Presiden akui keterlambatan progres pembangunan Huntap NTB

(Antara)- Tinjau langsung progress pembangunan Huntap bagi korban gempa di Nusa Tenggara Barat,  Presiden RI Joko Widodo akui adanya keterlambatan pada upaya percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Hal ini terjadi lantaran minimnya pekerja proyek dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga pengerjaan huntap tidak dapat mencapai target waktu yang ditentukan.

Tanam 15.000 pohon kopi di lahan kritis Kabupaten Bandung

(Antara) – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama PT LEN Industri (Persero), pada Jumat (22/3) melakukan penanaman 15.000 pohon kopi di kawasan Gambung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Penanaman dilakukan di lahan kritis untuk mengurangi risiko banjir dan longsor serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sebagai petani kopi.

Wali kota: kedatangan Presiden motivasi percepatan pembangunan huntap

“Kunjungan Presiden melihat langsung proses pembangunan rumah tahan gempa sangat penting dan berarti bagi kami serta para korban guna memacu menuntaskan pembangunan huntap bagi korban gempa bumi,”

Mataram (ANTARA) – Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), H Ahyar Abduh mengatakan, kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke korban gempa bumi di lingkungan Pengempel Indah, kota Mataram, memotivasi penerima bantuan mempercepat pembangunan huninan tetap (huntap) rumah tahan gempa.

“Kunjungan Presiden melihat langsung proses pembangunan rumah tahan gempa sangat penting dan berarti bagi kami serta para korban guna memacu menuntaskan pembangunan huntap bagi korban gempa bumi,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan wali kota di sela mendampingi Presiden RI Joko Widodo berserta rombongan memantau progres pembangunan rumah tahan gempa di lingkungan Pengempel Indah, kecamatan Sandubaya.

Wali Kota sangat bersyukur karena Presiden memberikan perhatian khusus kepada warga terdampak gempa bumi ,terutama di kota Mataram, dengan mengunjungi dan melihat langsung progres rekonstruksi rumah korban gempa.

Dikatakan, progres pembangunan rumah huntap korban gempa Mataram cukup bagus, sebab dari 1.584 rumah yang sudah tervalidasi rusak berat sudah 886 unit yang terbangun.

“Dalam waktu dekat, dari 886 unit rumah yang sudah terbangun itu sebagian sudah siap huni,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Perkotaan (Perkim) Kota Mataram,  HM Kemal Islam yang mendampingi wali kota menambahkan, untuk memotivasi masyarakat agar segera menyelesaikan pembangunan rumahnya, pemerintah kota(pemkot) Mataram memberikan bantuan cat.

“Saat ini sudah ada 86 kepala keluarga (KK) yang akan diberikan bantuan cat karena dapat menyelesaikan pembangunan rumah sebelum batas waktu maksimal yakni 12 April 2019,” katanya.

Sebanyak 86 KK yang akan mendapat bantuan cat tersebut merupakan hasil verifikasi dari usulan warga sebanyak 140 unit, namun sebagian terpaksa dicoret karena setelah cek ke lapangan tidak memenuhi syarat karena tembok mereka masih dalam tahap plester kasar.

“Bantuan cat kami berikan kepada KK yang pembangunannya rumahnya rampung dan tembok sudah diplester putih halus,” ujar Kemal.

Dikatakan, cat yang diberikan sebanyak tiga galon cat tembok isi lima Kg dan dua kaleng cat kayu beserta tinernya. “Jumlah pemberian cat tersebut kami sesuaikan dengan kebutuhan rumah tipe 36,” katanya.

Selain memberikan cat, menurut Kemal, pemerintah juga memberikan kloset agar masyarakat tidak buang air besar sembarangan (babs), dan nantinya limbah mereka akan terakomodasi melalui Ipal komunal.

Pewarta: Nirkomala
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden Jokowi meresmikan Pasar Badung

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat kegiatan peresmian Pasar Badung di Denpasar, Bali, Jumat (22/3/2019). Pasar tradisional yang direvitalisasi pasca terbakar pada tahun 2016 tersebut mampu menampung 1.698 pedagang dengan 1.450 meja los dan 290 unit kios yang dilengkapi fasilitas jaringan internet gratis, ruang bermain anak, sekolah bagi anak pedagang pasar, enam lift dan 10 eskalator. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

25,1 persen air tanah di desa tercemar

Jakarta (ANTARA) – World Wild Life (WWF) Indonesia menyatakan 25,1 persen air tanah seluruh desa di Indonesia tercemar, yang harus menjadi perhatian untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas sungai ke depan.

“Kita melihat bahwa isu sungai, air dan sebagainya itu sangat dekat dengan kita terutama bagi kita di perkotaan. Tetapi, ternyata yang terdampak itu justru di desa, kita melihat beberapa fakta menarik, 25,1 persen desa Indonesia itu air tanahnya sudah tercemar dan 2,7 persen tercemar dengan sangat berat,” kata Direktur Forest and Fresh Water dari World Wild Life (WWF) Indonesia Irwan Gunawan dalam diskusi “Bersama Menjaga Air Sumber Kehidupan” dalam memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan hasil pendataan Potensi Desa 2018 dari Badan Pusat Statistik, tercatat 83.931 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa. “Konservasi sungai itu sangat sederhana, yakni biarkan sungai itu mengalir,” ujarnya.

Dia mendorong dilakukannya konservasi air dan naturalisasi sungai bukan pembetonan “dinding” sungai pada upaya normalisasi sungai. Naturalisasi sungai akan memberikan manfaat bagi tumbuhnya ekosistem yang menyokong keanekaragaman hayati dan ketersediaan air tanah.

Kondisi sungai juga perlu dikembalikan sebagaimana mestinya, misalnya melalui perbaikan kualitas air sungai, pengolahan limbah sehingga tidak langsung mengalir ke sungai dan melaksanakan kaidah penetapan dan perlakuan terhadap garis sempadan sungai.

Garis sempadan sungai adalah garis maya di kiri dan kanan palung sungai
yang ditetapkan sebagai batas perlindungan sungai.

Berdasarkan peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, garis sempadan pada sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan, yakni paling sedikit berjarak 10 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan tiga meter.

Sementara, garis sempadan sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan sebagaimana dimaksud ditentukan paling sedikit berjarak lima meter dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai.

Garis sempadan sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan
ditentukan paling sedikit berjarak 100 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai.

Garis sempadan sungai kecil tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan huruf ditentukan paling sedikit 50 meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai.

Sungai besar dimaksud adalah sungai dengan luas daerah aliran sungai lebih besar dari 500 kilometer persegi dan sungai kecil dengan luas daerah aliran sungai kurang dari atau sama dengan 500 kilometer persegi.

Dia mengatakan perlu kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sungai dan lingkungan serta menjaga ketersediaan dan keberlanjutan air bersih demi kepentingan bangsa.*

Baca juga: 82 persen sungai di Indonesia tercemar dan kritis

Baca juga: Kawasan kumuh bantaran Sungai Gajah Wong-Yogyakarta ditata

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendengar percakapan tidak jelas termasuk tuli ringan

Jakarta (ANTARA) – Mendengar suara orang yang berbicara seperti tidak jelas bukan dikarenakan kesalahan lawan bicara, tetapi mulai terjadi gangguan pendengaran yang dikategorikan sebagai tuli ringan.
 

“Kemampuan pendengaran antara 30-40 desibel terkadang mendengar orang berbicara tidak jelas, sehingga minta diulang,” kata Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher dr Soekirman Soekin Sp.THT-KL di Jakarta, Jumat.
 

Normalnya, pendengaran manusia dengan telinga yang sehat dapat mendengar tanpa ada batas waktu mulai dari 0 hingga 25 desibel. Di atas itu, ada batasan waktu untuk telinga mendengarkan suara yang keras agar tidak terjadi kerusakan pada organ dalam telinga.
 

Suara dengan kekuatan 0 hingga di bawah 10 desibel seperti suara hembusan angin yang menyebabkan gesekan daun serta suara burung berkicau. Suara 10 sampai 20 desibel seperti suara air menetes dan bicara dengan berbisik.
 

Namun, orang dengan kemampuan pendengaran di atas 40 desibel terkadang mendengar orang lain berbicara dengan kata yang tidak beraturan.
 

Orang dikatakan tuli sedang apabila kemampuan pendengarannya di atas 40-60 desibel. Misalnya,.apabila dipanggil namanya dari belakang dia tidak mendengar.
 

Suara dengan kekuatan 50-70 desibel antara lain suara bayi menangis, mesin penghisap debu, dan gonggongan anjing.
 

Jika kemampuan pendengarannya berada pada 80 desibel, seseorang tidak dapat mendengar suara orang berbicara sehingga membuatnya hanya menerka dan membaca gerakan bibir. Kategori ini termasuk dalam tuli berat.
 

Sementara yang paling parah ialah kemampuan pendengaran di atas 80-90 desibel hingga disebut seperti hidup di ruang hampa.
 

Suara dengan kekuatan antara 80-120 desibel adalah suara kendaraan bermotor, dering bel, suara helikopter, mesin pesawat, musik band, dan letusan senjata.
 

