Fasilitator kebencanaan penting keberadaannya di tingkat kecamatan

Perlu ada fasilitor kebencanaanyang berbasis ilmu kebumian atau kebencanaan, yakni untuk tingkat kecamatan minimal satu orang

Purwokerto (ANTARA) – Akademikus dari Universitas Jenderal Soedirman, Indra Permanajati mengingatkan pentingnya keberadaan fasilitor kebencanaan di tingkat kecamatan guna memantau kondisi wilayah yang rawan bencana.

“Perlu ada fasilitor kebencanaan yang berbasis ilmu kebumian atau kebencanaan, yakni untuk tingkat kecamatan minimal satu orang, khususnya di wilayah rawan bencana guna memantau kondisi wilayah,” katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin.

Indra yang merupakan dosen Mitigasi Bencana Geologi, Jurusan Teknik Geologi Universitas Jenderal Soedirman menambahkan fasilitator tersebut nantinya dapat bertanggung jawab untuk memantau kondisi dan kemungkinan adanya potensi bencana alam di wilayahnya.

“Karena kalau hanya mengandalkan warga tidaklah bisa menjelaskan kondisi yang terjadi. Seperti beberapa kasus banjir bandang yang disinyalir terjadi karena banyaknya bendungan-bendungan air diatas bukit karena longsor. Jika longsoran bisa terpantau dan kondisi alam bisa teridentifikasi dengan baik, maka ada kemungkinan bencana bisa tidak terjadi, atau bisa dikurangi dampaknya,” katanya.

Karena itu, kata dia, perlu ada personel yang benar-benar memantau kondisi geologi dan kebencanaan di wilayah rawan bencana.

“Untuk itu maka dibutuhkan ahli-ahli bencana yang mempunyai latar belakang ilmu kebumian dan kebencanaan di tingkat kecamatan untuk selalu memantau dan mengawasi kondisi kebencanaan di wilayah rawan bencana,” katanya.

Personel dimaksud, tambah dia, juga dapat bertanggung jawab memetakan dan memantau kondisi bencana alam dan memberikan saran mitigasi struktural.

“Selain itu dapat memastikan adanya peningkatan kapasitas masyarakat untuk sadar dan tangguh bencana di wilayahnya,” katanya.

Peningkatan kapasitas untuk sadar dan tangguh bencana tambah dia, harus mengakar ke semua lapisan masyarakat dan harus dijadikan bagian dari karakter bangsa.

“Pendidikan ini bisa dimulai dari sekolah dasar, menengah, bahkan perguruan tinggi, kemudian sosialisasi ke masyarakat secara terus-menerus, dan dukungan media,” katanya.

Indra Permanajati menambahkan, budaya menjaga alam dan sadar bencana harus dijadikan gaya hidup di tengah masyarakat dan diviralkan.

Baca juga: Rumah tahan gempa perlu terus dipopulerkan

Baca juga: Struktur bangunan simetris lebih tahan gempa

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur: 23 sekolah dijadikan percontohan pendidikan antikorupsi

Jadi tahun ini, per Juni 2019 ada 10 provinsi yang mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi. Kayaknya Jateng yang pertama karena Pergub sudah saya teken

Cilacap (ANTARA) – Sebanyak 23 sekolah di Jawa Tengah akan dijadikan percontohan penerapan pendidikan antikorupsi seiring dengan telah ditandatanganinya Peraturan Gubernur Nomor 10 Tahun 2019 tentang Implementasi Pendidian Antikorupsi, kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Jadi tahun ini, per Juni 2019 ada 10 provinsi yang mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi. Kami para gubernur diminta membuat Pergub-nya, dan kayaknya Jateng yang pertama karena Pergub sudah saya teken pekan lalu,” katanya saat meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Maos, Kabupaten Cilacap, Senin.

Menurut dia, Pergub yang telah ditandatangani pada tanggal 5 April 2019 tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama kepala daerah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi pada semua jenjang pendidikan.

Selain mengatur teknis penerapan dan lembaga pelaksana, Pergub tersebut juga mengatur perihal kerja sama, pemantauan evaluasi dan pelaporan, serta pembiayaan.

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan kurikulum pendidikan antikorupsi sangat penting karena sekolah merupakan tempat ditempanya calon pemimpin bangsa.

Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan harus disiapkan menjadi tempat untuk menyemai manusia unggul dalam akademik, maupun karakter.

Kondisi tersebut disadari karena perilaku koruptif ditandai oleh hilangnya nilai-nilai jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil dari dalam diri individu.

“Sederhananya begini, pendidikan antikorupsi tidak berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, tapi diintegrasi ke dalam mata pelajaran yang relevan, juga kurikuler, co-kurikuler, dan ekstrakurikuler, diterapkan juga model-model hubungan sesama warga sekolah yang mencerminkan perilaku antikorupsi,” ujarnya.

Jadi, antikorupsi harus menjadi kebiasaan sejak dini, yang kemudian menjadi napas dalam hubungan sosial kemasyarakatan, jelasnya.

Terkait dengan hal itu, Gubernur mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2018 telah menunjuk 23 sekolah di 23 kabupaten/kota sebagai sekolah uji coba penyelenggara pendidikan berintegritas yang melaksanakan program pendidikan antikorupsi.

Menurut dia, ke-23 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan itulah yang akan menjadi titik penerapan pendidikan antikorupsi.

“Secara bertahap akan dilakukan replikasi ke sekolah lain sehingga nanti semua sekolah di Jateng akan menerapkan kurikulumnya. Kami juga akan mendorong dan menerapkan keterbukaan informasi publik dengan menerapkan transparansi data pendidikan dan pengelolaan satuan pendidikan yang dapat diakses masyarakat melalui portal-portal informasi,” katanya.

Terkait dengan penerapannya, Ganjar mengatakan selain menggandeng KPK, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan forum guru dan forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Dalam hal ini, kurikulum yang sudah dimiliki KPK akan dipadukan dengan masukan dari guru dan OSIS tersebut, baik materi classical maupun secara praktik.

“KPK sudah punya kurikulum, ada yang classical dan praktik. Pergubnya sudah ada maka kita praktekkan. Ini pemanasan dulu, dan sudah saya komunikasikan dengan beberapa guru dan beberapa siswa dari forum OSIS. Pasti dari mereka akan muncul kreativitas. Secara efektif setelah 21 April lah (kita terapkan). Ini kita wajibkan, kita memaksa orang untuk belajar tentang kejujuran itu,” katanya.

Sementara dalam kunjungannya di SMAN 1 Maos, selain meninjau pelaksanaan UNBK, Ganjar juga memasuki beberapa ruang kelas XI serta memberikan pengajaran terkait pendidikan antikorupsi.

Bahkan saat memasuki kelas XI IPS, misalnya, dia menantang salah satu siswa untuk mengampanyekan antikorupsi dengan bahasa Jawa Banyumasan atau “ngapak” dan tantangan tersebut diladeni oleh siswa bernama Haya Syafa Kamila.

“Assalamualaikum. Ayo sedulur aja pada korupsi. Korupsi iku ala, korupsi iku dosa (Assalamualaikum. Ayo saudara-saudara jangan korupsi. Korupsi itu jelek, korupsi itu itu berdosa),” kata Haya.

Atas keberanian siswa tersebut dalam mengampanyekan antikorupsi dengan bahasa Jawa Banyumasan, Ganjar memberikan hadiah berupa buku.

Demikian pula saat memasuki ruang kelas XI akselerasi, salah seorang siswa Noval Fatkhur Rohman langsung mengangkat tangannya ketika Gubernur menanyakan keberanian mereka untuk menjelaskan pendidikan antikorupsi, dari mata pelajaran apa yang tepat, serta contoh penerapannya.

“Pencegahan korupsi sedari dini. Kita harus bersikap jujur dan tanggung jawab serta memikirkan masa depan bangsa ini. Ketika masih siswa bisa dilakukan dengan tidak mencontek,” kata Noval.

Menurut dia, pelajaran yang paling relevan dengan antikorupsi adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) karena mempelajari bangsa Indonesia.

“Juga bisa di pelajaran agama, kan mengajarkan kejujuran dan menjelaskan korupsi itu dosa. Pelajaran ekonomi karena kita bisa membuat kantin kejujuran,” katanya.

Atas jawaban tersebut, Gubernur memberi hadiah berupa satu unit komputer jinjing (laptop) untuk Noval. 

Baca juga: Gubernur Jateng cek pembangunan sekolah di Lombok
 

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mensos ajak warga Banten perangi narkoba karena masuk peringkat enam

Tangerang (ANTARA) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak warga Provinsi Banten untuk memerangi narkoba karena jumlah penyalahguna narkoba di provinsi itu menduduki peringkat ke enam terbesar di Indonesia.

“Secara statistik di Provinsi Banten ada sekitar 170 ribu pecandu narkoba. Banten menempati posisi ke enam terbesar dari jumlah pecandu di Indonesia, maka perlu sebuah gerakan kita bersama untuk memerangi narkoba,” kata Mensos di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin.

Lebih lanjut Mensos mengatakan,  setiap tahun negara dirugikan hingga Rp70 triliun akibat penyalahgunaan narkoba.

“Coba kita bayangkan kalau uang sebesar itu kita gunakan untuk hal yang produktif,” katanya.

Selain menimbulkan kerugian, penyalahgunaan narkoba juga bisa mempermudah penyebaran penyakit seperti HIV, TBC dan Hepatitis.

“Maka saya ajak agar kita bahu membahu memerangi narkoba agar kita memberikan kontribusi dalam perlindungan generasi bangsa,” tambah Agus.

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengatakan, pemerintah daerah sudah membentuk banyak sekali duta anti narkoba di tingkat SMP dan SMA SMK dan pondok pesantren.

“Jadi program Kemensos sangat erat kaitannya dengan Pemda dimana pondok pesantren yang notabene pendidikan agama lebih tinggi dari pendidikan formal lainnya bisa menjadi garda terdepan sebagai kader-kader anti narkoba di daerahnya masing-masing,” kata Zaki.

Menteri Sosial bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah di Kabupaten Tangerang, Banten dalam rangka peningkatan peran keluarga dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: Polda Banten ajak pelajar jauhi narkoba, pornografi dan hoax
Baca juga: Polisi gagalkan peredaran dua karung sabu-ekstasi dari kapal nelayan
Baca juga: BNN Banten rehabilitasi 63 pecandu narkoba

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pontianak janji perhatikan kesejahteraan petugas Damkar Swasta

Pontianak (ANTARA) – Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, janji akan memperhatikan  kesejahteraan para petugas pemadam kebakaran (Damkar) swasta atau Yayasan Pemadam Kebakaran milik swasta di kota itu.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Senin, menyatakan pihaknya akan terus memperhatikan kesejahteraan para petugas YPK terutama yang swasta.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini sudah banyak menggelontorkan bantuan bagi YPK swasta. Bantuan itu seperti selang pemadam, mesin pompa, hingga bantuan dana bagi yayasan yang membutuhkan, serta selain itu, petugas Damkar juga diikutsertakan dalam kepesertaan BPJS.

“Kami juga telah melakukan dukungan bantuan peralatan, kemudian keahlian dan bantuan langsung kepada anggota Damkar tersebut,” katanya.

Di momentum ulang tahun Damkar ke-100 ini, pihaknya terus mendorong yayasan Damkar untuk terus berkembang menjadi institusi yang hebat dan berguna bagi masyarakat.

Sementara itu, Ateng Sanjaya salah seorang tokoh senior Damkar Pontianak, menilai masih banyak masalah yang ada di tubuh organisasi “penjinak api” di Kota Pontianak tersebut.

“Masalah kesejahteraan petugas Damkar swasta yang tidak menerima upah atau gaji, menjadi masalah yang pelik bagi yayasan pemadam kebakaran yang ada di Kota Pontianak,” ungkapnya pria yang akrab disapa Alfa Tanggo itu.

Dia berharap, di hari jadi pemadam kebakaran ke-100 ini, kesejahteraan anggota atau petugas Damkar di Kota Pontianak ke depannya terus meningkat lagi.

Ateng menambahkan, jumlah yayasan pemadam kebakaran di Kota Pontianak, saat ini tercatat sebanyak 35 yayasan, yang terdiri dari pihak swasta atau negeri.
***3***

Pewarta: Andilala
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tol Balikpapan-Samarinda ditargetkan beroperasi fungsional Mei 2019

Jakarta (ANTARA) – PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), menargetkan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,350 kilometer dapat dioperasikan secara fungsional guna mendukung arus mudik pada Mei 2019 di kawasan itu.

“Kami terus kejar agar pada Mei nanti bisa operasi secara fungsional guna mendukung arus mudik 2019, khususnya seksi 2, 3, dan 4A . Kemudian untuk keseluruhan seksi, ditargetkan beroperasi penuh pada Juli 2019,” kata Direktur Utama PT JBS S.T.H Saragi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Menurut Saragi, pembebasan lahan pada Jalan Tol Balikpapan-Samarinda secara kumulatif (Seksi 1-5) sampai dengan awal April 2019 tercatat 98,77 persen. Sementara itu, perkembangan pekerjaan konstruksi sesuai lingkup PT JBS secara kumulatif (Seksi 1-KM 13, Seksi 2, Seksi 3, dan Seksi 4) telah mencapai 84,99 persen.

Saragi mengungkapkan, ada sejumlah tantangan dalam pengerjaan proyek jalan tol ini, namun JBS optimis jalan tol ini akan selesai tepat waktu.

“Sebagai tindak lanjutnya, kami secara berkala menjalin koordinasi dengan kontraktor untuk meningkatkan kapasitas produksi harian untuk mengejar target mingguan. Kami juga berkoordinasi dengan konsultan perencana untuk percepatan desain penanganan soft soil,” ujarnya.

Berbagai langkah percepatan dan pembangunan yang masif dalam pembangunan proyek jalan tol ini, kata Saragi, bukan berarti menepikan unsur-unsur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Proyek jalan tol ini terdiri atas lima seksi, yaitu Seksi 1 mulai dari Km 13 hingga Samboja sepanjang 22,025 Km, Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang 30,975 Km, Seksi 3 dari Muara Jawa hingga Palaran sepanjang 17,300 Km , Seksi 4 dari Palaran hingga Jembatan Mahkota II sepanjang 17,550 Km dan Seksi 5 dari Km 13 hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,500 kilometer.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda juga terdiri dari ruas Viability Gap Fund (VGF), yaitu Seksi 1 dan 5 sepanjang 33,115 Km dan ruas investasi (Seksi 2, 3, dan 4) sepanjang 66,235 kilometer.

Ia menambahkan, kehadiran salah satu proyek strategis nasional ini ditargetkan dapat memangkas total perjalanan di antara kedua kota tersebut. Saat ini, jarak tempuh dari Balikpapan ke Samarinda atau sebaliknya mencapai 150 kilometer melalui jalan nasional. Nantinya dengan melintasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda kurang lebih hanya 100 Km. Efisiensi jarak tempuh ini berbanding lurus dengan efisiensi waktu perjalanan antara Balikpapan dan Samarinda.

“Saat ini, waktu tempuh antara Kota Balikpapan dan Kota Samarinda menghabiskan waktu hingga 3-4 jam. Nantinya via tol ini dapat dipersingkat menjadi hanya satu jam saja,” katanya.

Pewarta: Edy Sujatmiko
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IDAI minta pemda sediakan fasilitas khusus bayi kelainan jantung

Dari Kementerian Kesehatan sudah ada rencana pemerataan dokter spesialis jantung anak dengan pola-pola pengabdian di daerah, tetapi pengabdian baru bisa dilakukan jika di daerah itu sudah ada fasilitas pendukung

Palembang (ANTARA) – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI jutaan bayi di Indonesia yang terlahir dengan kelainan jantung jumlahnya terus bertambah setiap tahun sehingga menuntut pemerintah daerah menyediakan fasiitas khusus untuk anak.

Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Noormanto, SpA(K),  pada petemuan tahunan Pediatric Cardiology Update, Senin, di Palembang, Senin, mengatakan penambahan fasilitas pelayanan jantung anak ini bertujuan agar penderita dapat mengakses dokter spesialis.

“Dari Kementerian Kesehatan sudah ada rencana pemerataan dokter spesialis jantung anak dengan pola-pola pengabdian di daerah, tetapi pengabdian baru bisa dilakukan jika di daerah itu sudah ada fasilitas pendukung,” kata dia.

Ia mengatakan berdasarkan data terakhir, diketahui bayi pengidap kelainan jantung berjumlah 1,0 persen dari 4,8 juta angka kelahiran bayi setiap tahunnya. Rasionya yakni terdapat 8 bayi dari 1.000 bayi yang terlahir itu terkena kelainan jantung.

Dokter spesialis anak dan konsultan jantung anak di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ini mengatakan, sebenarnya akses penderita sudah lebih mudah jika dibandingkan sebelumnya sejak adanya pembiayaan BPJS.

Sistem pembiayaan BPJS ini membuat masyarakat lebih berani membawa anaknya ke rumah sakit sehingga deteksi dini penyakit jantung menjadi lebih baik. BPJS juga diketahui sudah menanggung biaya tindakan operasi serta intervensi.

Namun, katanya, hal itu ternyata tidak diimbangi dengan jumlah dokter spesialis jantung anak dan fasilitas pelayanan di daerah.

Menghadapi kurangnya fasilitas tersebut, IDAI merespon dengan menggelar pelatihan dan pembaharuan ilmu seputar tata laksana maupun prosedur penanganan penyakit jantung pada bayi serta anak.

Dengan demikian, kendala kekurangan fasilitas pelayanan penyakit jantung yang banyak terjadi di daerah-daerah setidaknya dapat sedikit tertutupi oleh kompetensi para dokter spesialis jantung anak.

“IDAI coba mempertajam pengetahuan para dokter spesialis dan konsultan jantung anak dalam mendiagnosis penyakit,” kata dia.

Dengan konsultasi, wawancara serta pemeriksaan menggunakan alat seadanya diharapkan dapat menghasilkan diagnosis yang akurat.

