Pencairan tali asih dipertanyakan eks warga penggarap PAG Bandara New Yogyakarta

Kulon Progo, Yogyakarta  (ANTARA News) – Warga bekas penggarap lahan Pakualam Ground (PAG) milik Kadipaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang lahannya digunakan untuk pembangunan proyek Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mempertanyakan kepastian pencairan tali asih.

Salah satu warga bekas penggarap PAG terdampak NYIA dari Desa Glagah, Marsudi di Kulon Progo, Jumat, mengatakan warga bekas penggarap sudah merelakan lahan garapannya untuk pembangunan Bandara NYIA.

“Katanya, jumlah penerima dan besaran tali asih sudah ditandatangani, tapi kenapa sampai sekarang belum ada kejelasan pencairan tali asihnya,” kata Marsudi.

Ia mengatakan warga bekas penggarap PAG mengharapkan kepastian. Warga sangat membutuhkannya sebagai modal membangun usaha baru setelah mereka kehilangan lahan usahanya sejak beberapa tahun silam akibat pembebasan lahan untuk pembangunan bandara internasional tersebut.

“Banyak warga sebelumnya menggunakan lahan PAG untuk bertani ataupun usaha pariwisata seperti hotel. Sekarang kami butuh modal lagi untuk buka usaha,”kata Marsudi.

Pura Pakualaman sebagai pemilih lahan itu memang menjanjikan dana kompensasi berupa tali asih bagi para warga bekas penggarapnya. Nilainya mencapai 25 miliar untuk 1.602.988 meter persegi lahan garapan yang terdampak pembangunan NYIA di Desa Glagah, Palihan, Sindutan, dan Jangkaran.

Dana tersebut diambilkan dari hasil ganti rugi pembebasan lahan PAG seluas 160 hektare oleh PT Angkasa Pura I sebesar Rp701,512 miliar yang sebelumnya dikonsinyasikan di Pengadilan Negeri Wates.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kulon Progo Heriyanto mengatakan pencairan tali asih masih menunggu jawaban dari Puro Pakualaman.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo telah mengirim surat permohonan pencairan tali asih kepada Puro Pakualaman sejak Desember 2018. Surat permohonan tersebut melampirkan data jumlah penerima dan nominal yang diterima oleh penggarap PAG.

Menurut dia, data dan besaran yang diterima oleh penggarap PAG diusulkan mereka sendiri, diketahui pemerintah desa. Selain diserahkan ke bupati, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sudah melakukan sosialiasi selama tujuh hari kepada penggarap PAG.

“Kami akan komunikasikan lagi kepada pihak Puro Pakualaman. Kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu, Puro Pakualaman memiliki hajat mantu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Inventarisasi dan Identifikasi Pertanahan, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetarung) Kulon Progo Elda Triwahyuni mengatakan total tali asih yang diperuntukan bagi penggarap tanah milik Kadipaten Puro Pakualaman (PAG) sebesar Rp25 miliar dengan luas lahan 1.602.988 meter persegi yang tersebar di Desa Glagah, Palihan, Jangkaran, dan Sindutan.

“Data penggarap yang berhak mendapatkan tali asih, data yang ada masih bersifat nominatif. Saat ini, kami masih melakukan validasi data penerima tali asih dan besarannya,” kata Elda.

Ia mengatakan berdasarkan data Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN), PAG terdampak pembangunan NYIA di Kecamatan Temon luasnya 1.602.988 meter persegi. Tersebar di empat desa, yaitu Desa Glagah, Palihan, Jangkaran, Sindutan.

“Selanjutnya, mekanisme penghitungan pembagian, dari total dana sebesar Rp25 miliar akan dibagi dengan total luas yang ditetapkan oleh BPN. Hasilnya Rp15.596 per meter,” katanya.

Baca juga: Menhub optimistis Bandara New Yogyakarta beroperasi April 2019

Baca juga: 40 hektare tambak udang Kulon Progo raib termakan NYIA

Baca juga: Pemkab Kulon Progo diminta selesaikan pembebasan lahan bandara tersisa

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bermain skateboard di kolong jalan layang Slipi

Warga Jakarta, khususnya wilayah jakarta pusat, kini punya ruang publik baru, yakni taman bermain skateboard, yang berlokasi di kolong jalan layang Slipi. Taman yang rampung pada akhir desember ini, menyediakan dua jenis lintasan bermain papan luncur atau skateboard.