Paling banyak kondisi kasus ketulian di Indonesia disebabkan oleh faktor usia yaitu degenerasi sel pada organ rumah siput di dalam telinga yang membuat pendengaran berkurang.
 

Di Indonesia, 20 persen dari orang dengan usia di atas 60 tahun sudah mulai menurun fungsi pendengarannya. Namun, apabila seseorang sudah terpapar dengan suara bising terlalu sering seperti bekerja di pabrik dengan suara mesin keras, terlalu sering menggunakan penyuara telinga atau “earphone” dan lainnya bisa menyebabkan penurunan fungsi pendengaran di usia yang lebih muda.*

Baca juga: Skrining pendengaran sejak lahir untuk deteksi tuli bawaan

Baca juga: Telinga tuli jika gunakan”earphone” berlebihan

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tiga DPO terorisme tewas

Jenazah anggota kelompok sipil bersenjata dimasukkan ke dalam ambulance usai dievakuasi dari lokasi kontak tembak di Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (22/3/2019). Sebanyak tiga anggota kelompok sipil bersenjata yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO ) dalam kasus terorisme tewas dalam kontak tembak dengan Petugas Satgas Operasi Tinombala di Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong pada, Kamis (21/3) sore. AN TARA FOTO/Ridwan/MH/hp.

Komunitas Freeport serahkan tiga ton bantuan untuk warga Sentani

Jadi, bantuan ini sebenarnya dari teman-teman komunitas dari Freeport, atau karyawan. Mereka dipimpinan Paul Laly. Mereka buka kesempatan bagi siapa saja, bagi karyawan dan komunitas yang mau memberikan sumbangan untuk warga di Sentani

Jayapura (ANTARA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) kirim tiga ton bantuan untuk warga yang terdampak banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat.

Kerry Yarangga, Manajer Corporate Communication (Corcom) PTFI ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Jumat malam mengatakan bantuan sebanyak itu dikirim dari bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika ke bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

“Jadi, bantuan ini sebenarnya dari teman-teman komunitas dari Freeport, atau karyawan. Mereka di bawah pimpinan Paul Laly. Mereka buka kesempatan bagi siapa saja, bagi karyawan dan komunitas berikan sumbangan untuk warga di Sentani,” katanya.

Ia menyebutkan sumbangan sebanyak tiga ton atau 153 koli itu berisi beragam macam barang, mulai dari pakaian balita, anak-anak hingga orang dewas, selimut, pampers, susu, mi instan dan kebutuhan makanan pokok lainnya.

“Dengan demikian, PTFI sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga, perak dan emas di dunia, sejak Minggu malam (17/3) beberapa jam setelah terjadi bencana alam banjir bandang melanda Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, Papua,  mengirimkan dan mendistribusikan berbagai barang bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan para korban banjir,” katanya.

Kerry juga menambahkan bantuan tersebut, tidak sampai di situ saja, tetapi dalam situasi darurat hingga 14 hari sebagaimana ketetapan tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, bantuan akan dikirimkan lagi.

Di Sentani, Kabupaten Jayapura, tampak Tim Relawan PTFI telah menerima barang donasi tersebut sebanyak tiga ton yang disumbangkan oleh keluarga besar PTFI yang berdomisili di Kabupaten Mimika.

Freeport mengklaim yang pertama kali mendirikan posko bantuan kemanusiaan dalam koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, BNPB, Basarnas dan TNI/Polri.*

Baca juga: Bantuan bagi korban banjir Sentani terus mengalir

Baca juga: Rp800 juta dari Pemkab Lanny Jaya-Jayawijaya bagi korban banjir

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

UI terima 1.656 mahasiswa baru melalui SNMPTN 2019

Calon mahasiswa baru dinyatakan mengundurkan diri apabila tidak hadirdalam Registrasi Akademik.

Depok (ANTARA) – Universitas Indonesia (UI) menerima 1.656 mahasiswa baru S1 reguler dari total pendaftar SNMPTN 2019 sebanyak 18.733 peserta.

“Pada 2019, UI menerima mahasiswa baru S1 reguler melalui tiga jalur penerimaan yaitu SNMPTN (dengan kuota 30 persen), SBMPTN (40 persen) dan SIMAK UI (30 persen),” kata Kepala Humas dan KIP UI Dr. Rifelly Dewi Astuti, di kampus UI Depok, Jumat.

Hasil SNMPTN 2019 diumumkan pada Jumat(22/3) melalui http://pengumuman.snmptn.ac.id dan atau http://snmptn.ui.ac.id. Informasi registrasi (daftar ulang) mahasiswa baru UI yang diterima melalui SNMPTN 2019 dapat dilihat secara online dilaman http://penerimaan.ui.ac.id dengan mengisikan nomor peserta SNMPTN.

“Calon mahasiswa baru dinyatakan mengundurkan diri apabila tidak hadir dalam registrasi akademik,” katanya.

Rifelly menjelaskan, bagi mahasiswa yang dinyatakan diterima di UI melalui SNMPTN 2019 harus menjalankan serangkaian kegiatan dengan alur pertama verifikasi rapor,  di mana calon mahasiswa baru diwajibkan hadir dan tidak dapat diwakilkan pada 26, 27 dan 28 Maret 2019 di Balairung UI Kampus Depok.

kedua bagi calonmMahasiswa yang lolos verifikasi rapor, harus melakukan konfirmasi pilihan kelas pengajuan pembayaran (konfirmasi wajib
dilakukan secara online di laman penerimaan.ui.ac.id pada  29 – 31 Maret 2019, batas waktu pukul 23.59 WIB.

Ketiga pada 29 Maret hingga 22 April 2019, calon mahasiswa juga diharuskan mengisi https://pra-registrasi.ui.ac.id dan memilih jadwal pemeriksaan kesehatan di klinik satelit kampus UI Depok melalui laman tersebut.

Keempat,  pembayaran biaya pendidikan dengan periode pembayaran pada 29 Maret hingga 22 April 2019).

Kelima,  calon mahasiswa baru diwajibkan hadir dan tidak dapat diwakilkan pada kegiatan registrasi akademik di Balairung UI, Kampus UI Depok, pada  23 April 2019.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mendikbud targetkan seluruh guru honorer diangkat 2023

(Antara)-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menargetkan seluruh guru honorer yang ada di Indonesia pada 2023 mendatang bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  untuk memenuhi kekurangan guru,  khususnya di daerah.

Jakarta Diprediksi Krisis Air 2030

Jakarta Diprediksi Krisis Air 2030

Sejak tahun 2014 lalu, Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) melakukan survei terhadap 500 kota besar di dunia.
Hasilnya didapati 11 negara akan mengalami krisis air salah satunya Jakarta, Indonesia.

Supardi, menyulap desa transmigran lebih produktif

Kotabaru (ANTARA) – Bumi Asih, satu dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan kondisinya kini jauh berbeda dibanding beberapa tahun silam.

Hampir di setiap lini kehidupan masyarakat yang berpenghuni sekitar 600 kepala keluarga itu terjadi perubahan signifikan (untuk ukuran perdesaan).

Hasil pembangunan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, berupa infrastruktur seperti jalan, gedung desa, pasar, fasilitas publik lainya seperti embung, penerangan jalan, revitalisasi pertaninan dan perkebunan, perekonomian kerakyatan yang berbasis pemberdayaan.

Adalah Supardi (39), sang kepala desa ‘kreatif’ yang sejak dilantik memimpin masyarakat Desa Bumi Asih tiga tahun silam itu langsung ‘tancap gas’ bersama perangkat desa lainnya membuat terobosan dalam membangun desa mereka.

“Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil untuk memajukan Bumi Asih yang merupakan unit permukiman transmigrasi (UPT)/SP 5 yang dibangun sekitar 1985 itu menjadi desa yang makmur bagi warganya baik pembangunan, ekonomi, sosial budaya, SDM dan nilai keagamaan,” ucap suami Riani Sri Hendaryanti ini memulai perbincangan.

Diakuinya, menjadikan Bumi Asih yang merupakan eks daerah Transmigrasi tahun 80an ini bisa sejajar dengan desa-desa definitif lain yang usianya lebih tua memang bukan pekerjaan mudah.

Tetapi dengan niat yang ikhlas dan semangat yang kuat merupakan modal awal yang bernilai tinggi sebagai sempurnanya ikhtiar.

Ayah dari Razka Pardhian dan Rizka Hayuningtiyas ini menurutkan, bersama aparatur desa lainnya, ia menetapkan sejumlah program kerja yang terbagi dalam skala prioritas dan non prioritas yang kesemuanya itu dalam rangka pemaksimalan anggaran pemerintah yang dialokasikan bagi setiap desa.

Namun dari sekian banyak program yang kami lakukan, Kades lulusan Madrasah Aliyah Negeri Kotabaru ini mengaku tidak hanya bersumber dari dana desa.

Tetapi juga melibatkan pihak lain (stakeholder) melalui program corporate sosial responsibility (CSR) yang wilayah usahanya di sekitar Desa Bumi Asih.

“Sedikitya 10 program kerja yang telah kami lakukan, diawali dari revitalisasi perkantoran dan gedung pelayanan bagi masyarakat yakni mengaktifkan kantor desa dan peran aktif aparatur desa,” katanya.

