Arumi Bachsin mengaku “ndredeg” jadi Ketua Dekranasda Jatim

Saya minta ‘private’ khusus sama Mas Emil, ini serius, ini serius. Jadi saya bilang sama Mas Emil kalau secara intelektual saya yakin suami saya jauh lebih pintar dari saya, sehingga masukan-masukan dari beliau khususnya untuk Dekranasda…”

Jakarta (ANTARA News) – Arumi Bachsin yang merupakan istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Emil Elistianto Dardak mengaku “ndredeg” (berdebar) karena dilantik sebagai Ketua Dewan Kerajinan Daerah Jawa Timur (Dekranasda Jatim).

“Perasaannya jadi ibu wakil gubernur bangga, bersyukur luar biasa, senang, tapi di satu sisi ‘ndredeg’ banget karena ketika Mas Emil dilantik, saya barusan saja dilantik jadi Ibu Ketua Dekranasda,” kata Arumi di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu.

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024.

“Menurut sejarahnya Dekranasda di Provinsi Jawa Timur, prestasinya sangat baik di bawah kepemimpinan Bude Karwo. Yang bikin ‘ndredeg’, saya bisa tidak ya? Tapi saya yakin tim Dekranasda dan pengrajin di Jawa Timur memiliki semangat yang luar biasa dan Jawa Timur sendiri memiliki modal, yaitu budaya yang kaya, alam yang kaya,” tambah Arumi.

Sehingga ia pun yakin ke depannya prestasi-prestasi yang sudah pernah diraih tersebut bisa dipertahankan dan kalau bisa menjadi lebih baik.

Arumi juga mengaku akan belajar khusus untuk memimpin Dekranasda kepada suaminya, Emil Dardak.

“Saya minta ‘private’ khusus sama Mas Emil, ini serius, ini serius. Jadi saya bilang sama Mas Emil kalau secara intelektual saya yakin suami saya jauh lebih pintar dari saya, sehingga masukan-masukan dari beliau khususnya untuk Dekranasda, mungkin ke depan PKK menjadi salah satu kuncian untuk saya,” ungkap Arumi sambil tertawa.

Namun dengan sejumlah tanggung jawab tersebut, Arumi mengaku tidak terbebani.

“Karena kapan lagi saya bisa dikasih masukan sama wagub ya kan?” tambah Arumi sambil bercanda.

Arumi juga mengaku tidak sabar untuk memulai tugas barunya tersebut.

“Beban ya diiringi semangat. Semangat sekali, sudah tidak sabar sebenarnya ingin ayo kita mau melakukan apa nih ya? Tapi bebannya lebih ke mengingat prestasi-prestasi di provinsi Jawa Timur, baik itu PKK, Dekranasda, sangat baik dan memang provinsi Jawa Timur di pusat ini dikenal menjadi salah satu provinsi yang berkontribusi dalam lomba-lomba biasanya banyak memenangkan lomba. Hal itu yang sedikit menjadi beban tapi harus dijadikan motivasi ke depannya kalau bisa dipertahankan,” jelas Arumi.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MUI sebut golput itu sikap masa bodoh

Golput  artinya cuek, tidak dibenarkan, apatis

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan tidak menggunakan hak pilih atau menjadi golongan putih (golput) dalam pemilu bisa tergolong sikap masa bodoh atau apatis.

“Kepimpinan tidak bisa ditinggalkan, makanya jangan Golput. Golput  artinya cuek, tidak dibenarkan, apatis,” kata Hasan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Islam mengajarkan hidup agar bertanggung jawab. Dengan golput artinya apatis dan tidak peduli dengan perkembangan di sekitarnya.

Praktik golput, kata dia, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan dan kekecewaan. Maka dari itu, dia mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menggunakan hak pilihnya di ajang Pemilu 2019.

Hasan mengatakan pemilu bukan sekadar pesta demokrasi tetapi perhelatan amanat kepimimpinan umat. “Jangan sampai kita golput karena rugi dan merugikan… Semua agar ikut berpartisipasi,” katanya.

Terkait adanya perbedaan pilihan, Hasan mengajak setiap pihak bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai ajang lima tahunan justru merusak persaudaraan yang waktunya bisa sepanjang hidup.

“Kita melihat Pemilu jangan berpikir hanya untuk lima tahun ke depan. Identitas bangsa dan kebangsaan, keumatan, kenegaraan untuk selamanya 
sehingga Indonesia merdeka dan martabat,” kata dia.

Terpisah, Wakil Ketua Wantim MUI Didin Hafidhuddin mengatakan umat Islam agar menjadikan hadits nabi sebagai rujukan dalam memilih pemimpin.

“Kita berharap bahwa yang menjadi pegangan dari memilih pilpres ini adalah sebuah hadist nabi, yang menyatakan barang siapa yang tidak punya kepedulian kepada persoalan persoalan umat Islam, maka mereka bukan dari kaum muslimin,” kata dia.

Dia juga berharap tokoh politik, ulama dan tokoh ormas agar dapat menahan diri tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu perselisihan.

“Wantim merasa prihatin terhadap kondisi kebangsaan dan keumatan yang cenderung ada fenomena dan gejala perpecahan. Kita berharap perbedaan tidak menimbulkan pertentangan keumatan bangsa,” katanya.

Baca juga: MUI tegaskan golput merugikan Islam
Baca juga: MUI Akui Fatwa Golput Untungkan Partai Islam

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melestarikan kearifan lokal “Gumi Sasak”

Pulau Lombok yang dihuni mayoritas etnis Sasak memiliki keragaman kearifan lokal. Sejatinya local wisdom itu hingga kini masih dipegang teguh dan cukup berperan dalam mengatur kehidupan masyarakat di “Gumi Sasak”.

Kearifan lokal itu cukup berperan dakan mengatur sistem sosial kemasyarakatan etnis Sasak yang mendiami Pulau Lombok. Sasak yang berasal dari frasa “Sak-Sak” bermakna jalan lurus atau jalan sejati yang harus dilalui demi keselamatan dunia dan akhirat.

“Gumi Sasak” bermakna yang menjadi tempat tinggal etnis Sasak. Pada masyarakat Sasak, kearifan lokal merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dengan agama dan adat budaya. Karenanya denyut nadi kehidupan masyarakat sasak memerlukan cara-cara yang arif dan bijaksana.

Kearifan lokal dalam kehidupan enis Sasak juga tercermin dalam khazanah seni dan budaya. Karena itu pesan moral kebaikan dari kearifan lokal itu terasa kental dalam kehidupan berkesenian dan kebudayaan yang tetap lestari dalam kehidupan masyarakat etnis Sasak di Pulau Lombok.

Untuk itu penanaman nilai-nilai kearifan lokal sejak dini kepada kalangan generasi muda mutlak dilakukan agar tetap lestari sekaligus untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif era globalisasi.

Ketua Majelis Adat Sasak Provinsi NTB Lalu Bayu Windia mengatakan etnis Sasak memiliki budaya dan seni yang kental dengan pesan moral, sehingga kearifan lokal ini penting ditanamkan dalam kehdupan masyarakat.

Ia menuturkan suku Sasak sebagai penduduk mayoritas Pulau Lombok memiliki keragaman budaya dan seni yang kaya akan nilai moral yang perlu dijadikan acuan dalam kehidupan masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam keberagaman.

Untuk itu Majelis Adat Sasak (Lombok) bersama pemerintah daerah melalui dinas pariwisata, dinas pendidikan dan kebudayaan NTB melakukan berbagai program yang bersentuhanan dengan upaya melestarikan seni dan budaya.

Bayu Windia menilai hingga kini masyarakat adat sasak masih memegang teguh budaya dan kearifan lokal yang dimiliki. Inilah yang ingin dijaga dan pertahankan agar warisan leluhur ini akan selalu ada dan tetap ada serta tetap terjaga kelestariannya.

Gencarnya gempuran budaya luar, menurut Bayu Windia, menjadi tantangan tersendiri bagi Majelis Adat Sasak. Karena itu berbagai program maupun langkah strategis dilakukan untuk mengurangi dampak negatif budaya luar tersebut.

Upaya yang dilakukan Majelis Adat Sasak itu agaknya sejalan dan selaras dengan kegiatan yang dilakukan pemuda Pemuda Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat yang menggelar budaya klasik “Nguwur Siq Kesangkur” dalam rangka melestarikan kearifan lokal desa itu.

“Nguwur siq kesangkur”

Pemuda Sesela mengeglar Parade Budaya Klasik 2019 bertajuk `Nguwur Siq Kesangkur” yang bermakna “Mengumpulkan Yang Berserakan” sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian budaya di Seseka dan Lombok umumnya.

Tokoh agama Lombok Barat TGH Munajib Kholid meminta para generasi muda di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari kembali bersemangat dalam mengajarkan dan mempelajari tradisi luhur yang diajarkan para nenek moyang warga Sesela tersebut.

Tokoh agama yang juga Ketua Baznas Provinsi NTB itu mendukung pelaksanaan Parade Budaya Klasik 2019 bertajuk `Nguwur Siq Kesangkur` untuk dijadikan kegiatan budaya tahunan di Desa Sesela, sebab hal itu akan mampu menumbuh kembangkan kekayaan budaya asli warga setempat untuk bisa ditonjolkan sebagai kekayaan potensi budaya lokal bagi provinsi NTB ke depannya.

Ia berharap kearifan lokal yang ada di Sesela jangan sampai punah. Tugas seluruh elemen masyarakat untuk melestariskan budaya tersebut, karena budaya klasik “Nguwur Siq Kesangkur` identik dengan petuah yang tidak boleh dilupakan oleh masyarakat, terutama generasi muda yang dalam bahsa kekinian disebut genarasi milenial.

Menurut dia, dalam petuah Sesela terdapat delapan hal yang harus dipedomani oleh para generasi muda, yakni, mereka harus bisa menjadi seperti langit, air, angin, tanah, matahari, bulan, api dan menjadi embun. Sebab, jika delapan hal itu bisa dilakukan, maka kehidupan kemasyarakatan, berbangsa, bernegara serta beragamaan akan bisa berjalan dengan baik.

Munajib menuturkan nenek moyang warga Sesela itu telah mengatur kehidupan genarasi mudanya agar cinta tanah air dan menjadi penyejuk bagi alam dan tanah airnya. Kalau delapan pituah bijak ini dipedomi, menurut Munajib, maka paham-paham yang tidak sesuai dengan budaya Sasak dan memecah belah bangsa jelas tidak akan memperoleh tempat.

Sementara itu, Ketua Panitia Parade Budaya Klasik “Nguwur Sik Tesangkur” Sabri menambahkan, perhelatan kegiatan budaya ini tidak lain adalah sebagai upaya generasi muda di Sesela untuk menghidupkan kembali budaya tanah leluhurnya agar tidak punah akibat pengaruh zaman.

Sejatinya generasi muda memiliki kewajiban moral untuk menghidupkan dan melestarika budaya yang lahir dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun seluruh budaya leluhur umumnya sangat baik karena berisi ajakan yang mulia.

Ia menyebutkan, kegiatan Parade Budaya Klasik 2019 bertajuk `Nguwur Siq Kesangkur` itu diawali dengan pawai obor keliling desa yang diikuti seluruh anak-anak muda di semua dusun di wilayah Desa Sesela sebagai pembukaan kegiatan itu.

Gelar budaya Klasik “Nguwur Siq Kesangkur” direncanakan berlangsung selama seminggu itu akan diisi dengan sejumlah kegiatan budaya asli masyarakat Desa Sesela.

Gelar Budaya Klasik mengusung tema “Nguwur Siq Kesangkur” yang dilaksanakan Pemuda Sesela itu merupakan salah impelentasi dari ikhtiar melestarikan kearifan lokal di “Gumi Sasak” Lombok.

Baca juga: Budaya “ngopi” ala Suku Sasak

Baca juga: Tradisi kawin lari di Sade Lombok
 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pendaftaran SNMPTN diperpanjang hingga 16 Februari

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Ravik Karsidi mengatakan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diperpanjang hingga Sabtu (16/2) pukul 22.00 WIB.

“Pendaftaran SNMPTN diperpanjang hingga 16 Februari dikarenakan belum semua siswa sekolah yang layak untuk mendaftar, melakukan pendaftaran dan finalisasi pendaftaran SNMPTN,” ujar Ravik di Jakarta, Rabu.

Pendaftaran SNMPTN seharusnya dilakukan 4 Februari hingga 14 Februari. Untuk itu dia meminta siswa untuk melakukan pendaftaran dan finalisasi data untuk memanfaatkan waktu yang ada.

Ketua Harian LTMPT, Budi Prasetyo, mengatakan jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 370.878 siswa dan yang login tapi belum mendaftar sebanyak 175.003 siswa. Sedangkan siswa yang sudah mengisi data, tapi belum finalisasi sebanyak 83.009 siswa.

“Kami mengharapkan siswa yang belum mendaftar bisa menyelesaikan dengan baik, malam ini kita tambah servernya 10 dan bandwitch dinaikkan,” kata Budi.   

Siswa yang belum finalisasi diharapkan segeran menyelesaikan dan mencetak kartu pendaftaran. Budi juga menyarankan untuk memanfaatkan waktu sore hari hingga pagi untuk melakukan pendaftaran.

Untuk pemeringkatan siswa dilakukan LTMPT berdasarkan nilai mata pelajaran sebagai berikut.

Untuk jurusan IPA yakni Matematika Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Fisika, dan Biologi.  Sedangkan untuk jurusan IPS yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.

Untuk jurusan Bahasa yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, dan salah satu bahasa asing. Sementara untuk SMK yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Keahlian.

Pendaftaran SNMPTN bisa dilakukan dengan mengakses http://web.snmptn.ac.id dan memasukkan NISN dan kata sandi. Siswa diminta untuk mengisi biodata serta mengunggah pasfoto resmi. Sedangkan untuk program studi seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio dan dukumen bukti keterampilan yang telah disahkan.

Baca juga: LTMPT Minta Siswa Segera Mendaftar SNMPTN
Baca juga: LTMPT : Pendaftaran SNMPTN dimulai

 

Pewarta: Indriani
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Arumi dipesani Iriana Jokowi agar menjaga Emil Dardak

Pesan (Ibu Negara) dijaga bapak Emilnya, katanya gitu karena begini loh, mungkin kalau misalnya, Ibu Negara kan perempuan juga. Mas Emil kan muda, ganteng, dengan prestasi luar biasa, jadi harus dipepet terus.”

Jakarta (ANTARA News) – Istri Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak, Arumi Bachsin mengaku diberi pesan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk menjaga baik-baik suaminya.

“Pesan (Ibu Negara) dijaga bapak Emilnya, katanya gitu karena begini loh, mungkin kalau misalnya, Ibu Negara kan perempuan juga. Mas Emil kan muda, ganteng, dengan prestasi luar biasa, jadi harus dipepet terus,” kata Arumi di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu.

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo melantik Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024.

Arumi selanjutnya dilantik sebagai  Ketua Dewan Kerajinan Daerah Jawa Timur (Dekranasda Jatim) oleh Ketua Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Arumi juga sempat bercanda kalau dirinya tidak perlu dijaga.

“Ha ha ha, saya mau ke mana lho mas. Saya sudah emak-emak begini juga tapi kalau yang ini harus dijagain,” kata Arumi sambil menunjuk suaminya yang berdiri di sampingnya.

Sedangkan Emil mengaku bahwa peran istrinya dalam pemerintahan saat ini pun semakin besar.

“Sebenarnya sebelum ini juga sudah bertugas sebagai bupati. Jadi sebagai bupati, peran istri juga sangat besar. Mbak Arumi juga tadinya Ketua PKK terus Ketua Dekranasda, sekarang tapi di Jatim karena bu Khofifah seorang perempuan, Mbak Arumi yang memegang peran itu. Jadi, rasanya akan mirip gitu. Bedanya lingkup akan sangat besar dan kita ingin lebih banyak lagi inovasi karena sumber daya dan peluang yang bisa kita dorong lebih besar lagi untuk Jawa Timur,” kata Emir.

Arumi juga bertekad untuk untuk mengangkat kearifan lokal dalam Dekranasda.

“Kalau dekranasda, seperti yang kita ketahui dekranasda mengangkat kearifan lokal. Di Jawa Timur ada banyak sekali dari mulai bambunya, batiknya terutama, kemudian begitu pula kerajinan-kerajinan lain. Jadi utama bagi saya selain menciptakan produk, tentu harus sinergi dengan program-program yang ada di pemprov dari Bu Khofifah dan Mas Emil, pasti mereka punya banyak program bagaimana menciptakan program,” ungkap Arumi.

Menurut Arumi, ia berharap agar pemprov Jatim dapat membantu untuk melatih dan membina para pengrajin dari yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, dan dari yang bisa menjadi jago. 

“Sehingga pengrajin itu, saya sering dengar baik itu petani dan nelayan kadang-kadang masih ada mengatakan ‘Biarkan saja saya jadi nelayan, petani asalkan anak saya ke depan tidak perlu jadi petani. Nah saya tidak ingin pengrajin mengatakan seperti itu karena dunia ini sudah tidak ada batas dengan teknologi luar biasa canggih, seharusnya pengrajin bisa mendapatkan manfaat dari situ dan tanpa pengrajin kearifan lokal di Indonesia bisa punah. Jadi itu yang harus semangat itu dipegang,” jelas Arumi.

Namun untuk kembali ke dunia keartisan, Arumi mengaku harus seizin suaminya.

“Saya rasa berkarier sebagai seniwati itu sesuatu yang baik, tapi tentu prioritasnya juga ada. Sekarang masyarakat banyak menggantungkan harapan. Saya lihat ada dua, satu sebagai istilahnya aktualisasi diri sebagai seorang yang berkarier di dunia seni itu hal yang baik, kita ingin mengapresiasi pelaku seni, tapi yang kedua banyak yang bisa disinergikan juga sebenarnya di dunia ‘entertain’ dengan apa yang sedang diperjuangkan Arumi untuk masyarakat Jatim, para pengrajin atau bahkan ‘stakeholder’ di Jatim,” ungkap Emil.

Artinya, Emil tidak langsung menutup kemungkinan istrinya kembali ke dunia seni asalnya bersinergi dan bertujuan untuk mengangkat semangat para pelaku seni di Jawa Timur.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi doakan kesembuhan Ibu Ani Yudhoyono

… kami mendoakan… Saya, Bu Jokowi, Pak Wapres, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, dan kita semuanya mendoakan agar Ibu Ani Yudhoyono cepat diberikan kesembuhan, cepat diberikan kesehatan. Kita semuanya mendoakan agar beliau cepat sembuh dan kembali ke Indo

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo mendoakan kesembuhan Ibu Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di National Universtiy Hospital, Singapura.
   