KJRI Jeddah berhasil cairkan uang diyat TKI korban kecelakaan

Jakarta (ANTARA News) – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah berhasil memperjuangkan uang diyat senilai 150 ribu riyal Saudi atau setara dengan Rp540 juta bagi ahli waris tenaga kerja Indonesia, TWN, yang meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas pada 2013 di Madinah, Arab Saudi.

Uang diyat tersebut berhasil diperoleh setelah Tim Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) KJRI Jeddah memenangi gugatan terhadap kantor asuransi melalui sebuah badan penyelesaian klaim asuransi (Lajnatul fashl fil munaaza’at wal mukhalafaat ta’miniyah) yang memakan waktu hingga setahun sampai dikeluarkannya keputusan.

“Majelis hakim telah menetapkan keputusan hukum in absentia.  Klaim asuransinya semula ditolak dengan alasan telah melewati batas maksimal tiga tahun, terhitung sejak terjadinya insiden,” terang Konsul Jenderal RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: KJRI Jeddah selamatkan Rp24 miliar uang TKI

Tim Yanlin, imbuh Konjen, mengkaji kembali hasil putusan mahkamah dan melihat kemungkinan jalur lain yang bisa ditempuh agar uang diyat almarhumah bisa diperoleh.

Akhirnya, tim memutuskan melayangkan gugatan kepada kantor asuransi melalui badan penyelesaian klaim asuransi tersebut. Alhasil, tergugat diwajibkan membayar uang diyat sebesar 150 ribu riyal untuk ahli waris almarhumah.

Konjen mengatakan cepat atau tidaknya dikeluarkan keputusan oleh pengadilan atau mahkamah dipengaruhi beberapa faktor antara lain jumlah kasus yang tengah ditangani pengadilan, sikap kooperatif terdakwa untuk menghadiri sidang.

“Biasanya mahkamah baru menetapkan jadwal sidang minimal setelah tiga bulan dari sejak pendaftaran gugatan,” tambah Konjen.

Selain itu, kecepatan pengiriman dokumen dari ahli waris turut mempengaruhi proses sidang. Dokumen-dokumen tersebut diperlukan untuk melengkapi berkas gugatan, seperti akta penetapan waris dari kantor pengadilan agama di Indonesia, surat kuasa, memorandum dakwaan yang diajukan secara elektronik ke mahkamah Saudi, pengajuan klaim diyat ke kantor asuransi, jika terdakwah memiliki asuransi, dengan menyertakan sejumlah lampiran.

Baca juga: Arab Saudi Pulangkan 1.922 WNI

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tim Yanlin,  almarhumah merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Saat kejadian, dia tengah dalam perjalanan bersama majikan dan keluarganya menuju Madinah untuk berziarah. Mereka menempuh jalan darat dari Sakaka, Ibu Kota Provinsi Al Jouf, yang terletak di bagian utara Arab Saudi yang berjarak sekitar 850 kilometer dari Madinah.

Mendekati Kota Madinah, tepatnya di kilometer 10, mobil yang ditumpangi TWN bersama keluarga majikan terguling,  menyebabkan seluruh penumpangnya mengalami cendera.   TWN  menderita cedera paling serius sehingga dia harus dirawat di rumah sakit umum King Fahad Madinah selama lima bulan. Dia dinyatakan meninggal pada 11 Juli 2013.

“Dari hasil olah TKP dan BAP Polantas setempat, majikan TWN  selaku pengemudi mobil ditetapkan bersalah seratus persen,” ujar Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler-1, merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga.

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengungsi gempa Palu keracunan makanan

Sejumlah warga pengungsi mendapat penanganan medis akibat keracunan makanan di Rumah Sakit Anutapura, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/1/2019). Sedikitnya 50 orang pengungsi korban gempa bumi dan tsunami yang menghuni tenda-tenda pengungsian dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan oleh relawan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.

Di tengah hujan deras Presiden bagikan sertifikat kepada masyarakat Garut

Garut (ANTARA News) – Di tengah hujan deras yang mengguyur, Presiden Joko Widodo membagikan sertifikat kepada masyarakat Garut, Jawa Barat.