Melalui program pertama ini, dimaksudkan adanya keterbukaan dalam informasi publik baik informasi APBDes ataupun informasi penting lainya.

Dengan program ini pemerintahan Desa Bumi Asih sering melakukan musyawarah desa baik mengenai pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat ataupun laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Hal ini disambut antusias warga terlihat dari tingginya animo yang berpartisipasi setiap rapat desa digelar.

Gotong royong.

Program kedua, pemberian bantuan kesehatan kepada warga desa dengan pola gotong royong yang masih dijunjung tinggi olehg warga eks transmigran itu.

Teknisnya dengan memanfaatkan iuran swadaya masyarakat Rp10 ribu per KK, maka bantuan bisa diberikan dengan tiga golongan, I rawat inap sampai 2 hari mendapatkan bantuan Rp1 juta, golongan II rawat inap 2-4 hari mendapatkan Rp 2,5 juta dan golongan III rawat inap lima hari lebih mendapat bantuan Rp5 juta.

“Hal ini dilakukan agar dapat membantu warga yang terkena musibah, setidaknya bermanfaat meringankan biaya transportasi menuju dan dari rumah sakit juga bisa untuk beli obat-obatan,” jelasnya seraya mengatakan hingga Maret 2019 desa telah menyalurkan bantuan kesehatan Rp27 juta.

Program ketiga yakni, pengajuan terbitnya sertifikat baik tanah pekarangan atau ladang milik warga yang sudah hampir 32 tahun belum keluar.

Selain itu pembukaan lahan baru bagi warga pecahan KK (anak atau famili yang berubah status menikah).

Dalam hal ini Supardi mengaku mengajukan permohonan kepada Dinas Transmigrasi untuk digunakan sebagai pemukiman pecahan KK warga Desa Bumi Asih yang berjumlah 45 kavling.

Program ini sinergi dengan program Presiden yakni penerbitan sertifikat tanah.

“Alhamdulillah, sebanyak 400 buah sertifikat milik warga telah diterbitkan dan telah diserahkan kepada pemiliknya masing-masing,” bebernya.

Program keempat, pendirian Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mekar Jaya dengan melibatkan para pemuda desa yang tergabung dalam komunitas atau kelompok Mulia Bhakti.

Alhasil, sejak didirikan pada 2017, dibawah kepemimpinan Tujirin, Bumdes Mekar Jaya milik Bumi Asih kini memiliki unit usaha trading yakni membeli buah sawit milik warga dengan harga pantas dan menjualnya ke pabrik crude palm oil (CPO).

Selain itu Bumdes bekerjasama dengan Bank BNI melalui pengoperasian Agen BNI 46 yang bisa melayani segala transaksi keuangan bagi masyarakat, baik menyimpan, menarik tunai hingga transper serta pembayaran-pembayaran lainya seperti BPJS dan rekening listrik.

“Modal awal Rp50 juta dari dana desa yang dijalankan, tahun 2018 hasil usaha berupa asset sebesar Rp 125 juta,” ungkapnya.

Selanjutnya Program kelima yakni, revitalisasi embung desa, dengan membangun kolam seluas 40 m x 50 m kedalaman 8 meter dan baru bisa tersiring dengan batu susun setinggi 4 meter.

Manfaat bai warga sudah teratasi krisis air bersih, melalui embung ini mampu menyediakan air selama musim kemarau hingga 12 bulan.

Program keenam, Penerangan jalan. “Alhamdullillah pada 2017 mendapatkan bantuan penerangan jalan dari dinas sebanyak 15 titik lampu penerangan dan melalui keikutsertaan warga masyarakat kini sudah 45 titik di jalur poros desa dan pemerintah desa masih berupaya untuk seluruh jalan desa ada penerangan jalan seluruhnya”.

Program ketujuh, pembuatan badan jalan antar desa, yang dalam hal ini melibatkan pihak ketiga yaitu perusahaan dapat membantu perawatan jalan poros ataupun jalan di lingkungan desa.

Sebagai tindak lanjut program ini, pemerintahan Desa Bumi Asih juga berhasil membuat jalan baru yang dulunya tidak ada jalan menuju tempat ziarah ke masjid kuno yang terletak di Desa Sei Nipah.

Kini sudah dibuka jalan baru sekitar 1,5 Km yang bertujuan untuk memudahkan pengunjung ziarah ke masjid tua tersebut walau terletak di desa tetangga.

Program kedelapan, revitalisasi pertanian dan perkebunan.

Dia menurutkan, pertanian dan perkebunan di Desa Bumi Asih yang berjarak sekitar 30 Km dari ibukota kabupaten saat ini sangat baik dalam pengelolaanya terutama pertanian padi warga menjadi salah satu lumbung beras di Kabupaten Kotabaru.

Melalui 4 kelompok pertanian Desa Bumi Asih, Maju Makmur Bumi Asih, Sido Makmur, Karya Bakti dan Harapan Baru yang kemudian tergabung dalam Gapoktan Manunggal Jaya, mampu mengjasilkan produksi beras yang bukan hanya cukup memenuhi kebutuhan masyarakat desa tapi juga daerah lain Kabupaten Kotabaru.

“Dan yang membanggakan, Suli Sarwono putra Desa Bumi Asih yang mengolah lahan pertanian yang masuk wilayah desa tetangga menjadi kelompok pertanian terbaik sekabupaten dan se-Provinsi Kalsel,” beber Supardi.

Program kesembilan, yakni misi pemisahan hasil pengelolaan perkebunan plasma Desa Bumi Asih. Dulu hasil petani plasma warga Bumi Asih masih bergabung dengan desa tetangga pasti bagi hasilnya minim karena selalu dibawah hasil desa tetangga, namun setelah ada pemisahan, kini hasilnya serendah-rendahnya sama dengan desa lain, dan lebih sering hasilnya lebih tinggi.

Kini kegembiraan masyarakat bertambah, selain hasil plasma yang relatif tinggi dan kini tekah dibangun pergudangan pupuk di Desa Bumi Asih.

Dibangunya gudang pupuk ini akan ada peningkatan hasil yang dulunya belum tepat jadwal pemupukan dikarenakan jarak gudang pupuk sangat jauh sekitar 35 Km, kini bisa dipastikan bisa tepat waktu setiap pemupukan.

Kemudian Program kesepuluh, peningkatan jaringan internet. Dituturkan Supardi, hingga 2017 warga Bumi Asih dan Kecamatan Kelumpang Selatan sangat kesulitan dalam berkomunikasi menggunakan telepon seleluler karena ketiadaan signal.

Pada pertengahan 2018 atas usaha yang dilakukan pemerintahan desa mampu meyakinkan, PT Tower bekerjasama dengan Telkomsel, telah didirikan base transceiver station (BTS) sehingga kini signal ponsel dan jaringan internet sudah sangat mudah dan kuat.

“Banyak manfaat yang didapat dari jaringan tersebut salah satunya memperlancar transaksi perbankan Bumdes Mekar Jaya dan tak kalah pentingnya adalah memudahkan laporan secara online ke pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Selain itu bagi masyarakat mudah mendapatkan informasi media dan memudahkan berkomunikasi melalui handphone. Hal ini jauh berbeda jika dulunya harus mencari-cari tempat sinyal kini di rumah atau di luar rumah sangat mudah mendapatkan sinyal.

Oleh Imam Hanafi
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Skrining pendengaran sejak lahir untuk deteksi tuli bawaan

Jakarta (ANTARA) – Dokter spesialis THT menganjurkan agar segera skrining (mengetes) pendengaran anak sejak lahir untuk mendeteksi secara dini adanya tuli kongenital atau tuli bawaan sejak lahir.
 

Wakil Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dr Hably Warganegara Sp.THT-KL di Jakarta, Jumat, menyatakan saat ini di Indonesia belum seluruhnya rumah sakit atau bidan di Indonesia melakukan skrining pendengaran anak setelah dilahirkan.

“Untuk Jakarta, seluruh RSIA sudah melakukan semua. Kalau RSUD, kurang paham sepertinya, belum semua, makanya masih dikampanyekan. Atau kita yang membawa sendiri ke rumah sakit lain untuk diperiksa,” kata Hably.

Dia menjelaskan Komnas PGPKT mengampanyekan untuk memeriksakan pendengaran anak sejak lahir guna mendeteksi bila ada kemungkinan tuli kongenital.

Hably menerangkan Komnas PGPKT sedang memperjuangkan agar skrining pendengaran anak sejak lahir itu bisa menjadi kebijakan sehingga diwajibkan untuk seluruh rumah sakit.

Ada dua langkah yang bisa dilakukan untuk mendeteksi sejak dini kemungkinan tuli bawaan, yaitu dengan mengetahui refleks anak yang disebut moro dan tes elektronik untuk mengetahui saraf pendengaran anak bekerja.

Bayi diberikan suara dari bagian belakangnya yang tidak terlihat pandangan seperti menepuk tangan, memanggil keras, atau memukul meja. Jika anak kaget, mengejapkan mata, atau mengerutkan wajah, kemungkinan besar anak mendengar.

Namun tes tersebut dinilai subjektif, sehingga diperlukan tes objektif pendengaran dengan alat Otoacoustic Emission (OAE) untuk mengetahui apakah rumah siput di dalam telinga bekerja.