“Jadi kami mendoakan… Saya, Bu Jokowi, Pak Wapres, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, dan kita semuanya mendoakan agar Ibu Ani Yudhoyono cepat diberikan kesembuhan, cepat diberikan kesehatan. Kita semuanya mendoakan agar beliau cepat sembuh dan kembali ke Indonesia,” kata Jokowi, di Istana Negara Jakarta, Rabu.
 
“Saya sudah perintahkan kepada Mensekneg, kepada dokter kepresidenan untuk juga membantu apa yang bisa kita berikan dari sini,” kata Jokowi, yang juga mengaku sudah berkomunikasi dengan pendahulunya itu.
   
“Sudah berkomunikasi, empat hari atau lima hari yang lalu saya sudah telepon beliau. Pak Jusuf Kalla juga sudah telepon beliau untuk mengabarkan mengenai Ibu Ani,” kata Jokowi. Ia juga sedang mengatur waktu untuk menjenguk Ani Yudhoyono ke Singapura.
 
Ani Yudhoyono dirawat di National Universtiy Hospital Singapura, sejak Sabtu (2/2), karena menderita kanker darah. 
   
Adapun Presiden Susilo Yudhoyono (2004-2014), mengatakan, saat ini dia berada di Singapura mendampingi Ani Yudhoyono dalam pengobatan dan perawatan kesehatan.
 
Ani Yudhoyono dirawat medis di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura.

Dalam video konferensi pers yang disebarkan hari ini, Yudhoyono menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada istrinya, yang disampaikan para sahabat di Tanah Air yang tidak bisa disebutkannya satu persatu, termasuk yang melalui media sosial.
   
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak-ibu, saudara sekalian. Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata Yudhoyono. 
   
Ia mengatakan, dia amat mengetahui bahwa Ani Yudhoyono adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk ketika Ani bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun dirinya mengemban tugas memimpin indonesia dulu.
   
“Namun, bagaimanapun, saya, ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik,” ujar Yudhoyono.

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ragam kuliner perayaan kenduri “Maulod” di Aceh

Ada “sie reuboh (daging rebus), kuah beulangong (daging kari khas Aceh Besar), sie itek masak puteh (daging bebek masak putih), keumamah (ikan kayu) dan sie manok karie (daging ayam kari), adalah menu favorit disajikan dalam setiap kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh.

Bagi masyarakat Aceh yang mayoritas penduduknya pemeluk Islam itu, memperingati hari kelahiran (Maulod) Nabi Muhammad SAW dirayakan meriah di gampong-gampong (desa), berturut-turut selama tiga bulan, pada setiap tahunnya.

Tiga bulan memperingati “Maulod” itu dibagi tiga sebutan, yakni maulod awal, maulod tengoh dan maulod akhee (maulid awal, maulid tengah dan maulid akhir).

Atau disebut juga kenduri Maulid pada bulan Rabiul Awal (maulid awal), kemudian dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir (maulid tengah) dan selanjutnya, kenduri maulid pada bulan Jumadil Awal disebut dengan maulid akhir.

Ragam kuliner di kenduri peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW atau Maulod itu disajikan untuk disantap bersama-sama warga di Meunasah (mushalla) gampong, seperti di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tidak hanya menu sebagai lauk santapan nasi, ragam buah-buahan juga disajikan dalam setiap hidangan yang disiapkan dari rumah-rumah warga, kemudian dibawa ke meunasah untuk disantap bersama-sama.

Pada masa lalu, hidangan berisi ragam kuliner dan buah-buahan yang diletakkan di atas piring sedang itu kemudian disusun bertingkat di atas talam, dan dilingkari dengan “dalung” itu disebut dengan “idang meulapeeh” atau hidang berlapis dengan ketinggiannya ada yang mencapai lebih dari satu meter.

Namun beriring perkembangan zaman, “idang meulapeeh” itu kini mulai sulit dijumpai pada setiap perayaan “Maulod” di Aceh, terutama di kota-kota seperti di Kota Banda Aceh.

Di dalam “idang meulapeeh” itu selain kuliner dari bahan daging, juga terdapat aneka masakan dari berbagai jenis ikan, serta telur ayam dan telur bebek, selain juga ada aneka kue.

“Idang meulapeeh” itu di atasnya ditutup dengan tutup saji atau dalam bahasa Aceh disebut “sangee” dengan balutan kain warga favorit seperti merah, kuning dan hijau ditambah ukiran motif-motif Aceh.

Aneka kuliner untuk santapan kenduri “Maulod” di Aceh itu disiapkan oleh masing-masing rumah tangga, kecuali masakan khas seperti menu “kuah beulangong” yang khusus dimasak oleh kaum laki-laki di meunasah gampong, pada peringatan “Maulod”.

“Kenduri peringatan maulid Nabi Muhammad ini kami peringati setiap tahunnya, dan ini sudah berlangsung lama di Aceh,” kata M Wahidi, tokoh masyarakat Gampong Lampoh Daya Kota Banda Aceh.

Karena itu, kata dia, sebelum penetapan waktu dan teknis pelaksanaan kenduri maulid, maka masyarakat gampong menggelar rapat umum di meunasah.

“Artinya, semangat musywarah bersama warga sangat tinggi untuk menetapkan teknis dan waktu yang tepat pelaksanaan kenduri maulid. Dalam musyawarah warga itu juga menentukan gampong-gampong mana diundang pada perayaan kenduri maulid,” katanya menambahkan.

Masyarakat gampong juga menggalang dana patungan dari masyarakat untuk perayaan kenduri maulid yang dipusatkan di meunasah.

Tidak hanya kenduri, perayaan maulid juga diiringi dangan lantunan zikir maulid yang dibawakan sangat kompak oleh kelompok zikir masyarakat.

Lewat pengeras suara, lantunan shalawat, zikir dan syair-syair dari para remaja dan pemuda terus menggema sampai tiba seluruh “idang meulapeeh” dibuka dan masyarakat yang duduk di bawah tenda besar, duduk bersila menyantap seluruh hidangan.

Shalawat, zikir dan syair-syairatau disebut juga “dhikee” itu mengagungkan Allah SWT dan mendoakan keselamatan untuk Rasulullah SAW dan keluarganya, beserta sahabat serta untuk seluruh umat Islam.

Kenduri perayaan maulid bagi masyarakat Aceh selain dimaknai sebagai peringatan hari lahirnya junjungan alam Nabi Muhammad SAW, juga menjadi ajang silaturrahmi masyarakat baik antar gampong maupun saudara kerabat.

Saat kenduri perayaan maulid di salah satu gampong, maka yang diundang adalah warga dari gampong yang berdekatan.

Kenduri maulid di Aceh, termasuk di Aceh Besar misalnya tidak hanya digelar di meunasah, tapi juga ikut dirayakan di rumah para warga dengan mengundang sahabat dan saudaranya yang berlainan gampong.

Seperti di Gampong Lubok, Kabupaten Aceh Besar, kenduri perayaan Maulid yang di gelar oleh masing-masing keluarga, berdampak macetnya jalan-jalan di desa itu karena banyaknya mobil dan motor dari para undangan.

“Suasana keramaian, dan macetnya arus kendaraan di jalan masuk gampong ini terjadi karena hampir semua rumah tangga menggelar acara kenduri Maulid yang mengundang saudara atau sahabat dari kampung lain,” kata Mustafa, warga Lubok Sukon, Aceh Besar.

Destinasi wisata halal

Puncak kenduri peringatan Maulid di Kota Banda Aceh digelar di lapangan Blang Padang yang disebut dengan “Maulod Raya” yang dihadiri ribuan warga dan pelajar setempat.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Banda Aceh sebagai daerah tujuan wisata halal yang aman, nyaman dan bersyariat dimata dunia.

“Selain ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam kenduri perayaan Maulid ini juga menjadi contoh sebagai wisata halal dengan nuansa Islami.” katanya menjelaskan.

Perayaan Maulid akbar merupakan salah satu cara dari Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memaknai kecintaan terhadap Rasulullah SAW dan mengimplementasikan teladan Rasulullah terhadap sesama manusia.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan, terlaksananya Maulid Raya tidak terlepas dari kebersamaan dan kekompakan masyarakat dengan jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Ketika rasa kebersamaan dan kekompakan terbangun dengan baik, tugas seberat apa pun akan terasa ringan. Karena itu, kami mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras hingga terlaksananya kegiatan besar ini,” kata Aminullah.

Wali Kota menyebutkan, tujuan perayaan maulid untuk membangun “ukhuwah Islamiah”. Selain itu, juga sebagai wujud rasa syukur atas kelahiran Rasulullah Muhammad SAW.

Selain itu, keunikan dari helatan akbar ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara ke Banda Aceh.
Apalagi, kegiatan seperti itu tidak ada di daerah lain di Indonesia.

Harapan kami, perayaan Maulid menjadi daya tarik wisata. Ini langka dan tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Semakin banyak wisatawan berkunjung ke Banda Aceh, maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Aminullah Usman.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman pun mengatakan event tahunan ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

“Wisata Islami adalah nilai jual Banda Aceh yang paling besar, di samping sub sektor wisata lainnya. Bukan hanya kaya akan bangunan atau tempat bersejarah yang sarat nilai-nilai keislamannya, tapi juga adat istiadat atau budaya masyarakatnya yang bernafaskan Islam.”

“Seperti Maulid Nabi yang diperingati selama tiga bulan berturut-turut di Aceh yang puncaknya kita gelar di Blang Padang, tentu sangat menarik bagi para wisatawan maupun tamu yang sedang berada di Banda Aceh,” ungkap Aminullah.

“Nah, idang maulid sendiri terdiri dari aneka ragam kuliner Aceh yang cita rasanya sangat khas, dan sudah pasti enak, sehat, higienis dan halal. Dan ini tentu juga sangat menarik bagi wisatawan yang ingin mencicipi ragam kuliner Aceh dalam satu momen.”

Selain kemeriahan Maulid Nabi, sambungnya, kegiatan keagamaan seperti zikir akbar, pawai 1 Muharram, hari Meugang, dan semarak bulan suci Ramadhan juga menjadi pembeda Banda Aceh dibanding kota lainnya di Indonesia. “Saya yakin wisata Islami akan menjadi salah satu kekuatan Banda Aceh untuk meraih kegemilangan.”

Baca juga: Perayaan Maulid Nabi akbar dihadiri ribuan warga Banda Aceh

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lazismu bantu ruang kelas MTs Muhammadiyah Curup

Jakarta (ANTARA News) – Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) melalui program Save Our School (SOS) membantu pembangunan ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Muhammadiyah Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, seiring akan diselenggarakan Sidang Tanwir Muhammadiyah di provinsi tersebut.
   
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, Kepala Sekolah MTS Muhammadiyah Curup Joni Antoni berterima kasih atas bantuan tersebut.
   
Ruang kelas yang sudah berdiri tersebut diresmikan Lazismu sebagai rangkaian kegiatan pra-Tanwir Muhammadiyah yang berlangsung pada 15-17 Februari 2019.
   
Menurut Joni, MTS tersebut awalnya berdiri pada 1988 di Talang Rimbo Baru. Hingga tahun 2004 kondisi madrasah memprihatinkan, sedikit murid dan sarana prasarana mimimal.
   
Setelah madrasah pindah ke Desa Kampung Delima pada 2004, kata dia, pertumbuhan sekolah mulai membaik dengan pertambahan murid dan lokasi lebih luas, sarana kegiatan belajar mengajar meningkat termasuk memiliki satu masjid sendiri.
   
Seiring dengan animo masyarakat yang besar terhadap MTS Muhammadiyah Curup, Joni mengatakan ruang kelas tidak memadai untuk menampung murid yang akan bersekolah di madrasah tersebut. “Karena murid bertambah dan ruang kelas kurang, maka Lazismu memberikan bantuan dalam bentuk tiga ruang kelas baru,” kata dia.
   
Dia mengatakan pihaknya akan segera menambah fasilitas lain yaitu aula serba guna.
   
Sementara itu, Badan Pengurus Lazismu, Nuryadi Widjiharjono, mengatakan siapa saja agar belajar dari sejarah Muhammadiyah.
   
“Belajar bagaimana dakwah dan pendidikan berjalan dan berkembang hingga hari ini. Semangat pencerahan dan berkemajuan ini harus terus hidup. Momentum Sidang Tanwir di Bengkulu ini adalah semangat pencerahan untuk tetap bergerak maju,” paparnya.
   
Karena itu, kata dia, tidak hanya sarana dan prasarana yang diperbaiki tapi kemampuan guru di MTS Muhammadiyah Curup juga harus ditingkatkan agar pembelajaran agama Islam dan ke-Muhammadiyahan dapat mencerahkan anak didik.*

Baca juga: MDMC-Lazismu hibur masyarakat Pohgading, Lombok Timur

Baca juga: Lazismu gelar ekspedisi zakat ke Saparua
   

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lokasi makam bersejarah pun dirusak penambang bauksit

Bintan, Kepri (ANTARA News) – Aktivitas pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau hingga sekarang masih berlangsung secara masif.

Berbagai kawasan dieksploitasi oleh para penggarap batu merah yang mengandung kadar aluminium tinggi tersebut. Mulai dari pulau-pulau yang berstatus sebagai kawasan hutan hinggga lahan yang tidak terlalu luas.

Gisi, salah satu kawasan yang belum dikenal banyak warga Bintan kini menjadi sorotan. Di Gisi aktivitas pertambangan bauksit sudah berlangsung lama bahkan hingga sekarang masih tampak jejaknya.

Sejumlah tokoh masyarakat Kepri melihat aktivitas pertambangan bauksit di Gisi membabi-buta. Padahal di lokasi itu ada makam Panglima Bintan (Bentan), sebuah makam bersejarah.

Kuburan yang sebelum ada aktivitas pertambangan bauksit mudah dilihat, kini sudah menjadi onggokan tanah, yang dikelilingi lahan rusak.

Di kaki Gunung Bintan itu tampak jelas bahwa aktivitas pertambangan baru beberapa hari berhenti. Di lokasi pertambangan tampak segel dan papan peringatan yang dipasang penyidik yang tergabung dalam Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Di lokasi itu juga tampak batu bauksit hasil galian yang tidak sempat diangkut pihak perusahaan. Operasi tertutup yang dilakukan tim ternyata bocor sehingga tidak dapat menyegel alat berat di lokasi pertambangan.

Berdasarkan hasil penelusuran Antara, alat berat tersebut sudah dipindah ke lokasi yang tidak jauh dari lokasi pertambangan. Bahkan para pelaku pertambangan bauksit itu berhasil mengangkut banyak bauksit ke lokasi yang tidak jauh dari Jembatan 2.

Di lokasi tempat penimbunan bauksit itu terdapat puluhan truk berukuran besar lalu-lalang menuju pelabuhan kapal tongkang yang berada di bawah jembatan. Aktivitas pemindahan bauksit dari truk ke kapal tongkang itu itudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.

Tak Patut
 
Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau (LAM Kepri) menyatakan aktivitas penambangan bauksit tidak patut dilakukan di lokasi pemakaman bersejarah seperti di Gisi, Kabupaten Bintan.

Ketua LAM Kepri Abdul Razak, yang dihubungi dari Bintan mengatakan merusak makam bersejarah merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Makam bersejarah yang dirusak di Gisi yakni makam Panglima Bintan (Bentan).

“Harus ditelusuri siapa yang bertanggung jawab terhadap permasalahan ini. Apakah ada izin atau tidak pertambangan tersebut? Kalau ada izin, pemberi izin juga bertanggung jawab,” tegasnya.

Abdul Razak mengatakan izin dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Karena itu, permasalahan ini akan dibahas dengan Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan.

“Kami beberapa tahun lalu sudah punya catatan buruk terhadap pertambangan bauksit yang dilakukan di sekitar kompleks makam bersejarah di Tanjungpinang. Seharusnya peristiwa yang sama tidak terulang lagi,” tegasnya.

Nyaris hancur

Pemangku adat Bintan, Datok Huzrin Hood menyatakan aktivitas pertambangan bauksit di Bintan sangat tinggi. Bahkan aktivitas masih berlangsung hingga sekarang meski tim dari pusat melakukan penyegelan.

Sejumlah lokasi pertambangan dalam beberapa pekan terakhir pun disorot. Hal itu disebabkan sejumlah lokasi pemakaman ksatria dan Raja Bintan (Bentan) di Kabupaten Bintan, rusak parah akibat aktivitas penambangan bauksit.

Padahal lokasi pemakaman bersejarah itu seharusnya dijaga bersama, bukan malah dirusak.

“Lokasi pemakaman nyaris hancur baru diketahui publik sejak beberapa pekan lalu,” katanya.

Lokasi pemakaman para ksatria dan Raja Bintan itu antara lain berada di Gisi dan Tanah Merah, Desa Penaga. Di lokasi itu antara lain terdapat makam sultan, putri dan sembilan Panglima Bintan.

Huzrin menegaskan orang yang merusak makam para kesatria dan Raja Bintan adalah orang yang tidak menghargai sejarah. Padahal para ksatria dan Raja Bintan sangat berjasa terhadap negeri ini sehingga cukuplah generasi yang ada sekarang mengenang dan menghargainya.

Huzrin mengatakan para keturunan ksatria dan Raja Bintan marah terhadap permasalahan itu. Kemarahan itu potensial menimbulkan konflik yang membesar jika para pengambil kebijakan tidak segera menghentikan aktivitas pertambangan bauksit.

Mereka pun telah melaporkan permasalahan itu kepada pihak yang berwenang.?”Hentikan tambang bauksit di lokasi bersejarah,” katanya.

Huzrin segera membentuk tim bernama Hulubalang Pencari Fakta. Permasalahan itu akan dilaporkan kepada pihak yang berwenang. “Pasti kami laporkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Aksi pertambangan bauksit hingga sekarang masih berjalan di lokasi tersebut. Hingga malam hari aktivitas pengangkutan bauksit dari lokasi ke pelabuhan yang dibangun perusahaan bauksit masih berlangsung.

 “Apakah pelabuhan itu ada izinnya? Kalau ada, secepat itu kah diberi izin oleh pihak yang berwenang?. Kami menduga ada praktik KKN dalam kegiatan tersebut yang disebut para pelaku dengan nama dana koordinasi,” kata Ketua Kelompok Diskusi Anti 86, Ta`in Komari.

Ta`in mengatakan praktik pertambangan bauksit setelah ditutup tahun 2014, dan kembali beraktivitas sekitar awal 2018, semakin membabi-buta.

Para pelaku pertambangan bauksit ini tidak bergerak sendiri, melainkan bekerja sama dengan oknum di pemerintahan daerah maupun di pusat.

Sinergisitas itu yang melahirkan batu bauksit yang keluar dari kawasan hutan di pulau-pulau dan kawasan terlarang seolah-olah menjadi legal, dan dijual ke perusahaan penampung yang mendapat kuota ekspor ke China seberat 1,6 juta matrix ton.

“Permasalahan ini melibatkan banyak pihak. Kami sudah laporkan ke berbagai lembaga di pusat untuk segera ditindak para pelakunya,” tegasnya.