Diagnosis tanpa alat tersebut membuat pasien tidak perlu pergi ke rumah sakit dengan fasilitas lengkap yang menghabiskan banyak biaya, kecuali jika hasil diagnosis mengharuskan pasien ke rumah sakit rujukan tersebut.

Ia menambahkan, jika di suatu daerah sudah memiliki dokter spesialis jantung anak, namun fasilitasnya kurang, maka IDAI bisa mengusulkan pelatihan intensif selama 6 bulan hingga 1 tahun kepada dokter tersebut. Namun dengan cacatan, jika pemda setempat bersedia mendatangkan alat kesehatan tertentu.

Sementara ini, IDAI sebagai organisasi profesi hanya bisa membantu peningkatan kompetensi para dokter jantung anak dalam melaksanakan tugasnya, mengenai sarana prasarana di sentra pelayanan kesehatan sepenuhnya tanggung jawab pemerintah daerah.

“Idealnya satu dokter menangani 2.000 anak, tetapi saat ini dengan jumlah dokter spesialis jantung anak yang kurang dari 100 di seluruh Indonesia,” demikian Noormanto.

Baca juga: 45.000 bayi Indonesia menderita penyakit jantung

Baca juga: IDAI minta media massa tidak beritakan imunisasi secara provokatif
 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gunung Merapi meluncurkan dua guguran lava pijar

Yogyakarta (ANTARA) – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan dua kali guguran lava pijar ke arah Kali Gendol pada Senin, menurut Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya, guguran lava yang terpantau melalui CCTV melalui periode pengamatan pukul 00:00-00:06 WIB memiliki jarak luncur 400-500 meter.

Selain guguran lava, menurut dia, pada periode itu BPPTKG juga mencatat 10 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-23 mm selama 27-89 detik, dan dua kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-7 mm selama 9,4-13,5 detik.

Sementara itu, hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.

Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udaranya 17-21 derajat celsius dan kelembapan udaranya 56-90 persen dan tekanan udara 568-708 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

Baca juga: Asita jadikan aktivitas Gunung Merapi sebagai wisata alternatif
Baca juga: Antisipasi bencana Gunung Merapi, DIY perkuat “Desa Bersaudara”

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

2020 Indonesia Kiblat Fashion Muslim Dunia

2020 Indonesia Kiblat Fashion Muslim Dunia

Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC) mewacanakan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia pada 2020. State of the Global Islamic Economy Report 2018/2019 memaparkan ekspor fesyen muslim Indonesia berada pada 3 besar setelah Turki dan UAE, padahal sebelumnya Indonesia tidak masuk 10 besar.

Khofifah dan Gus Ipul menyanyi bersama Slank di Ngaji Kebangsaan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) tampil bersama grup band Slank saat konser di acara Ngaji Kebangsaan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/4/2019) malam. Slank tampil dengan personel lengkap dalam Ngaji Kebangsaan bertemakan ‘Membangun Persatuan dan Kemakmuran, dari Jatim untuk Indonesia’. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pras.

Slank ajak Khofifah-Mahfud-Gus Ipul sepanggung

Surabaya (ANTARA) – Grup musik Slank mengajak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pakar hukum tata negara Mahfud MD dan mantan Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sepanggung bernyanyi bersama.

“Di panggung ini, di hadapan ribuan slankers, silakan Ibu Gubernur bernyanyi bersama kami,” ujar vokalis Slank, Kaka, di sela penampilannya di lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Minggu malam.

Slank menjadi salah satu pengisi kegiatan “Ngaji Bersama” yang digagas Gus Ipul dan menghadirkan Mahfud MD serta Ustadz Yusuf Mansur untuk memberikan tausiyah beserta wawasan kebangsaan.

Dari atas panggung, Slank dan para tokoh nasional tersebut menyanyikan lagu berjudul “Ku Tak Bisa” yang diikuti ribuan Slankers dan undangan.

Sementara itu, Kaka mewakili Slank juga berterima kasih kepada Gus Ipul selaku penggagas acara yang telah mengajaknya dan diharapkan mampu memperkuat tali silaturahim.

“Kalau yang mengajak Gus Ipul maka kami tak ada alasan untuk menolak, apalagi beliau sangat dekat dengan Slank dan Slankers. ‘We love you’ Gus Ipul,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah, Mahfud MD dan Gus Ipul yang masing-masing memegang mikrofon tampak semangat bernyanyi, bahkan hafal liriknya mulai awal sampai akhir.

“Terima kasih Slank sudah memberikan kesempatan bernyanyi. Sukses untuk Slank dan Slankers,” ucap Gus Ipul dari atas panggung.

Penampilan Slank terasa istimewa karena seluruh personelnya komplit, mulai dari Kaka, Bimbim, Abdi, Ivanka dan Ridho.

Selama hampir 90 menit Slank membawakan lagu-lagu andalannya, seperti Virus, Balikin, Pandangan Pertama, Terlalu Manis dan lainnya, hingga membuat puluhan ribu penonton yang hadir turut bernyanyi.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RSU Anutapura jadi contoh bangunan tahan gempa di Palu

Palu (ANTARA) – Rumah Sakit Anutapura Palu, Sulawesi Tengah, akan menjadi percontohan bangunan tahan gempa yang menerapkan teknologi tinggi dalam proses rekonstruksi yang sedang berjalan.

“Bangunan rumah sakit ini akan didisain dengan teknologi mutakhir atas kerja sama para ahli dari Jepang,” kata Kepala Satgas Kementerian PUPR untuk Pemulihan dan Pembangunan Kembali pascabencana Kota Palu, Sigi dan Donggala, Arie Setiadi Murwono yang dihubungi di Palu, Senin.

Ia tidak merinci teknologi yang akan digunakan, namun menyebut bahwa beberapa ruangan seperti ruang bedah dan CT-Scan akan menggunakan teknologi khusus di bagian bawahnya sehingga gempa tidak akan mengganggu aktivitas medik di dalamnya.

“Teknologi ini akan menjamin keamanan bagi para dokter, perawat, pasien dan peralatan medik yang digunakan saat gempa terjadi sehingga aktivitas di dalam ruangan-ruangan itu aman untuk terus dilanjutkan,” ujarnya.

RSU Anutapura milik Pemkot Palu ini sebelumnya memiliki sebuah gedung cukup megah berlantai 4 yang baru sekitar lima tahun digunakan, namun rusak sangat parah akibat gempa 7,4 pada skala Richter yang terjadi pada 28 September 2018.

“Bangunan itu kita robohkan total untuk mendirikan bangunan baru yang utuh dan menggunakan teknologi tinggi. Diproyeksikan bahwa bangunan ini akan menjadi contoh bangunan tahan gempa,” ujarnya.

Mantan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR itu juga menyebutkan bahwa selain RSU Anutapura, pihaknya juga sedang menangani rekonstruksi RSU Undata milik Pemprov Sulteng, Universitas Tadulako (Untad) Palu dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang semuanya akan menjadi bangunan tahan gempa.

Khusus IAIN Palu yang terletak di Pantai Teluk Palu, kata Arie, konstruksinya dirancang bertingkat dan seluruh lantai satu tidak boleh digunakan untuk ruang perkuliahan untuk menghindari jangkauan air bila terjadi tsunami.

Di bagian paling atas, katanya menjelaskan, akan dibangun ruang-ruang auditorium yang sekaligus bisa menjadi tempat berlindung bila terjadi gempa yang disusul tsunami.

“Tangga-tangganya akan kita buat lebar-lebar untuk memudahkan evakuasi menuju ruang-ruang perlindungan tersebut,” ujarnya.

IAIN Palu merupakan salah satu bangunan sektor pendidikan yang paling parah kerusakannya karena selain dampak gempa bumi, juga karena dihantam tsunami.

Sampai saat ini, para mahasiswa masih menjalani perkuliahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di sekitar kampus yang porak poranda tersebut.

Baca juga: PUPR: Jepang berkomitmen bangun kembali jembatan di Palu
Baca juga: Pemerintah verifikasi rumah rusak akibat bencana di Palu

Pewarta: Rolex Malaha
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naskah akademik pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan disiapkan

Semarang (ANTARA) – Naskah akademik pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional dengan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia masih terus disiapkan dan disempurnakan.

“Naskah akademik tersebut disusun dengan melibatkan penulis dan peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Universitas Indonesia,” kata politikus Partai Nasional Demokrat Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Senin.

Lestari Moerdijat, caleg DPR RI dari Dapil 2 Jawa Tengah (Jepara, Kudus, dan Demak), menilai Ratu Kalinyamat memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan Portugis.

Menurut Mbak Rerie, demikian Lestari Moerdijat disapa, naskah akademik merupakan dasar untuk melengkapi administrasi yang terdiri daftar riwayat hidup, uraian perjuangan, rekomendasi dari bupati/gubernur, dan biografi Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Naskah akademik tersebut juga dilengkapi oleh pakar pertahanan dari Universitas Pertahanan dan Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia menyatakan masyarakat Jepara dari berbagai kalangan juga memberikan banyak data tambahan dalam melengkapi naskah akademik agar lebih berbobot secara ilmiah dan faktual.

Naskah akademik tersebut, menurut dia, akan dibahas secara terbuka pada publik lokal di Jepara serta publik dan pakar nasional di Jakarta dalam waktu dekat.

Dalam seminar “Menghidupkan Kembali Gagasan Menjadikan Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional” di Semarang pda 26 Maret 2019, pengamat pertahanan militer Connie Rahakundini Bakrie menilai Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah mengingat jasa-jasanya dalam mengusir penjajah Portugis pada abad XV.

“Ratu Kalinyamat merupakan panglima perang asal Jepara yang berani melawan penjajah Indonesia dari Portugis,” katanya.

Ia menjelaskan Ratu Kalinyamat yang merupakan salah satu putri dari Raja Demak Trenggana, yang terlahir dengan nama Retna Kencana, berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar dan kuat sekaligus membangun pakta pertahanan dengan Cirebon, Banteng, Palembang, Aceh, Malaka, serta Tidore.

Pemahaman dan visi Ratu Kalinyamat mengenai poros maritim, menurut dia, membuat industri perkapalan di Jepara, baik kapal perang maupun kapal dagang, dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Menurut dia, apa yang dilakukan Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan sosok yang sudah memiliki wawasan bahwa Nusantara sejatinya adalah negeri maritim.

“Banyak hal yang dilakukan Ratu Kalinyamat itu sudah sangat advanced (maju), bagaimana beliau membangun kekuatan industri itu menjadi industri yang terkoneksi dan beliau membuktikan bahwa dirinya pahlawan laut,” ujarnya.

Ratu Kalinyamat meninggal dunia sekitar tahun 1579 dan dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di Desa Mantingan.

Sepanjang melakukan kunjungan ke Jepara, Lestari Moerdijat beberapa kali ziarah ke makam tersebut serta melakukan diskusi dengan pengelola makam dan masyarakat setempat untuk menambah referensi atas sosok Ratu Kalinyamat yang akan diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Baca juga: Pengamat: Ratu Kalinyamat layak mendapat gelar pahlawan nasional
 

Pewarta: Achmad Zaenal M
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ende mulai 2019 gelar parade “Seribu Garuda”

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Ende di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai tahun 2019 ini akan menggelar kegiatan pariwisata sejarah berupa parade “Seribu Garuda” menyambut hari lahir Pancasila pada 1 Juni.

“Mulai tahun ini kami gelar Parade Seribu Garuda  sebagai kegiatan tahunan untuk melengkapi kegiatan Parade Kebangsaan di Kota Ende yang kami gelar setiap tahun sejak 2014 lalu,” kata Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad di Kupang, Senin.

Ia mengatakan parade ini digelar untuk memperkuat pesan tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia lahir di Kota Ende.

Pancasila lahir melalui ilham yang didapatkan Presiden RI pertama Ir Soekarno atau yang disematkan dengan panggilan karib Bung Karno saat menjalani masa pengasingan di Kota Ende pada tahun 1934-1939 silam.

Djafar mengatakan, Parade Seribu Garuda ini digelar untuk melengkapi kegiatan Parade Kebangsaan yang dimulai dari laut atau dari Pulau Ende.

“Jadi nanti dari parade laut sebagai simbol kedatangan Bung Karno untuk menjalani massa pengasingannya dan disambut di darat dengan para Seribu Garuda,” katanya.

Djafar mengatakan, pemerintah daerah ingin terus memperkuat makna Pancasila sebagai icon utama wisata sejarah di daerah itu.

Tidak hanya parade Seribu Garuda, lanjutnya, namun pemerintah dalam tahun ini juga akan membangun sebuah papan nama besar di atas Gunung Meja bertuliskan Ende Kota Pancasila.

“Kami sedang diskusikan nanti selain tulisan ini apakah dibangun patung Bung Karno yang tinggi atau burung garuda,” katanya.

Ia berharap dengan menonjolkan pesan Pancasila ini dapat menambah semarak kegiatan pariwisata di Ende sehingga semakin banyak memikat minat kunjungan wisatawan ke daerah setempat.

“Karena kami sudah memiliki branding yang sangat kuat sebagai kota lahirnya ideologi Pancasila yang dipelajari banyak pihak termasuk negara-negara lain,” katanya.

Baca juga: Ende tonjolkan tiga ikon selama bulan Soekarno

Baca juga: Taman Renungan Bung Karno di Ende-NTT diperbaiki pemerintah

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gempa magnitudo 5,3 guncang Gorontalo Utara, panikkan warga

Gorontalo (ANTARA) – Gempa bermagnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, hingga menimbulkan kepanikan warga, Senin.

“Goyangannya sangat terasa dan terdengar bergemuruh bahkan barang-barang di dalam rumah ikut berjatuhan,” ujar Meutia, warga Desa Titidu, Kecamatan Kwandang.

Hal yang sama diungkapkan Hairunissa, warga Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, yang mengaku sempat panik dan lari ke luar rumah menggendong anaknya sebab gempa begitu kencang terasa.

“Saya panik, gempa sangat kencang membuat kaca-kaca jendela rumah bergetar keras,” ujarnya.

Kencangnya goyangan gempa ikut dirasakan warga hingga di wilayah barat kabupaten itu.

Seperti yang diungkap Kepala Desa Kasia, Kecamatan Sumalata, Andri Usu yang mengaku, kepanikan terjadi di dalam rumah-rumah penduduk.

“Warga yang tertidur lelap kaget karena goncangan gempa sangat terasa. Bahkan penghuni di rumah saya pun sempat panik ke luar rumah,” ungkapnya.

Informasi resmi pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, pusat gempa yang dirasakan masyarakat Gorontalo berada 16 kilometer barat laut Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmut) Provinsi Sulawesi Utara.

Gempa bermagnitudo 5,3 yang terjadi pukul 03.45 Wita, berlokasi di 1.03 Lintang Utara dan 123.18 Bujur Timur dan berada pada kedalaman 13 kilometer itu tidak berpotensi tsunami.

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kesempatan memilih bagi ODGJ telah berlangsung sejak 1995

Diperkirakan lebih dari 3.500 orang dengan disabilitas mental terdaftar dalam daftar pemilih Pemilu tahun 2019 ini. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan jumlah orang dengan gangguan jiwa yang ada di Indonesia yaitu lebih dari 50

Jakarta (ANTARA) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengatakan bahwa kesempatan memilih dalam pemilu bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telah berlangsung sejak 1995 berdasarkan berbagai ketentuan yang tercantum dalam undang-undang.

Ketua PDSKJI dr Eka Viora Sp.KJ dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu, menegaskan bahwa ODGJ memiliki hak pilih yang sama dengan warga negara lainnya (aspek yuridis) melekat sebagai hak asasi manusia (aspek filosofis).

Diperkirakan lebih dari 3.500 orang dengan disabilitas mental terdaftar dalam daftar pemilih Pemilu tahun 2019 ini. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan jumlah orang dengan gangguan jiwa yang ada di Indonesia yaitu lebih dari 500 ribu (Riskesdas 2018), kata Eka.

PDSKJI menjabarkan dasar-dasar regulasi yang mengatur tentang ketentuan pemenuhan hak pilih bagi ODGJ antara lain Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28 D ayat 1; Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Bab 9, Pasal 43 ayat l dan 2; Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 148; Undang Undang Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak hak Penyandang Disabilitas Pasal 3, 5, ZS, dan 29 huruf a.

Selanjutnya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa Pasal 2 poin h; Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XII/2015 yang menyatakan bahwa UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang Undang, menyalahi UUD Tahun 1945.

Juga Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pasal 4 ayat 1c, Pasal 9, 13 poin a, Pasal 75 ayat 1 dan 2; Undang Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 5, 198, 199, dan 200.

Ada pula Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di Dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum menghilangkan 2 pasal dalam PKPU nomor 11 tahun 2018 yaitu, pasal 3 ayat 2 poin c yang menyatakan pemilih sedang tidak terganggu jiwanya, serta pasal 3 ayat 4 yang mengharuskan orang dengan gangguan jiwa membawa surat keterangan dokter untuk bisa memilih.

Pemerintah Indonesia senantiasa membangun masyarakat yang inklusif, mengembangkan pendekatan berbasis hak asasi bagi orang dengan disabilitas, berpegang pada prinsip-prinsip hak asasi manusia yang mencakup nilai kesetaraan dan nondiskriminatif.

“Indonesia bukanlah negara pertama dan satu-satunya yang menghormati dan memfasilitasi hak suara yang dimiliki oleh orang dengan gangguan jiwa. Hampir semua negara tidak melarang orang dengan gangguan jiwa untuk ikut berpartisipasi dalam memilih,” kata Eka.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PDSKJI minta masyarakat hargai dan lindungi hak pilih ODGJ

Terjadi kontroversi di masyarakat. Banyak yang mendukung hak ini, namun tidak sedikit pula yang menanggapi secara negatif, baik dalam bentuk pernyataan penolakan, merendahkan, dan menjadikan lelucon, yang justru semakin menjauh dari upaya pemenuhan h

Jakarta (ANTARA) – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) meminta masyarakat untuk menghargai dan melindungi hak pilih bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam pemilihan umum 17 April 2019.