Hujan deras yang diawali gerimis mengguyur lokasi penyerahan sertifikat di Lapangan sepak bola Cibodas, Desa Banjarsari, Garut, Sabtu, hingga di tempat acara juga sempat digenangi air.

Presiden Jokowi tiba di lokasi acara pembagian sertifikat ketika hujan deras turun dan lokasi acara tergenang.

Meski tergenang air, masyarakat tak beranjak dari lokasi acara dan tetap setia mengikuti acara.

Dalam sambutannya, ia mengatakan tekadnya untuk mempercepat program sertifikasi tanah demi meminimalisasi kasus sengketa tanah.

“Hari ini telah diserahkan 6.000 kepada bapak/ibu sekalian penerima sertifikat di Kabupaten Garut. Tahun ini tadi Pak Menteri ATR sudah menyampaikan akan diserahkan lagi nanti 60.900 sertifikat di Kabupaten Garut,” kata Presiden.

Ia mengatakan program sertifikasi tanah rakyat perlu dipercepat karena setiap ke daerah ia selalu menerima keluhan sengketa lahan.

“Karena setiap saya ke daerah, ke desa, ke kampung, suara yang masuk ke telinga saya banyak sengketa lahan di mana-mana. Tidak hanya di Pulau Jawa, di Sumatera, di Kalimantan, di Sulawesi, di Bali, di NTT, NTB, sampai Papua banyak sekali sengketa. Karena apa? Masih 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat,” katanya.

Ia mengatakan, tahun lalu telah berhasil tersertifikasi 7 juta lahan dimana tahun sebelumnya 5,1 juta lahan.

Tahun ini ditargetkan angkanya bertambah menjadi 9 juta lahan namun Presiden memperkirakan jumlahnya akan melampaui dari target.

“Tahun depan tambah lagi, tahun depan tambah lagi. Karena kita ingin rakyat memegang sertifikat semuanya. Ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” katanya.

Dengan kepemilikan sertifikat lahan, maka kecil kemungkinan ada pihak-pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Pada kesempatan itu, Presiden berpesan agar masyarakat yang telah menerima sertifikat untuk menjaganya dengan baik.

“Saya titip, setelah dapat sertifikat tolong masukkan plastik. Nanti kalau hujan biar sertifikat tidak rusak. Yang kedua besok tolong ini difotokopi. Yang asli simpan lemari satu, yang fotokopi simpan lemari dua. Supaya kalau yang asli hilang fotokopinya masih,” katanya.

Ia juga berpesan agar masyarakat yang ingin menjaminkan sertifikatnya ke bank untuk memperoleh pinjaman agar memperhitungkan dengan baik kemampuan membayarnya.

“Sertifikat ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Jadi betul-betul manfaatkan. Ini untuk kesejahteraan kita karena ini bisa diwariskan,” katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penerima bansos kaget bantuan PKH meningkat

Garut  (ANTARA News) – Sejumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) mengaku kaget sekaligus senang jumlah yang mereka terima meningkat pada pencairan tahap pertama 2019.

“Senang kaget juga. Saya tidak tahu kalau jumlahnya bertambah,” kata Ai, salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Sebelumnya, ibu lima anak tersebut hanya mendapatkan bantuan Rp1,89 juta atau Rp500 ribu setiap kali pencairan PKH.

Namun pada pencairan kali ini, Ai mengaku kaget saat mengecek di layanan ATM bergerak BNI di lokasi pencairan PKH di Garut, Jawa Barat.

Di layar monitor mesin tertera angka Rp2.315.000, jumlah tersebut tentu besar dibandingkan sebelumnya. Ai memiliki tiga anak yang masuk dalam komponen PKH yaitu SD, SMP dan SMA. 

Hal senada diutarakan Ipong, peserta PKH lainnya yang memiliki satu anak yang masuk dalam komponen PKH yaitu anak SMA.

Senyum tidak pernah lekang dari bibirnya, matanya berbinar meski ia belum melihat langsung nominal di buku tabungannya. 

“Katanya sih naik, tapi saya belum lihat berapa. Yang pasti senang. Uangnya nanti untuk kebutuhan anak sekolah,” kata Ipong.