Baca juga: Menelusuri pelaku pertambangan bauksit ilegal di Bintan

Baca juga: Pulau-pulau di Bintan terancam akibat tambang ilegal

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengenal lebih dekat layanan Rumah Sakit Universitas Indonesia

Depok  (ANTARA News) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang berlokasi di dalam kompleks Kampus UI, Depok, pada Rabu.

Selain Rektor UI Prof. Muhammad Anis dan Direktur RSUI Dr. dr. Julianto Witjaksono, peresmian RSUI ini dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E.Ishii Masafumi, dan Chief representatives JICA Indonesia Mr. Yamanaka Sinichi.

Sebelumnya, RSUI telah beroperasi terbatas bagi sivitas akademika UI dan para staf di lingkungan UI sejak 22 November 2018 dan dibuka untuk masyarakat umum pada 16 Januari 2019.

RSUI merupakan RS Perguruan Tinggi Negeri pertama di Indonesia yang mempunyai konsep dan rancang bangun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan satu atap (One Stop Health Services), mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga pelayanan unggulan.

Layanan RSUI antara lain Poliklinik Dokter Spesialis, Poliklinik Dokter Sub Spesialis, Poliklinik Pelayanan Primer (Dokter Umum), Poliklinik Gigi dan Mulut, Klinik Luka dan Stoma, Klinik Nyeri, Fasilitas Rawat jalan seperti USG 4 Dimensi, USG Fetomaternal, Doppler Heart Tone, Electrocardiography (EKG), Echocardiography (ECHO), Slit Lamp, Terapi EECP untuk Penyakit Jantung, Audiometri.

Selanjutnya ada juga Uji Fungsi Paru, Spirometri, Colposcopy (Deteksi Dini Kanker Rahim), Alat Terapi Traksi, Electroensefalography (EEG), Electromyography (EMG), Transcranial dan Carotid Doppler (USG Pembuluh Darah Otak), Ambulatory Blood Pressure Measurement (ABPM).

Sedangkan Pelayanan Unggulan diantaranya Cath-Lab Biplane (Katerisasi Jantung & Otak) , Trans-Esophageal Echcardiography (TEE), Trans-Thoracic Tchocardiography (TTE), Endoskopi Saluran Cerna dan Hati, Laparaskopi (Bedah Teropong), Bronkoskopi Paru, Klinik Bayi Baru Lahir.

Selanjutnya, Klinik Gizi Terpadu, Klinik Estetik Medik, Pengobatan Laser pada Kelainan Mata, Klinik Kehamilan Risiko Tinggi, Klinik Gangguan Haid dan Kesuburan, Klinik Deteksi Dini Kanker Ginekologi.

Untuk Fasilitas Penunjang Medik diantaranya Instalasi Laboratorium 24 Jam, Instalasi Radiologi, CT Scan, MRI, Panoramic 24 Jam, USG, Mammography, Rehabilitasi Medik dan Neurorestorasi.

Selain itu juga menyediakan fasilitas Gawat Darurat 24 Jam, diantaranya Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Gawat Darurat Anak, Ambulance, Ruang Bersalin, Ruang Operasi, Konseling Kekerasan Fisik dan Seksual.

Pelayanan Umum Medical Check-Up Perorangan dan Medical Check-Up Massal, Pelayanan Rawat Inap yaitu R. Rawat Inap Kelas 3,2,1, VIP, & VVIP, Intensive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU) , NICU (Neonatal Intensive Care Unit), PICU (Pediatric Intensive Care Unit), Cardiac Care Unit , Stroke Care Unit dan Fasilitas Pemulasaraan Jenazah dan Rumah Duka.

Rektor UI Prof. Anis mengatakan kami ingin memberikan layanan yang prima bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan khususnya di wilayah Kota Depok.

RSUI diharapkan mampu menjadi center of excellence di bidang kesehatan Indonesia yang dapat meningkatkan kapasitas pendidikan dan penelitian para mahasiswa di Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UI yaitu Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat (inter-professional education).

RSUI juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas regional.

Tahan gempa 9.0 SR

Bangunan utama RSUI berdiri di atas bantalan anti gempa yang berada di dasar konstruksi yang bertujuan untuk menahan guncangan dengan aman hingga 9.0 Skala Ritcher.

RSUI dibangun di atas lahan seluas 106.100 meter per segi dengan luas bangunan 82.074 m2 (14 lantai) dan berkapasitas 300 tempat tidur (tahap pertama) yang berada di kompleks area Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan UI kampus Depok.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, RSUI juga dilengkapi ruang observasi bagi para mahasiswa tanpa mengganggu kenyaman pasien.

Gedung RS juga akan dilengkapi infrastruktur teknologi yang mendukung mahasiswa memantau tindakan medis secara live di ruang kelas (atas izin pasien).

Setiap lantai memiliki kompartemen tahan api dan bebas asap sebagai area aman tempat berkumpul yang bertujuan untuk memudahkan evakuasi pada musibah kebakaran. Ruang rawat inap ditata agar mendapat sinar ultra violet matahari untuk meminimalkan pertumbuhan kuman.

Sistem kelistrikan bersifat variable untuk menjamin penyelenggaraan pelayanan kesehatan tidak terputus sehingga dapat menekan biaya operasional. Sistem tata alir dan penyejuk udara juga bersifat variable untuk meminimalkan risiko penularan penyakit dalam RS melalui udara.

Sistem tata air bersih menggunakan pipa anti bakteri untuk meminimalkan risiko penularan penyakit melalui air. Bangunan untuk mesin generator listrik dan mesin penghembus udara sejuk terpisah dari bangunan pelayanan sehingga pasien, pengunjung dan seluruh staf pemberi layanan di RSUI dapat bekerja produktif, bebas dari getaran dan kebisingan.

Direktur RSUI Dr. dr. Julianto menambahkan RSUI merupakan pelopor penerapan konsep pelayanan primer, sekunder dan tersier dalam satu atap melalui integrasi kolaborasi hospital care dan community care.

Konsep ini berkesesuaian dengan norma yang dimuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 93 tahun 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan.

Pelayanan Kesehatan Satu Atap ini sangat memudahkan pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhannya secara holistik dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih efiesien.

Selain itu, RSUI diposisikan akan menjadi rumah sakit pusat nasional untuk penelitian kendali mutu dan kendali biaya dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

RSUI sebagai bagian dari Academic Health System (AHS) UI, terus berkolaborasi menyediakan jejaring fasilitas kesehatan bagi fakultas rumpun ilmu kesehatan UI dalam mewujudkan peningkatan kapasitas sumber daya serta menunjang Tridharma Perguruan Tinggi yang diharapkan akan berperan sebagai pengampu bagi rumah sakit dan puskesmas di wilayah Kota Depok dan sekitarnya.

Sementara ini, akses pengunjung ke RSUI dapat melalui Pintu Gerbang Utama (Gerbatama) Kampus UI Depok.

Namun kedepannya, RSUI akan memiliki akses jalur utama tersendiri dari pintu masuk Gerbang Selatan, yakni dari Jalan Margonda Raya yang akan terealisasi atas dukungan hibah dari Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan.

Jalan ini nantinya akan terkoneksi dengan akses tol dari arah pintu Tol Cijago (merupakan pelintasan Tol dari arah Jagorawi dan Lingkar Luar Selatan).

Selain itu, pengunjung juga dapat melalui akses commuter line dari Stasiun Kereta Api Pondok Cina yang berjarak 100 meter dari RSUI.

UI sangat menyadari bahwa rumah sakit pendidikan merupakan fasilitas yang sangat krusial dalam pendidikan kedokteran maupun ilmu kesehatan lainnya.

Di Rumah sakit pendidikan ini, mahasiswa dapat langsung terjun untuk mendapatkan pengalaman dalam menangani berbagai macam penyakit.

Untuk itu, dengan berdirinya RSUI ini diharapkan tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat melainkan juga dapat menjadi sarana untuk mewujudkan pendidikan interprofesional bagi calon dokter, dokter gigi, ners, apoteker, kesehatan masyarakat, maupun tenaga kesehatan lainnya secara terintegrasi.

Selain itu, mengembangkan kolaborasi interprofesional dalam pelayanan, pengabdian masyarakat, serta penelitian bidang kesehatan yang mutakhir untuk melahirkan inovasi dalam deteksi dini penyakit, pengobatan, perawatan dan pemulihan kesehatan.

Diharapkan RSUI dapat menjadi model percontohan RS Pendidikan bagi universitas lain.

RSUI akan tetap terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat, yang efisien, berkesinambungan, berbasis bukti, serta mengikuti perkembangan jaman sesuai dengan motto RSUI `We Provide Outstanding Care`.

Baca juga: Menristekdikti resmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok

Baca juga: UI bangun rumah sakit tahan gempa 9,0 SR
 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

18 desa di Temanggung dapat dana afirmasi

Temanggung (ANTARA News) – Sebanyak 18 desa dari 266 desa di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendapat dana afirmasi, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Temanggung Agus Sarwono.

“Dana ini khusus diberikan kepada desa yang masih dalam kategori miskin,” katanya di Temanggung, Rabu.

Ia menyebutkan desa penerima dana afirmasi di Temanggung, yakni Campursalam, Nglondong, Glapansari (Kecamatan Parakan), Desa Petarangan (Kecamatan Kledung), Desa Kundisari, Tegalsari dan Gondang Wayang (Kecamatan Kedu).

Selain itu, Desa Samiranan, Ngemplak, Margolelo dan Blimbing (Kecamatan Kandangan). Desa Banjarsari, Pateken, Pitrosari, Pesantren, dan Desa Rejosari (Kecamatan Wonoboyo) serta Desa Mengunsari dan Desa Kataan (Kecamatan Ngadirejo).

“Tahun ini hanya 18 desa yang mendapatkan dana afirmasi, sedangkan tahun 2018 penerima dana afirmasi sebanyak 52 desa. Yang menentukan suatu desa mendapat dana tersebut langsung dari pusat,” katanya.

Ia mengatakan selain menerima dana arifmasi, ke-18 desa tersebut juga menerima dana desa, alokasi dana desa dan dana lainnya. Dana yang diterima oleh desa itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia desa yang menerima dana afirmasi ini masih masuk dalam kategori desa tertinggal dan desa sangat tertinggal.

“Total keseluruhan dana afirmasi di Kabupaten Temanggung sebanyak Rp4,14 miliar,” katanya.

Ia menyebutkan dana afirmasi ini akan dibagikan merata sesuai dengan kategori, untuk desa tertinggal menerima sebanyak Rp211 juta dan untuk desa sangat tertingal Rp422 juta.

Ia menuturkan dari 18 desa penerima dana afirmasi yang masuk dalam kategori desa sangat tertinggal, yakni Desa Petarangan Kecamatan Kledung, desa ini akan menerima dana afirmasi sebanyak Rp422 juta, sedangkan 17 Desa lainnya kategori desa tertinggal akan menerima Rp211 juta.

Ia menyebutkan dana afirmasi ini, antara lain digunakan untuk rehabilitasi rumah, jambanisasi dan bantuan permodalan kelompok ekonomi desa.

“Sebisa mungkin dana ini digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia berharap bagi desa yang menerima dana afirmasi ini, ke depan bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui program-program pengembangan perekonomian yang diajukakn oleh masing-masing desa.

Baca juga: Desa-desa miskin kantong warga buta aksara
Baca juga: Mendes: Program Inovasi Desa bantu turunkan kemiskinan

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah Jayawijaya izinkan pengungsi Nduga bangun sekolah

Sebagian anak-anak itukan segera mengikuti ujian nasional, jadi kami Pemerintah Jayawijaya memberikan izin untuk dibangun sekolah darurat

Wamena (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mengizinkan pengungsi Kabupaten Nduga membangun sekolah sementara di wilayah Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya John Richard Banua di Wamena, ibu kota kabupaten Jayawijaya, Rabu, mengatakan sudah menerima surat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Nduga tentang pembangunan sekolah darurat di Jayawijaya.

“Kemarin saya baru dapat surat dari sekda Nduga, untuk meminta izin mereka membuka sekolah di Halaman Gereja Weneroma, Sinakma di Jayawijaya untuk proses belajar mengajar,” katanya.

Bupati John segera memanggil asisten dan pejabat Dinas Pendidikan Jayawijaya untuk membicarakan terkait anak sekolah Nduga yang berada di Jayawijaya.

“Sebagian anak-anak itukan segera mengikuti ujian nasional, jadi kami Pemerintah Jayawijaya memberikan izin untuk dibangun sekolah darurat di sini,” katanya.

Pemerintah Jayawijaya belum menerima laporan atau informasi pasti terkait jumlah warga Nduga yang kini berada di Jayawijaya. “Kami sendiri belum tahu mereka ini dibilang pengungsi atau apa,” katanya.

Data terbaru tim pengungsian Nduga di Jayawijaya menyebutkan sebanyak 406 anak sekolah telah mengungsi ke Jayawijaya.

Anak-anak tersebut merupakan korban trauma akibat baku tembak antara kelompok sipil bersenjata melawan TNI/Polri yang mulai berlangsung pada Desember 2018 lalu.  Ratusan anak-anak itu mengungsi ke Jayawijaya bersama orang tua maupun sendiri.

Baca juga: Pengungsi anak-anak Nduga di Jayawijaya bertambah jadi 406 orang
Baca juga: 320 anak Nduga mengungsi ke Jayawijaya akibat kontak senjata

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rektor: mahasiswa baru UIN Yogyakarta wajib ikut program pesantren

Yogyakarta (ANTARA News) – Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi mengemukakan seluruh mahasiswa baru lulusan SMA atau SMK wajib mengikuti Program Pesantren selama dua semester.

“Kami bekerja sama dengan sejumlah pesantren di Yogyakarta untuk menjadi mitra tempat pembinaan mahasiswa baru,” kata Yudian pada wisuda 696 lulusan UIN Sunan Kalijaga periode II tahun akademik 2018/2019, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, “output” dari program itu mahasiswa ditargetkan hafal Al Quran minimal juz 30 dan memiliki kecakapan untuk menjadi imam shalat. UIN Sunan Kalijaga menerapkan kebijakan kewajiban mahasiswa memiliki sertifikat kelulusan tes baca-tulis Al Quran untuk dapat mendaftar ujian skripsi.

Dalam jangka panjang, kata dia, UIN Sunan Kalijaga sedang merancang pembangunan Pesantren Mahasiswa (Ma`had al-Jami`ah). Proses pembanguan fisik Pesantren Mahasiswa secara bertahap dimulai pada 2018.

“Pesantren Mahasiswa itu sebagai tempat pembinaan dasar-dasar agama, pembentukan pemahaman moderasi Islam, pembentukan karakter dan akhlakul-karimah, penguasaan keterampilan baca-tulis Al Quran, serta penguatan keterampilan berbahasa asing (Arab dan Inggris),” kata Yudian.

Ia mengatakan UIN Sunan Kalijaga berhasil mempertahankan peringkat “A” Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan skor 372 setelah melalui proses visitasi dan penilaian oleh lima orang asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Skor itu jauh lebih tinggi dibandingkan hasil akreditasi sebelumnya pada tahun 2014, yaitu 361. Hasil akreditasi institusi itu ditetapkan melalui Surat Keputusan BAN?PT Nomor 464/SK/BAN-PT/Akred/PT/XII/2018 dan berlaku lima tahun sejak 20 Desember 2018 hingga 20 Desember 2023,” katanya.

Menurut dia, pencapaian itu merupakan kebanggaan bagi keluarga besar sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Hasil itu diperoleh berkat kerja keras dan kerja sama semua unit, di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga.

“Capaian itu membuktikan bahwa penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di UIN Sunan Kalijaga telah memenuhi standar mutu nasional, sehingga lulusan yang dihasilkan terjamin kualitasnya dan memenuhi ekspektasi `stakeholders`,” kata Yudian.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sunan Kalijaga Prof Sutrisno mengemukakan sebanyak 696 lulusan yang diwisuda terdiri atas empat lulusan D-3, ?560 lulusan S-1, 117 lulusan S-2, dan 15 lulusan S-3.

“Sampai dengan wisuda saat ini, jumlah lulusan atau alumni UIN Sunan Kalijaga sebanyak 59.413 orang, yang 607 orang di antaranya bergelar doktor dan 5.358 orang bergelar magister,” kata Sutrisno.

Baca juga: Akreditasi institusi A berhasil dipertahankan UIN Sunan Kalijaga
Baca juga: UIN Sunan Kalijaga membuka program Aksara

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNI wujudkan 1.150 unit huntara bagi korban bencana

Seluruh huntara yang dibangun di Pandeglang ini dikerjakan sebagai bagian dari Program BUMN Hadir Untuk Negeri yang juga dilakukan oleh beberapa bank anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

 

Jakarta (ANTARA News) –  Keluarga korban bencana di NTB, Sulawesi Tengah, dan Banten kini dapat memanfaatkan 1.150 unit hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan sejumlah BUMN lainnya.

 

Sebanyak 100 huntara di antaranya adalah yang disiapkan bagi korban bencana tsunami di Pandeglang, Banten, yang penggunaannya telah diresmikan di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten pada 11 Februari 2019, kata siaran pers BNI di Jakarta, Rabu.

 

Seluruh huntara yang dibangun di Pandeglang ini dikerjakan sebagai bagian dari Program BUMN Hadir Untuk Negeri yang juga dilakukan oleh beberapa bank anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

 

Hadir pada peresmian 100 huntara di Kecamatan Sumur  tersebut Bupati Pandeglang Irna Narulita dan CEO BNI Wilayah Jakarta BSD Henry Panjaitan.

 

Tsunami Selat Sunda Provinsi Banten dan Lampung terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB .

Dampak bencana terbesar berada di Kabupaten Serang dan Pandeglang (Provinsi Banten) dengan jumlah korban 355 meninggal dunia, 675 luka-luka, dan 7.469 pengungsi, serta mengakibatkan 162 rumah rusak berat, 115 rusak sedang, dan 209 rusak ringan. Kategori fasilitas umum dan sosial, 1 Perpustakaan, 3 madrasah, 2 pondok pesantren, 4 mesjid, 4 nushola, 3 ruas jalan dan 9 jembatan.

 

Henry Panjaitan menyebutkan sebelumnya BNI juga telah memberikan bantuan tanggap darurat di Kecamatan Labuan, Carita, dan Sumur dalam bentuk penyaluran sembako, pakaian, bantuan pemulihan trauma, makanan siap santap, tikar, dan selimut.

 

Posko Kesehatan bersama berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis juga dioperasikan di Kecamatan Labuan dan Sumur (Desa Kertamukti). Selain itu, BNI juga menggelar  dapur umum pada  23 Desember 2018 – 13 Januari 2019 di Kecamatan Cikedal.