Ketua PDSKJI dr Eka Viora Sp.KJ dalam pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu, menyebutkan bahwa hak pilih merupakan hak asasi seluruh manusia, termasuk orang dengan disabilitas baik fisik maupun mental, termasuk di dalamnya orang dengan gangguan jiwa.

Dia menuturkan bahwa terjadi kontroversi di masyarakat tentang pro dan kontra pemilih ODGJ sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan bahwa semua penyandang disabilitas termasuk akibat gangguan jiwa memiliki hak suara dalam Pemilihan Umum 17 April 2019.

Terjadi kontroversi di masyarakat. Banyak yang mendukung hak ini, namun tidak sedikit pula yang menanggapi secara negatif, baik dalam bentuk pernyataan penolakan, merendahkan, dan menjadikan lelucon, yang justru semakin menjauh dari upaya pemenuhan hak asasi manusia pada orang dengan disabilitas seperti yang telah dijamin oleh Undang Undang Nomor 7 Tahun 1917 tentang Pemilihan Umum dan berbagai peraturan perundangan lainnya, jelas dia.

PSDKJI mengimbau kepada para psikiater dan masyarakat untuk menaati peraturan perundangan yang berlaku di negara Indonesia untuk memfasilitasi penyampaian hak suara orang dengan gangguan jiwa.

Dia juga meminta agar menghormati dan menjamin hak pilih orang dengan gangguan jiwa dengan cara melakukan pendataan, memfasilitasi agar hak suara dapat tersampaikan dengan asas pemilu yang benar, mengawasi dan melindungi dari penyalahgunaan atau perlakuan salah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu berupaya melindungi dan memfasilitasi pemenuhan semua hak orang dengan gangguan jiwa.

Memberikan hak pilih pada orang dengan gangguan jiwa merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi stigma, mendorong rehabilitasi dan integrasi orang dengan gangguan jiwa agar dapat diterima dan aktif kembali dalam kehidupan bermasyarakat, kata Eka.

PSDKJI menilai gangguan jiwa bukanlah ketidakmampuan. Penetapan kapasitas orang dengan gangguan jiwa untuk menggunakan hak pilihnya tidak didasarkan pada diagnosis maupun gejalanya, melainkan didasarkan pada kapasitasnya untuk memahami tujuan pemilu, alasan berpartisipasi, dan pemilihan calon.

Pertimbangan mendalam terutama dikaitkan dengan fungsi kognitif (kemampuan berpikir), mengendalikan agresivitas, dan berperilaku sesuai norma yang berlaku di masyarakat.

PDSKJI juga berpendapat tidak diperlukan surat keterangan sehat jiwa sebagai persyaratan untuk memilih, mengingat tidak ada peraturan yang mewajibkan adanya surat keterangan sehat untuk memilih. Apabila surat keterangan sehat jiwa diharuskan bagi ODGJ agar dapat melaksanakan hak untuk memilih, maka mempunyai konsekuensi bahwa semua calon pemilih dikenakan aturan yang sama.

Eka juga meminta agar senantiasa secara aktif melakukan edukasi bagi masyarakat, partai politik, pendamping dan KPU agar dapat melakukan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan pendampingan orang dengan gangguan jiwa bila diperlukan.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ruas tol Manado-Bitung sepanjang 25 kilometer dioperasikan Oktober

Manado (ANTARA) – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XV Sulawesi Utara dan Gorontalo Triono Junoasmono mengatakan bahwa ruas Tol Manado-Bitung sepanjang 25 kilometer akan dioperasikan pada Oktober 2019.

“Ruas tol yang akan dioperasikan ini mencakup seksi I dan seksi IIA,” kata Triono di Manado, Sulawesi Utara, Minggu.

Dia merinci, seksi IA sepanjang tujuh kilometer dibiayai menggunakan “loan” China, sementara seksi IB sepanjang tujuh kilometer dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selanjutnya, seksi IIA sepanjang 11,5 kilometer dan seksi IIB sepanjang 13,5 kilometer menggunakan investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

“Jadi yang akan kami operasikan hingga ruas tol yang dikerjakan BUJT di titik Danowudu,” ujarya.

Karena itu, lanjut dia, yang akan dikebut pengerjaan konstruksi di seksi I yaitu jembatan, sementara di seksi IIA adalah simpang susun Danowudu.

“Khusus jembatan di seksi I tinggal tiga yang akan dikebut penyelesaiannya, itupun tinggal lantai jembatan, sementara konstruksi bawah jembatan sudah selesai. Kami optimistis bisa selesaikan hingga dioperasikan Oktober,” sebut Triono.

Triono optimistis pembangunan tol Manado-Bitung sepanjang 39,9 kilometer yang dimulai dari Kota Manado, melintasi Kabupaten Minahasa Utara dan ujungnya di Kota Bitung akan mendorong ekonomi masyarakat dan daerah.

“Ada banyak kawasan yang akan terbuka, menjadi cepat tumbuh, harapannya ini bisa menggerakkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada Minggu (31/3) Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution mengunjungi pembangunan tol yang akan terkoneksi langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung itu.

Sehari setelahnya, Senin (1/4), Presiden Joko Widodo pada saat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Utara juga menyempatkan diri meninjau percepatan pembangunan tol terpanjang di Sulawesi itu.
 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Denpasar masuk daftar Kota Sehat peringkat ketiga se-Asia Tenggara

Denpasar (ANTARA) – Kota Denpasar, Bali selain masuk dalam  daftar 10 Kota Sehat Dunia, juga  meraih posisi tiga besar Kota Sehat se-Asia Tenggara (ASEAN) versi Travel Supermarket.

“Denpasar menjadi peringkat ketiga Kota Sehat se-Asia Tenggara versi Travel Supermarket,” ujar Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Denpasar, Minggu.

Secara berurutan Kota Sehat Se-ASEAN dari posisi pertama hingga 15, yakni Chiang Mai (61,87), Pattaya (47,66), Denpasar (24,69), Johor Baru (19,92) Jakarta (18,56), Bangkok (17,56), Kuala Lumpur (16,65), Phuket (15,37), Singapore (14,29), Hi Cgi Minh City (13,35), Penang (11,01), Ha Long (6,95), Phnom Peh (5,87), Hanoi (4,73), dan Siem Reap (0,89).

Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan bahwa predikat ini tak lepas dari komitmen Pemkot Denpasar dalam menyediakan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai terkait sarana kebugaran serta olahraga yang bisa digunakan masyarakat.

Selain itu, kata dia, pola hidup masyarakat yang juga turut andil dalam menjaga kebersihan menjadi elemen penting dalam mewujudkan Kota Sehat ini.

“Sebelumnya Denpasar juga sudah masuk dalam 10 besar Kota Sehat Dunia, dan kini se-Asia Tenggara, kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen di Kota Denpasar yang sudah ikut andil dalam mencipakan Kota Denpasar yang sehat,” ucapnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini menambahkan bahwa dalam menentukan peringkat di Travel Supermarket digunakan beragam sumber data, seperti kelompok peneliti pasar Euromonitor International, Trip Advisor, Yelp, hingga World Weather and Climate.

Travel Supermarket juga memiliki beberapa aspek penilaian sebagai tolak ukur kesehatan dalam sebuah kota. Beberapa aspek yang menjadi penilaian adalah jumlah taman atau ruang terbuka hijau, gym, dan pusat kebugaran.

Selain itu, Travel Supermarket menilai, jumlah Spa, studio yoga, dan studio pilates yang terdapat pada kota tersebut.

Kuliner juga menjadi aspek penilaian penting dalam menyusun daftar 10 kota tersehat di dunia ini. Terkait makanan, Travel Supermarket menilai berapa banyak toko makanan sehat dan restoran dengan opsi vegan di tiap kota.

Travel Supermarket lalu membandingkan data tersebut dengan luas kota untuk mengetahui angka densitas per kilometer persegi.

Tim analis juga memperhitungkan jumlah paparan matahari per tahun dan rata-rata harga untuk menginap di hotel.

“Denpasar memiliki sejumlah ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan warga untuk beraktivitas. Baik untuk yoga, olah raga dan rekreasi keluarga,” kata Dewa Rai.

Kota Denpasar juga telah melakukan penataan sungai, taman, serta menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2018 untuk membatasi penggunaan kantong plastik di supermarket dan pusat perbelanjaan.

“Penghargaan ini tentu bukan semata-mata karena kerja pemerintah, tapi yang paling penting adalah partisipasi publik dalam mewujudkan Denpasar sebagai Kota sehat,” kata Dewa Rai.

Baca juga: Bali Usulkan Rp24 Miliar untuk Taman Budaya
Baca juga: Kota sehat untuk masyarakat cerdas
 

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aktivitas warga di kawasan hutan mangrove

Pengunjung bersama keluarga berendam sambil mencari kerang di muara pelabuhan kawasan wisata hutan mangrove, Lampulo, Banda Aceh, Minggu (7/4/2019). Pada hari libur kawasan hutan mangrove yang berdampingan dengan pelabuhan perikanan samudera itu ramai didatangi pengunjung yang mencari kerang selain berwisata. ANTARA FOTO/Ampelsa/ama.

Mahasiswa Bidikmisi cumlaude mendapat hadiah laptop Menristekdikti

Alhamdulillah, saya memang tidak punya laptop, sungguh hadiah yang tidak saya sangka sama sekali. Ini pasti karena doa dari orang tua yang selalu mendukung saya

Jember (ANTARA) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir memberikan laptop kepada enam mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi yang cumlaude atau memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9 hingga 4, baik untuk ilmu eksakta maupun sosial saat kuliah umum di Universitas Jember, Jawa Timur, Minggu.

“Saya mengapresiasi prestasi mereka karena tidak mudah mendapatkan IPK di atas 3,8 dan mereka berjuang keras, sehingga saya memberikan laptop, agar mereka rajin belajar untuk terus berprestasi,” katanya di Kabupaten Jember.

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu

Ia mengatakan prestasi yang dicatat oleh para penerima beasiswa Bidikmisi membuat pemerintah melalui Kemenristekdikti tidak ragu meneruskan program itu dengan menaikkan kuota penerima Bidikmisi dari 90 ribu beasiswa pada tahun 2018, maka tahun ini jumlahnya ditingkatkan menjadi 130 ribu penerima beasiswa.

“Total mahasiswa yang mendapat beasiswa Bidikmisi hingga 2019 tercatat sebanyak 496.700 orang dan 99 persen penerimanya berhasil menyelesaikan kuliah. Bahkan Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus dan jangan sampai siswa berprestasi dari keluarga yang kurang mampu tidak bisa meneruskan kuliah,” katanya.

Enam mahasiswa yang mendapatkan bonus laptop dari Kemenristekdikti terdiri atas empat mahasiswa Universitas Jember, satu mahasiswa Universitas Islam Jember (UIJ) dan satu mahasiswa STIE Mandala Jember. Mereka maju ke depan dan menyampaikan “resep” hingga berhasil memiliki nilai cumlaude.

“Saya selalu tekun belajar, aktif di kelas saat kuliah dan ikut berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik ekstra maupun intra kampus, bahkan sering berdiskusi dengan teman-teman dan kakak kelas pada malam hari,” kata salah satu mahasiswa Bidikmisi Unej yang cumlaude, Nurotul Wafiro asal Madiun.

Selain itu, lanjut dia, hal yang paling penting adalah berdoa dan meminta restu orang tua karena semua yang dilakukan selalu mendapat dukungan penuh dari orang tuanya hingga berhasil mendapatkan nilai IPK 4.00 di Program Studi Pendidikan Masyarakat atau Pendidikan Luar Sekolah FKIP Unej.

“Saya bersyukur bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa Bidimisi karena orang tua saya hanya seorang petani. Alhamdulillah saya mendapatkan laptop dari Menristekdikti karena laptop yang saya miliki sudah sering rusak. Mudah-mudahan ini dapat menunjang prestasi saya dan memberikan yang terbaik untuk almamater,” katanya.

Bahkan salah satu mahasiswa penerima laptop lainnya, Hayu Fitri Nada sampai menangis terharu dan melakukan sujud syukur karena mendapat hadiah dari Menristekdikti.

“Alhamdulillah, saya memang tidak punya laptop, sungguh hadiah yang tidak saya sangka sama sekali. Ini pasti karena doa dari orang tua yang selalu mendukung saya,” kata mahasiswi asal Tuban itu.

Baca juga: Kuota penerima beasiswa Bidik Misi dinaikkan

Baca juga: Mahasiswa Unej ingatkan Menristekdikti bersikap netral

Baca juga: KKN tematik universitas membangun desa Unej diapresiasi Australia

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

STIH Bintuni jalin kerjasama dengan Korea Selatan

Manokwari (ANTARA) – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Bintuni, Papua Barat, menjalin kerjasama dengan tiga kampus di Kores Selatan, sebagai upaya pengembangan kampus dan peningkatan kualitas lulusan.

Tiga kampus yang diajak bekerjasama tersebut yakni Daego Chatolic Unversitu, Youngsan University, dan National Korea Maritine abd Ocean University.

Ketua STIH Bintuni, Robert KH Hammar, yang dihubungi dari Manokwari, Minggu, mengatakan, kerjasama difokuskan pada kegiatan penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree di bidang hukum, bisnis dan kelautan.

“Kami berkomitmen, STIH Bintuni hadir untuk mencetak sumber daya manusia di bidang hukum. Kami ingin lulusan STIH Bintuni berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan SDM di daerah,” kata Robert melalui telepon seluler.

Saat ini, sebut Hammar, kerjasama ini sudah diawali dengan persiapan dosen dan mahasiswa yang akan diberangkatkan menuju negara tersebut.

“Kami sedang siapkan agar utusan dari STIH mampu menguasai bahasa Inggris dan Korea. Sebelum berangkat mereka harus bisa berkomunikasi dua bahasa,” kata dia lagi.

Kompetensi pada hukum dan bisnis internasional menjadi fokus dalam kerjasama tersebut. Itu sebagai antisipasi persaingan pada era AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan Industri 4.0.

Menurut dia AFTA atau perdagangan bebas di wilayah negara-negara anggota ASEAN menutut Indonesia dan negara lain untuk menyiapkan SDM yang siap bersaing. Begitu pula era Industri 4.0.

“Termasuk kita di daerah, harus mengikuti perkembangan global. SDM kita di wilayah Papua Barat harus siap supaya tidak tertinggal,” katanya lagi.

Hammar menambahkan, kerja sama ini difasilitasi oleh Conference indonesian Students Association in South Korea (CISAK). 15 mahasiswa dengan 14 proposal serta satu hasil penelitian telah disiapkan pada kerjasama ini.

Pewarta: Toyiban
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kuliah umum Menristekdikti

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir (kiri) menyerahkan laptop kepada mahasiswa berprestasi usai kuliah umum di Universitas Jember, Jawa Timur, Minggu (7/4/2019). Menristekdikti mengatakan bahwa kenaikan kuota penerima beasiswa Bidikmisi tahun 2019 sebanyak 130.000 orang, naik dibanding tahun 2018 yang mencapai 90.000 orang penerima. ANTARA FOTO/Seno/ama

BFI Run 2019

Sejumlah pelari memasuki garis finish pada lomba lari BFI RUN 2019, di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (7/4/2019). Ajang lari tahunan ini diikuti lebih dari 6000 peserta dari dalam dan luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Hongkong. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

Akses komunikasi empat daerah pelosok di Kalsel terbuka

Martapura (ANTARA) – Masyarakat di empat daerah terpencil di wilayah pelosok Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kini sudah bisa memanfaatkan fasilitas telekomunikasi yang ditandai dengan diresmikannya pemanfaatan Base Transceiver Station (BTS) oleh Gubernur Sahbirin Noor.

Gubernur usai meresmikan pengoperasian menara BTS yang ada di Kecamatan Paramasan, Desa Paramasan Bawah Minggu mengatakan, selesainya pembangunan BTS tersebut, kini jalur komunikasi di daerah terpencil sudah bisa dijangkau dengan baik.

Menurut dia, pembangunan menara pada sejumlah desa pelosok di wilayahnya tersebut, merupakan bantuan dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemkominfo RI.

“Tahun ini Kalsel mendapatkan bantuan empat BTS, yang seluruhnya di Kabupaten Banjar,” katanya.

Empat desa tersebut, yaitu Desa Paramasan Aas, Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan, Desa Rantauan Balai, Kecamatan Aranio dan Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, atas bantuan pembangunan menara BTS di sejumlah desa Kalsel,” kata Gubernur.

Gubernur mengungkapkan, peresmian pengoperasian BTS tersebut, menunjukkan komitmen dari pemerintah untuk membuka akses komunikasi bagi masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk membuka akses komunikasi bagi masyarakat,” katanya.

Dia berharap, keberadaan BTS tersebut, dijaga dengan sebaik-baiknya sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Paramasan untuk menggali informasi dan memberikan informasi terkait potensi yang dimiliki oleh Desa Paramasan.
  Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan bersama Bupati Banjar KH Khalilurrahman, pejabat dari Kemkominfo meresmikan operasional menara BTS, di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Minggu (7/4). (Antaranews Kalsel/Istimewa) Pambakal Desa Paramasan Bawah, Suwardi mengatakan, dia sangat bahagia karena di desanya sudah dibangun BTS sehingga dapat membuka akses dan mempermudah komunikasi antarmasyarakat.

“Atas nama masyarakat saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dari pemerintah, mulai pemerintah pusat, pemrintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten karena kini akses informasi sudah terbuka dengan lebih baik,” katanya.

Suwardi berharap, kualitas dari BTS ini dapat terus ditingkatkan dari 2 G menjadi 4 G sehingga seluruh wilayah Paramasan dapat terjangkau akses komunikasi serta dapat menikmati layanan internet.

Sehingga, ke depannya pembangunan daerah tidak tertinggal dengan daerah-daerah lainnya di Kalsel.

