Tekan kekerasan perempuan-anak, Kota Makassar luncurkan Puspaga

Kita mau merangkul warga, utamanya kalangan perempuan agar bisa tetap memberikan pengawasan yang maksimal kepada anak-anaknya

Oleh Suriani Mappong dan NS Wardyah

Makassar, (ANTARA News) – Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Makassar akan diluncurkan pada Jumat, 22 Februari 2019 dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Selatan.

“Puspaga hadir dengan tujuan meningkatkan kualitas kehidupan menuju keluarga sejahtera melalui penyuluhan, terkait pola asuh agar hak anak mampu terpenuhi,” kata Ketua Puspaga Kota Makassar, Salma Tadjang di Makassar, Kamis.

Kehadiran lembaga itu, lanjut dia, berangkat dari kekhawatiran pada fenomena yang terjadi di masyarakat, seperti ketergantungan anak pada “gadget” dan ditambah lagi oleh kesibukan orangtua.

“Kita mau merangkul warga, utamanya kalangan perempuan agar bisa tetap memberikan pengawasan yang maksimal kepada anak-anaknya,” katanya.

Terkait peluncuran Puspaga itu, Salma Tadjang mengundang 90 pengurus shelter, serta Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) bersama anggota DPRD Kota Makassar.

Kegiatan ini akan digelar pada pukul 14.00 WITA di Kompleks Maizonet, Jalan Boungeville Raya nomor 9 Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.

Kehadiran Puspaga Kota Makassar diharapkan dapat menyediakan layanan satu pintu keluarga, holistik, integratif berbasis hak anak, katanya.

Baca juga: Cegah kekerasan anak melalui Pusat Pembelajaran Keluarga

Baca juga: Polisi Makassar ringkus penganiaya bocah perempuan

Baca juga: Dua tahun berturut-turut, Makassar sabet predikat kota layak anak

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korban kebakaran di Sabang-Aceh mendapat bantuan darurat

Rumah habis terbakar karena mobil pemadam tidak bisa masuk. Meskipun begitu sekarang titik api sudah berhasil dipadamkan,

Sabang, Aceh,  (ANTARA News) – Pemerintah Kota Sabang langsung menyalurkan bantuan darurat kepada dua kepala keluarga yang rumahnya terbakar di Gampong (Desa) Kuta Atas, Kota Sabang, Provinsi Aceh.

“Yang tabah ya pak,  ini semua cobaan Allah SWT untuk hamba-Nya,” kata Sekretaris Daerah Pemkot Sabang Zakaria kepada korban rumah terbakar, Sumadi Wongso (53) di lokasi kejadian di Sabang, Kamis.

Pernyataan ini disampaikansaat menyalurkan bantuan masa tanggap darurat untuk keluarga korban dan langsung diantar oleh Sekda Kota Sabang serta didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Sabang Muhammad Amin.

Pemkot Sabang juga telah mengantarkan sandang dan pangan kepada dua keluarga korban kebakaran guna memenuhi kebutuhan tahap awal atas penanganan musibah tersebut.

“Sabar, yang sabar ya pak,” katanya sembari mengelus-ngelus bahu korban, sementara korban pun terlihat meneteskan air matanya.

Rumah setengah permanen milik Sumadi Wongso (53) dan kakak kandungnya, Marlin (55), warga Lingkungan Tapak Gajah, Kuta Atas, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang terbakar sekitar pukul 14.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga masalah korsleting listrik.

Meskipun sudah bekerja keras, puluhan petugas BPBD Sabang dibantu personel babinsa dan babinkamtibmas setempat belum mampu memadamkan api dengan segera karena mobil pemadam tidak bisa menuju titik api.

“Mobil pemadam tidak bisa masuk ke lokasi karena jalannya sangat sempit,” kata Muhammad Amin.

Ia mengakui pemadaman sulit dilakukan karena jarak rumah lebih dari 50 meter dari jalan utama, sehingga mobil pemadam terpaksa parkir jauh dari titik api.

“Rumah habis terbakar karena mobil pemadam tidak bisa masuk. Meskipun begitu sekarang titik api sudah berhasil dipadamkan,” kata dia.

Petugas BPBD Kota Sabang bersama warga setempat, personel babinsa serta babinkamtibmas memindahkan sejumlah material yang terbakar itu ke tempat aman.

Petugas Kepolisian Resor Kota Sabang hingga berita ini diturunkan masih melakukan oleh tempat kejadian perkara terkait dengan kejadian itu.

“Sekarang kita sedang melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran,” kata seorang petugas kepolisian di lokasi.

Baca juga: Kebakaran empat toko di kawasan Sabang dipadamkan

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Zona integritas bebas korupsi dicanangkan Polres Kudus-Jateng

Deklarasi itu langkah awal atas komitmen kuat untuk mewujudkan WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

Kudus, Jateng (ANTARA News) – Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah mendeklarasikan pencanangan pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Mapolres Kudus, Kamis.

Pembacaan deklarasi yang digelar di Aula Parama Satwika dipimpin Kapolres Kudus AKBP Saptono di hadapan seluruh jajaran Polres Kudus mulai kasat, kabag, dan kapolsek.

Kmudian dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama dengan disaksikan Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Polda Jateng Kombes Soesanto dan Asisten I Sekretaris Daerah Pemkab Kudus, Agus Budi Satriyo.

Saptono mengatakan sudah ada rencana besar melaksanakan reformasi birokrasi guna mencapai sasaran peningkatan kapasitas, pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, nepotisme.

Sejak 2014, Polres Kudus melaksanakan hal itu yang ditindaklanjuti dengan pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK pada Kamis ini.

Deklarasi itu, kata dia, langkah awal atas komitmen kuat untuk mewujudkan WBK dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Ia berharap, dukungan semua pihak, tidak hanya dalam melaksanakan program-program kerja, melainkan dukungan agar zona integritas berjalan lancar.

Soesanto mengingatkan pencanganan zona integritas menuju WBK bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral kapolres hingga tingkat satuan bawah.

“Pemikian agar terlihat gagah dan mendapat kenaikan tunjangan harus dihindari karena yang diinginkan adalah sebuah komitmen moral sampai jajaran terendah,” ujarnya.

Ia berharap, deklarasi ditindaklanjuti dengan sejumlah program yang harus dilaksanakan.

Zona integritas dan WBK, kata dia, bagian terkecil dari tugas pokok dan fungsi kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tunjangan kinerja dan honor yang diterima aparat kepolisian merupakan uang masyarakat yang harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat luas ikut mengawasi dan mengkritisi akan tetapi tidak intervensi.

Pada kesempatan tersebut, dia juga meminta Kapolres Kudus tidak menciptakan pengangguran terselubung.

Apalagi, lanjut dia, persepsi masyarakat terhadap individu aparat kepolisian akan tampak pada organisasi besar.

Untuk mengetahui kepuasan masyarakat, dia menyarankan kepada Polres Kudus menggandeng akademisi guna survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri.

“Jangan hanya menerima informasi dari anggota sendiri maupun jajaran Forkompinda, melainkan diperkuat dengan survei kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Penilaian tersebut, kata dia, mendukung peningkatan kinerja jajaran kepolisian.

Baca juga: Delapan Anggota Polres Kudus Langgar Kode Etik

Baca juga: Polres Kudus Bukan Beking Pengusaha Karaoke

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menjadi rujukan regional ditargetkan Rumah Sakit Haji Medan

Untuk merealisasikan target itu, manajemen RS Haji Medan terus berbenah

Medan, (ANTARA News) – Manajemen Rumah Sakit Haji Medan menargetkan bisa menjadi rumah sakit rujukan regional unggulan di Provinsi Sumatera Utara.

“Untuk merealisasikan target itu, manajemen RS Haji Medan terus berbenah,” kata Pelaksana Tugas Direktur RS Haji Medan, Wahid Khusyair di Medan, Kamis.

Pembenahan yang dilakukan, kata dia, antara lain dalam layanan geriatric/endokrin, cardiology centre, stroke center, orthopedic centre, dan plastic surgery.

“Layanan di bidang itu akan menjadi pelayanan unggulan RS Haji Medan,” katanya.

Wahid menegaskan RS Haji Medan memang harus berbenah agar sesuai dengan visi dan misi Gubernur Sumut, yaitu pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“RS Haji Medan juga berharap Pemprov Sumut memberikan dukungan agar dapat menjadi rumah sakit rujukan unggulan mengingat sarana dan prasarana masih banyak yang perlu dibenahi,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa pembenahan juga termasuk dalam sumber daya manusia.

Pihak manajemen rumah sakit, kata dia, juga terus berbenah.

Pada 2019 misalnya, katanya, akan ada “review master plan” RS Haji Medan.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menegaskan Pemprov Sumut berkeinginan dapat memastikan pelayanan kesehatan rumah sakit kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Alasan dia, layanan kesehatan yang baik merupakan misi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan dirinya sebagai Wakil Gubernur Sumut.

Baca juga: RS Haji Medan dilengkapi ruang kateterisasi jantung

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gerakan “Kita Semua Maryam” juga didukung masyarakat Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Gerakan Internasional “Kita Semua Maryam” yang digaungkan para pemerhati kemanusiaan di seluruh dunia untuk mendukung perjuangan perempuan Al Quds juga mendapat dukungan berbagai tokoh masyarakat anggota legislatif, dan para profesional di Indonesia.

“Gerakan ini merupakan bentuk solidaritas dukungan terhadap perempuan Al Quds yang telah banyak mengalami penderitaan selama menjaga kesucian Al Quds dan tanah air mereka dari penjajahan zionis Israel sejak 70 tahun lalu,” kata Ketua Adara Relief Internasional Nurjanah Hulwani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Konsekuensi perjuangan mereka, kata dia, amat berat dan membutuhkan ketegaran luar biasa, seperti dipisahkan dari keluarga dan anak-anak, ditahan, rumah dirampas dan dihancurkan, dilarang memasuki kota tempat tinggal, bahkan dilarang memasuki Masjid Al Aqsha.

Mereka, katanya, layaknya Ibunda Maryam yang sepanjang hidupnya dinisbahkan untuk menjaga Baitul Maqdis, terusir dengan cara yang zalim, namun cinta dan khidmatnya untuk Al-Quds tak pernah surut.

Ia menyatakan Adara percaya bahwa terciptanya perdamaian dunia dimulai dari terciptanya perdamaian di Al Quds.

Ia mengatakan bahwa hak-hak asasi setiap manusia harus mendapatkan perlindungan.

Hal itu, katanya, telah banyak dilanggar oleh penjajah Israel atas perempuan-perempuan Al Quds dan bangsa Palestina secara umum.

Oleh karena itu, kata Nurjanah, gerakan #weareallmary sejak 28 Januari hingga 8 Maret 2019 tersebut dapat menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan hal tersebut.

Sekecil apapun kontribusi yang diberikan, katanya, sesungguhnya menjadi kekuatan bagi perempuan di Al Quds, karena perjuangan mereka di Al Quds merupakan senjata terbaik untuk menghentikan kezaliman yang dilakukan Israel.

“Perempuan Al Quds membutuhkan dukungan kita semua. Mereka adalah kita, kita adalah mereka. Karena kita semua Maryam,” katanya.

Baca juga: Masyarakat Indonesia diajak Adara Relief International dukung perjuangan perempuan Al-Quds

Baca juga: Adara kembali kirim bantuan untuk pengungsi Palestina
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahasiswa NTB kuliah gratis di Poltekpar

Lombok Tengah (ANTARA News) – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah mengatakan pemerintah provinsi akan menggratiskan biaya kuliah bagi mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dengan skema beasiswa secara penuh.

“InsyAllah 350 orang yang diterima di Poltekpar Lombok akan diberikan beasiswa free untuk anak-anak NTB,” kata Doktor Zul sapaan akrab Gubernur NTB pada peresmian gedung baru Poltekpar Lombok yang dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya di Lombok Tengah, Kamis.

Gubernur mengatakan, biaya masuk kuliah Poltekpar Lombok terlalu tinggi yang nilainya mencapai Rp14 juta dan biaya per semesternya mencapai Rp2,1 juta. Tentu, dengan biaya sebesar itu, akan memberatkan masyarakat khususnya yang tidak mampu.

“Saya bayangkan susahnya anak petani tembakau, anak TKI, TKW, anak nelayan masuk Poltekpar kalau uang mukanya sebesar itu. Saya tanya Direktur Poltekpar ada berapa mahasiswa yang diterima, katanya ada 350 orang mahasiswa yang diterima. Jadi saya katakan kita tanggung beasiswa penuh untuk 350 orang,” ungkapnya.

“Mengenai uangnya dari mana kami akan cari uangnya, semampu kami agar anak anak orang miskin petani dan nelayan bisa sekolah di tempat ini,” tambah Zulkieflimansyah.

Menurutnya, ke depan kalau sekolah di Poltekpar Lombok digratiskan akan lebih banyak orang yang mendaftar untuk berkuliah. Terutama, kepada anak-anak kurang mampu di provinsi itu.

“Mudah mudahan kalau anak anak NTB bisa sekolah dengan tanpa biaya, kita akan punya proses seleksi luar biasa, sehingga tidak ada alasan gak bisa sekolah di Poltekpar,” tegasnya.

Karena, kata Doktor Zul, pembangunan Poltekpar Lombok dimaksudkan untuk menciptakan sumber daya manusia yang andal dan maju di bidang pariwisata. Oleh karena itu, ia yakin sekolah ini akan sukses. Sebab tenaga pengajarnya langsung didatangkan dari sumbernya.

“Saya kira sekolah ini akan menjelma menjadi sekolah yang maju,” ucap Doktor Zul.

Gubernur menambahkan keberadaan Poltekpar Negeri Lombok ini merupakan salah satu terobosan Kementerian Pariwisata untuk menyiapkan generasi muda yang berkuailitas di bidang kepariwisataan dengan menghadirkan sekolah-sekolah pariwisata yang berkelas dunia.

“Mudah-mudahan lulusan Poltekpar ini tak hanya menghasilkan lulusan yang mampu bekerja di dalam negeri saja, namun juga di luar negeri,” katanya.*

Baca juga: Mahasiswa, “guncanglah” Eropa

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Medan produksi sampah 2.000 ton setiap hari

Medan (ANTARA News) – Setiap hari sampah yang dihasilkan di Kota Medan sekitar 2.000 ton, di mana 50 persen di antaranya sampah dari rumah tangga.

“Karena banyaknya sampah yang dihasilkan, jika, masyarakat dapat mengatasi sampah rumah tangga tersebut, tentunya sangat membantu tugas pemerintah untuk mewujudkan kebersihan,” kata Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution di Medan, Kamis.

Hal itu ia katakan pada peringatan Hari Peduli Sampah di Kota Medan yang dipusatkan di seputaran Danau Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.

Selain penanaman pohon, peringatan tersebut ditandai dengan menggelar aksi bersih pungut sampah yang diharapkan dapat memotivasi sekaligus mengedukasi masyarakat untuk senantiasa hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Aksi bersih pengutipan sampah juga didukung personel Kodim 0201/BS beserta jajaran Kecamatan Medan Labuhan. Dari lokasi acara, seluruh peserta berjalan mengitari pinggiran Danau Griya sambil memungut sampah.

Di samping itu, pembersihan jalan dan membabat rumput serta gulma dengan menggunakan mesin babat.

Ia mengatakan melalui peringatan Hari Peduli Sampah (HPS) yang mengusung tema “Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih, Sehat dan Bernilai” seluruh masyarakat Kota Medan bersama-sama menjaga kebersihan.

Tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, katanha, sulit mewujudkan kebersihan di Kota Medan.

