Kunjungan Menko Bidang Kemaritiman

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (tengah) didampingi Bupati Sukabumi Marwan Hamami (kanan) berjalan saat kunjungan di kawasan wisata Jembatan Gantung Situ Gunung, Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/3/2019). Dalam kunjungannya tersebut, Luhut Binsar Panjaitan meresmikan Jembatan Gantung Situ Gunung yang merupakan Jembatan Gantung terpanjang se-Asia Tenggara. ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan/hp.

PLN salurkan bantuan korban bencana Manggarai Barat

Kupang (ANTARA) – PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi ratusan warga yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores melalui Program PLN Peduli.

General Manger PT PLN (Persero) Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko, mengatakan bantuan berupa barang-barang kebutuhan pokok ini untuk memenuhi kebutuhan warga yang saat ini masih mengalami kesulitan ekonomi akibat bencana.

Sejumlah jenis bantuan yang disalurkan di antaranya sembako berupa 1 ton beras, 150 dus mi, 150 kaleng sarden, 25 dus minyak goreng, 50 abon, 50 kg gula, 50 set kopi dan teh, 50 dus serta 1 set obatan kepada masyarat di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbliling.

“Bantuan ini kami serahkan melalui PLN UP3 Flores Bagian Barat yang hari ini turun ke lokasi pemukiman dan tempat pengungsian bersama rombongan Bupati Manggarai Barat,” katanya.

Ia mengatakan, akses menuju pemukiman warga yang terdampak bencana masih cukup berat karena jalan utama belum bisa digunakan sehingga harus melewati jalan setapak di perkebunan dan lereng perbukitan.

Redroyoko mengatakan turut prihatin atas bencana diketahui sudah menelan sebanyak dua korban jiwa akibat tertimbun tanah longsor bersama sejumlah korban lainnya masih dalam upaya pencarian.

Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mencukupi kebutuhan warga selama masa pemulihan dampak bencana yang dilakukan pemerintah daerah setempat.

“Kita berharap kondisi bencana ini segera pulih sehingga aktifitas warga dapat berjalan seperti semula,” katanya.*

Baca juga: Banjir-longsor di Manggarai Barat-NTT merusak empat rumah

Baca juga: 79 gardu rusak dipulihkan PLN akibat bencana Manggarai Barat-NTT

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wisata pemandangan Merapi

Sejumlah pengunjung menikmati pemandangan kawasan Gunung Merapi di Deles Indah, Sidorejo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (9/3/2019). Meskipun status Gunung Merapi masih pada Waspada level II, kawasan tersebut masih dibuka dan aman untuk wisatawan menikmati pemandangan Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/hp.

145 mantan PSK Karang Dempel segera dipulangkan

Kupang (ANTARA) – Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore mengatakan segera memroses pemulangan 145 mantan pekerja seks komersial (PSK) yang menempati lokalisasi Karang Dempel (KD) yang telah ditutup pemerintah sejak 1 Januari 2019.

“Proses pemulangan para PSK di KD akan segera dilakukan dalam bulan ini. Pemerintah Kota Kupang sedang mempersiapkan proses pemulangan para PSK,” kata Wali Kota Kupang, Jefrison Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Sabtu.

Jefrison mengatakan hal itu terkait proses pemulangan para PSK Karang Dempel menyusul telah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Kemensos untuk membahas rencana pemulangan para PSK ke delapan provinsi di tanah air serta 10 kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan, proses pemulangan para PSK dilakukan pada Maret 2019 apabila semua proses administrasi terkait pemulangan para PSK selesai dilakukan.

Jefri mengatakan, pemerintah Kota Kupang telah mengalokasikan biaya pemulangan para PSK sebesar Rp5 juta/orang yang dialokasikan dari APBD II Kota Kupang.

Namun, kata Jefri setelah dilakukan penghitungan biaya transport pemulangan akibat keaikan harga tiket maka pemerintah Kota Kupang menambah biaya pemulangan para PSK menjadi Rp6 juta/orang.

“Biaya pemulangan para PSK kami naikan karena ada kenaikan biaya transportasi sehingga pemerintah menaikan anggaran transport menjadi Rp6 juta/orang dari sebelumnya hanya Rp5 juta/orang,” kata Jefri.*

Baca juga: Lokalisasi Karang Dempel Kota Kupang resmi ditutup

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TKN akui sulit kendalikan tembakau, BPN pertimbangkan petani

Jakarta (ANTARA) – Semakin tingginya angka penyakit tidak menular seperti kanker, stroke dan jantung koroner yang salah satu faktor risikonya adalah merokok, membuat kedua paslon diminta komitmen dalam pengendalian tembakau.

Perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasbullah Thabrany mengakui untuk melakukan pengendalian terhadap tembakau masih sulit karena banyak pihak yang terkait di dalamnya.

“Ini tidak hanya urusan Kementerian Kesehatan, tetapi juga Kementerian Perindustrian dan Perdagangan,” kata dia saat diskusi mengenai debat cawapres tema kesehatan di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan Indonesia memang menjadi pilihan terakhir industri rokok setelah negara-negara lain memperketat regulasi mereka.

Belum lagi rokok sudah menjadi kebiasaan buruk masyarakat. Hasbullah pun mengaku sudah mengaji sejumlah cara agar Indonesia juga bisa melakukan pengendalian yang sama.

“Cukai dinaikan 10 persen untuk petani sehingga mereka bisa beralih tanam ke tanaman yang lain. Pekerja juga kami buat pelatihan agar bisa pindah. Itu sudah saya dan tim kaji,” ucap Thabrany.

TKN juga telah berkomitmen untuk mengendalikan tembakau dengan cara yang promotif dan preventif seperti memberikan grafik warning dan terus menggalakkan upaya kawasan tanpa rokok, daerah bebas asap rokok.

Thabrany mengatakan masalah pengendalian tembakau harus ditangani secara bersama, karena sudah menjadi perilaku yang dianggap normal bagi masyarakat Indonesia.

Sementara itu, perwakilan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hermawan Saputra mengatakan untuk mengatasi pengendalian tembakau pihaknya akan berbicara pada sektor hulu.

Menurut dia, hulu dari masalah pengendalian tembakau adalah petani, sehingga pihak ini harus diperhatikan.

“Bagaimana nasib petaninya? Kalau manusianya tidak disentuh tidak akan berjalan. Harus ada sumber pendapatan yang lain buat mereka,” kata Hermawan.

Adapun langkah yang akan dilakukan pihaknya jika terpilih nanti adalah mengevaluasi kembali kebijakan ekonomi negara agar tak ada kebocoran anggaran.

Hermawan pun mengutip pidato Prabowo yang kerap menyebut kalau selama ini ada kebocoran keuangan negara lebih dari Rp1000 triliun setiap tahunnya.

“Kalau ini bisa ditangani tidak akan sulit mencari mata pencaharian baru untuk para petani tembakau,” ucap dia.

Melansir data WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Dalam laman depkes.go.id, konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok.

Bahkan, tahun 2030 diperkirakan angka kematian perokok di dunia akan mencapai 10 juta jiwa dan 70 persen di antaranya berasal dari negara berkembang.*

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kain jumputan 1,1 kilometer membentang di Jembatan Ampera

Palembang (ANTARA) – Kain jumputan berwarna-warni sepanjang 1,1 kilometer membentang di Jembatan Ampera, Palembang, Sabtu pagi, dengan dipegang sejumlah anggota TNI, Polri, mahasiswa hingga masyarakat umum.

Momen langka pembentangan kain tenun khas Palembang ini merupakan bagian dari acara “South Sumatera Millennial Road Safety Festival” yang juga turut dihadiri calon presiden Joko Widodo.

Jokowi tiba di lokasi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Harnojoyo.

Ia yang juga didampingi Iriana Joko Widodo, langsung menyapa warga yang sudah mengular di Jembatan Ampera.

Masyarakat yang menyaksikan secara langsung prosesi pembentangan kain itu antusias mengabadikan momen tersebut untuk berswasfoto.

Bahkan, beberapa di antaranya berupaya mencegat Jokowi untuk berswafoto bersama di depan bentangan kain tersebut. Seperti biasanya, Jokowi meladeni keinginan warga tersebut.

Sementara itu, ribuan masyarakat lainnya berkumpul di plataran Benteng Kuto Besak, yang berada persis di bawah Jembatan Ampera, menanti kedatangan capres nomor urut satu itu pada acara South Sumatera Millenial Road Safety Festival.

Keramaian ini sudah terjadi sejak subuh, yang tidak hanya di kawasan BKB tapi juga di Jalan Merdeka, kawasan Kantor Wali Kota Palembang hingga di depan Masjid Agung.

Para millenial ini kompak menggunakan kaos putih bertuliskan South Sumatera Millenial Road Safety Festival.

Acara festival yang dipandu oleh artis Raffi Ahmad dan Yuki Kato ini bertujuan mengingatkan para millenial untuk peduli pada keselamatan berkendara. Pesan ini disampaikan langsung Jokowi dalam pidatonya di atas panggung yang didirikan di tengah-tengah ribuan orang yang memadati Benteng Kuto Besak.*

Baca juga: Kain jumputan 1,1 km disiapkan pecahkan rekor Muri

Baca juga: Kain jumputan khas Palembang akan pecahkan rekor Muri

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belum ada peserta seleksi kepala BKPSDMD Bangka

Sungailiat (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membuka seleksi kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD).

“Kami membuka seleksi penerimaan kepala BKPSDMD untuk menggantikan kepala satuan itu yang sudah mendekati pensiun,” kata pejabat Sekda Bangka, Achmad Muksin di Sungailkiat, Sabtu.

Dikatakan, layanan seleksi pejabat untuk menduduki jabatan kepala di kantor BKPSDMD dibuka mulai tanggal 6 sampai 20 Maret 2019 yang dimulai dengan seleksi administrasi bagi pelamar yang masuk.

“Kami akan mengundang pejabat yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi menduduki jabatan BKPSDMD,” jelasnya.

Menurutnya, mulai dibuka informasi seleksi penerimaan jabatan kepala BKPSDMD sampai dengan sekarang belum ada yang memasukan lamaran.

“Sampai dengan saat ini belum ada lamaran yang masuk, dan tidak diketahui secara pasti kenapa belum ada yang berani mengajukan lamaran mengikuti seleksi,” jelasnya.

Sesuai dengan ketentuannya, pejabat yang menduduki eleson II dengan usia 59 tahun, yang bersangkutan bisa mengajukan masa persiapan pensiun (MPP) satu tahun sebelumnya.

“Seleksi untuk menjadi kepala BKPSDMD tidak hanya diberikan kesempatan bagi pejabat yang menenuhi syarat dari lingkungan pemerintah Kabupaten Bangka, namun dapat diikuti oleh peserta lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” katanya.*

Baca juga: Pemkab Serang libatkan Unpad seleksi 363 pejabat

Baca juga: Mantan Eselon II Kemensos jabat Eselon I KPPPA

Pewarta: Kasmono
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengiriman BBM ke Labuan Bajo gunakan jalur alternatif

Kupang (ANTARA) –

PT Pertamina menggunakan jalur alternatif untuk mengirimkan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kota Labuan Bajo di Manggarai Barat, akibat jalan darat yang biasa dilalui tertimbun longsor dan salah satu jembatan menuju ke kota itu putus.

Unit Manager Communication, Relations dan CSR Jawa Timur, Bali Nusa Tenggara, Rustam Aji kepada Antara Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (9/3), mengatakan bahwa jalur alternatif yang dilakukan adalah malalui jalur laut, namun proses pengirimannya dari Pelabuhan ASDP Bima, Nusa Tenggaa Barat (NTB).

Biasanya proses pengiriman BBM dilakukan melalui jalur darat yakni dari Reo menuju Labuan Bajo, yang perjalanannnya hanya sekitar 6-8 jam. Tetapi kalau lewat laut harus menempuh perjalanan selama sembilan jam, kata dia.

Ia menjelaskan Pertamina berupaya menggunakan jalur alternatif untuk tetap memasok BBM ke daerah terdampak bencana sehingga masyarakat tetap terlayani.

Pengiriman BBM ke Labuan Bajo, kata dia, menggunakan empat unit mobil tangki dengan membawa beberapa jenis BBM untuk kebutuhan di daerah terdampak bencana itu.

Rustam menyebutkan tiga mobil dengan kompartemen ganda membawa BBM jenis Premium sebanyak 24 Kiloliter dan biosolar sebanyak 24 kiloliter. Sementara satu mobil lainnya membawa minyak tanah sebanyak lima kiloliter.

Keempat mobil tangki ini berangkat pada Jumat (8/3) malam melalui Pelabuhan ASDP Bima sekitar pukul 22.00 WITA dan telah tiba pada sekitar pukul 06.00 WITA di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo, dan langsung bisa melayani SPBU mulai Sabtu pagi tadi, tambah dia.

Sementara kebutuhan rata-rata avtur untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Bandara Komodo sebesar 15 kiloliter per hari, kata dia, stok masih cukup untuk tujuh hari.

Sebelumnya diberitakan pada Kamis (7/3) lalu banjir serta longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, akibatnya sejumlah ruas jalan tertimbun longsor, jembatan putus, dan ada korban jiwa dalam longsor tersebut.*

Baca juga: Pengisian BBM tengah-laut disiapkan di Labuan Bajo

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rekor MURI dalam pelayanan pembuatan SIM akan dicetak Ditlantas POLDA Kalsel

Kegiatan akan kami laksanakan saat momen Haul Ke-14 Guru Sekumpul di Martapura,

Banjarmasin (ANTARA) – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) siap mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) terkait pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) selama 72 jam nonstop alias tanpa henti.

“Kegiatan akan kami laksanakan saat momen Haul Ke-14 Guru Sekumpul di Martapura,” terang Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto di Banjarmasin, Sabtu.

Menurutnya, pelayanan SIM yang khusus untuk perpanjangan itu digelar di halaman Gedung Juang Martapura pada Sabtu (9/3) mulai pukul 09.00 WITA dan berakhir pada Selasa (12/3) pukul 09.00 WITA.

Petugas menyiapkan 10 unit mobil pelayanan SIM Keliling dengan 30 operator, lima personel SIM Subdit Regident Polda Kalsel, lima personel pelayanan kesehatan dan tiga petugas dari perbankan BRI.

“Jadi untuk pemecahan rekor MURI ini kami kekuatan gabungan Ditlantas Polda, Satlantas Polresta Banjarmasin, Polres Banjarbaru dan Polres Banjar,” tambahnya.

Untuk masyarakat setempat atau para jamaah Haul Guru Sekumpul yang akan memperpanjang SIM A dan SIM C, cukup dengan memperlihatkan SIM asli dan KTP elektronik asli.

Bagi 300 pendaftar pertama setiap harinya akan mendapatkan voucher snack dan minum. Kegiatan juga diramaikan aneka hiburan seperti film, musik religi dan arena bermain anak yang nyaman bagi pemohon SIM perpanjangan untuk bersantai.

“Kami siapkan enam tenda untuk kesehatan, ruang tunggu, ruang bermain anak, dua unit food truck, satu unit cafetaria serta panggung utama untuk hiburan,” lanjutnya.

Adapun alasan digelarnya pelayanan perpanjangan SIM secara khusus dan spektakuler hingga diharapkan dapat tercatat di rekor MURI, diakui Muji sebagai bentuk kecintaan Polri kepada almarhum KH Zaini Abdul Ghani yang akrab disebut Guru Sekumpul atau Guru Izai.

Sehingga dapat turut merasakan kegembiraan dan suka cita dari para jamaah yang hadir diprediksi mencapai satu juta lebih manusia dari segala penjuru daerah hingga luar Pulau Kalimantan tersebut pada puncak acara haul hari Minggu (10/3).

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Longsor timbun jalan kawasan wisata Lematang Pagaralam

Kondisi ini sempat membuat puluhan kendaraan terjebak

Palembang (ANTARA) – Hujan deras yang terus menguyur Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, menyebabkan jalan menuju lokasi wisata arung jeram Lematang, Kelurahan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, ditimbun longsor sepanjang 70 meter pada Jumat (8/3) pagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Herawadi yang dihubungi dari Palembang, Sabtu, mengatakan, setelah dilakukan penanganan cepat menggunakan alat berat untuk mengevakuasi material, akhirnya jalan tersebut pada Jumat malam sekitar pukul 18.30 WIB sudah bisa dilalui kendaraan.

Ia mengatakan pembersihan jalan ini tidak berjalan mudah karena banyaknya material longsor berupa batu gunung bercampur dengan tanah.

Selain itu, alat berat juga kesulitan menggapai lokasi karena banyaknya pohon yang tumbang karena longsor terjadi akibat sejumlah titik tebing setinggi sekitar 20 hingga 30 meter tergerus air hujan.

“Kondisi ini sempat membuat puluhan kendaraan terjebak,” kata dia.

Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor berupa batu gunung bercampur tanah ini, dikerahkan alat berat dari Dinas PU Kota Pagaralam.

Petugas gabungan dari Dinas PU, Camat, Lurah dan Taganal serta BPBD tampak melakukan pembersihan martial longsor dan pohon kayu yang ikut menutupi badan jalan.

Longsor bukan hanya merusak jalan, tapi juga kebun kopi milik warga, begitu juga akses jalan menuju sawah, kebun dan lokasi arung jeram. Jalan sempat terputus total, sehingga warga terpaksa berjalan kaki.

“Beberapa titik memang disadari rawan longsor yakni Lematang Indah, dan sekitar Dempo Tengah. Kami minta warga untuk berhati-hati,” kata dia.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut, namun banyaknya krikil, pohon kayu dan bebatuan membuat pengendara harus berhati hati saat melintas.