“Kami berharap, kualitas BTS dapat ditingkatkan sehingga dapat menjangkau seluruh wilayah Paramasan dan dapat juga menikmati jaringan internet,” harapnya
.
BTS ini merupakan bantuan program kewajiban pelayanan universal Kementerian Komunikasi dan Informatika. Untuk Kabupaten Banjar, sebanyak dua BTS dibangun di wilayah Kecamatan Paramasan.

Dilokasi peresmian BTS juga digelar pasar murah dan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Di hari yang sama juga digelar peresmian Islamic Centre Kecamatan Paramasan yang diresmikan oleh Bupati Banjar, KH Khalilurrahman.

Turut hadir, pada acara tersebut, pejabat Kemkominfo, Anggota DPR RI Syaifulah Tamliha, Bupati Banjar, Kepala Dinas PUTR Prov Kalsel, Kasatpol PP dan Damkar Prov Kalsel dan Sekda Kabupaten Banjar dan Ketua DPRD Banjar

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bus Ngulisik Pariwisata

Wisatawan menaiki bus Ngulisik atau bus wisata perkotaan saat melintasi di Jalan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (7/4/2019). Pemerintah Provinsi Jabar bekerja sama dengan Bank Bjb meluncurkan Bus Wisata Perkotaan kepada 13 kabupaten dan kota yang mempunyai potensi dan keragaman wisata dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik lokal maupun asing dalam mengakses destinasi wisata yang ada di wilayah masing-masing dengan nyaman, berkeselamatan, dan terjangkau. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ama.

Halaqah kebangsaan kyai pendukung capres

Pendiri dan pengasuh pondok pesantren Nurul Ihsan Bululawang Malang, KH Lutfi Abdul Hadi (kiri), Kiai Mahfudz Sobari (kedua kiri), KH Sholahuddin Wahid (kedua kanan) dan Profesor Imam Suprayogo (kanan) hadir dalam Halaqah Kebangsaan di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/4/2019). Puluhan ulama pendukung calon presiden (Capres) 01 dan 02 melebur dalam kegiatan Halaqah Kebangsaan tersebut untuk bisa memberikan pandangan damai kepada masyarakat saat Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ama.

Siapa mau difoto bocah “fotografer” Pantai Tanjung Aan?

Saya sih mau saja kalau ada yang mengajarkan kamera sungguhan serta diberikan. Kami akan memanfaatkannya untuk mencari uang

Mataram (ANTARA) – “Om mau difoto…Om mau difoto, bantu-bantu Om buat jajan sekolah,” demikian celotehan dua bocah di Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat siang itu.

Dengan “pede”-nya, mereka menawarkan bukan kepada turis nusantara saja, namun juga berani menawarkan kepada turis asing.

Tapi eits, jangan salah, foto yang mereka tawarkan itu, bukanlah foto yang diambil dari kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) atau mirrorless yang saat ini tengah tren milik mereka, tapi dari telepon selular pengunjung sendiri yang ingin difoto.

Difoto dengan latar belakang biru muda dan biru mudanya air laut berpadu dengan pasir putih serta langit biru nan bersih. Mau gaya apa? Silakan sesuai dengan pengunjung inginkan. Apakah dengan melompat sembari tangan dan kaki direntangkan atau seolah-olah tengah mendorong pulau.

Jepretttt, hasilnya dipastikan tokcer sembari bocah itu telungkup atau duduk bersila sembari badannya dimiringkan untuk mengambil gambar. Satu bocah lainnya, sibuk mengarahkan gaya si foto model dadakan itu.

Hasilnya akan menggelengkan kepala saat melihat karya mereka. Menggelengkan kepala di sini, adalah takjub. Bagaimana bisa seorang bocah pantai bisa mengambil pose yang benar-benar luar biasa itu.

Bahkan, pose hasil jepretan mereka bisa membuat terperangah. Mereka bisa memadukan satu orang objek di satu frame seolah-olah bertolak belakang. Begitulah bocah “fotografer” dadakan yang ada di Pantai Tanjung Aan yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya itu.

Tentunya terpikirkan dari mana sih mereka bisa belajar memotret dengan menggunakan telepon pintar itu dengan berbagai gaya atau pose tersebut. Gaya Nur Irfansyah saat mengambil gambar   Hasil foto Irfan seolah-olah orang tengah mendorong pulau “Kami sekitar tiga tahun lalu diajarkan oleh salah seorang turis untuk mengambil foto menggunakan HP (Handphone),” kata Nur Irfansyah (13), siswa kelas 1 MTs Negeri 3 Lombok Tengah.

Setelah mendapat pelajaran tentang teknik mengambil foto itu dari turis yang kebetulan tengah melancong ke pantai setempat, mereka menjadi percaya diri dan berani menawarkan jasa memotret kepada pengunjung yang datang ke objek wisata bahari tersebut.

Pengunjung tinggal membuka aplikasi kamera dari telepon genggamnya, kemudian bocah itu tinggal menjepretnya.

Bagi bocah yang akrab dipanggil Irfan itu, keahliannya cukup lumayan untuk menambah biaya atau membeli peralatan sekolah.

“Saya setiap hari selepas sekolah memang sengaja datang ke pantai. Apalagi pada Sabtu dan Minggu,” kata dia.

Dia mengaku tidak mematok harga bagi pengunjung yang ingin difoto alias seikhlasnya saja.

Kadang-kadang ada pengunjung yang memberi Irfan uang Rp20 ribu, Rp50 ribu, bahkan sampai ada yang memberikan Rp100 ribu atas jasanya itu.

Namun, uang itu tidak diambil oleh Irfan sendiri. Uang itu dibagi dengan rekannya yang lain yang bertugas sebagai “penata gerak” si klien yang ingin dijepret foto oleh mereka.

Saat Antara tengah berbicara dengan Irfan, tidak lama kemudian muncul rekannya, Wildan (13) yang dipanggil rekan-rekannya sebagai Tompel.

Ia membenarkan bahwa keahlian memotret itu didapat dari turis yang tengah berwisata ke Tanjung Aan.

“Kami diajarkan, kemudian ilmunya dibagi ke rekan-rekannya yang lain,” katanya.

Selain memfoto pengunjung, Wildan juga menjual gantungan kunci kepada setiap pengunjung.

“Lumayanlah buat menambah uang jajan sekolah,” katanya sembari mengelap mukanya yang gosong karena terlalu sering berjemur di pantai.

Putra, bocah lainnya yang masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, bertutur jika saja ada yang mengajarinya memotret dengan menggunakan kamera, dirinya optimistis hasilnya akan lebih luar biasa.

Sekarang saja, kata dia, dengan foto telepon seluler hasilnya terbilang bagus, apalagi dengan kamera sungguhan.

“Saya sih mau saja kalau ada yang mengajarkan kamera sungguhan serta diberikan. Kami akan memanfaatkannya untuk mencari uang,” katanya dengan mimik terlihat lucu.

Pantai Tanjung Aan menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Objek wisata itu, memiliki keindahan alam yang tiada duanya dibandingkan dengan objek wisata lainnya di Tanah Air, seperti airnya yang tenang serta jernih.

Pantainya yang berpasir putih halus bahkan ada juga yang seperti merica, dengan di sayap kiri dan kanan berbukit-bukit yang dikenal sebagai Bukit Merese.

Bagi yang hobi surfing, pengunjung bisa menggunakan tidak jauh dari pantai di sisi kirinya. Ombak bisa untuk berlatih surfing bagi surfers pemula.

Bahkan, Pantai Tanjung sempat naik daun pamornya saat banyak viral foto Pantai Batu Payung. Namun, sayangnya Batu Payung itu telah roboh karena faktor alam sejak satu pekan lalu.

Lokasi Pantai Tanjung Aan itu tidak jauh dari objek wisata Pantai Kuta Mandalika yang menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bahkan, di dekat pantai itu akan dijadikan lokasi pacuan MotoGP pada 2021.

Melihat potensi bocah itu, tidak salahnya apabila pemerintah daerah yang menangani pariwisata atau pelaku usaha wisata, bisa melirik potensi bocah-bocah tersebut untuk dibina dalam dunia fotografi.

Jika mereka telah dibina secara tidak langsung akan meningkatkan citra objek wisata itu, bahkan bisa memperkenalkannya ke tingkat nasional maupun internasional.

Nah tunggu apalagi, kegiatan mereka sudah positif dengan hasil karyanya, tinggal menunggu kepedulian dari pemerintah maupun pelaku pariwisata setempat lainnya.

Nantinya, bocah-bocah itu tidak menutup kemungkinan akan menjadi fotografer andal, yang bisa mengharumkan nama Lombok Tengah, khususnya.

Oleh Riza Fahriza
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seorang Ibu jual ginjal untuk biaya pengobatan anak di Tulungagung

Tulungagung, Jatim (ANTARA) – Seorang ibu muda di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial karena mengunumkan niatnya untuk menjual organ ginjalnya sendiri demi membiayai perawatan anaknya yang saat ini menjalani rawat inap di RSUD dr Iskak, Tulungagung.

Keinginan untuk menjual ginjal itu dia unggah di akun media sosial facebooknya atas nama pribadinya, fikasogadweariyanto pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.22 WIB.

“Saya spontan saja mengunggah niat saya menjual ginjal, karena memang sudah mentok tidak memiliki uang untuk menebus biaya perawatan anak saya di sini (rumah sakit),” kata Rafika Dewi (25), si ibu asal Kota Bumi, Lampung Utara, pemilik akun facebook fikasogadweariyanto ditemui di ruang perawatan IRNA Wijaya Kusuma, RSUD dr Iskak Tulungagung pada siang harinya.

Namun hanya selang beberapa menit status dia unggah, postingan istri dari Bagus Dwi Ariyanto warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Gondang, Tulungagung ini telah repost (dikirim ulang) oleh warganet di grup Facebook “Wong Tulungagung”. Sejak itulah postingan status Rafika viral.

“Saya ikhlas, demi anak saya,” ujarnya sembari terus menunggui putra semata wayangnya, Bagas Satria yang baru berusia 45 hari.

Saat ini, kondisi Bagas masih dalam perawatan intensif tim dokter RSUD dr Iskak.

Balita itu mengalami infeksi di bagian tali pusat, diduga akibat kurang dibersihkan dan diobati sejak prosesi kelahiran. Daging sisa tali pusat pada pusar Bagas terlihat menonjol dan terus tumbuh. Pada ujungnya juga terlihat keluar nanah.

Kondisi itu menyebabkan balita mungil itu mengalami infeksi dan kemudian merembet pada ketahanan tubuh lain. Bagas dikabarkan sempat demam tinggi, batuk dan pilek. Bagas bahkan sempat tak sadarkan diri akibat infeksi tali pusat yang dialaminya sehingga memaksa Rafika dan Bagus melarikannya ke Puskesmas Gondang.

Namun karena kondisi yang buruk, Bagas akhirnya dirujuk ke RSUD dr Iskak pada Rabu (3/4) dan menjalani rawat inap hingga sekarang.

Sayangnya, kedua orang tuanya yang sudah tidak lagi bekerja tidak memiliki biaya lagi untuk pengobatan dan perawatan Bagas yang konon mencaoai jutaan rupiah.

“Masalahnya kami tidak memiliki BPJS (kesehatan). Suami sempat mengurus ke (pemerintah) desa (Sidomulyo, Kec Gondang) namun tidak dilayani pak lurah karena kami dulu nikahnya siri, sehingga tidak diakui,” kata Rafika yang masih didampingi suaminya, Bagus Dwi Ariyadi.

Kini, Rafika dan Dwi Ariyadi merasa buntu. Sedang Dwi Ariyadi mengaku tak lagi memegang uang sepeserpun.

Pria muda yang bekerja serabutan di desanya ini hanya terdiam dan pasrah dengan keadaan yang mereka alami.

Dia juga tak tahu jika akhirnya sang istri berniat nekat menjual organ ginjalnya untuk biaya perawatan sang anak.

“Entah, saya juga masih bingung,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Mochammad Rifai menyatakan ada dasarnya manajemen rumah sakit siap membantu jika ada pasien dari keluarga miskin yang kesulitan menebus biaya perawatan rumah sakit.

Syaratnya, jika memang tidak memiliki BPJS Kesehatan, maka yang bersangkutan diharuskan melampirkan SKTM (surat keterangan tidak mampu) dari desa.

Kebijakan sosial manajemen RSUD itu tidak hanya berlaku bagi warga Tulungagung yang memang berasal dari keluarga kurang/tidak mampu. Tapi juga bisa diterapkan untuk pasien yang rumah dan domisilinya di kabupaten/kota sekitar Tulungagung.

“Kalau warga Tulungagung pasti akan kami bantu. Atau orang tanpa identitas (Mr x) juga akan kami bantu,” katanya.

Khusus untuk kasus Rafika yang putranya dirawat di ruang IRNA Wijaya Kusuma RSUD dr Iskak, Rifai menegaskan bahwa keluarga bersangkutan telah diberi penjelasan bahwa bantuan keringanan akan diberikan namun syarat SKTM dari desa harus dipenuhi terlebih dulu.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gus Ipul ajak merenung sambil bermusik jelang pilpres

Surabaya (ANTARA) – Mantan wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak masyarakat merenung sambil bermusik menjelang pemilihan presiden 2019 melalui kegiatan “Ngaji Kebangsaan” yang digelar Minggu malam di lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya.

“Beberapa hari menjelang pencoblosan, mari merenung sambil dengarkan musik Slank serta pencerahan dari tokoh-tokoh bangsa,” ujar Gus Ipul yang juga penggagas kegiatan kepada wartawan di Surabaya, Minggu sore.

Selain Slank, masyarakat akan mendengar tausiyah dari Ustadz Yusuf Mansur, pencerahan tentang wawasan kebangsaan dari Prof Mahfud MD serta sambutan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang dijadwalkan hadir bersama pejabat Forkopimda setempat.

Menurut dia, pada Ngaji Kebangsaan terdapat keistimewaan yang akan didapat oleh penonton, yaitu Slank tampil dengan formasi lengkap, kemudian sepanggung bersama Prof Mahfud MD dan Yusuf Mansur, ditambah sinergitas Forkopimda Jatim.

Ketua PBNU itu berharap pada pesta demokrasi kali ini bisa dilalui dengan penuh kegembiraan sehingga bisa memilih pada 17 April mendatang dengan penuh ketenangan.

“Pilpres adalah ajang demokrasi yang lazim digelar tiap lima tahun maka sebaiknya disikapi dengan antusias, namun tetap menjaga kondusivitas,” kata Wagub Jatim 2009-2019 tersebut.

Sementara itu, Prof Mahfud MD mengatakan Ngaji Kebangsaan mampu memperkokoh persatuan yang ujungnya bisa mendapatkan kemakmuran.

“Indonesia merdeka butuh persatuan. Kalau kita bersatu kita optimis akan terwujud kemakmuran,” ucap mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Di tempat sama, Ustadz Yusuf Mansur menilai kegiatan kali ini akan mengajak masyarakat untuk merenung dan belajar bersama melalui lagu-lagu yang dibawakan Slank.

“Saya termasuk yang percaya Indonesia akan maju. Dan malam ini, kita akan belajar dari lagu-lagunya Slank,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Slank formasi lengkap, yaitu Kaka, Bimbim, Ridho, Ivanka dan Abdee, termasuk Bunda Iffet.

Pemilihan umum serentak digelar 17 April 2019, yakni memilih anggota DPRD II, DPRD I, DPR RI, DPD serta presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Pemilihan Presiden diikuti dua pasangan calon, yaitu Jokowi-KH Ma`ruf Amin di nomor urut 01, serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di nomor urut 02.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kuota penerima beasiswa Bidik Misi dinaikkan

Jangan sampai SDM kita tidak berkualitas, maka akan menjadi malapetaka Indonesia dan harus dihindari betul

Jember (ANTARA) – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menaikkan kuota penerima beasiswa Bidik Misi secara signifikan, yakni dari 90 ribu mahasiswa pada  2018 menjadi 130 ribu mahasiswa pada 2019 untuk meningkatkan sumber daya manusia.

“Total mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi hingga tahun ini tercatat sebanyak 496.700 orang atau hampir setengah juta mahasiswa dari masyarakat yang kurang mampu,” kata Menristekdikti Mohammad Nasir usai menjadi pembicara dalam kuliah umum bertema “Peningkatan Softskill Mahasiswa Program Bidikmisi dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” di Gedung Soetardjo Universitas Jember, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengatakan peningkatan kuota penerima beasiswa Bidik Misi merupakan komitmen pemerintah untuk mendorong anak Indonesia yang secara ekonomi kurang beruntung agar tetap mendapatkan pendidikan tinggi yang lebih baik, dan pemerintah juga ingin memutuskan mata rantai kemiskinan melalui beasiswa Bidik Misi itu.

“Pendidikan sangat penting untuk mendorong Indonesia mampu bersaing di kelas dunia dan memanfaatkan bonus demografi. Kalau punya penduduk yang kualitas SDM-nya kurang baik maka akan menjadi malapetaka, sehingga kami dorong untuk ditingkatkan SDM-nya agar menjadi luar biasa,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, Kemenristekditi meminta Presiden Joko Widodo menaikkan kuota penerima beasiswa Bidik Misi untuk meningkatkan SDM di Indonesia dengan pertimbangan bonus demografi tersebut dan seiring dengan kebijakan Presiden Jokowi yang meminta anggaran SDM untuk ditingkatkan pada 2020.

“Kenaikan kuota penerima beasiswa Bidik Misi yang cukup signifikan karena Indonesia menghadapi bonus demografi, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai SDM kita tidak berkualitas, maka akan menjadi malapetaka Indonesia dan harus dihindari betul,” ujarnya.

Nasir juga menyampaikan pertimbangan kepada Presiden Jokowi untuk menaikkan kuota penerima Bidik Misi untuk anak miskin, agar tidak terjadi malapetaka besar-besaran karena kemiskinan akan melebar kalau tidak ada program beasiswa tersebut dan anggaran Bidik Misi juga akan dinaikkan pada 2020.

