumlah warga yang tinggal di lokasi retakan tanah relatif aman dan mereka melaksanakan aktivitas sehari-hari, terlebih cuaca terik matahari. Kehidupan mereka hingga kini tetap tenang dan tidak panik adanya retakan tanah tersebut.

“Kami ingin tetap direlokasi karena khawatir sewaktu-waktu terjadi longsoran dahsyat,” kata Abun, seorang Ketua RT 02 Kampung Kampang Cikuning Desa Sudamanik Kabupaten Lebak.

Baca juga: PVMBG sebut retakan tanah di Lebak dapat picu longsor

Baca juga: BPBD Lebak tetapkan status tanggap darurat bencana retakan tanah

Baca juga: Warga terdampak bencana retakan tanah diminta mengungsi

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019