Baca juga: Longsor terjang jalan utama Lahat-Pagaralam di Sumsel

Baca juga: Jalan Pagaralam-bengkulu Putus Tertimbun Longsor

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rekayasa lalu-lintas disiapkan untuk “haul” ulama “Guru Sekumpul”

Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi jamaah, baik yang datang menggunakan sepeda motor maupun mobil dan menempatkan personel di sepanjang jalur yang direkayasa

Banjarmasin (ANTARA) – Kepolisian Resor Kota Banjarbaru menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi jamaah yang akan datang mengikuti “haul” ulama besar Kalimantan Selatan KH Muhammad Zaini Abdul Gani atau “Abah Guru Sekumpul” ke-14 maupun saat pulang untuk memperlancar arus lalu lintas setelah kegiatan keagamaan itu selesai.

Kepala Kepolisian Resor Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Lalu Lintas AKP Gustaf A Mamuaya di Banjarbaru, Kalsel, Sabtu mengatakan pihaknya menyiagakan personel di sejumlah titik untuk memperlancar rekayasa lalu lintas itu.

“Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi jamaah, baik yang datang menggunakan sepeda motor maupun mobil dan menempatkan personel di sepanjang jalur yang direkayasa,” katanya.

Ulama besar yang dijuluki “Abah Guru Sekumpul” atau dikenal pula dengan “Guru Ijai” itu lahir 11 Februari 1942 (27 Muharram 1361 H) di Kampung Tunggul Irang Seberang, Martapura, Kalimantan Selatan.

Wafat dalam usia 63 tahun di Martapura pada 10 Agustus 2005, ia dikenal kharismatik.

Menurut Gustaf A Mamuaya, jumlah personel Polres Banjarbaru yang diturunkan secara keseluruhan sebanyak 384 orang, termasuk personel satuan lalu lintas yang melakukan pengaturan arus lalu lintas sepanjang Jalan A Yani.

Ia mengatakan, personel mulai disiagakan Sabtu (9/3) menempati titik sesuai penugasan sehingga bisa mengatur ketertiban lalu lintas yang dipastikan mengalami kemacetan pada puncak haul sejak Ahad (10/3) pagi hingga malam hari.

“Diperkirakan jamaah mengalir sejak Sabtu dan mulai Ahad pagi semakin banyak kendaraan menuju kawasan Sekumpul untuk mengikuti haul sehingga ditempatkan personel yang mengatur lalu lintas,” katanya.

Jamaah yang datang dari arah Banjarmasin maupun Palangka Raya, Kalteng baik yang mengunakan roda dua maupun roda empat menuju Jalan Sekumpul Martapura masih bisa melalui Jalan A Yani Jalan Trikora Banjarbaru.

Jika lalu lintas masih lancar, jamaah masih bisa lewat bundaran Simpang Empat Banjarbaru menuju Sekumpul, tetapi jika macet diarahkan ke Jalan PM Noor Sungai Ulin untuk memarkir kendaraannya di lokasi parkir.

“Jamaah yang menggunakan Jalan A Yani, bisa masuk ke Jalan Bina Putra atau Sapta Marga km 29 Banjarbaru, terus Jalan Karang Anyar sebagai jalur alternatif menuju Sekumpul melalui Jalan Veteran,” ujarnya.

Sementara, arus balik dari Bundaran Simpang 4 Banjarbaru menuju Jalan Mistar Cokrokusumo hingga menuju Simpang 3 Traffic Light Jalan Trikora Banjarbaru, akan diberlakukan jalur 1 arah untuk mengurai kemacetan.

“Bagi jamaah yang pulang dari arah Sekumpul Martapura saat arus balik menuju Banjarmasin/Palangka Raya, bisa langsung melalui Jalan A Yani Banjarbaru tanpa harus memutar di Bundaran Simpang 4 Banjarbaru,” kata Gustaf A Mamuaya.

Baca juga: Biddokkes kerahkan 48 personel Haul Guru Sekumpul

Baca juga: Puluhan ribu jemaah penuhi kawasan Sekumpul Martapura

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG: MJO picu cuaca ekstrem di Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) Yogyakarta menyatakan fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) atau fenomena gelombang atmosfer tropis berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta selama Maret 2019.

“Gelombang atmosfer tropis (MJO) yang saat ini terpantau sedang aktif berada di wilayah Indonesia semakin memperkuat terjadinya hujan di wilayah DIY,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiyono, di Yogyakarta, Sabtu.

Ia mengatakan, curah hujan di DIY rata-rata mencapai 20-60 mm per hari dengan kategori sedang hingga lebat. Potensi terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang ini diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari mendatang.

“Sebagian besar wilayah DIY masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Hujan umumnya terjadi terutama di siang, sore serta malam hari,” katanya.

Selain MJO, menurut Djoko, cuaca ekstrem di DIY juga ikut dipengaruhi keberadaan belokan angin akibat tekanan udara rendah di sebelah Selatan Jawa (Samudera Hindia), Barat Daya Jawa, dan sekitar Australia.

Belokan angin itu menyebabkan terjadinya proses kenaikan massa udara yang berdampak pada pembentukan awan-awan hujan di wilayah Yogyakarta.

“Hal ini juga didukung dengan penguapan yang cukup tinggi di perairan Selatan Jawa, mengingat suhu permukaan laut di Utara dan Selatan Jawa cukup hangat dengan suhu berkisar 30 derajat Celcius sehingga memberikan pemasokan uap air yang besar bagi pertumbuhan awan-awan hujan,” kata Djoko.

Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat di Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, dan petir. “Pancaroba di wilayah DIY diprediksi akan masuk sekitar April 2019,” kata Djoko.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bagian tengah dan barat Aceh terdeteksi BMKG tiga titik panas

Masyarakat diminta agar menghindari membuka lahan dengan cara membakar

Aceh (ANTARA) – Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi setidaknya terdapat tiga titik panas (hotspot) di wilayah bagian tengah dan barat Provinsi Aceh.

Prakirawan BMKG Stasiun Malikussaleh, Aceh, Arijuddin di Lhokseumawe, Sabtu, menjelaskan bahwa dari tiga titik panas yang terpantau tersebut, masing-masing terdapat di Kabupaten Aceh Barat, tepatnya di Kecamatan Arongan Lambaek, kemudian di Kabupaten Nagan Raya terdapat di Kecamatan Darul Makmur dan di Kabupaten Aceh Tengah terdapat di Kecamatan Bebesen.

“Dari sensor modis Satelit Terra, Aqua dan Suaomi NPP sejumlah lokasi titik panas tersebut berada di wilayah barat Aceh, mulai terpantau sejak pukul 07.00 WIB hingga pada pukul 09.00 WIB pada hari ini. Sedangkan tingkat kepercayaannya mulai dari 41 persen hingga 77 persen,” katanya.

Terkait kondisi di area titik panas dimaksud, katanya, masyarakat diminta agar menghindari membuka lahan dengan cara membakar.

“Karena kondisi di wilayah tersebut cenderung kering dan apinya mudah menjalar ke tempat lain. Selain itu, membakar lahan juga berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan karena asap akan disebar oleh angin,” kata Arijuddin.

Sementara itu mengenai kondisi cuaca di wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya, diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas ringan pada sore hari, di mana sebelumnya sudah sepekan hujan tidak turun di wilayah ini.

“Prakiraan dari prakirawan cuaca kami, bahwa untuk tanggal 10 dan 11 Maret, diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas ringan pada sore hari di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya,” katanya.

Sedangkan kelembapan udara di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya antara 67 hingga 98 persen, sementara suhu antara 23 hingga 32 derajat Celcius, demikian Arijuddin. 

Baca juga: BMKG: lima titik panas terpantau satelit di Aceh

Baca juga: Deteksi satelit, di Aceh muncul 10 titik panas

Pewarta: Mukhlis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menerka pesan tersirat Reog Ponorogo

Jakarta (ANTARA) –

Apa sesungguhnya pesan dibalik kesenian reog Ponorogo? Tentunya ada makna tersirat lebih dari sekedar keindahan yang mampu ditangkap pancaindra? Mampukan kita menerkanya?

Kesenian rakyat ini telah tercatat dalam prasasti Kerajaan Kanjuruhan (kini Malang, Jawa Timur) bertarih 760 Masehi saat Gajayana berkuasa, lalu terekam juga dalam salah satu prasasti Kerajaan Kediri dan Jenggala tahun 1045 Masehi.

Sebagai layaknya sebuah pertunjukan, reog Ponorogo dapat dinilai aspek-aspek keindahannya. Penilaian tersebut dapat dikulik lewat kesatuan dan harmoni antara musik dan tari. Dapat pula ditinjau dari aspek kontras peran para tokohnya.

Selain itu juga dapat dilihat dari aspek keterpaduan dan keseimbangan antar bagian tarian pembuka, tarian inti dan adegan singo barong.

Atraksi singo barong menampilkan kekuatan dan kelincahan pemain bertopeng raksasa.

Topeng yang didesain untuk dibawa dengan cara digigit itu berbentuk kepala singa bermahkota bulu burung merak yang beratnya luar biasa, sekitar 50 hingga 60 kilogram.

Reog Ponorogo telah mendapatkan sertifikat hak cipta, paten, dan merek dari Departemen Kehakiman RI Nomor 013195 tanggal 12 April 1995, lalu sejak tahun 1997 diselenggarakan Festival Reog Nasional (FRN).

Bagaimana menerka pesan tersirat suatu produk budaya? Pasti tidak terlalu mudah. Perlu banyak kajian dari sisi sejarah, antropologi budaya serta studi tentang filsafat etika dan aestetika.

Sebuah disertasi menarik milik Asmoro Achmadi dari Universitas Gadjah Mada (2012) mengupas tentang hal itu. Disertasi tersebut berjudul “Reog Ponorogo Dalam Tinjauan Aksiologi, Relevansinya Dengan Pembangunan Karakter Bangsa”.

Menurut Asmoro Achmadi, kesenian reog Ponorogo memiliki keterkaitan dengan perjuangan Raden Katong untuk mendirikan kota Ponorogo, Jawa Timur di tahun 1486. Raden Katong adalah bupati pertama Ponorogo yang masih memiliki garis keturunan dari Raja Brawijaya V.

Raden Katong adalah penyebar agama Islam pertama di Ponorogo, perjuangannya kini terlihat dari banyaknya pondok pesantren tradisional dan modern di sana. Raden Katong mendapat julukan Bapak-e Wong Ponorogo.

Disertasi tersebut menegaskan bahwa kesenian reog Ponorogo memiliki sejarah panjang dan menyebutkan beberapa versi asal usul cerita.

Versi pertama adalah Klana Sewandana, raja kerajaan Bantarangin yang melamar putri raja Kediri yakni Dewi Sanggalangit dengan syarat dibuatkan gamelan model baru dan manusia berkepala harimau.

Gamelan tersebut menjadi cikal bakal kesenian reog yang saat itu disebut “Gumbung”.

Versi kedua adalah Ki Ageng Kutu, abdi raja Brawijaya V yang memilih meninggalkan Majapahit karena menganggap Brawijaya V tidak menguasai kerajaan dan lebih dikuasai isterinya.

Kemudian Ki Ageng Kutu mendirikan padepokan Surukubeng di daerah Wengker (wilayah Ponorogo masa lampau) dan melatih ilmu kanuragan melalui permainan Barongan. Barongan dimaksudkan sebagai sindiran terhadap Raja Brawijaya V.

Ternyata sindirin tersebut dianggap sebagai bentuk “mbalelo” atau pemberontakan terhadap Brawijaya V. Nyatanya padepokan Surukubeng susah ditundukkan lalu Brawijaya V mengutus Raden Katong untuk menaklukkan.

Misi tersebut berhasil dan sebagai hadiahnya adalah tanah perdikan Wengker untuk Raden Katong.

Versi ketiga, sebelum Raden Katong menguasai Wengker, Ki Ageng Kutu telah menciptakan Barongan yang menjadi permainan para warok.

Setelah Ki Ageng Kutu berhasil dikalahkan maka Raden Katong memandang perlu melestarikan Barongan sebagai media dakwah Islam.

Barongan yang dahulu dipunyai para warok sekarang menjadi milik masyarakat Ponorogo dan diganti nama menjadi “Reog”.

Kata reog berasal dari kata “riyokun” artinya husnul khatimah, dengan maksud perjuangan Raden Katong dan kawan-kawannya diharapkan menjadi perjuangan yang mendapat ridho Tuhan.

Apa pesan-pesan dibalik seni pertunjukan itu? Mungkin hasil penelitian Asmoro Achmadi dapat dijadikan acuan. Achmadi mengkaji nilai-nilai kesenian reog Ponorogo ditinjau dari “konsep nilai” milik Max Scheler yang meliputi nilai kerohanian, nilai spiritualitas, nilai kehidupan, dan nilai kesenangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian reog Ponorogo memuat nilai kerohanian atau unsur-unsur batiniah seperti penjiwaan pada setiap pemain reog yang meliputi nilai dakwah, nilai kelestarian, nilai kepercayaan, dan nilai magis.

Selain itu reog Ponorogo memiliki nilai spiritual yaitu memuat hal-hal yang melahirkan gairah dan getaran jiwa yakni nilai budaya, nilai keindahan, nilai moral, nilai seni, nilai simbolik, dan nilai superioritas.

Tata nilai selanjutnya adalah unsur-unsur lahiriah yang berkaitan dengan keperluan hidup keseharian meliputi nilai kepahlawanan, keadilan, dan nilai kesejahteraan.

Yang tidak kalah penting, reog Ponorogo lekat dengan nilai kesenangan yang memuat unsur-unsur pada pembiasan hidup positif meliputi nilai hiburan, nilai kepuasan, nilai kompetitif, nilai material, dan nilai pertunjukan.

Penelitian itu juga menyebutkan bahwa nilai warok dapat ditransformasikan dalam upaya membangun karakter bangsa. Nilai warok tersebut adalah ketangguhan, pemberani, pantang menyerah, dan patriotik.

Lalu apakah tata prinsip yang menjadi landasan hidup itu telah tercermin lewat sikap batin bernama moralitas, beserta aspek fisiknya berupa etiket-etiket dalam tata kehidupan? Ini adalah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan.*

*) Penulis adalah alumni Sosek, IPB University Angkatan ke-27.

Baca juga: Reog Ponorogo pukau publik Canberra

Baca juga: Atraksi budaya Indonesia digelar di KRI Bung Tomo

Pewarta: Oleh Dyah Sulistyorini *)
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gedung sekolah MAN Model Kota Jambi terbakar

Seluruh komputer yang ada di laboratorium habis terbakar, padahal rencananya akan dipakai oleh siswa MAN Model untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNKB) pada tahun ini

Jambi (ANTARA) – Sebagian gedung sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model, Kota Jambi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, habis terbakar.

Namun, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa atau luka. Hanya saja pihak sekolah mengalami kerugian materil ratusan juga rupiah akibat kejadian tersebut.

Kasi Operasional Damkar Kota Jambi Jafrizal, di Jambi Sabtu mengatakan, untuk penyebab kebakaran diduga sementara akibat ada hubungan arus pendek atau korsleting listrik di ruangan laboratorium komputer hingga membakar seluruh isi laboratorium tersebut.

Selain itu, juga membakar jdua ruang kelas lainnya yang ada di dekatnya.

“Api baru bisa dipadamkan beberapa jam setelah kejadian atau sekitar 03.00 WIB,” katanya dan menambahkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Jambi menurunkan beberapa unit mobil untuk memadamkan api dibantu warga sekitar.

Akibat kejadian itu ada ratusan komputer milik MAN Model Kota Jambi tersebut terbakar di dalam laboratorium komputer itu.

Dalam kejadian itu, memang ada siswa yang sedang mondok atau tinggal di sekolah tersebut, namun mereka semuanya berhasil diselamatkan dan melarikan diri setelah mengetahui ruang laboratorium komputer terbakar.

Sementara itu Kepala Sekola MAN Model Kota Jambi, Safar Marwan di lokasi kejadian mengatakan, seluruh komputer yang ada di laboratorium milik sekolah habis terbakar dan tidak ada yang bisa diselamatkan dalam kejadian itu.

Komputer tersebut rencananya akan dipakai oleh siswa MAN Model untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNKB) pada tahun ini.

Pihak nya kini menyerahkan kasus itu kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan atas kejadian kebakaran tersebut.

“Kami perkirakan kerugian akibat kejadian itu pihak MAN Model mengalami kerugian materil ratusan juta rupiah dan untuk mengetahui penyebab kebakaran itu pihak sekolah menyerahkannya kepada kepolisian setempat,” kata Safar Marwan.

Baca juga: Bangunan SD di Jambi ambruk, belasan siswa luka

Baca juga: Gudang farmasi RSUD Jambi terbakar, kerugian Rp2 miliar

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Longsor timbun jalan kawasan wisata Lematang Pagaralam, Sumsel

Kondisi ini sempat membuat puluhan kendaraan terjebak

Palembang (ANTARA) – Hujan deras yang terus menguyur Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, menyebabkan jalan menuju lokasi wisata arung jeram Lematang, Kelurahan Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, ditimbun longsor sepanjang 70 meter pada Jumat (8/3) pagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Herawadi yang dihubungi dari Palembang, Sabtu, mengatakan, setelah dilakukan penanganan cepat menggunakan alat berat untuk mengevakuasi material, akhirnya jalan tersebut pada Jumat malam sekitar pukul 18.30 WIB sudah bisa dilalui kendaraan.

Ia mengatakan pembersihan jalan ini tidak berjalan mudah karena banyaknya material longsor berupa batu gunung bercampur dengan tanah.

Selain itu, alat berat juga kesulitan menggapai lokasi karena banyaknya pohon yang tumbang karena longsor terjadi akibat sejumlah titik tebing setinggi sekitar 20 hingga 30 meter tergerus air hujan.