“Hasil dari program beasiswa Bidik Misi yakni mahasiswa akan semakin pinter dan orang pinter akan mampu menggerakkan ekonomi, kemudian memiliki keahlian yang lebih baik dan orang yang mempunyai pendidikan lebih baik juga lebih mudah menerima perubahan,” ujarnya.

Nasir juga optimistis bahwa orang yang mempunyai pendidikan tinggi akan memiliki inovasi yang lebih baik, semakin banyak orang yang pandai, maka tidak akan mudah dibohongi.

Berdasarkan hasil evaluasi, katanya, tingkat keberhasilan program Bidik Misi mencapai 99 persen dan tingkat kegagalannya hanya satu persen.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bantu bencana longsor Trans Sulawesi, Brimob terjunkan tim SAR

Itu adalah jalur Trans Sulawesi dan harus segera diatasi agar kendaraan dari kedua arah bisa melintas. Makanya, anggota kami kerahkan beserta peralatannya untuk membuka akses jalan

Makassar (ANTARA) – Untuk membantu menangani bencana tanah longsor di jalur Trans Sulawesi arah Palopo-Toraja, anggota regu pencari dan penyelamat (SAR) Kompi 3 Batalyon B Pelopor Brimob Polda Sulawesi Selatan dikirimkan ke lokasi bencana alam itu.

“Semua regu kita selalu siap dan siaga. Begitu ada musibah bencana seperti tanah longsor di perbatasan Palopo dan Toraja, maka langsung kita kirim regu SAR ke sana,” kata Komandan Brimob Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Adeni Muhan, di Makassar, Minggu 

Ia mengatakan bencana tanah longsor terjadi di perbatasan Palopo dan Toraja atau di kilometer 23 kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (06/04).

Longsor yang terjadi di perbatasan itu karena hujan deras yang mengguyur Kota Palopo, selama hampir dua jam pada Jumat (5/4) malam dan mengakibatkan terjadinya longsor dengan menutup ruas jalan Palopo-Toraja.

“Itu adalah jalur Trans Sulawesi dan harus segera diatasi agar kendaraan dari kedua arah bisa melintas. Makanya, anggota kami kerahkan beserta peralatannya untuk membuka akses jalan,” katanya.

Sebelumnya, dalam musibah itu material longsoran menutupi akses jalan sepanjang 40 meter dan membuat aktivitas jalan mengalami lumpuh total.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, namun menimbulkan dampak lain seperti antrean kendaraan yang panjang karena tertutupnya akses dengan material.

“Anggota sudah turun dan bersama dengan beberapa pihak sudah mengangkat material longsoran agar bisa kembali dilalui oleh pengguna jalan,” katanya.

Baca juga: Tanah longsor terjadi di bagian ruas jalan Trans Sulawesi

Baca juga: Trans Sulawesi putus akibat longsor

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa terbaik 2019 disabet Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Saat ini UMSUsedang konsentrasi dalam peningkatan kualitas dan fasilitas dengan mengikuti perkembangan-perkembangan secara internasional

Medan (ANTARA) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muahammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Azzuhra Permata Khaira terpilih sebagai mahasiswa terbaik dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi 2019 yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah I Sumatera Utara.

Rektor UMSU, Dr Agussani, MAP di Medan, Minggu, mengatakan, terpilihnya kembali mahasiswa UMSU dalam pemilihan mahasiswa berprestasi oleh LLDikti wilayah Sumut merupakan kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika karena selama tiga tahun berturut mampu menjadi yang terbaik.

Semangat untuk menjadi yang terbaik yang ditunjukkan oleh mahasiswa, kata dia, menjadi motivasi tersendiri dalam meningkatkan pelayanan dan kualitas akademik.

“Tentu kita bersyukur dengan prestasi yang diraih mahasiswa FK atas nama Azzuhra Permata Khaira. Prestasi ini melengkapi keberhasilan mahasiswa yang sukses menempatkan UMSU terbanyak meraih hibah PKM yakni 38 proposal,” katanya.

Rektor juga memberikan apresiasinya kepada pimpinan fakultas dan program studi (prodi) se-UMSU, karena apa yang diraih sekarang merupakan bentuk pencapaian dari perjuangan dan komitmen dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan fakultas dan prodi atas dasar rasa kebersamaan dan juga dedikasi pada universitas. Bangun terus kebersamaan dan raih terus prestasi, ujarnya.

Ia mengatakan saat ini UMSU sedang konsentrasi dalam peningkatan kualitas dan fasilitas dengan mengikuti perkembangan-perkembangan secara internasional.

Pihaknya terus berupaya dengan sungguh-sungguh dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita menjadi universitas berkelas internasional.

Upaya itu, katanya, ditandai melalui pengembangan kualitas SDM dengan mendorong para dosen muda untuk merebut beasiswa melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Program pengembangan SDM ini, katanya, sudah diikuti beberapa dosen muda yang saat ini telah melanjutkan kuliah di Thailand dan Australia.

“Prestasi mahasiswa serta sukses UMSU meraih akreditasi A merupakan wujud kebersamaan yang tidak terlepas dari komitmen dan kerja keras semua pihak dari tingkatan prodi sampai fakultas serta dukungan stakeholder. Kita tentu bersyukur atas capaian prestasi UMSU,” demikian Agussani.

Baca juga: UMSU raih Akreditasi A dari BAN PT

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Sumut sabet “BI Corner” terbaik se-Indonesia

Baca juga: Universitas Muhammadiyah Sumut lepas mahasiswa ikuti magang bersertifikat BUMN

Pewarta: Juraidi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti bekali mahasiswa bidikmisi dengan “PKB”

Jember (ANTARA) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir membekali mahasiswa penerima program beasiswa Bidikmisi dengan “PKB” yang kepanjangannya dalam bahasa Jawa yakni pinter, kendel, dan bener (pandai, berani, dan benar).
 
“PKB itu bukan nama partai politik, istilah dalam bahasa Jawa yakni pinter, kendel lan bener yang artinya pintar, berani dan benar. Jika ketiganya dilakukan, maka insyaallah akan berhasil dalam studi dan meniti karir,” kata Nasir saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Gedung Soetardjo, Kampus Tegalboto Universitas Jember (Unej) di Jawa Timur, Minggu.

Guru besar Akuntansi itu memberikan kuliah umum bertema “Peningkatan Soft Skills Mahasiswa Program Bidikmisi dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0″ kepada ribuan mahasiswa dari Universitas Jember, STIE Mandala, Politeknik Negeri Jember, dan Universitas Islam Jember (UIJ).

“Saya ingin jelaskan filosofi dari ‘PKB’ itu karena saya yakin semua penerima beasiswa Bidikmisi adalah anak-anak yang pintar dan itu menjadi modal besar dalam mengikuti perkuliahan, namun modal kepintaran juga harus didukung oleh keberanian untuk terus maju dan harus ingat bahwa keberanian itu harus dilandasi oleh kebenaran, utamanya sesuai dengan ajaran agama,” katanya.

Menristekdikti kemudian memberikan contoh profil para penerima beasiswa Bidikmisi yang sudah berhasil seperti Ulfa Nurjannah dari Universitas Negeri Semarang yang sukses berbisnis makanan cumi-cumi krispi, kemudian Syahrir dari Politeknik Negeri Ujung Pandang dengan produksi es krimnya.

Mahasiswa penerima bidik misi juga ada yang melanjutkan sekolahnya ke luar negeri seperti Rachmad Adi Riyanto yang menerima beasiswa Bidikmisi di Universitas Sebelas Maret dan kini tengah kuliah doktoral di Jepang, serta Ujang Purnama dari ITB meneruskan doktoralnya di Oxford University di Inggris.

“Jangan lupa para pengusaha muda seperti Nadiem Makarim yang merupakan CEO Go-Jek, Achma d Zaky CEO Buka Lapak dan inovator start up sukses lainnya yang kini jadi Unicorn meniti usahanya sejak awal dari kampusnya masing-masing. Jadi ayo mahasiswa Bidikmisi, tunjukkan prestasimu,” katanya memberikan semangat kepada mahasiswa yang hadir.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro itu mengatakan Revolusi Industri 4.0 yang digerakkan oleh kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) membawa dampak positif sekaligus negatif. Salah satunya, bakal hilangnya pekerjaan tertentu yang akan digantikan kecanggihan internet of things (IOT), kecerdasan buatan dan aplikasi lainnya.

“Oleh karena itu, dunia perguruan tinggi dihadapkan pada tantangan mempersiapkan mahasiswa untuk pekerjaan yang kini mungkin belum ada, menggunakan teknologi yang belum diciptakan untuk menyelesaikan masalah yang belum eksis,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, perguruan tinggi dituntut mendidik mahasiswa yang berkualitas, kompetitif, berkarakter, terampil dan memiliki semangat berwirausaha, sehingga mahasiswa harus mendapatkan bekal literasi data, literasi TIK, dan literasi kemanusiaan.

“Dosen dan mahasiswa harus jadi pembelajar sepanjang hayat. Perkuat soft skill, sebab kemampuan dan keterampilan di banyak hal bakal mendukung latar belakang keilmuan yang ditekuni,” ujarnya.

Baca juga: Kemenristekdikti sediakan kuota Bidikmisi bagi difabel
Baca juga: Kemristekdiki tambah kuota penerima bidikmisi tahun 2019

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPOM amankan produk pangan bebek olahan ilegal

Tangerang (ANTARA) – Aparat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta bersama Loka POM Kabupaten Tangerang, Banten, mengamankan produk pangan bebek olahan di Desa Kadu Kecamatan Curug tanpa izin edar.

Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri di Tangerang, Minggu mengatakan telah melakukan pendalaman dan tindakan selanjutnya masih pengamanan produk, bahan baku dan bahan kemas. “Kami berupaya meminta keterangan lebih lanjut dengan pemilik karena saat dilakukan operasi tidak berada di tempat,” katanya.

Widya mengatakan operasi tersebut dilakukan bersama dengan BPOM DKI Jakarta karena hasil produk tersebut kebanyakan dijual di pusat perbelanjaan di Jakarta.

Hal tersebut terkait pengrebekan sebuah gudang pengolahan pangan di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang dan petugas menemukan 47 item pangan olahan. Total pangan olahan bebek (itik) itu senilai Rp755 juta disita dari lokasi di Desa Kadu.

Menurut dia, upaya tersebut karena BPOM DKI Jakarta menerima pengaduan dari warga tentang makanan olahan bebek yang tertera dalam kemasan dengan Bahasa Korea dan Indonesia. Sedangkan produk pangan tersebut tidak mengantongi izin edar sehingga petugas menyegel tempat pengolahan itu.

Semula petugas mengalami kendala karena pabrik yang memproduksi dalam kemasan sulit ditemukan karena tidak sesuai alamat. Ketika dicek dapat kabar perusahaan tersebut sebagai agen importir makanan olahan dari luar negeri.

Pihaknya akhirnya berupaya untuk mencari dan meminta bantuan aparat setempat, maka akhirnya ditemukan gudang pengolahan. Petugas menyegel tempat tersebut dan tidak menemukan pemilik dalam gudang itu yang dikabarkan berasal dari Korea.*

Baca juga: Legislator: jaga anak dari jajanan berbahaya

Baca juga: Badan POM pertimbangkan adanya Pos POM di Pulau Weh

Pewarta: Adityawarman(TGR)
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan rumah tahan gempa NTB capai 15.705 unit

Mataram (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan hingga delapan bulan pascagempa di daerah itu data rehabilitasi dan rekonstruksi pembangunan rumah tahan gempa sudah mencapai 15.705 unit.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H Muhammad Rum di Mataram, Minggu, mengatakan 15.705 unit rumah tahan gempa (RTG) yang sudah terbangun itu, meliputi rumah rusak berat (RR) 3.855 unit, rumah rusak sedang (RS) 2.512 unit dan rumah rusak ringan (RR) 9.338 unit.

“Sedangkan rumah yang masih dalam tahap pengerjaan 52.145 unit, terdiri dari RB 15.714 ini, RS 9.687 unit, RR 25.744 unit,” ujarnya.

Sementara, hingga saat ini jumlah kelompok masyarakat (pokmas) yang sudah terbentuk sebanyak 7.798 pokmas atau 146.003 kepala keluarga (KK). Terdiri dari 4.411 pokmas rumah rusak berat (RB) atau 58.505 KK. Selanjutnya, pokmas rumah rusak sedang (RS) 1.052 pokmas atau 22.147 KK. Kemudian, pokmas rusak ringan (RS) 2.335 pokmas atau 65.351 KK.

Selain itu, Rum menyebutkan jumlah dana bantuan yang sudah diberikan pemerintah hingga saat ini sebesar Rp5,110 triliun lebih. Dengan rincian dana yang sudah disalurkan ke masyarakat Rp5,081 triliun lebih. Dana yang masih direkening masyarakat Rp2,813 triliun lebih. Sementara dana yang sudah ditransfer ke rekening pokmas sebesar Rp2,268 triliun lebih.

Disamping itu, jumlah tenaga fasilitator yang tersedia untuk melakukan pengawasan pembangunan RTG sebanyak 3.337 personil. Terdiri dari 1.897 personil dari sipil, 1000 personil TNI , 440 personil Polri.

“Pembagian kategori fasilitator RB 1.637 personil, RS dan RR 1.700 personil. Kemudian, tenaga bantuan dari satuan Zenit TNI sebanyak 1.000 personil,” katanya.

Berdasarkan data BPBD NTB, jumlah total rumah rusak akibat gempa bumi di Lombok dan Sumbawa yang terjadi pada Juli-Agustus tahun 2018 mencapai 216.519 rumah.

Jumlah itu terdiri dari 75.138 unit rumah RB, selanjutnya 33.075 rumah RS, dan 108.306 rumah RR. Untuk RB pemerintah memberi dana stimulan sebesar Rp50 juta per rumah, RS sebesar Rp25 juta per rumah, dan RR sebesar Rp10 juta per rumah.*

Baca juga: Wapres Tinjau Lokasi Rekonstruksi Pascabencana Lombok

Baca juga: Wapres tinjau pembangunan rumah tahan gempa di NTB

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KEK Pariwisata Pulisan-Likupang Sulut diyakini sejahterakan masyarakat

Dampak lainnya sudah mulai dirasakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dari sektor pendapatan daerah

Manado (ANTARA) –
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey optimistis setelah ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang di Kabupaten Minahasa Utara,  yang direncanakan Juni mendatang akan mensejahterakan masyarakat sekitar wilayah ini.

“Itu yang menjadi harapan kami dari pemerintah daerah, masyarakat yang ada di sekitar kehidupannya lebih sejahtera dan masyarakat yang harus merasakan manfaatnya,” katanya di Manado, Sabtu.

Gubernur mencontohkan, setiap tahunnya masyarakat lingkar tambang yang berdekatan dengan KEK pariwisata ini dikirimkan ke China untuk belajar pariwisata.

“Setiap tahunnya, ada sekitar 20-25 pelajar yang dikirimkan ke China, di sana mereka belajar bahasa dan budaya sehingga ketika mereka kembali ke sini mereka bisa diserap pasar kerja,” ujarnya.

Pemerintah provinsi, lanjut gubernur, menargetkan sebanyak 1.000 pelajar yang belajar ke China.

“Artinya apa, ketika mereka kembali, masyarakat di sini juga yang menikmati dampaknya, termasuk ketika KEK Pariwisata Likupang dibuka, mereka-mereka ini yang dengan keahlian yang ada diharapkan mampu menggerakkan sektor ini,” ujarnya.

Dampak lainnya, kata dia, sudah mulai dirasakan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dari sektor pendapatan daerah.

“BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) maupun PPh meningkat, bahkan pada tahun ini ada transaksi investor yang membeli lahan hampir 100 hektare, BPHTB maupun PPh diperkirakan sekitar Rp32 miliar. Pendapatan daerah naik bukan dirasakan gubernur, akan tetapi pemerintah dan masyarakat di sini,” ujarnya.

Masyarakat setempat juga berharap banyak kehadiran KEK Pariwisata Tanjung Pulisan-Likupang bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan.

“Kami sangat setuju dengan adanya pembangunan KEK pariwisata di daerah ini, harapannya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak agar bisa meningkatkan ekonomi,” kata Zeth Kauntu, warga Desa Pulisan.

Baca juga: Jokowi dijadwalkan canangkan KEK Pariwisata Likupang

Baca juga: Tiongkok berkeinginan bangun KEK Bitung Sulut
 

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan mahasiswa Unimal diterjunkan ke “gampong” terpencil Aceh Utara

Kami minta mahasiswa fokus pada kegiatan KKN yang sedang diikuti. Dengan ilmu yang dimiliki silakan menggali potensi “gampong” untuk menjadi “gampong” mandiri dan sejahtera

Lhokseumawe, Aceh (ANTARA) – Sebanyak 1.383 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), Provinsi Aceh, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di 92 gampong (desa) terpencil di wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Pelepasan penempatan mahasiswa peserta KKN-PPM tersebut dilakukan di halaman Kantor Bupati Aceh Utara, Jalan T Hamzah Bendahara Lhokseumawe, Sabtu.

Di dalam prosesi penempatan mahasiswa tersebut, dihadiri langsung oleh Rektor Unimal Dr Herman Fithra, ST, MT, IPM, sejumlah dekan, Ketua LPPM Julius Dharma, dan para dosen pembimbing KKN. Sementara itu, yang bertindak selaku pembina upacara Asisten I Setdakab Aceh Utara Dayan Albar.

Ketua Panitia KKN Unimal H Anwar Puteh, ME, mengatakan lima kecamatan lokasi penempatan mahasiswa KKN adalah Kecamatan Dewantara sebanyak 15 gampong dengan jumlah 225 mahasiswa, Kecamatan Nisam 29 gampong (435 mahasiswa), Banda Baro 9 gampong (135 mahasiswa), Muara Batu 24 gampong (360 mahasiswa) dan Kecamatan Sawang 15 gampong (228 mahasiswa).