Dukungan itu dapat diwujudkan dengan mewadahi sampah rumah tangga masing-masing untuk mempermudah petugas kebersihan mengangkutnya menuju tempat pembuangan sementara (TPS) hingga tempat pembuangan akhir (TPA).

“Tanpa kepedulian kita bersama, mustahil kota yang kita cintai bersama ini akan bersih. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi mendukung kebersihan di Kota Medan,” katanya.*

Baca juga: Gandeng warga, Pemkot Medan serius kembangkan bank sampah

Baca juga: Menteri LHK canangkan Medan “zero waste city”

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masyarakat lereng Merapi diminta tingkatkan kewaspadaan

Magelang (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah meminta masyarakat di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten meningkatkan kewaspadaan.

“Selain itu, agar selalu memantau perkembangan Merapi melalui data BPPTKG. Hal ini seiring dengan status waspada atau level II Gunung Merapi,” kata Kasi Rehabilitasi BPBD Provinsi Jawa Tengah I Ketut Artana di Magelang, Kamis.

Ia menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi penanganan rehabilitasi pascabencana di Jawa Tengah Tahun 2019 di Hotel Atria Kota Magelang.

Ia mengatakan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan diri.

Hal itu penting dilakukan, jika ada peningkatan status dari waspada ke siaga sehingga masyarakat tidak kalang kabut.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan diri, jadi jangan sampai kalau ada peningkatan status dari waspada ke siaga, masyarakat menjadi kalang kabut. Tapi saya yakin, masyarakat yang ada di Merapi, sudah tangguh menghadapi kemungkinan-kemungkinan Merapi erupsi seperti misalnya kejadian 2010,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat harus memantau perkembangan Merapi, melalui data BPPTKG.

Setelah itu, katanya, mereka bisa ambil langkah-langkah, kalau memang ada peningkatan status aktivitas vulkanik gunung tersebut.

“Misalnya dari waspada ke siaga, sudah mulai mengambil langkah-langkah, misalnya masyarakat harus tahu, siap-siap, kemas-kemas. dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, katanya, mulai saat ini masing-masing daerah telah mempersiapkan jalur-jalur evakuasi maupun tempat-tempat pengungsian, baik tempat evakuasi sementara maupun tempat evakuasi akhir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan untuk kawasan rawan bencana (KRB) III di 19 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Srumbung, Dukun, dan Sawangan.

“KRB III di 19 desa, hasil pemutakhiran data terakhir kami 53.572 jiwa,” katanya.*

Baca juga: BPPTKG nyatakan kondisi kubah lava Merapi stabil

Baca juga: Magelang siap tampung pengungsi jika Merapi erupsi

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gunung Kidul lakukan gerakan bersih pantai

Gunung Kidul (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan gerakan bersih di kawasan pantai dalam rangka memperingatai Hari Sampah Nasional 2019.

Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi di Gunung Kidul, Kamis, mengatakan peringatan hari sampah di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari dengan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah.

Ia mengatakan jika dikelola dengan baik, sampah dapat memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat.

“Saya tidak mengira daur ulang sampah sudah semaju ini. Tadi saya lihat, sampah diolah menjadi kerajinan berbentuk bunga, miniatur pohon, tempat tisu, dan banyak lagi. Peluang besar menurut saya,” katanya.

Menurut Immawan, produksi sampah di Gunung Kidul saat ini cukup banyak sehingga jika dilakukan pengelolaan yang baik dan benar maka barang yang semula hanya terbuang sia-sia itu dapat berubah menjadi bernilai ekonomis.

Ia mengatakan pengelolaan sampah melalui daur ulang selain akan memberikan manfaat, ternyata bisa mendukung upaya menciptakan lingkungan yang bersih.

“Yang mencari bahannya dapat, yang produksi dapat, yang menjual dapat. Kita harus mulai mengubah sampah itu bukan musuh tapi teman,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunung Kidul Agus Priyanto mengatakan produksi sampah saat ini setiap harinya mencapai 360 ton, sedangkan kapasitas pengelolaan sampah hanya mampu menampung 36 ton atau 10 persennya.

“Untuk mengatasi masalah itu, kami akan membangun tempat pengelolaan sampah akhir di Banjarejo. Dengan segala teknologi yang nantinya ada kita optimis masalah sampah yang ada akan teratasi,” ujar dia.

Ke depan, pihaknya akan menyarankan setiap desa mempunyai bank sampah sehingga selain mengatasi masalah sampah juga menjadi pemasukan bagi desa melalui BUMDes.

“Kami akan komunikasi dengan kepala desa 144 desa yang ada kita harapkan mempunyai bank sampah yang tersinergi dengan BUMDes,” katanya.*

Baca juga: Yogyakarta akan tingkatkan kapasitas produksi Rumah Kompos

Baca juga: Kurangi sampah plastik, Yogyakarta siapkan gerakan 1.000 “tumbler”

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lamban, rekonstruksi setelah gempa Lombok

Mataram (ANTARA News) – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Mohammad Taufiq kecewa dengan realisasi pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah yang rusak akibat bencana gempa bumi yang belum maksimal.

“Mestinya setiap kita membahasnya, progresnya akan maju. Ini, kok, sangat lamban?” katanya saat mendengarkan paparan kondisi akhir penanganan rumah warga korban gempa melalui laman Diskominfo Lombok Barat, Kamis.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Lombok Barat, Suryakin menuturkan alasan mengapa proses rekonstruksi sangat lamban.

“Pokmas (Kelompok Masyarakat) yang sekian banyak ini masih melakukan tarik ulur,” katanya.

Banyak anggota Pokmas, kata dia, kadang belum sepakat mau membangun rumah tahan gempa yang jenis apa.

Sesuai hasil verifikasi, terdapat sebanyak 72.222 rumah yang rusak, namun yang terisi rekeningnya hanya 72.220 rekening. Selisih 2 orang ini, berada pada data rusak sedang dan rusak ringan.

“Selisih ini memang karena orangnya tidak ada,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Lombok Barat, Ernawati.

Dikatakan, pihaknya mengusulkan kebutuhan dana sebesar Rp1,4 triliun, namun yang terealisasi ke rekening baru mencapai Rp1,130 triliun.

Rinciannya, untuk kategori rusak berat sebanyak 13.942 unit dengan jumlah bantuan sebesar Rp50 Juta per rumah. Sedangkan untuk rumah rusak sedang senilai Rp25 juta per rumah sebanyak 13.563 unit. Dari jumlah tersebut, sudah 100 persen warga menerimanya dengan nilai sebesar Rp316 miliar.

Sedangkan hasil dari percepatan pelayanan satu atap yang berlangsung di Narmada, kata Erni, sampai 15 Februari 2019, untuk percepatan rehab/rekondisi rumah rusak berat yang sudah ditempati oleh masyarakat terdapat 60 unit Risha dan proses finishing sebanyak 260 unit.

“Yang lainya seperti Riko, Risba, dan sebagainya masih dalam proses,” katanya.*

Baca juga: Perbaikan rumah korban gempa Mataram kekurangan Rp55 miliar

Baca juga: Menanti realisasi pembangunan rumah korban gempa Lombok

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wisata medis, branding baru pariwisata NTB

Mataram (ANTARA News) – Branding wisata halal yang diusung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mempromosikan indusri pelancongan dinilai turut mendorong peningkatan angka kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mencanegara.

Keberhasilan Pulau Lombok menyabet Wisata Bulan Madu Halal terbaik di dunia, dan Destinasi Wisata Halal Terbaik di dunia dalam acara World Halal Travel Awards 2015 di Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan branding wisata halal.

Setelah sukses mengusung branding wisata halal, provinsi yang dikenal dengan slogan bumi “Seribu Mesjid” mencoba menginisiasi branding baru wisata medis (medical tourism). Pengembangan wisata medis ini dinilai cukup menjanjikan.

Wisata medis adalah perjalanan seseorang ke luar negeri untuk mendapatan perawatan kesehatan baik general check up, treatment, maupun rehabilitasi. Dalam industri kesehatan, pasien akan lebih cenderung mencari pelayanaan yang aman, nyaman dan berkualitas.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah berkeinginan menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata medis pada masa mendatang. Selain sebagai destinasi wisata halal, Lombok juga memiliki potensi besar dalam mengembangkan pariwisata medis.

Menurut Zul, sapaan Gubernur NTB, pariwisata medis merupakan salah satu segmen pariwisata yang dapat menarik wisatawan yang datang untuk berobat sekaligus berlibur. Ini menjadi gaya hidup di kalangan pesohor berkantong tebal.

Fenomena yang sedang berkembang sekarang ini adalah wisata medis. Karena itu NTB perlu menyasar kelompok segmen tersebut dengan memanfaatkan branding wisata berobat.

Zul mengatakan Lombok yang dikenal sebagai sebuah destinasi wisata dan juga memiliki aspek religiusitas yang kental dapat menjadi tempat yang tepat bagi pasien yang ingin berobat sekaligus berwisata.

Gubernur NTB kelahiran Kabupaten Sumbawa ini berharap, keberadaan mantan Direktur Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) Syamsul Hidayat yang dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata NTB dapat mendorong terciptanya segmen pariwisata medis di Lombok ke depan.

Zul menargetkan Dinas Pariwisata NTB untuk menjadikan Lombok tidak hanya sebagai destinasi wisata halal, tapi juga sebagai destinasi pariwisata medis.

Pengembangan wisata medis tersebut agaknya tak sekedar wacana. Setidaknya ini dibuktikan dengan rencana Pemerintah Provinsi NTB menggandeng empat rumah sakit di Kota Mataram sebagai upaya menjadikan NTB sebagai pusat destinasi wisata medis.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan potensinya cukup menjanjikan jika dikembangkan, dan salah satu contohnya NTB bisa mengikuti jejak Penang, Malaysia.

Faozal mengaku sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat direktur rumah sakit di Kota Mataram untuk mengembangkan wisata medis ini. Sekaligus ini langkah awal Lombok dalam menuju branding wisata medis.

Potensi besar

Sejatinya Lombok memiliki potensi besar mengikuti jejak Penang, Malaysia dalam menarik para pasien yang hendak berobat dan juga berwisata. Lombok mempunyai potensi, sehingga memiliki peluang besar sebagai tujuan wisata medis yang tentunya disertai berbagai persiapan dan pembenahan.

Selama ini Penang merupakan sebuah negara bagian di Malaysia yang memiliki reputasi sebagai salah satu tempat tujuan berobat para pesohor dari Indonesia.

Ungkapan serupa juga disampaikan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri. Ia mengakui potensi pengembangan wisata medis sangat terbuka bagi Lombok.

Menurut dia, NTB berpotensi untuk menjadi tujuan wisata medis. Peluang besar ini perlu dimanfaatkan Kemenkes, Kementerian Kesehatan juga sudah mendorong untuk mengembangkan “medical torism”

Ia mengatakan RSUD NTB sendiri saat ini telah memiliki berbagai fasilitas unggulan, yakni radioterapi untuk penderita kanker. Layanan radioterapi hanya dimiliki 19 rumah sakit di Indonesia, dan RSUD NTB salah satunya. Ini bisa menjadi unggulan dalam wisata medis ke depan.

Hamzi menjelaskan, penyakit tidak menular itu dalam 27 tahun terakhir terus mengalami peningkatan, termasuk kanker yang terkait dengan gaya dan pola hidup seseorang.

RSUD NTB telah memiliki pengalaman dengan mengobati pasien dari Malaysia yang terkena penyakit kanker rahim setahun lalu. Ini menjadi modal dalam mempromosikan wisata medis di Negeri Jiran itu.

Selain memiliki fasilitas radioterapi, faktor keindahan alam Lombok dan NTB umumnya akan menjadi salah satu alasan pasien memutuskan berobat ke Lombok.

Jadi pasien ingin berobat dan juga ingin menikmati keindahan alam Lombok. Karena itu akan dibuat pola, yakni dilakukan perawatan dengan pelayanan yang berkualitas, kemudian kalau sudah agak segar diajak keliling ke sejumlah objek wisata, seperti Pantai Senggigi, dari aspek psikologis ternyata luar biasa dampaknya pasien akan dia merasa nyaman.

Hamzi mengatakan pelayanan kepada warga negara asing (WNA) tentu akan sedikit berbeda karena standar pelayanan yang tinggi, terutama dari sisi SDM dan RSUD NTB sudah memiliki SDM yang memadai untuk melayani pasien dari luar negeri.

Sebagai bentuk persiapan RSUD NTB juga sudah mengirim lima perawat belajar di Korea selama setahun untuk belajar soal keperawatan dan juga membuat jaringan dengan Korea.

Hazmi mengakui kendati sudah memiliki fasilitas memadai, belum banyak pasien dari luar negeri yang berobat sekaligus berwisata di Lombok.

Karena itu ia berharap kerja sama dengan Dinas Pariwisata NTB membuat promosi fasilitas yang ada di RSUD NTB bisa semakin dikenal luas.

Dokter-dokter sudah ada, sudah lengkap, tinggal dikemas dan memperbaiki kualitas layanan untuk menjual dalam bentuk promosi. Karena itu diharapkan dalam MoU dari Dinas Paruwisata NTB bisa membantu promosikan layanan RSUD NTB.

Dengan mengusung branding baru wisata medis, bisnis pelancongan NTB akan semakin berkembang. Kini NTB tak hanya mengandalkan keindahan alam dan pesona bahari sebagai magnet wisata, tetapi wisata medis juga menjadi branding baru wisata “Bumi Gora” ini.*

Baca juga: Operasi plastik alasan utama turis Indonesia pilih wisata medis ke Korsel

Baca juga: Tak cuma K-pop, Korsel tawarkan wisata medis dan kecantikan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden akan buka Munas-Konbes NU

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo akan membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang dihelat di Pondok Pesantren Al Azhar, Banjar, Jawa Barat, pada 27 Februari-1 Maret 2019.
   
“Insya Allah, Presiden Jokowi akan membuka Munas Konbes II ini,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj saat jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis.
   
Dia mengatakan Munas Alim Ulama akan membicarakan masalah-masalah keagamaan yang menyangkut kehidupan umat dan bangsa.
   
Sementara Konbes NU, kata dia, membahas pelaksanaan keputusan-keputusan muktamar dan mengkaji perkembangan program yang telah dicanangkan.
   
Selain itu, Konbes juga memutuskan peraturan organisasi serta menerbitkan rekomendasi.

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan Konbes NU juga akan akan ada laporan-laporan dari badan otonomi, lembaga dan lajnah PBNU.
   
Hasil Munas dan Konbes, kata dia, juga disampaikan kepada pemerintah agar menjadi masukan untuk berbagai kebijakan.
   
Helmy mengatakan Munas dan Konbes di Nusa Tenggara Barat pada 2017 menghasilkan rekomendasi yang fenomenal mengenai perlunya redistribusi aset untuk kesejahteraan umum.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dirjen: Hindarkan masjid dimanfaatkan kelompok penyebar radikalisme

Jakarta (ANTARA News) – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengatakan masjid harus terus dijaga kesuciannya dan dijauhkan dari pihak-pihak yang ingin menjadikannya sebagai tempat untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, bahkan melakukan aktivitas politik.

“Masjid adalah tempat ibadah dan tempat umat untuk mendapatkan kedamaian. Ini harus disadari semua pihak agar masjid tidak dimanfaatkan kelompok tertentu untuk melakukan dakwah negatif melalui hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan lain-lain,” ujarnya  usai menjadi narasumber Rakor Pembentukan Pokja Pendamping Sasaran Deradikalisasi Wilayah Jatim, Jateng, dan DI Yogyakarta di Surabaya, Kamis.

Dikutip dari siaran pers, Muhammadiyah Amin melanjutkan, akhir Oktober 2018 keluar hasil survei Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) tentang masjid terindikasi radikalisme. 