Pada 2018, jumlah bantuan PKH dengan sistem flat dimana semua KPM PKH mendapatkan bantuan dengan jumlah yang sama besar yaitu Rp1,89 juta.

Sementara pada 2019 indeks PKH terdiri dari bantuan tetap setiap keluarga untuk PKH reguler sebesar Rp550 ribu  sedangkan PKH akses senilai Rp1 juta yang diberikan hanya pada tahap pertama.

Sedangkan bantuan diberikan sesuai dengan komponen setiap jiwa yaitu ibu hamil Rp2,4 juta, anak usia dini Rp2,4 juta, SD Rp900 ribu, SMP Rp1,5 juta, SMA Rp2 juta, penyandang disabilitas Rp2,4 juta dan lanjut usia Rp2,4 juta.

Pencairan tahap pertama di Garut Provinsi Jawa Barat dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta Ibu Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Baca juga: Presiden minta pemberdayaan ekonomi mendapat prioritas dalam PKH
Baca juga: 600 ribu lebih peserta PKH telah sejahtera
Baca juga: Mensos bangga presiden borong sabun cuci buatan peserta PKH

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Memancing ikan di lokasi likuifaksi Petobo

Seorang warga memancing ikan di sekitar rumah yang hancur dan terendam air di lokasi bekas bencana gempa dan pencairan tanah atau likuifaksi di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/1/2019). Warga memanfaatkan rendaman ataupun aliran air yang muncul di lokasi tersebut untuk mencari ikan dengan hasil tangkapan berupa ikan air tawar jenis mujair, gabus dan ikan mas. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/wsj.

Pemetaan bawah laut Anak Krakatau dihentikan sementara

Pangkalan TNI Angkatan Laut,  Banten, melakukan survei pemetaan bawah laut / untuk mengetahui kondisi pasca erupsi gunung anak Krakatau, yang menjadi penyebab tsunami beberapa waktu lalu.  Survei yang dilakukan dengan pusat hidrografi dan oseanografi tni angkatan laut, terpaksa dihentikan sementara / hingga kondisi gunung Anak Krakatau normal kembali .

Mitigasi bencana masyarakat di Banda Aceh diperkuat

Banda Aceh, 18/1 (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, terus berupaya memperkuat mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Kami terus berupaya memperkuat mitigasi bencana agar masyarakat Kota Banda Aceh tangguh terhadap bencana,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Banda Aceh Fadhil di Banda Aceh, Jumat.

Dia menjelaskan Kota Banda Aceh merupakan wilayah rawan bencana, di antaranya gempa dan tsunami, cuaca ekstrem, puting beliung, dan angin kencang.

Dengan kuatnya mitigasi bencana, kata dia, masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh tersebut mampu mengurangi dampak suatu bencana serta mampu bangkit dari bencana.

“Penguatan mitigasi bencana inilah yang terus kami lakukan, sehingga masyarakat Kota Banda Aceh menjadi tangguh bencana. Apalagi, masyarakat Banda Aceh pernah mengalami bencana dahsyat, gempa kuat disusul tsunami pada 26 Desember 2004,” kata dia.

Fadhil mengatakan Pemkot Banda Aceh tidak bisa sendiri membangun masyarakat tangguh bencana.

Pemkot setempat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak, termasuk dunia usaha, terkait dengan mitigasi bencana.

Dunia usaha, kata dia, dengan program tanggung jawab sosial perusahaan bisa melakukan pelatihan mitigasi bencana sehingga masyarakat menjadi tangguh dalam menghadapi bencana.

Menurut Fadhil, dengan adanya dukungan dunia usaha terhadap mitigasi bencana tersebut, akan banyak masyarakat mendapat pelatihan.

Apalagi, kata dia, pelatihan yang dilakukan bisa berkelanjutan.

“Dukungan ini yang kami butuhkan sehingga nantinya warga Kota Banda Aceh menjadi masyarakat tangguh bencana. Bencana itu tidak bisa diprediksi kapan terjadi, tetapi masyarakat harus siap menghadapinya,” kata Fadhil.

