Sidoarjo miliki bioskop mini literasi anak

Sidoarjo (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur saat ini memiliki gedung bioskop mini yang diberi nama Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat atau “Bolam” sebagai pelengkap sarana edukasi dan hiburan bagi pelajar dan masyarakat di kabupaten setempat.

Kepala Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo Endang Soesijanti, di Sidoarjo, Rabu, mengatakan mini tersebut berada di salah satu ruangan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Sidoarjo yang mampu menampung 30 orang penonton.

“Dengan adanya bioskop mini `Bolam` jumlah pengunjung diharapkan akan bertambah,” katanya di sela peluncuran Bioskop Mini Bolam di Sidoarjo.

Ia mengatakan, bioskop mini “Bolam” diyakini menambah sarana edukasi yang efektif bagi pelajar dan masyarakat, khususnya yang ingin mengetahui tentang sejarah Sidoarjo melalui visual video.

“Usai diresmikan Pak Bupati, bolam dibuka untuk umum, kami jadwalkan dua hari sekali pada jam kerja akan diputar film. Pagi hari kami putar pukul 09.00 WIB dan siang hari pukul 11.00 WIB. Kami putar antara 1 sampai 2 judul film,” katanya.

Film yang diputar, kata dia, adalah film edukasi anak, pelajar dan masyarakat, misalnya film sejarah Kabupaten Sidoarjo mulai bupati pertama kali yang menjabat hingga bupati sekarang.

“Selain itu juga ada, film dokumenter semburan lumpur lapindo mulai awal semburan tahun 2006 akan diputar. Dan beberapa film yang akan disiapkan, kerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga rencananya akan memutar film dokumenter sejarah candi yang ada di Sidoarjo dan budaya seni tari yang berasal dari Sidoarjo,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengapresiasi inovasi yang dilakukan dinas Perpustakaan dan Arsip dengan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan saat ini.

Menurutnya, sarana belajar melalui bioskop literasi dan tambahan buku elektronik (e-book) diharapkan akan meningkatkan literasi dan meningkatkan jumlah pelajar maupun masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan Sidoarjo

“Sekarang ini semuanya serba digitalisasi dan serba visual, termasuk dalam menunjang literasi pelajar dan masyarakat. Belum banyak perpustakaan daerah lain yang memiliki fasilitas bioskop edukasi seperti yang dimiliki ini, untuk meningkatkan minat baca pelajar, kami sudah siapkan 18 motor pintar yang tiap hari akan keliling ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Inovasi dan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi
Baca juga: Dongeng mempercepat literasi pada tumbuh kembang anak
Baca juga: Akademisi: anak perlu literasi penggunaan media digital

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kodim Musirawas bangun jembatan gantung

Palembang (ANTARA News) – Jajaran Kodim 0406/Musirawas, Sumatera Selatan bersama relawan Vertical Rescue membangun jembatan gantung di Desa Embacang, Kecamatan Karanjaya, Kabupaten Musirawas Utara.

Pembangunan jembatan gantung sepanjang 70 meter dengan lebar 1,5 meter itu untuk memperlancar transportasi masyarakat desa tersebut, kata Dandim 0406/Musirawas, Letkol Inf Muhamad Aan Setiawan melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim Kapten Inf Muhammad Assad di Musirawas, Rabu.

Dengan dibangunnya jembatan bersama relawan dari Bandung tersebut maka transportasi dan perekonomian masyarakat desa tersebut akan semakin lancar, serta memudahkan akses bagi pelajar untuk bersekolah.

“Selama ini masyarakat desa tersebut bila berpergian akan menyeberang sungai dengan menggunakan perahu dan rakit, dengan jembatan itu, maka akses menjadi lebih cepat,” katanya.

Pengerjaan jembatan gantung itu diperkirakan akan rampung satu minggu ke depan karena anggotanya bersama masyarakat bekerja secara maksimal.

Sementara Kepala Desa Embacang, Sudirman mengatakan selain anggota Kodim, pengerjaan jembatan tersebut juga dibantu masyarakat setempat BPBD serta relawan.