Survei itu menyasar 100 masjid di lingkungan pemerintah dan lembaga.  Hasilnya 41 masjid terindikasi radikalisme.

Dari situ, Kemenag mengundang P3M untuk memaparkan secara detail hasil survei itu, apalagi yang diteliti masjid pemerintahan.

Menurut Muhammadiyah, pihaknya tahu masjid yang ada di lingkungan pemerintahan/lembaga banyak yang ditangani oleh pengurus yang tidak berkompeten. Para pengurus masjid tersebut kurang memiliki ilmu agama dengan baik, sebagian besar merupakan pegawai dan pensiunan kantor kementerian/lembaga tersebut.

Dari masalah itu, Kemenag mengirimkan surat ke setiap Sekretaris Kementerian/Lembaga supaya menempatkan pengurus masjid yang berkompeten. 

“Jangan dibiarkan begitu saja. Karena boleh jadi pengurus masjid yang rata-rata pensiunan kementerian tersebut justru mengundang penceramah yang malah memanfaatkan masjid itu untuk menyebarkan hal-hal negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, bahkan radikalisme,” kata Muhammadiyah.

Belajar dari situ, pembinaan terhadap pengurus masjid, remaja masjid, dan jamaah masjid seluruh masjid di Indonesia harus terus dilakukan. Sejauh ini, lanjut Muhammadiyah, pihaknya selalu melakukan pembinaan mengenai tugas pengurus masjid dan tugasnya membina jamaah. 

Ia juga mengimbau agar para penceramah juga memegang teguh sembilan seruan Menteri Agama tentang ceramah di rumah ibadah.

“Pegang itu. Kalau misalnya ada penceramah menyampaikan hal terlarang, berikutnya jangan dipakai itu. Karena masjid terindikasi hal negatif tidak terlepas dari tiga hal, yaitu jamaah,  pengurus, dan dainya,” ujar Muhammadiyah.

Di tahun politik ini, pengurus dan jamaah masjid juga harus teliti dan selektif dalam mengundang penceramah mengingat masjid sangat rentan dijadikan tempat berkampanye dengan berdalih melakukan dakwah. 

“Jangan sampai masjid yang seharusnya sebagai tempat menebar kesejukan dan kedamaian, justru dijadikan tempat menebar fitnah dan adu domba,” kata Muhammadiyah Amin. 

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

SKK Migas Temukan Tiga Ladang Migas Baru

SKK Migas Temukan Tiga Ladang Migas Baru

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menemukan potensi cadangan migas baru. Tiga ladang itu terdapat di blok CPP, blok South East Madura, dan blok Sakakemang.

Warga tewas tersambar petir

Bojonegoroy (ANTARA News) – Satu warga Desa Kandangan, Bojonegoro, Jawa Timur, atas nama Rajan bin Rochim (60) tewas tersambar petir saat beristirahat usai memanen padi di sawah desa setempat, Kamis.

“Korban tersambar petir bersamaan dengan hujan gerimis saat beristirahat usai makan siang sekitar pukul 11.30 WIB,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia, di Bojonegoro.

Korban, menurut dia, ketika itu bersama dengan sesama buruh panen lainnya, yaitu Supriyanto (49), dan Abdul Rochim (35), juga warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, duduk usai bekerja memanen tanaman padi milik Ramijan yang juga di Desa Kandangan.

“Ketika mereka bertiga beristirahat setelah makan siang, korban ketika duduk berteduh tersambar petir,” ucapnya menambahkan.

Supriyanto yang berada di sebelah korban tahu kondisi korban Rajan bin Rochim, yang tersambar petir itu masih dalam kondisi masih hidup.

Bersama dengan Abdul Rochim, Supriyanto berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan mencarikan rumput jenis “teki” dan “glinting” yang diyakini bisa menyembuhkan korban tersambar petir.

“Pada waktu itu jantung korban masih berdenyut. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Trucuk. Tapi dokter puskesmas Teguh Sulistyono menyatakan korban sudah meninggal dunia,” kata dia menjelaskan.

Dari hasil pemeriksaan secara medis, lanjut dia, pada tubuh korban terdapat luka lebam pada punggung kiri, paha kiri luar, mengeluarkan aroma hangus, dan telinga kanan mengeluarkan darah.

“Setelah dilakukan pemeriksaan korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.

Ia menambahkan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bojonegoro untuk korban tersambar petir memperoleh santunan uang sebesar Rp2,5 juta yang diserahkan kepada ahli warisnya.

“Selama musim hujan tahun ini baru sekali ini ada korban meninggal tersambar petir,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan Februari, karena selain rawan angin kencang juga petir.*

Baca juga: Tersambar petir, nelayan Sungailiat alami luka bakar

Baca juga: Pelajar SD di Inhu tersambar petir saat tidur lelap

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ibu Bhayangkari se -Indonesia kunjungi pabrik dodol

Anggota Bhayangkari Irwasum Mabes Polri dan Irwasda dari seluruh Polda se Indonesia mencoba mengadon dodol saat mengunjungi pabrik dodol Ny Lauw di Neglasari, Tangerang, Banten, Kamis (21/2/2019). Selain mengunjungi pabrik dodol kunjungan kerja para ibu Bhayangkari ini juga mengunjungi sejumlah ikon yang ada di kota Tangerang. ANTARA FOTO/Muhmmad Iqbal/ama.

Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang belum stabil

Manado (ANTARA News) – Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro belum stabil atau masih proses erupsi walaupun intensitasnya fluktuatif, kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Devy Kamil Syahbana.

“Aktivitasnya masih tetap tinggi, masih merekam adanya aktivitas embusan dan guguran, begitu pun dengan gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal,” katanya melalui percakapan telepon di Manado, Kamis.

Terjadinya guguran mengindikasikan masih terjadi lelehan lava, sedangkan embusan menandakan masih ada gas yang dilepaskan.

Dia mengatakan gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal menunjukkan masih terjadi pergerakan magma dari kedalaman ke permukaan.

Saat ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di zona bahaya, yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan), serta area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah barat-barat laut sejauh tiga kilometer, dan ke arah barat laut-utara sejauh empat kilometer.

Masyarakat sekitar Gunung Karangetang di area barat laut-utara dari kawah dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba, dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara itu, yaitu di luar zona bahaya.

“Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” katanya.

Dia berharap, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.

Gunung Karangetang di Pulau Siau itu erupsi pada Sabtu (2/2), selain memutuskan akses jalan darat, warga diungsikan ke tempat aman untuk menghindari ancaman awan panas guguran.*

Baca juga: Letusan Gunung Karangetang sebabkan jembatan Batubulan rusak

Baca juga: Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih fluktuatif

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPN Kalsel perjuangkan 13 ribu rumah di sempadan sungai bersertifikat

Banjarmasin  (ANTARA News) – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah Kalimantan Selatan  memperjuangkan sekitar 13 ribu rumah yang ada di sempadan sungai di Kota Banjarmasin maupun Kabupaten Banjar untuk mendapatkan sertifikat.

Kepala Kantor Wilayah (Kakakanwil) BPN Provinsi Kalimantan Selatan Yuniar Hikmat Ginanjar di Banjarmasin Kamis mengatakan, pihaknya telah mendata rumah maupun tanah yang ada di sepanjang sempadan sungai tersebut.

Menurut dia, BPN kberomitmen agar masyarakat lokal yang sudah hidup puluhan tahun secara turun temurun tersebut, memiliki kekuatan hukum atas hak tanah yang mereka tempati.

Apalagi, tambah dia, surat dari Kantor BPN Kota Banjarmasin terkait persoalan tersebut, sudah ada di Kantor BPN Wilayah Kalsel, untuk segera ditindaklanjuti ke pusat.

“Kami telah berkomitmen untuk terus membantu mengangkat kearifan lokal, keberadaan rumah-rumah di bantaran sungai, juga merupakan kearifan lokal yang harus dibantu mendapatkan kekuatan hukum,” katanya.

Yuniar optimistis, upaya tersebut sangat mungkin berhasil dan masyarakat bisa mendapatkan sertifikat secara gratis.

Dia akan menyampaikan persoalan tersebut ke Kementerian Pertanahan, agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai mendapatkan dispensasi.

Sebelumnya, BPN telah menawarkan surat hak pakai bangunan kepada sebagian masyarakat yang tinggal di sempadan sungai.

Namun, tambah dia, masyarakat tidak berkenan dengan surat hak pakai tersebut, karena yang mereka harapkan adalah sertifikat.

“Sebenarnya status sertifikat, hak pakai, hak milik, sporadik dan lainnya adalah sama, saat digusur ganti rugi atas tanah dan bangunan sama dengan yang bersertifikat,” katanya.

Namun, pihaknya akan membantu masyarakat mendapatkan sertifikat sesuai harapan mereka.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalsel Hermansyah Manaf mengatakan, kinerja BPN saat ini luar biasa, banyak masyarakat yang terbantu dan bersyukur mendapatkan sertifikat secara gratis.

“Kami sangat puas dengan kinerja BPN, luar biasa, banyak masyarakat yang kini memiliki kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah mereka,” katanya.

Terbukti, tiap tahun selalu ada penyerahan sertifikat gratis kepada masyarakat.

Herman juga mendukung, upaya BPN memberikan sertifikat kepada masyarakat di bantaran sungai, yang secara turun temurun sudah tinggal di daerah tersebut.

“Selama tidak mengganggu ekosistem dan jalannya aliran sungai, serta tidak menutupi bantaran sungai, saya rasa masyarakat berhak mendapatkan sertifikat,” katanya.

Salah satu warga Gang Bersama Kelurahan Basirih Selatan Zulkifli menyambut baik kabar tentang rencana program sertifikasi tanah di sempadan sungai oleh BPN tersebut.

Dia mengungkapkan, sudah enam bulan dirinya serta warga di sekitar yang tinggal di pinggiran sungai Martapura di jalan Tembus Mantuil mengajukan permohonan sertifikasi tanah yang mereka tempati.

Namun hingga kini belum ada titik terang, padahal jarak antara rumahnya dengan sempadan sungai sekitar 50 meter lebih, dikarenakan berdasarkan tata ruang termasuk dalam jalur hijau.

Sebelumnya, Rabu (20/2) Badan Pertanahan Nasioanal (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan kembali melaksanakan program sertifikasi gratis untuk 69 ribu bidang tanah pada 2019.

Menurut Hikmat Ginanjar usai membuka Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2019, selain melakukan sertifikasi pihaknya juga melaksanakan program pemetaan tanah seluas 140 ribu bidang.

Baca juga: Kalsel target tanam 59.000 hektare lahan kritis
Baca juga: Presiden targetkan bagi-bagi 3 Juta hektare lahan perhutanan sosial
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dana jamkesda warga miskin mulai “kritis”

Jember (ANTARA News) – Dana jaminan kesehatan daerah (jamkesda) untuk warga miskin yang menggunakan surat pernyataan miskin (SPM) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dianggarkan melalui APBD Jember 2019 dalam kondisi “kritis” karena sudah terserap sekitar 80 persen dari total anggaran Rp3 miliar untuk setahun.

“Berdasarkan hasil rapat dengar pendapat dengan tiga rumah sakit daerah, yakni RSD dr Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat, tercatat penggunaan dana jamkesda di tiga rumah sakit tersebut sudah mencapai Rp2,3 miliar untuk Januari saja, padahal masih ada 11 bulan ke depan,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Jember Nurhasan di Jember, Kamis.

Menurutnya, DPRD Jember menganggarkan dana jamkesda yang menggunakan SPM hanya sebesar Rp3 miliar dengan asumsi capaian “Universal Health Coverage” (UHC) sekitar 90 persen pada Tahun 2019, sehingga tidak banyak warga yang akan menggunakan SPM karena sudah terjamin dengan BPJS Kesehatan.

“Namun kenyataannya baru 64 persen hingga Februari 2019, sehingga sebagian warga miskin yang tidak tercover BPJS yang ditanggung oleh pemerintah tetap menggunakan kartu SPM untuk bisa berobat di tiga rumah sakit pemerintah daerah tersebut,” ucap politisi PKS Jember itu.

Berdasarkan data, pengeluaran RSUD dr Soebandi untuk pasien miskin yang menggunakan SPM sebesar Rp1 miliar setiap bulannya, kemudian RS Kalisat sekitar Rp500 juta, dan RSUD Balung pada Januari 2019 telah mengeluarkan biaya sebesar Rp800 juta untuk warga misin yang belum tercover jaminan kesehatan nasional yang dibiayai pemerintah.

“Setiap bulan dana untuk pasien miskin yang menggunakan kartu SPM mencapai Rp1 miliar, bahkan kemungkinan hingga pertengahan Februari 2019 sudah mencapai Rp1,5 miiliar, namun angka pastinya masih belum kami hitung,” kata Direktur RSUD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono.

Meskipun menipisnya anggaran SPM untuk pengobatan warga miskin yang dialokasikan dalam APBD, ketiga rumah sakit sepakat untuk tidak menolak pasien miskin yang datang di RSUD dr Soebandi, RSUD Balung, dan RSUD Kalisat.

“Kami akan tetap melayani masyarakat yang berobat ke rumah sakit, meskipun anggarannya tidak ada dan klaim tetap kami ajukan seperti biasanya, sehingga harapan rumah sakit bisa ada tambahan dalam perubahan APBD 2019,” tuturnya.*

Baca juga: Bekasi lunasi tagihan 39 rumah sakit swasta pada Maret

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

10 kecamatan di Jember terdampak angin kencang

Sebanyak 10 Kecamatan yang diterjang angin kencang dan puting beliung, yakni Kecamatan Sumberbaru, Tanggul, Balung, Jenggawah, Ajung, Kaliwates, Sumbersari, Patrang, Jelbuk, dan Mumbulsari, namun tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia akibat benc

Jember (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur mencatat 10 kecamatan terdampak angin kencang pada 16-20 Februari 2019.

“Sebanyak 10 Kecamatan yang diterjang angin kencang dan puting beliung, yakni Kecamatan Sumberbaru, Tanggul, Balung, Jenggawah, Ajung, Kaliwates, Sumbersari, Patrang, Jelbuk, dan Mumbulsari, namun tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana tersebut,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo di Jember, Kamis.

Ia mengatakan angin kencang dan puting beliung tersebut menyebabkan tiga orang mengalami luka sedang hingga ringan, namun semuanya sudah mendapat pertolongan dari puskesmas dan rumah sakit terdekat.

“Dampak kerugiannya sebanyak 94 rumah rusak ringan, 19 rumah rusak sedang, tiga rumah rusak berat, 191 kepala keluarga terdampak, Bandara Notohadinegoro Jember rusak ringan, Puskesmas Sumbersari rusak ringan, empat fasilitas pendidikan rusak, dan lima fasilitas ibadah juga rusak,” tuturnya.

Selain itu, pihak Pusdalops BPBD Jember mencatat 65 pohon tumbang yang menganggu arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan hingga menyebabkan kemacetan karena pohon tumbang tersebut melintang di tengah jalan, kemudian jaringan Telkom dan PLN terputus, hingga akses jalan desa juga terputus.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada terutama bencana angin kencang dan puting beliung yang terjadi selama peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau, bahkan kami juga meneruskan informasi peringatan dini dari BMKG melalui media sosial, komunitas, dan media, agar disebarkan kepada masyarakat,” katanya.

Angin kencang dan puting beliung pada Sabtu (16/2) dan Selasa (19/2) sore menyebabkan sejumlah sarana dan prasarana PLN rusak, yakni 14 penyulang padam, 48 tiang listrik patah dan roboh, 1.080 gardu padam, dan pemadaman listrik di 341.444 rumah pelanggan PLN di Kabupaten Jember dan Lumajang.