 

Pada saat yang sama juga dimulai pembangunan Huntara sebanyak 100 unit di Kecamatan Sumur dengan rincaian 80 unit di Desa Sumberjaya dan 20 unit di DesaTunggaljaya.

 

Pembangunan Huntara di Sumur, Pandeglang tersebut menambah catatan pembangunan bangunan sejenis yang telah dibangun BNI di berbagai kawasan yang dilanda bencana di Indonesia.

 

Sebelum ini, BNI bersama beberapa BUMN lain merealisasikan pembangunan 700 unit Huntara bagi korban gempa di Nusa Tenggara Barat. BNI juga membangun 350 unit Huntara lain di Sulawesi Tengah bagi korban bencana gempa bumi, dan pergerakan tanah di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.*

Baca juga: Wapres: huntara tidak dapat diganti dengan uang

Baca juga: Tinggal di huntara lebih baik dari pada di tenda

Pewarta: Ahmad Buchori
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Guru harus kreatif tingkatkan kualitas pembelajaran

Depok (ANTARA News) – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan guru harus kreatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
   
“Guru harus kreatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas, contohnya, untuk soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) jangan hanya mengikuti soal Ujian Nasional (UN) yang pilihan ganda,” ujar Totok disela-sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Depok, Jawa Barat, Rabu.
   
Totok mengibaratkan jika UN hanya layaknya thermometer yang mengukur suhu badan keseluruhan, sementara USBN lebih detail untuk mengetahui kondisi tubuh seseorangan.
     
Dia mengharapkan pada USBN, guru harus memberikan soal yang mendetail dan lebih banyak esai dibandingkan pilihan ganda. Hal ini dilakukan untuk memancing logika anak. “Kalau semua soal ujian di sekolah seperti UN, maka rusak sistem pembelajarannya, karena anak terbiasa menjawab a,b,c, dan d saja,” jelas dia.
   
Dia menjelaskan untuk mengukur kemampuan siswa, maka ada tiga tingkatan yakni untuk level kelas dengan USBN, kemudian level nasional dengan UN dan level internasional yakni Programme for International Student Assessment (PISA).
   
Dari tahun ke tahun, peringkat PISA untuk Indonesia tidak mengalami peningkatan signifikan. Menurut Totok hal ini dikarenakan kualitas pendidikan yang tidak mengalami peningkatan yang berarti.
   
Untuk itu, Totok menghimbau guru-guru untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan. Tidak tergantung pada sarana dan prasarana yang ada, melainkan bagaimana berkreasi dengan sumber daya yang ada di sekitarnya.
   
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Supriano mengatakan pihaknya sedang membenahi pembelajaran yang ada di kelas.
   
Menurut Supriano, untuk masalah konten atau materi pembelajaran guru-guru Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi yang masih menjadi kendala adalah prosesnya sehingga menjadikan kelas menyenangkan, siswa berpatisipasi aktif dan mampu mengungkapkan keinginannya.
   
Perbaikan proses pembelajaran tersebut dilakukan melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan juga sistem zonasi. Untuk persentase peningkatan proses pembelajaran terdiri dari 70 persen pedagogik dan 30 persen konten atau materi pelajaran.*

Baca juga: Mengakui jasa guru

Baca juga: Kemendikbud luncurkan program Pintar

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengelolaan zakat bakal berstandar ISO

Kudus (ANTARA News) – Pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng bakal menerapkan standar manajemen mutu melalui pengurusan sertifikat International Organization for Standardization (ISO), kata Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji.

“Dengan dimilikinya sertifikat ISO, maka Baznas nantinya akan memenuhi prinsip-prinsip kualitas mulai dari kualitas penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian zakat,” ujarnya usai pengukuhan pimpinan Baznas Kabupaten Kudus periode 2018-2023 di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu.

Untuk tahap awal, kata dia, standar ISO diupayakan untuk Baznas Jateng yang diperkirakan pada Maret 2019 sudah mengantongi sertifikat ISO.

Tahap selanjutnya, dia berharap, Baznas masing-masing kabupaten/kota di Jateng bisa mengikuti jejak Baznas Jateng untuk mendapatkan sertifikat ISO.

Nantinya, kata dia, seluruh sistem di Baznas sudah mengikuti asas-asas manajemen kualitas sehingga bisa dipercaya oleh masyarakat karena lebih akuntabel dan transparan.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan, dia berharap, masing-masing kabupaten/kota di Jateng bisa mengupayakan pengumpulan zakat semakin ditingkatkan.

“Kabupaten Kudus yang dikenal memiliki dua wali, tentu masyarakatnya jauh lebih alim. Harapannya, dalam pengumpulan zakat, terutama melalui pegawai di jajaran Pemkab Kudus bisa melampaui Kota Surakarta yang tahun 2018 mencapai Rp15 miliar lebih,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa dana zakat yang terkumpul di Kabupaten Kudus tidak perlu disetor ke Baznas Jateng karena bisa dikelola untuk program pengentasan kemiskinan maupun lainnya di Kabupaten Kudus.

Beberapa daerah, kata dia, ada yang menyelenggarakan program pelatihan usaha kepada masyarakat dengan harapan bisa tercipta lapangan kerja baru.

“Harapan jangka panjang, tingkat kemiskinan di Jateng yang saat ini berkisar 10,9 persen bisa berkurang, minimal satu digit menjadi 9,9 persen atau lebih,” ujarnya.

Dana zakat yang terkumpul, kata dia, sekitar 60 persen di antaranya untuk fakir miskin dalam rangka pengentasan kemiskinan, sedangkan selebihnya untuk kegiatan produktif, di antaranya pelatihan keterampilan, diberikan peralatan kerja, tambahan modal, serta pendamping wirausaha.

Terkait dengan bantuan permodalan, Baznas juga menggagas Baznas Mikro Finance.

“Pinjaman yang diberikan nantinya tanpa bunga. Nantinya juga ada pendampingan wirausaha sehingga bantuan permodalan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang usahanya,” ujarnya.

Dana awal yang akan dialokasikan pada Baznas Mikro Finance, kata dia, berkisar Rp10 miliar yang berasal dari Pemprov Jateng.*

Baca juga: Baznas kembali peroleh sertifikat ISO 9001-2015

Baca juga: Baznas raih sertifikat ISO 9001:2015

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RSUD tetap layani pasien meski BPJS Kesehatan nunggak Rp7 miliar

Tangerang (ANTARA News) – Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, tetap melayani pasien mengunakan BPJS meski perusahaan tersebut menunggak selama 2018 sebesar Rp7 miliar.

“Kami sudah berkomitmen melayani adalah tugas utama tanpa harus membeda-bedakan cara pembayaran,” kata Dirut RSUD Balaraja, Reniati Herdis di Tangerang, Rabu.

Ia menambahkan BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa menunggak pembayaran hingga Rp7 miliar sepanjang 2018 padahal selama ini tidak mengalami kendala berarti.

Menurut dia, RSUD yang dikelola telah mendapatkan akreditasi dan sudah ada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga ada jaminan masalah pembayaran BPJS.

Dia menerangkan selama ini pembayaran lancar dalam beberapa kali tapi belakangan sedikit keterlambatan, hal itu karena memang BPJS Kesehatan mengalami masalah finansial.

Sejumlah pasien di RSUD milik Pemkab Tangerang itu yang mengunakan BPJS Kesehatan tetap dilayani sesuai kelas dengan penuh tanggung jawab.

Meski begitu, setiap bulan sekitar 4.000 pasien mengunakan BPJS masih dilayani di RSUD Balaraja tersebut yang berlokasi di Jalan Raya Rumah Sakit No. 88 Desa Tobat, Kecamatan Balaraja.

Saat ini manajemen RSUD itu telah menyediakan sebanyak 104 unit tempat tidur dari yang direncanakan sebanyak 250 unit dengan tipe B.

Sementara Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan petugas harus melayani pasien dengan tulus karena ini merupakan bagian dari pengabdian sebagai seorang aparat sipil negara (ASN).

Penderita DBD

Aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang telah melakukan verifikasi jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) mencapai 134 pasien yang dirawat di RSUD dan Puskesmas setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menyebutkan dari data pasien tersebut tidak ditemukan penderita yang meninggal dunia.

Ia menambahkan pasien yang terkena DBD bila dengan cepat mendapatkan pertolongan medis, maka mengurangi tingkat kematian.

Dinkes setempat telah menetapkan terdapat enam Kecamatan rawan penyebaran DBD yakni Kecamatan Balaraja, Panongan, Pasar Kemis, Cikupa, Legok dan Kecamatan Curug, diantaranya berobat ke RSUD Balaraja.*

Baca juga: Kabar Layanan BPJS Kesehatan Tak Lagi Gratis, Ini Penjelasannya

Baca juga: BPJS Kesehatan-Jasa Raharja koordinasi penjaminan kecelakaan lalu lintas

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemendikbud hidupkan kebudayaan dengan Pekan Kebudayaan Nasional

Depok (ANTARA News) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Nasional untuk menghidupkan kembali kekayaan budaya yang ada di Tanah Air.
   
“Saat pelaksanaan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI), salah satu pembahasan dalam KKI 2018 adalah mencari format kegiatan bersama yang bisa menjangkau banyak daerah dan memiliki pesona yakni dengan mengadakan Pekan Kebudayaan Nasional, belajar dari pengalaman Asian Games,” ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid di Depok, Jawa Barat, Rabu.
   
Pekan Kebudayaan Nasional merupakan serangkaian aktivitas berjenjang dari desa hingga pusat yang terdiri atas kompetisi daerah, kompetisi nasional, konferensi pemajuan kebudayaan, pameran dan pergelaran karya budaya yang bertujuan membuka ruang interaksi budaya dalam rangka pelestarian budaya Indonesia. 
   
Kegiatan itu menjadi wujud implementasi dari salah satu agenda strategi pemajuan kebudayaan, yaitu menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi budaya untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif. Gelaran akbar kebudayaan tingkat nasional ini direncanakan akan diselenggarakan pada Oktober 2019. 
   
Hilmar menuturkan, Pekan Kebudayaan Nasional bukan kegiatan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud semata, melainkan kegiatan atas nama bangsa Indonesia. 
   
“Ini kegiatan Indonesia, sama seperti Asian Games, sebuah perhelatan besar. Kita ingin ada panitia sendiri yang mengelola, misalnya merekrut relawan,” kata dia lagi. 
   
Dengan begitu, diharapkan Pekan Kebudayaan Nasional dapat memberikan dampak besar dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
   
Setidaknya ada lima kegiatan utama dalam Pekan Kebudayaan Nasional, yaitu kompetisi daerah, kompetisi nasional, konferensi pemajuan kebudayaan, ekshibisi kebudayaan dan pergelaran karya budaya bangsa. Kompetisi daerah merupakan kompetisi seni khas dari tiap provinsi di Indonesia.

Kompetisi nasional merupakan ajang kompetisi permainan tradisional yang dilaksanakan secara berjenjang, dari desa hingga ibukota.
   
Ia menambahkan, untuk Pekan Kebudayaan Nasional akan dicari permainan rakyat yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan, fasilitas yang rumit. Pada akhirnya, kegiatan bermain permainan tradisional akan mengasah dan mengembangkan permainan rakyat tersebut menjadi menarik dan menjadi perhatian publik.

Apalagi, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, permainan tradisional termasuk dalam objek pemajuan kebudayaan. 
Baca juga: Dirjen Kebudayaan: Parigi Moutong Tanah Air Kebhinekaan
Baca juga: Dirjen: kerja sama kebudayaan Indonesia-Spanyol ditingkatkan
Baca juga: Dirjen Kebudayaan upayakan penggalian naskah sejarah kemerdekaan

Pewarta: Indriani
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akademisi ingatkan pentingnya pemeriksaan dini alat peringatan bencana

Purwokerto (ANTARA News) – Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Arwan Apriyono mengingatkan pentingnya pemeriksaan alat peringatan dini bencana secara berkala sebagai salah satu upaya pengurangan risiko bencana. 

“Pastikan sistem peringatan dini bencana berfungsi dengan baik melalui pengecekan yang dilakukan secara berkala,” kata Dosen Teknik Sipil Unsoed Purwokerto itu di Purwokerto, Rabu. 

Dia menjelaskan pengecekan fungsi alat peringatan dini perlu dilakukan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dan mengurangi dampak bencana. 

“Misalkan alat peringatan dini pendeteksi longsor di wilayah yang rawan longsor agar masyarakat di wilayah setempat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana,” katanya. 

Dia juga menambahkan dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem belakangan ini, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat perlu terus melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. 

“Pemerintah melalui instansi terkait agar terus aktif memberikan peringatan dini bagi penduduk setempat khususnya yang tinggal di wilayah lokasi rawan bencana untuk lebih waspada,” katanya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga perlu melakukan pemetaan terkait dengan wilayah mana saja yang berpotensi bencana, termasuk tanah longsor. 

“Bila ada wilayah rawan longsor belum dipasang alat deteksi dini maka perlu segera dipasang, sebagai tindakan antisipatif yang segera bisa dilakukan,” katanya. 

Dia menambahkan pemerintah juga perlu melakukan berbagai upaya jangka panjang sebagai langkah mitigasi bencana alam. 

“Tindakan penanggulangan bencana perlu dilakukan secara masif dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh masyarakat,” katanya.

Berbagai hal yang dapat dilakukan, kata dia, meliputi pemetaan area rawan bencana yang komprehensif. 

“Selain itu, identifikasi penyebab kelonggaran, analisis stabilitas lereng sampai dengan merumuskan pencegahan tanah longsor,” katanya.

Baca juga: Presiden minta sistem peringatan dini bencana segera terwujud

Baca juga: Kurangi risiko bencana, BPBD Jateng minta tambahan sistem peringatan dini tsunami

Baca juga: Iptek mitigasi bencana untuk penduduk Negeri Cicin Api

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

12 rumah warga terdampak pergerakan tanah di Kuningan

Kuningan, Jawa Barat (ANTARA News) – Dua belas rumah warga dan satu bangunan sekolah terdampak pergerakan tanah di Desa Legokherang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin pada Rabu menjelaskan empat rumah rusak berat dan sedang, lima rumah rusak ringan dan tiga rumah lainnya terancam rusak akibat pergerakan tanah, yang juga menimbulkan kerusakan pada bangunan Sekolah Dasar (SD) 02 Legokherang.

“Bencana pergerakan tanah itu juga memaksa 10 jiwa dari dua keluarga mengungsi ke rumah sanak saudara,” kata Agus.

Pergerakan tanah di Desa Legokherang terjadi setelah hujan turun selama sekitar tujuh jam pada Minggu (10/2), menyebabkan tanah gembur, retak-retak dan amblas hingga kedalaman 10 centimeter sampai setengah meter.

“Terjadi hujan dengan intensitas lebat mulai pukul 16.00 WIB sampai 23.00 WIB dan mengakibatkan tanah mengalami retak-retak dan amblas,” kata Agus.

Baca juga:
Longsor di Kuningan sebabkan 94 warga mengungsi
Dalam 10 hari terjadi 16 kali longsor di Kuningan

 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sleman kukuhkan 30 satuan pendidikan aman bencana

Kabupaten Sleman memiliki tujuh potensi bencana, salah satunya hujan dengan intensitas deras dan angin puting beliung

Sleman (ANTARA News) – Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengukuhkan 30 anggota Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang terdiri dari pelajar, guru dan wali murid di SD Negeri Rejodani, Jalan Palagan Tentara Pelajar Km.11, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu.

Sebelum pengukuhan tersebut, seluruh warga sekolah SD Negeri Rejodani melakukan simulasi bencana hujan deras dan angin puting beliung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Joko Supriyanto mengatakan pembentukan SPAD tersebut merupakan salah satu wujud kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana.

“Mengingat Kabupaten Sleman memiliki tujuh potensi bencana, salah satunya hujan dengan intensitas deras dan angin puting beliung yang biasa terjadi di daerah Rejodani,” katanya.

Menurut dia, BPBD Sleman berusaha mengimplementasikan dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat, dan pengusaha agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan melalui pengukuhan dan gladi lapang tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi tanda-tanda bencana sejak dini kepada anak-anak, sehingga dapat meminimalisir dampak bencana dan langkah mitigasinya.

“Melalui pemberian bekal kesiapsiagaan melalui gladi lapang bencana hujan deras dan angin puting beliung ini, diharapkan dapat meminimalisir dampak jika terjadi bencana,” katanya.

Sri Muslimatun berpesan kepada sekolah SD Negeri Rejodani untuk rutin melakukan simulasi penanganan bencana.

“Saya juga berharap kepada sekolah lain yang ada di Kabupaten Sleman dapat membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sekolah (SPAB),” katanya.

Dengan dikukuhkannya Satuan Pendidikan Aman Bencana di SD Negeri Rejodani sebagai sekolah siaga bencana, maka di Kabupaten Sleman hingga saat ini terdapat 58 Sekolah dengan predikat sebagai Sekolah Siaga Bencana.

Baca juga: Sleman berencana tambah sekolah dan desa siaga bencana
Baca juga: Kurikulum sekolah siaga bencana di Garut disiapkan untuk TK hingga SMP

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seribuan imigran tinggal di Bogor

Sejumlah anak imigran mengikuti kelas khusus imigran di kawasan Puncak,  Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/2/2019). Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan jumlah imigran yang bermukim di Bogor diperkirakan mencapai 1.766 orang yang berasal dari 16 negara kawasan konflik diantaranya Palestina, Sudan, Irak dan Iran. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wsj.

Ketika Akademi Paradigta belajar layanan publik prima

Pontianak (ANTARA News) – Sekelompok ibu-ibu nampak memenuhi pelataran Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalbar sejak matahari masih di ufuk timur. Mereka menunggu dengan antusias tinggi.

“Mohon perhatiannya sebentar ibu-ibu. Sebentar lagi kita akan menyaksikan simulasi penerimaan laporan yang biasa dilakukan di kantor Ombudsman,” seorang pria muda memberi tau kepada ibu-ibu yang rata-rata masih berusia muda itu.

M. Rhida Rachmatullah, pria muda dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya itu adalah Asisten Ombudsman yang dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan.

Ia menyambut para ibu-ibu itu dengan ramah dan hangat. Setelah Rhida sedikit memberi basa-basi, tak selang beberapa lama dua orang Asisten Ombudsman memperagakan adegan penerimaan laporan. Salah satu asisten berperan sebagai masyarakat pengadu sementara asisten yang lain berperan sebagai penerima laporan.

“Mohon bantuannya Pak, saya ini sudah melaporkan perbuatan KDRT yang dilakukan suami saya di Polres A, tetapi sudah dua bulan lebih saya belum mendapatkan info perkembangan laporan saya,” ujar Marini, Asisten Ombudsman yang dengan fasih berperan sebagai Pelapor.

“Maaf ibu, apakah ibu sudah pernah menanyakan perkembangan laporan itu kepada Petugas Polres A?” Budi Rahman, Asisten Ombudsman yang berperan sebagai Petugas Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) menjawab dengan tidak kalah luwesnya.