Dana pembangunan jembatan itu berasal dari LSM Bumi Insan Mandiri dan sumbangan masyarakat sekitarnya.

Insan Bumi Mandiri adalah lembaga sosial kemanusiaan (NGO) yang memfokuskan aktifitasnya dalam melaksanakan program-program CSR mitra perusahaan, mendampingi lembaga-lembaga sosial lainnya dan masyarakat agar lebih berdaya di wilayah Indonesia terpencil.

Baca juga: Kementerian PUPR rampungkan dua jembatan gantung di Pacitan
Baca juga: Kodam Sriwijaya perbaiki jembatan desa terisolir
Baca juga: 80 jembatan gantung akan dibangun di Pandeglang permudah akses antardesa

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditjen Hubla-Bea Cukai kerja sama pengawasan lalu lintas laut

Jakarta (ANTARA News) –  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama dalam rangka pengawasan lalu lintas barang dan/ atau sarana pengangkut laut serta pertukaran data terkait Surat Persetujuan Berlayar dan Surat Tanda Kebangsaan Kapal Indonesia.

Dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu, penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H Purnomo yang dilakukan bersamaan dengan peluncuran Program Penertiban Nasional Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Sumatera bertempat di Pelabuhan Batu Ampar Batam. 

Penandatanganan nota kesepahaman ini, merupakan langkah yang strategis dalam rangka sinergitas pelaksanaan tugas Kementerian Perhubungan, dalam hal ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kementerian Keuangan, dalam hal ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di Kawasan Bebas Batam Kepulauan Riau dan Pesisir Timur Sumatera.

“Nota kesepahaman ini merupakan landasan bagi kedua belah pihak untuk melaksanakan kerja sama dalam pengawasan lalu lintas barang dan/atau sarana pengangkut laut dan pertukaran data terkait Surat Persetujuan Berlayar dan Surat Tanda Kebangsaan Kapal Indonesia, agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan efektif dan efisien,” katanya. 

Lebih lanjut, Dirjen Agus mengatakan bahwa Nota Kesepahaman ini merupakan dasar pelaksanaan pertukaran data, meningkatkan validitas data terkait pengawasan lalu lintas barang dan/atau sarana pengangkut laut di kawasan pabean Indonesia, meningkatkan validitas data terkait Surat Persetujuan Berlayar (SPB), meningkatkan validitas data terkait surat tanda kebangsaan kapal Indonesia yang berasal dari kapal berkebangsaan asing, memanfaatkan data dan/atau informasi dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan kewenangan serta meningkatkan koordinasi dan sinergi di antara kedua pihak.

“Nota kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap barang-barang ilegal sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat khususnya di  Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera,” ujarnya.

Agus berharap agar pelaksanaan nota kesepahaman ini ke depan dapat berdampak pada peningkatan keamanan serta ketertiban dan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap menjaga kerahasiaan seluruh data dan informasi masing-masing institusi, serta tidak akan memberikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari kedua belah pihak kecuali dalam rangka pelaksanaan suatu ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, pemerintah berharap dapat mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di Kawasan Bebas Batam Kepulauan Riau dan Pesisir Timur Sumatera yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat khususnya di Kawasan Batam Kepulauan Riau dan sekitarnya,” katanya.

Baca juga: Pelni kembali dapat dana PSO walau nilainya turun
Baca juga: Bea Cukai implementasi Manifest III percepat arus barang
Baca juga: Permudah layanan kepabeanan, diharapkan implementasi PDE Internet sebelum 2019

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bappenas: jaga penduduk rentan miskin agar tidak jatuh miskin

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, seiring dengan terus menurunnya angka kemiskinan, salah satu tantangan pemerintah ke depan adalah menjaga penduduk yang rentan miskin agar tidak jatuh miskin.
   
“Penurunan penduduk rentan perlu dipastikan bahwa mereka naik kelas dan tidak jatuh miskin lagi,” ujar Bambang saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu.   
   