“Perbaikan jaringan listrik di wilayah PLN Area Jember-Lumajang sudah tuntas 100 persen pascabencana angin kencang, sehingga seluruh rumah pelanggan yang mengalami pemadaman listrik sudah bisa menyala kembali pada Rabu (20/2) malam,” kata Manajer PLN Area Jember-Lumajang Ardian Egusfi.

Baca juga: Angin kencang landa 5 kecamatan di Jember
Baca juga: Dampak angin kencang, ribuan rumah di Jember-Lumajang alami padam listrik

Pewarta:
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot Depok akan renovasi 10 puskesmas

Depok  (ANTARA News) – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim)  Pemerintah Kota Depok akan merenovasi 10 gedung pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), yang ditargetkan selesai pada Desember 2019.

“Renovasi ini untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana (sarpras) pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Depok,” kata Kepala Bidang Tata Bangunan, Disrumkim Kota Depok, Suwandi di Depok, Kamis.

Sepuluh Puskesmas itu yaitu Puskesmas Cisalak Pasar, Puskesmas Pasir Gunung Selatan, Puskesmas Cipayung, Puskesmas Pancoran Mas, Puskesmas Abadi Jaya, Puskesmas Rangkapan Jaya, Puskesmas Bakti Jaya, Puskesmas Mekarsari, Puskesmas Sukmajaya, dan Puskesmas Tugu.

Suwandi mengatakan renovasi terhadap beberapa Puskesmas ini sebagian besar berupa rehab ringan. Mulai dari perbaikan atap, plafon, kamar mandi, hingga penambahan ruangan baru.

“Saat ini, kita sedang penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pengerjaannya akan dilakukan sekitar bulan Mei. Rata-rata nilai rehabnya di bawah Rp200 juta, sehingga tidak melalui mekanisme lelang,” katanya.

Ia mengatakan anggaran renovasi sejumlah gedung Puskesmas tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok. Sementara, total anggaran untuk rehab 10 Puskesmas sebesar Rp1,9 miliar.

Mudah-mudahan dengan adanya renovasi ini, kualitas pelayanan kesehatan di Depok semakin baik,” katanya.

Baca juga: Depok akan tambah jumlah Puskesmas 24 jam
Baca juga: Pemerintah bangun 256 Puskesmas sepanjang 2018

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lalu lintas padat merayap akibat Munajat 212

Jakarta (ANTARA News) – Arus lalu lintas padat merayap di sekitar area Munajat 212 (21 Februari) yang dilaksanakan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis.
   
Kepadatan kendaraan terpantau di Jalan Juanda, Jalan Pos, Jalan Pintu Air Raya dan jalan di sekitar kegiatan Munajat 212.
   
Di jalan-jalan tersebut, sepeda motor dan mobil banyak memadati jalan karena selain kegiatan Munajat 212 juga dipenuhi aktivitas warga yang hendak pulang dari tempat kerjanya.
   
Sementara bagian dalam Monas terpantau lengang karena kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta itu banyak terkonsentrasi di area barat dan utara Monas.
   
Selanjutnya, area parkir di Stasiun Gambir juga padat dampak dari kegiatan Munajat 212. Jalan Medan Merdeka Selatan juga terdampak kemacetan karena sebagian badan jalan digunakan untuk parkir kendaraan bermotor.
   
Adapun kegiatan Munajat 212 diselenggarakan pada Kamis malam di Monas.
   
Beberapa agenda yang akan dilakukan adalah shalat Maghrib dan Isya berjamaah, dzikir, shalawatan, penyampaian sambutan dari Ketua Umum MUI DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta.*

Baca juga: Waketum MUI berharap Malam Munajat 212 tidak bermuatan politik praktis

Baca juga: Sebanyak 12.000 personel gabungan mengamankan Malam Munajat 212

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi sudah di Singapura, disambut AHY

ANTARA – Presiden Joko Widodo, tiba di Singapura, Kamis sore waktu setempat dengan agenda tunggal menjenguk mantan ibu negara Ani Yudhoyono, yang dirawat, di National University Hospital, Singapura, karena kanker darah. Jokowi disambut oleh Agus Harimurti Yudhoyono dan Hatta Rajasa begitu tiba di Singapura. Begitu selesai menjenguk Ani, Jokowi akan langsung kembali ke Indonesia.

10 sungai di Kudus diusulkan dinormalisasi untuk cegah banjir

Kudus  (ANTARA News) – Sebanyak 10 sungai di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diusulkan untuk segera dinormalisasi guna mencegah banjir sebagaimana sering kali melanda sejumlah tempat di daerah itu.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat rapat koordinasi dengan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serang Lusi Juana di ruang Command Center Kudus, Kamis.

Bupati Tamzil mengatakan normalisasi sungai memang perlu dilakukan untuk menghindari banjir.

“Berganti bupati berulang kali sekali pun, tidak akan menyelesaikan masalah banjir sepanjang belum ada normalisasi sungai,” ujarnya.

Ia mengakui normalisasi sungai memang terkendala anggaran, namun pemkab akan tetap mengupayakan dan mendesak supaya normalisasi bisa segera dilaksanakan.  

Sebanyak 10 sungai yang perlu dinormalisasi, yakni Sungai Piji, Sungai Dawe, Sungai Tumpang, Sungai JU1, Sungai Jumirah, SWD 1, SWD 2, JU 3/1, JU 3B, dan Sungai Gelis.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana Dwi Cahyo Handono Setyawan mengungkapkan normalisasi sejumlah sungai di Kudus memang membutuhkan anggaran besar.

“Untuk merealisasikannya tentu menunggu keputusan dari pusat. Kami tetap mengupayakan pengambilan dana dari anggaran yang lain terlebih dahulu,” ujarnya.

Nantinya, kata dia, akan ada skala prioritas untuk kegiatan normalisasi yang sekiranya rawan mengakibatkan banjir.

Pengerjaannya, lanjut dia, bisa dimulai tahun depan dan akan menggunakan anggaran Rp40 miliar. 

Aliran sungai yang akan dinormalisasi untuk pertama kalinya, yakni JU 1.

Apalagi, perencanaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang Lusi Juana juga sudah disiapkan oleh BBWS.

“BBWS juga sudah menyiapkan desainnya, termasuk dari pemerintah daerah juga disiapkan,” ujarnya.

 Baca juga: Ratusan meter tanggul sungai di Kudus kritis
Baca juga: Walhi temukan limbah B3 dibuang ke Citarum

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penelitian dahak untuk deteksi TBC

Mahasiswa kedokteran meneliti sputum atau dahak saat praktikum di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/2/2019). Penelitian tersebut bertujuan untuk mengenali dan mendeteksi adanya bakteri Tuberculosis (TBC) yang merupakan penyakit menular serta menyebabkan kematian bagi masyarakat di Indonesia dengan cara pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) pada dahak. ANTARA FOTO/Moch Asim/ama.

Bongkar muat ternak di Pelabuhan Kalbut

Sejumlah buruh angkut menurunkan sapi dengan cara dilempar ke laut dari perahu motor di Pelabuhan Kalbut, Mangaran, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (21/2/2019). Proses bongkar muat hewan ternak seperti sapi dan kambing dari kepulauan Madura terpaksa dilempar ke laut karena perahu motor tidak dapat merapat ke dermaga. ANTARA FOTO/Seno/ama.

Marty Natalegawa jenguk Ani Yudhoyono

Singapura (ANTARA News) – Mantan Menteri Luar Negeri yang kini aktif di Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) Marty Natalegawa menjenguk Kristiani Herawati, istri mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dirawat di National University Hospital Singapura.

“Semoga Ibu bisa segera pulih kesehatannya,” kata Marty saat ditemui Antara di Singapura, Kamis.

Ia yang datang menggunakan jas resmi itu, mengatakan datang atas nama pribadi, bukan mewakili PBB.

“Saya datang secara pribadi saja, menjenguk ibu,” kata Marty.

Dalam kunjungan relatif singkat itu, Marty tidak dapat bertemu Ani.

Ia juga tidak melakukan panggilan telepon video dengan mantan first lady itu.

Marty mengatakan diterima oleh SBY dan sempat berbincang sejenak dengan mantan kepala negara.

Selain Marty, sejumlah pejabat dan mantan pejabat terus menjenguk mantan ibu negara di Singapura.

Tamu yang datang, antara lain politikus Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan Asman Abnur. Kedua politikus diterima langsung oleh besan SBY, Hatta Rajasa.

“Bu Ani supaya lekas sembuh, Pak SBY yang sabar Pak,” kata Zulkifli Hasan.

Ia menyatakan bahwa seluruh masyarakat Indonesia senantiasa mendoakan bagi kesembuhan mantan ibu negara.

Baca juga: AHY sebut tim dokter masih observasi kesehatan Bu Ani

Baca juga: Sutiyoso sebut Bu Ani dalam perawatan ketat

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan orang punguti sampah pantai Ujung Pandaran

Sampit (ANTARA News) – Lebih dari 300 peserta beramai-ramai membersihkan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit yang merupakan objek wisata andalan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kolektif serta membangun optimisme bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk generasi muda. Gerakan seperti ini saya harap tidak hanya hari ini saja, tetapi berlanjut,” kata Direktur Polairud Polda Kalteng, Kombes Pol Badarudin di Sampit, Kamis.

Bakti sosial ini digagas Direktorat Polairud Polda Kalteng melibatkan pemerintah daerah, instansi vertikal terkait, pelajar, karyawan swasta dan masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional(HPSN).

Kegiatan yang diawali upacara dipimpin oleh Badarudin, juga mereka laksanakan serentak di seluruh daerah aliran sungai di Kalteng.

Badarudin berbaur bersama ratusan peserta memunguti sampah di pantai yang menghadap Laut Jawa tersebut. Sampah berasal dari pengunjung yang membuang sampah sembarangan, serta sampah dari wilayah lain yang terbawa arus laut dan terdampar di pantai itu.

Peserta sangat antusias karena mereka menyadari objek wisata tersebut menjadi salah satu simbol Kotawaringin Timur.

Jika objek wisata itu kotor dan wisatawan enggan datang, maka dampaknya juga akan berpengaruh terhadap nama baik daerah.

Peserta bahu-membahu membersihkan sampah dan mengumpulkannya. Selanjutnya sampah diangkut menggunakan truk untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah yang disiapkan pemerintah daerah.

“Kegiatan itu merupakan salah satu upaya menjaga kebersihan, keindahan dan keasrian, khususnya wilayah Pantai Ujung Pandaran. Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah yang ingin menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata di Kalteng,” katanya.

Badarudin juga mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik. Selain agar lingkungan makin bersih dan sehat, sampah juga bisa menghasilkan uang jika dipilah dan dikelola dengan baik, seperti untuk kerajinan tangan, pupuk dan barang bernilai ekonomi lainnya.

“Kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah agar masyarakat lebih peduli dan memperhatikan lingkungan sekitar, karena kalau kita membuang sampah sembarangan maka akan sangat merugikan sekali untuk kehidupan kita sendiri,”katanya.

Sementara itu, Polres Kotawaringin Timur juga melaksanakan kegiatan sosial memperingati HPSN.

Selain bakti sosial membersihkan sampah, kegiatan yang dipimpin Kapolres AKBP Mohammad Rommel itu juga diisi upacara dan kunjungan ke tempat pembuangan akhir(TPA) sampah di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 14 Sampit.

Baca juga: Ibu Negara kampanye kebersihan lingkungan dengan aksi bersih pantai
Baca juga: Bhayangkari Polres Bangka gelar bersih pantai
Baca juga: Dua menteri pimpin bersih pantai di Kuta

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sutiyoso jenguk Ani Yudhoyono

(Antara)-Mantan Gubernur DKI Jakarta sutiyoso dan istri juga menjenguk Ani Yudhoyono, istri dari presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang dirawat karena kanker darah di National University Hospital, Singapura, pada Kamis 21 Februari 2019.

Sungai meluap rendam perumahan warga Tulangbawang Lampung

 Tulangbawang (ANTARA News) – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tulangbawang, Lampung mengakibatkan rumah-rumah di sekitar aliran sungai (Way) Tulangbawang terendam air dan membuat penghuninya mengungsi. 

“Sebanyak delapan kepala keluarga di Kampung Palembang, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam air luapan Way Tulangbawang Lampung,” kata Husen, warga Menggala, Tulangbawang, Kamis.

Warga terdampak banjir tersebut terpaksa mengungsi di masjid terdekat, ujarnya. 

Ia menyebutkan,  terdapat 226 KK lagi dari Kampung Bugis dan Palembang yang telah bersiap-siap mengungsi jika sungai Tulangbawang semakin meluap. 

Samsudin warga Desa Bugis mengatakan, Way Tulangbawang telah meluap sejak Rabu (20/2) dinihari. Namun, air baru masuk ke rumahnya pada keesokan harinya.

Ia mengaku telah mengevakuasi barang-barang berharga, seperti surat-surat penting dan barang elektronik lainnya. 

“Untuk sementara belum mengungsi, mungkin nanti kalau air semakin deras masuk ke dalam rumah, kita sekeluarga baru mengungsi,” ujar  Samsudin

Banjir tersebut bahkan merendam tiga rumah warga Kampung Bugis hingga hampir melewati atapnya.

Baca juga: Banjir melanda Kabupaten Tulangbawang Barat-Lampung
Baca juga: Puluhan hektare sawah terendam banjir di Musi Rawas Utara

 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Petani tambak Sidoarjo tinggikan tanggul antisipasi rob

Sidoarjo (ANTARA News) – Petani tambak di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur meninggikan tanggul tambak mereka sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya rob di wilayah itu.

Salah satu petani tambak di Kecamatan Sedati, Khumaidi, di Sidoarjo, Kamis, mengatakan peninggian tanggul tersebut dilakukan supaya air laut tidak masuk tambak mereka.

“Biasanya ditinggikan sekitar 50 centimeter dibandingkan dengan ketinggian aslinya supaya air banjir tidak masuk ke dalam tambak,” ujar dia.

Selain melakukan peninggian tambak, pihaknya juga melakukan pemasangan jaring supaya ikan di dalam tambak tidak ikut keluar saat terjadi banjir.

“Beruntung pada tahun ini banjir tidak begitu parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu karena pada tahun ini banjir tidak dibarengi dengan hujan, sehingga air banjir bisa dikendalikan,” ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa rob juga terjadi di tambak yang wilayahnya berbatasan langsung dengan laut, sedangkan untuk wilayah yang agak jauh dari laut tidak begitu terdampak.

“Namun demikian, kami sebagai petani tambak tetap harus waspada terutama pada malam hari, karena biasanya banjir tersebut terjadi pada malam hari,” kata dia.

Ia mengatakan sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terjadi rob.

“Sampai dengan hari ini potensi banjir tersebut masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo,” kata dia.

Baca juga: 700 hektare tambak garam Cirebon terendam rob
Baca juga: Ratusan hektar tambak udang jebol akibat rob
Baca juga: Banjir rob tenggelamkam ratusan tambak di Belawan

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kepala BNN: Kalimantan Timur masuk wilayah rawan narkoba

Samarinda (ANTARA News) – Kepala Badan Narkotika Nasional, Komisaris Jenderal Polisi Heru Winarko, menegaskan, Kalimantan Timur termasuk di antara beberapa daerah yang dianggap rawan peredaran narkoba.
Berdasarkan catatan BNN, Kalimantan Timur menempati peringkat lima rawan narkoba dari 34 provinsi.

“Berdasarkan peringkat memang Kaltim telah menurun ketimbang 2017 yang berada di peringkat tiga,” kata dia, di Samarinda, Kamis.