Menurut Anwar, para peserta KKN-PPM tim II Angkatan 25 ini berasal dari Fakultas Teknik 442 orang mahasiswa, Ekonomi dan Bisnis 49 mahasiswa, Fakultas ISIP 94 mahasiswa, Fakultas Pertanian 240 mahasiswa, FKIP 270 mahasiswa, Fakultas Hukum 190 mahasiswa dan Fakultas Kedokteran 98 mahasiswa.

“Mahasiswa ini ditempatkan di gampong-gampong selama 27 hari, mulai 6 April hingga 2 Mei 2019,” kata Anwar.

Sementara itu, Rektor Unimal, Herman Fithra, dalam arahannya meminta kepada peserta KKN untuk menjaga nama baik almamater perguruan tinggi selama berada di tengah tengah masyarakat. Pada kesempatan itu juga, Rektor Unimal mewanti- wanti mahasiswa untuk tidak melakukan politik praktis selama KKN, apalagi melakukan kampanye.

“Kami minta kepada mahasiswa supaya tidak terlibat politik praktis, apalagi pada masa politik sekarang, akan tetapi lebih fokus pada kegiatan KKN yang sedang diikuti. Dengan ilmu yang dimiliki silakan menggali potensi gampong untuk menjadi gampong mandiri dan sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara yang diwakili oleh Asisten I Dayan Albar, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Rektorat Unimal yang telah memilih wilayah Aceh Utara sebagai lokasi pelaksanaan KKN mahasiswanya.

Baca juga: Unimal Aceh loloskan 6 “startup” binaan raih pembiayaan program PPBT Kemenristekdikti

Baca juga: Anak kurang mampu berprestasi menjadi prioritas Unversitas Malikussaleh

Pewarta: Mukhlis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bulog kenalkan varian beras rasa

Sidoarjo (ANTARA) – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memperkenalkan varian beras rasa sebagai salah satu bentuk transformasi kongkret untuk inovasi dan kreativitas yang dilakukan pada  2019.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo, Minggu mengatakan, ada varian rasa diperkenalkan ke masyarakat dalam kemasan 300 gram.

“Yakni beras basmati dengan varian menunya bisa menjadi nasi Kebuli, Nasi Mandi, Nasi Kapsah, Nasi Albukori, Nasi Briyani,” katanya di sela kegiatan HUT ke 21 KemenBUMN di GOR Sidoarjo, Jawa Timur.

Ia mengatakan selain produk beras, pihaknya juga akan melakukan peluncuran produk baru non beras pada tahun ini.

“Minimal kami akan keluarkan lima produk beras dan dua produk nonberas tahun ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk transformasi selanjutnya pihaknya ingin masuk ke hulu dengan menggandeng petani (on farm) supaya kualitas produk yang masuk ke Bulog akan terjaga kualitasnya.

“Sedangkan di hilir, kami tetap mengembangkan jaringan yang ada seperti 460 toko pangan kita yang tersebar di pasar tradisional serta rumah pangan kita yang akan terus diberdayakan,” katanya.

Ia mengatakan, Bulog akan terus melakukan pembinaan unit pengolahan produksi padi dari petani, sehingga mesin Bulog bisa terus berfungsi sesuai dengan periode yang diharapkan.

“Salah satu bentuk kerja sama yang sudah ada di Jatim seluas 5 ribu hektar, tetapi targetkan di seluruh Indonesia ada sekitar 127 ribu hektar yang mengelilingi mesin milik Bulog,” katanya.

Ia menambahkan, tidak hanya komoditas beras saja yang dikembangkan, tetapi juga unsur lainnya dari beras juga terus dikembangkan.

“Seperti bekatul itu juga akan dikembangkan menjadi pemanas berupa briket bekatul,” katanya.

Dalam kegiatan itu diwarnai dengan ceramah agama oleh KH Ali Mashuri pengasuh Ponpes Bumi Shalawat dan juga hiburan komedian Cak Lontong.

Baca juga: Harga gabah turun, Mentan minta Bulog bergerak cepat
Baca juga: Penetapan HPP gabah dinilai hambat penyerapan Bulog

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Isteri Wapres RI dijadwalkan kunjungi sentra tenun Tanah Datar

Batusangkar (ANTARA) – Isteri Wakil Presiden Republik Indonesia Mufidah Jusuf Kalla dijadwalkan mengunjungi sentra tenun di Nagari Tigo Jangko Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (8/4).

“Ya, besok Senin, Ibu Mufidah akan mengunjungi sentra tenun di Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo Utara dan beberapa tempat di daerah itu,” kata Kepala Sub Bagian Humas Tanah Datar Muharwan di Batusangkar, Minggu (7/4).

Selain meninjau sentra tenun tersebut, Ketua Umum Dekranas itu juga bakal mengunjungi salah satu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR di Nagari Tanjuang Bonai.

“Serta melihat pembangunan Masjid Raya Tanjuang Bonai dan peresmian gedung promosi dan pusat oleh-oleh Kabupaten Tanah Datar di Batusangkar,” katanya.

Ia mengatakan sentra industri tenun di Kabupaten Tanah Datar merupakan sentra tenun terbesar di Indonesia yang dulu juga diresmikan oleh Ibu Mufidah Jusuf Kalla pada Selasa 8 Mei 2018.

Keberadaan sentra tenun tersebut sudah menjawab keinginan dan impian Ibu Mufidah selama ini dalam melestarikan, membina serta ikut mengembangkan kearifan lokal yang menjadi kekayaan bangsa.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Tanah Datar Marwan mengatakan kedatangan Ibu Mufidah ke Tanah Datar selain meninjau rumah tenun di Lintau Buo, direncanakan juga meresmikan gedung promosi di Indojelito.

Gedung promosi yang disediakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) telah dirampungkan pembangunannya. Direncanakan gedung tersebut akan diisi sebanyak 240 UMKM.

“Baik untuk pengusaha UMKM di bidang kuliner, fashion, maupun UMKM di bidang souvenir,” katanya.

Ia berharap gedung promosi tersebut langsung berfungsi dan diisi setelah peresmian oleh Ibu Mufidah tersebut.

Sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat dan menjadi daya tarik wisatawan datang ke Tanah Datar.

Untuk mengembangkan dan mempromosikan tempat oleh-oleh tersebut, lanjut Marwan, Koperindag akan menjalin kerja sama dengan ASITA.

“Nantinya semua sopir travel yang membawa wisatawan ke Tanah Datar akan singgah ke tempat oleh-oleh tersebut. Itu sangat baik bagi pengembangan UMKM kita,” ujarnya.

Pewarta: Syahrul Rahmat
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rp1 triliun dana stimulan pemulihan Donggala setelah tsunami

Palu (ANTARA) – Bupati Donggala, Sulawesi Tengah, Kasman Lassa mengemukakan dana stimulan untuk pembiayaan rumah rusak berat, sedang dan ringan terdampak bencana gempa dan tsunami kurang lebih Rp1 Triliun.

Kebutuhan dana stimulan itu, kata Kasman Lassa telah di sampaikan kepada pemerintah pusat dan mulai di cairkan kepada masyarakat Donggala, namun secara bertahap.

“Iya, secara keseluruhan total anggaran yang di butuhkan untuk pemulihan setelah bencana khususnya pemulihan rumah-rumah warga yang terdampak bencana, nilainya hampir Rp1 triliun,” ucap Bupati Donggala, Kasman Lassa, Minggu.

Kasman Lassa menguraikan, Pemerintah Kabupaten Donggala setelah melakukan pendataan langsung rumah-rumah warga yang terdampak bencana di 11 kecamatan, tercatat total rumah yang harus dibiayai sebanyak 21.378 rumah.

“Setelah dilakukan pendataan, penelitian rumah terdampak. Maka ada lima kecamatan yang paling terdampak dari 11 kecamatan yang terdampak bencana gempa dan tsunami,” sebut Kasman Lassa.

Data Pemerintah Kabupaten Donggala menyebutkan rumah rusak berat berjumlah 7.986, rusak sedang 6.215 dan rusak ringan sebanyak 7.827 yang berada di delapan titik wilayah terdampak.

Dia mengemukakan bahwa tahap pertama dana stimulan akan dicari dalam waktu dekat dengan nilai Rp83 Miliar yang akan diberikan kepada masyarakat yang rumahnya rusak parah di delapan titik dari lima kecamatan yang sangat terdampak.

Dia menguraikan bahwa saat ini terdapat 32.286 jiwa korban gempa dan tsunami belum menempati hunian sementara, atau masih berada di tenda-tenda pengungsian. “Insya Allah dalam waktu dekat semua sudah akan masuk hunian sementara yang ada di shelter pengungsian,” ujar dia.

Pemerintah menyediakan hunian sementara kurang lebih 189 unit di beberapa lokasi pengungsian untuk korban terdampak bencana tsunami. “Kami juga sedang berupaya membangun rumah untuk korban-korban yang mengalami atau terpapar musibah gempa dan tsunami,” kata Kasman.

Dia menambahkan bahwa musibah gempa dan tsunami tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan terjadi karena kehendak yang maha kuasa. Hal itu tidak terlepas dari ketentuan yang telah diatur.*

Baca juga: PMI distribusikan paket bantuan untuk korban gempa Sulteng

Baca juga: Wapres instruksikan santunan korban gempa Sulteng dibayarkan pekan ini

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dubes negara sahabat hadiri Gebyar Budaya Pesona Garut

Ada 123 “event” budaya, kesenian dan pendidikan yang sudah siap digelar sepanjang tahun 2019

Garut (ANTARA) – Sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat di Indonesia, di antaranya Duta Besar dari Serbia, Dubes Bosnia, dan Dubes Slovakia, dan jajaran pejabat Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemkab Garut, ikut menghadiri Gebyar Pesona Budaya Garut di pendopo setempat, Sabtu

Bupati Garut, Rudy Gunawan saat menghadiri acara itu mengatakan Pemkab Garut telah menyiapkan sebanyak 123 agenda budaya, kesenian dan pendidikan yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2019 sebagai upaya mendongkrak potensi wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Garut.

“Ada 123 event budaya, kesenian dan pendidikan yang sudah siap digelar sepanjang tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satunya yang diselenggarakan Pemkab Garut yakni Gebyar Pesona Budaya 2019 itu menampilkan berbagai macam kesenian dan budaya daerah Garut maupun sejumlah daerah di Indonesia.

Acara tahunan itu, kata dia, berbasis ekonomi kreatif yang berusaha mengembangkan sinergi kemajuan kebudayaan daerah untuk kekuatan ekonomi nasional.

Gebyar Pesona Budaya Garut 2019 menjadi event budaya berbasis ekonomi kreatif yang berupaya mewujudkan sinergi akselerasi kemajuan kebudayaan untuk kekuatan ekonomi nasional,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, Kabupaten Garut merupakan pemerintah daerah yang memiliki agenda seni dan budaya terbanyak di Jawa Barat.

Ia menyebutkan, Provinsi Jawa Barat memiliki 580 agenda kegiatan kesenian dan kebudayaan di tingkat kota/kabupaten, sebanyak 123 di antaranya diselenggarakan oleh Pemkab Garut.

Menurut dia, banyaknya agenda tersebut akan memberikan dampak positif yang menjadi keuntungan tersendiri bagi Garut karena akan meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Ditambah lagi Garut sudah mulai ditopang dengan transportasi kereta api dari Jakarta ke Cibatu yang akan menjadi kekuatan di sektor pariwisata,” katanya.

Sementara itu, Gebyar Pesona Budaya Garut dibuka dengan ditandai oleh tabuhan gendang dan pelepasan 206 burung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya beserta rombongan.

Baca juga: Pagelaran Seni Daerah Adu Dodombaan Garut

Baca juga: Ribuan Domba Garut Ikut Karnaval

Baca juga: Artikel – Garut serius garap potensi pariwisata

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG: waspadai gelombang tinggi di wilayah perbatasan Maluku

Gelombang mencapai 2,50 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru dan Laut Arafura yang secara geografis dekat dengan Timor Leste maupun Australia

Ambon (ANTARA) – Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau para nelayan, terutama yang memanfaatkan jasa penangkapan tradisional, mewaspadai gelombang tinggi di wilayah perbatasan Maluku pada beberapa hari ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, di Ambon, Minggu, mengatakan, gelombang mencapai 2,50 meter berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Aru dan Laut Arafura yang secara geografis dekat dengan Timor Leste maupun Australia.

Gelombang setinggi 2,50 meter itu juga berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Kei dan Laut Maluku bagian utara.

Sedangkan potensi hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di laut Banda bagian selatan, apalagi adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang

Kondisi sinoptik, yakni angin umumnya bertiup dari arah tenggara – barat laut dengan kecepatan terbesar 20 knots (37 km/jam).

Ia mengatakan, para nelayan telah diimbau mewaspadai gelombang tinggi tersebut dan hendaknya jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut dengan sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

Dia mengemukakan, imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para bupati maupun wali kota.

Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan.

“Pastinya, bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru,” demikian Ot Oral Sem Wilar.

Baca juga: Capai 4 meter, gelombang tinggi Laut Maluku harus diwaspadai

Baca juga: Siklon tropis Teluk Carpentaria pengaruhi perairan Maluku
 

Pewarta: Alex Sariwating
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ibu Negara lepas peserta lomba lari Kartini Run 2019

Jakarta (ANTARA) – Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla telah melepas peserta lomba lari Kartini Run 2019 di Kawasan Silang Monumen Nasional, Jakarta.

Kartini Run 2019 pada Minggu (7/4) pagi itu diselenggarakan atas kerja sama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Yayasan Kemala Bhayangkari dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) dalam rangka menyambut Hari Kartini tanggal 21 April 2019.

Menurut keterangan pers dari PLT Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sinta Puspitasari, Ibu Negara melakukan “flag off” pada pukul 06.10 WIB untuk peserta lari kategori 10k di garis start yang bertempat di Silang Barat Daya Monas. Selain itu, Iriana juga melakukan flag off untuk kategori difabel.

Sementara itu, flag off untuk peserta kategori 5k dilakukan oleh Mufidah. Untuk kategori jalan santai atau “fun walk”, flag off dilakukan oleh Ketua Umum OASE-KK Ibu Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

Dalam perhelatan itu juga dilakukan “kids run” atau lomba lari kategori anak-anak. Dalam lomba itu, Ibu Negara melepas para peserta tingkat Sekolah Dasar (SD). Sedangkan Ibu Mufidah melepas peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Rute Kartini Run 2019 yakni start dari Kawasan Silang Barat Daya Monas melintas Jalan Medan Merdeka Selatan, kemudian Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Gajah Mada, putar balik ke Jalan Hayam Wuruk dan menuju garis finis melalui Jalan Silang Barat Laut Monas.

Pada akhir perlombaan, Iriana beserta Mufidah mengalungkan medali untuk juara kategori difabel dan anak-anak.

Usai pengalungan medali, Ibu Negara dan rombongan menuju Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan menggunakan mobil kereta wisata Monas untuk melakukan senam bersama. 
(T.B019/

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taman Renungan Bung Karno di Ende-NTT diperbaiki pemerintah

Taman Renungan Bung Karno merupakan salah tempat paling penting dalam sejarah perjalanan berdirinya negara Indonesia

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Ende dalam tahun 2019 ini akan memperbaiki Taman Renungan Bung Karno di Kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, (NTT) yang merupakan objek wisata sejarah unggulan di daerah itu.

“Tahun ini kami akan perbaiki Taman Renungan Bung Karno yang akan dilengkapi dengan perpustakaan, termasuk juga kita tampilkan ikon pahlawan dari Ende yang sudah diusulkan jadi pahlawan nasional,” katanya Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad di Kupang, Minggu.

Bung Karno adalah panggilan karib yang disematkan pada Presiden RI pertama, Ir Soekarno

Djafar Ahmad bersama Bupati Ende, Marsel Petu, berada di Kupang, untuk mengikuti pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih periode (2019-2024) melalui Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Ende. Pelantikan digelar pada Minggu (7/4) yang dipusatkan di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT.

Ia menjelaskan, Taman Renungan Bung Karno merupakan salah tempat paling penting dalam sejarah perjalanan berdirinya negara Indonesia.

Di tempat ini, lanjutnya, Soekarno sebagai tokoh proklamator mendapatkan ilham tentang Pancasila yang hingga saat ini menjadi ideologi bangsa dan negara Indonesia.

“Karena itu tempat bersejarah yang menjadi ikon Kota Ende ini kami perbaiki, kami percantik lagi sehingga orang-orang yang datang bisa seharian menikmatinya,” katanya.

Ia mengatakan, perbaikan yang dilakukan termasuk untuk Gedung Baraluhi yang akan dijadikan lokasi sinema atau pemutaran film dokumenter tentang Bung Karno.

Djafar menambahkan, Taman Renungan Bung Karno juga merupakan ikon utama yang ditonjolkan dalam kegiatan Parade Kebangsaan sebagai salah satu dari 100 top event pariwisata nasional yang sudah digelar selama lima tahun terakhir.

“Sehingga ketika semua diperbaiki, kami ingin nantinya anak-anak generasi Indonesia bisa liburan dan belajar Pancasila di Kota Ende,” demikian Djafar Ahmad.

Baca juga: Ribuan warga rayakan parade kedatangan Soekarno di Ende

Baca juga: Ende tonjolkan tiga ikon selama bulan Soekarno

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bandung berkabut

Petani menembus kabut saat memanen sawahnya di Pangaritan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (7/4/2019). Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung Tony Agus Wijaya menyatakan, fenomena kabut yang terjadi di Bandung pada beberapa hari belakangan ini disebabkan oleh kelembaban tinggi yang mencapai 90 hingga 100 persen. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Gempa tektonik magnitudo 5,2 landa Belu

Kupang (ANTARA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 5,2, melanda Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), wilayah yang berbatasan darat dengan negara Timor leste.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 09.18.20 WIB dan dirasakan di wilayah Kota Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada II-III MMI, kata Kepala BMKG Kampung Baru Kupang, Robert Owen Wahyu, di Kupang, Minggu melalui pesan WhatsApp.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,9.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,6 LS dan 124,77 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah barat Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 54 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Kabupaten Belu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun atau Normal Fault.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Kefamenanu II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 09.45 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, katanya menambahkan.*

Baca juga: Gempa magnitudo 5,2 di Belu akibat subduksi Lempeng Indo-Australia

Baca juga: Gempa 6.1 SR guncang timur laut Alor

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kontradiksi politik identitas dan sekularisme

Jakarta (ANTARA) – Sebagian para pemburu kuasa politik cenderung mencari celah, dengan berbagai cara, untuk berkuasa, termasuk memainkan jurus politik identitas, identitas apa pun, bisa rasial bisa keimanan.