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk rentan miskin secara absolut jumlahnya cukup besar yaitu 53,3 juta jiwa atau 20,19 persen dari total penduduk. 
   
Dalam empat tahun terakhir, persentase penduduk rentan miskin terus menurun dari 24,33 persen pada 2015, lalu turun menjadi 23,89 persen setahun berikutnya, kemudian turun lagi menjadi 20,78 persen dan pada 2018 lalu mencapai 20,19 persen. 
   
Penduduk rentan miskin adalah penduduk yang hidup di bawah 1,5 Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar Rp410.670 per kapita per bulan, dengan demikian penduduk rentan miskin adalah penduduk yang pendapatannya di bawah Rp616.005 per kapita per bulan. 
   
Adapun profil penduduk rentan miskin secara pendidikan, pendidikan tertinggi kepala rumah tangga sebanyak 37,8 persen adalah lulusan SD, tidak lulus SD 25 persen, lulusan SMP 15,6 persen, dan lulusan (12,2 persen). Selain itu, 21,4 persen kepala rumah tangga adalah lansia atau berusia 60 tahun ke atas.
   
Provinsi dengan tingkat kerentanan tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu 27,43 persen, Aceh 26,3 persen, dan Lampung 26 persen.

Kemudian sebanyak 43,2 persen rumah tangga tidak memiliki akses sanitasi layak dan 36,8 persen tidak memiliki akses untuk air minum layak.

Sebanyak 54,1 persen pendudk rentan miskin tinggal di wilayah perdesaan dan 45,9 persen tinggal di wilayah perkotaan.
   
Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk rentan miskin yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Akumulasi KUR sejak 2015 hingga 31 Desember 2018 mencapai Rp333 triliun untuk 13,8 juta debitur. 
 
Pada tahun lalu, realisasi KUR mencapai 120 triliun atau 97,2 persen dari target Rp123,8 triliun. Sebanyak 46,8 persen  penyaluran KUR 2018 untuk sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri, konstruksi dan jasa,” kata Bambang.
 
Selain KUR, pemerintah juga menyalurkan kredit ultra mikro yang ditargetkan bagi usaha mikro  yang berada di lapisan terbawah dan belum terlayani perbankan. Kredit ini melengkapi program lain yang telah berjalan dan merupakan tahap lanjutan dari bantuan sosial menuju kemandirian.

“Jadi kalau keluarganya ia masuk rentan miskin, maka jaminan sosialnya harus diperkuat kesehatan, pendidikan, dan bantuan pangan non tunainya. Jaminan sosial dan produktivitas diarahkan kepada kesempatan usaha, kredit ultra mikro. Kalau pekerjaan, ia perbaiki kompetensi atau skill-nya supaya ia tidak terdorong lagi ke miskin,” ujar Bambang.

Baca juga: Jumlah warga miskin di pedesaan turun 1,29 juta
Baca juga: BPS catat penduduk miskin terus turun jadi 9,66 persen
Baca juga: Migrasi penduduk minim keterampilan picu pertambahan penduduk miskin

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cari korban hilang, SAR dirikan posko di Pulau Tias-Kalimantan Utara

Nunukan, Kaltara (ANTARA News) – Tim SAR mendirikan posko di Pulau Tias, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, untuk melakukan pencarian korban bernama Rustan (50), yang dilaporkan hilang pada 12 Januari 2019 di perairan Bulungan.

“Hingga pukul 18.00 Wita pencarian belum membuahkan hasil,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), Octavianto, di Nunukan, Rabu. 

Tim SAR tersebut terdiri atas unsur dari Pos SAR Tarakan, Pos TNI AL Tanjung Selor, Polres Bulungan, Polair Tarakan dibantu masyarakat dan keluarga korban.

Ia menjelaskan selama dilakukan penyisiran pada lokasi yang diperkirakan keberadaan korban namun belum ditemukan tanda-tanda.

Octavianto menambahkan, meskipun belum ditemukan tetapi unsur SAR yang terlibat pada hari pertama akan melanjutkan pencarian pada Kamis (17/1) esok.

Korban bernama Rustan, beralamat di Selumit Pantai Kecamatan Tarakan Tengah ini hilang sepulang dari mengantar semen di Pulau Tias pada 12 Januari 2019.

Pihak keluarganya telah melakukan pencarian terlebih dahulu setelah menunggu korban belum juga datang.

Hanya saja, pencarian yang dilakukannya tidak membuahkan hasil sehingga akhirnya melaporkan kepada Pos SAR Tarakan dan aparat kepolisian setempat.

Baca juga: SAR temukan juru mudi tugboat tenggelam

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diterjang angin kencang, puluhan rumah di Sidoarjo-Jatim rusak

Sidoarjo, Jatim (ANTARA News) – Sekitar 30 rumah yang ada di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur rusak akibat diterjang angin kencang yang melanda wilayah setempat pada Rabu sore, sehingga mengakibatkan bagian atap rumah tersebut terbang terbawa angin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dwijo Prawito di Sidoarjo, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya sudah menyalurkan terpal yang bisa digunakan sebagai atap sementara rumah warga yang diterjang angin kencang.

“Kami salurkan bantuan terpal yang bisa digunakan sebagai atap sementara rumah warga yang terkena angin kencang, karena kondisi di lokasi saat ini masih hujan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya kerugian material saja yakni atap rumah yang terbang terbawa angin kencang.

“Kami juga belum mendata secara pasti berapa kerugian yang diderita oleh warga. Yang jelas, dari laporan yang masuk tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada jika memang ada hujan deras pada malam nanti yang dibarengi dengan angin kencang.

“Besok pagi, kami akan melakukan identifikasi berapa jumlah pasti rumah yang mengalami kerusakan dan juga pemberian bantuan kepada korban,” katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Jawa Timur menyatakan saat ini Provinsi Jawa Timur sudah memasuki puncak musim hujan menyusul tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah setempat.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh mengatakan, masyarakat diimbau untuk waspada di beberapa daerah yang kerap terjadi bencana yang berhubungan dengan air seperti banjir, tanah longsor dan juga angin kencang.

“Saat ini sebagian wilayah di Jatim sudah memasuki puncak musim hujan, masyarakat sebaiknya waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana,” katanya.

Baca juga: Angin Puting Robohkan Rumah di Sidoarjo

Baca juga: Puting Beliung Robohkan Belasan Pohon di Jatim

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemnaker tambah 150 desmigratif pada 2019

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Ketenagakerjaan  akan menabah desa-desa yang akan menjadi desa migran produktif (desmigratif) pada 2019 ini.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker Maruli Hasoloan di Jakarta, Rabu mengatakan program ini dibuat di desa-desa yang menjadi kantung pekerja migran.

“Di Indonesia ada sekitar 4000 desa migran, kita menyasar desa-desa tersebut untuk program desmigratif ini,” kata Maruli.

Dia mengatakan jumlah desa-desa tersebht akan terus bertambah setiap tahunnya, pada 2017 ada 122 desa yang menjadi desmigrarif.

Sementara pada 2018 ada 135 desa, untuk 2019 akan ada 150 desa, jadi total desa yang telah mempunyai program desmigratif adalah 402 desa.

Maruli mengatakan program desmigratif ini dibuat untuk melindungi para pekerja migran, tidak hanya pekerjanya saja, tetapi juga keluarga dan anaknya.

“Ada petugas desa yang membantu memberikan informasi mengenai cara untuk menjadi pekerja migran, situasi bekerja di luar negeri dan sebagainya. Sehingga mereka tidak terjebak dengan calo,” kata dia.

Selama ini menurut Maruli, banyak pekerja migran yang tidak sesuai prosedur karena minimnya informasi, lewat desmigraf mereka diharapkan menjadi pekerja migran yang sah.

Tak hanya itu para keluarga yang ditinggalkan juga diberikan perlatihan kewirausahaan, agar mereka tidak terus-terus bekerja sebagai pekerja migran.

Anak-anak yang ditinggalkan juga diberi pelayanan dalam rumah belajar.

Baca juga: Kemnaker akan bentuk desa migran produktif di Lampung

Baca juga: BNI dukung program desa migran produktif
 

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG nyatakan gempa Bandarlampung tidak berpotensi tsunami

Bandarlampung,  (ANTARA News) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa bumi tektonik di wilayah Telukbetung, Kota Bandarlampung, pada Rabu malam, pukul 19.51,23 WIB, tidak berpotensi menimbulkan tsunami

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto, dalam rilis yang diterima di Bandarlampung, Rabu, menyatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki kekuatan (agnitudo) M=2,4 Skala Richter (SR).

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,46 derajat lintang selatan (LS) dan 105,26 derajat bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 km arah timur laut Pesawaran dan Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung pada kedalaman 2 km.

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Telukbetung II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami

Hingga pukul 20.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: Warga Bandarlampung rasakan getaran gempa

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Siswa Indonesia borong medali dalam kejuaraan akademik dunia

Jakarta (ANTARA News) – Siswa Indonesia yang berasal dari siswa Sekolah Global Sevilla berhasil meraih 112 medali emas dan 88 medali dalam kejuaraan akademik tingkat dunia World Scholar’s Cup (WSC).
   
“Ini merupakan angkatan kelima dalam kejuaran dunia itu, dan medali yang diperoleh lumayan banyak dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kepala Sekolah Global Sevilla, Purborini Sulistiyo, di Jakarta, Rabu.

Kejuaraan tersebut diselenggarakan di Universitas Yale New York, Amerika Serikat, pada akhir November 2018.

Rini menjelaskan kejuaraan tersebut cukup ketat, karena siswa harus bersaing lebih dari 3.000 peserta dari 82 negara. Untuk dapat bersaing di kompetisi itu, peserta kejuaraan harus memulainya dari tingkat nasional, kemudian regional kawasan Asia/Pasifik di Melbourne, Australia.

Dia menjelaskan untuk mendapatkan prestasi itu tidak mudah, karena persiapan yang dilakukan sepanjang tahun baik dalam bentuk ekstra kurikulum maupun persiapan ekstra di akhir pekan.

Kejuaraan akademik tingkat dunia tersebut terdiri dari debat, esai dan cerdas cermat. Untuk materi debat, diberikan beberapa saat sebelum pelaksanaan debat.

Siswa dilatih untuk mencari bahan dan dasar dari setiap pernyataan yang disampaikan dalam ajang debat. Siswa harus mencari sendiri melalui perangkat yang dimiliki mereka.

“Kami menerapkan konsep mindfullness, sehingga siswa tidak gugup saat lomba,” katanya.

Rini juga menjelaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam kejuaraan tersebut. Kompetisi itu juga dinilai berperan penting dalam pembentukan karakter diri anak-anak.

“Dari yang pemalu jadi bisa memiliki kepercayaan diri,” tambah dia lagi.

Seorang peserta kejuaraan, Darin Putra Bagaskara, mengatakan WSC merupakan kompetisi yang sangat menyenangkan.

“Karena selain berkompetisi WSC juga banyak memberikan pengalaman yang berharga, salah satunya dapat bertemu dan berinteraksi dengan siswa-siswi dari negara-negara lain,” kata Darin yang saat ini duduk di kelas sembilan itu.

Melalui kejuaraan itu, dia mendapatkan pengalaman baru dan juga teman-teman dari negara lain. Meskipun Darin mengaku untuk ikut kejuaraan itu, harus merelakan waktu senggangnya digunakan untuk belajar.

Baca juga: Indonesia raih medali olimpiade sains internasional di Botswana
Baca juga: Muhammad Fikri dapat medali emas Olimpiade Internasional
Baca juga: Pelajar Indonesia raih tujuh medali Olimpiade Sains di Prancis

 

Pewarta: Indriani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Balittri kembangkan biofertilizer pemacu pertumbuhan kopi dan kakao

Jakarta (ANTARA News) – Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian mengembangkan pupuk hayati  (biofertilizer) yang sangat efektif dalam memacu pertumbuhan dan produktivitas tanaman seperti kopi dan kakao.
     
“Dengan pupuk ini perkembangan tanaman jadi lebih baik 30 persen, pembentukan buah jadi lebih cepat, pohon lebih cepat tinggi dan bercabang, diameter lebih besar dan  daun lebih banyak,” kata Peneliti di bidang ilmu tanah Balittri, Kurnia Dewi Sasmita di Balittri  Sukabumi, Jawa Barat, Rabu.
   
Pupuk berlabel Pakuwon yang diambil dari nama desa tempat Balittri berdiri tersebut mengandung mikroorganisme hidup berupa mikroba pelarut hara fosfor (P) dan Kalium (K) yang sangat efektif mendorong produktivitas dan pertumbuhan tanaman melalui peningkatan pasokan nutrisi esensial. 
   
Biofertilizer tersebut, ujar dia, juga membuat pemupukan tanaman lebih efisien sampai 75 persen, karena hanya dengan sedikit pupuk saja keberhasilannya cukup tinggi.

“Untuk satu tanaman kopi cukup ditabur pupuk 30-40 gram setahun dua kali, khususnya ketika musim hujan.   Sementara itu harganya Rp50 ribu per kilogram,” katanya.

Yang paling menarik dari pupuk ini, ujar dia, adalah kemampuannya memacu pembungaan dan pematangan buah secara serempak, sehingga cocok diaplikasikan pada tanaman kopi yang umumnya berbunga dan berbuah tidak serempak dalam pohon yang sama.
 
Baca juga: Mahasiswa UMM buat pupuk organik dari limbah tahu
Baca juga: Petani didorong gunakan pupuk organik
Baca juga: Petani kakao butuh pupuk organik

Pewarta: Dewanti Lestari
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dewan Pers: media harus layani kebutuhan masyarakat

Jakarta (ANTARA News) – Tenaga Ahli Dewan Pers Winarto mengatakan media massa harus mampu melayani kebutuhan masyarakat akan informasi, bukan semata-mata keinginan masyarakat akan informasi.

“Yang terjadi acap kali yang dilayani media bukan kebutuhan publik melainkan keinginan publik untuk tahu,” kata Winarto dalam jumpa pers yang diadakan Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan di Jakarta, Rabu.

Winarto mengatakan pelaksanaan dari melayani keinginan publik yang berlebihan akan membuat sebuah berita menjadi “over-exposed”. Hal itu akan menjadi masalah ketika dalam pemberitaan terjadi kesalahan informasi.

Karena itu, menurut Winarto, media harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan menghormati privasi objek berita, termasuk dalam peliputan di kepolisian.

“Polisi mungkin membuka identitas objek berita kepada media. Namun, media memiliki kewajiban melakukan kontrol diri,” tuturnya.

Selain melayani kebutuhan masyarakat akan informasi, media juga harus berpegang pada kepentingan umum dalam pemberitaannya. Pengabaian terhadap kepentingan umum akan menimbulkan pelanggaran terhadap privasi narasumber atau objek berita.

“Hak media meliput adalah perpanjangan tangan masyarakat untuk mendapatkan informasi. Namun, kecenderungan media saat ini tidak memperhatikan kepentingan umum,” katanya.

Komnas Perempuan mengadakan jumpa pers terkait dengan pemberitaan tentang pelacuran daring yang melibatkan artis.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menyayangkan ekspos yang berlebihan pada perempuan korban pelacuran daring hingga pemberitaan yang melebihi proses pengungkapan kasus yang baru berjalan.

“Pemberitaan seringkali mengeksploitasi korban, membuka akses informasi korban kepada publik hingga pemilihan judul yang pada akhirnya membuat masyarakat berpikir korban pantas menjadi korban kekerasan dan pantas dihakimi,” katanya. 

Baca juga: Disebut sebagai tersangka, Vanessa Angel tertekan
Baca juga: Pengacara bingung Vanessa Angel jadi tersangka
Baca juga: Akademisi sebut pemberitaan prostitusi tempatkan perempuan sebagai objek

 

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga kasus DBD belum terkategori KLB, sebut Kadinkes Maluku

Ambon, (ANTARA News) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Maluku, Meikyal Pontoh, menyatakan, tiga kasus demam berdarah dengue (DBD) yang diderita warga Dusun Kayu Putih, Desa Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, belum termasuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

“Apalagi penderitanya langsung ditangani di Rumah Sakit Bakti Rahayu sebagaimana dilaporkan dokter yang menangani pasien tersebut,” katanya, saat dikonfirmasi di Ambon, Rabu.

Meikyal mengatakan, setelah menerima laporan dari salah seorang dokter Rumah Sakit Bakti Rahayu, langsung dilakukan koordinasi dengan Kadinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy agar menangani tiga pasien tersebut dengan intensif.

Bahkan, diarahkan agar melakukan pencegahan, termasuk mencari jentik nyamuk di lokasi tempat tinggal pasien.

“Tim dari Dinkes Kota Ambon sudah ke tempat tinggal penderita DBD, sekaligus mencari jentik nyamuk di lokasi alamat pasien,” ujar Meikyal.

Sedangkan, Kadinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy membenarkan tiga orang pasien menderita DBD.

“Kita sudah melakukan penanganan terhadap pasien dan mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih,” katanya.

Dinkes Kota Ambon, menurut Wendy, sebenarnya intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan berbagai aktivitas antara lain pengasapan.

“Langkah ini karena mempertimbangkan setiap tahun ada warga Kota Ambon terkena DBD,” katanya.

Baca juga: Penyakit kencing tikus “hantui” masyarakat Ambon

Baca juga: Kota Ambon masih kekurangan dokter

Baca juga: Pemkot Ambon Tugaskan Dokter Dampingi Jamaah Calhaj

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkes: dampak plastik membahayakan kesehatan manusia

Jakarta (ANTARA News) – Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali mengatakan dampak pencemaran akibat plastik membahayakan kesehatan baik dari lingkungan maupun tubuh manusia.

“Plastik akan mempengaruhi kesehatan tubuh manusia kalau tertimbun di tanah atau air kemudian terjadi pecahan-pecahan dari limbah plastik, itu berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika air itu dikonsumsi,” Imran di Jakarta, Rabu.

Plastik yang sulit terurai memberi dampak terjadinya penimbunan limbah, menyumbat saluran air, dan banjir yang mencemari lingkungan.

Tak hanya itu, dampak berbahaya akan terjadi pada tanaman di darat dan biota air. Misalnya, mikroplastik yang terkandung di dalam air akan langsung masuk ke dalam organ tubuh ikan, ikan tersebut tidak akan bertahan hidup lama, dan apabila dikonsumsi oleh manusia juga dapat berbahaya.

“Kemudian kalau dia (mikroplastik) kena panas matahari atau terbakar itupun berbahaya bagi pernapasan. Kalau dibakar saja dia bisa menghasilkan zat karbon monoksida yang bahaya untuk kesehatan,” jelas Imran.

Namun memang belum ada kajian ambang batas kandungan mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Tetapi, masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan plastik.

“Sebenarnya yang lebih diutamakan kita membatasi penggunaan plastik seperti di ritel atau warung-warung. Kalau bisa dibatasi, kita gunakan tas belanja sendiri supaya tidak menambah produksi plastik,” katanya.

Mengurangi penggunaan plastik bisa dimulai dari rumah tangga melalui pengelolaan limbah. Caranya, bisa dengan pengelompokkan limbah organik dan nonorganik. Limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos, sementara limbah nonorganik dapat didaur ulang menjadi karya seni bahkan karya yang bernilai ekonomi.