Ia mengatakan peringkat lima besar adalah daerah yang sangat rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Kaltim sudah menurun peringkatnya jadi kelima. Tapi supply narkoba di sini rawan sekali karena langsung berbatasan dengan negara tetangga,” katanya.

Narkoba dari luar mudah masuk ke Kalimantan Timur baik melalui darat, laut, maupun paket udara.

Ia menyebutkan, pengguna narkoba di Kalimantan Timur cukup besar, yaitu sekitar 2,1 juta orang, dengan rincian 57 persen merupakan pengguna coba pakai, 27 persen pengguna teratur, dan 16 persen dikategorikan sebagai pecandu.

Ia membeberkan fakta bahwa di Provinsi Kaltim terdapat tujuh kawasan yang merupakan sarang narkoba. “Saya rasa semua masyarakat Kaltim sudah tahu tempat – tempat ini, Kampung Pelita, Sungai Dama, Lambung Mangkurat, Jalan Pesut, Selili, Kampung Baru Ulu, dan Kampung Baru Pelabuhan,” ujarnya.
 

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri LHK ajak samakan langkah untuk kelola sampah

Sorong (ANTARA News) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengajak seluruh pihak mewujudkan kesamaan langkah dan kepedulian pengelolaan sampah dengan memanfaatkan momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019. 

Berdasarkan keterangan tertulis diterima di Sorong, Kamis, ajakan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Gerakan Indonesia Bersih yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan dihadiri oleh Gubernur, Walikota, Bupati serta para Kepala Dinas Lingkungan Hidup di seluruh Indonesia yang bertempat di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perhatian nasional dan internasional pada sampah juga tertuju pada sampah plastik, dengan segala potensi akibatnya kepada manusia dan satwa. Sampah plastik di laut ukuran mikro atau marine debris sangat berbahaya karena menganggu kesehatan apabila debris masuk dalam pencernaan ikan dan masuk dalam sistem rantai pangan. 

“Pemerintah Indonesia bertekad untuk kita bersama dapat mengatasi masalah sampah laut dan plastik di Indonesia,” katanya. 

Program Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu Gerakan Revolusi Mental yang tercantum dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2016 dimana Momentum Gerakan Revolusi Mental ini bertepatan dengan tanggal 21 Februari yang merupakan Hari Peduli Sampah Nasional. 

Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk kontemplasi atas belum optimalnya pengelolaan sampah yang mengakibatkan korban jiwa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada 2005.

Fokus Program Gerakan Indonesia Bersih memberikan penekanan, pertama, pada peningkatan perilaku hidup bersih sehat lingkungan keluarga, satuan pendidikan, kerja, dan komunitas. Kedua, peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang perilaku hidup bersih dan sehat.

Ketiga, pengembangan sistem pengelolaan sampah yang holistik dan terintegrasi termasuk kali bersih, sarana dan prasarana pelayanan publik. Keempat, penyempurnaan peraturan perundang-undangan (deregulasi).

Kelima, pemberian kemudahan bagi perusahaan/swasta/lembaga yang melakukan pengelolaan sampah. Keenam, mengutamakan peran serta masyarakat di dalam menunjang perilaku bersih dan sehat.

Ketujuh, peningkatan penegakan hukum di bidang kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Baca juga: Buang sampah sembarangan di Biak dikenai sanksi Rp10 juta
Baca juga: Memilah sampah di rumah ala Tasya Kamila
Baca juga: Yogyakarta akan tingkatkan kapasitas produksi Rumah Kompos

 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Sangihe segera terbitkan perbup sampah plastik

Kepulauan Sangihe,  (ANTARA News) – Bupati Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara, Jabes Ezar Gaghana akan segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur pemanfaatan bahan-bahan dari sampah plastik.

“Pemerintah Kabupaten Sangihe segera menerbitkan Peraturan Bupati guna mengatur pemanfaatan sampah termasuk sampah plastik,” kata Bupati Jabes Gaghana di Tahuna, Kamis.

Menurut Bupati, Peraturan Bupati tersebut diterbitkan untuk mengatur pengolahan sampah termasuk mengurangi atau mencegah sampah plastik yang dibuang sembarangan tempat.

Pernyataan Bupati Jabes Gaghana, diungkapkan saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tingkat Kabupaten Sangihe, dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Santiago Tahuna.

Pada awal tahun ini, pemerintah Kabupaten Sangihe telah mencanangkan program pengurangan sampah plastik.

Kepada warga Sangihe, Bupati menghimbau agar membatasi penggunaan pembungkus atau kemasan dari plastik.

Bupati meminta kepada semua satuan kerja perangkat daerah agar mensosialisasikan penggunaan air mineral dalam dispenser pada setiap acara atau kegiatan.

Langkah inipun mulai diikuti oleh warga masyarakat dalam setiap acara ataupun kehidupan keluarga sehari-hari.

“Saya bersyukur sebab sebagian masyarakat sudah tidak lagi menggunakan air mineral dalam kemasan gelas atau botol kecil,” kata Bupati.

Melihat respon positif ini, Bupati merasa perlu untuk membuat aturan sebagai payung hukum yang wajib dipatuhi oleh semua pihak.

Para pengusaha diminta agar tidak lagi menggunakan tas plastik sebagai pembungkus atau tas belanjaan.

Menurut Bupati, pada tahun 2019 ini, diharapkan sinergi masyarakat dengan pengusaha dan pemerintah kiranya semakin kuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kami berharap, sinergi masyarakat dan pengusaha serta pemerintah semakin kuat guna menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan bersih,” kata Bupati.

Kebiasaan membuang sampah di sembarangan tempat sudah harus dihilangkan. “Mari kita biasakan membuang sampah di tempat yang sudah disiapkan, agar lingkungan kita tetap bersih,” kata Bupati.

Baca juga: Menteri LHK ajak samakan langkah untuk kelola sampah
Baca juga: “Miss Pure International” promosikan Bali perangi sampah plastik
Baca juga: Ada insentif bagi daerah yang batasi penggunaan kantong plastik

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Diimbah dan Hamidah Jadi Penghuni Baru Medan Zoo

(Antara)-Dua individu orangutan Kalimantan tiba di Medan zoo dan menjadi penghuni baru di Taman Margasatwa tersebut. Orangutan Kalimantan yang datang ini merupakan orangutan pertama yang ditangkar di Medan Zoo. Kehadiran Diimbah dan Hamidah, nama orangutan tersebut,  merupakan bagian dari program pertukaran satwa Medan Zoo dengan Taman Margasatwa Ragunan.

Jokowi dan Ibu Negara semangati Ani Yudhoyono agar lekas sembuh

Kami dan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan untuk kesembuhan Ibu,

JakaJakart (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memberikan semangat untuk kesembuhan mantan Ibu Negara, Kristiani Herrawati Yudhoyono, yang dirawat di National University Singapura, karena menderita kanker darah.

“Kami dan seluruh masyarakat Indonesia mendoakan untuk kesembuhan Ibu,” ucap Presiden Jokowi seperti yang dirilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Kamis.

Presiden dan Ibu Negara sekitar pukul 16.40 waktu setempat (WS) tiba di National University Singapore (NUH) tempat Ibu Ani Yudhoyono dirawat.

Kedatangan Presiden dan Ibu Iriana langsung disambut putra pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono dan besan, Hatta Rajasa.

Selepas itu, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju lantai 8, tempat dirawatnya Ibu Ani Yudhoyono dan disambut SBY serta menantunya, Annisa Pohan.

“Terima kasih atas kedatangannya Bapak Presiden,” ucap SBY.

Presiden dan Ibu Iriana kemudian melihat Ibu Ani. Setelah itu, Presiden dan Ibu Iriana berbincang-bincang dengan SBY di sebelah ruang perawatan.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Hatta Rajasa, putra bungsu Presiden Kaesang Pangarep, Agus Harimurti, dan Annisa Pohan.

Sekitar pukul 17.20 waktu setempat, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan terbatas meninggalkan National University Singapore menuju Bandara Udara Internasional Changi Singapura untuk langsung kembali ke Jakarta. 
  Presiden Joko widodo dan Ibu Iriana serta putra bungsu Presiden Kaesang Pangarep saat meninggalkan National University Singapura, Kamis (21/2/2019), usai menjenguk mantan Ibu Negara, Kristiani Herrawati Yudhoyono. Agus Harimurti Yudhoyono dan Hatta Rajasa mengantar samapai halaman National University Singapura. (Biro Pers Setpres RI)
Baca juga: Presiden Jokowi jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

Baca juga: Presiden ajak masyarakat doakan kesembuhan Ibu Ani

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah akomodasi ASN golongan III miliki rumah bersubsidi

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah mengakomodasi aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri golongan III untuk membeli rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sehingga akan semakin banyak ASN dapat memiliki rumah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, usai memimpin rapat Pengadaan Rumah bagi ASN, TNI dan Polri di Jakarta, Kamis, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat mencapai target 1 juta rumah bersubsidi di tahun 2019.

“Kita tahu begitu banyak ASN yang belum mempunyai rumah yang wajar, ASN dan TNI/Polri. Rencana tahap pertama ini 1 juta bangun, dengan subsidi bunga dan sedikit uang muka juga, dengan FLPP. Segera tahap awalnya itu sampai dengan (pegawai) golongan III,” kata Wapres JK usai rapat di kediaman dinas wapres di Jakarta, Kamis.

Wapres mengatakan kebijakan untuk pemenuhan kebutuhan tempat tinggal untuk ASN, anggota TNI dan anggota Polri tersebut sedang disusun rumusan perubahan peraturannya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kita tidak membangun, tapi ASN yang mau beli rumah boleh beli di pengembang tapi Pemerintah mensubsidi pembiayaannya. Rumusannya sedang dibuat, siapa yang berhak, berapa subsidi bunganya, sehingga ASN itu sanggup,” jelas Wapres.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan pihaknya akan mengubah Permen Nomor 26/PRT/M/2016 dan Kepmen Nomor 552/KPS/M/2016 untuk penyesuaian terkait siapa yang berhak memiliki rumah bersubsidi dengan skema FLPP tersebut.

Perubahan peraturan tersebut mencakup batas maksimal pendapatan dari Rp4 juta menjadi Rp8 juta per bulan, serta kebijakan bahwa rumah bersubsidi boleh dimiliki ASN, anggota TNI dan Polri yang telah memiliki rumah sebelumnya.

“Kalau dulu pendapatannya antara Rp4 juta, ini kita naikkan menjadi (maksimal) Rp8 juta. Tidak harus rumah pertama, tapi hanya dapat satu kali fasilitas (rumah bersubsidi); satu kali per orang,” kata Basuki.

Selama ini, ASN, anggota TNI dan anggota Polri golongan III, yang berpenghasilan di atas Rp4 juta, tidak dapat membeli rumah bersubsidi dengan skema FLPP. Sementara untuk membeli rumah non-bersubsidi, dengan pendapatan senilai itu, dinilai terlalu mahal.

Oleh karena itu, dengan adanya perubahan kebijakan tersebut diharapkan semakin banyak ASN, anggota TNI dan anggota Polri dapat memiliki rumah yang layak dan wajar.

Baca juga: DPP REI usulkan keringanan bagi program rumah ASN, TNI dan Polri kepada Jusuf Kalla

Baca juga: REI sesuaikan kondisi dan lokasi rumah ASN, TNI dan Polri

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Joko Widodo jenguk Ani Yudhyono

Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) disambut putra sulung Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kiri) saat tiba untuk menjenguk Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono di Rumah Sakit National University Singapura, Singapura, Kamis (21/2/2019). ANTARA FOTO/Reuters/Edgar Su/ama.

Kemdikbud siapkan bantuan untuk revitalisasi SMK

Baru ada 230 SMK dari sekitar 13 ribu di Indonesia. Di Jawa Barat baru 21 sekolah

Bandung (ANTARA News) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menyiapkan bantuan baik dana maupun investor dalam rangka realisasi revitalisasi SMK di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di Bandung, Kamis, menyebutkan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia, realisasinya membutuhkan dana yang cukup besar.

“Baru ada 230 SMK dari sekitar 13 ribu di Indonesia. Di Jawa Barat baru 21 sekolah. Jadi masih banyak, dan biayanya cukup besar. Satu sekolah itu bisa memakan biaya sekitar Rp10 miliar sampai Rp11 miliar,” kata dia usai melakukan kunjungan kerja ke SMKN 9 Bandung.

Dia mengatakan perlu ada digitalisasi dari setiap program studi di SMK sehingga dalam perancangan sebuah praktek tidak lagi menggunakan cara manual. “Di bidang tata boga saya minta juga ada standarisasi melalui proses digitalisasi, dalam rangka menyongsong industri 4.0,” katanya.

Dalam kunjungan kerjanya dia meninjau ke sejumlah kelas di SMKN 9 Bandung yang sedang melakukan praktikum sesuai dengan jurusannya.

Saat ia sedang meninjau kelas tata busana, ia menyarankan agar para siswa untuk bebas merancang busana yang para siswa inginkan.

Kemudian ia menyarankan kepada para guru SMKN 9 Bandung, agar siswa selain  diajarkan keahlian di bidangnya, siswa juga perlu diajari mengenai cara memasarkan keahliannya.

“Kenapa enggak dibuka relawan aja, sambil promosi kan, atau cari sponsor yang bisa membiayai, harus sudah mulai diajari memasarkan keahlian dia,” katanya kepada para guru.

Baca juga: Mendikbud : revitalisasi akan kurangi pengangguran SMK
Baca juga: Mendikbud dukung Jakarta percontohan revitalisasi SMK

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan hektare sawah terendam banjir di Musi Rawas Utara

Musi Rawas Utara, Sumsel (ANTARA News) – Puluhan hektare sawah terendam banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan akibat meluapnya air Sungai Rupit sejak Jumat (15/2).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara Suhardiman di Muara Rupit, Kamis, mengatakan bukan hanya ribuan rumah warga di daerah itu yang terendam air, akan tetapi juga puluhan hektare lahan sawah.

Berdasarkan data terbaru diketahui bahwa sawah milik warga yang sempat terendam banjir, seperti di Kelurahan Karang Jaya sebanyak tujuh hektare dengan umur tanaman 45-65 hari, Desa Bukit Langkap sebanyak tiga hektare dengan umur tanaman 30-50 hari, Desa Embacang Lama 27 hektare dengan umur tanaman 30-60 hari, Desa Bingin Rupit 40 hektare dengan umur tanaman 60-70 hari.

Ia menerangkan bahwa dari seluruh persawahan masyarakat yang terendam banjir itu, tidak ada potensi gagal panen karena rata-rata usia tanaman padi mereka sudah berusia 40-60 hari.

Jika dihitung secara kasat mata, menurut Suhardiman, lahan sawah itu hanya terendam selama satu hari satu malam sehingga tanaman tersebut masih bisa tumbuh.

“Sejauh ini potensi gagal panen kami lihat belum ada,” kata dia.

Meski demikian, kata dia, hal itu hanya kesimpulan awal mengingat Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara hingga saat ini masih mendata jumlah sawah yang terendam di Kecamatan Rawas Ilir.

Ribuan rumah warga di lima kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara terendam banjir sejak Jumat (15/2).

Namun, banjir mulai surut pada Kamis sehingga yang tersisa hanya di Kecamatan Rawas Ilir.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara terus meningatkan kewaspadaan karena potensi hujan lebat masih bisa terjadi hingga tiga bulan ke depan.

Baca juga: Banjir melanda 32 desa di Musi Rawas Utara
 Baca juga: Banjir di Musi Rawas rendam 7.000 rumah

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

0 Views

(Antara)-Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura, Kamis 22 Februari. Presiden bertolak ke singapura dengan menggunakan pesawat kepresidenan, pukul 13 lebih 30 menit WIB.