Baca juga: Aceh tingkatkan kesiagaan dengan simulasi tsunami berkala

Baca juga: Kekuatan gempa 6,5 SR setara empat bom Hiroshima

Baca juga: Aceh Barat-Jepang kerja sama mitigasi bencana

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pascatsuami nelayan pesisir Bandarlampung mulai melaut

Oleh Budisantoso B dan Dian Hadiyatna

Bandarlampung, 19/1 (ANTARA News) – Nelayan di kawasan pesisir Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung mulai turun melaut pascatsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan  Kabupaten Lampung Selatan, pada 22 Desember 2018 lalu.

“Hampir semua nelayan di sini sudah pergi untuk melaut,” kata Jojo, salah satu nelayan Gudang Lelang, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung, Sabtu.

Menurutnya, beberapa hari setelah tsunami itu, masih ada sedikit nelayan yang memberanikan melaut secara diam-diam dengan menghindari petugas patroli, karena waktu itu semua nelayan dilarang melaut karena kondisi perairan dinilai masih tidak aman.

Ia mengatakan sudah sejak dua pekan lalu para nelayan aktif melaut, baik kapal besar maupun kapal kecil, namun mereka tidak terlalu jauh mencari ikan hingga ke tengah lautan.

“Paling jauh ke perairan sekitar Pulau Pahawang saja untuk saat ini,” katanya lagi.

Jojo mengemukakan  bahwa para nelayan sebenarnya tidak terpengaruh dengan isu masih akan terjadi tsunami tersebut. Malahan, tidak ada rasa trauma untuk melaut. Hanya saja kebanyakan dari nelayan memikirkan keluarganya saat itu, sehingga mengurungkan melaut hingga kondisi benar-benar dianggap aman.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sakim, nelayan setempat. Setelah libur tanpa aktivitas selama sepakan pascatsunami itu, para nelayan di sini sudah melaut.

Namun, menurut Sakim lagi, untuk satu pekan ini para nelayan dangan kapal besar banyak yang memilih tidak melaut karena sedang masuk musim terang bulan.

“Masih ada yang melaut, namun hanya kapal-kapal payang saja,” katanya lagi.

Baca juga: Nelayan korban tsunami Selat Sunda harapkan bantuan kapal

Baca juga: Pemprov Lampung segera ganti 634 perahu nelayan

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sudah 80 persen pengerukan material longsor jalan Magelang-Purworejo

Magelang, Jateng (ANTARA News) – Pengerukan material longsor yang menutup jalan utama Magelang-Purworejo di Dusun Gesing, Desa Krasak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, telah mencapai 80 persen, kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat Supramono.

Supramono di Magelang, Sabtu, mengatakan saat ini ada tujuh alat berat yang dioperasikan untuk menyingkirkan material longsor yang menutup jalan raya tersebut.

Ia mengatakan alat berat tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, DPU Kabupaten Magelang, Kodim Magelang, Pemkab Purworejo, dan bantuan dari pihak swasta.

Menurut dia, pada Jumat (18/1) malam hingga Sabtu pagi jalur lalu lintas di kawasan longsor tersebut sudah dibuka untuk kendaraan umum secara buka tutup karena baru material sisi utara yang berhasil disingkirkan.

“Pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB lokasi longsor kembali ditutup total untuk kendaraan karena alat berat mulai dioperasikan lagi hingga sekarang,” katanya.

Ia mengatakan pengerukan material longsor dimulai sejak Jumat (18/1) pagi hingga sore hari dan pengerukan sempat dihentikan karena hujan, namun kemudian beroperasi lagi hingga sekitar pukul 23.00 WIB dan berhasil menyingkirkan material di bagian sisi utara, kemudian dibuka untuk lalu lintas secara buka tutup.

Ia berharap mudah-mudahan pengerukan material yang menutup ruas jalan bisa disingkirkan pada hari ini.

Sebelumnya,n longsor yang terjadi di Dusun Gesing, Desa Krasak, Kecamatan Salaman pada Jumat (18/1) sekitar pukul 03.00 WIB tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi pada Kamis (17/1).

Hujan yang cukup deras tersebut mengakibatkan tebing setinggi 30 meter dengan panjang 40 meter longsor dan materialnya menutup jalan raya Magelang-Purworejo.

Selain menutup akses jalan, longsor tersebut juga mengenai bagian dapur milik Ikhsan (52) dan mengancam 2 rumah milik Nanang Ahmad (35) dan Badrodin (40) serta sebuah bengkel milik Sutrisman (46).