“Kondisi ini sempat membuat puluhan kendaraan terjebak,” kata dia.

Untuk mempercepat proses evakuasi material longsor berupa batu gunung bercampur tanah ini, dikerahkan alat berat dari Dinas PU Kota Pagaralam.

Petugas gabungan dari Dinas PU, Camat, Lurah dan Taganal serta BPBD tampak melakukan pembersihan martial longsor dan pohon kayu yang ikut menutupi badan jalan.

Longsor bukan hanya merusak jalan, tapi juga kebun kopi milik warga, begitu juga akses jalan menuju sawah, kebun dan lokasi arung jeram. Jalan sempat terputus total, sehingga warga terpaksa berjalan kaki.

“Beberapa titik memang disadari rawan longsor yakni Lematang Indah, dan sekitar Dempo Tengah. Kami minta warga untuk berhati-hati,” kata dia.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut, namun banyaknya krikil, pohon kayu dan bebatuan membuat pengendara harus berhati hati saat melintas.

Baca juga: Longsor terjang jalan utama Lahat-Pagaralam di Sumsel

Baca juga: Jalan Pagaralam-bengkulu Putus Tertimbun Longsor

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua paslon belum komitmen pada isu pengendalian tembakau

Jakarta (ANTARA) – Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2012-2014, Nafsiah Mboi menyatakan, belum ada visi misi dan komitmen yang kuat dari dua pasangan calon (Paslon)  Presiden dan Wakil Presiden( Wapres) pada isu pengendalian tembakau.

Hal ini dikatakan Nafsiah setelah mendengar paparan dari kedua kubu dalam sebuah diskusi yang digelar di D’consulate Cafe, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu.

“Angkanya (penyakit yang disebabkan oleh rokok) kita semua sudah mengetahui, tetapi enggak ada komitmen pengendalian tembakau yang komprehensif dan intensif,” katanya.

Padahal, berdasarkan data yang dia miliki, jumlah perokok di usia 15 sampai 19 tahun terus meningkat di semua provinsi dan merampas hak anak untuk hidup sehat dan sejahtera.

Dengan meningkatnya angka ini, maka jumlah penyakit yg disebabkan oleh rokok pun meningkat.

“Memang beda penyakitnya antarprovinsi, tetapi berdasarkan Riskesdas 2017 dan 2018, penyakit kanker, stroke, jantung, dan gagal ginjal meningkat di semua provinsi,” ujar Nafsiah.

Dia tiddak memungkiri kalau upaya pemerintah lewat instruksi Presiden no 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Sehat sudah bagus. Tetapi masyarakat tidak bisa jalan sendiri melainkan harus didukung dan dibimbing oleh pemerintah sehingga instruksi ini bisa berjalan dengan baik di daerah.

“Karena masyarakat kita itu di daerah dan buktinya masih ada 13 provinsi yang belum ada aturan sama sekali tentang tembakau. Kalau saya melihat, pemerintah yang tidak memperhatikan pengedalian rokok sama dengan merampas hak rakyat untuk hidup sehat dan sejahtera,” katanya.

Nafsiah yang pernah menjabat sebagai Menkes di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono memang mengakui kalau untuk mengendalikan rokok mesti ada komitmen yang kuat dari semua pihak.

Karena berdasarkan pengalamannya, upaya untuk meloloskan wacana pengendalian tembakau sering mendapat singgungan, baik dari kanan, kiri, hingga atas dan bawah.

“Memang masalahnya banyak, ke samping antarsesama menteri saja beda-beda pandangannya. Anggota DPR bilangnya sih komitmen, tetapi praktiknya tidak ada sama sekali. Bahkan ketika saya kunjungan ke daerah ada Gubernur yang bilang saya panglima petani tembakau. Padahal petani tembakau di daerah itu hanya berapa orang,” ujar Nafsiah.

Debat Cawapres yang menghadirkan Maruf Amin dari kubu petahana dan Sandiaga Uno dari penantang, akan membahas tema “Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan” pada 17 Maret 2019.

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Panti asuhan di Padang Pariaman-Sumbar diupayakan peningkatan bansos

Akan diupayakan peningkatan anggaran bantuan sosial (bansos) bagi panti asuhan dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta per tahun

Parit Malintang, (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akan mengupayakan peningkatan anggaran bantuan sosial (bansos) bagi panti asuhan dari Rp50 juta menjadi Rp500 juta per tahun.

“Tahun ini anggaran untuk panti asuhan hanya Rp50 juta, dan itu pun untuk tujuh panti yang ada di Padang Pariaman,” kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara di Parit Malintang, Sabtu.

Ia mengatakan besaran anggaran tersebut dengan tahun sebelumnya sama, di mana bantuannya diserahkan berupa logistik yaitu beras, telur, minyak goreng, sarden, susu, mie instan dan lainnya.

Meskipun tujuh panti tersebut mampu memberikan sandang dan papan yang cukup karena dibantu donatur, namun pengurusnya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan lainnya.

“Kondisi panti saya lihat baik dan layak, namun untuk biaya operasional, biaya kesehatan, biaya pendidikan anak-anak panti kurang mencukupi,” katanya.

Oleh karena itu guna memenuhi kebutuhan tersebut pihaknya mengupayakan utnuk meningkatkan anggaran untuk panti asuhan terutama menunjang pendidikan anak panti.

Ia menyebutkan ada tujuh panti asuhan di Padang Pariaman yaitu Budi Utama Lubuk Alung, Mutiara Budi Lubuk Alung, Bhakti Lubuk Alung, Amal Bakti Sicincin, Mukharamah Pauh Kambar, Umatulyakin VII Koto, dan Al Kausar Lubuk Pandan.

“Sesuai arahan bapak bupati, bantuan untuk semua panti telah kami serahkan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu pengurus dalam memenuhi asupan gizi anak panti asuhan di daerah itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Kautsar, Iryos meminta pemerintah setempat memperbaiki akses ke dalam panti asuhannya karena hingga saat ini masih beralaskan tanah sehingga ketika diguyur hujan jalan tersebut becek.

“Kami mohon agar pemerintah juga memprioritaskan memperbaiki jalan menuju panti sepanjang 100 meter agar ases keluar masuk ke panti dapat dilalui dengan nyaman,” ujar dia.

Ia mengatakan selama ini bantuan dari pemerintah setempat dan donatur sudah cukup membantu pihaknya dalam memenuhi kebutuhan konsumsi anak pantinya.

Ia menyebutkan saat ini jumlah anak pantinya mencapai 41 orang yang mana 22 anak tinggal di panti sedangkan sisanya tinggal bersama keluarga.

Pewarta: Altas Maulana dan Aadiaat MS
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini pesan Jokowi ke millenial soal keselamatan berkendara di Palembang

Saya pesan, sebelum berkendara harus benar-benar dicek. Spion harus lengkap,

Palembang (ANTARA) – Calon Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan ke kalangan millenial untuk peduli pada keselamatan berkendara pada
Millenial Road Safety Festival di Palembang, Sabtu pagi yang dihadiri ribuan orang.

“Saya pesan, sebelum berkendara harus benar-benar dicek. Spion harus lengkap,” kata Jokowi berpidato di atas panggung tengah-tengah ribuan orang di kawasan Benteng Kuto Besak Palembang.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menggunakan helm.

Akan lebih baik, menggunakan jaket dan sarung tangan untuk melindungi pengendara.

“Pakai jaket, supaya tidak masuk angin. Terus jika jatuh bisa melindungi dari lecet,” ujar dia.

Lalu jangan lupa membawa SIM dan STNK.

“Satu lagi, jangan lupa, jangan main handphone saat berkendaraan. Jangan telepon-telepon ya, berbahaya sekali,” kata dia.

Jokowi berpesan para generasi millenial harus menyadari mengenai cara melindungi diri saat berkendara ini karena kalian merupakan generasi harapan bangsa.

Ia mengingatkan bahwa sejatinya mereka sangat dinantikan keluarga untuk pulang ke rumah dengan selamat pada setiap harinya.

“Kita waktu pergi ditunggu keluarga, jadi hati hati berkendaraan. Siapkan kelaikan kendaraan,” tambah Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga sempat berdialog interaktif di dua orang remaja “millenial”.

Gurauan khas Jokowi turut memanaskan suasana pada acara yang dipandu artis Raffi Ahmad dan Yuki Kato itu. Beberapa kali audiens dibuat tertawa oleh Jokowi.

Sebelum berada di kawasan BKB Palembang, capres nomor urut satu ini mengikuti acara senam pagi di kawasan Jakabaring dan pembentangan kain jumputan terpanjang dengan panjang 1.175 meter di Jembatan Ampera.

Setelah acara di BJB Palembang, Jokowi dijadwalkan berjumpa dengan petani karet di Sumbawa, Banyuasin.

Baca juga: Jokowi minta para “Srikadi” Palembang tangkal hoaks

Baca juga: Jokowi dan Ibu Iriana senam bersama “Srikandi” di Jakabaring Palembang

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wabup Sinjai dorong percepatan kabupaten layak anak 2019

Makassar (ANTARA) – Wakil Bupati (Wabup) Sinjai, Hj Andi Kartini Ottong mendorong penguatan dan percepatan Kabupaten Layak Anak (KLA)  pada 2019 dengan melakukan pemetaan masalah dan penanganannya.

Hal itu dikemukakanya, Sabtu, bahwa melalui pengembangan KLA pemerintah membuat suatu upaya nyata untuk menyatukan isu hak anak ke dalam perencanaan dan pembangunan Kabupaten Sinjai

“Ini bertujuan agar para peserta mampu memahami dan mengimplementasikan lima klaster di masing-masing tempat kerjanya serta untuk menyukseskan pelaksanaan percepatan penilaian KLA terhadap 177 Kabupaten/Kota, termasuk Kabupaten Sinjai,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan bahwa penguatan layak anak merupakan bentuk upaya Pemkab Sinjai untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak dalam rangka memenuhi amanat Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pada UU itu pada pasal 4 disebutkan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Ada 24 indikator KLA yang didasarkan pada substansi hak-hak anak yang dikelompokkan ke dalam lima klaster pemenuhan hak-hak anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yaitu Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya dan Perlindungan Khusus,” tandasnya.

Selain itu, Wabup juga menyampaikan bahwa melalui penguatan KLA ini,  mari kita membangun pondasi yang kuat untuk anak-anak. Kita membimbing mereka untuk menjadi pribadi yang kuat, berakhlak mulia dan berpendirian teguh serta memiliki kecakapan, wawasan yang luas dan kecerdasan sehingga kelak Sinjai yang kita cintai, maju dan sejahtera dipimpin oleh generasi terbaik dari anak-anak kita yang ada sekarang ini.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Provinsi Sulsel, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sinjai, para Kepala OPD, para Camat dan para pengamat Forum Anak.

Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masih putus total, BPJN diminta atasi longsor Ruteng-Labuan Bajo-NTT

Akses jalan nasional itu merupakan jalur penting bagi ekonomi masyarakat Pulau Flores

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Nusa Tenggara Timur mendorong Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang untuk secepatnya mengatasi longsoran sepanjang jalan nasional Ruteng-Labuan Bajo yang hingga saat ini masih putus total.

“Pemerintah Provinsi NTT telah meminta BPJN X Kupang untuk secepatnya melakukan upaya mengatasi longsoran yang terjadi pada ruas jalan Ruteng-Labuan Bajo, sehingga secepatnya dilalui kendaraan umum, karena akses jalan nasional itu merupakan jalur penting bagi ekonomi masyarakat Pulau Flores,” kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Kepala Biro Humas dan Protokol, Kantor Gubernur NTT, Marianus Jelamu kepada Antara di Kupang, Sabtu.

Menurut dia, akses transportasi Ruteng-Labuan Bajo belum bisa dilintasi kendaraan karena terdapat 11 titik longsoran di ruas jalan nasional di wilayah Kabupaten Manggarai Barat yang menutupi ruas jalan.

“Ada sebagian badan jalan nasional yang runtuh karena longsor sehingga rawan apabila dilintasi kendaraan sehingga sampai saat ini akses transportasi dari Ruteng menuju Labuan Bajo maupun sebaliknya masih putus total sejak Kamis (7/3) lalu,” kata Marianus.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT mengatakan, upaya mengatasi longsoran pada ruas jalan nasional Ruteng-Labuan Bajo perlu menjadi prioritas BPJN X Kupang karena ruas jalan nasional ini merupakan jalur vital bagi transportasi darat yang menghubungan Pulau Jawa, Bali, NTB dengan beberapa kabupaten di Pulau Flores.

“Gubernur NTT sudah meminta BPJN untuk melakukan berbagai upaya agar akses transportasi menuju Labuan Bajo segera pulih kembali sehingga berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat di Pulau Flores tidak tergangu,” kata Marianus.

Marianus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serta Kabupaten Manggarai telah memberikan bantuan berupa alat berat untuk membantu membersihkan material longsoran pada ruas jalan nasional ini.

Ia mengatakan, Pemprov NTT berharap akses transportasi darat ke wilayah ujung barat pulau Flores itu bisa segera pulih kembali sehingga distribusi sembako dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan masyarakat di Pulau Flores ini tidak sampai terganggu. 

Baca juga: 709 kilometer jalan provinsi NTT rusak berat

Baca juga: 70 persen jalan di NTT rusak

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korban banjir bandang di Flores Timur telah terima bantuan disalurkan BPBD

Bantuan yang sudah kami salurkan berupa makanan siap saji, pakaian, selimut, sarung, alas tikar, terpal, dan barang-barang kebutuhan lainnya,

Kupang (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTB), menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir bandang di wilayah Kawaliwu, Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema.

“Bantuan yang sudah kami salurkan berupa makanan siap saji, pakaian, selimut, sarung, alas tikar, terpal, dan barang-barang kebutuhan lainnya,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Flores Timur Paulus Igo Geroda yang dihubungi dari Kupang, Sabtu.

Ia menambahkan, banjir bandang yang terjadi akibat hujan deras sepanjang hari pada Kamis (7/3/2019) telah menerjang 11 rumah warga di daerah setempat.

Selain itu, dampak banjir juga menggenangi satu sekolah, rumah ibadah, dan kantor camat, di wilayah yang berada di kaki Gunung Ile Mandiri itu.

Menurutnya, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat diterjang material banjir berupa batu-batu dan kayu yang merubuhkan dinding rumah dan menghanyutkan barang-barang di dalamnya.

“Sehingga bantuan yang kami serahkan juga berupa alat masak, piring, gelas, dan lainnya karena semua perabotan dalam rumah itu hanyut terbawa banjir,” ujarnya.

Paulus mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan luka parah, warga yang terdampak banjir untuk sementara sudah mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka di sekitarnya.

BPBD, lanjutnya masih mengadakan posko penanganan di sekitar wilayah banjir karena daerah setempat diketahui masih dilanda hujan meskipun dengan intesitas yang rendah.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mendata dampak kerugian akibat banjir untuk menentukan langka penanganan selanjutnya dari pemerintah setempat.

“Karena selain bangunan rumah, ada satu jembatan penghubung antardesa yang juga putus akibat banjir, tetapi akses lalu lintasnya masih bisa lewat jalan alternatif,” katanya.

Baca juga: 11 rumah di Flores Timur rusak diterjang banjir bandang

Baca juga: Banjir bandang terjang pemukiman warga di Flores Timur

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dapur umum mandiri diminta Kemensos diaktifkan di Jatim

Saat ini tiga dapur umum sudah mandiri yaitu dapur mandiri di Kelurahan Klumutan Kabupaten Madiun dan dua dapur umum di Kabupaten Trenggalek

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial mendorong warga korban banjir di Jawa Timur untuk mengaktifkan dapur umum mandiri yang dikelola langsung oleh masyarakat dengan didukung logistik dari pemerintah.

“Sejumlah dapur umum di beberapa kabupaten yang terdampak banjir di Jawa Timur sudah dikelola mandiri,” kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Sabtu.

Dia mencontohkan saat ini tiga dapur umum sudah mandiri yaitu dapur mandiri di Kelurahan Klumutan Kabupaten Madiun dan dua dapur umum di Kabupaten Trenggalek.

Sedikitnya 13 kabupaten di Jawa Timur terdampak banjir sejak Rabu (6/3) akibat meluapnya sejumlah sungai karena curah hujan yang tinggi.

Kemensos melalui Dinas Sosial setempat telah mendirikan dapur umum di Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung yang dapat membuat 240 nasi bungkus untuk sekali makan.

Di Kabupaten Ponorogo, dapur umum di dinas sosial setempat memproduksi 3.000 nasi bungkus. Di Kabupaten Tuban dapur umum di Kantor Kecamatan Soko dan Desa Karangrinoto Rengel masing-masing sebanyak 200 bungkus nasi serta dapur umum Desa Tambakrejo Rengel 300 bungkus nasi.

Di Kabupaten Ngawi, dapur umum Desa Warungkalong Kecamatan Kwadungan memproduksi 2.600 bungkus nasi dan di Kantor Camat Geneng sebanyak 2.000 bungkus.

Di Kabupaten Madiun, dapur umum yang didirikan di Kantor Kecamatan Balerejo membuat 3.717 bungkus nasi dan di Desa Bakulan Kecamatan Mejayan sebanyak 4.730 bungkus.

Hingga saat ini sembilan dapur umum masih aktif ditambah tiga dapur umum mandiri untuk memenuhi kebutuhan pangan korban banjir.

“Dalam kondisi bencana seperti banjir, masyarakat pasti kesulitan untuk memasak karena rumahnya terendam banjir dan berada di pengungsian, maka kita dukung dengan dapur umum yang menyiapkan makanan siap saji,” kata Harry.

