Wisata edukasi lalu lintas di Bandung

Sejumlah anak bermain air di kolam renang Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019). Taman lalu lintas yang memiliki luas 3,5 hektare dan diresmikan pada 1 Maret 1958 tersebut selain menawarkan wisata edukasi lalu lintas, juga menjadi indikator Kota Bandung sebagai satu dari 10 Kota percontohan keselamatan lalu lintas. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.

RS PMI Bogor rawat korban KRL anjlok

Sementara ada tiga korban kecelakaan KRL yang dirujuk ke RS PMI Bogor. Semuanya mengalami luka akibat benturan saat terjadi kecelakaan dan sedang ditangani di Instalasi Gawat Darurat RS PMI Bogor.

Bogor, Jabar (ANTARA) – Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (RS PMI) Bogor merawat tiga korban kecelakaan KRL 1722 jurusan Jatinegara-Bogor yang anjlok di Kelurahan Kebonpedes, Kota Bogor, Jawa Barat pada Minggu, (10/3) sekitar pukul 10.15 WIB.

“Sementara ada tiga korban kecelakaan KRL yang dirujuk ke RS PMI Bogor. Semuanya mengalami luka akibat benturan saat terjadi kecelakaan dan sedang ditangani di Instalasi Gawat Darurat RS PMI Bogor,” kata Humas RS PMI,  dr Adi Romy melalui sambungan telepon, Minggu.

Korban kecelakaan KRL tersebut dirawat di beberapa rumah sakit seperti RS Salak, Bogor dan RS Azra Bogor. Menurutnya, rata-rata korban mengalami ruka ringan di bagian tubuhnya dan shock atau trauma.

Informasi sementara yang didapat dari relawan PMI yang berada di lokasi adapun nama korban yang sudah teridentifikasi yakni Yakub (masinis) dan Danang. Sementara untuk penumpang Tasya (20) warga Tegalgundil (mengalami luka di bagian dengkul), Tanti (mengalami sesak dada), Nurhayati (49) alamat Kalibata,(mengalami shock dan luka sobek di bagian kaki).

Kemudian, Aprilia ( shock). Santi (22) alamat Ciputat ( luka ringan), Lilis (22) alamat Tangerang (mengalami luka ringan), Lisap Herni (18) alamat Bintaro ( luka ringan), Sofa Mulya (18) alamat Bintaro ( luka ringan).

“Hingga saat ini korban masih dalam penanganan medis RS PMI dan kondisinya sudah mulai membaik. Kami pun sudah menyiaga tim medis untuk memberikan pelayanan kepada para korban kecelakaan tersebut,” ujar Adi.

Sementara, Staff Penanggulangan bencana PMI Kota Bogor,  Ismayati Solihat mengatakan ,pada kejadian ini pihaknya menurunkan delapan personel relawan PMI Kota Bogor dan satu unit ambulans.

Kemudian KSR PMI UIKA dua orang yang juga dibantu empat relawan dari PMI Kabupaten Bogor beserta satu ambulans, dua personel PMI Jakarta Pusat dan seorang relawan PMI Jaksel.

“Dua unit ambulans dari PMI DKI Jakarta saat ini sedang mengarah ke Bogor untuk membantu proses evakuasi korban kecelakaan KRL,” kata Ismayati.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KRL Commuter Line anjlok di Bogor

Warga melihat KRL Commuter Line 1722 yang anjlok di pintu perlintasan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019). KRL yang mengalami kecelakaan tersebut merupakan KRL jurusan Jatinegara-Bogor yang tertimpa tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di antara Stasiun Cilebut-Bogor yang mengakibatkan enam korban luka-luka termasuk masinis yang telah dibawa ke rumah sakit. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/aww.

PMI kerahkan personel bantu korban KRL anjlok

17 relawan PMI dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban dari dalam gerbong yang anjlok dan terguling serta empat unit ambulans untuk membawa korban ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Bogor, Jabar (ANTARA) – Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan personel (relawan) dan ambulans untuk membantu korban KRL KA 1722 tujuan Jatinegara-Bogor yang anjlok di Kebonpedes, Kota Bogor, Jabar pada Minggu, (10/3).

“17 relawan PMI dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban dari dalam gerbong yang anjlok dan terguling serta empat unit ambulans untuk membawa korban ke tempat pelayanan kesehatan terdekat,” kata Komandan Korps Sukarelawan (KSR) PMI Kota Bogor, Nurlaela melalui sambungan telepon, Minggu.

Menurutnya, pengerahan relawan tersebut untuk membantu petugas lainnya dalam melakukan evakuasi serta pertolongan pertama terhadap korban. Tapi belum ada informasi terkait adanya korban meninggal dunia, hanya laporan yang didapat kecelakaan sekitar pukul 10.15 WIB itu menyebabkan beberapa penumpang mengalami luka ringan.

Informasi dari relawan yang berada di lokasi, evakuasi korban sempat terhambat dikarenakan salah satu gerbong tertimpa tiang listrik, sehingga proses evakuasi harus dilakukan hati-hati karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini, relawan PMI dari Kota/Kabupaten Bogor, Jakarta Pusat dan DKI Jakarta masih berada di lokasi. Tim medis dari Rumah Sakit PMI Bogor pun dikerahkan untuk membantu korban yang rata-rata mengalami trauma. “Dalam proses evakuasi dan pertolongan pertama ini kami juga berkoordinasi dengan instansi pemerintahan terkait,” tambah Staff Penanggulangan Bencana PMI Kota Bogor.

Informasi yang dihimpun, akibat anjloknya KRL tersebut kingga kini perjalanan lintas Bogor – Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya belum dapat dilayani.