MUI minta Munajat 212 tetap jaga persaudaraan

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan kegiatan Munajat 212 (21 Februari) di Monumen Nasional, Jakarta, agar tetap berorientasi menjaga persaudaraan dan kebangsaan.

“Kepada MUI Provinsi DKI yang ikut memprakarsai kegiatan tersebut kami mengimbau untuk tetap menjadikan organisasi MUI sebagai simpul dan pemersatu umat, menjaga ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah,” kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan menjaga ukhuwah dilakukan demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis dan bersatu.

Menjaga ukhuwah, kata dia, sangat penting mengingat sekarang bangsa Indonesia sedang memasuki masa kampanye.

“Kami mengimbau agar acara yang sangat mulia tersebut tidak tercemari oleh kegiatan politik praktis sehingga tidak mengurangi nilai kesakralan dari kegiatan doa dan dzikir tersebut,” katanya.

Zainut mengatakan doa, dzikir dan bermunajat kepada Allah SWT adalah perbuatan yang mulia apalagi hal tersebut ditujukan untuk keselamatan bangsa dan negara.

Waketum MUI berharap acara tersebut terlaksana dengan lancar, tertib, khidmat dan benar-benar diisi dengan kegiatan keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Adapun kegiatan Munajat 212 diselenggarakan pada Kamis malam di Monas. Beberapa agenda yang akan dilakukan adalah shalat Maghrib dan Isya berjamaah, dzikir, shalawatan, penyampaian sambutan dari Ketua Umum MUI DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta.*

Baca juga: Transjakarta lakukan penyesuaian layanan pada Malam Munajat 212

Baca juga: Pengalihan arus menjelang Malam Munajat 212

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemadaman kebakaran lahan di Pulau Rupat terkendala angin kencang

Pekanbaru (ANTARA News) – Tim gabungan hingga kini terkendala untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, karena hembusan angin sangat kencang membuat api cepat menyebar.

“Daerah ini berada di tepi laut jadi angin sangat kencang, ini membuat kebakaran sulit dipadamkan dan makin meluas. Sekarang ini, kebakaran sudah terjadi di wilayah semua desa di Kecamatan Rupat, kata Kepala Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Dumai, Jusman ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Kamis.

Manggala Agni adalah unit khusus pemadam kebakaran di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK).

Manggala Daops Dumai terdiri dari 60 personel, yang wilayah tugasnya meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir.

Rupat adalah nama pulau yang masuk wilayah Kabupaten Bengkalis.

Jusman mengatakan, Karhutla sudah meluas di enam desa di Kecamatan Rupat yakni Pergam, Perpul, Teluk Leca, Sri Tanjung, Gumen, dan Sukarjo Mesin.

Ia mengatakan luas, lahan gambut yang terbakar belum bisa dipastikan, namun diperkirakan sudah mencapai ratusan hektare (ha).

“Karena angin kencang ketika kita memadamkan di sini, timbul di sebalah sana. Luas kebakaran diperkirakan sudah mencapai ratusan hektare,” katanya.

Menurut Jusman, ada 13 regu Manggala Agni dari Daops Dumai dan bantuan dari daerah lain.

Selain itu, ada juga warga setempat, perusahaan, TNI, Polri dan BPBD Bengkalis ikut mencoba memadamkan api.

Namun, akibat faktor cuaca membuat kebakaran terus meluas, apalagi api di gambut mudah sekali menyebar di bawah permukaan. “Jumlah personel sepertinya tidak sebanding dengan luas kebakaran yang ada sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan sudah meminta bantuan agar helikopter dari KLHK pada 22 Februari 2019 bisa membantu pemadaman dari udara.

“Rencananya besok (Jumat) ada helikopter KHLK dari Dumai yang akan membantu pemadaman,” kata Jusman.

Sedangkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger mengatakan, luas lahan terbakar sejak Januari 2019 mencapai sekitar 857,71 ha. Paling banyak di Bengkalis, yakni 639 ha.

Sementara daerah lain juga terjadi kebakaran lahan, namun api sudah berangsur padam. Seperti di Rokan Hilir 117 ha, Dumai 46,5 ha, Kepulauan Meranti 20,2 ha, Pekanbaru, 16 ha, Kampar 14 ha, serta Siak 5 ha.

Edwar menjelaskan, kondisi kebakaran hutan di Rupat, Bengkalis, sulit dipadamkan karena jauh dari sumber air sehingga petugas keawalahan melakukan pemadaman.

“Kebakaran di Bengkalis semakin meluas dan api sulit dipadamkan karena kurangnya alat pemadaman serta air yang sulit didapatkan di lokasi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, citra satelit pada Kamis sore mendeteksi ada 36 titik panas (hotspot) tersebar di Riau.

Titik panas paling banyak di Bengkalis ada 17 titik, Indragiri Hilir tujuh titik, menyusul di Meranti, Dumai dan Pelalawan masing-masing tiga titik.

Kemudian di Rokan Hilir ada dua titik, dan Siak satu titik. Dari jumlah tersebut, yang memiliki tingkat keakuratan di atas 70 persen ada 24 titik. Sehingga kemungkinan besar itu merupakan titik api Karhutla.

Titik api berada di Bengkalis sebanyak 12 titik, Indragiri Hilir enam titik, Dumai tiga titik serta Meranti, Pelalawan dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.

Riau kini sudah berstatus Siaga Darurat Karhutla, sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019.*

Baca juga: Riau minta bantuan BNPB cegah karhutla meluas

Baca juga: Satgas Gabungan berjibaku padamkan kebakaran hutan-lahan di Riau dan Sumut

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

5000 Lampion jadi daya tarik wisatawan

 ( Antara )–Suasana Perayaan Imlek, masih mewarnai  kawasan pecinan di kota Solo. salah satunya di sekitar Pasar Gede Kota Solo. Ribuan warna-warni gemerlap lampion tertata apik di tempat ini. Bagi anda pemburu foto, bisa mengunjungi kawasan Pasar Gede ini, hingga sebulan mendatang, tentunya untuk menikmati cantiknya malam di kota Solo.

Tim dokter kepresidenan masih tangani Ani Yudhoyono

Yang menangani tim dokter dari NUH dan terus berkoordinasi dengan tim dokter keprisedanan yang kita miliki di Indonesia,

Singapura (ANTARA News) – Tim dokter kepresidenan dari Jakarta masih terus menangani pengobatan Kristiani Herrawati Yudhoyono, istri mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kini dirawat di National University Hospital (NUH) Singapura.

Putra sulung SBY, Agus Yudhoyono yang ditemui di Singapura, Kamis, menyatakan ibundanya ditangani tim medis dari NUH yang terus berkoordinasi dengan tim dokter kepresidenan.

“Yang menangani tim dokter dari NUH dan terus berkoordinasi dengan tim dokter keprisedanan yang kita miliki di Indonesia,” kata Agus usai menerima Presiden Joko Widodo yang datang menjenguk ke Singapura.

Hingga kini, tim dokter masih mengobservasi kondisi kesehatan Ani agar bisa menjalani sejumlah tahapan perawatan.

“Masih terus diobservasi dari waktu ke waktu. Mudah-mudahan kita bisa lihat progress yang baik,” kata dia.

Proses penyembuhan Ani Yudhoyono masih dalam tahap pertama, setelah ini, masih akan ada sejumlah tahapan berikutnya.

Agus berharap ibunya dapat menjalani setiap tahapan penyembuhan yang harus dilalui, sehingga terbebas dari kanker.

“Mudah-mudahan respon Ibu Ani terhadap obat-obatan yang dikonsumsinya, baik yang diminum maupun yang disuntikan itu, bisa baik,” kata dia.

Bila dalam setiap tahapan kondisi Ani terus membaik, maka diharapkan kondisinya bisa lekas pulih seperti sedia kala.

“Saya berharap dalam kondisi yang stabil dan daya tahan yang baik mudah-mudahan Ibu Ani bisa lebih cepat pulih,” kata dia.

Sementara itu, mantan gubernur Jakarta, Sutiyoso menyatakan Ani Yudhoyono, masih dalam perawatan yang ketat.

“Bu Ani dalam perawatan yang sangat ketat dan dalam kondisi sangat sensitif,” kata Sutiyoso.

Menurut dia, Bu Ani membutuhkan ruangan yang sangat steril, bahkan keluarga terdekat pun harus mengenakan masker bila berada di sekitarnya.

Berdasarkan penjelasan yang diberikan SBY, kata dia, Bu Ani sedang dalam tahap pengobatan selama 28 hari. Dan sekarang sudah memasuki hari ke 9.

“Dan itu, so far baik. Kalau sampai hari ke delapan, sesuai dengan rencana, maka akan ke tahap berikutnya,” kata dia.

SBY meminta seluruh masyarakat terus mendoakan istri tercintanya, lanjut pria yang akrab disapa Bang Yos.

Mengenai kondisi SBY, ia mengatakan mantan kepala negara terlihat tegar.

“Tentara mana pun kalau menghadapi ini, berat, tapi beliau tegar,” kata Bang Yos yang datang bersama istri dan putrinya.

Setibanya di rumah sakit, Bang Yos dan keluarga sempat diterima oleh menantu SBY, Annisa Pohan dan berbincang di sekitar lobi rumah sakit.

Sementara itu, Hinca Panjaitan bersama sejumlah politisi Partai Demokrat lainnya juga nampak berjaga di sekitar rumah sakit

Mantan menteri luar negeri, Marty Natalegawa juga menjenguk Ani Yudhoyono hari ini.

Sebelumnya, Akademisi Rocky Gerung juga menjenguk Bu Ani, hampir berbarengan dengan politisi PAN, Zulkifki Hasan dan Asman Abnur.

Baca juga: AHY sebut tim dokter masih observasi kesehatan Bu Ani
Baca juga: Presiden Jokowi jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

Pewarta:
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kebakaran gudang di Magetan tewaskan penjaga

Magetan (ANTARA News) – Kebakaran yang melanda sebuah gudang penyimpanan pot dan mes (pupuk) di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis menewaskan seorang penjaganya.

Kapolsek Barat AKP M Munir mengatakan korban tewas diketahui bernama Didik (55) yang merupakan karyawan gudang setempat, yang bertugas menjaga pintu depan dan gudang.

“Kejadian ini ada korban jiwa, sekarang sedang di-visum et repectum di Rumah Sakit Sayidiman,” ujar M Munir kepada wartawan.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kebakaran tersebut terjadi pada Kamis dini hari saat korban sedang tidur. Polisi hingga kini masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

“Kalau penyebabnya, saat ini sedang kami selidiki lebih lanjut. Sementara dari tim olah TKP diduga karena korsleting listrik. Ini masih kami dalami,” kata dia.

Sementara, pemilik bangunan, Muyoko mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian menggedor pagar.

Saat diketahui, kondisi api sudah membesar. Api baru dapat dipadamkan sekitar satu jam kemudian dengan menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Magetan.

“Tahunya dari tetangga sebelah yang saat itu duduk di depan. Pintu depan sempat digedor, tapi tidak dengar. Kondisi api sudah besar,” kata Muyoko.

Menurut dia, gudang yang terbakar tersebut adalah untuk menyimpan pot-pot tanaman. Bangunan itu memiliki dua lantai, dan kamar yang terbakar berada di lantai dua.

Kasus kebakaran tersebut masih ditangani oleh Kepolisian Resor (Polres) Magetan. Petugas juga memasang garis polisi guna mempermudah proses penyelidikan lebih lanjut.

Selain menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp150 juta.

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seleksi petugas haji digelar 25 Februari

Hasil seleksi tingkat provinsi akan diumumkan pada 8 Maret di Kanwil Kemenag Provinsi

Jakarta  (ANTARA News) – Seleksi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1440 Hijriyah/ 2019 Masehi digelar 25 Februari.
   
Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi di Jakarta, Rabu, mengatakan seleksi terbagi menjadi dua yaitu di tingkat Kantor Wilayah Kemenag Provinsi dan Eselon I Pusat. 
   
Khoirizi mengatakan pemilihan di Kanwil dilakukan berjenjang dari tingkat Kemenag Kabupaten/ Kota meliputi seleksi administrasi dan kompetensi (tes tertulis). Seleksi di tingkat ini diikuti guru madrasah, penyuluh, penghulu KUA dan tenaga profesional lainnya.
   
Selanjutnya, kata dia, akan diambil peserta terbaik sebanyak dua kali lipat dari kuota yang ditetapkan untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. Hasil seleksi tersebut rencananya akan diumumkan pada 28 Februari di Kantor Kemenag setempat.
   
Untuk seleksi di tingkat provinsi, lanjut dia, dilakukan di Kanwil Provinsi pada 5 Maret. Pada tahapan tersebut peserta akan menjalani tes kompetensi berbasis CAT, wawancara dan/ atau praktek. 
   
“Hasil seleksi tingkat provinsi akan diumumkan pada 8 Maret di Kanwil Kemenag Provinsi,” katanya.
   
Kemudian, kata Khoirizi, Kakanwil akan melaporkan hasil seleksi tersebut ke Direktorat Jenderal Peyelenggaraan Haji dan Umrah untuk ditetapkan sebagai PPIH Arab Saudi 1440 Hijriyah /2019 Masehi.
   
“Untuk seleksi di tingkat Eselon I, akan digelar pada 4 April di Asrama Haji Pondok Gede,” katanya. 

Baca juga: Dirjen Haji: petugas yang sudah berhaji, tidak berhaji lagi
Baca juga: Ditjen PHU buka SMS Gate pelayanan jemaah haji

 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AHY sebut tim dokter masih observasi kesehatan Bu Ani

Singapura  (ANTARA News) – Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan tim dokter masih mengobservasi kondisi kesehatan ibundanya, Ani Yudhoyono yang hingga kini masih dirawat di National University Hospital, Singapura.

“Masih terus diobservasi dari waktu ke waktu,” kata Agus usai menerima kunjungan Presiden Joko Widodo di Singapura, Kamis.

Ia mengatakan ibunya masih menjalani `treatment` untuk dapat melawan kanker darah.

“Mudah-mudahan kita bisa lihat `progress` yang baik,” kata dia.

Proses penyembuhan Ani Yudhoyono masih dalam tahap pertama, setelah itu, masih akan ada sejumlah tahapan berikutnya.

Agus berharap ibunya dapat menjalani setiap tahapan penyembuhan yang harus dilalui, sehingga terbebas dari kanker.

“Mudah-mudahan respon Ibu Ani terhadap obat-obatan yang dikonsumsinya, baik yang diminum maupun yang disuntikkan itu, bisa baik,” kata dia.

Bila dalam setiap tahapan kondisi Ani terus membaik, maka diharapkan kondisinya bisa lekas pulih seperti sedia kala.

“Saya berharap dalam kondisi yang stabil dan daya tahan yang baik mudah-mudahan Ibu Ani bisa lebih cepat pulih,” kata dia.

Baca juga: Presiden Jokowi jenguk Ani Yudhoyono di Singapura
Baca juga: Ani Yudhoyono: saya bisa lawan kanker

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jamban dan kebiasaan BABS

Mataram (ANTARA News) – Kebiasaan sebagian warga buang air besar sembarangan agaknya masih menjadi persoalan cukup serius, tak terkecuali di Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) itu menimbulkan pencemaran lingkungan dan menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai jenis penyakit, seperti diare dan kolera.

Karena itu berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Mataram untuk mengatasi persoalan BABS dalam upaya mewujudkan program Buang Air Besar Sembarangan Nol (BASNO).

Hingga kini warga di 14 dari 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram masih belum menghilangkan kebiasaan BABS. Sementara 46 kelurahan lainnya dapat diketegorikan bebas dari BABS atau dengan kata lain sudah mencapai BASNO.