Sebelumnya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Sosial merespon cepat penanganan bencana seperti banjir di sejumlah daerah di Tanah Air.

Untuk penanganan banjir di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, Kemensos sudah menyalurkan bantuan senilai Rp1,2 miliar. Bantuan tersebut berupa logistik, tenda dan kebutuhan dasar lainnya yang dititipkan di gudang provinsi sehingga bisa cepat didistribusikan.

Baca juga: Bulog Jatim siap salurkan beras CBP untuk 15 wilayah banjir

Baca juga: Kemensos salurkan Rp724 juta untuk penanganan banjir Jatim

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Basarnas Makassar evakuasi jasad di Sungai Jeneberang

Makassar (ANTARA) – Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Makassar berhasil menemukan korban tenggelam yang terseret arus di Sungai Jeneberang, dan jasadnya sudah dievakuasi tim setelah dilakukan pencarian selama 15 jam.

“Korban diketahui memiliki riwayat gangguan penglihatan. Berdasarkan keterangan dia dilaporkan terpeleset di batu selanjutnya terjatuh dan hanyut di bawa air sungai dan baru ditemukan kemarin,” tutur Humas Kantor SAR Makassar Ade Hamsidar, Sabtu.

Korban tersebut diketahui masih remaja bernama Alim bin Muriadi tewas tenggelam lalu diseret arus sungai Jeneberang di Sampoket 3 Dusun Pammanjengang, Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Kamis (7/3).

Alim ditemukan tim Basarnas Makassar dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat pukul 09.20 WITA. Titik penemuan korban 3 kilometer dari lokasi kejadian, dan jasadnya langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan.

Komandan Tim (Dantim) pencarian Basarnas Makassar Darul Astiadi mengatakan telah menurunkan tim sebanyak enam orang menuju ke lokasi pencarian. Mereka kemudian bergabung dengan tim penyelamat yang ada di sana.

Pencarian dilakukan dengan menyisir pinggir sungai, meski demikian tidak melakukan penyelaman ke dasar sungai karena saat penyisiran korban sudah ditemukan mengapung di sungai setempat.

“Korban ditemukan tim sudah meninggal d pada pukul 9.20 WITA. Jarak antara lokasi pertama dengan titik penemuan kurang lebih tiga kilometer. Jasadnya langsung dan diserahkan ke keluarganya,” ujar Darul.

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ditemukan meninggal, warga Sikka-NTT yang tenggelam dievakuasi

Kedua korban ini ditemukan pada Jumat (8/3/2019) sekitar pukul 20.20 WIT oleh tim relawan nelayan Kewapante yang turut serta membantu kegiatan pencarian

Kupang (ANTARA) – Dua warga yang tenggelam di sekitar Pelabuhan Feri Kewapante, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan ditemukan dalam kondisi meninggal berhasil dievakuasi tim SAR dan sukarelawan nelayan setempat

Kepala Kepolisian Resor Sikka, AKBP Rickson Situmorang mengatakan jenazah dua warga bernama, Yakobus Emanuel (19) dan Wiwin Marianto Mitan (22) yang tenggelam di sekitar Pelabuhan Feri Kewapante, Kabupaten Sikka, berhasil dievakuasi.

“Kedua korban ini ditemukan pada Jumat (8/3/2019) sekitar pukul 20.20 WIT oleh tim relawan nelayan Kewapante yang turut serta membantu kegiatan pencarian,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Kupang, Sabtu.

Ia menjelaskan, setelah kedua korban ditemukan dalam keadaan terapung di laut, tim nelayan langsung melaporkan ke Kantor Kepolisian Sektor Kewapante dan diteruskan ke pihak Kantor SAR Kelas IIB Maumere.

Selanjutnya, sekitar Pukul 20.40 WITA, korban berhasil dievakuasi ke darat dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Maumere oleh Kantor SAR.

Sbelumnya, kedua korban tenggelam pada Kamis (7/3/2019) ketika sedang berenang di perairan sekitar Pelabuhan Feri Kewapante, Desa Namangkewa, Kecamatan, Kabupaten Sikka.

Rickson menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bernama Yakobus Imanuel terseret arus saat sedang berenang di perairan setempat bersama teman-temannya.

Melihat temannya sedang terseret arus, lanjutnya, korban lainnya, Wiwin Marianto Mitan, yang semula bermaksud hendak membantu namun ikut terseret arus dan gelombang besar.

“Gelombang dan arus laut sangat besar sehingga keduanya terseret dan menghilang ke dalam laut,” katanya.

Setelah peristiwa itu, pihaknya bersama unsur TNI dan Kantor SAR Maumere didukung tim relawan nelayan Kewapante langsung melakukan pencarian hingga ditemukan pada hari kedua.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pencarian korban longsor dilakukan secara manual

Kupang (ANTARA) –
Proses pencarian enam korban yang masih tertimbun tanah longsor di kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dilakukan secara manual.

“Saat ini proses pencarian dilakukan oleh masyarakat secara manual, karena alat berat belum bisa masuk ke lokasi akibat jalan dan beberapa jembatan rusak,” kata Kabag Humas Pemkab Manggarai Barat, Paulus Jeramun kepada Antara, Sabtu melalui sambungan telepon dari Kupang.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan perkembangan proses pencarian enam korban tanah longsor yang belum ditemukan.

Enam korban yang belum ditemukan adalah Margareta Ersi (40), Hilariani Jelita Mensi (12), Yoseva Nelti (6), Paulinus Salim (60), Remigius Sera (28), Fransiska Tania (8 Bulan).

Menurut dia, saat ini peralatan berat sedang berupaya membuka jalan alternatif menuju lokasi, agar proses pencarian bisa dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Dia mengatakan, peralatan berat sangat dibutuhkan di lokasi mengingat tumpukan tanah akibat longsor terlalu tinggi dan padat, sehingga menyulitkan warga mencari secara manual.

“Mudah-mudahan hari ini, sudah bisa ada akses jalan untuk alat berat menuju lokasi,” katanya.

Jika peralatan berat sudah bisa sampai ke lokasi kejadian, maka proses pencarian bisa dilakukan lebih mudah.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kampung Culu di Manggarai Barat itu menewaskan dua warga, dan enam warga lainnya masih hilang atau tertimbun longsor.

“Dari hasil pendataan sementara, ada delapan orang tertimbun tanah longsor. Dua sudah ditemukan, sementara enam lainnya belum ditemukan.

Dua korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia itu yakni Hironimus Rius (50) tahun dan Nardus Rifa (13) tahun.

Nardus Rifa merupakan siswa kelas 2 sekolah menengah pertama (SMP), yang ditemukan petugas tidak jauh dari kediaman mereka.

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD salurkan bantuan Rp300 juta korban puting beliung di Kupang

Kami memberikan bantuan uang tunai sehingga para korban bencana yang akan membelanjakan sendiri kebutuhan untuk perbaikan rumah yang rusak akibat puting beliung

Kupang (ANTARA) – Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ade Manafe mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan senilai Rp300 juta untuk korban bencana alam puting beliung di daerah itu.

“Pemerintah Kota Kupang telah menyalurkan bantuan penanganan bencana puting beliung dengan nilai bantuan sebesar Rp300 juta. Bantuan itu sudah didistribusikan kepada korban puting beliung,” kata Ade Manafe kepada wartawan di Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan baruan yang dibrikan dalam bentuk uang tunai sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan akibat terjangan angin puting beliung.

Menurut dia bantuan yang diberikan dengan kategori untuk tingkat kerusakan berat mendapat bantuan Rp7,5 juta untuk kerusakan sedang Rp5 juta dan kerusakan ringan sebesar Rp2,5 juta.

Dia menambahkan, pemerintah Kota Kupang memberikan uang tunai untuk korban bencana puting beliung yang menimpa 183 kepala keluarga di Kelurahan Liliba, Penfui serta Oetete.

“Kami memberikan bantuan uang tunai sehingga para korban bencana yang akan membelanjakan sendiri kebutuhan untuk perbaikan rumah yang rusak akibat puting beliung,” katanya.

Ia menjelaskan, selain bantuan dari Pemerintah Kota Kupang, juga ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berupa bahan bangunan, yaitu 2.000 lembar seng serta paku untuk membantupara korban bencana.

“Semua bantuan ini sudah dimanfaatkan para korban untuk perbaikan rumah sehingga masa tanggap darurat penangulangan bencana puting beliung yang sudah berlangsung selama tujuh hari secara resmi sudah dicabut sejak Jumat (8/3), sehingga proses perbaikan rumah dilakukan secara mandiri oleh warga setempat,” demikian Ade Manafe.

Baca juga: Sejumlah rumah di Kupang-NTT roboh “dihantam” puting beliung

Baca juga: korban bencana puting beliung di kupang terima bantuan beras

Baca juga: Rumah korban puting beliung di Kupang-NTT direhabilitasi prajurit TNI-AD

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi minta para “Srikadi” Palembang tangkal hoaks

Palembang (ANTARA) – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo meminta kepada para “Srikandi Jokowi-Ma’ruf Amin” untuk “door to door” untuk menjelaskan berbagai isu-isu negatif dan berita hoaks yang tersebar di masyarakat.

“Saya titip, karena 17 April sudah dekat. Agar Jokowi Ma’ruf dibantu ‘door to door’ dan agar isu-isu dan hoaks benar-benar diperjelas dan dilawan,” Jokowi saat menghadiri senam bersama dengan sekitar lima ribu “Srikandi Jokowi-Ma’ruf Amin” di Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.

Jokowi mencontohkan isu-isu pemerintah akan larang azan jika dirinya terpilih kembali menjadi Presiden periode 2019-2024.

“Nggak mungkin. Pemerintah siapapun nggak mungkin karena Indonesia penduduk muslim terbesar dunia,” kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta melawan isu soal legalisasi perkawinan sejenis yang juga mungkon dilakukan oleh pemerintah.

“Kita punya norma agama dan sosial. Itu hoaks harus dijelaskan kepada masyarakat,” katanya.

Dia juga meminta isu kriminalisasi ulama juga tidak akan dilakukan.

“Tidak ada. Siapapun yang berbuat masuk ke urusan hukum dan pidana siapapun pasti akan terkena masalah. Tolong ini diluruskan kalau ada isu di bawah. Kalau ada masalah dengan hukum siapapun pas akan berurusan hukum,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengenalkan tiga “kartu sakti”, yakni Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan Kartu Sembako Murah.

“Jadi kita akan keluarkan kartu seperti ini. KIP untuk kuliah. Kalau dalam empat tahun kita keluarkan KIP untuk SD sampai SMA. Ini nanti untuk kuliah. Ini penting agar anak2 bisa teruskan ke jenjang lebih tinggi,” katanya.

Kedua, lanjut Jokowi, Kartu Prakerja untuk lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi belum dapat kerja bisa dapat kartu ini.

“Kartu ini bisa berikan training (pelatihan) bermanfaat sebelum masuk dunia kerja. Industri atau BUMN. Setelah training kalau belum dapat kerja juga dapat insentif honor kalau belum dapat kartu ini,” katanya.

Jokowi mengingatkan bahwa kartu prakerja ini penting untuk para lulusan yang ingin segera kerja dengan mendapatkan pelatihan.

Terakhir adalah kartu sembako murah yang akan memberikan diskon untuk barang-barang tertentu yang berkaitan dengan sembako, baik beras, gula, minyak dan lain-lain.

“Ini program yang akan datang, bukan sekarang. Ibu-ibu setuju nggak tiga kartu ini,” katanya.

Baca juga: Jokowi dan Ibu Iriana senam bersama “Srikandi” di Jakabaring Palembang

Baca juga: Presiden cek harga beras di pasar ritel Palembang

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KBM kerahkan puluhan tenaga kerja amankan kayu

Ada sekitar 30 tenaga kerja yang kami kerahkan untuk mengumpulkan balok kayu jati sesuai dengan ukuran juga jenisnya, setelah banjir surut.

Bojonegoro (ANTARA) – Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Perum Perhutani Divre II Jawa Timur, mengerahkan puluhan tenaga kerja untuk mengamankan ratusan balok kayu jati di Tempat Penimbunan Kayu Jati (TPK) Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Sabtu.

“Ada sekitar 30 tenaga kerja yang kami kerahkan untuk mengumpulkan balok kayu jati sesuai dengan ukuran maupun jenisnya, setelah banjir surut,” kata Petugas KMB Perum Perhutani Divre II Jawa Timur, di Bojonegoro,  Supriyadi, di TPK, Sabtu.

Menurut dia, genangan air banjir yang merendam kawasan TPK dengan ketinggian berkisar 1-1,5 meter yang mengakibatkan ratusan balok kayu jati dengan volume total sekitar 800 meter kubik mulai surut, pada Jumat (8/3).

Tapi, lanjut dia, kegiatan untuk mengumpulkan ratusan balok kayu jati yang berserakan di TPK baru bisa dilaksanakan hari ini dengan mengerahkan sekitar 30 tenaga kerja.

“Ada berbagai jenis balok kayu jati yang harus dikumpulkan sesuai ukuran dan jenisnya. Sebagian kayu jati yang sudah dikapling ada pemiliknya, karena sudah dibeli, sedangkan lainnya masih belum terjual,” kata Supriyadi.

Di TPK setempat, lanjut dia, sampai hari ini belum ada kegiatan jual beli kayu jati, setelah kawasan TPK terendam air banjir sejak Rabu( 6/3).

Kegiatan bongkar muat kayu jati bisa berasal dari tebangan dari kawasan hutan yang dibawa truk, juga pengangkutan kayu jati yang dibeli konsumen.

“Sekarang pengiriman kayu jati dari hutan memanfaatkan truk. Sudah lama pengiriman kayu jati dari kawasan hutan ke TPK tidak memanfaatkan lori,” ujar Supriyadi.

Yang jelas, menurut dia, dibenarkan Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro Dewanto, bahwa balok kayu jati yang terendam air banjir di TPK tidak rusak.

“Kayu jati tidak rusak terendam air banjir,” tegas Supriyadi.

Bersamaan surutnya banjir di TPK, puluhan anggota Brimob Kompi 3 Yon C Bojonegoro dipimpin Komandan Kompi,  Iptu I Gusti Putu Sumantri, bekerja bakti membersihkan lingkungan rumah warga di kawasan TPK yang sempat terendam genangan banjir.

Selain itu, jajaran Brimob juga membagikan puluhan paket sembako kepada sekitar 60 kepala keluarga (KK) yang rumahnya di tanah kawasan TPK di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota.

“Paket sembako ada beras maupun makanan yang lainnya,” ujar seorang anggota Brimob Kompi 3 Yon C Bojonegoro.

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir-longsor di Manggarai Barat-NTT merusak empat rumah

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kampung Culu di Manggarai Barat itu menewaskan dua warga, dan enam lainnya masih hilang atau tertimbun longsor

Kupang (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, empat rumah warga rusak total akibat bencana banjir dan longsor melanda Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat.

Empat rumah warga rusak total itu adalah milik Remigius Sera, Paulinus Salim, Hironimus Rius dan Fransiskus Ansi, kata Kabag Humas Pemkab Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Jeramun kepada Antara, Sabtu melalui sambungan telepon dari Kupang.

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan hasil pendataan sementara terhadap bangunan milik warga yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor melanda kampung Culu pada Kamis, (7/3).

Sementara bangunan rumah warga yang rusak ringan berjumlah dua unit yakni rumah milik Laurensius Masir dan Fransiskus Fedi yang juga adalah Kepala Desa Tondo Belang.

Selain bangunan rumah warga, terdapat pula tiga unit kendaraan yakni satu kendaraan roda empat, satu roda dua dan satu kendaraan roda enam.

“Tim juga mencatat ada tiga kendaraan yang tertimbun tanah longsor yakni satu unit mobil Toyota Avanza, unit tanki industri serta satu unit sepeda motor,” katanya.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kampung Culu di Manggarai Barat itu menewaskan dua warga, dan enam warga lainnya masih hilang atau tertimbun longsor.

“Dari hasil pendataan sementara, ada delapan orang tertimbun tanah longsor. Dua sudah ditemukan, sementara enam lainnya belum ditemukan.

Dua korban yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia itu yakni Hironimus Rius (50) tahun dan Nardus Rifa (13) tahun.

Nardus Rifa merupakan siswa kelas 2 sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), yang ditemukan petugas tidak jauh dari kediaman mereka.

Sementara enam korban lainnya yang belum ditemukan adalah Margareta Ersi (40), Hilariani Jelita Mensi (12), Yoseva Nelti (6), Paulinus Salim (60), Remigius Sera (28), Fransiska Tania (8 Bulan).

Sementara korban luka-luka dua orang yakni Rosalia Sija (50) dan Serfiana Dewi (28). Korban luka-luka ini masih dalam perawatan, katanya menjelaskan.

Baca juga: Tanah longsor timbun delapan orang di Manggarai Barat, NTT

Baca juga: Diterjang banjir, 2 jembatan nasional di Manggarai Barat putus

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi ingatkan kawula muda Palembang taat aturan lalu-lintas

Palembang (ANTARA) – Presiden Joko Widodo mengingatkan kawula muda alias milenial Palembang, Sumatera Selatan, untuk taat aturan lalu-lintas.

“Kalau mau berkendara tolong dicek betul lampunya nyala nggak. Spion harus komplit. Sebelum berkendara helm harus siap dan dipakai,” kata dia, di Jembatan Ampera, Palembang, Sabtu.

Di jembatan itulah digelar deklarasi millenial Festival Keselamatan di Jalan oleh kawula muda setempat.

Ia juga mengingatkan kepada puluhan ribu warga yang hadir untuk melengkapi perlengkapan lain agar berkendara sesuai aturan yang ditentukan.