Dialog demi dialog berjalan lancar, sementara para tamu yang berkerumun di ruang penerimaan tamu mengamati secara seksama. Sesi simulasi pagi itu berjalan lancar.

Adegan-adegan yang ditampilkan pagi itu adalah gambaran nyata dari sebuah proses penerimaan laporan di lembaga negara pengawas penyelanggara pelayanan publik ini.

Usai menyaksikan simulasi di lantai satu para peserta diajak naik ke lantai dua. Tempat yang menjadi lokasi sosialisasi. Diawali dengan sesi perkenalan dan sambutan-sambutan. Perwakilan dari para Akademi Paradigta Ibu, Yunida menjelaskan latar belakang, maksud dan tujuan kedatangan mereka.

Akademi Paradigta adalah kegiatan pendidikan untuk pemberdayaan perempuan berbasis pedesaan.

Disampaikannya bahwa para akademia ini berasal dari ibu-ibu desa binaan Serikat PEKKA. PEKKA adalah organisasi non pemerintah yang fokus membina ibu-ibu dan perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga.

“Kami membina ibu-ibu, perempuan maupun remaja yang menjadi tulang punggung keluarga. Baik karena menjanda karena berpisah dengan suami, atau perempuan yang menjadi kepala keluarga karena suaminya yang mengalami sakit permanen maupun perempuan remaja yang menjadi tulang punggung keluarganya,” tutur Yunida.

Dalam sekolah Paradigta yang diselenggaraan PEKKA dan PPSW Borneo mereka dibekali ilmu dan pengetahuan tentang kepemimpinan, kemandirian, usaha mandiri dan kesadaran politik kaum perempuan. Salah satu tema bahasan yang dikaji selama sekolah adalah soal pelayanan publik.

Untuk menyempurnakan ilmu yang mereka peroleh di kelas, mereka datang langsung ke Ombudsman untuk mendapat pengalaman langsung dari lembaga negara pengawas penyelenggara pelayanan publik.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan kami dapat menerima kedatangan ibu-ibu di kantor kami,” ujar Irma Syarifah, Plh. Kepala Perwakilan Ombudsman saat memberi sambutan.

Pagi hingga siang hari, kader-kader perempuan desa yang disebut sebagai akademia itu diberi informasi dan pengetahuan seputar Ombudsman. Mulai dari sejarah, tugas pokok, fungsi dan kewenangan sampai para penanganan laporan yang ditangani Ombudsman.

Rhida, Marini dan Budi Rahman, Trio Asisten Bidang Pencegahan, silih berganti menyampaikan ilmu dan materi. Sementara para akademia dengan seksama mendengar dan mencermati. Tak jarang para ibu-ibu itu menyela pembicaraan para pemateri pada saat mereka mendengar ada hal-hal yang terkait kehidupan mereka di desa.

Sampai matahari condong melewati kepala, semangat para akademia itu tidak bergeser. Tetap semangat, antusias dan fokus mengikuti diskusi dan materi.

Beragam pertanyaan dan tanggapan mereka sampaikan. Mulai dari soal pembagian Raskin yang tidak tepat sasaran, sampai masalah jalan yang tak kunjung dibangun di lingkungan mereka.

Seolah para ibu-ibu itu ingin menunjukkan kualitas dan hasil pendidikan yang mereka peroleh di Akademi Paradigta. 

Apa yang diserap dari pembelajaran yang ada tentunya ke depan memberikan pengetahuan bagaimana melakukan pelaporan dan sabagainya. Kemudian informasi yang ada juga ke depan dapat disebarkan kepada teman dekat atau sanak keluarga yang ikut.

Berhubung waktu yang terbatas dalam kegiatan itu, kunjungan dan berbagi ilmu itu pun harus diakhiri. Kedua pihak, Ombudsman dan Akademi Paradigta sepakat saling dukung dan mengembangkan jaringan untuk bersama-sama saling membantu dalam pengawasan pelayanan publik.

Para akademia dengan bekal ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh berkomitmen untuk melaporkan setiap praktik maladministrasi yang terjadi di lingkungan mereka.

Harapan ke depan para akademia bisa menjadi pelopor dalam mencegah dan melaporkan jika ada maladministarai yang terjadi di lingkungan mereka masing-masing. Dengan demikian penyelenggaran publik di Kalbar semakin baik dengan adanya partisipasi yang datang dari berbagai pihak di daerah itu.*

Baca juga: Tunjangan guru daerah terluar dibahas Ombudsman-Pemkab Sintang

Baca juga: Saran Ombudsman turunkan impor garam 2019

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahfud MD sebut target Indonesia Emas tahun 2045 bakal tercapai

Berbeda itu fitrah, kita memang berbeda-beda. Namun, bersatu itu kebutuhan

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD optimistis target Indonesia Emas pada 2045 bertepatan dengan 100 tahun Kemerdekaan RI bakal tercapai dengan menghasilkan sumber daya manusia yang siap pakai.

“Salah satu faktor pendukung tercapainya target Indonesia Emas adalah kekuatan sumber daya manusia Indonesia yang terus meningkat dan siap pakai. Namun, ada syarat wajib untuk mencapai kemajuan tersebut yakni bersatu dan kolaborasi,” ujar  Mahfud dalam diskusi Kebangsaan Indonesia Emas 2045 di Kampus Paramadina, Jakarta, Rabu.

 Agenda besar untuk bersatu dan menghimpun segenap kekuatan itu adalah mengusung persatuan di tengah perbedaan Indonesia. 

“Berbeda itu fitrah, kita memang berbeda-beda. Namun, bersatu itu kebutuhan,” kata anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tersebut.

Karena itu, kata dia, pemahaman akan pluralisme harus terus diserukan. Mengutip tokoh bangsa Abdurahman Wahid, Mahfud menjelaskan cara sederhana memahami soal pluralisme. 

“Pluralisme itu seperti engkau hidup di rumah dengan kamar yang berbeda-beda.  Jika masih di dalam kamar masing-masing, semua bebas mengenakan identitas masing-masing, menyetel televisi masing-masing. Namun, ketika sudah di ruang bersama, maka semua menggunakan aset bersama,” ujarnya. 

Contoh rumah bersama itu terlihat di Rumah Betang di Kalimantan. Mahfud menceritakan, dalam kunjungannya ke rumah itu, dia menyaksikan beberapa keluarga dari suku dayak yang berbeda-beda tinggal di kamar yang berbeda-beda. Namun, mereka mengusung satu identitas Dayak.

Ilustrasi tersebut sesuai dengan kondisi kebangsaan Indonesia yang beragam suku, agama, dan budayanya. Masing-masing menggenggam identitasnya, namun ketika bicara dalam konteks ke-Indonesiaan, maka semua menjunjung identitas Indonesia, tambahnya. 

Rektor Universitas Paramadina Firmansyah mengemukakan penjelasan senada. Menurut dia, dewasa ini ada potensi perpecahan yang tidak produktif. “Seperti over politized society, semuanya ngomong politik dan melupakan kolaborasi,” katanya. 

Padahal, kata Firmansyah, hanya dengan kolaborasi kemajuan akan tercapai. 

Dia mencontohkan, pabrikan-pabrikan besar di dunia saat ini memang bersaing. Namun mereka berkolaborasi untuk melakukan inovasi. 

Firmansyah menambahkan, ada fase lanjutan dari Bhineka Tunggal Ika. Saat ini yang perlu diprioritaskan bukan lagi semangat kebhinekaan, namun semangat tunggal ika. 

“Sudah selesai, kita memang berbeda-beda. Sudah waktunya kedepankan semangat tunggal ika, kesatuannya.” 

Sementara aktivis Allisa Wahid mengingatkan jika kelompok-kelompok di Indonesia hanya memikirkan kepentingannya sendiri, maka target Indonesia 2045 sulit tercapai. “Saatnya bersatu mengusung Indonesia.  Kunci Indonesia  2045 adalah tetap menjaga nilai-nilai Indonesia.”*

Baca juga: Presiden mempersiapkan SDM Indonesia Emas 2045

Baca juga: ARTIKEL – Indonesia Emas 2045 tanpa gizi buruk

Pewarta: Zita Meirina
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Massa aksi bela ulama doa bersama di depan Mapolres

Solo (ANTARA News) – Puluhan orang tergabung Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) melakukan aksi membela Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma`arif, dengan doa bersama di depan Mapolres Kota Surakarta, Rabu.

Pengunjuk rasa memanfaatkan truk terbuka lengkap dengan pengeras suara tersebut menyatakan sebagai bentuk membela Slamet yang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana Pemilu.

Pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 50-an tersebut, tidak diizinkan karena ada pemberitahuan sebelumnya kalau siswa SMA Negeri IV Surakarta, yang lokasinya seberang Mapolresta sedang ada ujian sekolah.

Pengunjuk rasa juga membawa spanduk bertuliskan “Stop Kriminalisasi Ulama” dan “Hati-hati Daging Ulama Itu Beracun” tersebut, setelah membacakan tuntutan tanpa pengeras suara, kemudian dilanjutkan doa bersama.

Mereka setelah doa bersama langsung membubarkan diri pulang dengan tertib.

Edi Lukito selaku koordinator aksi menuntut kepolisian agar Slamet dibebaskan dari tuntutan tindak pidana Pemilu.

“Polisi harus adil dan tidak membeda-bedakan orang dalam penyelidikan,” katanya.

Edi mengatakan, aksi memang sengaja tidak menggunakan pengeras suara karena para siswa SMA Negeri IV Surakarta sedang ada ujian sekolah.

Menurut Wakil Kepala SMAN IV Surakarta Bidang Kesiswaan, Nanang Inwanto, sekolah sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Ujian sekolah dilaksanakan hingga tanggal 22 Februari mendatang.

Selain itu, pihaknya juga telah memasang spanduk pengumuman di depan sekolah yakni “Harap Tenang Ada Ujian”, sehingga masyarakat diharapkan dapat saling menghormati.*

Baca juga: MUI ucapkan terima kasih kepada demonstran Bela Palestina

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perang Melawan Narkoba

Perang Melawan Narkoba

Narkoba merupakan momok yang sangat menakutkan di setiap negara, karena efek negatifnya tidak mengenai penggunanya saja, melainkan juga meluas ke lingkungan masyarakat.

Anies Baswedan doakan kesembuhan Ani Yudhoyono

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendoakan kesembuhan Ibu Ani Yudhoyono, yang kini tengah dirawat di di Singapura.

“Semoga ibu Ani Yudhoyono diberikan kesehatan kembali, kekuatan di dalam menjalani proses pengobatan,” kata dia, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu.

Ia juga mendoakan agar bagi keluarga diberikan ketabahan didalam proses ini dan percayakan bahwa tim medis kepresidenan yang mendampingi dapat melakukan yang terbaik. 
   
“Kita semua mendoakan Insyallah yang Maha Menyembuhkan akan memberikan kesembuhannya,” kata dia.
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014), melalui media sosial, mengungkapkan bahwa istrinya, Ani Yudhoyono, dirawat di National Universtiy Hospital Singapura, sejak Sabtu (2/2), karena mengidap kanker darah. 
   
“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami ‘blood cancer’ atau kanker darah,” kata SBY dalam video konferensi pers di Singapura yang dikirimkan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, di Jakarta, Rabu. 
   
Yudhoyono mengatakan, saat ini dia berada di Singapura mendampingi Ani Yudhoyono dalam pengobatan dan perawatan kesehatan.
   
Sejak 2 Februari 2019 yang lalu, kata dia, Ani Yudhoyono dirawat di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, dan karena itu dirawat secara intensif di National University Hospital, Singapura.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MAN Insan Cendekia mulai menerima siswa

Lampung Timur (ANTARA News) – Madrasah Aliah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) bertaraf nasional yang telah berdiri di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung segera beroperasi dengan membuka pendaftaran bagi calon siswa baru pada tahun ajaran 2019.

Tanda telah dibuka operasional MAN IC Lampung Timur dengan dilaksanakan Soft Opening dan Penghijauan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Suhaili bersama Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari, Selasa (12/2).

Soft Opening ini sebagai tanda pelaksanaan dibuka penerimaan siswa baru tahun 2019,” ujar Suhaili, Rabu.

MAN IC Lampung Timur ini berada di Desa Rajabasa Lama I, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.

Penerimaan siswa MAN IC dibuka secara online diperuntukkan semua masyarakat Indonesia melalui seleksi yang ketat.

Dia menjelaskan, kehadiran MAN IC Lampung Timur merupakan wujud perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap kualitas pendidikan bagi masyarakatnya.

“Ini kita ambil dalam rangka meningkatkan peran Pemerintah Provinsi Lampung tentang kualitas pendidikan, karena di Lampung belum ada pendidikan yang bertaraf nasional, dan ini satu-satunya di Provinsi Lampung dan terdapat di Lampung Timur,” ujarnya lagi.

Dia menyatakan pula, Kemenag Provinsi Lampung menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Lampung Timur, sehingga MAN IC berdiri.

Zaiful Bokhari mengatakan Pemkab Lampung Timur mendukung adanya MAN IC itu. “Pemkab Lampung Timur sangat mendukung MAN Insan Cendekia,” kata Zaiful.

Dukungan yang diberikan Pemkab Lampung Timur, seperti infrastruktur jalan dan drainase. “Kegiatan lainnya juga kita akan dukung,” ujar Zaiful.

Madrasah Aliah Negeri Insan Cendekia adalah madrasah aliyah negeri setingkat sekolah menengah atas berasrama yang terletak di berbagai tempat di seluruh Indonesia dan dibina oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sekolah ini menerapkan prinsip keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan takwa. MAN Insan Cendekia menyeleksi secara ketat calon siswanya dengan mengadakan tes/seleksi yang dilaksanakan di 20 provinsi di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2010 semua siswanya mendapatkan beasiswa penuh dan parsial di setiap kampus/sekolah yang ada.*

Baca juga: Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru tuan rumah pertunjukan seni Indonesia-Australia

Baca juga: 93 persen madrasah aliyah negeri selenggarakan UNBK

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lima rekomendasi RNPK 2019 kuatkan pendidikan dan kebudayaan

Depok (ANTARA News) – Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 yang digelar di Depok, Jawa Barat, 11 hingga 14 Februari menghasilkan lima kelompok rekomendasi.
   
“Kami sudah mendengarkan seluruh rekomendasi dari kelima kelompok. Usulan yang diajukan sangat beragam, ada yang jangka pendek, ada yang jangka panjang, ada yang berupa usulan program dan kegiatan, banyak juga yang berupa usulan regulasi,”ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Depok, Jawa Barat, Rabu.
   
Dia menjelaskan usulan itu ada yang menjadi tanggung jawab pusat, ada yang menjadi tanggung jawab daerah, dan ada juga yang menjadi tanggung bersama. Menteri Muhadjir menghimbau agar tetap menjalin dan meningkatkan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. 
   
“Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Tidak hanya Kemendikbud sendiri,” jelas dia.
     
Rekomendasi kelompok satu dengan topik penataan dan pengangkatan guru, terbagi ke dalam tiga sub topik yaitu akselerasi proses redistribusi guru, peningkatan profesionalisme guru, dan penerapan tunjangan guru berbasis kinerja. 
   
Kemudian kelompok dua, dengan topik sistem zonasi pendidikan yang terbagi ke dalam sub topik Perluasan Akses Pendidikan, Percepatan Pemerataan Kualitas Pendidikan, dan Peningkatan Tata Kelola Pendidikan.

Sebanyak enam rekomendasi yang dihasilkan oleh kelompok itu, yakni diperlukan pemahaman tujuan dan strategi yang sama tentang tata kelola pendidikan berbasis zonasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, kesepakatan dengan Kementerian Agama, pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan pemetaan dan redistribusi guru, peningkatan kualitas guru dan pemenuhan standar pelayanan minimal dan delapan standar nasional pendidikan.
   
Kelompok tiga dengan topik Revitalisasi Vokasi, terbagi ke dalam tiga sub topik, yaitu pengembangan sertifikasi kompetensi, penguatan kerja sama dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), penguatan kewirausahaan, penuntasan peta jalan revitalisasi vokasi provinsi.   
     
Kelompok empat dengan topik Pemajuan Kebudayaan, terbagi ke dalam sub topik merawat persatuan, toleransi dan kebhinekaan, dan tata kelola pemajuan kebudayaan. 
   
Kelompok lima dengan topik Penguatan Sistem Perbukuan dan Gerakan Literasi dengan sub topik penyediaan buku di seluruh wilayah Indonesia, penguatan gerakan literasi nasional, pelestarian bahasa daerah.*

Baca juga: Mendikbud katakan dirinya dirundung di media sosial

Baca juga: Kemendikbud akan sederhanakan pemeringkatan akreditasi sekolah kejuruan

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kematian unggas positif akibat flu burung

Bandarlampung (ANTARA News) – Kepala Dinas Pertanian Kota Bandarlampung Agustini MM mengatakan hasil laboraturium menyatakan unggas yang mati secara mendadak di Kelurahan Campang Raya, Kota Bandarlampung, positif mengidap virus flu burung atau H5N1.

“Hasil uji lab yang telah diketahui, unggas-unggas tersebut positif mengidap H5N1,” katanya saat dihubungi di Bandarlampung, Rabu.

Dengan positifnya hasil lab tersebut Dinas Pertanian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang memiliki ayam ataupun unggas dan selalu memerhatikan kebersihan kandang serta lingkungan tempat pemeliharan.

Ia mengatakan, telah mengirimkan surat edaran kepada para camat di seluruh Kota Bandarlampung untuk mengantisipasi lingkungan setempat dengan membersihkan kandang-kandang unggas peliharaan dan meminta untuk sementara unggas-unggas untuk tidak diliarkan terlebih dahulu.

Agustini menambahkan pedagang ayam di pasar-pasar pun sudah diberi sosialisasi dan peringatan agar tidak menjual ayam yang mati secara tiba-tiba karena ditakutkan sudah terkena virus H5N1.

“Di pasar-pasar sudah kami semprot, bahkan pedagang sudah kami sosialisakan  Bila diperlukan, kami juga akan vaksinasi unggas mereka,” katanya.

Ia mencontohkan terkait unggas yang terserang virus ini dengan ciri-ciri jengger mengembang berwarna kehitaman, ada bercak pada kaki ayam, dan mengeluarkan lendir dari anggota tubuh ayam.

Untuk itu, katanya, diharapkan masyarakat tidak mengonsumsi unggas tersebut dan sebaiknya dibakar dan dikubur dengan radius 10 meter dari lokasi kandang.

“Bagi masyarakat jangan juga takut untuk mengonsumsi ayam, karena tim kami sudah melakukan pengawasan hingga ke pasar, yang penting teliti dan tetap waspada,” kata Agustini.*

Baca juga: Pemkot Surabaya sosialisasikan dampak pemotongan unggas

Baca juga: Ratusan ayam di Mukomuko mati diduga flu burung

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pakar: Pengobatan DBD dengan bahan alami belum terbukti

Jakarta (ANTARA News) – Ahli menyebut pengobatan demam berdarah dengue (DBD) dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti yang beredar di media sosial belum terbukti secara klinis dapat menyembuhkan penyakit tersebut.
 

“Daun pepaya, daun lengkuas, itu dikatakan bisa tingkatkan trombosit, mungkin hanya digunakan oleh empat lima orang dan dibilang efektif. Jangan percaya begitu saja apa yang ada di medsos,” kata Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK dari Departemen Parasitologi FKUI dalam diskusi mengenai penyakit DBD di Jakarta, Rabu.
 

Dia menjelaskan bahwa DBD disebabkan oleh virus, maka perlu dilakukan penanganan secara medis yang tepat untuk pengobatannya.
 

Saleha menjelaskan upaya peningkatan jumlah trombosit seperti yang diinformasikan di media sosial dengan berbagai bahan alami sebenarnya bukan merupakan hal utama dalam penanganan penyakit demam berdarah.
 

“DBD penanggulangannnya yang penting adalah pemberian cairan, ngga usah repot naikkan trombosit karena akan naik sendiri,” kata dia.
 

Mengonsumsi beberapa sayuran dan buah-buahan memang juga bisa dilakukan seperti air buah kelapa yang dapat mengganti cairan tubuh.

 

Namun, dia menekankan hal tersebut bukan untuk mencegah atau menjadikannya sebagai pengobatan DBD.

 

Kasus kematian akibat penyakit DBD paling umum dikarenakan keterlambatan dalam penanganan. Oleh karena itu deteksi dini gejala DBD sangat penting diketahui oleh masyarakat agar bisa segera ditangani.*

Baca juga: Ciri infeksi virus dengue pada bayi

Baca juga: Ahli: pengasapan dengan insektisida hanya efektif saat terjadi wabah DBD

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktivis: Pendidikan kunci ubah nasib anak Papua

Jakarta (ANTARA News) – Aktivis pendidikan dari organisasi Kitong Bisa, Graceshella Mambrasar mengatakan pendidikan merupakan kunci untuk mengubah nasib anak-anak di Papua dan Papua Barat menjadi lebih baik.
   
“Pendidikan merupakan kunci untuk mengubah nasib anak-anak Papua dan Papua Barat menjadi lebih baik. Saya akan memperjuangkan hak kaum marjinal, khususnya anak-anak dari ekonomi lemah, untuk memperoleh akses pendidikan yang layak,” ujar Graceshella di Jakarta, Rabu.
     
Graceshella yang akrab disapa Selly ini menambahkan kebijakan program pendidikan harus memberikan akses pendidikan yang berkualitas seperti program afirmasi, atau pemberian hak khusus.
   
Menurut dia, apa yang dilakukan pemerintah untuk Papua sudah cukup baik. Akan tetapi permasalahannya adalah korupsi dan kolusi dalam proses penyeleksian dan pemberian beasiswa harus ditiadakan. 
   
“Semua orang, tanpa memandang hanya dari kelompok suku tertentu saja,  memiliki hak yang sama,” katanya. 
   
Selly menuturkan bahwa bentuk-bentuk korupsi dan kolusi dalam pemberian beasiswa ini secara tidak langsung merupakan bentuk diskriminasi.
   
“Saya akan terus menyuarakan hal ini agar terjadi perubahan ke depannya, khususnya di Tanah Kelahiran saya yaitu Tanah Papua,” kata Shelly yang merupakan puteri asal Saireri, Papua itu.
     
Sebelumnya, Selly yang merupakan Ketua Delegasi Pemuda Provinsi Papua dan Papua Barat itu bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan. Ia merupakan perwakilan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
   
Dalam pertemuan itu, FPCI yang datang bersama dengan Mantan Wamenlu Dinno Patti Djalal membawa draf visi Indonesia tahun 2045 yang digagas generasi muda dalam Konferensi Merancang Visi Indonesia 2045.
   
Penggagas FPCI, Dino Patti Djalal, mendorong masyarakat untuk menyokong terlaksananya strategi perubahan yang tertuang dalam draf tersebut ke dalam aksi-aksi nyata, atau program-program kerja yang terintegrasi. Hal ini dilakukan demi perubahan Indonesia lebih baik.*

Baca juga: Kerusakan cagar alam Cycloop memprihatinkan aktivis lingkungan

Baca juga: Aktivis: Festival Cycloop ajang kampanye lingkungan

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ciri infeksi virus dengue pada bayi

Jakarta (ANTARA News) – Bayi yang terinfeksi virus dengue biasanya demam dan susah minum menurut Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr Mulya Rahma Karyanti, SpA(K), MSc di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bayi berusia enam hingga sembilan bulan sangat rawan tertular penyakit demam berdarah.

Karyanti menjelaskan ciri awal bayi yang terinfeksi virus dengue antara lain demam, muncul bintik merah pada tangan dan kaki,  sulit minum, dan jarang buang air.

Dia mengingatkan para orangtua agar lebih waspada apabila di lingkungan sekitarnya ada orang yang terserang demam berdarah dengue (DBD). 

“Bayi termasuk kelompok risiko ringgi jika terkena DBD berat kalau tidak tertolong dari awal,” katanya.

“Kalau anak kena DBD memang sulit minum, enggak mau minum. Walaupun tidak muntah tapi jika tidak masuk cairan sama sekali, sebaiknya ke fasilitas kesehatan terdekat.  Semakin tidak minum, dia akan dehidrasi, perhatikan buang air kecilnya, kalau pakai popok selama 12 jam masih kering itu harus jadi perhatian,” ia menjelaskan.

Karyanti juga mengingatkan para orangtua agar waspada bila anak demam selama tiga hari, lalu pada hari ketiga suhu tubuhnya turun dan tidak demam lagi serta aktivitasnya menurun atau tidak ceria lagi.

“Jika pada hari ketiga demam anak turun tapi tidur terus, itu hati hati,” kata Karyanti.

Dia menekankan pentingnya orangtua mengetahui sejak dini gejala awal DBD pada anak untuk mencegah keterlambatan dalam penanganan, karena rata-rata kematian dalam kasus demam berdarah terjadi karena keterlambatan penanganan. 

Baca juga: Ahli: pengasapan dengan insektisida hanya efektif saat terjadi wabah DBD

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutopo BNPB ucapkan selamat untuk Raisa

Saya hanya bisa mengucapkan selamat dan turut bersuka cita…

Jakarta (ANTARA News) – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan ucapan selamat kepada penyanyi Raisa, yang dikabarkan melahirkan anak perempuan pada Selasa (12/2) dini hari.

“Saya hanya bisa mengucapkan selamat dan turut bersuka cita,” kata Sutopo melalui pesan tertulis, Rabu.

Sutopo mendoakan bayi Raisa dan Hamish Daud tumbuh menjadi anak yang sehat, selamat, salehah, berbakti pada orangtua dan membanggakan bagi orang tua.

Ia juga berpesan kepada Raisa dan Hamish agar bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena anak adalah anugerah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT.

“Ketika kita diberikan anak oleh Allah, itu adalah amanah yang harus dijaga dan dididik agar menjadi orang yang shaleh dan tidak terjerumus kepada kebatilan. Anak juga sumber kasih sayang,” tuturnya.

“Ingat lirik lagu ‘LDR’, sekarang sudah berubah arti dan makna. Bukan untuk kekasih yang jauh diperantauan, tetapi untuk sang anak yang baru lahir. ‘Tanpamu langit tak berbintang. Tanpamu hampa yang kurasa. Terbit dan tenggelamnya mentari, membawamu lebih dekat, denganmu langitku berbintang, Denganmu sempurna’,” kata Sutopo, mengutip lirik lagu Raisa. 

Baca juga:
Raisa dikabarkan melahirkan, ucapan selamat mengalir
Foto bayi Raisa-Hamish beredar di dunia maya

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi terima surat kepercayaan 11 duta besar negara sahabat

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menerima surat-surat kepercayaan untuk duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari 11 negara sahabat. 

Acara penyerahan surat surat kepercayaan diawali dengan upacara di dalam Istana Merdeka, Jakarta. Dalam upacara kenegaraan itu, dikirabkan bendera negara sahabat masing masing dan dikumandangkan lagu kebangsaan masing-masing negara. 

Setelah itu di ruang depan Istana Merdeka, masing-masing duta besar menyerahkan surat kepercayaan kepada Jokowi.  

Dalam kesempatan itu para duta besar didampingi pendamping masing-masing, dan Presiden Jokowi juga didampingi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo. 

Selain Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, hadir dalam kesempatan itu Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dan Sekretris Kabinet, Pratikno. 

Ini daftar nama ke-11 duta besar itu:
– Duta Besar Chile untuk Indonesia, Gustavo Ayares Ossandon.
– Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Riadh Dridi.
– Duta Besar Slowakia untuk Indonesia, Jarovlas Chlebo.
– Duta Besar Suriname untuk Indonesia, Clarice Toatie Abas-Martotaroeno. 
– Duta Besar Guinea-Bissau untuk Indonesia, Carlos Antonio  Moreno.
– Duta Besar Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia Gonzalez.
– Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A Abid Althagafi.
– Duta Besar Bolivarian Venezuela untuk Indonesia, Radames Jesus Gomez Azaje.
– Duta Besar Slovenia untuk Indonesia, Jurij Rifeij.
– Duta Besar Kongo untuk Indonesia, Felix Ngoma.
– Duta Besar Lithuania untuk Indonesia, Gediminas Varvuolis.

Setelah menerima surat surat kepercayaan dari mereka masing-masing Jokowi secara bergiliran berbincang bincang dengan mereka di beranda belakang Istana Merdeka. 

Pewarta: Agus Salim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendikbud katakan dirinya dirundung di media sosial

Depok (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan dirinya dirundung di sosial media karena mengatakan guru harus mempunyai wibawa.
   
“Saya dibully (dirundung) di media sosial. Saya sangat menghargai guru yang sabar, tapi kalau sabar berlebihan juga tidak baik,” ujar Muhadjir saat menutup Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Depok, Jawa Barat, Rabu.
   
Menurut Muhadjir guru harus mempunyai wibawa, kalau tidak berwibawa murid tidak akan menurut atau patuh. Guru yang berwibawa disegani murid.
    
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menjelaskan  guru yang berwibawa bukanlah guru yang galak ataupun yang menjaga jarak. Melainkan guru yang dekat dengan murid, disegani dan dihormati muridnya.

“Guru harus proporsional, guru ibarat silat banyak jurus, kapan harus menggunakan jurus kapan tidak,” jelas dia lagi.
   
Mendikbud mengaku dia keberatan kalau sanksi tidak boleh diberikan oleh guru. Guru tugasnya memberikan penghargaan dan kapan memberikan hukuman. Meskipun pada saat ini, sanksi juga dilema.
   
“Guru harus membantu anak agar bisa menemukan jatidirinya, siapa tahu anak yang memiliki perilaku khusus, ternyata di masa depan menjadi anak yang istimewa,” kata dia lagi.*

Baca juga: Mendikbud akan kunjungi keluarga siswa korban gedung ambruk

Baca juga: Kemendikbud akan sederhanakan pemeringkatan akreditasi sekolah kejuruan

Pewarta: Indriani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Panti sosial luar Jawa banyak berubah fungsi

Bandung (ANTARA News) – Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan banyak panti sosial di luar Pulau Jawa yang diserahkan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah berubah fungsi menjadi kantor dinas, rumah sakit sampai jadi gelanggang olahraga.

“Kemensos sudah menyerahkan 120 panti-panti sosial yang awalnya dikelola Kemensos diserahkan ke pemda. Sayangnya, kami menemukan adanya panti-panti sosial yang sudah diserahkan ke pemda justru berubah fungsi dan itu mayoritas yang berubah fungsi ada di luar Pulau Jawa,” kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, di Bandung, Rabu.

Dia mengatakan salah satu fungsi dari sebuah panti sosial ialah untuk memberikan pelayanan dasar bagi para penyandang disabilitas di sebuah daerah.

Namun, kata Mensos, karena banyak yang berubah fungsi maka pelayanan untuk disabilitas menjadi terganggu.

“Jadi ada ketimpangan. Dalam Undang-undang tersebut (Otonomi Daerah) dinyatakan bahwa layanan dasar disabilitas dikelola oleh pemda dan tugas Kemensos adalah untuk memberikan layanan lanjutannya,” kata dia.

Oleh karena itu, Kemensos akan mengubah struktur dan nomenklatur sebanyak 39 panti sosial yang dikelola oleh pemda menjadi balai dalam waktu dekat ini.

“Coba bayangkan kalau kami menyerahkan sepenuhnya ke pemda, Kemensos tidak punya kewenangan lagi untuk melakukan operasionalisasi pada disabilitas,” katanya.

Selain itu, lanjut Mensos, pihaknya juga berharap ada kepekaan atau sensitivitas dari pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi penyandang disabilitas.

“Ada semacam salah kaprah dari disabilitas karena tidak paham aturan undang-undang soal kewenangan panti sosial makanya kami membuat Permensoas untuk melindungi mereka,” katanya.*

Baca juga: Kebakaran panti sosial di Cengkareng berhasil ditangani

Baca juga: Menteri PPPA beri motivasi kepada lansia

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Upaya KKP dalam keberlanjutan SDI

(Antara)-Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan langkah koreksi terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan hingga tahun 2018. Hal tersebut dipaparkan dalam diskusi media yang digelar di Kantor Staf Presiden bertajuk Langkah Berani Pulihkan Lingkungan.

SBY ungkapkan Ani Yudhoyono mengidap kanker darah

Jakarta (ANTARA News) – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan istrinya Ani Yudhoyono dirawat di National Universtiy Hospital Singapura, sejak Sabtu (2/2) karena mengidap kanker darah. 

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami ‘blood cancer’ atau kanker darah,” kata SBY dalam video konferensi pers di Singapura yang dikirimkan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari di Jakarta, Rabu. 

SBY mengatakan saat ini dirinya berada di Singapura mendampingi Ani Yudhoyono dalam pengobatan dan perawatan kesehatan.

Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, kata dia, Ani Yudhoyono menjalani ‘medical treatment’ di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air,” kata SBY. 

Pada kesempatan tersebut SBY juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, terutamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ani Yudhoyono. 

SBY juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada istrinya, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa disebutkannya satu persatu, termasuk yang melalui media sosial.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak ibu saudara sekalian. Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan oleh berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata SBY. 

SBY mengatakan dirinya amat mengetahui, Ani Yudhoyono adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk ketika Ani bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun dirinya mengemban tugas memimpin Indonesia dulu.

“Namun, bagaimanapun, saya, ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik,” ujar dia.

Video:
   
Baca juga: Wapres berdoa untuk kesembuhan Ani Yudhoyono

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hoaks bisa jadi penyebab masalah sosial

Bandung (ANTARA News) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kabar bohong atau hoaks dapat mengakibatkan munculnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

“Jadi kita punya kepedulian karena Kemensos percaya bahwa kalau hoaks tidak kita kendalikan maka itu cepat atau lambat akan mengakibatkan munculnya PMKS,” kata Mensos Agus Gumiwan Kartasasmita, seusai membuka acara pertemuan Kader Pilar Sosial di Kota Bandung, Rabu.

Dia mengatakan hoaks bisa menganggu tatanan atau kondisi sosial masyarakat terlebih jika tidak diperangi oleh masyarakat maka hoaks akan mencabik-cabik kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami percaya bahwa kalau tidak kita perangi dia, cepat atau lambat bisa mencabik-cabik kehidupan berbangsa dan bernegara yang akhirnya bisa mengganggu NKRI,” kata dia.

Oleh sebab itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada para kader Pilar Sosial di Provinsi Jawa Barat yang telah berinisiatif membantu memerangi hoaks dengan berbagai cara.

“Harapan kami juga bahwa untuk teman-teman Pilar Sosial bahwa mereka jangan hanya mengucapkan deklarasi atau ikrar di gedung yang indah ini, tapi juga turut aktif di lapangan di masyarakat membantu masyarakat untuk memilah mana berita yang benar mana berita hoaks,” kata dia.

Dia menambahkan para relawan Pilar Sosial harus memiliki kemampuan lebih dibandingkan masyarakat awam untuk memerangi hoaks.

“Jadi, itu kira-kira kenapa Kementerian Sosial juga pilar sosial menganggap perlu untuk bersama-sama dengan seluruh elemen yang lain-lain masyarakat untuk memerangi hoaks,” kata dia.*

Baca juga: Hoaks, Surat Panggilan Wawancara Kerja PT Pelni

Baca juga: Informasi Hoaks, Garam Bercampur dengan Kaca

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPOM minta konsumen waspadai ikan berformalin dari Jawa

Banjarmasin (ANTARA News) – Balai Pengawas Obat dan Makanan di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan meminta masyarakat mewaspadai produk makanan yang diawetkan dengan formalin, khususnya cumi kering dan teri medan yang berasal dari Pulau Jawa.

 “Akhir 2018 kemaren petugas kami dari Balai POM di Hulu Sungai Utara menemukan peredaran cumi kering dan teri medan yang diawetkan menggunakan zat formalin,” kata Kepala BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Bambang Heri Purwanto di Amuntai, Rabu.

Dia mengatakan, khusus untuk produk ikan teri medan dan cumi kering dari Jawa ini memang perlu diwaspadai karena sudah terbukti mengandung formalin setelah diuji test kit formalin oleh Balai POM, sedangkan untuk produk makanan lainnya dari Jawa masih aman dikonsumsi.

“Cumi kering dan teri medan yang mengandung bahan berbahaya formalin menurut keterangan penjualnya didatangkan dari Surabaya,” ujarnya.

Sedangkan ikan asin, kata Bambang, tidak mengandung bahan berbahaya formalin karena merupakan produk lokal Kalsel dan Samarinda.

Menurutnya, pengusaha ikan di Kalsel tidak familiar dengan penggunaan bahan formalinkarena zat pengawet mayat ini harganya di Kalsel cukup mahal dan susah didapatkan.

“Demikian pula produk Ikan asin atau ikan kering dari Kalsel yang dijual keluar daerah jarang ditemukan mengunakan bahan pengawet berbahaya tersebut,” ucapnya.

Terbukti, katanya, dari hasil kegiatan pengujian 30 sampel ikan asin di Kabupaten HSU bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan tidak dijumpai produk ikan asin lokal yang menggunakan bahan formalin.

Baca juga: BBPOM Yogyakarta temukan ikan teri mengandung formalin
Baca juga: Kasus formalin sangat memukul nelayan Flores Timur
Baca juga: KKP Kembali Gagalkan Impor Ikan Berformalin Asal Pakistan

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sekolah di Jember ambruk, siswa belajar di tenda

Sekolah di Jember ambruk, siswa belajar di tenda – ANTARA TV

counter

  • (Antara)-Sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Fathur Rahman, Jember, Jawa Timur, kini tidak dapat belajar dengan tenang. Setelah tiga ruang kelas di sana ambruk akibat hujan deras disertai badai terjadi. Sehingga, mereka terpaksa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di tenda darurat yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.

BMKG deteksi titik panas di Riau

Pekanbaru (ANTARA News) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 49 titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) di Provinsi Riau.

Seluruh titik panas yang terdeteksi melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua, Rabu, tercatat melonjak tajam dalam 24 jam terakhir setelah pada Selasa(12/2) hanya terdeteksi 11 titik panas.

“Dari 49 titik panas, 34 diantaranya terdeteksi di Kabupaten Bengkalis,” kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin di Pekanbaru.

Dia merincikan ,34 titik panas sebagai indikasi terjadinya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen tersebut seluruhnya terdeteksi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Dalam dua pekan terakhir, Pulau Rupat yang berada di bibir Selat Malaka itu terus membara dan hingga kini masih dalam upaya penanggulangan.

Selain Bengkalis, titik panas juga terdeteksi di Kota Dumai sebanyak sembilan titik, tepatnya di Kecamatan Dumai Barat. Titik panas lainnya turut terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak empat titik. Titik panas lainnya turut terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak dua titik.

“Secara geografis keempat wilayah yang terdeteksi titik panas itu berada di pesisir Provinsi Riau,” ujarnya.

Bibin menyatakan, dari 49 titik panas tersebut, 40 diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.

“Titik-titik api berada di Bengkalis 31 titik, Dumai, tujuh titik dan Meranti dua titik,”katanya.

Dalam dua pekan terakhir, BMKG terus mendeteksi kemunculan titik-titik api. Mayoritas titik api menyebar di wilayah pesisir, yang saat ini mengalami musim kering dengan intensitas hujan minim.

Hingga awal pekan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas lahan sepanjang awal 2019 ini mencapai 267,5 hektare.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, mengatakan, kebakaran lahan yang mayoritas terjadi di lahan gambut tersebut terjadi di enam kabupaten di Provinsi Riau.

“Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Bengkalis dengan total 131 hektare,” kata Edwar.

Kebakaran lahan di Bengkalis terjadi di sejumlah daerah seperti Kecamatan Pinggir, Pulau Bengkalis dan terakhir di Pulau Rupat.

Wilayah pesisir Riau itu sepanjang awal 2019 ini memang mengalami musim kering dengan cuaca cukup panas sehingga rentan terjadi kebakaran.

Selain di Bengkalis, kebakaran juga melanda Kabupaten Rokan Hilir dengan luas mencapai 87 hektare. Di Kota Dumai, kebakaran juga masih berlangsung hingga awal pekan ini tepatnya di Kecamatan Sungai Sembilan.

Kota Dumai yang secara geografis berdekatan dengan Bengkalis dan Rokan Hilir mengalami kebakaran di sejumlah titik dengan luas 17,5 hektare. Selanjutnya kebakaran lahan juga terpantau di wilayah peisir Riau lainnya, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan luas dua hektare.

Edwar mengatakan secara umum Provinsi Riau dalam kategori aman dari bencana Karhutla. Namun, dia memberikan pengecualian di wilayah tengah, pesisir timur dan sebagian wilayah Barat Riau. 

“Wilayah itu dalam kategori mudah hingga sangat cepat terbakar,” ujarnya. 

Dengan kondisi kebakaran lahan di awal 2019, Edwar mengatakan akan mempertimbangkan menetapkan status siaga Karhutla di 2019.

Namun, dia mengatakan harus berkoordinasi dengan berbagai pihak terlebih dahulu, seperti BMKG dan Pemerintah Provinsi Riau terkait penetapan status tersebut.

Baca juga: BMKG deteksi lonjakan titik panas di Riau
Baca juga: BMKG deteksi 11 titik panas di pesisir Riau
Baca juga: Empat titik panas bertahan di Aceh, sebut BMKG

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi silahturahim dengan ulama Madura

Kami juga ingin mengklarifikasi berita hoaks yang sempat viral…

Jakarta (ANTARA News)  – Presiden Joko Widodo pada Rabu bersilahturahim dengan para ulama asal Pulau Madura, Jawa Timur, di Istana Negara Jakarta.

Sekitar 120 ulama dari Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sumenep, hadir dalam acara silaturahim tersebut.

Usai pertemuan yang berlangsung tertutup, Wakil Ketua Rois Am Nahdlatul Ulama Kabupaten Sampang KH Fahrur Razi mengungkapkan inti pertemuan itu adalah silahturahim. 

“Tidak ada istilah dukung-mendukung untuk Pilpres 2019,” katanya. 

Fahrur mengatakan dalam silahturahim itu pihaknya mengklarifikasi sejumlah hoaks yang sempat viral di media sosial. 

“Kami juga ingin mengklarifikasi berita hoaks yang sempat viral, kemudian Beliau menyampaikan verifikasi,” katanya. 

“Awalnya ada beberapa yang mau datang sendiri sendiri dengan biaya masing-masing, makanya kita bersama-sama saja,” katanya.

Baca juga: Presiden terima perwakilan eks karyawan Freeport

Pewarta: Agus Salim
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gelombang tinggi masih berpotensi terjadi hingga Sabtu

Jakarta (ANTARA News)  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi hingga Sabtu (16/2).

“Kondisi tersebut karena adanya pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah Utara -Timur dengan kecepatan angin berkisar antara 4 -30 knot, sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah Barat -Utara dengan kecepatan angin berkisar antara 4-20 knot,” kata Kabag Humas BMKG Taufan Maulana di Jakarta, Rabu.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Cina selatan, Laut Natuna utara, Perairan utara Kepulauan Sangihe -Talaud. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut.

Beberapa wilayah terpantau berpotensi gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,50 meter atau ketinggian sedang, di antaranya Selat Malaka bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera.

Juga di Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu-Pulau Rote, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT.

Di Laut Natuna, Perairan Timur Kepulauan Bintan-Kepulauan Lingga, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara, Perairan Kalimantan Timur dan Utara, Laut Sulawesi bagian Barat dan Tengah, Perairan Utara Sulawesi, Perairan Bitung-Manado, Laut Maluku bagian Selatan.

Perairan Utara Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Timur Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Teluk Cendrawasih bagian Barat, Laut Timor Selatan NTT, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Aru, Laut Arafuru dan Perairan Barat Yos Sudarso.

Beberapa wilayah juga terpantau berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian 2,5 meter  hingga 4 meter atau kategori tinggi, yaitu Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kepulauan Natuna-Kepulauan Anambas, Laut Sulawesi bagian Timur.

Serta di Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian Utara, Perairan Utara Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan waspada jika beraktivitas di area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi.

Baca juga: Potensi gelombang tinggi bayangi sebagian wilayah perairan Indonesia
Baca juga: Peringatan gelombang tinggi di Papua-Papua Barat disampaikan BMKG
Baca juga: BMKG sebut waspadai gelombang tinggi tiga hari ke depan

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden kirim tim dokter ikut tangani Ani Yudhoyono

“Saya kemarin sudah ketemu Dokter Terawan, Kepala RSPAD Gatot Soebroto membahas masalah itu”

Jakarta (ANTARA News)  – Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengirim tim dokter kepresidenan untuk ikut menangani pengobatan mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono di Singapura. 

“Saya kemarin sudah ketemu Dokter Terawan, Kepala RSPAD Gatot Soebroto membahas masalah itu,” kata Moeldoko ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta,  Rabu. 

Mantan Panglima TNI iti mengatakan Dr Terawan dan tim langsung berangkat ke Singapura tempat Ani Yudhoyono dirawat pada Selasa (12/2) siang. 

“Semuanya berdoa agar Bu Ani segera diberi kesembuhan,” kata Moeldoko. 

Ketika ditanya apakah ada rencana Presiden Jokowi menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura,  Moeldoko mengatakan pihaknya masih mencari waktu. 

Mengenai diagnosa yang menyebutkan penyakitnya adalah kanker darah,  ia mengatakab tim dokter berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan penanganan. 

“Pasti semaksimal mungkin, tentu dari sisi keamanan, ada sistem yang kita berikan, pasti tanggung jawab negara melekat di sana,” katanya. 

Moeldoko mengajak semua pihak mendoakan Bu Ani segera diangkat penyakitnya oleh Yang Maha Kuasa dan Pak SBY beserta keluarga diberi ketabahan menghadapi situasi tersebut.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Imigrasi Sabang buka permohon paspor haji

Banda Aceh (ANTARA News) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Provinsi Aceh telah membuka pelayanan pemohon paspor untuk calon jamaah haji pada 2019, khususnya warga pulau terluar paling barat Indonesia itu.

“Sejak dua hari yang lalu, kami telah membuka pelayanan paspor untuk calon jamaah haji, baik pemohon baru maupun penggantian paspor lama dan termasuk penambahan nama,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang Anton Helistiawan melalui Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Said Azhar saat dihubungi Antara dari Banda Aceh, Rabu.

Ia menyebutkan calon jamaah haji dari Kota Sabang secara keseluruhan berjumlah 53 orang, sesuai data yang diajukan Kantor Kementerian Agama Kota Sabang yang terdiri atas calon jamaah laki-laki 21 orang dan perempuan 32 orang.

“Sebagian calon jamaah haji tersebut sudah pernah memiliki paspor dan sebagian di antaranya pemohon baru. Ya, kami mengingatkan agar semua pemohon paspor baru maupun perpanjangan mengajukan data yang benar sesuai yang tercatat di Dinas Kependudukan,” kata dia.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian pada pasal 126 menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja, menggunakan dokumen perjalanan Republik Indonesia untuk masuk atau keluar wilayah Indonesia, tetapi diketahui atau patut diduga bahwa dokumen perjalanan Republik Indonesia itu palsu atau dipalsukan dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000.

Kantor Imigrasi Kelas II Sabang telah melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Agama Kota Sabang dan selanjutnya akan dilakukan verifikasi awal paspor di Aula Madrasah Terpadu MAN Sabang.

“Kita mengharapkan adanya kerja sama dari calon jamaah haji dalam hal persiapan berkas persyaratan dan pemberian keterangan yang benar sehingga memudahkan petugas imigrasi dalam memberikan pelayanan paspor haji,” katanya.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Sabang Tgk Murdani membenarkan data sementara calon Jamaah haji pulau terluar paling barat Indonesia itu, keluruhannya sudah termasuk cadangan 53 orang.

“Jadi, 53 orang calon jamaah haji dari Sabang itu masih data sementara dan sudah termasuk cadangan,” katanya.*

Baca juga: Imigrasi Jakbar prioritaskan layanan calon jemaah haji tiap Sabtu

Baca juga: Imigrasi Palembang lakukan pelayanan paspor “jemput bola”

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyelamatkan Pusaka Adat Paer Daya yang tercecer

Masyarakat di ujung timur Pulau Lombok yang mendiami kawasan adat Paer Daya hingga kini masih memegang teguh adat istiadat warisan leluhur. Setidaknya 23 komunitas adat terdapat di wilayah yang kini bernama Kabupaten Lombok Utara itu.

Kehidupan masyarakat di komunitas adat Paer Daya yang tetap menjaga kearifan lokal ini cukup harmonis. Karena itu, terbentuknya Kabupaten Lombok Utara sebagai Daerah Otonum Baru (DBO) pada 21 Juli 2008 kian mengokohkan keberadaan komunitas adat.

Masyarakat di Gumi “Tioq Tata Tunak” (moto Kabupaten Lombok Utara) menyimpan cukup banyak benda pusaka yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Bahkan, hampir setiap dusun di Kabupaten Lombok Utara memiliki benda pusaka adat.

Keberadaan benda pusaka di masyarakat masih tersimpan sampai saat ini. Namun, tidak sedikit dari benda sejarah itu hilang karena dipinjamkan atau bahkan diperjualbelikan.

Hal penting adalah berkaca dari kasus yang terjadi di Dusun Kerurak, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, belum lama ini. Sebuah benda bersejarah berupa lempengan tembaga yang diyakini bertuliskan tinta emas, sempat hilang, namun berhasil diselamatkan.

Benda bersejarah terbuat dari lempengan tembaga yang oleh masyarakat “Dayan Gunnung” (nama lain Kabupaten Lombok Utara) disebut “Takepan”. Tujuh lempengan tembaga bertuliskan aksara kuno, hingga kini belum diketahui makna yang tersurat dalam prasasti itu.

Sejatinya, hampir setiap dusun di Kabupaten Lombok Utara menyimpan benda pusaka peninggalan sejarah, tak terkecuali di Dusun Kerurak, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga yang menyimpan sedikitnya 35 jenis benda pusaka.

Benda pusaka peninggalan sejarah itu, antara lain tujuh lempeng prasasti dari bahan tembaga, keris, tombak, guci, parang, “keroncong” (sejenis kalung yang digantung di leher sapi), sepatu kuda, gitar, takepan lontar dan takepan bambu, mata bor (pertukangan) dan batu bekas telapak tangan (patih tempang).

Sekretaris Pengurus Benda Pusaka Dusun Kerurak Wira Maya Arnadi mengatakan seluruh benda pusaka itu kini dikumpulkan menjadi satu lalu disimpan di kediaman salah seorang tokoh masyarakat setempat, Inaq Tiren, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan leluhur yang memegang benda pusaka itu.

Di antara beberapa prasasti benda pusaka itu, mengisahkan tentang perjalanan Raja (Ratu) Gangga dan Ratu Magada, mengunjungi beberapa wilayah kekuasaan Kerajaan Gangga.

Menurut Wira, benda bersejarah itu diperkirakan digunakan sejak zaman Kerajaan Majapahit dan Singasari. Setidaknya hal ini terbukti dari nama desa, pepohonan, bentuk tulisan, maupun bahan material. Arkeolog meyakini benda pusaka ini berasal dari zaman Singosari dan Majapahit.

Sempat hilang

Tokoh masyarakat Genggelang, Kecamatan Gangga Intiha mengakui benda pusaka berupa lempeng tembaga ini sempat hilang selama dua tahun. Banyak lagi benda pusaka yang diduga hilang sehingga tidak bisa diabadikan.

Menurut dia, masih banyak peninggalan sejarah di Genggelang yang belum sempat diabadikan. Kurang pahamnya masyarakat akan nilai historis benda pusaka dan sejarah, membuat banyak yang dirusak, bahkan mungkin diperjualbelikan.

Situs sejarah Dusun Kerurak sejatinya menjadi cagar budaya yang dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata, sebab di dusun ini terdapat air terjun Tiu Pupus yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata alam ini.

Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin menegaskan keberadaan benda pusaka di Lombok Utara patut dilestarikan.

Sebagai bukti peninggalan nenek moyang, benda pusaka tidak hanya diyakini mengandung nilai mistis tetapi juga artistik.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, ia menyampaikan terima kasih kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat yang telah melestarikan benda sejarah di daerah ini.

Sarifudin berjanji menindaklanjuti aspirasi masyarakat adat untuk melestarikan benda budaya peninggalan sejarah itu dengan membuat regulasi berupa peraturan daerah (perda) atau peraturan bupati (perbup).

Harapan masyarakat untuk menyelamatkan dan melestarikan benda pusaka adat peninggalan sejarah itu agaknya mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Setidaknya, ini dibuktikan dengan dibangunnya Bale Pusaka Adat Sesait.

Pembangunan Bale Pusaka (rumah pusaka) Adat Sesait sebagai tempat penyimpanan benda-benda pusaka adat “Wet Sesait” dan sekaligus mendukung program pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Sait.

Peletakan batu pertama pembangunan Bale Pusaka Adat Sesait dilakukan oleh Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar di Desa Sesait, Selasa (12/2).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Raden Sawinggih menuturkan pembangunan Bale Pusaka Adat Sesait cukup lama, antara lain mulai proses menggali informasi masyarakat sehingga terbentuk desain dengan memadukan arsitektur masjid kuno dan tambahan bangunan yang sudah ada sebelumnya.

Beberapa di antaranya adalah “bale” (bangunan rumah) sebagai tempat menginap masyarakat dari luar Desa Sesait saat acara maulid adat.

Selain itu ada juga perpustakaan adat dan naskah kuno sebagai tempat sekolah pembelajaran adat.

Di kompleks itu ada bangunan lumbung dan membuat pasar kreatif desa. Itu nantinya terkoneksi dengan Bale Pusaka. Rencananya dibangun pada 2019 dari Dana Desa.

Bupati Lombk Utara Najmul Akhyar menilai keberadaan Bale Pusaka itu cukup penting dalam upaya melestarikan benda-benda budaya peninggalan sejarah dan dapat dijadikan daya tarik wisata.

Oleh karena itu, ia meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara membantu menganggarkan dana melalui APBD.

Hal itu penting karena ornamen prasasti tersebut salah satu daya tarik wisata baru yang dikelola oleh desa, selain sebagai upaya melestarikan lembaga pranata budaya Sesait.

Pihaknya membutuhkan gagasan cemerlang yang saling mendukung, supaya adat dan budaya berperan sebagai garda terdepan pertahanan moral anak-anak dan generasi muda.

Sejatinya, pembangunan “Bale Pusaka” merupakan salah satu ikhtiar dalam melestarikan dan menyelamatkan benda-benda pusaka adat peninggalan sejarah Paer Daya yang tercecer.*

Baca juga: Lombok Utara bangun tempat penyimpanan benda pusaka

Baca juga: Ricuh di Goa jelang pencucian benda pusaka

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden terima perwakilan eks karyawan Freeport

Kami meminta kepada Bapak Presiden untuk memindak tegas atas pelanggaran norma ketenagakerjaan terhadap kami di PT Freeport Indonesia di Papua

Jakarta (ANTARA News)  – Presiden Joko Widodo menerima sejumlah karyawan eks PT Freeport Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta,  Rabu, untuk melaporkan nasib yang mereka alami beberapa waktu terakhir. 

Presiden Jokowi menerima perwakilan tiga karyawan eks PT Freeport Indonesia. Mereka adalah Ketua Tim Pekerja Eks Freeport Indonesia, Jerry Jerangga. 

Selain itu Stefen Yawan, eks operator dump truck dan Oktopia Yeimo, operator mesin. 

Usai pertemuan dengan Presiden Jokowi, Jerry Jerangga menyampaikan bahwa ia dan kawan kawan melaporkan mereka diperlakukan secara tidak manusiawi oleh PT Freeport Indoneaia.  

“Kami meminta kepada Bapak Presiden untuk menindak tegas atas pelanggaran norma ketenagakerjaan terhadap kami di PT Freeport Indonesia di Papua,” katanya. 

Ia dan kawan kawan juga meminta kepada Presiden untuk bisa kembali bekerja. Ia juga mendesak perusahaan membayar hak-hak karyawan Freeport. 

“Freeport memberlakukan kebijakan di luar peraturan perundangan yang ada di Indonesia, pelanggaran yang dilakukan adalah memberlakukan peraturan dari negara asing di negara kita,” katanya.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPK-BPJS Ketenagakerjaan sepakat kawal peta jalan Jamsos 2029

Jakarta (ANTARA News) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menandatangani nota kesapahaman (MoU) terkait pencegahan korupsi di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

“Jadi nota kesepahaman ini terkait banyak hal, tukar-menukar informasi pelatihan, juga pendidikan dan yang lain-lainnya. Kemudian kami juga sepakat ingin mengaji secara menyeluruh sistem jaminan sosial nasional kita,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo usai acara MoU itu di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Sementara itu dalam kesempatan sama, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan bahwa dalam nota kesepahaman pencegahan korupsi itu juga mencakup pertukaran data informasi, sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan.

“Tentunya ini untuk penguatan integritas di BPJS Ketenagakerjaan dan ini merupakan bentuk komitmen penuh BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung upaya pencegahan korupsi dan juga merupakan rencana besar BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan integritas institusi,” ucap Agus Susanto.

Lebih lanjut, Agus Susanto mengatakan bahwa ke depan lembaganya akan bersama-sama dengan KPK untuk mengawal implementasi jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan dan juga implementasi jaminan sosial secara nasional di Indonesia. 

“Sebagaimana kita ketahui tadi disampaikan oleh Bapak Ketua KPK bahwa ada Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Nah ini bagaimana harmonisasi regulasinya, bagaimana persiapannya, bagaimana implementasinya,” tuturnya.

Menurut dia, sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial bahwa paling lambat pada 2029, PT Taspen dan PT Asabri harus mengalihkan program kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan. 

“Oleh karena itu perlu dibuat peta jalan (roadmap) dan regulasi untuk menuju ke arah 2029 dan kami juga bersama dengan KPK melakukan kajian terkait dengan implementasi jaminan sosial di Indonesia untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dan mencapai jaminan sosial untuk semua,” kata Agus Susanto.

Terkait hal itu, Agus Rahardjo menyatakan bahwa lembaganya juga nantinya akan mengundang BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Taspen dan PT Asabri soal pengalihan program tersebut.

“Itu termasuk kajian kami, sesuai dengan  perintah undang-undang bahwa 2029 harus bergabung.  Mestinya kita sudah mempersiapkan diri, ya. Peta jalannya seperti apa,  nanti perpindahannya seperti apa, nanti kita undang banyak pihak, termasuk  Taspen dan Asabri,” ucap Agus Rahardjo.

KPK juga telah menerima laporan dari banyak pihak terutama soal dana pensiun.

“Kami juga sebenarnya menerima laporan banyak pihak terutama tentang pengelolaan  dana pensiun oleh perusahaan-perusahaan. Misalnya, di Jawa Timur yang pegawainya terima pensiun yang sangat rendah sekali. Itu menjadi fokus kami nanti dalam kajian supaya kita bisa bisa merekomendasikan kepada pemerintah jalan yang paling baik untuk menata sistem jaminan sosial (social security) di negara kita,” demikian Agus Rahardjo. ***3***

Baca juga: BPJS-TK Biayai operasi otak dan syaraf AAG Parwatha

Baca juga: BPJS-TK biayai operasi otak awak damkar hingga sembuh

Baca juga: BPJS-TK meresmikan pembangunan Ruang Terbuka Hijau

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sekolah dan tempat wudhu rentan dijadikan sarang nyamuk

 (Antara)- Lebih dari 100 orang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue pada awal tahun ini. Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa, Kementerian kesehatan mengajak masyarakat untuk tetap waspada, dengan rutin memberantas sarang nyamuk, terutama di sekolah dan tempat wudhu di rumah ibadah.

Ahli: pengasapan dengan insektisida hanya efektif saat terjadi wabah DBD

Jakarta (ANTARA News) – Ahli dari Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan pengasapan menggunakan insektisida hanya efektif untuk penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di suatu daerah saat ada kejadian luar biasa.

“Masih efektif kalau untuk kedaruratan saja. Fogging (pengasapan) sangat baik untuk penanggulangan wabah saat lagi tinggi, itu cepat sekali untuk menurunkan dengan cepat,” kata Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK dalam diskusi mengenai penyakit DBD di Jakarta, Rabu, menambahkan, pengasapan sangat efektif untuk membunuh nyamuk dewasa saat populasinya sedang tinggi.

Namun Prof Saleha tidak menganjurkan pelaksanaan pengasapan menggunakan insektisida secara rutin karena selain biayanya mahal, tindakan itu menyebabkan pencemaran lingkungan, bisa membuat vektor penular resisten, dan memberikan efek keamanan palsu. 

Warga, ia melanjutkan, sering kali merasa aman dari gigitan nyamuk penular virus dengue kalau pengasapan sudah dilakukan di daerah mereka, padahal insektisida yang digunakan dalam pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa saja, menyisakan telur dan jentik nyamuk yang selanjutnya akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa dan menularkan virus.

Terlebih lagi sebagian warga hanya menghendaki pengasapan dilakukan di sekitar rumah mereka, tidak sampai ke bagian dalam rumah, sementara nyamuk juga ada yang bersembunyi di dalam rumah, di antara perlengkapan rumah.

Fogging memang membunuh nyamuk dengan cepat, tapi seminggu kemudian nyamuknya keluar lagi. Harusnya diikuti PSN,” ujar  Saleha.

Cara paling efektif untuk menurunkan populasi nyamuk ialah dengan memberantas sarang nyamuk di lingkungan sekitar rumah dan di dalam rumah, termasuk pada tempat-tempat penampungan air yang biasa menjadi tempat nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak.

Dia mengimbau warga tidak sekadar membuang air di bak mandi atau ember, tetapi juga menyikat dinding-dinding nya karena telur nyamuk bisa saja menempel di sana.

Saleha mengatakan pemberantasan sarang nyamuk merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, namun kebanyakan warga belum menjalankannya dengan baik.

Baca juga:
DBD merebak, korban meninggal capai 145 orang
Kasus DBD capai 15.132 kejadian per 1 Februari

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pohon durian di Nagari Sungayang diserang penyakit aneh

Batusangkar, 13/2 (ANTARA News) – Pohon durian di Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat diserang penyakit aneh yang membuat semua daunnya gugur hingga tak bersisa.

“Akibat penyakit yang belum diketahui ini yang tinggal hanya ranting dan buahnya saja, sedangkan daunnya habis,” kata Kepala Jorong Limo Sianau Indah, Zulekman (55), di Batusangkar, Rabu.

Ia mengatakan hama yang menyerang tanaman durian warga di kampung di wilayah Nagari Sungayang itu sudah enam bulan, sedangkan kejadian itu sebagai kali pertama terjadi.

Akibatnya, lebih dari 50 persen pohon durian yang mencapai ribuan batang gagal panen, padahal panen durian menjadi salah satu andalan untuk pendapatan warga dan menopang penghidupan.

Pada musim durian, warga Sungayang rata-rata mendapatkan penghasilan Rp200 ribu per hari dari buah yang jatuh. Namun, sekarang ini harapan warga pupus karena pohon durian terkena penyakit aneh itu.

Durian asal Sungayang cukup terkenal karena rasanya yang gurih, beda dengan rasa durian di daerah lain.

Jika hasil panenannya cukup bagus, dalam satu hari sekitar tiga hingga empat truk datang untuk membawa durian ke daerah lain untuk dipasarkan.

Ia menyebutkan selain di Nagari Sungayang, nagari lain seperti Jorong Balai Diateh dan Jorong Suanau Indah kondisinya lebih parah terkait dengan serangan penyakit itu karena bisa mencapai 80 persen.

Ada serangan hama seperti ulat bertanduk yang memakan daun pohon durian, namun yang dimakan hanya daunnya. Padahal, di sekeliling pohon durian banyak pohon lain yang subur daunnya, akan tetapi tidak dimakan.

Meski tetap ada buahnya di batang, diragukan isi durian itu masih baik atau tidak untuk dimakan.

Ia mengatakan pihak Dinas Pertanian Tanah Datar sudah pernah datang untuk melihat kondisi itu, dan sudah ada upaya pengobatan, namun belum berhasil.

“Hingga saat ini belum ditemukan obatnya, jadi kami hanya bisa menunggu langkah apa yang harus dilakukan dari pihak pemerintah,” katanya.

Tokoh masyarakat Nagari Sungayang, Safri (68), mengatakan hama yang menyerang pohon durian dan menggugurkan daunnya itu baru kali ini terjadi.

“Saya baru kali ini melihat ada pohon durian daunnya habis, tapi buahnya masih tergantung,” katanya.

Warga juga tidak mengetahui ulat itu datangnya dari mana, namun serangan cepat menyebar dari pohon ke pohon durian lainnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar Desriwan  telah beberapa kali melakukan pengobatan dan pencegahan untuk menghilangkan ulat tanduk dari pohon durian milik warga tersebut.

Bantuan berupa obat pestisida dan racun juga sudah diserahkan kepada kelompok tani di daerah itu. Namun, kejadian itu memang berulang sejak enam bulan terakhir.

“Biasanya kalau sudah habis sirkulasinya, ulat itu akan hilang dengan sendirinya,” kata dia.*

Baca juga: Di Pesisir Selatan ada paket wisata seputar durian

Baca juga: Desa Segulung, digarap menjadi sentra agrowisata durian di Madiun-Jatim

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Soal larangan gunakan tol, Tjahjo Kumolo sebut wali kota Semarang kantongi ijin kampanye

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi), telah mengantongi ijin kampanye ketika menyampaikan larangan bagi masyarakat non-pendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk menggunakan jalan tol TransJawa di Jawa Tengah.

Ucapan sang wali kota ini tidak pelak menimbulkan kontroversi bagi publik, termasuk di media sosial. Keberadaan jaringan jalan tol ditujukan untuk kepentingan masyarakat umum dan diatur dalam UU Nomor 38/2004 tentang Jalan, berikut berbagai peraturan perundangan di bawahnya. 

“Dia sudah menjelaskan rinci, sudah saya tanya (ternyata) ada ijinnya. Dia sudah cuti dalam kapasitas sebagai ketua umum partai, ada ijin untuk kampanye; bukan sebagai walikota,” kata Kumolo usai menghadiri rapat tentang pengembangan pariwisata di Kantor Wapres Jakarta, Rabu.

Hendi juga mengaku kepada sang menteri bahwa dia telah mengantongi ijin dari Panwaslu Kota Semarang, Sabtu (2/2), untuk mengkampanyekan capres petahana Joko Widodo.

“Dia mengatakan sudah ada ijin dari Bawaslu. Prinsipnya nanti kalau memang itu dianggap sah atau tidak, ya menunggu undangan dari Panwaslu Semarang,” katanya.

Dilema kepala daerah terjadi ketika dihadapkan pada kampanye politik. Di satu sisi, kepala daerah harus bersikap netral ketika bertugas sebagai pelayan masyarakat. Namun di sisi lain, dia harus mengkampanyekan pasangan calon yang diusung partai politik yang mendukung dia maju dalam pemilihan kepala daerah.

“Jadi di satu sisi dia sebagai pejabat publik yang harus netral, di sisi lain dia sebagai orang partai. Karena apa pun, kepala daerah itu kan kader partai politik atau didukung oleh gabungan partai politik,” jelas Kumolo, yang berlatar politisi dari PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Kumolo telah memanggil Prihadi untuk dimintai klarifikasi terkait ucapan Hendi yang mengatakan masyarakat yang tidak memilih Jokowi di Pilpres 2019 dilarang menggunakan jalan tol.

Disampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi, (maka) jangan pakai jalan tol,” kata Hendi dalam acara Silaturahmi Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah, di Semarang Town Square, Jumat lalu (2/2). Ia seorang politikus PDI Perjuangan, dengan posisi ketua DPC Semarang.

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SBY ungkapkan Ani Yudhoyono menderita kanker darah

Jakarta (ANTARA News) – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan istrinya Ani Yudhoyono dirawat di National Universtiy Hospital Singapura, sejak Sabtu (2/2) karena menderita kanker darah. 

“Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami ‘blood cancer’ atau kanker darah,” kata SBY dalam video konferensi pers di Singapura yang dikirimkan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari di Jakarta, Rabu. 

SBY mengatakan saat ini dirinya berada di Singapura mendampingi Ani Yudhoyono dalam pengobatan dan perawatan kesehatan.

Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, kata dia, Ani Yudhoyono menjalani ‘medical treatment’ di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura.

“Atas nama Ibu Ani dan keluarga besar SBY, saya mohon doa dari para sahabat agar Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan takdir dan kuasanya, memberikan kesembuhan kepada istri tercinta Ibu Ani, atau Kristiani Herawati binti Sarwo Edhie Wibowo, agar Ibu Ani dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-harinya di tanah air,” kata SBY. 

Pada kesempatan tersebut SBY juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, terutamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ani Yudhoyono. 

SBY juga menyampaikan terima kasih atas ucapan dan doa kesembuhan kepada istrinya, yang disampaikan oleh para sahabat di tanah air yang tidak bisa disebutkannya satu persatu, termasuk yang melalui media sosial.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas budi baik dan ketulusan bapak ibu saudara sekalian. Saya dan Ibu Ani meminta maaf karena tidak dapat menghadiri sejumlah kegiatan, yang direncanakan oleh berbagai pihak yang sebelumnya saya niatkan untuk saya penuhi. Sebagai seorang suami, tentu saya harus mendampingi Ibu Ani dalam menghadapi ujian dan cobaan Tuhan ini,” kata SBY. 

SBY mengatakan dirinya amat mengetahui, Ani Yudhoyono adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk ketika Ani bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun dirinya mengemban tugas memimpin Indonesia dulu.

“Namun, bagaimanapun, saya, ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik,” ujar dia.

Baca juga: Wapres berdoa untuk kesembuhan Ani Yudhoyono

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG tekankan pentingnya pembangunan berwawasan kebencanaan

Kalau dulu ada pembangunan berwawasan lingkungan, sekarang lingkungan yang seperti apa? Di Indonesia lingkungannya penuh bencana,

Jakarta (ANTARA News) – Pejabat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya pembangunan berwawasan kebencanaan di wilayah Indonesia yang umumnya rawan bencana.

“Pembangunan di daerah itu harus berwawasan kebencanaan. Kalau dulu ada pembangunan berwawasan lingkungan, sekarang lingkungan yang seperti apa? Di Indonesia lingkungannya penuh bencana,” kata Kepala Bidang Manajemen Operasi Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Ariska Rudyanto di Jakarta, Rabu.

Pemerintah daerah mesti memasukkan antisipasi bencana dalam setiap setiap perencanaan pembangunannya.

“Harus lebih siap, undang para ahli, jadi nanti ada investor kita sudah siap, termasuk ada SOP jika terjadi bencana apa yang harus dilakukan, jadinya promosi juga bahwa daerah siap meski di wilayah rawan bencana,” kata Ariska.

Sebagai contoh, dia menjelaskan apa yang dilakukan oleh Bali, daerah tujuan wisata yang rawan menghadapi gempa dan tsunami. Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali bergerak secara proaktif dalam melakukan sosialisasi berkenaan dengan mitigasi bencana, dan hotel-hotel di sana guna mengantisipasi dampak bencana memiliki standar bangunan dan standar prosedur operasi tertentu.

“Bicara jasa, apalagi wisatawan asing, ini melihatnya masalah keamanan, yang dilihat apakah hotelnya siap, juga SDM-nya,” kata Ariska.

Dia mengatakan saat ini rata-rata pemerintah daerah sudah mulai menyadari pentingnya wawasan kebencanaan dalam pembangunan, utamanya yang sudah terkena dampak bencana gempa bumi besar dan tsunami.

“Kuncinya adalah pemda harus tegas, harus bisa memberikan semacam pengertian, atau kalau perlu beri insentif kepada dunia usaha yang sudah mau menerapkan wawasan kebencanaan,” katanya.

Baca juga:
Peta KRB Rekomendasi Pembangunan Wilayah Rawan Bencana
Presiden minta rencana pembangunan daerah pertimbangkan risiko kebencanaan

 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti resmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia di Depok

Depok, Jawa Barat (ANTARA News) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) di dalam kompleks kampus universitas tersebut di Depok, Rabu.

“Saya berharap RSUI bukan lagi berbicara layanan lokal dan nasional saja, tetapi harus menjadi global,” katanya saat menyampaikan sambutan pada peresmian RSUI.

Dalam acara yang dihadiri oleh Rektor Universitas Indonesia Prof. Muhammad Anis, Direktur RSUI dr. Julianto Witjaksono, Anggota Dewan Pengawas RSUI Drs. Theodorus M Tuanakotta, dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ishii Masafumi itu dia mengatakan bahwa saat ini ada 24 rumah sakit pendidikan, termasuk 12 yang sudah beroperasi dan empat yang telah selesai secara paripurna.

RSUI merupakan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri pertama di Indonesia dengan konsep dan rancang bangun fasilitas pelayanan kesehatan satu atap, mulai dari pelayanan primer, sekunder hingga unggulan. Rumah sakit di lahan seluas 106.100 meter persegi di kompleks Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan Kampus UI Depok itu memiliki kapasitas 300 tempat tidur pada tahap pertama dan dirancang tahan gempa hingga 9,0 Skala Richter.

“Kita mengadopsi teknologi baru, di mana bantalan di setiap tiang pondasi dirancang agar bisa tahan gempa hingga 9,0 SR,” kata Direktur RSUI, Julianto Witjaksono.

Ia mengatakan dengan bangunan yang tahan gempa, para pasien akan merasa aman dan nyaman ketika berada di dalam ruangan rumah sakit.

“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Universitas Indonesia menjalin kerja sama dengan Japan Internasional Cooperation (JICA) untuk membangun rumah sakit pemerintah yang berada di bawah manajemen UI pada 30 Sepetember 2013.

Julianto menjelaskan RSUI merupakan rumah sakit pendidikan kelas B yang menerapkan konsep kendali infeksi komprehensif, yang memadukan layanan paripurna terintegrasi berbasis rumah sakit primer, sekunder, dan tersier untuk pendidikan, pelayanan dan penelitian berkelas internasional.

“Pelayanan unggulan RSUI adalah neurokardiovaskular, high risk maternal dan perinatologi, infeksi topik, pelayanan promotif dan preventif lansia,” katanya.

Julianto menjelaskan kapasitas operasional awal rumah sakit 300 tempat tidur (50 persen kelas 3) dan selanjutnya akan dikembangkan hingga kapasitasnya sampai 900 tempat tidur.

“RSUI memiliki 14 lantai dengan 250 kamar yang terdiri dari sepertiga kamar kelas satu, sepertiga kamar kelas dua dan sepertiga kamar kelas tiga mengikuti standar internasional,” katanya.

Baca juga: UI bangun rumah sakit tahan gempa 9,0 SR
 

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019