Demokrasi, sistem yang paling afdol buat pergantian kuasa politik tanpa pertumpahan darah, dalam batas-batas tertentu memberi ruang bagi para elite untuk memainkan jurus politik identitas itu.

Itu sebabnya, di mana pun, baik di negeri yang maju maupun sedang membangun kemantapan demokrasinya, partai politik yang menempelkan citra keagamaan muncul, kadang dengan intensitas yang melebihi kewajaran.

Namun jurus politik identitas cenderung dimainkan oleh para politisi yang memiliki basis konstituen yang kurang memadai kadar literasi politiknya.

India dan Indonesia, dua negara demokrasi dengan jumlah penduduk yang cukup signifikan, yang berada di lapisan demografis kurang terpelajar, kurang lebih punya karakteristik lanskap perpolitikan yang mirip: jurus politik identitas dipakai oleh sejumlah politisi untuk memukau pemilik suara di lingkup warga yang sentimen keagamaannya masih kuat.

Dalam kondisi demikian, kaum minoritas jelas terpinggirkan. Mayoritas warga masih mengidealkan seorang pemimpin yang sewarna dalam identitas rasial atau keimanan, dengan mengabaikan kualifikasi kepemimpinan politik. Kampanye politik menjelang perebutan kuasa dipenuhi narasi janji akhirat yang transenden.

Semua ini bertolak belakang dengan demokrasi yang berlangsung di kawasan yang mayoritas warganya tercerahkan dalam literasi politik, sosial dan ekonomi.

Literatur politik mengenal apa yang disebut sebagai sekularisme dalam demokrasi. Sekularisme menandai pemisahan institusi kenegaraan dan keagamaan.

Ide memisahkan institusi negara dan lembaga agama tentu mendapat tentangan dari kelompok religius. Dalam perjalanan demokrasi di negara-negara yang kini mencapai kemakmuran ekonomi, kelompok atau kekuatan politik dari kalangan Kristen fundamentalis adalah penentang utama konsep sekularisme.

Di Indonesia, selama tiga dasawarsa terjadi indoktrinasi oleh rezim Orde Baru bahwa sekularisme itu sebangsa hantu yang mengerikan, wabah yang menyengsarakan, menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama yang dianut, yang mendekatkan manusia ke api neraka.

Indoktrinasi itu hasilnya masih mengendap dalam bawah sadar sebagian warga hingga kini. Bahkan kalangan terpelajar pun sebagian masih alergi dengan gagasan sekularisme. Mereka percaya bahwa sekularisasi di sektor politik akan menjauhkan warga dari nilai-nilai religius karena negara tak boleh campur tangan dalam urusan keagamaan.

Fakta yang terjadi di negara-negara sekuler, taruhlah di Kota London, Inggris, justru berlawanan dengan fantasi Orde Baru tentang sekularisme. Berbagai pemeluk agama, termasuk Muslim, menikmati kemerdekaan untuk beribadah.

Yang memukau dari akibat penerapan sekularisme di kota itu adalah terpilihnya seorang Muslim menjadi Wali Kota London, yang mayoritasnya beragama Kristen. Inilah ciri warga yang tingkat literasi politiknya cukup tinggi dan tercerahkan. Mereka memilih seorang wali kota berdasarkan integritas dan kesanggupan mengelola urusan pemerintahan demi memakmurkan warga kota.

Hanya di negeri yang sekularismenya mantap, yang memungkinkan mayoritas warga memberikan kepercayaan kepada siapa pun, tak peduli apa pilihan personal keimanannya, untuk mengelola sumber daya dan menumbuhkan kemakmuran buat publik.

Salah satu karakteristik negara demokrasi yang sekuler adalah tiadanya institusi atau kementerian yang mengurusi masalah-masalah agama dan praktik ibadah mereka.

Pada titik inilah, Indonesia hampir mustahil untuk mewujudkan penerapan sekularisme dalam perpolitikan. Para pemburu kuasa politik tak mungkin melakukan bunuh diri politik untuk mewacanakan pembubaran kementerian agama.

Bahkan Gus Dur (mendiang), ulama-politisi yang sempat menduduki kursi kepresidenan, yang paling sadar akan keutamaan sekularisme dalam sistem politik demokratis, tak berkutik untuk menghadapi para politisi penentang sekularisme.

Pada akhirnya, demokrasi memiliki peradoksnya sendiri. Ketika mayoritas warga yang sudah mewarisi ide mempersetankan sekularisme dalam politik memilih untuk mengizinkan negara mengatur urusan agama mereka, ketika itulah demokrasi membiarkan diri tersandera.

Apa yang salah dengan eksistensi institusi agama yang diurusi negara? Sepintas, tidak ada yang salah, tentu. Namun, dalam penyelenggaraan sistem kenegaraan secara holistik, ada mata rantai yang memperlambat percepatan meraih cita-cita kemakmuran, keadilan, pemuliaan martabat warga tanpa menghilangkan kualitas penghayatan religius mereka.

Terlalu banyaknya persoalan yang diurusi negara, dengan pembiayaan institusi-institusinya yang menyerap dana sangat besar, justru mengurangi kemampuan negara memberdayakan warga. Apalagi banyak lembaga-lembaga keagamaan yang sukses memandirikan diri dan memakmurkan umatnya tanpa dicampurtangani oleh birokrasi kenegaraan.

Sekalipun logika keutamaan sekularisme telah teruji di banyak negara maju, prospek aplikasinya di Tanah Air agaknya belum bisa diharapkan.

Bukan cuma politisi yang punya afiliasi dengan lembaga keagamaan yang menampik penerapan sekularisme. Bahkan politisi nasionalis pun, termasuk mereka yang bernaung di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Gerindra tak menyoal perlunya mewujudkan sekularisme dalam wacana politik mereka.

Itu sebabnya, tak mengherankan jika sejumlah peraturan daerah yang berlabel syariah juga direstui oleh kalangan politisi dari partai politik berideologi nasionalis tersebut.

Bagi elite politik itu, mayoritas suara pemilih yang mewarisi indoktrinasi rezim Orba tentang hantu sekularisme jauh lebih bermakna daripada suara segelintir orang yang mengamini nilai fundamental dalam praksis demokrasi, yang bernama sekularisme itu.

Paradoks demokrasi inilah yang akan melekat dalam kehidupan politik di Tanah Air, entah sampai kapan. (*)

Oleh Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gempa magnitudo 5,2 di Belu akibat subduksi Lempeng Indo-Australia

Jakarta (ANTARA) – Gempa bumi magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Minggu (7/4) pukul 09.18 WIB berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akibat subduksi Lempeng Indo-Australia dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu mengatakan, dengan memperhatikan episenter dan hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Kabupaten Belu ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar turun atau Normal Fault,” katanya.

Episenter gempa bumi yang setelah dimutakhirkan bermagnitudo 4,9 itu terletak pada koordinat 9,6 LS dan 124,77 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 km arah barat Kota Atambua, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 54 km.

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Kefamenanu II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.*

Baca juga: Gempa 6.1 SR guncang timur laut Alor

Baca juga: Gempa 4,2 SR guncang Timur Laut Belu, NTT

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lika-liku politisi perempuan muda berlabel minoritas ganda

Jakarta (ANTARA) – Politik adalah dunia laki-laki, politik adalah dunia orang tua. Kedua premis itu kuat menurut realitas sejarah.

Sejak dulu politik dunia didominasi oleh tokoh laki-laki, tidak banyak perempuan yang berpartisipasi. Proporsi perempuan dalam parlemen di seluruh dunia saat ini baru 18 persen menurut Women Research Institute.

“Memang dunia politik itu dianggap dunia maskulin, tidak cocok dengan gender role (peran gender),” kata pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk dalam wawancara dengan Antara di Depok, Jumat (1/4).

Sekretaris Dewan Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu mengatakan ketimpangan peran gender dalam politik masih terjadi di sebagian besar negara di dunia. Kultur masyarakat yang tradisional dan konservatif melanggengkannya hingga kini.

Sekalipun dipersilakan masuk ke politik, perempuan mula-mula akan menghadapi hambatan psikologis, semisal beban akibat standar ganda bahwa perannya tetap tak sama dengan laki-laki.

Di samping itu, Hamdi mengatakan “there is no gender references in voting preferences (tidak ada hubungan gender dalam kecenderungan memilih)”. Banyaknya pemilih perempuan tidak menjamin besarnya keterpilihan politisi perempuan dalam pemilihan umum.

Itu antara lain tercermin dari hasil pemilihan umum 2014, ketika jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota DPR hanya 97 orang atau 17,32 persen dari 560 anggota parlemen, padahal undang-undang sudah mengamanatkan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.

Perempuan yang sudah masuk ke politik pun masih harus menghadapi persepsi sinis dari kolega laki-laki yang menganggap mereka hanya sebagai pemanis untuk memenuhi kuota keterwakilan perempuan 30 persen, yang menurut Hamdi istilahnya semacam “dikasihani undang-undang”.

Sebagaimana perempuan, posisi kaum muda dalam politik tidak mudah. Soal premis bahwa politik adalah panggung orang tua atau politisi senior, Hamdi mengungkap fakta menarik dari studinya.

Menurut studi Hamdi, sebagian anak muda bersikap apolitis, namun sebagian lainnya amat bersemangat untuk terjun ke dunia politik.

Mereka yang semangat masuk ke dunia politik mengeluhkan bagaimana partai-partai besar kurang mengakomodasi kaum muda, dan lebih banyak menjadi wadah bagi para politisi senior yang itu-itu lagi.

Setelah berhasil masuk ke partai politik dan mengikuti pencalonan anggota legislatif pun, kans mereka untuk terpilih tidak jauh berbeda dengan kaum perempuan.

Pada pemilihan umum 2019, dari sekitar 192,8 juta orang yang menurut Komisi Pemilihan Umum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap ada 60,3 juta lebih atau sekitar 31,3 persen yang berusia 20 sampai 31 tahun.

Namun apakah kaum milenial itu juga akan memilih anak-anak muda yang mengikuti pemilihan anggota legislatif? Jawabannya, tidak ada jaminan.

Itu memunculkan paradoks. Menurut Hamdi, beberapa penelitian menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga DPR rendah, menandakan adanya keinginan untuk mengganti para anggotanya. Namun data juga memperlihatkan para politisi senior dan petahana tetap terpilih kembali dalam pemilihan umum.

Kompetensi dan pengalaman menjadi kekuatan utama para senior dalam dunia politik yang tidak mudah dikalahkan oleh para pendatang baru. Terlebih, politisi senior telah memegang banyak peranan di masyarakat dan telah lama dikenal.

Kekuatan Minoritas Ganda

Calon anggota DPR dari Partai Golkar Puteri Komarudin (25) merasa menjadi minoritas ganda sebagai perempuan dan anak muda.

“Aku triple minority (minoritas rangkap tiga) malah, karena aku anak seorang figur jadi orang ngelihat aku tuh dari awal sudah ‘ini anak enggak bisa apa-apa, cuma dompleng bapak doang’,” kata anak politisi senior Partai Golkar Ade Komarudin itu di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (29/3).

Meski mengakui peran penting sang ayah dalam perjalanan politiknya, Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan Partai Golkar itu tidak ingin menggunakan nama ayah sebagai kartu pas untuk mendapat hak istimewa.

Label minoritas ganda, menurut Puteri, punya dua sisi. Hambatan di satu sisi, kekuatan di sisi lain.

Sebagai perempuan, dia akan berusaha menggalang dukungan dari pemilih dengan menjadikan isu kesejahteraan perempuan sebagai titik berat kampanye.

Puteri menyebut masalah “bank emok”, pinjaman berbunga dari rentenir untuk ibu-ibu di daerah pemilihannya, sebagai yang pertama yang akan dia selesaikan selain masalah pernikahan anak dan kebijakan pendukung kemandirian ekonomi perempuan.

Pemilihan isu perempuan dan ekonomi tidak lepas dari latar belakang pendidikan Puteri sebagai sarjana keuangan, manajemen, dan pemasaran dari Universitas Melbourne, Australia; serta pekerjaannya di Otoritas Jasa Keuangan sebelum mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif untuk daerah pemilihan Jawa Barat VII.

Puteri juga bicara soal efisiensi, menyoroti kebiasaan politisi laki-laki mengobrol panjang sampai malam mengenai hal-hal yang menurut dia kurang penting. Dia ingin menghilangkan kebiasaan “basa-basi tanpa esensi” semacam itu.

“Jadi enggak ada tuh ngobrol-ngobrol, ngopi sampai malam, sampai pagi, yang enggak penting sebenarnya. Karena itu kan praktik maskulin banget sebenarnya. Jadi manajemen waktu saja menurut aku,” katanya.

Sebagaimana Puteri, Dara Nasution (23) juga menjadikan identitas minoritas ganda yang melekat padanya sebagai kekuatan dalam berpolitik.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mengatakan sebagai anak muda dia bisa mengandalkan dengkul untuk menjangkau konstituen dengan mendatangi pemilih di daerah-daerah terpencil.

Dara menyebut cara kampanye semacam itu tidak banyak dilakukan oleh caleg senior, mengutip keterangan warga yang menyatakan belum pernah dikunjungi caleg saat dia datang.

“Jadi aku melihat bahwa sebenarnya ada kesempatan ini, bahwa ada kerinduan untuk perubahan, dan orang-orang baru kayak aku bisa punya kans di situ,” kata Dara di satu kafe di Jakarta Pusat, Jumat (29/3).

Dara menyebut data-data survei menunjukkan masyarakat ingin mengganti para politisi senior yang tak lagi mereka percayai, dan sebagai politisi muda dia berpeluang menjadi pengganti mereka.

“Ketika tiba-tiba melihat ada aku, anak 23 tahun, perempuan, itu ada shock effect, ada efek kejut yang ‘wow siapa itu’, jadi orang lebih menengok aku,” tambah lulusan sarjana terbaik Universitas Indonesia 2017 itu.

Lalu bagaimana dengan ongkos politik? Sebagai anak muda yang menyadari mahalnya biaya berpolitik, Dara memilih cara murah. Dia bahkan menyebut dirinya sebagai “caleg sedekah”.

Kegiatan mendatangi konstituen secara langsung membuat dia lebih dikenal warga, dan mendapat undangan untuk berbicara dalam acara ibu-ibu. Itu membuat dia tidak perlu mengeluarkan banyak modal untuk bertemu dengan kumpulan calon pemilih.

Puteri dan Dara punya strategi sendiri untuk melawan dominasi politisi laki-laki senior. Mereka optimistis bisa mencapai tujuan berperan di Senayan meski sebagai perempuan dan anak muda harus menghadapi lebih banyak tantangan.

Baca juga:
Politisi perempuan muda hadapi tantangan ganda dalam pemilu
Arzeti Bilbina: Politisi perempuan bisa memperhalus citra politik

 

Oleh Virna P Setyorini & Suwanti
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gempa 6.1 SR guncang timur laut Alor

Kupang (ANTARA) – Gempa bumi berkekuatan 6.1 Skala Richter (SR), dilaporkan menguncang timur laut Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), namun tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut terjadi pada pukul 04.54.59 WIB, pada 148 km Timur Laut Alor, kata Kepala BMKG Stasiun Alor, Sumawan kepada Antara Minggu melalui pesan WhatsApp.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7.07 LS dan 125.09 BT, pada kedalaman 573 km, berlokasi di Laut Banda.

Menurut Sumawan, gempa tersebut terjadi pada 148 km Timur Laut Alor, 232 km Timur Laut Belu, 236 km Timur Laut Lembata, 382 km Timur Laut Kupang dan 2.032 km Tenggara Jakarta.

Dia menambahkan, BMKG juga mencatat, pada pukul 06.19.30 WITA, terjadi gempa dengan kekuatan 4.8 SR di Alor.

Gempa tersebut dengan episentrum terletak pada 6.94 LS, 124.99 BT, pada 157 Km Timur Laut Alor di kedalaman 548 km.*

Baca juga: Wilayah tenggara Kabupaten Alor-NTT diguncang gempa 4,2 SR

Baca juga: Gempa bumi 4,2 SR guncang Alor

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

1.500 peserta ikuti Malioboro KulineRUN 2019

Yogyakarta (ANTARA) – Sebanyak 1.500 peserta yang terdiri atas pelari profesional dan warga mengikuti Malioboro KulineRUN 2019 yang bermula di halaman Grand Inna Maliboro, Yogyakarta, Minggu pagi.

Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol Ahmad Dhofiri, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Direktur Utama PT Indonesia Natour Iswandi Said, serta General Manager Grand Inna Malioboro Ni Komang Darmiati melepas para peserta lomba lari yang digelar oleh PT Hotel Indonesia Natour (Persero) tersebut.

“Malioboro KulineRUN 2019 merupakan event yang mengkombinasikan sport (olahraga) dan tourism (wisata) dengan mengangkat kearifan lokal dalam bentuk sajian kuliner khas dan budaya dari Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Iswandi Said.

Menurut dia, perlombaan itu juga merupakan bagian dari upaya untuk mendukung pengembangan industri kepariwisataan nasional dan Yogyakarta.

“Khususnya dalam menjadikan Yogyakarta sebagai kota budaya yang diminati wisatawan domestik dan manca negara,” kata dia.