“Jangan main HP saat berkendara. Jangan telepon-teleponan, berbahaya sekali. Naik mobil pun juga. Jangan, karena kita kalau pas pergi ditunggu keluarga kita. Ditunggu orang tua kita di rumah. Jadi hati-hati dalam berkendara,” katanya.

Ia mengingatkan taat aturan lalu-lintas karena kecelakaan di jalan raya telah menempati urutan kelima penyebab kematian di dunia.

“Urutan pertama penyebab kematian di dunia itu penyakit jantung, diabetes…dan kecelakaan menempati urutan kelima,” kata dia.

Untuk itu, dia kembali menegaskan untuk memperhatikan keselamatan berkendara agar kecelakaan bisa dihindari.

Masyarakat Palembang hadir ke acara deklarasi ini sejak pukul 06.00 WIB. Mereka membentangkan kain batik khas Palembang sepanjang Jembatan Ampera.

Jokowi yang didampingi Ibu Negara, Iriana Jokowi, beserta Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, serta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyapa para masyarakat yang hadir.

Jokowi sempat melayani swafoto masyrakat yang sejak pagi menunggu di sepanajang Jembatan Ampera.

Selanjutnya Jokowi menuju ke lapangan yang berada di tepi Sungai Musi sekitar Jembatan Ampera, yakni pelataran Benteng Kuto Besak.

Kawula muda menyambut kedatangan Jokowi dan Ibu Negara dengan tarian gaya anak muda dipadu tarian tradisional.

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Caleg banyak datangi makam Ki Marogan

Palembang (ANTARA) – Calon legislatif(Caleg)  banyak mendatangi makam ulama besar Kota Palembang, Ki Marogan di Kecamatan Kertapati, menjelang pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019.

Penjaga makam Ki Marogan, Ismail di Palembang, Sabtu, mengatakan para caleg kerap datang berziarah ke makam tersebut sendirian maupun bersama rombongan.

“Sering datangnya rombongan, mendekati hari pelaksanaan Pemilu ini semakin banyak yang datang,” ujar Ismail.

Menurutnya,  para caleg ini mulai menziarahi makam Ki Marogan sejak sebelum pencalonan diri. Caleg yang datang ini, bukan hanya dari Palembang, tetapi juga dari luar daerah.

Ismail mengatakan,  dirinya mengetahui para penziarah ini merupakan caleg karena meminta didoakan untuk menang pada Pemilu 2019. Bahkan beberapa caleg berjanji jika berhasil akan menyumbangkan sebagian hartanya untuk Masjid Ki Marogan.

“Mereka berziarahnya pada hari-hari tertentu saja, ada juga yang datang pada malam hari, diantara para caleg itu pernah ada yang dari Jakarta dan Lampung,” kata Ismail.

Ia pun selalu mengingatkan kepada para caleg agar meluruskan niat saat berziarah dan tidak menyimpang dari tuntunan agama yang sudah ada, bahkan di depan makam itu pula pihaknya memasang papan peringatan.

Sementara salah seorang caleg yang masih aktif sebagai anggota DPRD Sumsel mengaku sengaja berkunjung ke makam Ki Marogan untuk berdoa.

“Niat saya hanya untuk ziarah, sekaligus saya berdoa agar Pemilu nanti berjalan lancar, damai, dan tidak ribut-ribut serta supaya saya bisa meraih kursi dari pencalonan legislatif,” ujar caleg yang enggan disebutkan namanya ini.

Ki Marogan sebagai ulama kharismatik Kota Palembang yang diketahui pandai dalam ilmu agama serta memiliki sifat-sifat kepemimpinan.

Berdasarkan catatan sejarah, Kyai Marogan terlahir dengan nama Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud (1802 – 1901 M), namun bagi masyarakat Palembang julukan ‘Kiai Marogan’ lebih terkenal dibanding nama lengkapnya.

Julukan Kiai Marogan dikarenakan lokasi masjid dan makamnya terletak di Muara sungai Ogan, anak sungai Musi di Wayah Kertapati Kota Palembang.

Pewarta: Dolly Rosana/Aziz Munajar
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD OKU temukan jasad korban hanyut di sungai

Baturaja (ANTARA) – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu(OKU), Sumatera Selatan(Sumsel),  menemukan jasad Martin (13) siswa kelas VI SD yang hanyut saat mandi bersama temannya di Sungai Ogan pada Kamis (7/3) pukul 11.50 Wib.

“Ya, pagi tadi pukul 07.30 Wib jasad korban kami temukan di Sungai Ogan kawasan Lubuk Rambai, Kecamatan Baturaja Timur,” kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD OKU, Meilan Purnama di Baturaja, Sabtu.

Dia menjelaskan, setelah melakukan pencarian selama dua hari dibantu tim dari Basarnas setempat akhirnya jasad Martin berhasil ditemukan berjarak sekitar 7 KM dari lokasi kejadian kawasan Sungai Ogan Kemalaraja.

Menurut dia, saat ditemukan posisi wajah Martin dipenuhi darah diduga kuat kepala atau bagian muka korban terbentur batu sehingga terluka.

Dia menjelaskan, warga Jalan Ulu Danau, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur tersebut sebelumnya dinyatakan hilang karena hanyut di sungai saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Ogan di kawasan perkampungan Kemalaraja sejak Kamis(7/3).

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak. Kepada keluarga korban kami mendoakan agar bisa bersabar menghadapi ujian ini,” tegasnya.

Meilan mengaku, pihaknya sendiri sedikit mengalami kesulitan mencari korban mengingat arus Sungai Ogan selama beberapa hari ini sangat deras.

Untung saja, lanjut dia, pihaknya mendapat bantuan dari Basarnas untuk mencari korban sehingga pencarian bisa diperluas hingga ke sungai kawasan Lubuk Rambai.

“Pada hari pertama kami fokus melakukan pencarian di sekitar Jembatan Ogan I hingga III, tetapi baru pagi tadi membuahkan hasil,” ujar Meilan.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masyarakat desa di Buleleng tradisikan “Nyakan Diwang” setelah Nyepi

Singaraja (ANTARA) – Masyarakat desa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, memelihara tradisi “Nyakan Diwang” atau memasak di luar rumah pada setiap setelah pelaksanaan Hari Suci Nyepi.

Koresponden Antara di Singaraja, Buleleng, Sabtu, melaporkan saat Ngembak Geni (menyalakan api) pada Jumat (8/3) dinihari atau H+1 setelah Nyepi, warga desa keluar rumah membawa peralatan dapur dan mereka melakukan ritual memasak secara serentak di luar rumah di tepi jalan.

Sejak cuaca masih gelap, suasana di luar rumah pun menjadi ramai. Nyakan Diwang berarti memasak di luar atau di tepi jalan depan rumah. Nyakan artinya memasak, diwang artinya di depan rumah.

Tradisi ini dilakukan hampir bersamaan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Banjar, Buleleng, antara lain Desa Dencarik, Desa Banjar, Desa Banyusri, Desa Kayuputih dan Desa Banyuatis.

“Nyakan Diwang ini merupakan tradisi sejak dulu. Kegiatan ini kami yakini untuk menyucikan lingkungan dan dapur kami,” ujar Perbekel/Kepala Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa.

Selain itu, pelaksanaan Nyakan Diwang ini memupuk tali persaudaraan antara masyarakat satu dengan yang lainnya karena saat Nyakan Diwang yang dilakukan para masyarakat saling berkunjung antara masyarakat yang lainnya.

Saat pelaksanaan Nyakan Diwang, kata Dedy,  seluruh warga keluar rumah memadati jalan desa. Mereka biasanya memasak di depan pintu masuk halaman rumah warga.

“Keramaian dan keriuhan warga juga menampilkan suasana berbeda saat tradisi setelah Nyepi usai itu dilakukan secara bersamaan,” katanya.

Setelah Hari Nyepi tahun Saka 1941 (8/3), wilayah desa-desa di Kecamatan Banjar diguyur hujan. Walau kondisi hujan sejak hari raya Nyepi, tradisi Nyakan Diwang tetap berjalan dengan lancar.

“Seluruh warga yang sedang melaksanakan kegiatan Nyakan Diwang saling mengunjungi dan ini tentunya menambah kekerabatan dan rasa persaudaraan,” kata Dedy.

Yang berbeda dari tahun tahun sebelumnya, tadisi Nyakan Diwang dilombakan sebagai bentuk memupuk rasa kekeluargaan. Lomba digagas warga Suka Duka Tunggal Pamukti, Banjar Dinas Melanting, Desa Banjar, yang melombakan cipta rasa kuliner Nyakan Diwang.

Walau hadiahnya sederhana, warga tampak antusias mengikuti lomba sejak Jumat (8/3) subuh pukul 03.00 Wita. Warga dengan semangat memasak menu yang beragam. Ada yang mengolah ikan laut, kerbau, cumi, ayam, dan berbagai jenis sayur-mayur.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Banjar, Cok Adithya WP yang hadir dalam lomba kuliner Nyakan Diwang mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan nyakan diwang merupakan tradisi yang setiap tahun dilakukan oleh warga di Desa Banjar, yang membawa makna tersendiri bagi warga.

“Tentu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut membawa makna dan pengertian bagi masyakat yang ada di Desa Banjar seperti halnya dengan adanya pelaksanaan tersebut sebagai alat memupuk kekerabatan serta tali persahabatan antara satu dengan yang lainnya,” tandasnya.

Pewarta: Made Adnyana dan Naufal Fikri Yusuf
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan warga ikuti karnaval Banjarmasin Sasirangan Festival

Banjarmasin (ANTARA) – Ribuan warga Kota Banjarmasin, Sabtu, nampak kompak memakai baju khas daerahnya, yakni batik sasirangan dalam rangka memeriahkan karnaval Banjarmasin Sasirangan Festival(BSF) 2019.

Karnaval dimulai dari Balaikota di Jalan RE Martadinata, kemudian melintas di Jalan Lambung Mangkurat hingga ke Jalan Piere Tendean di objek wisata Siring sungai Martapura.

Beragam disainer kostum unik ditampilkan dengan corak batik sasirangan, diiringi grup drumband, sehingga suasana menjadi sangat meriah dengan ribuan peserta.

Penyelenggaraan BSF pada 2019  adalah tahun ketiga dalam rangka menggiatkan pariwisata Kota Banjarmasin yang merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Selatan(Kalsel),” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq.

Menurut dia,  penyelenggaraan BSF 2019 dimulai sejak 6 Maret yang ditutup pada 10 Maret dengan beragam kegiatan, diantaranya expo BSF dengan menampilkan beragam produk kerajinan dari Usaha Kecil Menengah (UKM).

Selain itu ada beragam hiburan rakyat yang menampilkan dan memperkenalkan khazanah budaya daerah.

“Intinya kegiatan ini untuk menunjukkan Banjarmasin kota pariwisata dengan beragam keunikan sebagai kota seribu sungai,” ujar Ikhsan.

Bahkan, menurut dia,  penyelenggaraan BSF ini akan diusulkan menjadi agenda nasional untuk pariwisata nasional.

“Kita berupaya agar pariwisata daerah kita gaungnya lebih jauh lagi hingga ke mancanegara,”kata Ikhsan.

Pewarta: Sukarli
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD Bojonegoro laporkan tanggul di Kanor kritis

informasi dari warga ada tanggul Bengawan Solo kritis sudah kami laporkan kepada BBWSBS.

Bojonegoro (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, melaporkan tanggul kanan Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, yang kritis kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di Solo, Jawa Tengah.

“Informasi dari warga ada tanggul Bengawan Solo kritis sudah kami laporkan kepada BBWSBS,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, di Bojonegoro, Sabtu.

Ia menyatakan hal itu setelah menerima laporan dari warga Desa Kanor, Kecamatan Kanor, yang mengkhawatirkan tanggul kanan Bengawan Solo yang kondisinya kritis, disebabkan longsor itu jebol.

“BBWSB sudah meninjau lokasi tanggul Bengawan Solo di Kanor. Hari ini pihak BBWSBS akan mengkoordinasikan dengan pihak desa untuk penanganan darurat,” kata Nadif.

Seorang warga Desa Kanor, Bojonegoro Zainuddin (45), mengatakan warga di dekat tanggul kanan Bengawan Solo di Desa Kanor,  sebanyak 40 kepala keluarga (KK).

“Tapi kalau tanggul di Kanor jebol, maka genangan luapan Bengawan Solo bisa merambah sejumlah desa di Kecamatan Kanor,” ujarnya.

Ia menyatakan,  tanggul kanan Bengawan Solo di Kanor, yang kondisinya kritis ada di dua lokasi dengan panjang masing-masing berkisar 3 meter dan 5 meter yang sekarang ini ketebalannya hanya berkisar 1-1,5 meter.

Saat ini dengan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro dengan status siaga kuning, jarak air dengan tinggi tanggul hanya sekitar 2 meter.

“Warga terutama yang ada di dekat tanggul khawatir tanggul jebol kalau air Bengawan Solo ketinggiannya terus meningkat,” kata Bojonegoro.

Data dari Perum Jasa Tirta (PJT) I Subdivisi Jasa ASA III/3 Bojonegoro menyatakan,  ketinggian air Bengawan Solo di hilir terus menurun dengan ketinggian di taman Bengawan Solo (TBS) di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota, mencapai 14,18 meter, pada Sabtu, pukul 09.00 WIB.

Begitu pula ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 KM  ke arah hulu pada waktu bersamaan juga turun di bawah siaga banjir dengan ketinggian 27,18 meter.

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bupati Sleman ajak umat Islam jaga ukhuwah

Sleman (ANTARA) – Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo mengajak keluarga besar umat Islam untuk menjaga ukhuwah dan saling menghormati serta menghargai sesama.

Ajakan tersebut disampaikannya di hadapan ribuan peserta kajian akbar yang diselenggarakan Islamic Center Baitul Musinin (ICBM) di Masjid Agung Sleman, Sabtu.

Bupati mengatakan bahwa menjelang penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan kurang lebih 38 hari lagi, semangat kebersamaan perlu tetap dijaga.

“Perbedaan pilihan merupakan suatu hal yang wajar. Akan tetapi bagaimana dengan adanya perbedaan itu semangat kebersamaan tetap kita jaga. Saling menghargai dan menghormati, itulah konsep yang kita harapkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati hadir sekaligus berkesempatan untuk membuka kegiatan kajian Akbar.

Kajian tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan ICBM dengan menghadirkan Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat sebagai pemateri.

Panitia penyelenggara kajian, Imam Agus Salim mengatakan bahwa kegiatan kajian tersebut merupakan kegiatan rutin diselenggarakan tiga kali dalam jangka waktu satu tahun.

“Setidaknya peserta yang ditargetkan hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 2.000 sampai 3.000 peserta,” katanya.
 

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Empat kecamatan di Gunung Kidul diterjang tanah longsor

Gunung Kidul (ANTARA) – Hujan deras dengan durasi cukup lama yang mengguyur Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3) mengakibatkan banjir dan tanah longsor di empat kecamatan, yakni Gedangsari, Nglipar, Semin dan Ngawen.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, Edi Basuki di Gunung Kidul, Sabtu, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan tanah longsor yang menerjang empat kecamatan tersebut..

BPBD mengimbau kepada warga di sekitar aliran Sungai Oya untuk selalu memantau perkembangan debit air.

“Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius, sebab Sungai Oya saat ini menjadi sungai rawan banjir di Gunung Kidul. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi,” kata Edi.

Data  BPBD Gunung Kidul dari laporan yang masuk, ada 104 Kepala Keluarga(KK) di empat kecamatan terdampak longsor dan banjir. Rincian tanah longsor terjadi di 27 titik sedangkan 63 rumah yang terendam banjir.

Puluhan rumah tersebut diantaranya tergenang banjir. Sebagian yang lain tergenang luapan sungai Oya. Rumah yang terkena luapan Sungai Oya paling banyak terjadi di Kecamatan Ngawen. Dikarenakan rumah-rumah tersebut berada tidak jauh dari bantaran Sungai Oya. Sementara rumah yang tergenang banjir lebih banyak terjadi di Kecamatan Semin dan Nglipar.

Akibat banjir dan longsor tersebut ada sebanyak kurang lebih 60 KK mengungsi. Sementara di Padukuhan Krinjing, Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari, satu ekor sapi dan 13 ekor ayam milik salah satu warga bernama Sumpono dinyatakan hanyut terbawa luapan sungai.

Selain mengungsi di balai padukuhan dan rumah toko, para warga/korban terdampak banjir dan tanah longsor mengungsi di rumah warga yang terdekat. Hingga kini BPBD bersama petugas gabungan masih terus melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak.

Wakil Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi bersama Kepala Pelaksana BPBD turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dampak longsor dan banjir di empat kecamatan terdampak.

“Awalnya menolak untuk direlokasi, Kemarin satu persatu warga terdampak saya datangi, dan berbicara dengan mereka. Akhirnya mau direlokasi,” kata Immawan.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur instruksikan OPD terlibat tangani banjir di Jatim

Ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan dampak yang diakibatkan banjir di sejumlah daerah di Jatim

Surabaya (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur(Jatim), Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) setempat terlibat langsung menangani daerah terdampak banjir di daerah itu.

“Ini sangat penting untuk mempercepat pemulihan dampak yang diakibatkan banjir di sejumlah daerah di Jatim,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, OPD di Pemprov Jatim harus ikut menangani bencana banjir dan berkoordinasi aktif dengan pemerintah daerah setempat, agar mempercepat pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mendesak.

Pembagiannya, kata dia, yakni Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan BPBD Jatim menangani daerah Pacitan, Madiun, Magetan dan Ngawi.

Daerah Trenggalek dan Nganjuk ditangani oleh Dinas PU SDA dan Dinas ESDM, selanjutnya daerah Tulungagung, Kediri dan Blitar ditangani Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Perkebunan.