Menurut Kepala Dinkes Mataram, dr H Usman Hadi dari 50 kelurahan, terdapat sekitar 14 kelurahan yang penduduknya masih suka BABS. Sementara 36 kelurahan lainnya sudah dapat dikategorkan BASNO.

Menurut Usman Hadi, sebanyak 14 kelurahan yang penduduknya masih melakukan kebiasaan BABS tersebut umumnya berada di kawasan pinggiran terutama yang bermukim di pinggiran sungai dan pesisir pantai.

Karena, untuk menekan angka BABS yang masih cukup tinggi di kawasan pinggiran tersebut, pihaknya aktif melakukan penyuluhan terhadap warga melalui para kader dan aparat setempat.

Namun, ia mengakui memang agak berat untuk mengubah perilaku sebagian warga yang masih BABS. Ini sebenarnya karena faktor kebiasaan, masih adanya lahan kosong dan kurang fasilitas, seperti jamban.

Terkait dengan itu, untuk mendukung peningkatan angka kelurahan yang dinyatakan BASNO, Dinkes Kota Mataram setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk stimulan pembangunan jamban keluarga.

Pada 2019 dialokasikan anggaran sebesar Rp90 juta untuk program pembangunan jamban keluarga.

Dalam pemberian bantuan pembangunan jamban keluarga, Dinkes Kota Mataram tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bahan bangunan sesuai dengan kebutuhan.

Dalam pembangunan jamban keluarga Dinkes Kota Mataram sifatnya pasif, artinya menunggu inisitif masyarakat untuk membangun. Kalau pemerintah yang membangun terkadang tidak dimanfaatkan dan tidak dimanfaatkan dengan baik.

Selain itu, menurut Usman Hadi, salah satu solusi untuk menjadikan Kota Mataram sebagai daerah dengan penduduk BASNO perlu adanya program pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (Ipal) komunal.

Ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki lahan membuat Ipal sekaligus mensinkronkan program jamban keluarga, sebab selama ini ada warga yang mau membangun jamban tapi tidak memiliki lahan untuk Ipal.

Ia mengatakan jika masyarakat sudah memiliki kemauan untuk membangun STBM, tinggal memberikan dana stimulan dan masyarakat bertanggung jawab dalam mengelolanya.

Program tersebut sebagai bahan evaluasi dari sebelumnya, yakni pemerintah mencari lahan kosong untuk membangunkan MCK komunal. Akan tetapi setelah MCK jadi, jarang dimanfaatkan. Bahkan pengelolanyapun tidak ada, sehingga MCK itu terkesan terbengkalai.

Karena itu saat ini dibalik, pembangunan MCK komunal harus dari partisipasi masyarakat agar dapat dimanfaatkan dan dijaga. Untuk anggaran setiap tahun dialokasikan Rp60 juta,” ujarnya.

Sejatinya salah satu upaya untuk menciptakan kebersihan lingkungan terutama dengan menghentikan kebiasaan BABS itu, maka pemerintah harus membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.

Program STBM

Salah satu program yang diinisiasi adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kota Mataram. Pada awal 2018 Pemerintah Kota Mataram dan Yayasan Plan Indonesia menandatangani naskah Kesepakatan Kerjasama Pelaksanaan Woman and  Disability Inclusive Wash and Nutrition Project atau “WINNER Project”.

WINNER Project Manager dari Yayasan Plan Indonesia Herie Ferdian mengatakan program WINNER merupakan suatu inisiatif yang bertujuan untuk mengurangi tingginya angka diare dan stunting di Indonesia, termasuk di Kota Mataram, mengingat prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi sampai dengan angka 37,2 persen.

Sedangkan Unicef juga mencatat setiap tahunnya di Indonesia, 100 balita meninggal karena diare. Hal tersebut disebabkan oleh buruknya kondisi sanitasi khususnya terkait perilaku BABS yang masih cukup tinggi.

Kondisi ini apabila tidak segera diambil tindakan akan menghadapkan Indonesia pada risiko kehilangan banyak generasi penerus di masa depan.

Sedangkan untuk program WINNER yang dilaksanakan Plan Indonesia, dimulai dari kegiatan STBM di kabupaten Grobogan Jawa Tengah, yang kemudian diperluas cakupannya di wilayah NTB, dan NTT.

“Melalui Program WINNER mudah-mudahan Kota Mataram juga dapat mendeklarasikan diri sebagai Kota Sehat dan terbebas dari perilaku BABS,” katanya.

Sementara dikatakan Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menyambut baik program yang ditawarkan oleh Yayasan Plan Indonesia, yang menurutnya telah sesuai dan sejalan dengan amanat RPJMN 2015-2019, yang dikenal sebagai Gerakan 100-0-100.

RPJMN yang telah mengamanatkan pemenuhan 100 persen akses pelayanan air bersih, 0 (nol) persen proporsi rumah tangga kumuh, dan 100 persen pelayanan sanitasi, harus dapat dipenuhi pula targetnya di Kota Mataram pada tahun 2019 dengan penguatan melalui program WINNER.

Karena itu sangat penting bagi semua pihak yang terlibat agar benar-benar dapat memahami program tersebut untuk diterapkan secara optimal di wilayah yang telah ditentukan, yang selanjutnya dapat direplikasi di kelurahan-kelurahan lainnya di Kota Mataram, sebagai penyadaran bagi masyarakat untuk meninggalkan kebiasan lama yang akan berpengaruh pada kebersihan lingkungan.

Adanya kesepakatan ini sebagai bentuk kesungguhaan. Semoga semakin membaiknya kondisi sanitasi masyarakat Kota Mataram dari waktu ke waktu, seiring pula dengan membaiknya kondisi intelektualitas dan ekonominya.

Perjuangan tak kenal menyerah yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram dalam mengatasi masalah kebiasaan BABS akan membuahkan hasil, tentunya atas dukungan seluruh masyarakat dengan menghentikan kebiasaan BABS.*

Baca juga: Menteri PPN: 25 juta orang Indonesia masih BABS

Baca juga: Jaksel deklarasi BABS di dua kelurahan

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD sampaikan peringatan dini bagi korban retakan tanah

Semua warga yang rumahnya hampir roboh kini mengungsi karena khawatir retakan tanah menimbulkan longsor

Lebak (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, menyampaikan peringatan dini bagi warga korban bencana retakan tanah di Kecamatan Cimarga dan Kecamatan Cibeber menyusul curah hujan di daerah itu cukup tinggi.

“Kami berharap warga mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir curah hujan ini menimbulkan longsoran tanah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Kamis.

BPBD terus menyampaikan peringatan dini agar warga yang terdampak bencana retakan tanah tidak menimbulkan korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi longsoran.

Saat ini,  di Desa Sudamanik Kecamatan Cimarga lokasi retakan  sebanyak 115 rumah mengalami kerusakan dan di antaranya beberapa rumah roboh.

Masyarakat yang tinggal di lokasi bencana di daerah itu sebanyak 165 kepala keluarga.

Sementara warga Desa Gunungwangun Kecamatan Cibeber sebanyak 36 jiwa tinggal di pengungsian tenda BPBD.

“Kami berharap warga meningkatkan waspada guna mengurangi risiko kebencanaan,” katanya menjelaskan.

Kaprawi mengatakan, pemerintah daerah akan merelokasikan warga yang terdampak bencana retakan tanah di Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, dan Desa Sudamanik, karena berpotensi terjadi longsoran hebat, terlebih curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

Namun, relokasi tersebut masih menunggu hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Bandung.

Pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas satu hektare di Kecamatan Cimarga untuk relokasi.

“Kami berharap relokasi itu bisa direalisasikan dalam waktu dekat itu,” ujarnya.

Ia meambahkan ancaman bencana alam di daerah itu cukup membahayakan karena berbatasan langsung dengan bencana longsor di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, yang mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia.

Selain itu juga BPBD akan berkoordinasi dengan TNI, Polri, BNPB, BMKG, PVMBG Bandung, relawan dan Pemerintah Provinsi Banten.

“Kami berharap dengan koordinasi itu penanganan bencana lebih cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 02/09 Kampung Jampang Cikuning, Desa Sudamanik Ubay mengatakan masyarakat di daerah ini mengungsi ke tempat yang lebih aman karena curah hujan sepanjang Kamis (21/2) cukup tinggi.

“Semua warga yang rumahnya hampir roboh kini mengungsi karena khawatir retakan tanah menimbulkan longsor,” katanya.

Baca juga: Korban retakan tanah diminta BPBD Lebak-Banten tetap waspada
Baca juga: PVMBG sebut retakan tanah di Lebak dapat picu longsor

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seratusan ribu orang akan hadiri haul Gus Dur

 Solo  (ANTARA News) – Seratusan ribu orang dari berbagai daerah diperkirakan akan menghadiri berbagai rangkaian kegiatan Haul ke-9 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  yang digelar di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/2).

 “Serangkaian kegiatan acara akan dilakukan dalam Haul K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Srawung Kebangsaan yang akan dihadiri sebanyak 100.000 orang di Kota Solo, mulai Jumat (22/2) hingga puncaknya di Stadion Sriwedari, Sabtu (23/2) malam,” kata Ketua Panitia Haul ke-9 Gus Dur, Hussein Syifa, di Solo, Kamis.

 Pada acara Haul ke-9 Gus Dur ini mengapa digelar di Kota Solo, kata Hussein Syifa, salah satunya karena Gus Dur mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Aryo K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Keraton Kasunanan Surakarta, dan untuk napak tilas kunjungan  Gus Dur saat menjabat Presiden RI keempat  di Kota Solo.

 Hussein Syifa mengatakan acara Haul diawali bedah buku “Gus Dur Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bhineka” yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta, Jumat (22/2). Acara itu menghadirkan dua pembicara, yakni Dr.Ahmad Suedy dan Inayah Wulandari Wahid, dimulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.

 Selain itu, Acara Haul Gus Dur juga dimeriahkan Stand Up Comedy “Dusdurian” yang akan digelar di Aula Ponpes Al Qurany Azzayyadi Surakarta, pada Jumat (22/2), pukul 20.00 WIB hingga  22.00 WIB.

 Pada kegiatan Haul Gus Dur itu juga akan dilaksanakan Kirab Kebangsaan dan istighosah di Stadion Sriwedari Solo, pada Sabtu (23/2), mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

 Menurut dia, acara kirab Kebangsaan berangkat mulai dari depan Stadion Manahan hingga Stadion Sriwedari Solo. Acara Kirab Kebangsaan ini, dengan tema “Berjuta Warna Satu jiwa Indonesia” itu, akan menampilkan berbagai kesenian seperti reog, seni tarian, barongsai, naga liong kelompok rebana dan sebagainya.

 Pada acara puncak Haul Gus Dur akan dilaksanakan Istighosah Akbar yang digelar di Stadion Sriwedari, pada Sabtu (23/2), malam.

Pihaknya berencana mengundang Joko Widodo sebagai mantan Wali Kota Solo yang kebetulan sebagai Presiden RI, juga mengundang keluarga besar Gus Dur termasuk Ibu Hj Sinta Nuriyah Wahid, K.H. Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus), Mahfud MD, dan sejumlah tokoh lintas agama, serta budayawan.

Baca juga: Puluhan warga lintas agama ziarah ke makam Gus Dur
Baca juga: Atraksi 1.000 “Penerbang” warnai haul Gus Dur
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Nelayan Ambon yang hilang ditemukan dalam kondisi lemas

Ambon (ANTARA News) – Nelson Kailola (41), seorang nelayan asal Kelurahan Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang dilaporkan hilang sejak Kamis (14/2), telah ditemukan selamat meski dalam kondisi lemas oleh nelayan Kampung Waimital Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Maluku Tengah.

“Perkembangan operasi hari ke tujuh diterima informasi dari keluarga korban bernama Costansa pukul 11.30 WIT bahwa korban telah ditemukan di Perairan Desa Abubu,” kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muslimin di Ambon, Kamis.

Ketika ditemukan oleh nelayan Kampung Waimital, keadaan korban dalam keadaan lemas di dalam perahunya yang mengalami mati mesin.

“Korban telah dievakuasi ke RSUD Saparua (Malteng) untuk menjalani perawatan medis,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat.

Sejak dilaporkan hilang oleh pihak keluarga, Tim SAR gabungan dari Basarnas Ambon bersama Polairud Polda Maluku dibantu masyarakat melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil, sebab perahu korban diduga mengalami mati mesin dan hanyut terbawa arus sampai di perairan Pulau Nusalaut.

Pencarian nelayan asal Desa Latuhalat yang melaut sendirian menggunakan long boat ini dilakukan tim SAR dengan menggunakan RIB 01 maupun kapal patroli (KP) Tanjung Allang XVI – 3001.

Dilaporkan bahwa korban pergi melaut sendirian di sekitar perairan Selatan Ambon pukul 06.00 WIT dan belum kembali ke rumah sehingga pihak keluarga merasa khawatir dan meminta bantuan tim SAR.

Lokasi atau koordinat pencarian diduga berada pada sekitar perairan Selatan Ambon 04 13` 42,91″ S – 128 05` 42,45″ E dengan titik jarak tempuh kurang lebih 38.62 NM dan membutuhkan waktu satu jam tiba di lokasi.

Muslimin menambahkan tahun lalu juga ada dua nelayan yang mencari ikan menggunakan long boat dan berangkat dari pantai Desa Latuhalat juga dilaporkan hilang dan keduanya tidak ditemukan hingga kini.

Baca juga: Nelayan hilang di perairan Ciriang-Cilacap ditemukan tim SAR
Baca juga: Jelang seminggu pencarian, nelayan Maluku hilang belum ditemukan
Baca juga: SAR: nelayan asal Rote-NTT yang hilang belum ditemukan

 

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Peneliti tegaskan gempa sulit diperkirakan

Sumber gempa di Indonesia sangat rumit, perlu banyak riset dari berbagai daerah…

Jakarta (ANTARA News) – Ketua Kelompok Kerja Geologi Pusat Studi Gempa Nasional Danny Hilman Natawidjaja mengatakan sulit memperkirakan kapan dan di mana akan terjadi gempa karena banyak sumber gempa di Indonesia.

“Sumber gempa di Indonesia sangat rumit, perlu banyak riset dari berbagai daerah sehingga informasi dan pendidikan kebencanaan bisa lebih tepat,” kata Danny dalam jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis.

Danny mengatakan gempa terjadi di antara batas-batas lempeng dan sesar serta zona-zona subduksi. Indonesia sendiri berada di wilayah yang memiliki banyak zona subduksi dan sesar.

Salah satu penyebab muncul korban jiwa akibat gempa bumi adalah masih banyak rumah dan bangunan di Indonesia yang belum tahan goncangan.

“Di wilayah yang rawan gempa, seharusnya dibangun rumah-rumah dan bangunan yang tahan gempa. Hindari juga membangun rumah dan bangunan di jalur gempa dan sesar,” tutur peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

Karena itu, Danny mengatakan perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mendata sesar-sesar yang ada di seluruh Indonesia.

Wilayah Indonesia dipenuhi jalur-jalur sesar aktif gempa di darat dan laut. Sementara, data sumber gempa masih sedikit, sehingga perlu banyak penelitian untuk mitigasi gempa dan tsunami.

Penelitian juga diperlukan untuk membangun sistem peringatan dini yang spesifik untuk setiap daerah disesuaikan dengan karakter sumber gempa-tsunami dan kondisi setempat.

Menurut data BNPB, telah ditemukan 214 sumber gempa baru dan teridentifikasi 295 sesar aktif yang tersebar di Jawa (37), Sulawesi (48), Papua (79) serta Nusa Tenggara dan Laut Banda (49). 