Dengan mengetahui adanya kelainan pendengaran pada anak sejak dini bisa dilakukan tindakan dengan segera agar anak bisa cepat mendengar dan berbicara.

Keterlambatan deteksi anak tuli kongenital bisa berakibat tidak hanya pada anak yang tidak bisa mendengar, melainkan juga tidak dapat berbicara karena tidak mendengar apapun sejak lahir.

Beberapa faktor penyebab terjadinya tuli bawaan antara lain ibu hamil yang terinfeksi virus rubella yang bisa menyerang organ janin, adanya kelainan anatomi tubuh yang tidak sempurna, lahir prematur, berat badan rendah, dan lain-lainnya.*

Baca juga: Telinga tuli jika gunakan”earphone” berlebihan

Baca juga: Ray Sahetapy dukung anaknya jadi aktivis tuli

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertamina MOR VII baksos dukung Indonesia bebas TBC

Makassar (ANTARA) – Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi mendukung Indonesia bebas penyakit Tuberculosis (TBC) dengan menggelar berbagai kegiatan bakti sosial (baksos) di kantor pertamina setempat.

“Kegiatan ini sejalan dengan target yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  yakni pada 2030 mendatang insiden TBC menurun 80 persen. Pada 2050 tidak ada lagi kasus baru TBC,”  kata Pjs General Manager Pertamina MOR VII, I Ketut Permadi Aryakuumara, di Makassar, Jumat.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai kepedulian pertamina dan dibuka untuk masyarakat umum guna mendeteksi penyakit paru seperti TBC. Bila memang ada peserta yang terdeteksi penyakit segera dilakukan tindakan pengobatan.

Selain itu, acara tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan dalam rangka menyambut Hari TBC Sedunia yang diperingati pada 24 Maret 2019. Setelah senam dilanjutkan Talk Show TBC, dan diakhiri screening paru gratis bagi peserta.

TBC merupakan penyakit menular langsung yang ditularkan antarmanusia lewat semburan dahak atau udara. TBC, kata Permadi, adalah penyakit pembunuh nomor tiga tertinggi di Indonesia, setelah stroke dan jantung.

“Penyakit TBC ini sebenarnya bisa disembuhkan asal pasien mengonsumsi obat secara teratur,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Selatan, Dr H Bachtiar Baso pada kesempatan itu menjelaskan, penyakit TBC bisa disembuhkan asalkan penderita disiplin. Bila penderita tidak rutin meminum obat secara teratur bisa jadi TBB latent dan resisten.

“Kalau resisten obatnya semakin banyak yang diminum dan lama pengobatan juga bertambah. Belum lagi reaksi dari obat TBC resisten lebih berat dibandingkan obat TBC biasa,” ujarnya.

Di Sulsel, menurut Bachtiar, masih masuk dalam sepuluh besar provinsi dengan jumlah pengidap penyakit TBC terbanyak di Indonesia, sehingga diperlukan kegiatan lanjutan seperti screening paru dilaksanakan pertamina sebagai wujud tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang sangat spesifik dan bisa berdampak langsung.

Selain berkontribusi dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan cara pencegahan terhadap mikrobakteria Tuberculosis yang menyerang paru-paru, juga dilakukan peningkatan pemahaman terhadap bahaya mikrobakteria Tuberculosis agar masyarakat dapat mendeteksi sejak dini penyakit TBC.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Norma K3 Dinas Tenaga Kerja Sulsel, Giawan Lussa mengapresiasi komitmen Pertamina MOR VII yang melibatkan seluruh tenaga kerja yang berada di lingkungan bisnisnya.

Selain tetap meningkatkan kualitas kesehatan dengan peduli, juga ikut berpartisipasi terhadap pengurangan jumlah pengidap penyakit, khususnya TBC.

“Ini menjadi contoh peran aktif perusahaan dalam memperhatikan kesehatan kerja di lingkungan operasionalnya, semoga kegiatan ini dapat dicontohi di lokasi-lokasi lain,” kata Giawan.

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bantuan bagi korban banjir Sentani terus mengalir

Banjir yang melanda Kabupaten Jayapura yang menimbulkan korban jiwa membuat kita berduka atas dasar itulah kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan kemanusian.

Jayapura (ANTARA) – Bantuan terus berdatangan bagi korban banjir bandang yang melanda warga Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Salah satunya datang dari Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), Ricky Ham Pagawak.

“Banjir yang melanda Kabupaten Jayapura yang menimbulkan korban jiwa membuat kita berduka. Kami terpanggil untuk memberikan bantuan kemanusiaan,” kata Bupati Ricky Ham Pagawak kepada wartawan disela-sela penyerahan bantuan di Jayapura, Jumat.

Bupati Ham bersama dengan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim peduli bencana Kabupaten Mamberamo Tengah sebanyak 70 orang turun langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan.

Distribusi bantuan kemanusiaan tersebut dimulai dari tempat pengungsi di STAKIN Sentani, yang dihuni 900 lebih pengungsi.

Pada kesempatan itu, Bupati Ham menyerahkan bantuan secara simbolis. Dia pun memberikan penguatan dan semangat kepada para pengungsi.

Selain STAKIN, Bupati Ham bersama rombongan juga menyerahkan bantuan yang sama kepada korban banjir di tiga posko lainnya, masing-masing Posko SIL, Stadion Barnabas Youwe dan Puspenka Hawai.

Tak hanya menyerahkan bantuan dalam bentuk barang, Bupati Ham juga menyerahkan bantuan berupa uang.

Ham mengatakan, banjir bandang yang mengakibatkan korban jiwa maupun material membuat semua yang ada di Provinsi Papua berduka cita, termasuk pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah.

Menurut dia, bantuan yang diserahkan di antaranya sembako, keperluan bayi, pakaian layak pakai, dan alat tidur.

“Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tapi bagaimana kepedulian dan sikap dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mamberamo Tengah,” katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Mamberamo Tengah ini yakin bantuan yang diberikan akan bermanfaat bagi korban bencana. Apalagi bantuan ini akan disalurkan oleh pihak gereja baik GIDI, Baptis, GKI maupun pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada pihak gereja maupun Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dengan sigap membangun posko sehingga dapat menampung masyarakat yang menjadi korban banjir,” tambah Bupati.

Ketua Klasis Wilayah Pantura Pendeta Iker Tabuni menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ham yang datang mengunjungi langsung korban banjir dengan memberikan bantuan baik barang maupun dana.

Ia menilai, dengan memberikan bantuan secara langsung di posko, sebagai langkah tepat sebab masyarakat bisa melihat langsung bantuan-bantuan itu. Dan bisa merasakan langsung perhatian pemimpin bagi rakyatnya.

“Kami sendiri akan mengatur dengan baik bantuan yang ada agar masyarakat bisa merasakannya,” katanya.

Koordinator Posko bantuan Puspenka, pendeta Willem Itaar mengaku bantuan ini akan membantu meringankan warga yang menjadi korban banjir.

“Kami berterima kasih untuk itu,” katanya. Menurut dia, pelayanan diberikan kepada warga dari semua dedominasi gereja kepada warga yang menjadi korban banjir.

Dia mengatakan, pihaknya tidak hanya melayani dalam bentuk menyiapkan makan, minum, maupun pakaian, tetapi juga pelayanan pastoral konseling kepada orang tua maupun anak untuk memulihkan trauma pasca banjir.*

Baca juga: Rp800 juta dari Pemkab Lanny Jaya-Jayawijaya bagi korban banjir

Baca juga: Demokrat: korban banjir Sentani masih butuh bantuan

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rp800 juta dari Pemkab Lanny Jaya-Jayawijaya bagi korban banjir

Selain bantuan dana, pemerintah dan masyarakat telah mengirim 37 koli bantuan pakaian layak pakai dan peralatan masak yang diharapkan membantu korban banjir

Wamena (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua menyalurkan bantuan dana sebesar Rp800 juta untuk korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Christian Sohilait di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat, mengatakan Bupati Lanny Jaya menyerahkan Rp800 juta, dan ditambah lagi dengan hasil penggalanangan dana yang dilakukan oleh masyarakat Ibu Kota Lanny Jaya, yaitu Tiom.

“Kami sudah mulai menyalurkan bantuan Pemkab Lanny Jaya, sementara aksi dilakukan juga oleh masyarakat Tiom karena kami punya empat gereja baptis di Sentani yang juga kena musibah, yaitu Gereja Baptis Komba, Kihiran , Pos 7 dan Yahim,” katanya.

Selain bantuan dana, pemerintah dan masyarakat telah mengirim 37 koli bantuan pakaian layak pakai dan peralatan masak yang diharapkan membantu korban banjir.

Christian Sohilait mengatakan telah dikirim tenaga dokter bedah, dokter umum dan dua orang perawat ke Sentani untuk membantu korban luka-luka.

“Kita akan menyerahkan bantuan secara langsung dan melihat kondisi masyarakat Lanny Jaya yang ada di Sentani. Ini bantuan pertama, sedangkan di Tiom masih melakukan penggalangan bantuan,” katanya.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan sebagai bentuk kepedulian mereka pemerintah dan masyarakat Jayawijaya, sudah ditransfer dana untuk membantu korban banjir Kabupaten Jayapura.

“Kami dari Jayawijaya sudah mentranfer Rp300 juta kepada pemda Kabupaten Jayapura,” katanya.

Baca juga: PMI Kirim Logistik Bantuan Untuk Korban Banjir di Sentani

Baca juga: Pegiat di Manokwari galang bantuan korban banjir bandang di Sentani

Baca juga: Kapal bantuan Kemenhub untuk korban banjir tiba di Sentani

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi hari air sedunia di Bandung

Seniman yang tergabung dalam Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri) melakukan aksi teatrikal di Sungai Cikapundung, Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019). Aksi teatrikal yang bertemakan “Ritus Tubuh dan Air” tersebut dilakukan dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

Masyarakat tanggapi beragam wacana PUBG haram

(Antara) – Beragam tanggapan muncul dari masyarakat terkait wacana fatwa haram terhadap game Player Unknown’s Battlegrounds atau PUB-G di Indonesia.  Ada yang tidak setuju,  ada yang mendukung, ada pula yang menyarankan agar diberlakukan batasan umur untuk memainkan game yang disinyalir menjadi inspirasi penembakan brutal yang terjadi di Selandia Baru beberapa waktu lalu.

Hari Air Dunia

Hari Air Dunia

Sejak tahun 2014 lalu, Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) melakukan survei terhadap 500 kota besar di dunia.
Hasilnya didapati 11 negara akan mengalami krisis air salah satunya Jakarta, Indonesia.

MUI kaji fatwa game PUBG

Jakarta (ANTARA) – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Zaitun Rasmin mengatakan MUI mengkaji usulan masyarakat mengenai fatwa game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).

“Kami akan kaji dulu. Masukan dari masyarakat ini sangat penting bagi MUI tentang game,” kata Zaitun ditemui di Gedung MUI, Jakarta, Jumat.

Game PUBG sendiri salah satu permainan virtual dalam ponsel cerdas bertema peperangan yang dimainkan antarpengguna “Player versus Player” (PvP) secara dalam jaringan atau daring.

Sejumlah unsur masyarakat menilai permainan tersebut ditengarai memicu radikalisme karena mempraktikkan peperangan dan pembunuhan. Permainan genre battle royale itu menuai kontroversi setelah disebut mirip dengan aksi pelaku penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Soal waktu keluar fatwa PUBG,, dia tidak dapat memastikan karena tergantung dari data yang masuk ke Komisi Pengkajian dan Penelitian bersama Komisi Fatwa MUI.

Zaitun mengatakan MUI tidak hanya mengeluarkan fatwa soal makanan dan minuman saja karena persoalan umat sangat luas. Beberapa hal yang dapat membentuk perilaku yang buruk dapat dikenai fatwa.

“Dalam Islam sesuatu bisa haram karena zatnya atau sebab yang diakibatkan, apakah hal tersebut yang menjadi dominan mempengaruhi maka dia akan dilarang,” katanya.

“Al Quran mengatakan jangan mendekati zina, kenapa? Karena akan menjerumuskan pada zina. Game-game ini kalau menjerumuskan menjadikan seseorang pada pembunuh maka dilarang. Tentu akan dikaji dulu sejauh mana hal itu,” kata dia.*

Baca juga: MUI pertimbangkan fatwa untuk permainan daring PUBG

Baca juga: PUBG gelar kompetisi berhadiah 2 juta dolar

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini pembagian klaster pelayanan kesehatan bagi korban banjir Sentani

Untuk MCK yang dibangun PU sekitar 17 unit di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura sudah siap namun masih terkendala air,

Jayapura (ANTARA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua membagi pelayanan kesehatan kepada korban banjir Sentani, Kabupaten Jayapura, per sub klaster.

Kepala Dinkes Papua, Aloysius Giyai di Jayapura, Jumat, mengatakan pelayanan kesehatan kepada korban banjir bandang Sentani dibagi menjadi 10 sub klaster.

Sub klaster pertama, sub Klaster Data dan Informasi, sub klaster kedua, sub Klaster pelayanan kesehatan, sub klaster ketiga sub klaster kesehatan lingkungan, sub klaster keempat, sub klaster Kesehatan Reproduksi.

Selanjutnya, sub klaster kelima yaitu sub klaster Kesehatan Jiwa, sub klaster klaster keenam yakni sub klaster DVI (Dok Pol), tujuh Sub Klaster Kesehatan Gizi, delapan Sub Klaster Promotif, sembilan, sub klaster Obat Bencana, sepuluh sub klaster Surveilans.

Mantan Direktur RSUD Abepura ini menjelaskan, sub Klaster Pelayanan Kesehatan dilakukan oleh 248 relawan yang terbagi atas sembilan dokter sepesialis, 37 dokter umum, 134 perawat, 10 bidan, 42 farmasi, 65 tenaga gizi dan beberapa tenaga evakuasi, supir, sanitarian dan analis kesehatan.

Sub Klaster Kesehatan Lingkungan Untuk Sub Klaster Kesehatan lingkungan bekerjasama dengan Pusat Krisis Kesehatan Makassar melakukan Assesment di enam wilayah pengungsian untuk melihat sanitasi MCK dan kesehatan lingkungan lainnya dan mendapatkan data bahwa seluruh MCK yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pengungsian.

“Untuk MCK yang dibangun PU sekitar 17 unit di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura sudah siap namun masih terkendala air,” katanya.

Sub Klaster Kesehatan Reproduksi melaksanakan pelayanan ke pengungisan di gunung merah guna mengecek ibu hamil dan ibu nifas bersama mahasiswa kebidanan poltekes.

“Dari pengecekan yang dilakukan ditemukan satu ibu nifas saat kunjungan ke gedung pengungsian di Gunung Merah,” ujarnya.

Kemudian, sub Klaster Kesehatan Jiwa Pada sub klaster ini melaksanakan pelayanan trauma healing kepada pengungsi yang berada di Gunung Merah bersama mahasiswa perawat dari Poltekkes.

Sub Kalster DVI ditangani langsung oleh dokter polisi. Sub Klaster Kesehatan Gizi, petugasnya melakukan bantuan tenaga ke dapur umum posko induk dan posko di lapangan serta melakukan pelayanan gizi di posko Gunung Merah.

Selain itu, menurut mantan Kepala Puskesmas Koya ini, menyediakan PMT bagi balita dan ibu hamil kepada pasien.

Ia menambahkan, sub klaster promotif Sub Klaster Obat Bencana, pada sub klaster ini melaksanakan kegiatan penguatan ketersediaan obat. Terakhir, sepuluh klaster Surveilans. Pada sub klaster ini, dilakukan pendataan kasus-kasus penyakit korban banjir Sentani.

Pewarta: Musa Abubar
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

88 desa Kutai Barat belum teraliri listrik

Barong Tongkok (ANTARA) – Dari 190 kampung/desa yang tersebar pada 16 kecamatan di kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, terdapat 88 kampung yang belum teraliri listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), sehingga dalam waktu dekat diharapkan semua bisa tersentuh PLN.

“Saya menyambut positif rencana PLN yang akan membangun jaringan listrik 150 kv dengan mendirikan 479 menara listrik,  mulai kecamatan Kutai Kartanegara (Kotabangun) hingga Kecamatan Melak (Kubar),” kata Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan di Barong Tongkok, Jumat.

Sehari sebelumnya, saat memimpin pertemuan tentang rencana pembangunan menara listrik yang dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah(OPD), PT PLN, PT Anekareksa International, dan PT Pamulia Selaras Abadi, Arkan optimis pembangunan menara listrik bisa tuntas pada akhir 2019.

PT Anekareksa dan PT Pamulia Selaras Abadi hadir dalam pertemuan ini karena wilayah operasi dua perusahaan perkebunan ini akan dilintasi oleh menara listrik yakni dari 479 menara listrik yang akan dibangun. Terdapat 328 menara listrik yang berada di wilayah administrasi kabupaten Kubar, selebihnya ada di kabupaten Kutai Kartanegara.

Pertemuan di Barong Tongkok yang mengundang sejumlah pihak terkait tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan Wabub Kubar bersama manajemen PT PLN Wilayah Kaltimtara yang dilakukan di Balikpapan pada 1 Maret 2019.

Dalam pertemuan di Baromg Tongkok ini disebutkan bahwa di kawasan PT Anekareksa Internasional terdapat 19 titik yang akan dilintasi menara listrik dengan luasan lahan yang telah mengantongi hak guna usaha (HGU) seluas 21,0 hektare (ha).

Masih di perusahaan yang sama, terdapat pula 53 titik yang akan dibangun menara listrik di atas lahan izin lokasi, namun belum mengantongi HGU, yakni dengan luas lahan sebesar 22,77 ha.

Sedangkan, di kawasan operasi PT Pamulia Selaras Abadi, tedapat 22 titik yang akan didirikan menara listrik dengan luasan areal 22,51 ha, sehingga melalui pertemuan tersebut diharapkan ditemukan titik terang untuk memperlancar pembangunan menara listrik demi terlayaninya listrik bagi warga kampung.

“Saya yakin semua pihak mau menyelesaikan ini dengan baik, buktinya dari perwakilan perusahaan mau hadir di pertemuan ini karena semua menyadari bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Apalagi untuk pembebasan lahan sekarang sudah selesai 50 persen, sehingga saya yakin masalah yang ada bisa diatasi lewat forum ini,” ujar Wabup.

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Korban banjir di perbatasan RI-PNG dapat pengobatan gratis

Jayapura (ANTARA) – Satuan tugas pengamanan perbatasan dari Yonif 328/DGH, Jumat (22/3) melaksanakan pengobatan gratis kepada warga Mosso yang bermukim di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG).

Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, merupakan kampung terakhir yang berada di perbatasan RI-PNG, yang beberapa waktu lalu sempat terendam banjir akibat Sungai Mosso meluap.

Komandan Yonif 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari kepada Antara, membenarkan terendam nya kampung tersebut sehingga masyarakat mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Untuk mengurangi beban warga, pihaknya melakukan pengobatan gratis dengan mengerahkan dokter satgas dan paramedis. Pengobatan untuk warga dipimpin dr.Rizky, kata Iswari seraya menambahkan dari laporan yang diterima sebagian warga yang berobat menderita demam, gatal-gatal, sesak nafas dan malaria.

Bahkan dalam kegiatan tersebut ditemukan warga yang terkena kanker di bagian pipi dan diabetes serta darah tinggi, kata Mayor Inf Iswari.

Pengobatan gratis untuk warga dilakukan di balai kampung Mosso.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sila daftar melalui jalur seleksi selain SNMPTN

ANTARA-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengimbau para peserta yang tak lolos mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguran Tinggi Negeri SNMPTN 2019 untuk mendaftar di dua jalur lain, yakni SBMPTN dan Jalur Mandiri. Tahun ini calon mahasiswa yang lolos SNMPTN tidak lagi dapat mendaftar  melalui jalur SBMPTN.

82 persen sungai di Indonesia tercemar dan kritis

Jakarta (ANTARA) – Sungai di Indonesia yang kondisinya tercemar dan kritis mencapai 82 persen dari 550  sungai yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga airnya tidak layak untuk dikonsumsi.

“Dari lebih 550 sungai itu, 52 sungai strategis di Indonesia dalam keadaan tercemar, di antaranya Sungai Ciliwung di DKI Jakarta dan Sungai Citarum di Jawa Barat,” kata Direktur Forest and Freshwater dari World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Irwan Gunawan dalam diskusi “Bersama Menjaga Air Sumber Kehidupan” dalam memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret, Jakarta, Jumat.

Ia mengungkapkan, sungai-sungai di Indonesia, yang penting untuk kegiatan sosial, pertanian, dan industri itu sebagian besar berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena tercemar limbah domestik seperti dari rumah tangga dan industri.

Irwan menuturkan dari sekian ratus sungai di Indonesia, yang baru dipantau secara intensif dan bisa dilaporkan setiap tahun hanya 82 sungai.

Sampai dengan Desember 2018, dari 82 sungai yang dipantau itu , 50 sungai kondisinya tetap dan relatif stabil, 18 sungai membaik serta 14 sungai makin memburuk.

Dia menuturkan pentingnya keberlanjutan air dan upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari sektor produksi yang memerlukan air sebagai bahan baku.

Ia mengingatkan semua pihak untuk bekerja sama memastikan ketersediaan dan keberlanjutan air tawar karena air memiliki peran penting bagi kehidupan.

Baca juga: Sebagian warga masih buang tinja ke Sungai Ciliwung
Baca juga: 70 persen limbah domestik cemari Sungai Citarum
Baca juga: 30 perusahaan mencemari sungai di Surabaya

 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Baturaja-Sumsel keluhkan distribusi air PDAM tidak lancar

Jelas dirugikan karena sejak dua hari terakhir distribusi air PDAM tidak lancar, bahkan kemarin airnya tidak mengalir sama sekali

Baturaja (ANTARA) – Sejumlah warga Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengeluhkan distribusi air bersih PDAM setempat tidak lancar sehingga merugikan pelanggan.

“Jelas dirugikan karena sejak dua hari terakhir distribusi air PDAM tidak lancar, bahkan kemarin airnya tidak mengalir sama sekali,” kata salah seorang pelanggan PDAM, Martini, warga Kelurahan Sukajadi, Ogan Komering Ulu, di Baturaja, Jumat.

Menurut dia, selain tidak lancar kualitas air milik PDAM Kabupaten Ogan Komering Ulu juga dinilai sangat buruk karena air yang mengalir ke pipa pelanggan keruh dan berdebu.

“Kualitas airnya biasanya tergantung kondisi Sungai Ogan. Jika air sungai berwarna coklat maka air yang didistribusikan PDAM warnanya keruh dan berdebu,” ujarnya.

Dia berharap agar perusahaan milik daerah setempat tersebut dapat meningkatkan pelayanan dan memperbiki kualitas air bersih agar tidak merugikan pelanggan.

Sementara Direktur PDAM Ogan Komering Ulu, Abi Kusno melalui Kasi Distribusi, Eko Suprianto secara terpisah mengakui sejak dua hari terakhir distribusi air bersih ke saluran pipa sejumlah pelanggan memang terganggu akibat adanya pengurasan bak penampungan air.

Dia menjelaskan, pengurasan bak reservoir atau penampungan air di Unit Pengolahan (UP) Bakung tersebut dilakukan pihaknya untuk membersihkan lumpur yang mengendap hingga menyebabkan kualitas air pelanggan menjadi tidak jernih.

“Lumpur yang mengendap di bak penampungan sudah setebal tiga meter sehingga harus dibersihkan agar kualitas air yang diterima pelanggan kembali jernih,” katanya.

Diakuinya, selama pengurasan yang berlangsung selama dua hari sejak kemarin tersebut saluran air UP Bakung untuk pelanggan PDAM di kawasan mulai dari Kelurahan Kemalaraja, Sukajadi, dan Sukaraya dipastikan terganggu.

“Selama pengurasan berlangsung distribusi air bersih dihentikan. Oleh sebab itu kami imbau pelanggan agar menggunakan air sebijak mungkin,” ujarnya.

Baca juga: PDAM OKU perbaiki kualitas air pelanggan

Baca juga: Sumur mendidih ditemukan di OKU Sumsel

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jaga kuantitas-kualitas, pelayanan PDAM Banyumas-Jateng ditingkatkan

Untuk menjaga kuantitas dan kualitas air kami secara berkala melaksanakan pencucian dan pembersihan sumur dalam

Purwokerto (ANTARA) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan menjaga kuantitas dan kualitas air.

“Untuk menjaga kuantitas dan kualitas air kami secara berkala melaksanakan pencucian dan pembersihan sumur dalam,” kata Direktur Teknik PDAM Tirta Satria Kabupaten Banyumas Wipi Supriyanto di Purwokerto, Banyumas, Jumat.

Dia menjelaskan, hal tersebut bertujuan agar air tanah dapat mengalir ke dalam lubang saringan dengan sempurna.

“Tujuannya untuk membersihkan dinding zona invasi akuifer serta kerikil pembalut dari partikel halus agar seluruh bukaan pori dapat terbuka penuh,” katanya.

Pihaknya juga sigap memperbaiki pipa-pipa yang bocor agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu.

Wipi mengatakan pihaknya juga menyiagakan pegawai selama 24 jam pada instalasi-instalasi pengolahan guna menjaga kualitas dan kontinuitas.

Pihaknya juga menyiagakan pegawai sebagai penanggungjawab jaringan pipa pada masing-masing wilayah.

Selain itu, PDAM Banyumas juga menyiagakan pegawai yang khusus untuk menangani keluhan pelanggan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sebelumnya, pihaknya menargetkan sebanyak 10.000 pelanggan baru sepanjang tahun 2019 ini.

Dia menjelaskan, dari target 10.000 tersebut, 2.500 di antaranya adalah target pelanggan reguler dan 7.500 sisanya adalah pelanggan yang melalui program program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Awalnya itu target sesuai rencana kegiatan tahun anggaran 2019, target pemasangan baru adalah 2.500 reguler dan 7.500 program MBR, namun dari hasil perolehan pendaftaran calon pelanggan MBR, hanya mendapatkan 4.843 dan masih diseleksi lagi dari pusat, hanya menyetujui 4.358 calon pelanggan MBR,” katanya.

Dia menjelaskan, biaya pasang baru bagi pelanggan reguler adalah sebesar Rp2,3 juta. Sementara lewat program MBR hanya sebesar Rp750 ribu.

Dia mengatakan pihaknya optimis target tersebut akan dapat tercapai hingga akhir tahun 2019 ini.

Baca juga: Akademisi ingatkan pentingnya antisipasi krisis air bersih

Baca juga: Masyarakat Banyumas diminta jaga Sungai Serayu

Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gubernur Papua Barat siapkan bantuan korban banjir Sentani

Sesuai petunjuk gubernur, beliau sendiri yang akan menyerahkan bantuan ke sana

Manokwari (ANTARA) – Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan berencana mengunjungi warga korban banjir bandang di Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, untuk menyerahkan bantuan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir di Manokwari, Jumat, mengatakan, pihaknya saat ini masih menggalang bantuan dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat serta instansi swasta untuk bencana banjir Sentani.