Kemudian, daerah Sidoarjo, Gresik dan Probolinggo menjadi tanggung jawab Dinas Koperasi dan UMKM dan Disperindag, sedangkan daerah Bojonegoro dan Tuban menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan.

“Khusus Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, penanganan fasilitas pendidikan dan kesehatan untuk seluruh daerah terdampak banjir atau 15 kabupaten,” ujarnya..

Tidak itu saja, untuk kebutuhan pembagian sembako pada 15 kabupaten terdampak banjir menjadi tanggung jawab BPBD, Dinas Sosial dan Biro Kesejahteraan Sosial.

“Untuk sembako harus diupayakan agar bisa sampai pada masyarakat yang paling terpencil, dan jika tidak dapat diakses oleh transportasi kendaraan maka menggunakan perahu karet dibantu oleh relawan,” katanya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut juga berpesan kepada seluruh kepala OPD harus terus berkoordinasi dengannya maupun Wagub Jatim Emil Dardak serta kepala daerah yang wilayahnya terdampak banjir.

“Jangan lupa siapkan solusi penanganannya agar masyarakat dapat segera bangkit dan ekonominya tetap berjalan baik,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ustadz Abdul Somad ingatkan jangan menyepelekan kaum perempuan

Meulaboh, Aceh (ANTARA) – Ustadz Abdul Somad, yang akrap disapa UAS, mengingatkan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, agar tidak menyepelekan perempuan karena kaum hawa memiliki peran yang lebih dalam semua aspek kehidupan.

“Jangan pernah sepelekan perempuan, tidak ada laki – laki bisa mengandung, karena perempauan juga hadir laki – laki di dunia ini,” katanya saat tabligh akbar di Dayah Serambi Aceh, Meulaboh, Aceh Barat, Jumat petang.

Bertepatan juga pada peringatan Hari Perempuan se-Dunia yang jatuh pada 8 Maret 2019, ustadz asal  Riau itu mengajak kaum laki – laki daerah setempat untuk terus berbuat yang terbaik untuk perempuan yang telah berjuang melahirkan anak.

Ia juga mengajak masyarakat Aceh Barat, mencontoh seorang pahlawan nasional bernama Cut Nyak Dhien, yakni pahlawan berdarah Aceh yang diakui dunia, yang makamnya ada di Sumedang, Jawa Barat.

“Perempuan Aceh itu hebat – hebat, saya sudah berkeliling melihat perempuan Aceh memiliki kekuatan. Kekuatanya di jilbab, banyak perempuan Islam di luar tapi tidak berjilbab. Makanya Aceh ini bisa menjadi contoh yang baik,” katanya.

Saat ini, kata dia, perempuan tidak boleh lagi berpangku tangan dan mesti mengubah paradigma tentang istilah lama, yakni pekerjaan perempuan hanya di “sumur, dapur, kasur”, dan terakhir kubur, sebab bangsa Indonesia membutuhkan peran perempuan di berbagai bidang.

Termasuk, kata dia, untuk mengisi parlemen atau pun jabatan politis yang bisa memperjuangkan hak perempuan dan agama Alllah SWT.

Untuk itu, UAS mengajak masyarakat memilih calon legislatif (caleg) yang berkeinginan memperjuangkan agama Islam.

“Kalau ada yang sudah pernah berjanji berjuang untuk Islam, tapi tidak dilakukan, maka jangan pilih lagi dia. Jangan pilih orang yang tersangkut hukum dunia dan akhirat, seperti korupsi, narkoba dan yang merusak Islam,” katanya.

Berjihad, katanya, bukan hanya berperang melawan musuh dalam peperangan agama Islam seperti di Palestina melawan Israel.

“Namun jihad juga dapat dilakukan secara konstitusi di parlemen, jangan sampai digaji APBN sampai di parlemen justru tidur,” katanya.

Tabligh akbar UAS ke Aceh Barat difasilitasi Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh berlangsung 60 menit.

Sebelumnya UAS telah mengunjungi beberapa kabupaten lain di Aceh dan melanjutkan untuk safari dakwah merata ke wilayah barat selatan Aceh. 

Pewarta: Anwar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Singkawang terapkan pembelajaran berbasis IT dan multimedia

Singkawang (ANTARA) – Pemerintah Kota(Pemkot)  Singkawang mulai menerapkan sistem pembelajaran berbasis IT dan multimedia untuk jenjang pendidikan SD dan SMP di kota itu.

“Seiring berkembangnya zaman, teknologi juga ikut berkembang. Bahkan perkembangannya pun kini sudah sangat massif dan hampir tidak bisa dijangkau dengan logika manusia,” kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie di Singkawang, Sabtu.

Menurutnya, perkembangannya pun, sudah menyentuh semua aspek kehidupan dan sangat berpengaruh pada pola pikir dan karakter anak bangsa. “Termasuk dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Mungkin, katanya, dulu cara mengajar hanya mendengarkan guru menjelaskan, atau belajar hanya dengan membaca buku di Perpustakaan. “Tapi sekarang dengan semakin berkembangnya teknologi, cara atau model mengajar dan belajar dapat lebih maksimal,” ujar Tjhai.

Guru tidak hanya menerangkan di depan, tetapi dapat langsung memberikan referensi, contoh dan gambaran secara langsung kepada murid. Begitu juga dengan murid dalam mengakses pelajaran, tidak hanya dilakukan di kelas atau di sekolah, tetapi dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun.

“Pemkot Singkawang pada 2019 telah meluncurkan media pelajaran berbasis IT dan multimedia kepada masing -masing tujuh Sekolah Dasar (SD) dan  Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Singkawang, yang salah satunya di SMP Negeri 3 Singkawang,”katanya.

Dia berharap, sekolah-sekolah yang telah mendapat sarana IT dan Multimedia, harus siap dalam mengoperasikan sarana tersebut. “Karena ini merupakan salah satu langkah Pemkot Singkawang dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran sekaligus menuju Revolusi Teknologi 4,0 yang ditargetkan Presiden Joo Widodo,” ujar Tjhai.

Namun disamping bermanfaat, menurutnya, teknologi juga dapat berdampak negatif jika kita salah dalam menggunakan atau kurangnya bimbingan serta pengawasan. “Untuk itu, besar harapan saya kepada bapak/ibu guru dan masyarakat, ayo sama-sama mengontrol dan mengawasi generasi-generasi millenial kita dalam menggunakan teknologi,” pintanya.

Kepada anak-anak, dia berpesan, agar menyikapi perkembangan teknologi ini dengan bijak dan tepat sasaran. “Jangan sampai teknologi yang harusnya menyejahterakan kita, malah menjadi penghancur,” tandas Tjhai.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD sebutkan 900 meter lahan gambut Aceh Barat terbakar

Area terbakar tidak begitu luas dan bisa ditangani oleh warga setempat.

Meulaboh, Aceh (ANTARA) – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Darmawan, menyampaikan luas lahan gambut kering yang terbakar di kawasan hutan desa Kecamatan Arongan Lambalek hanya berkisar 90 meter atau dalam arena 30 X 30 meter.

“Yang terbakar tidak begitu luas, hanya sekitar 30 x 30 meter pada satu lokasi dan informasi dari petugas kami bahwa titik api sudah padam setelah waktu shalat magrib tadi,” katanya melalui sambungan telepon kepada Antara di Meulaboh, Jumat malam.

Ia menjelaskan petugas pemadam kebakaran bersama armada belum sempat dikerahkan ke lokasi, namun titik api sudah dilaporkan padam karena area terbakar tidak begitu luas dan bisa ditangani oleh warga setempat.

Dia menyebutkan bahwa selama kurun waktu beberapa hari terakhir suhu udara cukup panas dan musim kemarau melanda wilayah pesisir Aceh, sehingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa saja terjadi dengan berbagai faktor.

“Kemudian titik panas itu bisa terdeteksi dengan mudah sensor modis satelit di saat kondisi seperti ini. Memang betul ada kebakaran lahan dan tim kami terus memantau perkembangannya di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad menyatakan, satelit menemukan tiga titik panas terdeteksi yang merupakan indikasi kebakaran hutan dan lahan berada di wilayah Aceh

Ketiga titik panas tersebut tersebar di tiga daerah, dua titik panas di antaranya berada pada wilayah Barat – Selatan, seperti Aceh Barat, di Kecamatan Arongan Lambaek, dan Nagan Raya, di Kecamatan Darul Makmur.

Sedangkan satu titik panas terdapat di wilayah Tengah yang merupakan penghasil tanaman kopi baik jenis Arabika maupun Robusta dengan kualitas ekspor, yakni Aceh Tengah terpantau di Kecamatan Bebesan. 

Baca juga: Hampir tiga hektare lahan gambut Aceh Barat terbakar

Pewarta: Anwar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

3 Anggota TNI gugur ditembak KKSB di Nduga

ANTARA-Kontak senjata  kembali terjadi antara kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dengan anggota TNI yang  terjadi di Distrik Mugi, Nduga, Papua. Dalam kontak senjata tersebut tiga anggota TNI gugur, dan sepuluh anggota KKSB tewas. Peristiwa ini terjadi saat sedang melakukan pengamanan pergeseran pasukan pembangunan jembatan Jalan Trans Papua.

PT Krakatau Engineering klarifikasi jumlah TKA China

 (Antara)-PT Krakatau Engineering selaku penanggung jawab pekerja asing asal china, yang dipekerjakan di Proyek Blast Furnace PT Krakatau Steel, mengklarifikasi tudingan keberadaan ribuan tenaga kerja asing yang sempat viral, karena di protes warga, di salah satu kawasan komplek elit di kabupaten Serang, Banten. Direktur Utama PT Krakatau Engineering memastikan, para pekerja ahli yang didatangkan untuk melakukan transfer keahlian kepada tenaga kerja lokal ini, jumlahnya tak lebih dari seratus orang, dan paling lama dipekerjakan sampai kurun waktu enam bulan.

Warga kampung Nafri Kota Jayapura temukan bom PD II

Diperkirakan bom tersebut adalah benda sisa perang dunia yang sudah lama tertanam dalam tanah. Bom itu ditemukan pada Kamis pekan ini

Jayapura (ANTARA) – Loter Worke (40), warga Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua menemukan sebuah benda yang sudah berkarat
tertanam di dalam tanah yang bentuknya mirip dengan bom peninggalan perang dunia (PD) II.

Komandan satuan tugas (Dansatgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) dari Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin
Iswari di Kota Jayapura, Sabtu, mengatakan, setelah benda yang bentuknya mirip bom ditemukan, warga setempat langsung melaporkan hal
itu kepada personel di Pos Nafri.

“Diperkirakan bom tersebut adalah benda sisa perang dunia yang sudah lama tertanam dalam tanah. Bom itu ditemukan pada Kamis(7/3),” katanya.

Untuk ukurannya, kata dia, bom tersebut memiliki panjang 60 CM dengan diameter 15 CM dalam kondisi berkarat di dalam tanah.

“Kami juga belum mengetahui apakah masih aktif atau tidak dikarenakan kondisi sudah berkarat, sehingga tidak bisa
memastikan buatan dari mana dan tahun pembuatannya,” kata Erwin.

Secara terpisah, Loter Worke mengungkapkan semula dirinya hendak memperluas kandang ternak babi di kebun sagu miliknya, namun
pada saat menggali dengan kedalaman 50 CM, diteemukan benda asing di dalam tanah.

“Saat itu saya menggali tanah untuk memperlebar kandang, lalu melihat sebuah benda dikira kayu atau tongkat, ternyata
agak panjang dan lonjong mirip bom. Karena saya takut terjadi apa-apa, maka melaporkan kepada Danpos Nafri Yonif 328/DGH,
Deki,” katanya.
 

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bupati : Batang bangun GOR indoor senilai Rp50 miliar

Pekalongan (ANTARA) – Bupati Batang, Jawa Tengah (jateng), Wihaji menyatakan, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) setempat  akan membangun gedung olahraga(GOR) indoor senilai Rp50 miliar.

“Rencananya pembangunan Gor indoor akan kita bangun mulai 2020 dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” katanya di Batang, Sabtu.

Menurut dia, selain akan membangun Gor indoor, Pemkab Batang juga akan menambah tribun penonton Gor M. Sarengat senilai Rp1,5 miliar.

“Kita memastikan pada 2020 wajib hukumnya menambah tribun penonton Gor M. Sarengat. Sebenarnya pada 2019 sudah kita usulkan namun karena kemampuan keuangan daerah yang belum mencukupi, maka ditunda,” katanya.

Bupati mengatakan, pada 2020, Pemkab Batang akan lebih memprioritaskan peningkatan investasi, pemerataan kualitas pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan, dan optimalisasi sarana prasarana pertanian.

Selain itu, kata dia, juga akan diprioritaskan pula pada pengembangan usaha pertanian dengan pengembangan teknologi tepat guna, pengembangan pariwisata, dan peningkatan produksi perikanan tangkap, serta budidaya perikanan.

“Akan tetapi dengan mengingat kemampuan keuangan daerah yang belum mencukupi untuk memenuhi prioritas pembangunan itu, maka kita akan melakukan efisiensi kegiatan, bantuan sosial, dan hibah yang kurang optimal manfaatnya. Program rutin tetapi manfaatnya kurang kita hilangkan, bantuan hibah yang kurang optimal dikurangi, tapi kalau manfaatnya jelas dan kelihatan, maka dilanjutkan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengcover program prioritas itu, Pemkab Batang tidak akan terus mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, namun akan lebih mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita akan genjot PAD melalui pajak dan retribusi, karena potensi sangat banyak namun belum dioptimlakan. Hal ini menjadi tugas bersama demi kesejahteraan masyarakat Batang,” katanya.
 

Pewarta: Kutnadi
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mudahkan warga bayar PBB, Bantul turunkan mobil layanan pajak keliling

Mobil pajak keliling melayani pembayaran PBB perkotaan dan perdesaan setiap hari, termasuk Sabtu, Minggu serta hari libur

Bantul (ANTARA) – Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2019 menurunkan lima mobil pelayanan pajak keliling untuk mempermudah masyarakat wajib pajak membayar Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2)

“Untuk memudahkan masyarakat hingga tingkat desa dalam pembayaran PBB-P2, Pemerintah Kabupaten Bantul pada 2019 menurunkan mobil pelayanan pajak daerah sebanyak lima unit,” kata pelaksana tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Bantul, Trisna Manurung di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, jumlah mobil pelayanan pajak keliling yang diturunkan pada tahun ini bertambah dibanding tahun lalu yang masih dua unit mobil. Hal ini untuk mendekatkan pelayanan terhadap wajib pajak yang jumlahnya semakin bertambah.

Dia mengatakan, mobil pajak keliling melayani pembayaran PBB perkotaan dan perdesaan setiap hari, termasuk Sabtu, Minggu serta hari libur. Waktu pelayanan juga tidak terbatas pada jam kerja, melainkan juga pada sore hingga malam.

“Mobil pajak keliling saat ini juga melayani perubahan data SPPT (surat pemberitahuan pajak terutang), sehingga layanan PBB makin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pokok Ketetapan PBB-P2 Bantul pada tahun 2019 sebesar Rp70,1 miliar dengan objek pajak sebanyak 630.672 lembar SPPT, mengalami kenaikan Rp21 miliar dari 2018 yang sebesar Rp48,8 miliar dengan objek pajak sebanyak 625.777 lembar SPPT.

Menurut dia, kenaikan pokok ketetapan PBB ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat wajib pajak dalam membayarkan pajak, bahkan dalam dua tahun terakhir collecting radio PBB Bantul mengalami peningkatan.

“Pada tahun 2018, collecting radio PBB Bantul mencapai 76 persen, lebih tinggi enam persen dari tahun 2017 yang hanya mencapai 70 persen. Dengan kata lain makin tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,” katanya.

Baca juga: Yogyakarta berencana realisasikan pemutihan PBB tahun ini

Baca juga: PBB Yogyakarta bisa dibayar melalui telepon selular

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cagar budaya di Yogyakarta dipelihara dengan dana keistimewaan

Kami berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan maupun rehabilitasi seluruh BCB yang ada dengan menggunakan Danais

Sleman (ANTARA) – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen melakukan pemeliharaan dan perbaikan sejumlah bangunan cagar budaya (BCB) yang banyak terdapat di wilayah setempat melalui Dana Keistimewaan (Danais).

“Di Sleman ini banyak terdapat BCB, dan kami berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan maupun rehabilitasi seluruh BCB yang ada dengan menggunakan Danais,” kata Kepala Seksi Sejarah Nilai dan Tradisi Budaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman Anas Mubakhir di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, saat ini pihaknya berencana melakukan rehabilitasi salah satu BCB, yakni bangunan SMP Negeri 1 Sleman yang terketak di Jalan Bhayangkara 27 Medari, Desa Caturharjo, Sleman.

“Anggaran yang disiapkann Rp1,8 miliar yang bersumber dari dana keistimewaan (Danais). Namun total anggaran untuk pemeliharaan BCB di Sleman sekitar Rp2,9 miliar,” katanya.

Ia mengatakan, rehabilitasi bangunan SMPN 1 Sleman masih dalam tahap perencanaan. Lelang pekerjaan tidak dilakukan di Pemkab Sleman melainkan melalui Pemprov DIY.

“Saat ini sedang proses revisi perencanaan yang sudah disusun beberapa waktu yang lalu. Pelaksanaan akan dilakukan selama lima bulan,” katanya.

Anas mengatakan, lelang tersebut dilakukan Pemprov DIY karena sistem anggaran di Sleman dengan Danais saat ini sudah tidak terkoneksi.

Sebab, saat ini Sleman telah menggunakan sistem sendiri salah satunya yaitu sistem informasi kinerja penyedia (SIKaP).