Baca juga: Mempopulerkan rumah tahan gempa
Baca juga: Alat deteksi dini gempa-tsunami di Pasaman Barat-Sumbar dicuri dan dirusak

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Relawan Trakindo ajak siswa pahami nilai kejujuran

Berau (ANTARA News) – Sejumlah relawa
Trakindo mengajak para siswa tingkat dasar untuk memahami nilai kejujuran di SDN 001 Samburakat, Berau, Kalimantan Timur.

Para relawan dari jurnalis dari berbagai media ini, menjadi pengajar di kelas IV, V dan VI untuk berbagi pengalaman tentang kejujuran.

Salah satu jurnalis Salman Toyibi mengatakan kali ini merupakan pertama kalinya dia mengajar dan menjadi pengalaman yang menarik.

“Saya pikir mengajar anak SD tidak sulit, ternyata butuh kesabaran ekstra,” kata dia.

 Corporate Communication & CSR Manager Trakindo Candy Sihombing mengatakan tema kejujuran dipilih untuk kegiatan relawan Trakindo karena nilai kejujuran menggambarkan kepribadian seseorang yang memiliki karakter unggul. 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter siswa yang akan membentuk mental tangguh, gigih, dan jujur, sekaligus menumbuhkan integritas tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan pada diri anak-anak Indonesia,” kata dia.

Kepala Sekolah SDN 00Samburakat Anggunan Tunggal, mengatakan karakter kejujuran merupakan salah satu tata nilai yang diutamakan dalam paradigma pendidikan membentuk karakter, yang tercantum pada Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015-2019. 

Siswa diarahkan agar dapat konsisten serta teguh dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, mengedepankan kebenaran dalam tindakan, memiliki integritas, serta mampu mengemban kepercayaan.

“Nilai kejujuran menggambarkan kepribadian seseorang yang memiliki karakter unggul. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan juga antusiasme relawan yang memberikan siswa pengalaman serta pengetahuan yang inspiratif terkait pentingnya menjaga kejujuran,” kata Anggunan.

Program teraebut merupakan salah satu kegiatan tanggung jawab sosial di bidang pendidikan yang rutin dilaksanakan di 40 SDN binaan Trakindo di seluruh Indonesia sejak 2013.

 Inisiatif ini bertujuan untuk memajukan pendidikan berbasis karakter dengan melestarikan, memperkokoh dan menerapkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia, serta menumbuhkan kerelawanan sosial para karyawan. 

Selain program relawan mengajar ada juga  pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan di SDN 001 Samburakat.

Pelatihan dilakukan untuk membantu peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan untuk kemudian diterapkan pada siswa di sekolah dengan tujuan menciptakan generasi penerus yang memiliki kompetensi unggul abad 21.

 Pelatihan kali ini berisi tentang pendalaman materi literatif, pembentukan kelompok gerakan literasi sekolah, serta penyusunan program gerakan literasi sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan deklarasi gerakan literasi yang melibatkan guru dan orang tua murid.

SDN 001 Samburakat adalah salah satu sekolah dasar binaan yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Trakindo, yaitu menghasilkan generasi muda Indonesia yang berkarakter unggul dan berkualitas.  Sekolah ini pun memiliki berbagai prestasi antara lain menjadi Juara 2 & 3 Sekolah Sehat, dan Sekolah Adiwiyata pada tahun 2016. 

Upaya berkelanjutan Trakindo untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis karakter bagi 40 SDN binaan dilakukan sejak 2010 meliputi renovasi sekolah, pembinaan, dan pelatihan guru. Hingga saat ini, lebih dari 500 kelas telah direnovasi, 15.000 siswa serta 1.000 guru telah memperoleh manfaat dari program ini.

Baca juga: 55 relawan asing akan mengajar di indonesia

Baca juga: Sekolah terpencil di Nagan Raya-Aceh mendapat bantuan pengajar dari prajurit TNI

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi jenguk Ani Yudhoyono di Singapura

Singapura (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo menjenguk mantan Ibu Negara, Kristiani Herrawati Yudhoyono, di National University Singapura, Kamis. Ia berada di rumah sakit itu sekitar 30 menit dan diterima langsung Presiden keenam Indonesia, Susilo Yudhoyono, putranya, Agus H Yudhoyono, menantunya, Annisa Pohan, dan besannya, Hatta Rajasa.

Pada saat itu, Jokowi yang  datang langsung ke Singapura bersama Ibu Negara Iriani dan putra bungunya, Kaesang Pangarep, menyampaikan harapannya agar mantan ibu negara Indonesia itu lekas pulih seperti sedia kala. Dalam kunjungan singkat itu, Jokowi juga diperkenalkan dengan tim kedokteran yang menangani Ani Yudhoyono selama perawatan di Singapura.

Jokowi tiba sekitar pukul 16.50 waktu Singapura, bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi, dan langsung disambut Rajasa dan Agus Yudhoyono.

Ani Yudhoyono, dirawat di National University Hospital Singapura sejak 2 Februari 2019, setelah didiagnosis mengidap kanker darah dan perawatan di sana itu atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia.

Sementara itu, sejumlah pejabat dan mantan pejabat turut menjenguk Ani Yudhoyono pada hari ini, di antaranya politisi PAN, Zulkifli Hasan dan Asman Abnur, mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso, dan mantan Menteri Luar Negeri, Marty Matalegawa.

Pewarta:
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menyibak potensi wisata Tahura Nuraksa

Mataram (ANTARA News) – Bercerita soal keindahan alam di Indonesia, memang tidak akan ada habisnya. Dengan karakteristik alam yang beriklim tropis, menjadi tujuan alternatif para wisatawan khususnya mancanegara untuk berlibur.

Tidak jauh berbeda dengan di daerah lainnya, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu tujuan alternatif para wisatawan.

Pulau yang dikenal dengan Sunda Kecil ini ternyata menyimpan keindahan alam yang belum banyak dikenal wisatawan, khususnya di kalangan mancanegara.

Salah satunya, keindahan alam yang kini dikelola UPT dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, yakni kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa.

Kawasan tahura yang sudah dikukuhkan sejak Tahun 2013 itu berada di Dusun Kumbi, daerah pedalaman dari Desa Pakuan, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Dengan konsep bentangan alam yang mempertahankan fungsi hutannya, destinasi wisata ini cocok menjadi tujuan alternatif bagi wisatawan. Lebih khususnya bagi wisatawan yang gemar dengan kegiatan “outdoor adventure”.

“Untuk yang hobi hiking, berkemah, itu cocok di sini. Areal perkemahan dan rute untuk hiking juga sudah ada,” kata seorang pemandu wisata yang berasal dari Desa Pakuan, Eka.

Kemudian bagaimana akses untuk menuju destinasi wisata yang satu ini, Eka mengatakannya tidak sulit untuk ditempuh dengan berkendara.

“Jalannya ke sini sudah lumayan bagus, akses untuk mobil sudah bisa,” ujarnya.

Dengan berkendara sekitar setengah jam dari Kota Mataram, wisatawan sudah bisa bertemu dengan gerbang Tahura Nuraksa.

Jika, mengenal kawasan wisata Hutan Sesaot, jalur ke Tahura Nuraksa dapat ditempuh dengan berkendara sekitar sepuluh menit ke arah Timur.

Melewati perkampungan warga pesisir hutan, akses jalan untuk kendaraan roda empat terbuka lebar hingga masuk ke halaman lapang yang ada di kawasan Tahura Nuraksa.

Ikon wisata

Dengan luas kawasan 3.155 hektare, ternyata di dalam Tahura Nuraksa ini tersembunyi sebuah destinasi wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan, yakni air terjun Segenter.

“Kalau dari gerbang masuk, jarak tempuh ke air terjun sekitar 2,6 kilometer,” ujar pria yang pernah bertugas sebagai pengaman hutan (pamhut) tersebut.

Air terjun ini lah yang menurut Eka dan warga sekitar Tahura Nuraksa sebagai ikon wisatanya.

Karena itu, Eka bersama pemandu wisata lainnya kerap mengajak wisatawan yang datang berkunjung ke Tahura Nuraksa menikmati pesona air terjun Segenter.

“Tapi rata-rata yang sering datang ke sini (Tahura Nuraksa), mereka langsung carinya air terjun,” ucap Eka.

Untuk menuju ke air terjun, wisatawan bisa mengaksesnya dengan melewati jalur rabat setapak yang lebarnya mencapai dua meter. Bisa dengan berjalan kaki atau pun menggunakan kendaraan roda dua.

Bahkan sekitar 700 meter jalur setapak dari halaman lapang Tahura Nuraksa, kondisinya sudah beraspal.

“Jadi pakai sepeda motor bisa, itu sekitar 15 menit. Kalau jalan kaki, 30 menitan,” katanya.

Kesan berpetualang di hutan tropis pun kian terasa ketika wisatawan melewati jalur rabat setapak menuju kawasan air terjun.

Bahkan di sela pepohonan yang menjulang tinggi, terselip lahan garapan yang dikelola masyarakat seperti perkebunan pisang, cokelat, dan juga nangka.

Akhir dari perjalanan menempuh jalur rabat setapak, rasa lelah wisatawan akan terbayar setelah bertemu dengan tempat peristirahatan yang berada di pinggiran tebing terjal.

“Tempat peristirahatan ini kita namakan `selfie point`,” kata Hariadi, yang juga seprofesi dengan Eka.

Dari “selfie point”, wisatawan dapat dengan jelas menikmati keindahan alam dari karakteristik hutan tropis yang ada di kawasan Tahura Nuraksa.

Bahkan pandangan mata wisatawan akan semakin dimanjakan setelah menyaksikan diantara deretan hijau pepohonan raksasa yang menjulang tinggi itu terselip kesegaran deburan air terjun Segenter.

Untuk menikmati deburannya, wisatawan harus sedikit menantang adrenalinnya dengan menuruni tebing terjal dengan 154 anak tangga yang tapak terakhirnya akan langsung disuguhkan dengan areal Air Terjun Segenter.

Fasilitas rusak

Namun, setibanya di areal Air Terjun Segenter yang sekelilingnya dipenuhi dengan tebing terjal, rasa penasaran itu dikagetkan dengan adanya bekas timbunan longsor yang menghantam fasilitas penunjang.

Batuan besar dengan tanah cokelat yang menggumpal masih terlihat berserakan di tengah areal wisata air terjun yang alirannya berhilir di Sungai Jangkuk, Kota Mataram.

Begitu juga dengan kondisi tebing terjal yang mengalami longsor, terlihat cokelat segar dengan beberapa batuan besar yang masih menempel di dindingnya.

Fasilitas penunjang seperti sarana MCK dan gazebo yang berada di tengah areal air terjun itu telah tertimbun longsor tanah dan bebatuan.

“Dua toilet, satu kamar ganti dan satu gazebo itu hancur, tidak ada bangunan yang tersisa, semuanya tertimbun,” ujar Hariadi.

Pemuda yang juga merupakan warga dari pesisir Tahura Nuraksa itu memperkirakan tanah longsor terjadi akibat hujan deras pada akhir Januari 2019.

“Sepertinya longsoran ini pada malam hari, pas hujan besar berturut-turut di akhir Januari kemarin, waktu itu air sungai lagi besar,” katanya.

Namun, beruntung, hujan deras yang terjadi pada akhir Januari 2019 lalu nampaknya tidak merusak tatanan dari air terjun yang menjulang dari ketinggian 20 meter tersebut.

“Tapi kami khawatir saja kalau ini tidak segera diperhatikan pemerintah, karena bisa bahaya bagi wisatawan, beberapa hari kemarin saja masih ada wisatawan yang datang,” ucapnya.

Baca juga: Kalsel tutup dua Taman Hutan Rakyat
Baca juga: Beruang madu magnet baru wisata Tahura Sultan Adam

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naskah kuno Minangkabau

Petugas menunjukan naskah kuno Minangkabau, koleksi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumatera Barat, di Padang, Kamis (21/2/2019). Koleksi naskah kuno Minangkabau asli yang dimiliki pemerintah daerah tercatat sebanyak 32 buah, sementara ada 300-an duplikat (repro) dan masih banyak naskah kuno lainnya yang dipegang oleh masyarakat, sehingga terancam punah jika tidak diselamatkan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/ama.

Askrindo-Yalisa laksanakan gerakan literasi bersih sungai

warga sekitar agar tidak merusak dan menunjukkan bahwa sungai ini lingkungan hidup, bukannya tempat sampah.

Jakarta (ANTARA News) –  BUMN PT Persero Askrindo bekerja sama dengan para pecinta lingkungan Sungai Ciliwung dan Yayasan Lintas Sungai Abadi (Yalisa)  mengajak warga  Bojong, Bogor untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih Sungai Ciliwung dengan tidak membuang sampah ke sungai dan ikut mengelola sampah.

Kegiatan rutin yang dilakukan setiap satu kali dalam sebulan ini bertujuan memberi pemahaman kepada warga yang ada di sepanjang sungai, dalam hal ini adalah membudayakan warga bantaran Sungai Ciliwung untuk tidak membuang sampah di sungai dan menerapkan pola kebiasaan yang baik untuk mengelola sampah. 

Eka Soeriansyah, Ketua Yayasan Lintas Sungai Abadi ini di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kegiatan operasi bersih sungai sudah berjalan beberapa tahun belakang ini bertujuan mengurangi tumpukan sampah yang mengikis jalur Sungai Ciliwung. 

“Kegiatan operasi bersih ini tujuannya adalah untuk mengajarkan kepada warga sekitar agar tidak merusak dan menunjukkan bahwa sungai ini lingkungan hidup, bukannya tempat sampah. Paling tidak kami sudah berusaha mengajak warga bantaran sungai yang berada di Bojong untuk lebih mencintai lingkungannya,” ujar Eka. 

Melalui kegiatan Operasi Bersih Sungai Ciliwung (OBSC) yang dilakukan tiap bulan, Askrindo dan Yalisa konsisten berkontribusi untuk menjaga kelestarian sungai dengan terjun langsung ke sungai untuk memungut sampah.

Ia mengatakan sebelum kegiatan ini dimulai para aktivis dari Yalisa akan memberikan literasi secara lisan bagaimana pengelolaan sampah dan ajakan-ajakan tidak membuang sampah di sungai.

Direktur SDM dan Umum PT Askrindo, Firman Berahima mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan rutin Operasi Bersih Sungai ini akan membawa dampak yang baik karena  membentuk pola kebiasaan untuk menjaga lingkungan itu sangatlah susah. 

Pada Hari Peduli Sampah Nasional ini Askrindo berharap masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran mampu membudayakan pengelolaan sampah.

“Hal ini merupakan salah satu bentuk dari rasa peduli yang diwujudkan melalui aksi secara langsung. Mudah-mudahan masalah sampah dan kelestarian sungai dapat ditangani secara perlahan dan budaya tidak membuang sampah sungai dapat terwujud,” tambah Firman.

Baca juga: Pemkab Bogor dan swasta bersihkan Sungai Ciliwung
Baca juga: Relawan singkirkan sampah dari RSUD Toto Kabila
Baca juga: Menteri LHK ajak masyarakat jaga kebersihan laut di HPSN

 

Pewarta: Zita Meirina
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pameran foto karya dosen Desain Komunikasi Visual

Pengunjung menyaksikan foto pada pameran fotografi makro “Small World Big Surprise” di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (21/2/2019). Pameran foto dengan menampilkan sebanyak 150 foto makro karya dosen Desain Komunikasi Visual, Fakultas Teknologi Informasi, UKSW itu menggambarkan berbagai jenis kehidupan serangga serta bertujuan mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk terus berkarya dalam bidang fotografi dengan alat sederhana. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama.