Mensos ajak warga Banten perangi narkoba karena masuk peringkat enam

Tangerang (ANTARA) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak warga Provinsi Banten untuk memerangi narkoba karena jumlah penyalahguna narkoba di provinsi itu menduduki peringkat ke enam terbesar di Indonesia.

“Secara statistik di Provinsi Banten ada sekitar 170 ribu pecandu narkoba. Banten menempati posisi ke enam terbesar dari jumlah pecandu di Indonesia, maka perlu sebuah gerakan kita bersama untuk memerangi narkoba,” kata Mensos di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin.

Lebih lanjut Mensos mengatakan,  setiap tahun negara dirugikan hingga Rp70 triliun akibat penyalahgunaan narkoba.

“Coba kita bayangkan kalau uang sebesar itu kita gunakan untuk hal yang produktif,” katanya.

Selain menimbulkan kerugian, penyalahgunaan narkoba juga bisa mempermudah penyebaran penyakit seperti HIV, TBC dan Hepatitis.

“Maka saya ajak agar kita bahu membahu memerangi narkoba agar kita memberikan kontribusi dalam perlindungan generasi bangsa,” tambah Agus.

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengatakan, pemerintah daerah sudah membentuk banyak sekali duta anti narkoba di tingkat SMP dan SMA SMK dan pondok pesantren.

“Jadi program Kemensos sangat erat kaitannya dengan Pemda dimana pondok pesantren yang notabene pendidikan agama lebih tinggi dari pendidikan formal lainnya bisa menjadi garda terdepan sebagai kader-kader anti narkoba di daerahnya masing-masing,” kata Zaki.

Menteri Sosial bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah di Kabupaten Tangerang, Banten dalam rangka peningkatan peran keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Polda Banten ajak pelajar jauhi narkoba, pornografi dan hoax
Baca juga: Polisi gagalkan peredaran dua karung sabu-ekstasi dari kapal nelayan
Baca juga: BNN Banten rehabilitasi 63 pecandu narkoba

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019