Dalam perlombaan itu, menurut dia, para peserta akan berlari melalui jalan-jalan utama Kota Yogyakarta sambil menikmati pemandangan bangunan peninggalan sejarah serta berbagai hiburan dan sajian khas Daerah Istimewa Yogyakarta pada akhir lomba.

Malioboro KulineRUN 2019 terdiri atas kategori 2,5 kilo meter (2,5K), 5K, dan 10K. Acara tersebut juga diikuti peserta dari kalangan penyandang disabilitas.

Irjen Pol Ahmad Dhofiri mengatakan Malioboro KulineRUN 2019 bisa menjadi pereda ketegangan menjelang pemilu.

“Kita kan lagi suntuk masalah pemilu kan, dengan adanya event ini kita bisa melakukan penyegaran, orang bisa happy (gembira). Fun run memang saat ini menjadi gaya hidup sekarang, terutama masyarakat perkotaan,” kata dia.

Baca juga:
Hotel Indonesia kembali gelar “Malioboro KulineRUN” di Yogyakarta

Jalan Malioboro dibersihkan dengan mesin pengepel pedestrian

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dharma Santi Nasional

Sejumlah penari menampilkan tari kolosal saat acara Dharma Santi Nasional Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (6/4/2019). Peringatan Dharma Santi Nasional tersebut mengangkat tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.

Pendaki Gunung Sumbing ditemukan tewas

Wonosobo (ANTARA) – Satu dari empat pendaki Gunung Sumbing di Wonosobo, Jawa Tengah, yang diduga mengalami hipotermia ditemukan tewas oleh tim SAR gabungan, Sabtu.

Pendaki yang meninggal tersebut atas nama Fatur Rohman (16) remaja asal kelurahan Kambowa Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Utara.

Korban diketahui melakukan pendakian pada Jumat (5/4) pukul 15.50 WIB.

Berdasarkan informasi dari Kepala Basarnas Jawa Tengah,  Aris Sofingi  korban melakukan pendakian bersama 3 rekannya yakni Disa (16), Wildan (17) dan Sultan (16) yang semuanya berasal dari Jawa Timur melalui jalur Basecamp Stick Pala, Garung Reco, Kalijajar, Wonosobo.

Aris mengatakan diduga karena cuaca yang tidak bersahabat dan suhu yang dingin, keempat pendaki tersebut mengalami hipotermia (panas suhu tubuh menurun drastis akibat suhu dingin) yang mengakibatkan salah satu dari mereka meninggal dunia.

“Kami yang mendapatkan informasi Pada pukul 11.30 WIB dari rekan potensi SAR bahwa ada pendaki yang mengalami hipotermia langsung memberangkatkan tim untuk melakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan,” katanya.

Pada pukul 15.30 WIB tim SAR berhasil mencapai posisi 3 pendaki, yakni Dias, Wildan, dan Sultan yang mengalami hipotermia tersebut di atas pos 3 tepatnya di Watu Pestan. Ketiganya kemudian diberi penghangat dan dievakuasi menuju Basecamp Garung. Kemudian tim melanjutkan pencarian seorang pendaki lainnya.

Sekitar pukul 17.00 WIB tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Pos SAR Wonosobo, Koramil Kalikajar, Polsek Kalikajar, BPBD Wonosobo, Stick Pala Garung, Grasindo Kledung, Pajero Wonosobo, Skydoors, SAR Kabupaten Wonosobo dan Sarda Jateng berhasil mencapai pendaki ke empat atas nama Fatur Rohman di bawah puncak Rajawali di ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut.

“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, diduga akibat hipotermia. Korban berhasil dibawa ke basecamp Garung pukul 18.55 dan langsung dibawa ke RSUD Wonosobo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seribu tentara seribu tukang bangun rumah tahan gempa

ANTARA, Pastikan korban gempa Lombok mendapatkan bantuan pemerintah Wakil Presiden Jusuf Kalla kunjungi pembangunan rumah tahan gempa, di desa teratak kecamatan batu kliang Lombok tengah, Sabtu siang. Wapres bahkan mendatangkan seribu tentara angkatan zeni TNI dan juga seribu orang tenaga konstruksi bangunan dari jawa untuk mempercepat proses pembangunan rumah tahan gempa di Lombok. (Produser Sizuka/Editor Dudy) 

Menteri Jonan: mahasiswa harus miliki semangat mengabdi

Surabaya (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong para mahasiswa memiliki semangat mengabdi untuk orang lain, terlebih setelah lulus dari bangku kuliah.

Jonan merujuk pada perjalanan hidupnya yang telah banyak memberi kontribusi besar terhadap bangsa dan negara, mulai dari memperbaiki pelayanan publik di bidang transportasi kereta api, serta kini di bidang ESDM.

Saat memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Sabtu petang, Jonan menceritakan pengalamannya sejak menjabat Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api pada 10 tahun lalu, yang dinilai berhasil menekan percaloan dan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang nyaman bagi masyarakat, hingga pencapaiannya sebagai Menteri ESDM yang hingga kini terus mengupayakan keadilan energi untuk kemakmuran rakyat.

Jonan yang berlatar belakang pendidikan S-1 Akuntansi Universitas Airlangga Surabaya, serta pernah mengenyam pendidikan di Fletcher School, Universitas Tufts, Amerika Serikat, merasa banyak orang lain yang semestinya lebih layak dan berkompeten menduduki dua jabatan tersebut.

“Dirut PT Kereta Api sebelum saya, serta Menteri ESDM terdahulu justru sebenarnya lebih menguasai ilmu dari masing-masing bidang jabatan ini untuk membuat perubahan yang berkeadilan bagi masyarakat,” katanya.

Namun, perubahan yang dirasakan oleh masyarakat justru dibuat saat dua jabatan tersebut dipercayakan kepada Jonan.

Contohnya di bidang ESDM, Jonan selama empat tahun terakhir telah membuat sumur bor air tanah di berbagai pelosok desa, mengalirkan listrik dari panel surya di
172.996 rumah tangga kawasan terpencil, serta membangun 133 unit SPBU di daerah tertinggal demi keadilan energi untuk kemakmuran rakyat.

Menurut dia, semua upayanya itu dapat tercapai, karena ada semangat mengabdi dalam dirinya.

“Untuk itu mahasiswa kalau lulus nanti harus punya semangat mengabdi. Untuk memiliki semangat mengabdi tidak harus menjadi Aparatur Sipil Negara. Dasar semangat mengabdi adalah cinta kasih dan tidak boleh ada sekat SARA,” tuturnya.

Baca juga: Jonan usulkan minimal dua persen keuntungan untuk program PPM
Baca juga: Jonan: kendaraan listrik kurangi ketergantungan impor minyak
Baca juga: Tahun politik diyakini tak pengaruhi penerimaan negara sektor energi

Pewarta: A Malik Ibrahim / Hanif Nashrullah
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri ESDM sarankan tiap rumah gunakan “rooftop panel surya”

Surabaya (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyarankan tiap rumah warga memakai “rooftop panel surya” sebagai solusi memenuhi kebutuhan listrik yang lebih murah.

Dia menjelaskan teknologi rooftop panel surya telah dibangun di 172. 996 rumah tangga di seluruh pelosok wilayah Indonesia selama empat tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang selama ini tidak pernah teraliri listrik.

“Saat awal saya menjabat Menteri ESDM, terdata 2.500 desa dari Sabang sampai Merauke yang masyarakatnya selama ini sama sekali belum pernah melihat lampu,” katanya, saat memberi kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Sabtu (6/4) petang.

Aliran listrik di 2.500 desa itu kemudian secara bertahap diupayakan menggunakan teknologi rooftop panel surya.

“Sampai sekarang sudah terpasang di 172.996 rumah tangga dan masih tersisa 98 ribu rumah tangga yang sampai sekarang secara bertahap masih sedang kami selesaikan,” ucapnya.

Jonan pun menyebut rumah-rumah warga di Papua kini lebih modern karena telah menggunakan rooftop panel surya sebagai energi listrik dibandingkan dengan rumah-rumah warga di Pulau Jawa.

“Kalau perlu atap Kampus Universitas Katolik Widya Mandala ini segera diganti dengan rooftop panel surya, masak kalah dengan rumah-rumah warga di Papua,” ujarnya berkelakar.

Jonan memastikan energi listrik yang dihasilkan dari teknologi rooftop panel surya jauh lebih murah dibandingkan dengan listrik konvensional.

“Karena di rumah saya sendiri sudah memakai rooftop panel surya. Saya kan tidak tinggal di rumah dinas. Tiap hari saya pulang ke rumah sendiri. Biasanya dulu ketika pakai listrik konvensional tagihan sebulan bisa habis Rp4 jutaan. Setelah menggunakan rooftop panel surya, biaya listrik sebulan hanya sekitar Rp1 jutaan. Jadi memang jauh lebih hemat,” katanya.

Pewarta: A Malik Ibrahim / Hanif Nashrullah
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rini : semua masyarakat Madura akan dapat sambungan listrik

Sumenep, Jawa Timur (ANTARA) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan dengan program sambung listrik gratis dari PLN semua masyarakat yang ada di Pulau Madura, Jawa Timur akan mendapat sambungan listrik.

“Di Madura ada 133 ribu masyarakat yang belum mendapat sambungan listrik, insya Allah ke depan akan disambungkan,” kata Rini saat melakukan simbolisasi penyalaan sambung listrik gratis sejumlah rumah warga Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, Sabtu.

Rini mengapresiasi program sambung listrik gratis dari PLN merupakan program yang sangat bagus karena masih banyak rakyat yang belum mendapat sambungan listrik.

Diungkapkannya, program seperti sambung listrik gratis dari PLN adalah program dari CSR perusahaan-perusahaan BUMN sehingga masyarakat yang tidak mampu menyambungkan listrik diberi bantuan.

“Bantuan sambung listrik gratis ini diberikan kepada sebagian besar warga yang kesulitan memperoleh listrik karena kendala finansial,” katanya.

Salah satu dari 300 warga dari rumah tangga miskin dan rentan miskin di Madura yang mendapat sambungan listrik, Misnati (76) bersyukur akhirnya bisa memakai listrik.

Sebelumnya Misnati mengandalkan penerangan dari listrik yang diambil atau nyantol dari mushala dekat tempat tinggalnya.

“‘Matur sakalangkong’ PLN, Alhamdulillah akhirnya punya listrik sendiri, kalau malam tinggal ceklek langsung nyala. Dulu, Saya nyantol dari musholla di belakang, kalau mau menghidupkan lampu harus pergi ke sana dulu,” ungkap Misnati yang sehari-harinya bekerja jadi tukang cuci ini.

Program bantuan listrik gratis dari PLN merupakan rangkaian Peringatan HUT BUMN ke-21.

Baca juga: Rayakan HUT di Sumenep, BUMN jual pangan murah hingga sambung listrik
Baca juga: Garuda beri diskon tiket sambut HUT BUMN
Baca juga: Peringati HUT Kementerian BUMN KAI Cirebon akan gelar pasar murah untuk warga kurang mampu

Pewarta: A Malik Ibrahim / Willy Irawan
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pesta Demokreasi 2019

Pengunjung melihat seni instalasi dalam acara Pesta Demokreasi 2019 di Parkir Selatan, Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (6/4/2019). Kegiatan yang bertajuk “Seratus Persen Indonesia Nyoblos” ini ditujukan untuk anak muda Indonesia agar menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu serentak 2019 pada 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Wapres: Perbedaan agama bukan pemecah belah bangsa

Denpasar (ANTARA) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan perbedaan keyakinan dan agama masyarakat Indonesia bukan menjadi faktor pemecah belah bangsa, tetapi justru mempersatukan menjadi bangsa yang besar.

“Tantangan kita ke depan meningkatkan kemakmuran masyarakatnya. Ini dapat dicapai apabila ada kerja sama yang baik pemerintah, masyarakat dan memanfaatkan ilmu pengetahuan. Tanpa pengetahuan tentu kita tidak bisa maju. Apabila, masyarakat tidak bersatu, tentu kita tidak bisa belajar juga,” kata Jusuf Kalla saat menyampaikan sambutan pada acara Dharma Santi Nyepi Nasional Peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1941, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Denpasar, Sabtu (6/4) malam.

Terkait dengan tema yang diangkat dalam Dharma Santi Nyepi Nasional ini yakni “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”, menurut Wapres juga berkesesuaian dengan makna evaluasi diri dalam Nyepi.

“Pemilu pada dasarnya adalah evaluasi bangsa secara keseluruhan, mempunyai makna sama dengan evaluasi Nyepi,” ujar Wapres yang pada kesempatan itu juga mengenakan pakaian adat Bali dengan “udeng” atau ikat kepala berwarna merah itu.

Melalui pemilu, lanjut Jusuf Kalla, menjadi momentum evaluasi yang telah dilakukan pemimpin selama lima tahun. Jika hasil evaluasinya benar, maka akan dilanjutkan, namun jika tidak benar tentu harus dievaluasi kembali.

Oleh karena itu, dia mengharapkan partisipasi umat Hindu dalam Pemilu 2019 sehingga tujuan untuk memajukan bangsa ini dapat tercapai.

“Dalam menghadapi pemilu, meskipun ada riak-riaknya, tetapi tetap mempunyai tujuan yang sama yakni memajukan bangsa ini. Bagaimana Indonesia aman, bagaimana Indonesia maju, bagaimana pendapatan masyarakat menjadi maju,” ucapnya pada acara yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koperasi dan UKM AA Ngurah Puspayoga, Gubernur Bali Wayan Koster, Forkompimda Bali, anggota DPR dan DPD RI Dapil Bali, para pemuka agama dan ribuan umat Hindu.

Pihaknya pun berharap dengan momentum Hari Suci Nyepi, evaluasi akan bermanfaat bagi semua umat beragama di Tanah Air.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya juga mengajak umat Hindu untuk beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara pada 17 April mendatang dengan merdeka dan rasa gembira.

Mantan Pangdam IX/Udayana itupun mengingatkan umat Hindu untuk tidak henti-hentinya belajar dan menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya.

Rangkaian Dharma Santi Nyepi Nasional kali ini juga dimeriahkan dengan sendratari garapan Institut Seni Indonesia Denpasar berjudul Swarga Rohana Parwa.
 

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dorong gerakan cinta membaca “Arus Balik” buka lapak baca gratis

Ambon (ANTARA) – Arus Balik, sebuah komunitas literasi di Ambon, membuka lapak baca gratis yang menyediakan buku-buku bacaan untuk berbagai usia dan kalangan, guna mendorong gerakan cinta membaca.

Lapak itu dibuka di kawasan taman Pattimura setiap Sabtu dan Ahad sore hingga malam, untuk digunakan masyarakat yang sedang menghabiskan akhir pekan.

Muhammad Acep Ode dari Komunitas Arus Balik, Sabtu, mengatakan ide untuk membuka lapak baca bermula dari keprihatinan terhadap mulai menurunnya minat dan kecintaan membaca buku akibat semakin masif penggunaan telepon pintar untuk mendapatkan informasi.

Berangkat dari hal tersebut, komunitas Arus Balik mulai membuka lapak baca gratis pada 2017 dengan bermodalkan buku-buku milik anggota komunitas. Saat ini Arus Balik sudah punya lebih dari 500 buku hasil sumbangan dari berbagai pihak.

“Kami semua suka membaca hanya untuk kesenangan pribadi, tapi lama-lama kami pikir kenapa hal positif ini tidak ditularkan juga kepada orang lain. Kami memilih taman Pattimura sebagai lokasi lapak baca karena setiap akhir pekan paling ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan dan usia,” kata Acep.

Lapak baca Arus Balik terlihat sederhana, buku-buku yang disediakan hanya diletakan di atas karpet biru tua seluas 2×4 meter tanpa dipayungi tenda dan semacamnya.

Karena itu jika tiba-tiba turun hujan, lapak baca pindah ke tribune Lapangan Merdeka yang berada tak jauh dari kawasan Taman Pattimura.

Kendati sederhana, lapak baca Arus Balik selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa.

Dalam sehari bisa ada lebih dari 20 orang yang menyambangi lapak baca itu, baik untuk membaca atau sekedar melihat-lihat buku-buku yang disediakan. 

“Buku-buku kami gelar di atas karpet agar memudahkan pengunjung untuk melihat-lihat dan memilih bacaan yang disukai. Tiap dua pekan buku-bukunya kami ganti agar pembaca bisa memiliki lebih banyak pilihan bacaan,” ucap Acep.

Tidak hanya menyediakan buku-buku bacaan gratis, Arus Balik kata Acep, juga sering menggelar berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi, semisal diskusi buku dan lomba membuat puisi bagi kalangan mahasiswa.

Selain bertujuan meramaikan lapak baca Arus Balik, aktivitas tersebut juga dilaksanakan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya literasi di kalangan mahasiswa.

“Dua tahun lalu kami buka hanya tiap Sabtu, awalnya yang mengunjungi lapak baca kami tak sebanyak sekarang. Dulu ada seorang nenek yang jadi pengunjung tetap kami, tapi sekarang beliau sudah jarang muncul,” ujarnya.

Bicara soal komunitasnya, menurut Acep, Arus Balik dibentuk oleh dirinya dan enam orang lainnya, yakni Tezar Makaneny, Suhandi Hasan, Irfandi Madi, Vandika Purnomo, Eko Sutrisno dan Muhammad Yusuf pada 2016.

Nama komunitas mereka terinspirasi dari novel sejarah “Arus Balik” karya Pramoedya Ananta Toer yang diterbitkan pada 1995.

“Kebetulan kami semua suka tulisan-tulisannya Pramoedya, bukunya yang berjudul Arus Balik terdengar sangat cocok dengan semangat kami untuk mendorong gerakan cinta membaca buku,” kata Acep.

Baca juga: iJakarta luncurkan gerakan “Baca Buku Bareng”
Baca juga: Budaya baca dinilai rendah, padahal ada Gerakan Literasi Sekolah
Baca juga: Aceh Besar luncurkan GIM dan Kampong Literasi

Pewarta: Shariva Alaidrus
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019