“Sesuai petunjuk gubernur, beliau sendiri yang akan menyerahkan bantuan ke sana. Bapak gubernur turut sedih dan berbela sungkawa atas korban meninggal dalam peristiwa itu,” kata Ampnir.

Ia pun mengapresiasi masyarakat Papua Barat yang memberikan bantuan baik melalui BPBD maupun instansi lain. Ia juga mengapresiasi aksi peduli penggalangan bantuan yang dilaksanakan sejumlah organisai dan komunitas di daerah tersebut.

Sejak dibuka hingga saat ini, Posko BPBD Papua Barat terus menerima bantuan dari masyarakat dan instansi pemerintah. Pihaknya menerima penyaluran bantuan selama14 hari pascabencana.

“Sesuai dengan waktu penanganan bencana yakni selama 14 hari, di mana bisa diperpanjang sesuai dengan aturan yang berlaku. Komitmen gubernur juga untuk terus merawat kebersamaan di tanah Papua,” katanya.

Saat ini pihaknya juga sedang berkoordinasi untuk meminta beras cadangan pemerintah (BCP) yang berada di gudang Bulog. BCP sebanyak 50 ton itu akan dimanfaatkan untuk membantu para pengungsi banjir sentani.

“Kalau BCP bisa keluar kita akan salurkan sekaligus dengan bantuan dari masyarakat. Kami akan menyurat ke Bulog sekaligus meminta kemudahan distribusi ke wilayah bencana,” katanya.

Selain bantuan logistik, lanjut Derek, pihaknya sedang berupaya menyiapkan bantuan relawan. Pendataan sedang dilakukan bagi masyarakat yang bersedia membantu proses pemulihan pascabencana di Sentani.

“Ini sudah hampir seminggu, para relawan yang sudah duluan di sana pasti sudah sangat lelah. Kita siapkan tenaga dari Papua Barat untuk membantu saudara-saudara kita di sana,” ujarnya.

Baca juga: IKA Unipa Manokwari buka rekening peduli Sentani

Baca juga: Alumni Uncen kumpulkan sumbangan bantu korban banjir Sentani

Baca juga: Persit Korem buka dapur lapangan pengungsi banjir bandang Sentani

Pewarta: Toyiban
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Legenda transportasi Indonesia di Pameran Classic N Unique Bus 2019

(Antara) – Bagi Anda yang lahir sebelum tahun 1980 pasti mengenal di antara sederetan armada angkutan umum lawas  seperti bemo/ taksi/ bus/ hingga mini van klasik yang sangat populer pada masanya. Kendaraan – kendaraan itu kini dihadirkan kembali dalam Pameran Indonesia Classic N Unique Bus 2019. Pameran ini akan mengajak Anda memutar memori masa lalu saat mengejar bus atau berhimpitan di angkutan umum dengan penumpang lainnya.

Lima desa di Sukanagara Cianjur dilanda banjir dan longsor

Cianjur (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat lima desa di Kecamatan Sukanagara dilanda bencana banjir dan longsor yang membuat puluhan kepala keluarga mengungsi di sejumlah tempat lebih aman.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di dekat lokasi bencana untuk mengungsi sementara waktu karena dikhawatirkan terjadi bencana susulan di lima desa tersebut,” kata Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno pada wartawan Jumat.

Ia menjelaskan ada tiga titik bencana longsor, dua diantaranya terjadi di pemukiman sehingga menimpa rumah warga dan longsor yang menyebabkan jalan utama di Cianjur bagian selatan amblas sementara banjir akibat luapan sungai terjadi di dua desa di wilayah tersebut.

Longsor terjadi di Desa Gunungsari, Desa Sindangsari dan Desa Sukarame, sedangkan banjir terjadi di Desa Sukakarya dan Desa Sukalaksana. Pihaknya menerjunkan tim yang dibagi lima kelompok untuk penanganan bencana.

“Tim sudah di lokasi bencana untuk melakukan pendataan, penanganan pasca bencana, hingga pendistribusian bantuan logistik. Tim langsung menyebar ke lokasi bencana yang terjadi nyaris serentak,” katanya.

Sementara Camat Sukanagara, Dede Saputra, mengatakan pihaknya masih mengimbau warga yang terkena dampak bencana untuk mengungsi sementara ke rumah saudara atau tetangganya yang lebih aman karena masih tingginya intensitas hujan.

“Banjir terjadi akibat sungai Cibala meluap setelah hujan turun deras yang cukup lama. Baru tahun ini air sungai sampai meluap dan merendam rumah warga di dua desa. Sehingga pihak kecamatan bersama tim mengungsikan warga,” katanya.

Ia menambahkan, warga yang rumahnya rusak berat akibat longsor, akan direlokasi ke titik lain untuk dibangunkan rumah baru. Rencananya relokasi akan menggunakan tanah desa dengan sumber dana pembangunan dari program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Sekarang sedang proses musyawarah oleh pemerintah desa, rencananya akan dibuatkan rumah melalui program rutilahu,” katanya.

Baca juga: Tiga rumah rusak akibat longsor di Sukanagara
Baca juga: Rumah dan lima hektare sawah tertimbun longsor di Cianjur
Baca juga: Belasan rumah di Cianjur terancam longsor akibat pergerakan tanah

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hutan adat Bukit Samabue Landak divalidasi KLHK

Dengan adanya SK tersebut juga diharapkan peran serta masyarakat adat dalam pembangunan dan pengelolaan desa berbasis adat yang bersinergi dengan pemerintahan desa di Kabupaten Landak,

Pontianak (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia serta Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan bersama Pemkab Landak melakukan verifikasi dan validasi Hutan Adat Bukit Samabue yang terletak di Desa Sepahat, Kecamatan Menjalin.

“Proses verifikasi dan validasi tersebut menyusul diakuinya keberadaan Masyarakat Hukum Adat Binua Lumut Ilir, Desa Sepahat, Kecamatan Menjalin dengan ditetapkannya Surat Keputusan Bupati Landak Nomor 660.1/91/HK-2019 tanggal 15 Februari 2019 tentang Penetapan Masyarakat Hukum Adat Binua Lumut Ilir Desa Sepahat Kecamatan Menjalin Kabupaten Landak,” kata Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa di Ngabang, Jumat.

Menurutnya, verifikasi dan validasi ini merupakan salah satu proses dalam rangka mempercepat penetapan obyek pengakuan hak penetapan hutan adat dan pengetahuan tradisional di wilayah Kabupaten Landak.

Sebelumnya, tambah dia Kabupaten Landak juga telah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Landak Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Landak dan Pemerintah Kabupaten Landak.

“Dengan adanya SK tersebut juga diharapkan peran serta masyarakat adat dalam pembangunan dan pengelolaan desa berbasis adat yang bersinergi dengan pemerintahan desa di Kabupaten Landak,” ujar Karolin.

Ditempat yang sama, Penjabat Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama DPRKPLH Kabupaten Landak, Suharnoto mengungkapkan proses verifikasi dan validasi tersebut diselenggarakan selama tiga hari ini Hutan Adat Samabue, mulai hari Selasa (19/3/2019) hingga Kamis (21/3/2019).

“Dengan penetapan obyek pengakuan hak penetapan hutan adat dan pengetahuan tradisional kedepan diharapkan dapat menjadi aset Kabupaten Landak dan dapat bermanfaat bagi masyarakat adat Binua Ilir di Desa Sepahat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat adat sangat mendukung dan berterima kasih kepada Bupati Landak yang telah menetapkan masyarakat hukum adat binua Lumut Hilir Desa Sepahat tersebut melalui SK Bupati.

“Kita berharap hasil verifikasi dan validasi hutan adat dapat diterima dan dikukuhkan oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Sehingga hutan adat Bukit Samabue dapat terpelihara dari alih fungsi lahan dan meningkatkan ekonomi masyarakat adat,” tambahnya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mandiri Inhealth di Siloam Hospitals

Direktur Utama Mandiri Inhealth Iwan Pasila (kedua kiri) berjabat tangan dengan Direktur Siloam Hospitals Surabaya dr Maria Magdalena Padmidewi SpPK (kedua kanan) saat peresmian counter khusus peserta Mandiri Inhealth di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/3/2019). Penyediaan counter Mandiri Inhealth di Siloam Hospitals Surabaya itu untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para peserta asuransi. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Bantuan dana untuk korban bencana Sulteng tak mungkin disalahgunakan

Khusus untuk bencana Sulteng, penyaluran bantuan karyawan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan yang kedua setelah pada Oktober 2018 menyalurkan Rp120 juta melalui Pemerintah Provinsi Sulteng yang diterima Sekprov Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate,

Palu (ANTARA) – Wakil Wali Kota (Wawako) Palu, Sigit Purnomo Said menegaskan seluruh dana bantuan dari berbagai pihak untuk para korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi akan digunakan dengan benar dan tidak mungkin disalahgunakan.

“Ya amanlah, amit-amit deh, nggak mungkinlah (disalahgunakan),” kata Sigit yang lebih dikenal dengan nama Pasha Ungu itu usai menerima bantuan karyawan BPJS Ketenagakerjaan di kediaman dinasnya di Palu, Jumat.

