Wapres-pimpinan MUI bahas pembangunan rumah sakit di Palestina

Beliau berpesan agar ini bisa dilaksanakan dengan baik dan beliau optimistis bahwa misi kemanusiaan ini sangat mulia

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan sejumlah pimpinan Majelis Ulama Indonesia membahas tentang rencana pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron, Tepi Barat, Palestina.

“Karena di wilayah tersebut yang jumlah penduduknya 800 ribu orang; 200 ribu bangsa Yahudi dan 600 ribu bangsa Arab dan mereka belum punya rumah sakit khusus yang namanya ‘traumatic healing hospital’,” kata Ketua Pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) Muhyidin Junaidi usai bertemu Wapres di kantornya di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Senin.

Muhyidin yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI itu, mengatakan rumah sakit tersebut akan dimanfaatkan bagi semua warga di Hebron.

“Selama ini, rumah sakit yang berada di Hebron memperlakukan warga Arab secara kasar dan diskriminatif oleh warga Israel,” kata dia.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan beban bangsa Arab di Palestina.

Rumah sakit itu rencananya didirikan di atas tanah wakaf seluas 4.000 meter persegi.

Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah sakit itu sekitar tujuh juta dolar AS.

Menurut Muhyidin, selain lembaga swadaya masyarakat asal Indonesia, pemerintah juga membantu soal administrasi dan pengecekan surat-surat legalitas tanah tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wapres JK mendukung penuh rencana pembangunan tersebut. Ketua Pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) Muhyidin Junaidi usai bertemu Wapres Jusuf Kalla pada Senin (25/3/2019) membahas pembangunan rumah sakit Indonesia di Hebron, Palestina. (Foto: Bayu Prasetyo)

“Beliau berpesan agar ini bisa dilaksanakan dengan baik dan beliau optimistis bahwa misi kemanusiaan ini sangat mulia,” kata dia.

Sejumlah tokoh MUI yang turut bertemu Wapres JK, antara lain Wakil Ketua Panitia Pembangunan RSIH Zaitun, Sekretaris Panitia RSIH Amirsyah, dan Ketua Baznas Irsyadul Halim.

Pertemuan itu berlangsung selama sekitar 60 menit, dimulai sejak pukul 10:00 WIB.

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satgas Gerakan Pramuka dilatih BPBD Babel tangani bencana

Pelatihan ini sebagai upaya pemerintah menjadikan Pramuka sebagai lini terdepan dalam menanggulangi korban bencana alam

Pangkalpinang (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih anggota satuan tugas (satgas) Gerakan Pramuka peduli dalam pencegahan dan menanggani bencana alam di daerah itu.

“Pelatihan ini sebagai upaya pemerintah menjadikan Pramuka sebagai lini terdepan dalam menanggulangi korban bencana alam,” kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan gagasan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Babel, Melati Erzaldi Rosman Djohan, dan diikuti 90 orang yang berasal dari perwakilan anggota Pramuka dari tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten/ kota serta dari komunitas-komunitas peduli bencana di daerah ini.

“Mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini dapat membantu petugas BPBD dalam mengoptimalkan penanganan korban bencana selama musim pancaroba ini, seperti banjir, kecelakaan kapal di laut, kebakaran dan lainnya,” katanya.

Mikron Antariksa mengatakan pemuda, khususnya yang tergabung dalam Satgas Pramuka Peduli memiliki kemampuan dalam memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan maupun bencana.

“Selama empat hari ini, satgas Pramuka peduli mengikuti pelatihan dan sertifikasi CPR ( Cardiopulmonary Resuscitiations) dari tim dokter RSCM Jakarta serta pelatihan penyelamatan dan evakuasi oleh BPBD,” katanya.

Selain itu, pada kegiatan pelatihan ini juga digelar simulasi water rescue yang dilakukan di Kolong Spritus. Satgas Pramuka peduli dilatih untuk mempraktikkan cara evakuasi korban dengan menggunakan perahu karet.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk menciptakan relawan yang profesional, siap siaga dan waspada dalam penanggulangan bencana dan diharapkan anggota Pramuka serta sukarelawan ini mampu memberikan pertolongan medis bagi korban kecelakaan maupun serangan jantung.

“Hari ini kita mengukuhkan Satgas Pramuka Peduli Kwarda Kepulauan Bangka Belitung, sehingga mereka bisa membantu pemerintah dalam penanggulanan bencana alam di daerah ini,” katanya. 

Baca juga: Pramuka bantu korban tsunami Selat Sunda

Baca juga: Dua pelajar Pramuka tenggelam saat hiking

Pewarta: Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rumah Prasasti Tukmas di Grabag-Magelang, Jateng direnovasi BPCB

Berdasarkan paleografisnya Prasasti Tukmas berasal dari kisaran abad VI-VII Masehi.

Magelang (ANTARA) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah merenovasi rumah Prasasti Tukmas di Desa Lebak, Grabag, Kabupaten Magelang, karena bocor dan beberapa kayu di bagian atap lapuk terkena air hujan.

Juru pelihara Prasasti Tukmas, Surondi di Magelang, Senin, mengatakan kebocoran pada genteng kerpus yang terjadi sejak beberapa waktu lalu dan jika tidak segera ditangani maka kerusakan bangunan bisa bertambah.

Ia menuturkan rumah prasasti yang berfungsi untuk melindungi prasasti yang ada di dalamnya ini dibangun pada 1980 dan sudah selayaknya dilakukan renovasi, karena bangunan sudah berumur 39 tahun.

Renovasi yang dilakukan, antara lain mengganti kayu yang rapuh, mengecat genteng dan juga mengecat pagar besi.

Prasasti Tukmas terletak di Desa Lebak, Kecamatan Grabag ini lokasinya berada di dekat mata air yang setiap menjelang perayaan Nyepi selalu digunakan umat Hindu di Magelang menggelar upacara melasti.

Prasasti ini selain memuat tulisan dalam empat baris, juga memuat gambar roda (cakra), teratai (padma), nyala api, denah bangunan, gambar yang masih sulit untuk diidentifikasi. Gambar yang yang dapat diidentifikasi merujuk pada laksana (tanda khusus) yang digunakan para pemuka agama Siva (penganut Hindu).

Ia menjelaskan prasasti dari batu alam di lereng Gunung Merbabu yang dipahat dengan satu baris aksara Pallava berbahasa Sansekerta itu, untuk sementara ini merupakan prasasti berusia paling awal yang ditemukan di Jawa Tengah. Berdasarkan paleografisnya berasal dari kisaran abad VI-VII Masehi.

Batu alam berukuran cukup besar yang memuat akasara dan bahasa dari India tersebut berada di dekat sebuah mata air yang jernih.

Boleh jadi, kata Surondi,  mata air tersebut merupakan sumber air suci, layaknya air suci dari Sungai Gangga di India yang dipercaya oleh masyarakat dan pemuka agama Siva yang mungkin tinggal di sekitarnya dan mengelola sumber air pada saat itu. 

Baca juga: Isi prasasti yang ditemukan di Temanggung belum terpecahkan

Baca juga: Pekerja temukan prasasti berhuruf Jawa kuno

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Longsor timbun jalan lintas desa di Aceh Selatan

Meulaboh, Aceh (ANTARA) – Intensitas curah hujan tinggi mengguyur wilayah barat selatan provinsi Aceh telah mengakibatkan bencana alam banjir dan tanah longsor menutupi badan jalan utama menghubungkan antardesa di kabupaten Aceh Selatan.

Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri, di hubungi dari Meulaboh, Senin, mengatakan, selain tanah longsor, banjir juga telah mengepung puluhan desa di beberapa kecamatan sehingga warga terpaksa mengungsi sementara.

“Longsor terjadi di jalan lintas desa sepanjang 1 kilometer, longsor menutup akses sehingga semua pihak ikut melakukan pembersihan agar bisa dilalui kendaraan. Banjir juga terjadi di Aceh Selatan sejak Minggu(24/3),,” katanya.

Peristiwa tersebut terjadi sejak Minggu (24/3) pukul 18.56 WIB disaat guyuran hujan, petir disertai angin kencang melanda daerah pusat pemerintahan di pegunungan yang terletak di kawasan pesisir barat selatan provinsi Aceh itu.

Longsor menutupi jalan di lintas desa Lhok Bengkuang – Panton Luas, kecamatan Tapaktuan 1 km, sementara daerah banjir meliputi 26 desa di kecamatan Pasie Raja, Tapaktuan, Kluet Timur, Kota Bahagia, Bakongan Timur dan Kluet Tengah.

“Saat ini TNI bersama warga masih berupaya melakukan pembersihan material di atas badan jalan. Sementara untuk pengungsi banjir pagi ini sudah kembali ke rumah masing – masing,” ujar May.

Dia  menjelaskan, longsor terjadi pada dua titik, bahkan ada pohon tumbang di jalan nasional tepatnya di desa Lhok Rukam, namun kejadian itu telah diatasi sehingga lalu lintas telah lancar kembali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, melaporkan bencana alam ini mengakibatkan warga mengungsi yakni 50 jiwa di desa Panton Bilie, kecamatan Pasie Raja dan 50 jiwa di desa Air Pinang, kecamatan Tapaktuan.

Pewarta: Anwar
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hari pertama UNBK SMK di Sleman diwarnai keterlambatan “log in”

“Penyelenggaraan UNBK di hari pertama ini secara keseluruhan dinilai berjalan lancar. Namun, dalam proses awal pelaksanaan, peserta ujian mengalami keterlambatan log inke dalam sistem selama 10 menit

Sleman (ANTARA) – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, sempat diwarnai keterlambatan untuk log in (masuk) ke sistem sekitar 10 menit.

Keterlambatan log in tersebut diketahui saat Bupati Sleman Sri Purnomo bersama dengan Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY Priya Santosa melakukan pemantauan penyelenggaraan UNBK tingkat SMK di di dua SMK yaitu SMKN 1 Tempel dan SMK Muhammadiyah Tempel.

“Penyelenggaraan UNBK di hari pertama ini secara keseluruhan dinilai berjalan lancar. Namun, dalam proses awal pelaksanaan, peserta ujian mengalami keterlambatan log in ke dalam sistem selama 10 menit,” kata Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY Priya Santosa.

Menurut dia, keterlambatan log in tersebut terpantau di kedua Sekolah yang dikunjungi tersebut.

“Sistem ini kan ‘central’ (terpusat), jadi kemungkinan saat semua mengakses pada waktu yang bersamaan, ada trouble.  Antisipasinya nanti kita akan tambah waktu jika para peserta belum belum selesai. Artinya ada tambahan sesuai dengan waktu keterlambatan di awal yaitu 10 menit,” katanya.

Ia mengatakan, kendala tersebut menjadi bahan evaluasi untuk antisipasi pelaksanaan UNBK gelombang selanjutnya.

“Kami juga akan melakukan konfirmasi kepada pusat mengenai kendala tersebut apakah terjadi di semua sekolah atau hanya sebagian saja,” katanya.

Priya mengatakan UNBK tingkat SMK di Kabupaten Sleman pada 2019 diikuti oleh 7.274 siswa.

“Dari jumlah peserta ujian tersebut, seluruh siswa dapat mengikuti pelaksanaan UNBK pada hari pertama serta dipastikan seluruh SMK di Kabupaten Sleman meyelenggarakan UNBK secara mandiri,” katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan secara keseluruhan penyelenggaraan UNBK hari pertama berjalan lancar.

“Masing-masing sekolah melaksanakan UNBK membagi menjadi beberapa gelombang menyesuaikan jumlah peserta ujian,” katanya.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa pada pelaksanaan hari pertama, seluruh peserta ujian dapat mengikuti UNBK.

“Diharapkan seluruh siswa atau peserta ujian di Kabupaten Sleman dapat mengikuti UNBK selama empat hari tanpa terkendala sesuatu,” katanya.

Terkait dengan antisipasi adanya kendala, Sri Purnomo menjelaskan bahwa masing-masing sekolah telah menyiapkan kemungkinan-kemungkinan seperti halnya listrik mati.

“Masing-masing sekolah telah menyiapkan cadangan daya listrik (generator set) jika terjadi gangguan listrik,” katanya.

Sedangkan terkait kendala keterlambatan log in, Sri Purnomo mengatakan bahwa informasi tersebut baru didapat saat melakukan pantauan.

“Diharapkan kendala keterlambatan log in tersebut tidak menjadi kendala yang dapat menghambat proses pelaksanaan UNBK di Kabupaten Sleman,” katanya.

Baca juga: 29.332 pelajar SMA/SMK di Papua siap laksanakan UNBK/UNKP

Baca juga: Asosiasi guru: sekolah keluarkan biaya tambahan besar terkait UNBK
 

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bersihkan sekolah pascabanjir bandang

Siswa SMP Negeri 7 Sentani membersihkan lumpur di ruang kelas pascabanjir bandang di Sentani Jayapura, Papua, Senin (25/3/2019). Siswa dan guru membersihkan endapan lumpur agar ruang kelas dapat segera digunakan untuk aktivitas belajar mengajar kembali. ANTARA FOTO/Gusti Tanati/foc.

Lomba bercerita digagas untuk siswa SD dan MI di Bangka Belitung

Lomba bercerita ini dalam upaya meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap budaya lokal untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa

Sungailiat (ANTARA) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung menggagas lomba bercerita bagi siswa sekolah dasar (SD) dan madrasyah ibtidaiyah (MI), dalam upaya meningkatkan minat baca dan kecintaan terhadap budaya lokal untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bangka, Mina Tarmizi di Sungailiat, Senin mengatakan lomba bercerita yang diikuti oleh 35 peserta dari tingkat SD dan MI itu merupakan kegiatan yang terencana.

“Peserta yang berprestasi pada lomba ini akan dipercaya mewakili Kabupaten Bangka mengikuti lomba yang sama di tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang direncanakan pada Mei 2019,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, katanya,  dapat memotivasi bagi siswa lainnya untuk lebih meningkatkan membaca buku baik buku sekolah maupun buku lainnya yang bermanfaat.

“Secara umum, minat baca masyarakat dilihat dari jumlah kunjungan di perpustakaan cukup rendah karena dimungkinkan sekarang masyarakat lebih memilih membaca melalui layanan online yang mudah dijangkau,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bangka terus berupaya mendorong minat baca masyarakat termasuk pembentukan taman bacaan masyarakat (TBM) yang ada di desa.

“Tersedianya TBM yang tersedia itu tidak hanya diperuntukan bagi anak – anak, tetapi juga menyediakan sejumlah buku umum yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Staf Ahli Bupati bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Zulkarnain Idrus mengatakan lomba bercerita bagi siswa tingkat SD dan MI sebagai upaya meningkatkan kegemaran membaca pada siswa sekolah.

“Saya berharap, kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan sesuai program kerja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam rangka menciptakan generasi bangsa yang cerdas kuat serta bermartabat,” katanya.

Baca juga: Perpustakaan Yogyakarta gelar lomba bercerita

Baca juga: Lomba pidato dan bercerita berbahasa Indonesia digelar di Kedah

Pewarta: Kasmono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belajar di tenda darurat

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat di SDN 02 Desa Selapura, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (25/3/2019). Siswa kelas dua dan tiga sekolah tersebut terpaksa belajar di tenda darurat selama tiga bulan terakhir sejak ruangannya ambruk terkena puting beliung dan hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah setempat. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.

1.524.104 siswa SMK ikuti UN

Sejauh ini, pelaksanaan UN berjalan lancar

Jakarta (ANTARA) – Sebanyak 1.524.104 siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Ujian Nasional (UN) 2019 yang dimulai Senin.

UN untuk tingkat SMK tersebut diselenggarakan mulai 25 Maret hingga 28 Maret. Sebanyak 99,5 persen dilakukan dengan berbasis komputer atau UNBK.

UN untuk tingkat SMK mengujikan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika , Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Bahrun, mengatakan sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan UN.

“Sejauh ini, pelaksanaan UN berjalan lancar. Sebanyak 99,5 persen sudah SMK,” kata dia.

Terdapat tujuh provinsi yang siap menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan atau 100 persen untuk semua jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal, yaitu Provinsi Aceh, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Pada tahun ini, terdapat angket yang diberikan pada hari terakhir ujian. Dengan angket itu diharapkan mendapatkan analisis yang lebih komperehensif mengenai kondisi siswa, melalui aspek nonkognitif dengan capaian hasil UN.

Terdapat lima jenis angket siswa. Setiap siswa hanya mengerjakan satu jenis angket. Angket tersebut dikerjakan siswa setelah selesai melaksanakan UN.

Pewarta: Indriani
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SD Plus untuk Suku Talang Mamak belajar membaca

Mengubah orang bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri

Pekanbaru (ANTARA) – Rumah panggung sederhana tanpa dinding di Desa Talang Durian Cacar  di pedalaman Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau terlihat ramai orang pada medio Maret 2019 . Masyarakat adat Talang Mamak dari berbagai tingkatan usia duduk di kursi menghadap papan tulis.

Pelajaran hari itu adalah menulis nama-nama hewan yang ada di darat. Seorang lelaki Talang Mamak maju ke depan untuk menulis jawabannya di papan tulis besar. Dengan perlahan ia mengeja huruf demi huruf yang ditulisnya.

“B…A…B…I… Babi,” kata lelaki itu sambil tersenyum lebar hingga giginya yang ompong terlihat jelas.

Tempat belajar itu diberi nama Sekolah Dasar (SD) Plus, karena yang belajar di sana mayoritas orang dewasa. SD Plus menjadi penanda bahwa warga di pedalaman ingin berubah, mereka juga ingin pandai supaya bisa bersaing dengan orang luar.

Desa Durian Cacar di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), adalah salah satu daerah terpencil di Riau. Desa seluas 25 kilometer persegi itu adalah rumah bagi Suku Talang Mamak secara turun-temurun. Kondisi geografis yang sulit membuat mereka seperti tertutup dari dunia luar, terutama dari sektor pendidikan. Suku asli Provinsi Riau itu selama ini merasa bisa hidup bergantung dari alam sehingga pendidikan belum dianggap penting, bahkan takut untuk belajar.

“Zaman bapak saya masih hidup, saya mau disekolahkan ke Batang Cenaku. Waktu itu sekolah di sini belum ada. Saya tidak mau, takut dibunuh. Cuma sekarang, saya bukan salahkan orang tua saya, yang salah sebetulnya saya karena bapak saya mampu sekolahkan tapi saya tak mau,” kata Abey, warga Desa Talang Durian Cacar.

Abey adalah salah satu murid yang setia belajar di SD Plus sejak awal dibentuk pada 2017. Pria 45 tahun itu kini sudah merasakan manfaatnya bisa membaca dan menulis. Apalagi, ia merupakan anggota dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Talang Durian Cacar.

“Dulu kalau pergi rapat di kantor camat, kantor desa, memerlukan daftar hadir, saya merasa tertindas disitulah,” kata Abey yang sebelum bisa tulis-baca selalu bingung kalau diminta mengisi absensi.

Sekarang ia sadar betul manfaat pendidikan. “Yang jelas ada manfaatnya, kalau di kelurahan ada berita orang meninggal kita sudah tahu karena sudah bisa baca pengumuman,” katanya sambil tertawa.

Suami-isteri jadi Guru Swadaya

Warga Suku Talang Mamak yang sudah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi bisa dihitung dengan jari di Desa Talang Durian Cacar. Medi dan Neli adalah segelintir dari mereka yang sudah berstatus sarjana.

Mereka juga berstatus suami-istri, dan kini mengajar di SD Plus tanpa digaji.

“Agak susah merangkul orang-orang ini. Masih banyak mungkin umur-umur yang kecil hampir semua belum bisa baca. Perangkat-perangkat desa kami juga belum punya ijazah, padahal sekarang sudah harus punya ijazah semua buat kerja,” kata Neli, 25 tahun.

Sarjana ekonomi dari perguruan tinggi di Indragiri Hulu itu mengatakan, SD Plus dibentuk sebagai kesadaran warga Talang Mamak untuk menjadi pandai. Sebagai guru, dirinya dan Medi tidak pernah memaksakan warga lain untuk mengikuti jadwal belajar yang ketat.

Jadwal sekolah justru mengikuti apa keinginan warga. Awalnya, SD Plus punya jadwal dua kali dalam seminggu pada Rabu dan Minggu malam. “Karena aktivitas bapak-ibu kalau pagi ke ladang dan kebun. Belajar satu jam, dua jam tergantung permintaan kawan-kawan,” katanya.

Karena banyak yang tidak betah, akhirnya belajar di SD Plus, jadwalnya disesuaikan lagi yakni hanya setiap hari Minggu dari jam dua siang sampai empat sore.

“Tidak dipungut biaya, hanya untuk minum saja Rp2.000 untuk beli Aqua gelas,” katanya.

Masa sulit ketika mengajar di SD Plus adalah ketika melihat jumlah yang belajar makin sedikit. Ia mengatakan warga yang datang dan pergi untuk belajar di sana sebenarnya mencapai 30 orang, namun yang benar-benar serius dan selalu hadir hanya 15 orang.

“Kami datangi orang-orangnya, kalau ada yang alasan sakit kami jenguk, kami tengok, kami kasih motivasi lagi bahwa bisa baca tulis itu berarti buat kita dan anak-anak kita ke depan.

Neli mengatakan berusaha sabar dan ikhlas untuk membujuk warga kembali ke sekolah. “Tapi kadang-kadang orang itu malah jadi segan ketemu sama kami, kayaknya rasa-rasa ‘gak enak padahal kita sama-sama keluarga,” ujarnya.

Medi, 27 tahun, adalah sarjana pertanian dari sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Baginya, menjadi guru di SD Plus adalah sumbangsih yang diharapkan bisa membawa manfaat untuk komunitasnya.

Menurut dia, perlahan-lahan warga yang giat belajar mulai bisa membaca dan menulis. Karena itu, materi pelajaran juga ditingkatkan ke pengetahuan alam dan ilmu sosial.

“Untuk perangkat desa, mudah-mudahan bisa dapat ijazah Paket A,” katanya.

Dukungan Kepala Desa

SD Plus tidak akan berdiri tanpa ada dukungan dari perangkat desa. Adalah Penjabat Kepala Desa Talang Durian Cacar, Husaini, yang banyak membantu mereka. Husaini mencarikan papan tulis untuk belajar, sedangkan meja dan kursi diambil dari sekolah kepasturan di daerah itu yang kini sudah tutup.

Husaini memang bukan asli Talang Mamak, menjabat kepala desa karena kebetulan berstatus PNS dan ditunjuk oleh Camat Rakit Kulim untuk mengisi kekosongan jabatan untuk sementara waktu. Ketika pertama menggelar rapat pada akhir Desember 2016 di desa tersebut, ia mengaku heran banyak warga kesulitan menulis nama di daftar hadir rapat.

“Saya merasa heran, ada Pak RT, Kepala Dusun, disodorkan absen mereka minta bantu dituliskan. Ini pasti ada yang tidak bisa tulis baca,” katanya.

Dan ternyata asumsi itu benar adanya. Dari mayoritas Suku Talang Mamak dari sekitar 900 kepala keluarga di desa itu, belum bisa baca tulis. Dari delapan dusun yang ada di Desa Talang Durian Cacar, hanya dua dusun yang banyak warganya sudah bisa membaca dan menulis.

“Kondisi Talang Mamak di Desa Durian Cacar yang tak bisa tulis baca ada di enam dusun. Itu jumlahnya 50 persen ke atas, usia 20 tahun ke atas tidak bisa tulis baca,” katanya.

Sekolah dasar di daerah tersebut jumlahnya juga baru empat buah, dan baru sekitar 2-3 tahun terakhir dibangun. Sekolah paling tua ada di Dusun 1 berdiri tahun 1990-an, namun karena kondisi jalan masih berupa tanah dan desa itu sangat luas, membuat warga belum melihat pendidikan penting.

“Dampaknya selama ini warga ketika bikin surat tanah dari contoh satu hektare, melayang (ditipu) jadi dua hektare. Ini dampak karena tidak bisa tulis dan baca,” katanya.

Husaini kemudian berembuk dengan pemuka adat Talang Mamak, Batin Model, untuk mendirikan sekolah untuk mengajari warga membaca dan menulis. Ia bersyukur dari Batin, serta warga yang sudah berpendidikan seperti Medi dan Neli mau membantu.

“Seiring berjalan waktu, setelah jalan dua tahun akhirnya yang kami rasakan wakil BPD yang tadinya baru sebatas angka dan huruf sekarang sudah mulai lancar membaca menulis,” katanya.

Husaini juga salah satu yang menolak penerapan sepenuhnya Peraturan Daerah (Perda) yang setiap perangkat desa harus berpendidikan paling rendah lulus SMA. Kebijakan itu dinilai diskriminatif karena banyak warga Talang Mamak yang mampu memimpin tidak pernah mengenyam pendidikan formal.

“Khusus untuk Talang Mamak saya minta, tolong di Desa Durian Cacar jangan diberlakukan karena kami ingin berubah dulu. Setelah kami berubah, kami siap bersaing. Jangan kami bersaing di kampung sendiri, kami kalah. Belum ada jaminan juga orang yang sudah bersekolah bisa mengatur warganya. Cikal bakal inilah yang buat kami sepakat, ayo kita dirikan sekolah buta huruf ini,” kata Husaini.

Ia berharap SD Plus itu akan bisa terus ada, dan dibangun lebih banyak di dusun-dusun lainnya di Desa Talang Durian Cacar dengan mempertahankan skema swadaya.

“Karena kami tak ingin mengajarkan ke masyarakat selalu menerima. Mengubah orang bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri,” kata Husaini.

Baca juga: KPU tambah jumlah TPS untuk Suku Talang Mamak di daerah pedalaman Riau

Baca juga: Suku Anak Dalam serahkan 14 pucuk senjata api

Oleh FB Anggoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KPK periksa Asep Saifuddin Chalim

Tokoh PPP Jawa Timur Asep Saifuddin Chalim (kiri) berjalan menuju ruang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/3/2019). Penyidik KPK memeriksa Asep Saifuddin sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy dalam kasus dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

UNBK SMK

Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK 5 Padang, Sumatera Barat, Senin (25/3/2019). Sebanyak 26.817 siswa dari 110 SMK Negeri dan 93 SMK swasta di Sumatera Barat mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan pada 25-28 Maret 2019. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/foc.

Prakiraan cuaca Jambi

Warga beraktivitas di tepi Danau Teluk Kenali, Jambi, Minggu (24/3/2019). BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Thaha Jambi menyebutkan, sejumlah daerah di bagian Barat Provinsi Jambi, meliputi Sarolangun, Bungo, dan Merangin masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.

IPDN teliti Geopark Nasional Merangin

Jambi (ANTARA) – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mulai melakukan penelitian terhadap Keberadaan Geopark dan kegiatan itu diawali dengan kunjungan kerja Rektor IPDN Prof Mirror Jeddawi dan rombongan ke Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Untuk pengenalan kawasan Geopark (taman bumi) Merangin, pada Sabtu (23/3) rektor IPDN bersama rombongan menjajal arung jeram di sepanjang Sungai Batang Merangin lokasi geopark, kata Bupati Merangin, Al Haris, Senin.

Pemerintan kabupaten (Pemkab) Merangin berterima kasih kepada Rektor IPDN dan jajarannya yang telah memilih Geopark Nasional Merangin sebagai lokasi penelitian.

“Kalau menurut peneliti Geopark Global Network (GGN) Mr Komo dari Malaysia, Geopark Nasional Merangin ini tiada duanya di dunia. Dulu kawasan Geopark Merangin ini ada di enam kabupaten dalam Provinsi Jambi,” kata Al Haris.

Namun lanjut bupati, setelah tim GGN datang melakukan penilaian untuk pengakuan UNESCO, Geopark Merangin menjadi warisan dunia lokasinya diperkecil hanya di Kabupaten Merangin.

Pada tahun ini pembangunan sarana penunjang Geopark Merangin akan dikebut dengan dikucurkannya dana melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Nanti dalam pembangunan sarana penjunjang tersebut, kami juga akan melibatkan TNI membersihkan jalan menuju kawasan Geopark Merangin di Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap dan kalau sarana penunjang sudah lengkap, tentu akan banyak wisatawan yang akan datang kesana,” kata Bupati Merangin, Al Haris.

Berwisata ke Merangin memang sangat menarik. Ada sebanyak 160 lokasi objek wisata alam di Merangin yang juga dibarengi dengan wisata budaya. Ada gunung, danau, gua, air terjun dan air panas.

Visi misi Merangin 2018-2023 unggul di bidang pertanian dan wisata. Ini karena dua bidang ini punya potensi besar di Merangin. Pemerintah Kabupaten mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk mengembangkan dan mengangkat objek wisata di setiap desa, kata Al Haris.

Merangin bukan hanya kaya objek wisata saja, tetapi juga punya pertambangan dan pertanian. Dimana saat ini sedang dikembangkan bawang putih, bupati yakin lima tahun ke depan Merangin tidak maju di pertanian dan wisata saja, tapi juga infrasturktur.

“Kami berharap hasil dari penelitian yang dilakukan pihak IPDN nanti, bisa menjadi masukan yang sangat berharga dalam mengembangkan potensi Kabupaten Merangin,” katanya menambahkan.

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BBKSDA Riau dorong restorasi habitat ikan arwana Danau Gunung Sahilan

Pekanbaru (ANTARA) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mendorong serta berupaya memfasilitasi pemerintah setempat untuk dapat mengembalikan habitat ikan arwana di Danau Ketobong, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono kepada Antara di Pekanbaru, Senin menjelaskan ikan arwana atau dalam bahasa masyarakat setempat disebut ikan kayangan sejatinya merupakan “penghuni” asli danau tersebut pada.

“Namun pada awal 1990 an terjadi penangkapan ikan kayangan disana. Akibat perburuan yang tidak terkendali, ikan arwana tidak ada lagi,” kata Haryono.

Beberapa waktu lalu, ia mengatakan telah bertemu dengan penghuni istana kerajaan Gunung Sahilan. Dalam pertemuan itu, mereka meminta masukan dan bantuan kepada BBKSDA Riau untuk dapat mengembalikan ikan kayangan di danau Ketobong.

Gayung bersambut, BBKSDA Riau menilai langkah tersebut perlu didukung. “Masyarakat desa dan tokoh bertemu dengan saya. Mereka sampaikan penyesalan mendalam dan keinginan kuat untuk bisa kembalikan ikan arwana di danau. Mereka ingin anak cucu bisa melihat langsung ikan arwana di danau dan tidak hanya sekadar cerita,” ujarnya.

Haryono menjelaskan BBKSDA Riau akan segera menjalin komunikasi dengan Bupati Kampar serta Gubernur Riau sebagai langkah awal untuk merealisasikan rencana konservasi tersebut. Selain itu, dia juga menyatakan telah meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga komitmen dengan tidak melakukan perburuan secara masif seperti yang terjadi dua dekade lalu.

Kemudian, Haryono juga akan berupaya berkomunikasi dengan para pemilik penangkaran ikan arwana di provinsi Riau untuk dapat melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian ikan kayangan. Dia berharap nantinya seluruh kegiatan konservasi itu dapat berlangsung secara profesional sehingga pada akhirnya nanti akan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat setempat melalui program wisata alam.

Sebagai informasi, ikan arwana (“Scleropages formosus” dan “Sclerepages jardinii”) termasuk jenis ikan purba yang hingga kini belum punah.

Namun, ikan dengan nama lain siluk, kayangan, kalikasi, hingga kelasa ini merupakan satwa langka di Indonesia. Habitat asli “Scleropages formosus” adalah di Kalimantan, sementara “Sclerepages jardinii” di Papua.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 21 tahun 2014, anak ikan arwana dengan ukuran kurang dari 12 cm per ekornya dilarang keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia.

Pewarta : Anggi Romadhoni

Pewarta: Anggi Romadhoni
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi Senin pagi

Yogyakarta (ANTARA) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dua kali meluncurkan awan panas guguran pada Senin (25/3) pagi.

Lewat akun Twitter resminya, BPPTKG menyatakan luncuran awan panas guguran Merapi teramati pada pukul 06:17 WIB dengan jarak luncur 1.000 meter selama 104 detik ke arah Kali Gendol.

Sedangkan awan panas guguran kedua teramati keluar dari Gunung Merapi pada pukul 08:58 WIB dengan jarak luncur 900 meter ke arah hulu Kali Gendol selama 90 detik.

Berdasarkan pengamatan BPPTKG sejak pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB, selain awan panas guguran juga teramati satu kali guguran lava pijar ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 450 meter.

Pada periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di gunung itu berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara 16-22.1 derajat celsius, kelembaban udara 63-89 persen, dan tekanan udara 628-708.3 mmHg.

Selain itu, juga terekam satu kali gempa awan panas dengan amplitudo 60 mm selama 108,1 detik, tujuh kali gempa guguran dengan amplitudo 5-27 mm selama 27.7-65.9 detik, satu kali gempa embusan dengan amplitudo 20 mm selama 28 detik, dua kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 5-15 mm selama 19.3-28.5 detik, dan satu kali gempa fase banyak dengan amplitudo 8 mm selama 9,2 detik.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG.

Baca juga: Awan panas guguran 1.000 meter meluncur dari Gunung Merapi

Baca juga: “Ronda Merapi” dihidupkan lagi warga antisipasi guguran lava dan awan panas

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan rumah di Poso rusak karena gempa

Palu (ANTARA) – Puluhan rumah warga dan sejumlah rumah ibadah gereja serta pura di beberapa desa di Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah mengalami kerusakan karena gempa bumi 5,7 SR yang terjadi pada Ahad, 24 Maret 2019.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso, Bastian Mentiri kepada ANTARA melalui telepon dari Poso, Senin membenarkan dampak dari gempa itu menyebabkan puluhan bangunan penduduk dan sarana ibadah rusak.

Ia mengatakan rumah warga maupun rumah ibadah yang rusak diguncang gempa rata-rata bangunannya menggunakan bahan bangunan berupa batako.
Selain itu, kata dia, ada juga yang sementara dibangun dan belum diplester sehingga mudah roboh.

“Saya pagi ini akan turun ke lokasi gempa untuk melihat seberapa besar dampak yang ditimbulkan,” kata Bastian.

Menurut informasi, ada warga yang mengungsi, tetapi mereka hanya membuat tenda darurat di depan atau halaman rumahnya.

Tidak ada warga yang mengungsi ramai-ramai ke satu tempat yang aman.”Mereka hanya membangun tenda darurat saja karena khawatir dan trauma dengan gempa yang terjadi pada saat banyak masyarakat sedang melaksanakan ibadah, terutama umat kristiani,” katanya.

Apalagi, di Kecamatan Pamona Utara merupakan wilayah yang banyak warga kristiani dan juga umat Hindu. Saat gempa, kebanyakan mereka berhamburan keluar rumah guna menghindari bangunan runtuh.

Dia juga menegaskan bahwa gempabumi yang mengguncang wilayah Pamona Utara di Kabupaten Poso pada 24/3-2019 tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Hanya saja memang gempa dirasakan cukup keras oleh masyarakat yang bermukim di Kecamatan Pamona Utara.

Bastian juga menambahkan gempa skala kecil juga terjadi di wilayah itu pada Senin (25/3) pagi ini dan sempat membuat warga sedikit panik karena merasa trauma dengan gempabumi yang sebelumnya memporak-porandakan Kota Palu, Sigi dan Donggala 28 September 2018.

“Gempa di Palu membuat warga yang ada di daerah lain di Sulteng, termasuk di Poso masih merasakan trauma, sebab menimbulkan korban jiwa yang mencapai ribuan jiwa dan memporak-porandakan perekonomian masyarakat di Kota Palu, Sigi dan Donggala,” ujarnya.

Website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG), pusat dalam siaran persnya melaporkan gempa berada di 53 kilomoter barat daya Kabupaten Poso pada kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa di 1.84 LS (Lintang Selatan) dan 120. 54 BT (Barat Timur). Gempa tidak berpotensi tsunami, kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Pewarta: Anas Masa
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebanyak 5.816 Siswa SMK di Gorontalo Ikuti UNBK

Gorontalo (ANTARA) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2018-2019 untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Gorontalo diikuti oleh 5.816 siswa di 55 sekolah, Senin.

Pembukaan pelaksanaan UNBK jenjang SMK tingkat Provinsi Gorontalo diawali dengan apel bersama dan penyematan tanda peserta oleh Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim di halaman SMK Negeri 3 Gorontalo.

“Adik-adik tentunya telah mempersiapkan diri dengan baik di bawah bimbingan para guru untuk menghadapi UNBK ini. Pesan saya, harus konsentrasi, percaya diri, belajar, dan berdoa. Prestasi penting, tapi jujur adalah yang utama,” kata Idris.

Ia menjelaskan pelaksanaan UNBK merupakan sarana untuk mengukur dan mengevaluasi pencapaian standar kompetensi lulusan secara nasional, pada mata pelajaran tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Selain itu, UNBK juga dijadikan sebagai alat evaluasi pendidikan untuk pemetaan mutu pendidikan dalam rangka menyusun kebijakan pendidikan secara nasional dan daerah.

Lebih lanjut wagub berharap pelaksanaan UNBK jenjang SMK di Provinsi Gorontalo dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses.

Menurutnya Pemprov Gorontalo secara bertahap telah menyalurkan bantuan sarana prasarana pendidikan, berupa komputer dan server untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UNBK.

“Alhamdulillah sejak tahun 2015, kami sudah dapat melaksanakan UNBK secara mandiri dan menyeluruh di seluruh SMA dan SMK. Ini merupakan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan Pemprov Gorontalo untuk pendidikan yang lebih berkualitas,” ujar Wagub.

Khusus di SMK Negeri 3 Gorontalo, pelaksanaan UNBK diikuti oleh 410 siswa dari 12 kompetensi keahlian, yaitu Geomatika, Teknik Gambar Bangunan, Teknik Konstruksi Batu Beton, Teknik Konstruksi Kayu, Teknik Pemanfaatan Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio Video, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Pemesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Jaringan Komputer, dan Rekayasa Perangkat Lunak.

Pelaksanaan UNBK jenjang SMK akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 25 hingga 28 Maret 2019, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

Pada kesempatan itu wagub menyerahkan bantuan 30 unit komputer, satu unit server, dan rehabilitasi aula SMK Negeri 3 Gorontalo senilai Rp465 juta.

Baca juga: Ujian nasional SMK di NTT 83 persen sudah berbasis komputer

Baca juga: Dampak banjir, pelaksanaan UNBK di dua SMK dipindahkan

Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tinjau fasilitas BMKG

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kiri) meninjau peralatan pemantauan gempa bumi di Stasiun Geofisika Ambon, Maluku, Minggu (24/3/2019). Kepala BMKG berada di Ambon dalam rangka meninjau sejumlah fasilitas pendukung diantaranya Stasiun Geofisika, Stasiun Meteorologi dan lokasi pembangunan Stasiun Maritim. ANTARA FOTO/izaac mulyawan/foc.

Agrowisata rintisan budidaya anggrek

Pengunjung mengamati varietas anggrek di salah satu “green house” atau rumah persemaian tanaman bunga anggrek di Desa Mulyosari, Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (24/3/2019). Warga di desa ini merintis budidaya anggrek sejak 2010 hingga sekarang dan kini dikembangkan sebagai kawasan agrowisata rintisan yang diminati masyarakat, khususnya pehobi serta kolektor bunga anggrek. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/foc.

Wilayah Saparua-Maluku Tengah diguncang gempa 3,9 SR

Pusat gempa berada di laut, 7 km sebelah barat Laut Saparua

Jakarta (ANTARA) – Gempa bumi dengan skala 3,9 Skala RIchter (SR) melanda Saparua, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Minggu dini hari pukul 02.38 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di Jakarta, Minggu, gempa tersebut terletak pada koordinat 3,52 lintang selatan (LS) dan 128,61 bujur timur (BT) dengan kedalaman 25 km.

Pusat gempa berada di laut, 7 km sebelah barat Laut Saparua.

Baca juga: Gempa 5,2 skala Richter di Maluku Tengah

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gempa bumi 3,9 SR landa Saparua Maluku Tengah

Jakarta (ANTARA) – Gempa bumi dengan skala 3,9 skala Richter melanda Saparua, Maluku Tengah, Senin dini hari pukul 02.38 WIB.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa tersebut terletak pada koordinat 3,52 LS dan 128,61 BT dengan kedalaman 25 km.

Pusat gempa berada di laut, 7 km Barat Laut Saparua.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Madrasah di Biak Numfor-Papua siap melaksanakan UNBK

UNBKserentak 2019 pada April nanti bagiMTs DDI Mandouwadalah penyelenggaraaankedua kali

Biak (ANTARA) – Sebanyak 14 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Babussalam Dakwah Darul Walirsyad (DDI) Mandouw, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2018/2019.

“UNBK serentak 2019 pada April nanti bagi MTs DDI Mandouw adalah penyelenggaraaan kedua kali,” kata Kepala Sekolah MTs DDI, H Hanuddin di Biak, Minggu.

Ia mengatakan belasan siswa MTs DDI Biak yang akan menghadapi pelaksanaan UNBK 2019 sudah dibekali dengan kegiatan simulasi ujian nasional.

Hanuddin berharap, hasil bimbingan belajar dari guru yang telah diintensifkan diharapkan dapat berhasil meluluskan siswanya 100 persen.

Pada UNBK tingkat SMP/MTs secara serentak, menurut Hanuddin, ada empat mata pelajaran yang diujikan, yakni bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris dan IPA.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak-Numfor, Tieke Rosalina Mansnembra mengakui persiapan berbagai sekolah menghadapi UNBK dengan melakukan simulasi siswa dalam menjawab soal ujian di sekolah.

“Untuk berbagai sekolah di wilayah Distrik Biak Kota dan Samofa telah 100 persen melaksanakan UNBK, ya ini terjadi peningkatan dibanding tahun lalu,” katanya.

Dijadwalkan pada pelaksanaan UNBK tingkat sekolah menengah kejuruaan (SMK) di daerah itu akan dimulai Senin 25 Maret  2019.

Baca juga: 3.196 siswa SMP Biak ikuti ujian nasional

Baca juga: Disdik Biak distribusi soal USBN ke sekolah di Kepulauan Numfor

Pewarta: Muhsidin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

74 korban banjir Sentani yang teridentifikasi kembali diumumkan

Dari jumlah 97 kantong berisi jenazah, 74 diantaranya berhasil dideintifikasi, sisanya 22 jenazah masih dalam proses identifikasi.

Jayapura (ANTARA) – Kepolisian daerah (Polda) Papua kembali merilis atau mengumumkan 74 nama korban banjir bandang yang berhasil diidentifikasi dan telah diambil oleh keluarga atau wali dari RS Bhayangkara, Kota Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Minggu tengah malam, mengatakan dari 105 korban banjir yang dilaporkan ke Posko Induk Bencana di kompleks perkantoran Bupati Jayapura, 97 kantong berisi jenazah diantaranya telah dibawa ke RS Bhayangkara.

“Dari jumlah 97 kantong berisi jenazah, 74 diantaranya berhasil diidentifikasi, sisanya 22 jenazah masih dalam proses identifikasi,” katanya.

Adapun nama-nama ke-74 korban tersebut adalah :

1. Tiara

2. Nur Asifah

3. Jean Felle

4. Edi Giori Gilbert Fernadus

5. Gunawan Weya

6. William Steven Erary

7. Wilem Tapilatu

8. Elsita F. Setiarini

9. Elisa Benyamin Fernandus

10. Yunanik

11. Aglan Monim

12. Loowik Tukayp

13. Kaidina Wanimbo

14. Martina Maria Monim

15. Bayi Ny. Mira Wenda

16. Evelin Elin Korwa

17. Kristian Erary

18. Viktoria Erary

19. Denselina

20. Nortee Monim

21. Ikel Wenda

22. Poniman Tabuni

23. Mince Payokwa

24. Witen Li alias Withen Efendi

25. Santi Van Gobel

26. Supardi Hasan

27. DewiyanaLidiawati Yom

28. Titus Malo

29. Willem Suebu
30. Sariana

31. Septian Bida Kedeng

32. Enagap Kogoya

33. Ubena Murib

34. Estrael Kogoya

35. Rikardo Lepi

36. Alex Kogoya

37. Boyke Tamba tua Sihombing

38. Yosafat C. Ronaldo Duwiri

39. Maria Hana Yom

40. M. Ardiansyah

41. Oktovina Andatu

42. Bendina tabuni

43. Jimmy hendrik Ondi

44. Yafet Yom

45. Yosepin Monim

46. Ningsih M. Suebu

47. Kristina Monim

48. Arlyn Meyerary

49. Lamek Monim

50. Yubelina Malo

51. Medinus Wenda

52. Bocis Wisal

53. Risma Handayani Supardi

54. Rambo Wanimbo

55. Ance Kogoya

56. Yahya kasipdana

57. Yerison Kogoya

58. Brian Natanael Sokoy

59. Mulin Enembe

60. Melati Kea
61. Serly Pahabol

62. Kemiro Wanimbo
63. Yohana Kubia

64. Novita Kogoya

65. Perina Wonda
66. Nulimera Karoba

67 Nikonias Wamonik

68. Alven Penggu

69. Peki Liwiya

70. Febrianti Anggraeni Mansawan

71. Derina Weya alias Derina Tabuni

72. Bayi Randi Wakur

73. Imanuel Shane

74. Martha Sokoy

75. Bayi Glori Wanimbo.*

Baca juga: Gakeslab beri tandon air kepada korban banjir Sentani

Baca juga: UP2KP sebar puluhan relawan kesehatan layani korban banjir

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalbar bangun SMA/SMK unggulan

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) –

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, H Ria Norsan mengatakan akan membangun sekolah menengah atas (SMA) sederajat sebagai sekolah unggulan di wilayah Kalimantan Barat.

“Untuk saat ini sudah ada lima kabupaten yang sedang dibangun SMA/SMK unggulan Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan, saat kunjungan kerja di Kapuas Hulu, Minggu.

Pembangunan sekolah unggulan itu kata Norsan merupakan program pemerintah provinsi Kalimantan Barat sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat.

Menurut dia, kabupaten/kota di Kalimantan Barat hanya diminta untuk menyiapkan lahan sedangkan anggaran langsung dari APBD provinsi.

“Sekolah unggulan itu dibangun untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Kalbar,” ucap dia.

Dikatakan Norsan, selain membangun sekolah unggulan, program pemerintah provinsi Kalimantan Barat juga sekolah gratis yang mulai tahun ini.

Khusus untuk Kapuas Hulu, kata Norsan, silahkan menyiapkan lahan, mudah-mudahan dapat dibangun SMA/SMK unggulan.

“Kita akan tingkatkan IPM melalui program kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, mudah’mudahan IPM kita mengalami peningkatan di seluruh kabupaten/kota wilayah Kalbar,” kata Norsan.*

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi bantu pindahkan pengungsi banjir bandang Jayapura

Relokasi atau perpindahan ini dibantu oleh personel dan truk dari Sat Samapta Polres Jayapura yang dilakukan secara bertahap sehingga semua pengungsi dapat direlokasi sesuai dengan pengaturan dari Posko Induk Penanganan

Jayapura (ANTARA) – Jajaran kepolisian daerah (Polda) Papua membantu memindahkan para pengungsi korban banjir bandang dari posko induk kompleks perkantoran Bupati Jayapura ke Posko Toware dan Posko Stadion Barnabas Youwe.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, Minggu malam mengatakan perpindahan atau pergeseran para pengungsi itu mulai dilakukan sejak pukul 15.45 WIT.

“Para pengungsi tersebut digeser ke Posko Toware yang sebelumnya mereka menempati ruangan-ruangan yang ada di kantor Bupati Jayapura dan ruangan yang ada di kantor DPRD Jayapura,” katanya.

Hal ini dilakukan, kata dia, karena pascabencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Jayapura aktifitas perkantoran di pemerintahan Bumi Kenambay Umbat selama seminggu tidak berjalan dengan baik.

“Maka pengungsi tersebut direlokasi ke beberapa tempat pengungsian yaitu di Posko Toware dan Posko Stadion Barnabas Youwe,” katanya.

Hal ini dilakukan agar aktifitas perkantoran di pemerintahan Kabupaten Jayapura bisa kembali normal.

“Relokasi atau perpindahan ini dibantu oleh personel dan truk dari Sat Samapta Polres Jayapura yang dilakukan secara bertahap sehingga semua pengungsi dapat direlokasi sesuai dengan pengaturan dari Posko Induk Penanganan,” katanya tanpa merincikan berapa jumlah pengungsi yang berpindah tempat.*

Baca juga: Gakeslab beri tandon air kepada korban banjir Sentani

Baca juga: UP2KP sebar puluhan relawan kesehatan layani korban banjir

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga korban banjir Jayapura terima bantuan dari Freeport

Sebagai manusia harus tahuberterimakasih dan bersyukur atas bantuan sekecil dan sesederhana apapun. Untuk situasi awal darurat, tentu bantuan seperti itu diberikan dan pasti akan ada bantuan lain yang menyusul seperti perbaikan lingkungan

Jayapura (ANTARA) – Warga korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, sejak Minggu hingga kini telah menerima secara bertahap bantuan kemanusiaan dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

Agustinus Donal Ohee, selaku tokoh masyarakat adat Sentani dan Ketua Badan Musyawarah Tujuh Wilayah Adat Papua di Sentani Minggu mengatakan bantuan yang diberikan oleh PTFTI merupakan bukti nyata kesetiakawanan atau solidaritas atas penderitaan yang menimpa ribuan warga sekaligus ikut meringankan beban kehidupan akibat bencana alam tersebut.

“Kami sebagai warga Kabupaten Jayapura telah berulang kali menerima bantuan kemanusiaan dari Freeport, salah satu perusahaan tambang tembaga, perak dan emas terbesar di dunia yang beroperasi di tanah Papua,” katanya.

Di dalam situasi darurat seperti ini, kata dia, hal yang paling utama adalah memperlihatkan solidaritas kepada para korban bencana alam sekaligus meringankan beban penderitaan tanpa menilai besar kecil dan jenis bantuan.

Agustinus mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan dari banyak masyarakat adat Sentani yang adalah korban bencana banjir bandang bahwa PTFI merupakan perusahaan swasta pertama yang datang ke lokasi banjir bandang memberikan bantuan darurat berupa makanan siap saji dan air mineral.

Bantuan itu diberikan sejak Minggu (17/3) sekitar delapan jam setelah banjir bandang memporakporandakan rumah penduduk, menguburkan ratusan warga dan harta benda serta ternak pada Sabtu (16/3) malam hari.

Pada keesokan harinya, Senin (18/3) PTFI kembali mendistribusikan bantuan kemanusiaan berbagai jenis bahan makanan siap olah seperti beras, mie instan, susu dan sebagainya.

Bantuan ini disalurkan langsung ke tenda-tenda pengungsi, perumahan penduduk yang luput dari hempasan banjir bandang serta ke posko induk bencana alam yang terletak di Kantor Bupati Jayapura.

Selain itu juga, lanjut Agustinus, pihaknya menerima pengakuan langsung dari masyarakat adat Sentani bahwa PTFI telah pula mengirimkan tim penyelamat dan tim medis untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan para korban.

“Masyarakat yang menjadi korban bencana alam itu telah merasakan kehadiran Freeport pada kesempatan pertama,” katanya.

Pada Sabtu (23/3), lanjut Agustinus, pihaknya mendatangi media center posko induk bencana banjir bandang di Kantor Bupati Jayapura mendapat data terkait bantuan kemanusiaan yang dikirim Komunitas karyawan PTFI pada Jumat (22/3) yang diterbangkan pesawat udara Airfast dari Timika sebanyak 166 karton atau tiga ton bantuan kemanusiaan dan akan disusul lagi 60 karton sekitar satu ton berisi pakaian anak-anak dan orang dewasa, alat mandi, dan sebagainya.

“Kami minta agar Freeport tidak sendirian turun ke masyarakat mendistribusikan bantuan dalam bentuk barang-barang. Keikutsertaan masyarakat, pemuda dan mahasiswa serta wartawan dalam mendistribusikan bantuan kemanusiaan Freeport merupakan bukti bahwa Freeport senantiasa bekerjasama dengan masyarakat Papua dalam menyelamatkan nyawa sesama manusia yang sedang menderita. Freeport jangan kerja sendiri,” pintanya.

Sedangkan mengenai kritikan terhadap Freeport yang memberikan bantuan darurat berupa makanan siap saji dan pakaian, Agustinus menegaskan, dalam situasi darurat kemanusiaan seperti ini, bantuan setetes air minum bagi sesama yang sangat haus dahaga jauh lebih bernilai daripada memberikan satu tanki air minum pada saat para penderita sudah tidak merasa haus lagi.

“Sebagai manusia harus tahu berterima kasih dan bersyukur atas bantuan sekecil dan sesederhana apapun. Untuk situasi awal darurat, tentu bantuan seperti itu diberikan dan pasti akan ada bantuan lain yang menyusul seperti perbaikan lingkungan pegunungan Cyclop dan lainnya,” katanya.*

Baca juga: UP2KP sebar puluhan relawan kesehatan layani korban banjir

Baca juga: UP2KP buka posko perekrutan relawan kesehatan banjir Sentani

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gakeslab beri tandon air kepada korban banjir Sentani

Kami, Gakeslab Papua bekerjasama dengan pengurus pusat memberikan berbagai bantuan kepada korban banjir, diantaranya tandon air dan juga air bersih kepada warga yang terdampak korban banjir bandang

Jayapura (ANTARA) – Gabungan pengusaha kesehatan dan laboratorium (Gakeslab) Provinsi Papua bekerjasama dengan pengurus pusat memberikan bantuan tandon air kepada warga di sejumlah titik pengungsian korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura.

Yan Frits selaku Ketua Gakeslab Provinsi Papua ditemui di Telaga Maya, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Minggu mengatakan bantuan tandon air itu diberikan di tujuh titik pengungsian mulai dari Lapangan Barnabas Youwe hingga ke arah Distrik Sentani Timur di Telaga Maya dan sekitarnya.

“Kami, Gakeslab Papua bekerjasama dengan pengurus pusat memberikan berbagai bantuan kepada korban banjir, diantaranya tandon air dan juga air bersih kepada warga yang terdampak korban banjir bandang,” katanya.

Sementara bantuan lainnya yang telah diberikan sejak Minggu (17/3), kata dia, adalah bantuan dalam bentuk bahan pokok makanan, pakaian layak pakai, hingga susu dan kebutuhan lainnya seperti selimut dan terpal.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga korban banjir bandang, termasuk warga pesisir danau Sentani yang rumahnya mulai tenggelam karena air meluap akibat dari curah hujan yang tinggi,” kata Yan Frits didampingi sejumlah rekan-rekanya.

Aksi itu mendapat apresiasi dari warga Telaga Maya yang mengaku sangat terbantu karena pasokan air bersih sejak awal bencana tidak didapatkan.

“Saya sebagai ketua RW disini sampaikan terima kasih kepada semua pihak termasuk Gakeslab dan Polri yang telah mendirikan tenda bagi kami,” kata Baco Ronald Kaigere.*

Baca juga: UP2KP sebar puluhan relawan kesehatan layani korban banjir

Baca juga: UP2KP buka posko perekrutan relawan kesehatan banjir Sentani

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Plt Gubernur Aceh ajak swasta terlibat aktif dalam pembangunan Aceh

Negeri ini tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja, tapi perlu dukungan dan bantuan sektor swasta, katanya

Aceh Besar (ANTARA) – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak sektor swasta untuk melibatkan diri secara aktif dalam seluruh proses pembangunan yang sedang digalakkan Pemerintah Aceh.

“Kolaborasi semua pihak merupakan kunci sukses pembangunan di setiap daerah,” kata Nova Iriansyah di sela-sela membuka Bank Aceh Syariah Golf Tournamen yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Bank Aceh Syariah ke 46 di Lapangan Golf Lhoknga, Aceh Besar, Minggu.

Ia menjelaskan, untuk membangun Aceh, semua harus berfikir secara kolaboratif sehingga upaya meningkatkan pembangunan di berbagai sektor dapat terwujud.

“Negeri ini tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja, tapi perlu dukungan dan bantuan sektor swasta,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau swasta untuk turut terlibat dan melibatkan diri dalam seluruh proses pembangunan di Aceh.

Nova mengungkapkan, saat ini masih banyak aset Pemerintah Aceh yang terbengkalai dan perlu adanya keikutsertaan swasta untuk mengoptimalkan aset tersebut.

Ia mengatakan keterlibatan pihak swasta mampu membuat lahan dan aset-aset tersebut produktif kembali.

“Peran swasta sangat dibutuhkan untuk membuat aset tersebut produktif kembali, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” katanya.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gereja terendam banjir, jemaat Kampung Putali ibadah di atas perahu

Tadi pagi kami Jemaat GKI Moria beribadah di halaman gereja diatas perahu dan speedboat, sekitar 40 orang jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut

Jayapura (ANTARA) – Warga jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Moria Hanele, Kampung Putali, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, pada Minggu pagi gelar ibadah di atas perahu dan speedboat karena bangunan gereja ikut terendam air akibat banjir bandang pada pekan lalu.

Naftali Felle, salah satu warga Jemaat GKI Moria Hanele ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Minggu malam mengungkapkan, ibadah tersebut merupakan yang pertama kali terjadi sepanjang bencana alam yang menerjang Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu pekan lalu.

“Tadi pagi kami Jemaat GKI Moria beribadah di halaman gereja di atas perahu dan speedboat, sekitar 40 orang jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut,” kata Naftali yang merupakan tokoh adat Kampung Abar.

Menurut dia, ibadah tersebut tergolong klasik jika dibandingan dengan kitab Injil dimana ibadah serupa dilaksanakan di atas air.

“Ini ibadah klasik, jemaat gunakan perahu sebagai tempat duduk. Kalau biasanya beribadah di dalam gedung, ini di halaman gedung karena air telah mengepung kami sejak Minggu (17/3) pagi,” kata Naftali Felee.

Ibadah di halaman gereja ataupun di dalam gereja dengan menggunakan perahu mendadak menjadi viral di laman Facebook.

Sejumlah warga memposting gambar-gambar ibadah Minggu pagi dengan menggunakan perahu sebagai tempat duduk, karena air Danau Sentani yang meluap masuk ke dalam gereja.

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UP2KP buka posko perekrutan relawan kesehatan banjir Sentani

Hari kedua pasca kejadian banjir bandang Sentani, kami diinstruksikan oleh pimpinan kami selaku Direktur Eksekutif UP2KP drg Aloysius Giyai untuk segera membuka posko.

Jayapura (ANTARA) – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) membuka posko perekrutan tenaga relawan kesehatan dan posko bantuan kemanusiaan

“Hari kedua pasca kejadian banjir bandang Sentani, kami diinstruksikan oleh pimpinan kami selaku Direktur Eksekutif UP2KP drg Aloysius Giyai untuk segera membuka posko, ada dua posko yang kami buka,” kata Kepala Bidang Respon Emergenzi UP2KP Darwin Rumbiak di Jayapura, Minggu.

Darwin menjelaskan, dari dua posko yang dibuka, selain mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk membantu korban banjir Sentani, tapi juga merekrut relawan tenaga kesehatan untuk melayani kesehatan pengungsi korban banjir.

Menurut Darwin, hari kedua pasca bencana, hingga hari kelima pasca bencana, relawan kesehatan yang sudah mendaftar yakni relawan kesehatan dari Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Puskesmas Kota Jayapura.

“Yang kami baru dapat informasi tenaga relawan kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih ada dua dokter co-as,” katanya.

Sementara dari Fakultas Kesehatan Masyarakat ada lima orang relawan kesehatan yang mendaftar ke posko UP2KP untuk melayani kesehatan warga korban banjir.

Sedangkan dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan ada tujuh tenaga relawan kesehatan yang mendaftar untuk melayani warga korban banjir bandang Sentani.

“Ada tambahan bantuan tenaga relawan kesehatan lagi yaitu dari Kabupaten Lanny Jaya,” katanya.*

Baca juga: PMI bagikan masker di lokasi bencana banjir Sentani

Baca juga: Bupati Mamteng beri bantuan untuk korban banjir Sentani

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UP2KP sebar puluhan relawan kesehatan layani korban banjir

Jadi jumlah keseluruhannya ada 20 tenaga kesehatan yang diutus untuk mendaftar ke kami sebagai tenaga relawan kesehatan membantu melayani kesehatan korban banjir

Jayapura (ANTARA) – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) menyebarkan 54 relawan kesehatan yang mendaftar ke posko yang dibuka oleh unit itu untuk melayani kesehatan pengungsi korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura.

Darwin Rumbiak, penanggung jawab perekrutan tenaga kesehatan kepada ANTARA di Jayapura, Minggu, mengemukakan, puluhan relawan kesehatan itu berasal dari Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Puskesmas Kota Jayapura.

Darwin menjelaskan, Kabupaten Keerom kurang lebih mengutus 20 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari lima dokter umum, dua bidan, satu tenaga gizi, satu tenaga kesehatan lingkungan, dan sisanya perawat.

“Jadi jumlah keseluruhannya ada 20 tenaga kesehatan yang diutus untuk mendaftar ke kami sebagai tenaga relawan kesehatan membantu melayani kesehatan korban banjir,” katanya.

Dari Kabupaten Mamberamo Raya, katanya, jumlah tenaga relawan kesehatan yang didistribusikan untuk mendaftar ke posko UP2KP sebagai tenaga relawan kesehatan sebanyak 15 orang, terdiri dari dua dokter umum, sepuluh perawat, dan tiga tenaga bidan.

Kemudian, Puskesmas Kota Jayapura mengirim lima tenaga perawat dan dua dokter umum sebagai relawan kesehatan untuk membantu korban banjir Sentani.

Selanjutnya, dari Kabupaten Lanny Jaya mengirim tenaga relawan kesehatan yakni satu dokter spesialis, dua dokter umum, lima perawat, dua tenaga gizi, dan dua tenaga sanitasi.

“Mereka semua sudah distribusikan ke posko induk pengungsi korban banjir bandang Sentani,” katanya.

Menurut dia, penempatan masing-masing tenaga relawan kesehatan itu sudah sesuai kebutuhan dan sudah melayani kesehatan pengungsi korban banjir.

Ia menjelaskan, dirinya bertanggung jawab atas tenaga relawan kesehatan yang melayani pengungsi korban banjir di posko di BTN 751 Sentani, posko korban luapan air Danau Sentani di Kampung Yoka dan posko di BTN Sosial Sentani, ada dua group.

Sedangkan Fredik Hukubun, tambah dia, memegang satu group tenaga relawan kesehatan, yaitu yang bertugas di posko pengungsi di Doyo Baru, Sentani.

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PLN sambung gratis listrik ke 200 rumah miskin di Makassar

Makassar (ANTARA) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselrabar) akan menyambung listrik gratis kepada 200 rumah di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Sasaran program ini adalah masyarakat tidak mampu dan yang menyambung listrik langsung dari jaringan PLN di Kota Makassar dan Kabupaten sekitarnya,” kata General Manager PLN UIW Sulselrabar Bambang Yusuf melalui siaran persnya diterima, Minggu.

Ia mengatakan, PLN UIW Sulselrabar menjadi pionir yang menginisiasi dan memberikan bantuan penyambungan listrik gratis pertama di Sulawesi. Ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat utamanya kurang mampu.

“Saat ini telah tersambung empat rumah tangga miskin di Kota Makassar dan Kabupaten sekitarnya,” tutur Bambang.

Penyambungan dilaksanakan secara simbolis oleh General Manager Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi Suroso Iskandar di Taman Pakui Sayang Kota Makassar (24/3) dengan daya 450 VA melalui program CSR PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar.

Salah seorang pelanggan, Sitti Maemunah warga jalan Nusantara Baru yang mendapat penyambungan listrik secara gratis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada PLN karena program tersebut bisa mengurang biaya penyambungan listrik.

Bagi keluarga yang menyambung dengan levering (sambung langsung) membayar lebih mahal dibandingkan keluarga yang tersambung listriknya langsung ke PLN.

Sebagai contoh, keluarga yang menyambung listrik secara langsung menghabiskan biaya kurang lebih Rp40 ribu per bulannya, sedangkan bila menggunakan listrik PLN dengan daya 450 VA pelanggan hanya membayar kurang lebih Rp30 ribu.

Artinya, masih ada penghematan Rp10 ribu. Pelanggan bisa lebih banyak menggunakan peralatan listrik seperti lampu, pemasak nasi, televisi, dan setrika.*

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Donasi kemanusiaan untuk Palestina

Warga memotong rambutnya sekaligus berdonasi kemanusiaan untuk Palestina di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (24/3/2019). Aksi donasi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) itu dimaksudkan menggalang dana untuk pengiriman kapal bantuan yang mengangkut 10 ribu ton beras kepada warga Palestina yang saat ini kesulitan bahan pangan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww.

Kementerian BUMN salurkan sembako murah

ANTARA-Dua ribu kepala keluarga kurang mampu di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, menerima bantuan Sembako murah dari Kementerian BUMN. Penyaluran sembako murah ini sebagai bagian dari rasa syukur Kementerian BUMN atas prestasi yang dicapai  bumn secara keseluruhan.

Program beasiswa Kaltim tunggu pembentukan badan pengelola

Samarinda (ANTARA) – Dinas Pendidikan Kalimantan Timur menyatakan program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) belum bisa dilaksanakan dan harus menunggu terbentuknya Badan Pengelola yang akan dibentuk oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor. Nantinya badan tersebut yang akan mengatur dan mengelola beasiswa untuk para penerima.
 

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim, Djoni Topan kepada awak media di Samarinda, Minggu, mengatakan keberadaan Badan Pengola tersebut yang nantinya akan mengatur dan mengelola pemberian beasiswa.

“Pergub sudah masuk di meja Gubernur tinggal tanda tangan. Selanjutnya menunggu Badan Pengelola BKT terbentuk, baru BKT bisa disosialisasi,” ungkap Djoni.

Ia membeberkan dalam Pergub BKT tersebut tercantum syarat yang harus dipenuhi calon penerima untuk bisa mendapatkan Beasiswa.

“Beasiswa ini akan diberikan dengan pola berbeda. Pertama, Beasiswa bakal diberikan tuntas sampai penerima selesai menjalankan pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan poin Kedua, beasiswa akan diberikan stimulan kepada penerima yang layak mendapatkan. Dalam Pergub BKT juga tercantum syarat penerima beasiswa tuntas dan stimulan.

“Pergubnya jadi satu walaupun juknisnya beda antara yang stimulan dan tuntas. Kalau untuk syarat-syaratnya ada semua di Pergub. Tapi syarat utama, ya, calon penerima harus sudah masuk universitas terlebih dahulu, selanjutnya akan diseleksi. Yang jelas operasional pasti Juni,” ucap Djoni.

Ia memprediksi peluncuran BKT akan digelar paling lambat Mei 2019. Pasalnya Juni 2019 sudah masuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Namun ia menegaskan, BKT akan sepenuhmya melalui Badan Pengelola, bukan lewat Disdik Kaltim.

Pasalnya Disdik Kaltim hanya bertugas menyusun teknis perumusan BKT.

“Disdik hanya menyiapkan tiga hal, yaitu Peraturan Gubernur, Petunjuk Teknis, dan Keputusan Gubernur terhadap pengelolanya. Selebihnya itu urusan Badan Pengelola yang akan dibentuk Gubernur. Anggaran tetap di Disdik,” tuturnya.

Sebelumnya Plt Kadisdik Kaltim, Muhammad Sa’bani, mengungkapkan badan beasiswa akan mempermudah Disdik dalam teknis pengelolaan maupun perekrutan penerima BKT.

Menurutnya badan beasiswa akan diisi orang-orang independen yang dipilih Gubernur. Peran Disdik, hanya sebagai pendukung badan pengelola beasiswa.

“Terdiri dari orang-orang yang fokus menangani Beasiswa. Tentu ada orang yang independen dalam badan itu supaya lebih fokus. Dari Disdik hanya mendukung saja. Gimana bentuknya? Itu akan dirumuskan Gubernur,” ucap Sa’bani.

Anggaran BKT 2019 sekitar Rp80 miliar. Penyaluran BKT untuk jenjang pendidikan mulai S1, S2, hingga S3. Namun, BKT tidak menyasar bidang Keilmuan khusus, melainkan bidang ilmu yang dibutuhkan Kaltim maupun Kabupaten/Kota. Artinya tidak merata untuk bidang keilmuan umum.

“Kita ingin menyesuaikan bidang keilmuan yang akan mendapatkan BKT itu. Tidak umum dan merata bidang kuliah. Tapi ada pemilihan untuk yang dibutuhkan daerah tertentu,” katanya.*

Pewarta: Arumanto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi beroperasi penuh

ANTARA-Menteri Badan Usaha Milik Negara, BUMN, Rini Soemarno, memastikan Jalan Tol  Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi beroperasi penuh pada Senin 25 Maret 2019. Pengoperasian secara penuh tol ini dimungkinkan, karena seksi terakhir sei rampah-tebing tinggi sudah selesai pengerjaanya.  

Jelang peringatan World Dance Day di Bandung

Sejumlah penari berlatih tari Ronggeng Geber Bandung di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/3/2019). Kegiatan tersebut merupakan persiapan peringatan “World Dance Day” yang akan diikuti oleh sebanyak 3.000 penari ronggeng termasuk siswa-siswi Sekolah Luar Biasa, pada April mendatang. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.

BPBD Kediri : Antisipasi runtuh, batu di bukit Grogol akan dipecah

Terdapat enam batu besar di sekitar perbukitan itu, yang dinilai bisa membahayakan.”

Kediri (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berencana memecah material batu di areal bukit Kecamatan Grogol, karena dikhawatirkan bisa runtuh dan menimpa rumah warga.

“Kami melakukan monitoring pelaksanaan pemecahan batu yang mengancam dan membahayakan warga Dusun Kalinanas, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Kerja bakti dilakukan warga dengan pembersihan lahan serta penebangan pohon yang diperkirakan membahayakan yang dilanjutkan proses pemecahan batu di atas bukit yang mengancam warga,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agata di Kediri, Minggu.

Ia mengungkapkan, batu-batu tersebut dikhawatirkan runtuh karena terdapat enam batu besar di sekitar perbukitan yang bisa membahayakan. Bahkan, warga bahkan dilarang beraktivitas di bawah bukit, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi sewaktu-waktu.

Untuk rencana pemecahan, Randy mengatakan tentunya juga melibatkan berbagai alat pemecah batu. Namun, ia juga mengakui untuk proses itu membutuhkan waktu dan teknik, sebab tidak bisa dilakukan secara gegabah.

Selain mempersiapkan untuk rencana pemecahan batu yang mengancam rumah warga, Randy juga memantau kejadian bencana alam. Dalam kurun beberapa waktu terakhir terjadi musibah banjir akibat hujan turun yang sangat deras.

Terjadi banjir di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (23/3). Hujan turun sangat lebat di Desa Parang dan Desa Tiron. Sungai di desa itu tidak dapat menampung debit air yang besar dan deras, sehingga meluber ke permukiman serta perkebunan warga.

“Walaupun air meluber, banjir luapan di Kecamatan Grogol tersebut sudah surut. Kami tetap meminta warga untuk berhati-hati terutama ketika hujan deras terjadi,” kata Randy.

Banjir juga terjadi di Dusun Tlanak, Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, akibat tanggul jebol. Kejadian itu mengakibatkan air merendam rumah warga. Air sudah mulai tinggi sejak Selasa (19/3) malam sudah tinggi, bahkan pada Rabu (20/3) juga semakin tinggi.

Banjir itu terjadi sepanjang 5 meter dengan tinggi 1 meter dari sungai sekunder Mejono Bangi dan tanggul jebol di sungai sekunder mojolegi sepanjang 15 meter, tinggi 1 meter. Tanggul jebol itu berdampak pada Dusun Tawangrejo dan Dusun Bulurejo, Desa Papar.

Jumlah warga rumahnya terendam juga cukup banyak. Di Dusun Tawangrejo, jumlah kepala keluarganya mencapai 265 KK yang tersebar di empat RT dan satu RW. Di Dusun Bulurejo, mencapai 203 KK yang tersebar di empat RT dan satu RW.

BPBD Kabupaten Kediri sempat mengevakuasi warga karena tingkat kedalaman air yang semakin tinggi. Selain itu, BPBD juga memberikan bahan pokok, selimut dan makanan untuk korban terdampak, dengan harapan bisa meringankan beban mereka. 

Baca juga: BPBD Kabupaten Kediri-Jatim pasang penahan air di tanggul jebol

Baca juga: BPBD tangani tanggul jebol rendam rumah di Kabupaten Kediri-Jatim

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Humanity Food Truck” bagikan 1.000 paket makanan gratis di Semarang

Semarang (ANTARA) – Satu unit armada Humanity Food Truck 2.0 yang diluncurkan Global Zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagikan 1.000 paket makanan gratis kepada warga di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu.

Warga dari berbagai latar belakang tampak tertib mengantre di dekat truk bermerek Hino tipe 500 yang telah dimodifikasi sedemikan rupa sehingga menjadi dapur berjalan.

Andi Rahmanto, selaku partnership ACT Jateng mengatakan bahwa Humanity Food Truck 2.0 hadir di tengah masyarakat sebagai ikhtiar terbaik untuk mengimplementasikan dana zakat yang dipercayakan kepada Global Zakat-ACT.

Keberadaan armada dapur berjalan ini diharapkan menjadi solusi masalah pangan bagi penerima zakat, salah satunya fakir miskin.

Ia menyebutkan ke depan program Humanity Food Truck 2.0 akan terus berlanjut demi memberikan layanan pangan secara gratis di berbagai wilayah Provinsi Jateng.

“Alhamdulillah, hadir perdana di Masjid Jami Jatisari tim Global Zakat-ACT sukses mendistribusikan 1.000 paket makanan untuk kaum dhuafa, dan fakir miskin,” ujarnya.

Pada dapur berjalan tersebut terdapat aneka perlengkapan seperti tersedianya chiller dua pintu, penanak nasi tiga tingkat yang mampu memasak hingga kapasitas 21 kilogram beras dalam sekali masak, dua kuali tekanan tinggi, dan satu kuali tekanan rendah.

“Aneka sayur, daging, beras dan bahan-bahan yang lain mulai dikerjakan dini hari, tepat sebelum subuh seribu paket makanan sudah terkemas dan siap didistribusikan,” katanya.

Sementara itu, takmir Masjid Jami Jatisari, Siswanto, mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan ACT.

“Takmir masjid bersama ACT sudah sering melakukan kerja sama program, dengan adanya terobosan Humanity Food Truck 2.0 sangat memudahkan kita untuk berbagi sedekah dengan jangkauan luas,” ujarnya.