Baca juga: Jalan Magelang-Purworejo tertutup longsor

Baca juga: Satu orang meninggal akibat longsor di Magelang

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

257 sertifikat tanah wakaf dibagikan Presiden di Garut

Presiden Joko Widodo membagikan 257 sertifikat tanah wakaf , kepada mesjid, musholla, pondok pesantren dan lembaga lembaga pendidikan di wilayah priangan timur, Jawa Barat .  Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, untuk menghindari persoalan sengketa pada tanah wakaf .

Ahok dipersilakan masuk PDI Perjuangan jika ingin

Jakarta (ANTARA News) – Terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipersilakan apabila ingin bergabung dengan PDI Perjuangan setelah bebas, pekan depan.

“Untuk jadi anggota PDIP, seseorang harus mengajukan pernyataan tertulis,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di sela Safari Kebangsaan V di Jakarta, Sabtu.

Namun, dia memahami apabila Ahok ingin fokus pada urusan pribadi terlebih dulu selepas keluar dari Markas Komando Brimob, Depok, Jawa Barat.

Orang perlu menikmati hidup, tutur dia, tidak hanya memikirkan urusan politik dengan menjadi pengurus partai. “Jadi kami berikan kesempatan untuk Pak Ahok untuk menikmati kehidupan pribadinya dulu,” kata dia.

Pada Kamis, 24 Januari 2019, Ahok akan menghirup udara kebebasan setelah menjalani masa hukuman di penjara sejak 9 Mei 2017.

Melalui akun Instagram @basukibtp, tim dia mengunggah surat dia yang ditujukan kepada para pendukungnya.

Ia meminta agar para pendukungnya tidak menyambut dia di Mako Brimob saat dibebaskan nanti. Ia juga meminta maaf kepada berbagai pihak atas segala kesalahannya.

Baca juga: PDI Perjuangan sebut pembebasan Baasyir berdasar Pancasila

Baca juga: Parpol koalisi bahu membahu menangkan Jokowi-Ma’ruf di DKI

Baca juga: Makam Pangeran Jayakarta tujuan pertama Safari Kebangsaan V

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mensos bangga presiden borong sabun cuci buatan peserta PKH

Garut, 19/1 (Antara) – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku bangga sabun cuci buatan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)  diborong Presiden Joko Widodo senilai Rp2 miliar.  

“Saya sangat bangga ada kelompok KPM yang punya inisiatif menabung sebagian dana bansos yang mereka terima dan bisa mengumpulkan modal untuk membentuk usaha,” kata Mensos pada pencairan bansos PKH di Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Kebanggaan Mensos semakin bertambah karena mereka mampu memproduksi sabun cuci secara mandiri tanpa bantuan modal dari manapun.

“Ini menjadi contoh bagi yang lain bahwa menabung itu penting.  Jadi berapapun bantuan yang didapat jangan diambil semua dan  dihabiskan tapi ditabung,” tambah Mensos.

Mensos menegaskan bagi KPM PKH yang memiliki keterpanggilan untuk mau meningkatkan kemampuan dan keterampilan harus didukung dan perlu diberi penghargaan.

Sabun cuci buatan Eli Liawati, KPM PKH warga Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut dipesan Presiden Joko Widodo sebanyak 100 ribu botol dengan total nilai Rp2 miliar.

Eli Liawati, KPM PKH yang memproduksi sabun cuci dengan merk Padawangi mengaku siap memenuhi pesanan presiden tersebut yang harus disiapkan pada akhir Februari.

Eli mengaku telah mendapatkan uang muka pemesanan sebesar Rp10 juta dari total pesanan Rp2 miliar.

Eli mengatakan sabun cuci tersebut diproduksi oleh kelompok yang terdiri dari penerima bansos PKH tanpa bantuan modal dari manapun.

“Modalnya dari iuran anggota, setiap pencairan sebesar 20 ribu sejak 2012. Terkumpul delapan juta dan itu saya jadikan modal usaha sabun,” kata Eli.

Eli mengaku belajar membuat sabun cair secara otodidak dari internet. Untuk memenuhi pesanan presiden, Eli akan menggandeng para anggota KPM PKH lainnya.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019