Sebelumnya Deputi Direktur Bidang Human Capital BPJSKetenagakerjaan Abdur Rahman Idris menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp130 juta kepada Wawako Palu Pasha Ungu untuk diteruskan kepada para korban bencana alam di ibu kota Sulawesi Tenggara (Sulteng) ini.

Menurut Abdur Rahman, bantuan tahap kedua ini adalah kepedulian bentuk kepedulian karyawan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia untuk para korban bencana alam di Palu yang menerima Rp130 juta serta korban bencana Lombok dan Banten yang masing-masing menerima Rp100 juta.

Khusus untuk bencana Sulteng, penyaluran bantuan karyawan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan yang kedua setelah pada Oktober 2018 menyalurkan Rp120 juta melalui Pemerintah Provinsi Sulteng yang diterima Sekprov Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate.

Wawako Palu mengatakan seluruh dana bantuan sosial dalam bentuk uang tunai dari berbagai pihak, dimasukan lebih dahulu ke kas daerah. Setelah itu baru disusun perencanaan anggarannya melalui mekanisme yang resmi barulah disalurkan untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan para korban.

Dana-dana itu, tambahnya disalurkan untuk membiayai perbaikan sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, dan berbagai kegiatan untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Jadi penyalurannya pun diawasi oleh pihak-pihak berwenang sehingga tidak mungkin disalah-gunakan. Jangan dikhawatirkan. Amanlah dana itu, amit-amit deh, ngak mungkinlah (disalahgunakan),” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyaluran dana bantuan untuk para korban bukan seperti mengambil uang di ATM. Semua ada prosedurnya dan pengawasannya juga ketat.

Acara penyerahan bantuan karyawan BPJS Ketenagakerjaan itu dihadiri Kepala Cabang BPJS TK Palu Muhyiddin Dj, Kepala Bidang Kepesertaan Fachmi Idris, dan Kepala Bidang Umum dan SDM Makmur.

Pewarta: Rolex Malaha
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti umumkan hasil SNMPTN 2019

(Antara) – Sebanyak 92.331 dari 478.608 peserta SNMPTN 2019 dinyatakan lolos Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meristekdikti) M Nasir menjelaskan jumlah pendaftar tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Gereja terendam banjir di Sentani

Warga menggunakan perahu memasuki gereja yang terendam banjir akibat meluapnya Danau Sentani dampak dari banjir bandang Sentani di Kampung Yoboi, Danau Sentani, Sentani, Jaya Pura, Papua, Jumat (22/3/2019). Akibat meluapnya Danau Sentani, sedikitnya 25 kampung yang berada di sekitar danau itu terendam banjir. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.

Presiden sebutkan tiga pekerjaan persiapkan MotoGP 2021

MoU-nya 2021 akan diselenggrakan, tapi sebelumnya kita masih ada punya pekerjaan tiga yaitu yang pertama memperbaiki pelabuhan yang ada di sini

Mataram, NTB (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menjelaskan sebelum kejuaraan MotoGP pada 2021 diselenggarakan di Lombok, pemerintah harus menyelesaikan tiga pekerjaan pembangunan di pulau itu.

“MoU-nya 2021 akan diselenggrakan, tapi sebelumnya kita masih ada punya pekerjaan tiga yaitu yang pertama memperbaiki pelabuhan yang ada di sini,” kata Presiden ditemui di kawasan Pengempel, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat.

Menurut Presiden, hal kedua yang perlu dibangun yakni membangun jalan dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, menuju Mandalika.

Fasilitas selanjutnya yang perlu dibangun yakni perpanjangan landasan bandara tersebut.

Presiden menambahkan dirinya telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tentang rencana pembangunan itu.

“Mulai tahun ini, tahun depan Insya Allah selesai,” ujar Presiden.

Sebelumnya Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Dorna Sport telah melakukan penandatanganan MoU kerja sama
untuk penyelenggaraaan MotoGP pada 2021 di Kawasan Wisata Mandalika, Lombok.

Untuk mempersiapkan MotoGP, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat akan membangun rumah sakit khusus tipe B di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden tiba di Bali langsung diserbu seribuan warga

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo saat tiba di Bali langsung diserbu oleh sekitar seribuan warga yang telah menantinya tak jauh dari pintu keluar Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerjanya di Provinsi Bali, Jumat.

Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Kepala Negara beserta rombongan tiba di Bandara Ngurah Rai Denpasar sekitar pukul 17.35 WITA.

Sebelumnya, Jokowi lepas landas usai melakukan kunjungan kerjanya di Lombok, Nusa Tenggara Barat melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada pukul 17.15 WITA.

Presiden kemudian melaju ke lokasi kunjungan kerja namun kemudian berhenti tak jauh dari Bandara yakni di Jalan Ngurah Rai Badung, Bali, ketika seribuan masyarakat Bali berkumpul dan menyerbu rombongan.

Presiden yang mengenakan kemeja putih keluar dari mobil dan menyapa masyarakat. Ia melayani permintaan beberapa warga untuk berswafoto dan bersalaman. Di tempat itu warga menyambut Jokowi dengan musik gamelan khas Bali.

Sekitar pukul 17.55 WITA Presiden kemudian melanjutkan perjalanan untuk meresmikan Pasar Badung, Bali, yang baru saja rampung direnovasi setelah sempat mengalami kebakaran besar tiga tahun lalu.

Pasar Badung ini menjadi salah satu ikon budaya di Kota Denpasar dan rencananya pasar ini akan menjadi pasar digital (digital market) dengan sistem pembayaran nontunai.

Beberapa sudut pasar yang berada di Jalan Sulawesi, Denpasar, ini banyak dihiasi mural yang menggambarkan aktivitas kegiatan di pasar.

Mural-mural itu terlihat di dinding akses masuk dan keluar maupun dinding di tangga dan area lift, sementara banner pembayaran nontunai terpasang di pintu masuk.

Sejumlah fasilitas, seperti timbangan digital hingga area bermain anak, juga tersedia di Pasar Badung. Ke depan, timbangan ukur ulang ini bakal ditambah hingga ke setiap lantai.

Selanjutnya, Kepala Negara juga akan bertemu bendesa adat seluruh Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar.

Presiden dalam kunjungannya ke Bali didampingi oleh Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Baca juga: Masyarakat “Nyong Timor” sambut Presiden Jokowi
Baca juga: Presiden Jokowi sambangi toko bangunan di Lombok
Baca juga: Jokowi blusukan di Pengempel tinjau rumah tahan gempa

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Madiun fasilitasi perbaikan saluran irigasi akibat banjir

Penanganan diambil dari pengalihan tiga titik alokasi dana insentif daerah (DID) senilai Rp600 juta

Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur melalui Dinas Pertanian akan memfasilitasi perbaikan saluran irigasi tersier yang rusak akibat banjir di wilayah setempat yang melanda pada awal Maret lalu.

“Penanganan diambil dari pengalihan tiga titik alokasi dana insentif daerah (DID) senilai Rp600 juta,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Suyatno, kepada wartawan, Jumat.

Menurut dia, perbaikan saluran tersebut sangat penting agar petani bisa melakukan penanaman padi kembali dengan baik di daerah rawan banjir pada musim tanam berikutnya.

Selain dari DID, perbaikan saluran irigasi juga diambilkan dari 10 titik APBN 2019 senilai Rp550 juta. Kegiatan tersebut sekaligus menormalisasi dan perpanjangan jaringan irigasi.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Arnowo Widjaja mengatakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur, seperti tanggul yang rusak, akan menjadi tanggungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Perbaikan permanen itu diusulkan lewat badan penanggulangan bencana daerah (BPBD),” kata Arnowo.

Meski demikian, pihaknya juga bisa memanfaatkan dana alokasi umum (DAU) untuk perbaikan jembatan dan talud yang rusak. Hal itu karena selain dampak bencana, perbaikan juga dilakukan karena pemeliharaan.

Arnowo menyebut ada puluhan tanggul dan “rivetment” yang jebol di aliran Kali Jeroan. Hasil inventarisasi juga akan dilaporkan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Seperti diketahui, banjir besar melanda wilayah Kabupaten Madiun sejak  Rabu (6/3) hingga beberapa hari lamanya. Kerugian akibat banjir tersebut mencapai sebesar Rp54.093.855.000.

Kerugian tesebut meliputi kerusakan permukiman mencapai Rp38.610.000.000, kerugian pertanian Rp8.093.295.000, kerugian peternakan sebesar Rp416.560.000, dan kerugian infrastruktur Rp6.974.000.000.

Untuk infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir tersebut antara lain, tujuh sayap dam di Dam Sidorejo, Bruwok, Gendong, Kaligunting, Kaliabu, Serut, dan Nampu.

Tujuh saluran sekunder di saluran sekunder Sidorejo, Wates, Bangunsari, Pacinan, BNP2, Tebon, dan Cau. Tiga jembatan di Kertosari, Tawangrejo, dan Desa Sumberbening. Longsor juga terjadi di Jalan Segulung-Suluk dan di bahu Jalan Caruban-Ngawi. 

Baca juga: Pemkab Madiun tak sanggup ganti kerugan petani korban banjir
Baca juga: Bupati Madiun berlakukan status pemulihan bencana banjir
Baca juga: Kerugian banjir di Kabupaten Madiun Rp54 miliar

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019