Sehari sebelum acara digelar, tim ACT bersama jajaran takmir masjid berkoordinasi menentukan penerima manfaat yang tepat.
“Sebanyak 450 kupon kami bagikan untuk warga, lalu sebanyak 300 kupon kami khususkan untuk anak-anak pondok pesantren di sekitar Jatisari, 250 sisanya kami siapkan di lokasi Food Truck,” kata Siswanto.*

Baca juga: ACT hadirkan “Humanity Food Truck 2.0”

Baca juga: Humanity Food Truck ACT jangkau korban banjir Bantul

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PMI bagikan masker di lokasi bencana banjir Sentani

Pembagian masker ini dilakukan karena masih banyaknya debu di sepanjang jalan karena terdapat genangan lumpur yang ikut terbawa saat banjir bandang yang saat ini sudah mulai mengering sehingga menimbulkan debu berterbangan

Papua (ANTARA) – Pascabanjir bandang yang menerjang beberapa wilayah di Sentani, Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu, puluhan relawan PMI menyebarkan masker kepada pengendara roda dua dan empat serta warga yang melintasi di lokasi terdampak.

“Pembagian masker ini dilakukan karena masih banyaknya debu di sepanjang jalan karena terdapat genangan lumpur yang ikut terbawa saat banjir bandang yang saat ini sudah mulai mengering sehingga menimbulkan debu berterbangan,” kata Humas PMI Provinsi Provinsi Papua Martha Samori melalui sambungan telepon, Minggu.

Meskipun sudah dilakukan pembersihan, tetapi sisa sisa debu masih bertebaran di jalan dan cukup mengganggu pengendara yang melintasi wilayah yang terdampak, bahkan dikhawatirkan akibat debu itu bisa menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Selain itu, relawan PMI melakukan sosialisasi cara penggunaan masker yang baik dan benar serta mengimbau untuk menyiapkan masker sebelum berpergian.

Selain itu, dalam operasi pelayanan tanggap darurat ini sejumlah relawan membantu membuat MCK dan pelayanan psikososial support program (PSP), layanan kesehatan dan memberikan bantuan logistik di wilayah terdampak.

Dalam pelayanan tanggap darurat ini, PMI mengerahkan relawan gabungannya dari PMI Provinsi Papua, Kota/Kabupaten Jayapura, Kabupaten Teluk Bintuni, Timika dan Jogjakarta.

“Pelayanan pada masa tanggap darurat bencana ini kami fokuskan kepada korban maupun warga terdampak lainnya,” kata Martha.

Bencana banjir bandang yang terjadi di Papua beberapa waktu lalu yang menerjang sebagian distrik di Jayapura menyebabkan ratusan warga meninggal dunia, puluhan hilang dan ribuan mengungsi.*

Baca juga: Bupati Mamteng beri bantuan untuk korban banjir Sentani

Baca juga: Puskesmas Harapan layani kesehatan pengungsi pesisir Danau Sentani

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Intervensi pemerintah jadi andalan turunkan kemiskinan Jateng

Semarang (ANTARA) – Intervensi pemerintah melalui berbagai program kerja dan kegiatan masih menjadi andalan dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah.

“Upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan pendapatan, hingga intervensi melalui berbagai program,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo di Semarang, Minggu.

Menurut dia, warga miskin terbagi dalam kategori produktif dan tidak produktif.

Ia menjelaskan upaya membantu warga miskin yang sudah tidak produktif inilah yang disasar melalui berbagai program kerja dan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Ia menyebut intervensi dalam upaya mengurangi kemiskinan antara lain melalui Program Keluarga Harapan, Kartu Jateng Sejahtera, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah, termasuk kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Berbagai program dan kegiatan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut akan disinergikan dengan program pemerintah pusat, seperti Bantuan Pangan Non Tunai.

Prasetyo juga mengungkapkan upaya pengentasan kemiskinan juga bukan hanya tugas pemerintah.

Menurut dia, perusahaan-perusahaan juga dapat berpartisipasi dalam pengurangan angka kemiskinan melalui penyaluran CSR.

Adapun untuk warga miskin yang masih produktif, lanjut dia, upaya pemerintah antara lain melalui kemudahan untuk memperoleh modal usaha.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan penurunan angka kemiskinan rata-rata sebesar 1 persen per tahun dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Menurut Prasetyo, target penurunan kemiskinan tersebut sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah Jawa Tengah periode 2018-2023.

“Target angka kemiskinan Jawa Tengah pada 2023 sebesar 7,48 persen,” katanya.

Angka kemiskinan Jawa Tengah sendiri pada 2018 tercatat mencapai 11,19 persen dari total jumlah penduduk provinsi ini.

Dengan target sebesar itu, lanjut dia, rata-rata penurunan jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai sekitar 330 ribu jiwa.*

Baca juga: Baznas Jateng sepakati zakat ASN untuk kurangi kemiskinan

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stunting dan TBC prioritas penanganan Kemenkes di Jateng

Semarang (ANTARA) – “Stunting” atau kegagalan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi dan penyakit “Tuberculosis (TBC)” menjadi prioritas penanganan  Kementerian Kesehatan terkait dengan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.

“Di Jateng, stunting dan TBC (jadi prioritas penanganan) karena jumlah penduduknya besar dan lansianya tinggi,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek usai menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2019 di Semarang, Minggu.

Menkes meminta setiap jajaran Dinas Kesehatan yang ada di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus bisa mengatasi dua persoalan tersebut dengan penanganan secara tepat dan terukur.

Menurut Menkes, rata-rata daerah di Indonesia juga mengalami hal serupa terkait kesehatan masyarakat seperti yang terjadi di Provinsi Jateng.

“Seluruh provinsi yang saya datangi hampir sama, ‘problemnya’ bagaimana kurangi (penderita) penyakit TBC,” ujarnya didampingi Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri masing-masing terkait dengan kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Sehat.

Rakerkesda Dinkes Jateng tahun ini digelar pada 24-25 Maret 2019 dengan mengusung tema “Mbangun Bareng Jawa Tengah: Lebih Sehat, Berdikari, dan Semakin Sejahtera”.

Melalui tema tersebut diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan kesehatan melainkan bersama dengan tenaga kesehatan bersinergi dalam mewujudkan Jawa Tengah Sehat.

Rakerkesda Dinkes Jateng 2019 antara lain diikuti oleh DPRD Provinsi Jateng, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan Dinkes Provinsi Jateng, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Jateng, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten/Kota, Sekretaris Dinas Kesehatan, para pejabat struktural Dinkes Jateng dan UPT, perwakilan puskesmas dari 35 kabupaten/kota.

Kadinkes Jateng Yulianto Prabowo menjelaskan bahwa rakerkesda yang dilakukan jajarannya memiliki tujuan umum mewujudkan cakupan pelayanan kesehatan semesta di Jateng, sedangkan tujuan khususnya adalah tersosialisasinya evaluasi kinerja program pembangunan kesehatan 2018 dan strategi kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2019.

Kemudian, terwujudnya akselerasi dan harmonisasi peran dan fungsi dinas kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lain dalam menuntaskan masalah kesehatan prioritas di Jateng, sinkronisasi program penanggulangan kemiskinan bidang kesehatan di provinsi dan kabupaten/kota, sinkronisasi provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya pencapaian program prioritas Implementasi Rumah Sakit tanpa Dinding, tersusunnya rencana aksi provinsi dan kabupaten/kota.

“Peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan dan rumah sakit pemerintah saja, tapi juga menjadi tanggung jawab kita semuanya,” katanya.

Adanya struktur dan tata kerja yang baru di lingkungan Dinas Kesehatan, lanjut Yulianto, diharapkan dapat meningkatkan harmonisasi hubungan kerja sehingga dapat meningkatkan keterpaduan program prioritas yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, swasta, organisasi profesi, institusi pendidikan tenaga kesehatan, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan lain-lain.***3***

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Purwakarta biayai 84 ribu peserta BPJS

Purwakarta (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyiapkan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk menanggung pembayaran iuran 84 ribu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Dari data terpadu antarlembaga (Dinsos, Bappeda dan Disdukcapil), terdapat 84 ribu masyarakat yang didaftarkan sebagai peserta BPJS oleh Pemkab Purwakarta,” kata Bupati setempat Anne Ratna Mustika, di Purwakarta, Minggu.

Ia mengatakan, hal tersebut sebagai bagian dari komitmen pemkab dalam mendukung program nasional, khususnya program jaminan kesehatan.

Menurut dia, sebelumnya warga miskin di daerahnya mendapatkan program berobat gratis melalui program Jaminan Kesehatan Purwakarta Istimewa (Jampis). Tapi mulai Januari 2019, program Jampis tersebut diintegrasikan dengan jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan.

Ia mengakui kalau warga miskin di daerahnya belum tercover seluruhnya, meski saat ini telah didaftarkan 84 warga miskin sebagai peserta BPJS Kesehatan Purwakarta.

“Kemungkinan masih bisa bertambah jumlah warga miskin yang ditanggung iurannya setelah bantuan dana dari Pemprov turun. Tapi kami komitmen 60 persen bisa tercover secara keseluruhan oleh APBD,” kata Anne.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Purwakarta, Adiwan Qodar mengatakan, ada beberapa jenis peserta BPJS Kesehatan, yakni peserta mandiri dan penerima bantuan iuran (PBI).

“Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini merupakan program khusus bagi masyarakat miskin atau yang tidak mampu. Pendaftaraanya dilakukan melalui Pemkab atau Dinsos, begitu juga iurannya,” kata dia. ***3***

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bupati Mamteng beri bantuan untuk korban banjir Sentani

Jayapura (ANTARA) – Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), Papua, Ricky Ham Pagawak bersama tujuh puluh relawan dan Tim Peduli Bencana mengunjungi korban bencana banjir bandang Sentani

Kepada ANTARA di Jayapura, Minggu, Bupati Ham mengatakan pihaknya menyambangi langsung pengungsi korban banjir agar bisa memberikan bantuan kemanusiaan.secara langsung.

Bantuan yang diberikan berupa sembako, keperluan bayi, alat tidur, pakaian layak pakai, alat masak dan uang tunai. 

Tujuannya, meringankan beban pemerintah kabupaten Jayapura dalam mendistribusikan bantuan dan membantu masyarakat yang menjadi korban.

“Kabupaten Jayapura tidak bisa bekerja sendiri, sehingga Pemkab Mamberamo Tengah mengambil bagian untuk turun langsung memberikan bantuan. Langkah ini untuk meringankan beban Pemkab Jayapura. Dan ini murni masalah soal kemanusiaan,” katanya.

Bupati menjelaskan, penyerahan bantuan kemanusiaan ini sudah diketahui Bupati Jayapura sebagai pemilik wilayah.

“Bupati Jayapura via sms menyampaikan terima kasih karena mendengar ada bantuan dari Pemkab Mamberamo Tengah,” katanya.

Bupati Ham memberikan apresiasi kepada Bupati Jayapura, TNI/Polri yang sudah tanggap atas musibah ini, Gubernur Papua, maupun bupati-bupati, pimpinan gereja dan seluruh orang yang sudah peduli untuk memberikan bantuan.

“Kami harap para bupati yang belum memberikan bantuan agar segera terpanggil untuk memberikan bantuan, sebab ini juga bagian dari tanggungjawab pimpinan daerah yang sudah dipilih rakyat, karena kita orang Papua yang dipercayakan untuk menjaga dan melindungi rakyat,” katanya.

Dia juga menyampaikan turut berduka cita atas musibah banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura yang menyebabkan korban jiwa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa,” katanya.

Bupati memberikan langsung bantuan di enam titik agar bisa melihat langsung kondisi masyarakat, berdialog dengan mereka dan bisa memberikan semangat dan penguatan bahwa pemerintah ada bersama-sama dengan mereka di saat susah.*

Baca juga: Puskesmas Harapan layani kesehatan pengungsi pesisir Danau Sentani

Baca juga: Warga Sentani butuhkan MCK, air bersih dan listrik

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD Sulteng belum terima data soal dampak gempa bumi di Poso

Saya sendiri saat gempa sedang ada di gereja dan sebagian besar jemaat keluar dan baru melanjutkan ibadah setelah beberapa saat usai gempa

Palu (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan hingga kini belum juga menerima data atau informasi mengenai dampak gempabumi 5,7 SR yang mengguncang Kabupaten Poso, Minggu pagi (24/3) pukul 09.32 Wita.

“Kami masih menunggu laporan dari BPBD Poso soal gempa dan dampaknya,” kata Kepala BPBD Sulteng,Bartholomeus Tandigala di Palu, Minggu.

Karena belum ada informasi yang akurat dari BPBD Poso, BPBD Sulteng belum sampai sekarang ini belum bisa melakukan kegiatan apapun. Masalahnya, belum diketahui ada warga yang mengungsi karena rumah mereka rusak akibat gempa tersebut.

Namun, Bartholomeus berjanji segera menindak lanjuti jika sudah ada laporan dari BPBD setempat. “Kita sama-sama masih menunggu informasi,” ujarnya.

Dia menambahkan jika sudah ada informasi dan ada kebutuhan yang sudah jelas, maka BPBD Sulteng segera mengambil langkah konkret. Misalkan membutuhkan bantuan logistik makanan dan lainnya, maka BPBD Sulteng segera mendistribusikannya ke lokasi bencana.

Website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG), pusat dalam siaran persnya melaporkan gempa berada di 53 kilomoter barat daya Kabupaten Poso pada kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa di 1.84 LS (Lintang Selatan) dan 120. 54 BT (Barat Timur). Gempa tidak berpotensi tsunami, kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Hingga saat ini belum diperoleh informasi mengenai kondisi warga pascagempa daerah tersebut.

Namun Mariana, seorang warga di Tentena, Kabupaten Poso membenarkan adanya gempa yang dirasakan cukup keras tersebut membuat kebanyakan warga berhamburan  keluar rumah untuk menghindari hal-hal yang dapat mengancam keselamatan jiwa mereka.

“Saya sendiri saat gempa sedang ada di gereja dan sebagian besar jemaat keluar dan baru melanjutkan ibadah setelah beberapa saat usai gempa,” kata dia.

Dia mengaku ada beberapa rumah warga yang retak dan roboh akibat gempa.

Gempa juga terasa sampai di Kota Palu. meski berjarak sekitar 120 kilometer dari pusat gempa.

Selain di Kota Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng, gempa juga dirasakan warga di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Kabupaten Sigi berbatasan langsung dengan Poso.

Hingga kini belum ada informasi adanya korban jiwa atau luka-luka akibat gempa bumi di Poso.

Gempa bumi dahsyat pernah terjadi di Kota Palu dengan kekuatan 7,4 SR yang menimbulkan tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018.

Tercatat sekitar 4.000 jiwa meninggal dunia dan hilang akibat bencana alam itu.

Sampai saat ini kondisi ekonomi masyarakat di Kota Palu, Donggala, Sigi dan sebagian Kabupaten Parigi Moutong yang terpuruk akibat bencana alam tersebut masih belum kembali pulih seperti sebelumnya.

Baca juga: BPBD Sulteng salurkan bantuan korban gempa Poso

Baca juga: Gempa Poso ganggu ibadah di gereja-gereja

Pewarta: Anas Masa
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Disdukcapil OKU luncurkan Capil Go Digital

Baturaja (ANTARA) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, meluncurkan program Capil Go Digital atau menerapkan tanda tangan digital dalam bentuk barcode guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam pengurusan administrasi kependudukan.

“Tanda tangan digital dalam bentuk barcode ini rencananya mulai kami terapkan pada Mei 2019,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ogan Komering Ulu (OKU), Ajahari di Baturaja, Minggu.

Dia mengungkapkan, rencana penerapan program tersebut sesuai hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Makassar, Sulawesi Selatan dilaksanakan pada 7-9 Februari 2019 yang diikuti seluruh Kepala Disdukcapil se Indonesia.

Dalam Rakornas itu, Ajahari menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Dukcapil menggulirkan program baru di 2019 yaitu Capil Go Digital.

“Artinya, seluruh pelayanan publik yang ada di Disdukcapil tidak perlu tanda tangan Kepala Dinas secara manual. Tetapi akan dilakukan digital dengan cara mengubah aplikasi,” kata Ajahari.

Dia menjelaskan, dalam sistem aplikasi tersebut nantinya akan melibatkan operator, Analisis Data Base (ADB), verifikasi dan kepala dinas.

“Data-data tersebut nantinya diproses melalui operator dan verifikasi di Disdukcapil. Apabila tidak ada kendala maka data akan langsung dikirim kepada kepala dinas setempat dan jika disetujui akan menjadi digital dalam bentuk barcode,” katanya.

Menurut dia, Aplikasi digital ini memudahkan bagi semua pengguna, baik kepala dinas maupun masyarakat dalam kepengurusan data kependudukan di Kantor Disdukcapil setempat.

“Sebab untuk mendapatkan Akta Kelahiran ataupun Kartu Keluarga, kepala dinas tidak harus ada ditempat, begitu pula dengan warga, cukup mengirim data lengkap melalui aplikasi online WhatsApp,” jelasnya.

Dia menuturkan, perubahan paradigma baru dalam melayani masyarakat melalui digital akan membawa perubahan yang bagus dan sangat membantu pelayanan di masyarakat agar tidak ada hambatan dalam pelayanan.

“Karena sambil rapat atau sedang di luar kota juga bisa. Ini akan berimplikasi pada budaya kerja, perilaku dan tata kelola,” ujarnya.

Dia mengemukakan, uji coba ini akan dilakukan di beberapa dokumen seperti tanda tangan Kartu Keluarga, Akte Kelahiran, Akte Kematian dan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pelayanan Disdukcapil. Walaupun pimpinan kantor sedang tidak berada di tempat, maka tanda tangan masih bisa dilakukan melalui komputer tablet dan laptop,” tegasnya.

Menurut Ajahari, di era digital sekarang ini masyarakat menginginkan pelayanan publik yang serba cepat termasuk layanan data adminduk.

Oleh sebab itu, melalui pelayanan yang serba cepat dan tidak bertele-tele, pihaknya memberikan standar layanan yang dapat memudahkan masyarakat.

“Insya Allah, Disdukcapil Go Digital ini akan memudahkan langkah masyarakat mengurus adminduk,” ujarnya.*

Baca juga: Lapas disasar Disdukcapil Baubau-Sultra lakukan perekaman KTP-e

Baca juga: Disdukcapil Tangerang targetkan 46.318 KTP-el rampung jelang pilpres

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UNKP di SMK Kenyam hanya diikuti 18 pelajar

Bahan ujian sudah berada di Kenyam, dan 18 orang pelajar siap mengikuti UNKP

Jayapura (ANTARA) – Sebanyak 18 pelajar SMK Negeri 1 Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua siap mengikuti ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) yang akan dimulai Senin (25/3).

Memang hanya 18 pelajar SMK 1 Kenyam yang akan mengikuti uknp dan tidak ada yang pindah akibat mengungsi, kata Sekretaris Panitia Ujian Nasional dari Dinas Pendidikan Papua, Bejo di Jayapura, Minggu.

Dia mengatakan, soal ujian sudah sejak tanggal 18 Maret lalu tiba di Kenyam setelah dikirim melalui Wamena dengan dikawal dua aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pendidikan Papua dan Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (LPMP).  “Bahan ujian sudah berada di Kenyam, dan sebanyak 18 orang pelajar siap mengikuti UNKP,” kata Bejo.

Dijelaskan, untuk UNKP tingkat SMK seluruhnya dilaksanakan di Kenyam dan hingga kini belum ada kendala. “Mudah-mudahan UNKP dapat berlangsung tanpa hambatan berarti,” harap Bejo seraya menambahkan pelaksanaan UNKP akan berlangsung hingga Kamis (28/3) dengan mata pelajaran yang diujikan tercatat empat mata pelajaran.

Empat mata pelajaran yang diujikan, yakni bahasa Indonesia, matematika, bahasa inggris dan kejuruan, tambahnya.

Terkait adanya pelajar yang mengungsi dan tidak mengikuti UNKP di Kenyam, Bejo mengatakan hingga saat ini tidak ada laporan terkait perpindahan peserta UNKP dari SMK Negeri 1 Kenyam.

Baca juga: 29.332 pelajar SMA/SMK di Papua siap laksanakan UNBK/UNKP

Baca juga: Sebanyak 3.910 pelajar SMP di Papua ikut UNBK dan UNKP

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir rendam 65 unit rumah warga Simuelue Aceh

Meulaboh, Aceh (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Aceh melaporkan  65 unit rumah warga dan sekolah terendam genangan banjir di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh sejak Minggu pagi.

“Telah terjadi bencana banjir pukul 05.00 WIB di Desa Ujung Salang dan Desa Along, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue,” kata Kepala Pelaksana BPBA H T Ahmad Dadek, dalam laporan tertulis diterima wartawan, Minggu.

Bencana banjir di Desa Salang tersebut merendam rumah penduduk 50 unit dan sarana pendidikan berupa dua unit sekolah, ketinggian air pada titik tertentu mencapai 100 centimeter.

Sementara banjir di Desa Along merendam 15 unit rumah penduduk, satu unit kantor kepala desa dan satu unit rumah ibadah (Meunasah), selanjutnya untuk data jumlah kepala keluarga yang terdampak untuk sementara sedang dalam pendataan.

Tim BPBD langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa setempat serta instansi terkait lainnya dan melakukan peninjauan ke lokasi banjir, estimasi kerusakan dan kerugian sedang tahap perhitungan.

Seperti ke Desa Ujung Salang dan Desa Along bersama instansi terkait, melakukan pendataan korban, agar segera dilakukan upaya penanganan darurat bencana sesuai prosedur tetap.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Meulaboh, meriliskan prakiraan cuaca untuk Sinabang, Kabupaten Simeulue berpotensi terjadi curah hujan pada sore hari dan malam hari.

Secara umum kondisi cuaca di wilayah pesisir barat selatan Provinsi Aceh pada siang hari cerah berawan, namun pada sore dan malam hari berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Selain hujan, perlu diwaspadai juga adanya petir dan kilat,” demikian prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Meulaboh – Nagan Raya, Angga Yudha. ***3***
 

Pewarta: Anwar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PT Inalum-Jasa Marga salurkan bantuan CSR di Tebing Tinggi

Tebing Tinggi (ANTARA) – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersinergi dengan PT Jasa Marga menyalurkan bantuan kepada warga Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara sebagai bagian dari  program tanggung jawab sosial perusahaan yang dikemas melalui Program Pemberdayaan Masyarakat.

Direktur Utama PT. IInalum Budi Gunadi Sadikin di Tebing Tinggi, Minggu, mengatakan penyaluran CSR dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Ke-21 Kementerian BUMN, tersebut
digelar dalam beberapa kegiatan yaitu jalan sehat 5 km di Jalan Tol Tebing Tinggi, promo aktivasi LinkAja, santunan anak yatim, khitanan anak taqwa serta bersih-bersih kampung bersama BUMN.

“Pada HUT ke-21 Kementerian BUMN ini kami melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan, khususnya di Tebing Tinggi yang memiliki hubungan historis dengan Inalum sejak awal konstruksi di tahun 1970-an dan tentunya hal ini juga selaras dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri,” katanya.

Selain itu, pada tahun 2018, Inalum yang telah berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat yang dapat dilihat dari realisasi dana PKBL dan CSR yang telah disalurkan pada tahun 2018 sebesar Rp29 miliar.

Program rutin seperti pengobatan gratis, perbaikan sarana ibadah, pembuatan sumur bor, pembuatan posyandu, bantuan meubelier dan sarana pendidikan untuk sekolah-sekolah di sekitar perusahaan masih tetap terus dijalankan oleh Inalum sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Dalam rangka pelestarian alam, Inalum bersama dengan PT Inhutani IV (Persero) dan LSM melakukan penghijauan dengan menanam pohon sebanyak 450 hektare lahan kritis di sekitar Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan BUMN memperoleh keuntungan Rp143 triliun pada 2014 dan pada 2018 memperoleh laba di atas Rp190 triliun dan sebagai perusahaan milik negara, BUMN diwajibkan berbagi kepada masyarakat.

“BUMN adalah milik negara, berarti milik rakyat dan milik kita semua, untuk itu BUMN harus bisa untung untuk diturunkan kepada anak, cucu, cicit di masa yang akan datang,” katanya.

Baca juga: Kementerian BUMN umumkan maskot badak untuk HUT ke-21

Baca juga: Sambut HUT Ke-21, 11 ribu lowongan kerja di berbagai BUMN dibuka
 

Pewarta: Juraidi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

“Bollywood Night Party” hadirkan budaya India di Taman Budaya Jambi

Jambi (ANTARA) – Penampilan seni dan budaya India memeriahkan suasana Pesta Seni Nusantara 2019 “Jambi Bollywood Night Party” yang digelar di Taman Budaya Provinsi Jambi.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/3) malam itu dihadiri oleh Gubernur Jambi H Fachrori Umar dan Ketua Ikatan Keluarga Keturunan India (IKKI) Kota Jambi H Maulana.

Jambi Bollywood Night Party tersebut membuat suasana di taman budaya itu tampil beda. Pada kegiatan itu berkumpul keluarga keturunan India dan para penggemar seni dan budaya India.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemprov Jambi dengan Kota Jambi dalam mengeksplorasi potensi yang ada di masyarakat, khususnya dalam bidang seni dan budaya.

Dalam malam pergelaran seni dan budaya India itu menjadi semakin semarak dengan kehadiran mahasiswa dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang Sumatera Barat.

Gubernur Jambi Fachrori Umar mengatakan seni budaya memiliki peranan penting dalam mempersatukan seluruh elemen masyarakat dan memiliki makna strategis dalam konteks persatuan dan kesatuan bangsa.

Gubernur Jambi Fachrori Umar yang juga selaku Dewan Pembina Ikatan Keluarga Keturunan India (IKKI) Provinsi Jambi, mengatakan seni dan budaya memiliki makna tersendiri bagi penikmat atau pencintanya yang mampu mempersatukan berbagai perbedaan maupun status sosial.

“Pokok pikiran kebudayaan daerah telah dirumuskan seluruh Indonesia dalam Rencana Induk Kemajuan Kebudayaan Nasional dan Daerah yang memperkaya khazanah kesenian serta kreatifitas generasi muda untuk menggali serta melestarikan seni dan budaya yang menjadi wadah pemersatu bangsa,” kata Fachrori.

Seni dan budaya kata Fachrori juga memiliki berbagai aspek termasuk di dalamnya penguatan karakter bahkan dalam agama Islam juga terdapat seni membaca Alquran.

Fachrori mengatakan garis keturunan istrinya Hj Rahima dari pihak orang tua laki-laki juga mengalir darah India. “Ayah dari istri saya orang India,” kata Fachrori.

Sementara itu, Wakil Walikota Jambi dr Maulana yang juga Dewan Pembina IKKI Kota Jambi mengatakan keberadaan keturunan India Jambi mengalir darah pejuang yang harus dilanjutkan bagi generasi penerusnya untuk membangun Kota Jambi.

“Kita semua warga Jambi harus semangat berjuang membangun Jambi dan di sini multi etnis,” kata dr Maulana.

Ia mengapresiasi seni dan budaya India yang dipersembahkan pada malam tersebut yang menjadi bagian sinergitas pemerintah kota dengan provinsi.

Maulana juga mengakui dirinya keturunan India sedangkan istrinya keturunan Arab Malang.

“Banyak yang mengira istri keturunan India padahal saya yang keturunan India,” kata dr Maulana dalam sambutannya.*

Baca juga: Kerala Samajam Indonesia giat peduli panti asuhan

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Umat lintas agama doa bersama untuk Pemilu damai

 ( Antara ) – Umat lintas agama di kota Cirebon, Jawa Barat, melakukan doa bersama agar pemilu serentak, yang digelar 17 april 2019 mendatang berjalan aman dan damai. mereka berharap toleransi antar umat beragama dalam bingkai pancasila dapat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ritual bakar replika kapal

Umat Buddha mendokumentasikan acara ritual bakar replika kapal di Vihara Avalokitesvara, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (24/3/2019). Ritual bakar kapal tersebut dimaksudkan sebagai persembahan kepada dewa guna memperoleh kesuksesan dan keselamatan dalam menggapai masa depan. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/aww.

Peringatan hari jadi masjid Menara Kudus

Sejumlah orang mengadiri acara Ta’sis atau peringatan hari jadi Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ke-484 di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (24/03/2019). Masjid Menara Kudus merupakan masjid peninggalan Sunan Kudus salah satu Walisongo penyebar agama Islam di Jawa, dana acara peringatan itu dimeriahkan dengan khataman alquran, parade sholawat, festival kuliner tradisional yang berlangsung hingga 25 Maret 2019. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww.

BMKG: Banjarnegara masih berpeluang hujan pada April

Banjarnegara (ANTARA) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa wilayah Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah masih berpeluang hujan dengan curah hujan menengah pada bulan April 2019 mendatang.

“Sejak tanggal 21 – 31 Maret hingga awal bulan April 2019 mendatang, Kabupaten Banjarnegara berpeluang hujan dengan kategori menengah 101 – 50 milimeter per dasarian,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhi di Banjarnegara, Minggu.

Selain Kabupaten Banjarnegara, kabupaten lain yang ada di sekitar Banjarnegara seperti Banyumas dan Purbalingga, kata dia, juga berpeluang hujan dengan kategori menengah.

Untuk itu, BMKG terus mengingatkan seluruh masyarakat setempat agar selalu meningkatkan kewaspadaannya terutama mereka yang tinggal di lokasi yang rawan bencana tanah longsor.

Hal tersebut disampaikan mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara merupakan wilayah yang rawan bencana tanah longsor.

Sementara itu, dia juga menambahkan berdasarkan analisis curah hujan wilayah Kabupaten Banjarnegara per dasarian diketahui bahwa pada bulan Maret dasarian II tanggal 11-20 curah hujan di wilayah kabupaten Banjarnegara pada umumnya memiliki curah hujan kriteria tinggi yaitu 151 – 300 milimeter per dasarian.

Pada dasarian II tanggal 11 – 20 Maret 2019, hari tanpa hujan di wilayah Kabupaten Banjarnegara pada umumnya dalam kategori masih ada hujan dan sangat pendek yaitu satu hingga lima hari.

Dia menambahkan, pihaknya juga secara berkala menyebarluaskan informasi cuaca kepada para pemangku kepentingan yang ada di Banjarnegara termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk BPBD Banjarnegara sebagai salah satu upaya mitigasi bencana,” katanya.

Sementara itu, BMKG juga menginformasikan bahwa pada dasarian II Maret 2019 hingga dasarian II April 2019 diketahui bahwa curah hujan di hampir seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah pada umumnya dalam kriteria menengah.

Sementara pada dasarian III Maret hingga dasarian II April 2019 curah hujan di Jawa Tengah umumnya dalam kriteria menengah yaitu 51 – 150 milimeter per dasarian.

Baca juga: Talut di Banjarnegara longsor timpa bangunan sekolah

Baca juga: BMKG Banjarnegara siaga 24 jam pantau gempa bumi

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ridwan Kamil usul SD-SMA dibangun di satu lokasi

Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengusulkan agar  SD, SMP, dan SMA/SMK berada dalam satu gedung atau lokasi agar aktivitas terfokus bagi peserta didik dalam  kegiatan belajar mengajar sekaligus memudahkan ketika akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikut.

“Ini sama halnya seperti sebagian besar bangunan sekolah milik sekolah swasta di mana SD, SMP, dan SMA/SMK ada dalam satu kawasan atau gedung,” kata Gubernur Emil dalam siaran persnya, Minggu.

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Emil kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan di Kabupaten Garut.

Gubernur Emil berkomitmen untuk terus meningkatkan akses pendidikan agar semakin luas. Tidak hanya di satu tingkatan pendidikan, namun di semua level atau jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK.

“Kami mohon izin mengajukan gagasan, kami ingin membangun misalkan kami membangun SMP di atas bangunan SD atau bangunan SMA di atas bangunan SMP, sehingga lulus SMP tidak harus sibuk PPDB kemana-mana lagi, cukup dilanjutkan bagi yang ingin melanjutkan,” kata Emil.

“Ini akan menghemat biaya dan akan meng-cover Angka Partisipasi Pendidikan yang lebih tinggi,” sambungnya. Selain itu, hal tersebut perlu juga untuk dilakukan karena ada penyusutan jumlah sekolah dan peserta didik di level SMP dan SMA/SMK. Sementara di sisi lain pemerintah dituntut untuk terus meningkatkan pemerataan pendidikan.

“Ada gagasan yang sedang kami eksperimenkan. Mohon dukungannya juga. Misalkan jumlah SD sekitar 19 ribuan se-Jawa Barat. Dari 19 ribu yang masuk SMP tinggal lima ribuan, kemudian SMA-nya tinggal 1.500-an. Jadi makin hari makin menyusut,” ujar Emil.

“Kami dituntut pemerataan pendidikan. Dalam teori pembangunan tidak sederhana membeli lahan, membangun konstruksi apalagi daerah perkotaan mahal sekali. Padahal sekolah-sekolah swasta itu SD-nya di situ, bangunan SMP-nya di situ, SMA/SMK-nya di situ,” katanya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa untuk mewujudkan gagasan tersebut ada kendala teknis di mana jenjang SD dan SMP ada dalam kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sementara jenjang SMA/SMK dalam kewenangan pemerintah daerah provinsi.

“Tapi ini urusan dunia, tidak sekaku itu dalam pandangan saya sebagai pemimpin di wilayah, sehingga kami bisa menjamin akses pendidikan yang sekarang ini bisa semakin luas, sehingga  konsep Pak Menteri (Mendikbud) yaitu zonasi itu, agak repot kalau sudah masuk ke SMA/SMK karena semakin sedikit dan semakin jauh,” katanya.

Menanggapi rencana usulan pembangunan pendidikan Jabar yang disampaikan Emil, Mendikbud Muhadjir Effendy menyambut baik usulan tersebut.

Terlebih menurut Muhadjir, merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, bahwa saat ini urusan pendidikan terbagi dalam kewenangan pemerintah pusat untuk pendidikan tinggi, pemerintah daerah provinsi untuk jenjang SMA/SMK atau sederajat, dan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk jenjang SD dan SMP atau sederajat.

“Saya sangat menyambut baik apa yang disampaikan Pak Gubernur (Ridwan Kamil), isinya sangat bagus sekali, luar biasa, visoner sekali,” tutur Muhadjir.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur, rencana ke depan pembangunan pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan pendidikan di Provinsi Jawa Barat akan semakin maju dan tentunya harus didukung oleh daerah atau pemerintah kabupaten/kota,” katanya.

Menurut Muhadjir, pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab dan keharusan untuk memajukan pendidikan di daerahnya masing-masing.

Meskipun menurut undang-undang penanggung jawab pendidikan nasional tetap ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai leading sector.

Acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan yang turut dihadiri Bupati Garut Rudy Gunawan, para pejabat teras Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika menampilkan kreasi seni dan budaya khas Garut yang ditampilkan para siswa dan siswi dari berbagai sekolah se-Kabupaten Garut.

Selain di Kabupaten Garut, Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Jabar juga akan dipusatkan di tiga tempat lainnya yakni di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Bandung.

Baca juga: Ridwan Kamil dukung Ki Bagus Rangin jadi pahlawan nasional

Baca juga: Indeks Persepsi Maladministrasi Pemprov Jabar terendah kedua

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masyarakat Badui puasa Kawalu Kedua Senin esok

Kami sejak turun temurun melaksanakan puasa Kawalu Bulan Satu sampai Kawalu Bulan Ketiga.

Lebak (ANTARA) – Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, Senin (25/3) serentak melaksanakan puasa karena memasuki ritual Kawalu Bulan Kedua.

“Kita bersama isteri dan anak memasuki Kawalu Bulan Kedua menjalani puasa seharian,” kata Reksan, seorang warga Badui saat ditemui di Desa Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Minggu.

Masyarakat Badui sebelum melaksanakan tradisi puasa Kawalu, terlebih dahulu sore harinya memasak aneka makanan bersama anggota keluarga.

Pelaksanaan puasa masyarakat Badui diawali pukul 24.00 WIB dilarang makan dan minum seharian dan berbuka puasa pukul 17.30 WIB.

Sebelum berbuka puasa, mereka wajib memakan daun sirih dan gambir. “Kami memperbolehkan makanan dan minuman setelah terlebih dahulu memakan daun sirih,” katanya.

Santa, warga Badui mengaku bahwa mereka bersama anggota keluarga menyambut baik pelaksanaan puasa Kawalu Kedua.
Sebab, masyarakat Badui wajib puasa sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu juga puasa menjadikan badan sehat, meski kondisi tubuh lemah. “Kami sejak turun temurun melaksanakan puasa Kawalu Bulan Satu sampai Kawalu Bulan Ketiga,” katanya.

Santa mengatakan, masyarakat Badui Luar maupun Badui Dalam diwajibkan melaksanakan berpuasa Kawalu itu sejak baligh atau usia 15 tahun ke atas.

Syarat berpuasa itu tentu harus orang yang sudah dikhitan atau disunat. “Kami merasa senang menjalani puasa Kawalu itu,” katanya.*

Baca juga: Jaro Daenah, pemuka Badui meninggal di Lebak

Baca juga: Kain tenun Badui mendunia

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD Kediri : batu di perbukitan akan dipecahkan antisipasi runtuh

batu-batu tersebut dikhawatirkan runtuh. Terdapat enam batu besar di sekitar perbukitan itu, yang dinilai bisa membahayakan.

Kediri (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berencana memecahkan material batu di areal bukit Kecamatan Grogol, kabupaten setempat karena dikhawatirkan bisa runtuh dan menimpa rumah warga.

“Kami melakukan monitoring pelaksanaan pemecahan batu yang mengancam/membahayakan warga Dusun Kalinanas, Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Kerja bakti dilakukan warga dengan pembersihan lahan serta penebangan pohon yang diperkirakan membahayakan yang dilanjutkan proses pemecahan batu di atas bukit yang mengancam warga,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agata di Kediri, Minggu.

Ia mengungkapkan, batu-batu tersebut dikhawatirkan runtuh. Terdapat enam batu besar di sekitar perbukitan itu, yang dinilai bisa membahayakan. Bahkan warga bahkan dilarang beraktivitas di bawah bukit, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi sewaktu-waktu.

Untuk rencana pemecahan, Randy mengatakan tentunya juga melibatkan berbagai alat pemecah batu. Namun, ia juga mengakui untuk proses itu membutuhkan waktu dan teknik, sebab tidak bisa dilakukan dengan gegabah.

Selain mempersiapkan untuk rencana pemecahan batu yang mengancam rumah warga, Randy juga memantau kejadian bencana alam. Dalam kurun beberapa waktu terakhir terjadi musibah banjir akibat hujan turun yang sangat deras.

Terjadi banjir di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (23/3). Hujan turun sangat lebat di Desa Parang dan Desa Tiron. Sungai di desa itu tidak dapat menampung debit air yang besar dan deras, sehingga meluber ke permukiman serta perkebunan warga.

“Walaupun air meluber, banjir luapan di Kecamatan Grogol tersebut sudah surut. Kami tetap meminta warga untuk berhati-hati terutama ketika hujan deras terjadi,” kata Randy.

Banjir juga terjadi di Dusun Tlanak, Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, akibat tanggul jebol. Kejadian itu mengakibatkan air merendam rumah warga. Air sudah mulai tinggi sejak Selasa (19/3) malam sudah tinggi, bahkan pada Rabu (20/3) juga semakin tinggi.

Banjir itu terjadi sepanjang 5 meter dengan tinggi 1 meter dari sungai sekunder Mejono Bangi dan tanggul jebol di sungai sekunder mojolegi sepanjang 15 meter, tinggi 1 meter. Tanggul jebol itu berdampak pada Dusun Tawangrejo dan Dusun Bulurejo, Desa Papar.

Jumlah warga rumahnya terendam juga cukup banyak. Di Dusun Tawangrejo, jumlah kepala keluarganya mencapai 265 KK yang tersebar di empat RT dan satu RW. Di Dusun Bulurejo, mencapai 203 KK yang tersebar di empat RT dan satu RW.

BPBD Kabupaten Kediri sempat mengevakuasi warga karena tingkat kedalaman air yang semakin tinggi. Selain itu, BPBD juga memberikan bahan pokok, selimut dan makanan untuk korban terdampak, dengan harapan bisa meringankan beban mereka. 

Baca juga: BPBD Kabupaten Kediri-Jatim pasang penahan air di tanggul jebol

Baca juga: BPBD tangani tanggul jebol rendam rumah di Kabupaten Kediri-Jatim

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MRT moda transportasi cepat utamakan kepentingan publik

Jakarta (ANTARA) – PDI Perjuangan mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas peresmian pengoperasioan mass rapid transit (MRT) Jakarta, yakni moda transportasi massa cepat yang mengutamakan kepentigan publik.

Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Minggu, menyatakan, kebijakan pembangunan infrastruktur moda transportasi MRT Jakarta diputuskan Joko Widodo ketika menjadi gubernur DKI Jakarta pada 2012-2014, yang terbukti mengedepankan kepentingan publik.

Perjalanan panjang diperlukan guna MRT mewujud di Jakarta, dan catatan menyatakan gagasan itu pertama kali dicetuskan BJ Habibie saat menjadi kepala BPPT pada 1985, bahwa transportasi umum berbasis rel sudah waktunya dibangun di DKI Jakarta. 

“MRT harus dilihat sebagai instrumen disiplin waktu bagi masyarakat modern seperti Jakarta. Dengan ketepatan waktu, tanpa hambatan jalan, maka akan mendorong masyarakat untuk bermigrasi ke transportasi publik yang nyaman, aman, dan tepat waktu tersebut,” ujar Kristiyanto.

Menurut dia, dampak lebih lanjut, ketika sistem transportasi menciptakan disiplin waktu, maka terbangunlah kultur nasional yang berdisiplin. Dengan adanya MRT tersebut, maka ke depan setelah terbangun lengkap, tidak ada lagi alasan keterlambatan karena macet.

“Tidak heran masyarakat sangat antusias dan Presiden Jokowi nyaris tidak bisa bergerak oleh kerumunan massa pada saat peresmian MRT, di Jakarta, Minggu. Ini merupakan cermin harapan massa yang rindu transportasi publik. Inilah momentum kemenangan rakyat menghadapi para lobbyist yang selama ini hanya mendorong kebijakan transportasi individual melalui kendaraan pribadi,” katanya.

PDI Perjuangan berharap, agar sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan moda transportasi lain akan merubah budaya transportasi individual dengan kendaraan pribadi. “Mari bermigrasi dari kendaraan pribadi ke MRT. Selamat untuk Pak Jokowi, Anda semakin layak memimpin negeri ini,” kata dia.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Angin kencang robohkan pepohonan di Pamekasan

Pamekasan (ANTARA) – Hujan deras disertai angin kencang merobohkan pepohonan di Pamekasan, Jawa Timur Minggu, dan memutus aliran listrik di sejumlah kecamatan di wilayah itu.

Menurut Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono, pepohonan yang banyak roboh akibat hujan deras disertai angin kencang itu di wilayah utara Pamekasan.

“Lokasinya di Kecamatan Waru, dan saat ini tim BPBD Pemkab Pamekasan sudah berada di tempat kejadian perkara, untuk mengevakuasi pohon yang roboh dan melintang di jalan raya,” kata Budi.

Budi menjelaskan, akibat kejadian itu, arus lalu lintas penghubung antarkecamatan di Waru terganggu, khususnya kendaraan roda empat, karena pohon yang roboh tersebut menutup lebih dari separuh badan jalan.

“Laporan korban jiwa tidak ada, hanya pepohonan saja, karena lokasi kejadian jauh dari perkampungan warga,” katanya, menjelaskan.

Selain merobohkan pepohonan, hujan deras disertai angin kencang di Pamekasan Minggu itu, juga memutus jaringan listrik di beberapa kecamatan.

Diantaranya di Kecamatan Galis, dan Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan sebagian di Kecamatan Larangan.

Saat ini, petugas PLN Pamekasan masih melakukan perbaikan dengan menerjunkan petugas ke tiga kecamatan itu.

Koordinator TRC BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono menjelaskan, berdasarkan prakiraan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya, cuaca ekstrim berupa hujan deras disertai angin kencang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam dua hari ke depan.

“Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Budi.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Pemkab Pamekasan total jumlah bangunan rusak akibat angin kencang yang melanda Pamekasan selama musim hujan ini sebanyak 63 unit bangunan.

Data jumlah bangunan rusak ini lebih banyak dari hasil pendataan sebelumnya, yang menyebutkan hanya 52 bangunan.

Budi menjelaskan, jenis bangunan yang rusak itu berupa rumah, dapur dan tempat ibadah, tersebar di delapan desa di tiga kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Masing-masing di Desa Ceguk, dan Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Desa Sopaah, Buddih, Jarin, Baddurih dan Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu dan Desa Panaguan, Kecamatan Larangan.

Di Desa Ceguk jumlah bangunan rusak sebanyak 19 unit, di Desa Sopaah sebanyak 3 unit, di Desa Buddih sebanyak 6 unit, Desa Jarin sebanyak 7 unit dan di Desa Pegagan 3 unit.

Selanjutnya di Desa Panaguan, Kecamatan Larangan sebanyak 19 unit, dan tiga lagi di Desa Sopaah, Kecamatan Pademawu sebanyak 3 unit, Desa Larangan Tokol sebanyak 7 unit dan di Desa Baddurih sebanyak 1 unit.

Baca juga: BPBD Pamekasan sampaikan peringatan dini cuaca buruk

Baca juga: Dua warga Pamekasan disambar petir

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019