Membatasi penggunaan plastik juga bisa dilakukan dengan membiasakan bawa botol minum sendiri. Hal itu telah dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek, bahkan di beberapa kesempatan ia mengajak masyarakat untuk sama-sama terbiasa menggunakan botol minum sendiri agar mengurangi limbah kemasan air minum. 

Baca juga: Denpasar bagikan tas pengganti plastik ke pengunjung pasar
Baca juga: Indonesia suarakan aksi global pengurangan sampah plastik di laut

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Edi Dharma, kartunis Jambi raih prestasi dunia ajang “National Travel Cartoon” 2019

Jambi, (ANTARA News) – Edi Dharma, seorang seniman dan kartunis asal Kota Jambi berhasil meraih gelar juara III tingkat dunia pada ajang lomba kartun lintas negara (National Travel Cartoon) 2019 yang berlangsung di Balai kartun Rossen, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia yang diumumkan pada pekan lalu.

“Hasil karya itu resmi akan dipamerkan pada ajang internasional selama dua bulan terhitung 20 Januari hingga 20 Maret mendatang di Malaysia,” kata Edi Dharma, di Jambi Rabu.

Edi Dharma adalah seroang kartunis Jambi yang menjadi salah satu peserta dalam ajang internasional “National Travel Cartoon” 2019 dan sekaligus pameran kartun internasional.

Ia mengaku tidak menyangka karya seninya tersebut berhasil meraih juara dan menoreh prestasi tingkat internasional tersebut.

Guru salah satu sekolah TK di Kota Jambi itu kini menuai hasil membanggakan karena ajang internasional seperti itu untuk keempat kalinya telah dikutinya dalam kompetisi kartun.

Karya Edi Dharma keluar sebagai pemenang terbaik tiga setelah mengalahkan 150 peserta lainnya dari 35 negara di dunia, di mana tahapannya dari 150 peserta itu kemudian masuk tahap seleksi ke-20 besar hingga hanya dipilih tiga karya terbaik.

Edi juga menyebutkan dari tiga hasil karya yang dikirimkannya dua karya yang menggambarkan tentang anak-anak di konflik peperangan dan satu karya tentang keselamatan terhadap anak-anak dari karyanya tersebut menjadi pemenang juara III.

Karya terbaiknya itu mengangkat tema tentang anak yang diberi judul “Save of Children”.

Dari ide yang diangkat ini, menurutnya, anak-anak di Indonesia ini dalam kapasitas bahaya, terutama dari sisi pemberitaan media yang jenisnya kejahatan anak seperti predator, yang bisa menghantui kehidupan anak dan kemudian bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

Melalui hasil karnyanya juga digambarkan dalam sebuah botol besar yang di dalamnya terdapat anak-anak tengah asik bermain di rerumputan hijau di bawah pohon yang berada di kota maju.

Sementara di luar botol menceritakan tentang kejahatan yang terjadi saat ini seperti bahayaa penyalahgunaan narkoba dan kejahatan terhadap anak-anak.

“Akibat narkoba sebuah bangkai kepala tengkorak tergeletak di bawah perpohonan yang kering dan ada buaya bewarna hijau sebagai predator kejahatan terhadap anak-anak berusaha untuk masuk ke dalam botol memangsa anak-anak yang tengah asyik bermain,” kata Edi Dharma.

Untuk menyelesaikan tiga karya yang dilombakan itu, Edi membutuhkan waktu tidak sebentar yakni satu bulan.

Slain penghobi film kartun, pria kelahiran tahun 1982 ini juga mengoleksi ratusan komik yang menurutnya tokoh-tokoh yang ada dalam komik tersebut juga dapat menjadikan sumber inspirasi.

Edi Dharma berharap keberhasilannya sebagai pemenang kompetisi internasional dapat memberi semangat bagi regenerasi kartunis di Indonesia dan khususnya Jambi dimana ke depan juga mengharapkan media dapat bermitra dengan kartunis karena menurutnya kartunis juga sama dengan produk pers.

Baca juga: 100 kartunis Indonesia bertemu di Borobudur

Baca juga: Kartunis asal Semarang juarai lomba internasional di Turki

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019