“Sehingga yang berkaitan proses lelang dan pengadaan proyek bersumber Danais ada di DIY, anggaran di luar APBD sudah tidak masuk sistem,” katanya.

Ia mengatakan, sesuai perencanaan, rehabilitasi bangunan konstruksi cagar budaya tersebut didominasi pekerjaan dan penggantian material pada bagian genteng dan kayu atap di bagian ruang perkantoran bukan ruang kelas.

“Jumlah ruang yang direhab ada empat dan proses pengerjaan dilakukan secara bergantian. Jadi tidak seluruhnya dilakukan rehab, hanya pada kayu atap dan genteng sesuai desain awal yakni menggunakan genteng kripik,” katanya.

Sedangkan bagian lain seperti dinding dan kusen tidak diganti karena kondisi masih bagus.

Ia mengatakan, Danais akan dialokasikan Disbud Sleman untuk melanjutkan pembangunan cagar budaya Pendopo Kapanewon di area Kantor Kecamatan Tempel.

“Pendopo Kapanewon akan dibuat gerbang, selain ada pembangunan landscape pada gedung Pegadaian di Tempel agar dapat dioptimalkan pemanfaatanya,” katanya.

Sekretaris Disbud Sleman Edy Winarya mengatakan, untuk 2019 Sleman mendapat jatah Danais sebesar Rp 54,037 miliar. Namun pada Maret ini kemungkinan akan ada perubahan nilai anggaran.

“Dari total Danais yang diperoleh, sekitar Rp38 miliar akan digunakan untuk pembangunan gedung Taman Budaya Sleman. Selebihnya untuk kegiatan masyarakat seperti attaksi budaya dan lain sebagainya,” katanya.

Baca juga: Yogyakarta sepakati data tunggal bangunan cagar budaya

Baca juga: Yogyakarta masukkan 289 cagar budaya dalam register daerah

Baca juga: Yogyakarta inventarisasi ulang 600 bangunan bernilai budaya

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketika NTB darurat kekerasan terhadap perempuan

Mataram (ANTARA) – Kasus incest yang terjadi di Lampung belum lama ini cukup menghebohkan. Para pelaku hubungan seks sedarah itu melibatkan satu keluarga, ayah kandung, kakak kandung, dan adik kandung.

Ironisnya korban kekerasan seksual itu adalah seorang anak penyandang disabilitas.

Kasus hubungan seksual sedarah itu agaknya tak hanya terjadi di Lampung, tetapi juga di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa waktu lalu di Kabupaten Lombok Timur terjadi “incest” antara ibu dan anak kandung, bahkan hingga melahirkan dan jabang bayi dibuang di kebun pisang.

Kondisi ini cukup memprihatinkan. Seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya justru tega melakukan perbuatan bejat terhadap darah dagingnya sendiri. “Pagar makan tanaman”, pribahasa ini agaknya cocok disandang para pelaku incest tersebut.

Maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak ini memunculkan keprihatinan masyarakat termasuk para pemangku kepentingan terkait, tak terkecuali para pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi NTB.

Karena itu P2TP2A Provinsi NTB menginisiasi pertemuan pimpinan DPRD di daerah ini untuk membahas dan mencari jalan keluar terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di “Bumi Gora” ini.

P2TP2A adalah pusat pelayanan terpadu yang dibentuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Keberadaan lembaga ini di berbagai daerah Indonesia, termasuk di NTB adalah menyediakan pelayanan bagi warga yang jadi korban kekerasan–terutama perempuan dan anak.

Selain itu, P2TP2A juga menyediakan layanan seperti pusat untuk konsultasi usaha, pusat pelatihan bagi perempuan, hingga pusat informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketua Pelaksana Harian P2TP2A NTB Hj Ratningdiah menilai kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTB sudah sangat memprihatinkan.

Menurut data P2TP2A Provinsi NTB, pada 2016 tercatat 1.679 kasus, meningkat menjadi 1.821 Kasus pada 2017 sedangkan tahun 2018 sedang dilakukan rekap, namun diyakini jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya.

Dari semua kasus tersebut, 70 persen adalah kasus kekerasan incest atau kekerasan seksual di mana pelaku dan korban memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat. Kondisi ini cukup memprihatinkan dan perlu dilakukan upaya strategis untuk mengurangi kasus tersebut.

Ironisnya berdasarkan analisis terhadap semua kasus di wilayah NTB kecuali di Kota Mataram, dapat dikatakan pelaku dan korban 100 porsen merupakan orang miskin.

Dari tiga daerah itu, wilayah dengan kasus tertinggi adalah Kabupaten Sumbawa, Kota Mataram dan Lombok Timur. Khusus Kota Mataram, kasus kekerasan yang banyak terjadi adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kebanyakan pelakunya melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ratningdiah menilai kasus ini masuk kategori darurat, sehingga sudah harus ada upaya. Ibarat borok, suka atau tidak suka kasus ini harus buka walaupun hal ini dapat merusak citra daerah (NTB).

Sejatinya kasus kekerasan terhadap perempuan di NTB masih cukup memprihatinkan. Karena itu untuk mewujudkan kesetaraan gender agaknya masih memerlukan perjuangan panjang dan “political will” dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

Di sisi lain, para kaum hawa di Provinsi NTB tak hanya menghadapi perasoalan kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kehidupan sebagian perempuan di bumi “Seribu Masjid” ini juga lekat dengan keterbelakangan, setidaknya ini dibuktikan dengan tingginya angka buta huruf di kalangan perempuan di daerah ini.

Anggota DPD RI asal NTB Hj Robiatul Adawiyah mengaku prihatin dengan masih tingginya angka buta huruf di kalangan kaum perempuan di provinsi itu.

Karena itu, menurut dia, perlu keterpaduan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menuntaskan program penuntasan buta aksara di NTB saat ini.

Ia mengaku sangat prihatin dan menyayangkan hal itu terjadi di NTB. Terlebih lagi, para penyandang buta huruf di NTB adalah mereka yang berusia 15-59 tahun dan umumnya adalah kaum perempuan.

Pemprov NTB masih memiliki pekerjaan besar dalam menuntaskan buta aksara di tengah masyarakat, sebab dari total 2,2 juta penduduk Indonesia yang tidak mengenal baca tulis.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data dan Statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2017, justru 7,91 persennya berada di 10 kabupaten/kota di NTB.

Persentase 7,91 persen itu menempatkan provinsi NTB berada pada dua provinsi tertinggi secara nasional di bawah provinsi Papua sebagai 11 daerah yang prosentasenya melebihi angka nasional buta hurufnya saat ini.

Untuk itu, Rabiatul Adawiyah menilai masalah buta aksara dan kemiskinan adalah hal yang berkaitan dan sebangun, sebab di desa-desa yang miskin, mayoritas penduduknya terkendala buta aksara.

Intervensi program

Karena itu, Rabiatul Adawiyah memadang intervensi program yang dilakukan secara paralel diperlukan guna menekan angka buta huruf tersebut. Sebab, ketidakberdayaan perempuan di NTB masih saja terjadi saat ini.

Ironisnya hal ini menjadi salah satu faktor penyebab perempuan-perempuan yang ditinggal suami karena berbagai alasan selalu menjadi mimpi buruk bagi kaum perempuan. Perempuan selalu menanggung akibatnya.

Ia mengaku sudah berkeliling ke kampung-kampung diseluruh pelosok NTB dan melihat langsung kondisi yang cukup memprihatinkan itu, umumnya kaum perempuan NTB selama ini, juga dipandang identik dengan kemiskinan.

Mereka menikah pada usia dini dan tidak sedikit yang menyandang buta aksara. Inilah yang menjadi keprihatinan dan perlu mendapat perhatian.

Kalau dilihat lebih lebih jauh, kata Rabiatul Adawiyah, di desa-desa kaum ibu yang paling banyak, hampir dua per tiganya. Jadi kalau ingin menuntaskan keaksaraan, harus memperhatikan ibu-ibu di desa-desa miskin

Untuk menuntaskan buta aksara yang dialami ibu-ibu di NTB dia mewacanakan untuk mendekatkan para ibu rumah tangga itu ke bidang kewirausahaan.

Dari pendekatan itu para ibu rumah tangga tersebut dapat berjualan makanan atau kerajinan daerah. Cara seperti itu tentunya akan bisa membuat para ibu menghasilkan uang dan bisa tertarik belajar agar melek huruf dan angka.

Selain itu mengarahkan kaum ibu menggarap industri rumahan, seperti membuat kue, makanan, dan kerajinan sehingga secara tidak langsung akan memotivasi mereka untuk belajar berhitung dan membaca.

Karena itu berbagai kelangan mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual guna mengatasi kian maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan yang saat ini masuk kategori.

Sejatinya masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak seringkali berawal dari permasalahan ekonomi. Semenatara permasalahan ekonomi seringkali berawal dari perceraian akibat pernikahan usia anak. Ini menjadi permasalahan cukup kompleks di Provinsi NTB. Jadi seperti lingkaran setan yang tak berkesudahan.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, saat menjadi keynote speaker dalam Pertemuan Para Pemangku Kepentingan “Optimalisasi Upaya Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Perkawinan Anak untuk Peningkatan SDM NTB” oleh Yayasan Tunas Alam Indonesia bebera waktu lalu.

Ia menilai hal ini harus diatasi mulai dari hulu. Dari organisasi terkecil yang ada pada tatanan masayarakat yaitu keluarga. Pemerintah dapat memulai dari lingkup terkecilnya yaitu pemerintahan yang ada di Dusun.

Ummi Rohmi –sapaan Wagub NTB– menyarankan peran Posyandu yang ada di setiap dusun dapat menjadi “kaki tangan” penyelesaian masalahan tersebut.

Halyang tidak kalah pentingnya dalam mengubah pola pikir masyarakat adalah bahwa pernikahan usia anak itu bukan hanya sekadar program pemerintah tapi demi kemaslahatan bersama itu perlu waktu dan harus konsisten untuk menjalankannya.

Dalam kaitan itu, Konferensi Perempuan Timur 2018 yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 10-11 November 2018 telah menghasilkan lima rekomendasi bagi pemerintah terkait persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Lima rekomendasi ini lahir dari persoalan dan pengalaman yang dialami perempuan khususnya di wilayah Indonesia bagian timur yang telah dibahas dalam konferensi.

Kelima rekomendasi itu, yakni mendorong pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan memastikan pemidanaan perkawinan anak, perdagangan perempuan, perbudakan seksual dan eksploitasi seksual dan dukungan untuk lembaga layanan.

Selain itu, mendorong terlaksananya moratorium dan memperkuat kapasitas pelayanan, advokasi, pemberdayaan bagi korban dalam rangka menyelesaikan masalah perdagangan orang (perempuan).

Di samping itu, mendorong adanya peraturan pemerintah tentang pencegahan dan pelarangan perkawinan anak yang memasukkan perubahan tentang pengasuhan orang tua dan penguatan ekonomi dan keluarga.

Memastikan adanya pemulihan bagi korban dan keterpaduan layanan yang diberikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di daerah terpencil, kepulauan dan perbatasan melalui sistem peradilan pidana terpadu penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Rekomendasi lainnya adalah memperkuat kebijakan pemerintah bagi kelompok marginal untuk terlibat dalam pembangunan desa terutama dalam perencanaan dan anggaran.

Sejatinya, untuk mengurangi berbagai kasus kekerasan yang menimpa perempuan itu harus segera diatasi, tentunya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ini untuk mewujudkan kesetaraan gender yang kini tengah diperjuangkan.
 

Oleh Masnun
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tahun 2030 Pontianak targetkan tak ada lagi kematian akibat HIV/AIDS

Sesuai target pemerintah pusat tidak ada penularan baru dan penderita yang meninggal karena HIV/AIDS, maka program-program berkaitan dengan HIV-AIDS termasuk sosialisasi serta penyuluhan terus kami gencarkan

Pontianak (ANTARA) – Pemerintah Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat menargetkan tahun 2030 tidak ada lagi kematian akibat penyakit HIV-AIDS serta penularan baru untuk penyakit itu, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidig Handanu.

“Sementara untuk para penderita HIV/AIDS yang ada saat ini tetap menjalani perawatan medis dengan harapan tidak ada lagi yang meninggal karena penyakit tersebut,” kata Sidiq Handanu di Pontianak, Sabtu.

Ia menjelaskan kondisi itu adalah cita-citanya, yang berarti tidak boleh ada lagi warga Pontianak yang tertular di tahun 2030.

Dijelaskannya bahwa sekurangnya ada empat cara penularan penyakit HIV-AIDS, yakni melalui hubungan seksual bebas yang tidak aman, berbagi jarum suntik, produk darah dan organ tubuh serta ibu hamil positif HIV kepada bayinya.

Ia menambahkan, hubungan seks yang aman adalah bila seseorang menikah dan berhubungan dengan istrinya, serta tidak berganti-ganti pasangan baik wanita atau pun pria.

Sidiq menambahkan, orang yang paling berisiko tertular HIV/AIDS adalah mereka yang beperilaku menyimpang, yakni melakukan hubungan seksual berisiko, seperti gonta-ganti pasangan dan lain sebagainya yang sangat rentan tertular HIV/AIDS.

Data Dinkes Kota Pontianak menyebutkan tahun 2018 angka penularan HIV/AIDS memang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017, Meski demikian pihaknya tidak berlengah diri.

“Sebagaimana target pemerintah pusat bahwa tidak ada penularan baru dan penderita yang meninggal karena HIV/AIDS, maka program-program berkaitan dengan HIV-AIDS termasuk sosialisasi serta penyuluhan terus kami gencarkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun lalu memang ada penurunan tetapi belum tajam, sehingga program-program pencegahan terus dilakukan.

“Ditambah lagi Kota Pontianak sudah termasuk daerah rawan, dan masalah penyakit HIV-AIDS juga menjadi masalah nasional sehingga penanganannya masuk dalam standar pelayanan minimal di bidang kesehatan,” katanya.

Baca juga: 14 Balita di Kalbar Terinfeksi HIV

Pewarta: Andilala
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sodetan Pelangwot Lamongan normal alirkan air

Dua pintu sodetan Pelangwot-Sedayu Lawas semuanya dibuka. Sodetan bisa berfungsi normal mengalirkan air Bengawan Solo dengan debit 640 meter kubik per detik ke lau.

Bojonegoro (ANTARA) – Perum Jasa Tirta (PJT) I Subdivisi Jasa ASA III/2 Madiun, Jawa Timur, menyatakan sodetan Pelangwot-Sedayu Lawas di Lamongan, sepanjang 12,4 kilometer berfungsi normal mengalirkan debit air Bengawan Solo ke laut.

“Dua pintu sodetan Pelangwot-Sedayu Lawas semuanya dibuka. Sodetan bisa berfungsi normal mengalirkan air Bengawan Solo dengan debit 640 meter kubik per detik ke laut,” kata Pengamat Prasarana Pengairan PJT I Subdivisi Jasa ASA III/2 Madiun, Muhammad Yudo Nugroho, Sabtu.

Meski demikian, menurut dia, ketinggian air di hilir Babat, dan Laren Lamongan, masih siaga merah dengan ketinggian masing-masing 7,54 meter, dan 5,72 meter, Sabtu pukul 06.00 WIB.

Sedangkan ketinggian air Bengawan Solo di Karanggeneng dan Kuro, Lamongan, dalam waktu bersamaan statusnya siaga kuning dengan ketinggian masing-masing 4,46 meter dan 2,29 meter.

“Ketinggian air di Bojonegoro mulai turun, sebab Bengawan Solo di hulu Ndungus, Ngawi, juga mulai surut,” kata Pejabat Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Nadif Ulfia.

Oleh karena itu, menurut dia, ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, turun menjadi 27,45 meter pukul 07.00 WIB. Ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko itu, turun dibandingkan sehari yang lalu, sempat mencapai ketinggian 28,20 meter.

Begitu pula di taman Bengawan Solo (TBS) di Bojonegoro, ketinggian Bengawan Solo masih siaga kuning, tetapi mulai surut menjadi 14,23 meter pukul 07.00 WIB. Ketinggian air di TBS itu, turun sekitar 6 CM dibandingkan dengan tiga jam yang lalu.

Meski demikian, menurut Nadif, turunnya ketinggian air Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, berjalan lambat, karena permukaan air laut pasang disebabkan menjelang purnama.

“Genangan air luapan Bengawan Solo di Bojonegoro masih ada, antara lain, di sejumlah desa di Kecamatan Baureno,” ujarnya.

BPBD, lanjut dia, telah menyalurkan bantuan 125 paket sembako masing-masing berisi beras 5 Kg, 2 liter minyak goreng, 2 Kg gula pasir dan mie instan serta bahan makanan lainnya bagi warga Desa Lebaksari, Kalisari dan Tanggungan, Kecamatan Baureno, sehari lalu.

“Warga memperoleh bantuan paket sembako sebab jalanan di desa setempat tergenang luapan air Bengawan Solo, sehingga harus naik perahu untuk membeli bahan makanan,” kata Nadif.

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG ingatkan waspadai potensi bencana hidrometeorologi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang masih kemungkinan terjadi mengingat kondisi cuaca saat ini yaitu curah hujan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Tanah Air.

“Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia sejak beberapa hari lalu memberikan dampak berupa peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat,” kata Deputi Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Saat ini, MJO diprakirakan mulai bergerak merambat ke wilayah Timur memasuki wilayah Indonesia. Pada periode 8-14 Maret 2019 diprakirakan potensi hujan lebat akan terkonsentrasi di sebagian wilayah pulau Jawa dan wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Antara lain di DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

MJO merupakan gelombang atmosfer di wilayah tropis yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia, akibat interaksi atmosfer dan lautan secara global dengan periode 30-90 hari dan bergerak merambat ke arah timur.

MJO memiliki fase basah dan kering yang menghasilkan perubahan yang bertolak belakang terhadap kondisi curah hujan di wilayah yang terdampak.

Pada periode yang sama, diprediksikan akan terdapat beberapa sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang juga dapat meningkatkan potensi curah hujan meski cenderung memiliki waktu kejadian yang relatif lebih singkat. 

Daerah yang berpotensi hujan lebat akibat fenomena ini antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten dan DKI Jakarta.

Juga terdapat adanya potensi gelombang tinggi 2,5-4 meter diperkirakan terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali hingga Selat Lombok bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kepulauan Kangean, Laut Jawa bagian timur. 

Serta di Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Barat Kepulauan Kei, Perairan Utara Kepulauan Tanimbar, Perairan Manokwari hingga Biak.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis terusan akibat curah hujan tinggi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, petir dan jalan licin.

Baca juga: Jalan Meulaboh-Tangse terputus akibat banjir

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penerimaan CASN di Papua diusulkan untuk ditunda hingga usai pemilu

Kami minta penerimaan dibuka pada Mei setelah pemilu, karena daerah ini rawan konflik sehingga dikhawatirkan pemilihan yang merupakan agenda nasional akan terganggu jika digelar bersamaan waktunya

Jayapura (ANTARA) – Sejumlah kabupaten/kota di Papua mengusulkan untuk menunda penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) formasi umum 2018 hingga pelaksanaan pemilu 2019 selesai.

Wakil Bupati Puncak Pelinus Ballinal, di Jayapura, Jumat, mengatakan hendaknya penerimaan CASN formasi umum 2018 digelar usai pemilu legislatif dan pemilu presiden, 17 April 2019.

“Kami minta penerimaan dibuka pada Mei setelah pemilu, karena daerah ini rawan konflik sehingga dikhawatirkan pemilihan yang merupakan agenda nasional akan terganggu jika digelar bersamaan waktunya,” katanya.

Menurut Pelinus, pihaknya siap menyelenggarakan penerimaan CASN, terkait kuota yang telah ditetapkan 80 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen non-OAP, untuk daerahnya.

Ia menambahkan bahwa 20 persen non-OAP yang akan diterima hanyalah tenaga kesehatan dan guru.

“Karena kuota masing-masing kabupaten sudah dibagi, maka untuk Kabupaten Puncak, kami tidak menerima pendaftar OAP dari kabupaten lain sebab kami prioritaskan untuk putra asli setempat,” ujarnya.

Senada dengan Pelinus Ballinal, Sekda Kabupaten Paniai Amaties Tatobo mengatakan kawasan Meepago para bupatinya telah bertemu dan sepakat untuk melaksanakan pendaftaran pada Mei.

“Untuk usulan ini nanti surat laporannya dibuat resmi oleh pimpinan bupati wilayah Meepago yakni Bupati Nabire, Izaias Douw kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Kemenpan RB,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Umum Setda Provinsi Papua Elysa Auri, mengatakan masing-masing sekda harus mengetahui perkembangan di daerahnya masing-masing sehingga rapat itu penting, karena jangan sampai penerimaan akan mengganggu pelaksanaan pileg dan pilpres.

“Jadi ada mekanisme tahapan yang ditentukan sesuai dengan kondisi masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pasar tradisional di Kota Medan dibenahi

Setiap hari warga Medan berinteraksi di pasar tradisional, ada yang berjualan ada pembeli dan ini menjadi ruang publik yang harus tertata rapi agar warga dapat merasa nyaman selama berada di dalam pasar tersebut

Medan (ANTARA) – Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara melakukan pembenahan terhadap sejumlah pasar tradisional yang ada di daerah itu demi memberikan kenyamanan kepada warganya dalam proses jual beli.

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin di Medan, Jumat, mengatakan, penataan pasar tradisional memang telah menjadi bagian dari prioritasnya dalam pembangunan kota.

Ia menganggap bahwa pasar tradisional merupakan tempat yang harus kondusif dan nyaman untuk para warga Medan dalam melakukan transaksi jual beli.

“Setiap hari warga Medan berinteraksi di pasar tradisional, ada yang berjualan ada pembeli dan ini menjadi ruang publik yang harus tertata rapi agar warga dapat merasa nyaman selama berada di dalam pasar tersebut,” ujarnya.

Salah satu pasar yang dibenahi adalah Pasar Sei Sikambing, yang terletak di Jalan Kapten Muslim, demi memberikan kenyamanan bagi warga Kota Medan yang berbelanja di pasar tersebut.

Berbagai fasilitas telah melengkapi pasar ini, di antaranya toilet yang dilengkapi wastafel, mushala yang kondusif untuk beribadah, jalur penyandang disabilitas, papan petunjuk arah sehingga memudahkan para pelanggan menemukan kios yang dituju.

Selain itu, pasar ini juga dilengkapi tempat pembuangan sementara (TPS) dalam bentuk gudang sampah yang sangat efektif agar sampah-sampah yang belum terangkut dapat disimpan dan tidak berserakan.

Di samping itu di sejumlah titik juga terdapat tong sampah yang sudah terpilah-pilah di antaranya sampah khusus logam, sampah plastik, sampah kaca, sampah kertas dan sampah makanan.

Kemudian, ruang laktasi juga sudah tersedia untuk memudahkan para ibu yang ingin menyusui anaknya ketika berada di pasar tersebut. Ruang laktasi ini sudah menjadi standar bagi ruang publik.

Ia mengatakan, pembenahan Pasar Sei Sikambing itu merupakan proyek percontohan dan nantinya setiap pasar yang ada di Kota Medan akan memiliki standar yang sama.

“Semoga dengan revitalisasi yang kita lakukan, pasar tradisional yang ada di kota Medan menjadi representatif dalam melaksanakan transaksi jual beli. Tentunya ini akan berdampak dengan semakin tingginya geliat perekonomian di Kota Medan,” demikian Dzulmi Eldin.

Baca juga: Pemkot Medan buka 150 pasar murah

Baca juga: Pedagang pasar induk tagih janji Pemkot Medan

Pewarta: Juraidi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DPRD minta pemerintah tangani desa belum nikmati listrik

Gorontalo (ANTARA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat serius menangani desa-desa yang belum menikmati penerangan listrik.

“Ternyata masih ada desa di daerah ini yang belum dijangkau fasilitas penerangan listrik, seperti Desa Puncak Mandiri, Kecamatan Sumalata,” kata anggota DPRD Gorontalo Utara, Gustam Ismail, Sabtu.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera(PKS) itu, kondisi tersebut harus segera ditanggapi mengingat listrik menjadi keperluan prioritas rumah tangga yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan.

“Masih ada dusun di desa itu belum dialiri listrik karena tidak adanya tiang listrik sebagai sarana penunjang, maka Pemkab Gorontalo Utara diharapkan andilnya menyiapkan sarana prasarana yang diperlukan, apalagi sebelumnya desa itu telah direncanakan untuk pembangunan instalasi listrik namun dipindahkan ke desa lain,” ujarnya.

Gustam berharap, kondisi itu ditanggapi secepatnya oleh Pemkab Gorontalo Utara agar seluruh desa tuntas listrik 100 persen.
Artinya, tidak ada lagi desa yang belum menikmati penerangan listrik.

Percepatan infrastruktur kelistrikan di daerah itu harus menjadi prioritas, sebab aset-aset kelistrikan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ada di daerah itu.

“Maka seluruh masyarakat harus menikmati listrik tanpa terkecuali,” tandas Gustam.

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gorontalo ajukan pembangunan rusunawa IAIN-pekerja kepada Kemen-PUPR

Ini merupakan salah satu upaya dalam membangun daerah dan untuk menyejahterakan rakyat

Gorontalo (ANTARA) – Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengajukan usulan proposal untuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi IAIN Sultan Amai dan pekerja industri di daerah itu kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami melobi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 dan beberapa anggaran lainnya dengan pihak Kementerian PUPR,” katanya di Gorontalo, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa rusunawa pagi pekerja di Provinsi Gorontalo itu rencananya akan dibangun di kawasan industri Pulubala, Parungi, Bilato (Lapato).

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pembangunan untuk rusunawa bagi perawat dan bidan Rumah Sakit Boliyohuto.

Ia menambahkan bahwa anggaran program perumahan juga didiskusikan dengan Kementerian PUPR untuk penambahan satu unit rumah susun di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG), yang sebelumnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada pekan lalu.

Menurut Nelson, pihaknya disambut baik pada kunjungan di Kementerian PUPR itu dalam rangka pembangunan daerah tersebut.

“Ini merupakan salah satu upaya dalam membangun daerah dan untuk menyejahterakan rakyat,” katanya

Bupati menambahkan jika dirina berkeinginan untuk menuntaskan jalan diagonal yang menghubungkan desa terpencil sehingga dapat meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian daerah.

“Jalan adalah infrastruktur yg sangat dibutuhkan, namun perlu dukungan pemerintah pusat karena keterbatasan dana fiskal daerah,” katanya.

Baca juga: Pembangunan Islamic Centre Gorontalo masuki tahap Amdal

Baca juga: Universitas Negeri Gorontalo mendapat hibah lahan dari Pemkab Bone Bolango

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DKB: kelembagaan dinas kebudayaan menjaga eksistensi budaya asli Papua

Biak (ANTARA) – Ketua Dewan Kesenian Biak (DKB) Kabupaten Biak Numfor, Mika Ronsumbre mengakui keberadaan organisasi perangkat daerah(OPD)  Dinas Kebudayaan di daerah setempat dapat menjaga eksistensi kesenian dan kehidupan budaya orang asli Papua (OAP)sebagai pencerminan pelaksanaan semangat otonomi khusus(Otsus) Papua.

“DKB sudah menyampaikan rekomendasi pengusulan pokok-pokok pikiran kepada Pemkab Biak Numfor dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kelembagaan Dinas Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor tetap ada dan tidak digabung dengan dinas lain,”kata Ketua DKB,  Mika Ronsumbre di Biak,Sabtu.

Ia mengakui,  sejak kelembagaan Dinas Kebudayaan terbentuk di lingkup Pemkab Biak Numfor telah berbuat nyata untuk menjaga serta melestarikan beragam kesenian budaya asli masyarakat adat asli Papua.

Mika menginginkan meski ada penataan OPD di jajaran Pemkab Biak Numfor, tetapi pemimpin daerah diminta memperhatikan keberadaan dinas kebudayaan.

“DKB selama ini menjadi mitra kerja dengan OPD dinas kebudayaan dalam menyelengggarakan kegiatan event seni dan budaya OAP,” katanya.

Dia berharap perlu ada kebijakan khusus dalam mempertahankan keberadaan dinas kebudayaan di lingkup Pemkab Biak Numfor karena sangat berkaitan erat dengan tugas dan fungsi untuk melestarikan kesenian budaya asli Papua sebagai bagian kekayaan budaya Nusantara.

Berdasarkan data penetapan Perda kelembagaan OPD 2018 oleh DPRD Biak Numfor, keberadaan Dinas Kebudayaan telah dilebur dalam satu bagian di Dinas Pendidikan.

Pewarta: Muhsidin
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melawat ke Poto Tano, Gubernur NTB disambut tarian tradisi umat Hindu

Kalau ada 50 orang anak-anak Hindu yang ingin kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), saya berikan beasiswa kuliah hingga selesai

Sumbawa Barat, NTB (ANTARA) – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah dalam kunjungan kerja di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat, disambut  tarian khas tradisi umat Hindu, Panjibrahme.

Dalam lawatannya ke Kabupaten Sumbawa Barat itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Kehadiran Gubernur NTB ke Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano itu disambut meriah dan penuh kehangatan. Bahkan tarian khas tradisi umat Hindu, Panjibrahme menyambut kehadiran gubernur dan rombongan.

Gubernur Zulkieflimansyah, menegaskan bahwa NTB ini harus diisi oleh orang-orang yang memiliki perasaan sama. Yaitu perasaan cinta dan kasih sayang tanpa melihat warna kulit, warna rambut, suku, agama dan adat istiadat.

“Untuk hidup tenang perlu mensyaratkan cinta pada sesama,” kata gubernur yang akrab disapa “Doktor Zul” itu.

Zulkieflimansyah menjelaskan semua anak bangsa boleh punya keyakinan yang berbeda, punya agama dan suku yang berbeda. Namun rasa cinta itu menjadi modal sosial untuk menghilangkan politik identitas.

“Sehingga, NTB ini benar-benar nyaman untuk semua masyarakat serta menghilangkan perselisihan akibat hal-hal yang tidak penting,” katanya.

Sebagai bentuk kecintaannya kepada masyarakat Hindu, gubernur kemudian menawarkan beasiswa kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) hingga selesai pada anak-anak di wilayah itu.

“Kalau ada 50 orang anak-anak Hindu yang ingin kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), saya berikan beasiswa kuliah hingga selesai,” ujarnya disambut tepuk tangan senang umat Hindu yang hadir.

Sebelumnya, pengurus adat umat Hindu Kokarlian, I Wayan Murta menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Gubernur NTB. Ia mengaku bangga dengan rasa mengayomi gubernur kepada semua masyarakat NTB tanpa mengenal suku dan agama.

“Sangat terima kasih, karena hari ini adalah hari bersejarah bagi kami. Ini pertama kali orang nomor satu di NTB ini bisa hadir di desa kami,” ucapnya.

Selama ini, katanya, umat Hindu desa tersebut sangat puas dengan bantuan pemerintah, terutama membantu pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa tahun 2018.

Ia juga melaporkan bahwa umat Hindu di Desa Kokarlian berjumlah sekitar 300 KK. Mereka ini katanya hidup berdampingan dan damai dengan umat lain.

“Kami diperlukan sama,” katanya. 

Baca juga: Presiden serahkan beasiswa mahasiswa NTB terdampak bencana

Baca juga: Gelombang kedua mahasiswa NTB penerima beasiswa studi ke Polandia

Baca juga: Model beasiswa NTB akan diterapkan di Palu

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puteri Indonesia 2019

Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull (kiri) bersama Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra (kanan) dan Miss Universe 2018 Catriona Gray (tengah) seusai memenangi pemilihan Puteri Indonesia 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jum’at (8/3/2019). Finalis asal DKI Jakarta itu memenangi kontes Puteri Indonesia 2019 setelah menyisihkan 38 finalis lainnya. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/hp.

Siswa Indonesia ikut Ajang NHSMUN di New York

London (ANTARA) – Siswa Indonesia, Nicklaus Daniel Yulio Tedjanegara (16) mengikuti Konferensi sekolah menengah atas (SMA) berskala internasional terbesar, atau National High School Model United Nations (NHSMUN), yang diadakan  di kota New York sejak tanggal 1 hingga 9 Maret.

Acara diadakan oleh organisasi nirlaba International Model United Nations Associations (IMUNA) yang berasosiasi dengan Departemen Informasi Publik PBB tersebut berbentuk simulasi sidang PBB. Uniknya, para peserta yang hadir adalah siswa yang duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Nicklaus Daniel Yulio Tedjanegara, salah satu peserta asal Indonesia yang masih duduk di bangku SMA, kepada Antara London, Sabtu mengatakan keikutsertaan dalam ajang Konferensi menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh peserta, termasuk dirinya. 

Dalam Konferensi sekolah menengah atas (SMA) berskala internasional terbesar, atau National High School Model United Nations (NHSMUN), itu ia  berbagi pengalamannya.

Salah  satu hal yang  menarik adalah  berkesempatan untuk berlatih diplomasi serta berdebat dengan siswa siswi dari Negara lain yang  pola pikir serta kultur budayanya sangat berbeda.

Tahun ini, kurang lebih 5000 peserta berpartisipasi pada ajang tahunan, mewakili 75 Negara dan 300 sekolah. Tidak kurang dari 20 murid asal Indonesia berpartisipasi dalam ajang internasional tahunan tersebut, beserta dengan peserta dari Inggris, Italia, Portugal, Belanda, Kolombia, dan lainnya. 

Diakuinya tidak jarang perdebatan menjadi panas dan menegangkan. Pengalaman berharga lainnya adalah ketika mendapat kesempatan berkunjung ke grand assembly hall di markas besar PBB, ruang di mana Majelis Umum PBB diadakan, ujar Nicklaus.

Secara spesifik, ia  ikut dalam simulasi komite Dewa Keamanan PBB yang membahas perkembangan situasi krisis Rohingya di Myanmar. Selain itu juga ada simulasi komite UNIDO yang membahas Sustainable Development serta simulasi komite UNDP  membahas kekerasan berbasis gender, dan lainnya.

Sejak pertama kalinya ada konferensi pada tahun 1975, NHSMUN dihadiri siswa-siswi dari 125 Negara  tersebar di seluruh benua. Samantha Power, mantan duta besar Amerika Serikat untuk PBB, pernah menjadi pembicara dalam konferensi yang diselenggarakan pada tahun 2016. Penyanyi kondang asal AS, Demi Lovato dan dua aktor asal AS, Mandy Patinkin & Joe Manganiello, adalah pembicara tamu pada konferensi tahun 2017.

“Bagi saya pribadi, keikutsertaan di ajang ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Di sekolah, dilatih untuk berbicara di khalayak ramai. Namun dalam ajang ini, khalayak ramai tersebut adalah rekan seumuran dari puluhan negara asing,” ujarnya.

Dikatakannya diplomasi dan toleransi tingkat internasional adalah dua pelajaran berharga  didapatkan dari konferensi ini. Kalau selama ini belajar  bertoleransi dengan rekan senegara, kali ini kita ditantang untuk bertoleransi dengan rekan beda negara yang kadang sudut pandang dan pola pikir yang sangat berbeda, demikian Nicklaus Daniel Yulio Tedjanegara.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019