Petugas dari PT KAI Daop 1 dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah berada di lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang dan KRL. Untuk penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Bogor Timur minta jalan R3 dibuka kembali

Di satu sisi, kami apresiasi pemkot Kota Bogor yang sudah membuat jalur alternatif R3, tapi di sayangkan saat ini kembali di tutup karena lambatnya penyelesaian dengan pemilik lahan terkait.

Bogor (ANTARA) – Aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah warga Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, menuntut agar jalan regional ring road (R3) yang semula ditutup untuk dibuka kembali .

Demikian tuntutan warga Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat sebagaimana disampaikan Koordinator Aksi Dadan Suhendar dalam orasinya, di Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3).

“Di satu sisi, kami apresiasi pemkot Kota Bogor yang sudah membuat jalur alternatif R3, tapi di sayangkan saat ini kembali ditutup karena lambatnya penyelesaian dengan pemilik lahan terkait,” ujar Dadan.

Aksi damai yang dilakukan sekitar 300 orang ini, terdiri dari beberapa warga perumahan, diantaranya, warga dari perumahan Griya Katulampa, Mutiara Bogor Raya, Graha Pajajaran dan warga kampung sekitar.

Kegiatan ini terpusat di lokasi penutupan jalan R3 Katulampa, Kota Bogor, di mulai pukul 08.30 dan selesai pukul 10.00.

Acara di isi dengan sejumlah agenda kegiatan, di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan orasi aksi keprihatinan, dan penyampaian testimoni dari perwakilan warga.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, terpaksa melakukan penutupan jalan R3 Katulampa, untuk menjalankan putusan Pengadilan Negeri Bogor yang harus dipatuhi bersama.

Penutupan ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 22 Desember 2018 sampai dengan sekarang, menunggu penyelesaian dengan pihak terkait.

Pewarta: Arief Amarudin/Feru Lantara
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lazismu bantu korban kebakaran rumah di Aceh Barat

Meulaboh, Aceh (ANTARA) – Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu), menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban yang mengalami musibah kebakaran rumah di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

“Lazismu meringankan beban keluarga yang mendapat musibah kebakaran rumah. Mereka ini sudah tidak mempunyai harta benda apa pun, kecuali hanya pakaian di badan,” kata divisi distribusi logistik Lazismu Aceh Barat, Rosni Idham, di Meulaboh, Minggu.

Sebagai lembaga ZIS Muhammadiyah yang bertaraf nasional mengemban tugas sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, lanjut dia, Lazismu di Aceh Barat baru terbentuk dan sudah memiliki kepengurusan organisasi defenitif.

Bantuan logistik yang diberikan berupa pangan seperti beras, mie instan, susu anak, kue kering, telur serta bantuan sandang seperti pakaian pakai hari – hari, kelengkapan ibadah shalat, hingga alat – alat dapur rumah tangga.

“Uang ada juga, mungkin jumlahnya tidak banyak. Tapi paling tidak membantu dan meringankan dalam masa tanggap darurat keluarga mereka. Ini adalah program keluarga besar Muhammadiyah, dan simpatisan yang ikut membantu,”ujar Rosni.

Keluarga yang mereka bantu adalah, dari kalangan tidak mampu, rumah kontruk papan mereka telah terbakar karena diduga akibat arus pendek listrik pada Rabu(27/2),  sekitar pukul 13.00 WIB, saat itu tidak ada pemiliknya di rumah.

Saat peristiwa itu terjadi, api begitu cepat menghanguskan seiisi rumah hingga kontruksi bangunan rata dengan tanah, hanya tersisa lantai terbuat dari coran semen kasar. Beruntung api tidak merambat ke rumah lain yang hanya terpaut 20 meter.

“Setelah kebakaran ini, ada bantuan mengalir dari Dinsos, Camat, Kechik/ Kepala Desa, termasuk tetangga yang ngasih bantuan. Untuk kerugian tidak bisa dihitung karena yang tinggal cuma baju di badan,” kata pemilik rumah Taufiq (38).

Didampingi istrinya Eka Wati (34), Taufiq menjelaskan, mereka berprofesi sebagai pedagang keliling, saat kejadian itu tidak ada yang tinggal di rumah, demikian juga anak – anaknya semua masih di sekolah.

Turut hadir pada kesempatan itu Ketua Lazismu Aceh Barat H Ansharullah, Sekretaris Muktarudin, Bendahara Lazismu, T Syarifuddin, serta beberapa orang pengurus organisasi di Aceh Barat tersebut.

Pewarta: Anwar
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BMKG: Fenomena “squall line” landa Kota Kupang

Kupang (ANTARA) –

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, fenomena “sguall line” melanda wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan puluhan bangunan rumah dan fasilitas umum.

“Fenomena ini kami identifikasi sebagai “sguall line”. Fenomena ini sangat berbahaya karena terdiri dari barisan awan cumulonimbus yang dapat mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang dan badai guntur,” kata Forecaster dari BMKG Stasiun El Tari, I Ketut Wardhana kepada Antara, di Kupang, Minggu (10/3).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan penyebab terjadinya hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung sejak Minggu (10/3) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

“Sguall line” adalah fenomena cuaca berskala lokal dari waktu tumbuh hingga punah atau berakhir selama sekitar 3-5 jam,” kata I Ketut Wardhana.

Menurut dia, dari pantauan radar cuaca BMKG, pada sekitar pukul 11.14 WITA, Sguall line sudah memasuki fase punah, tetapi masih ada potensi cuaca buruk dan awan-awan comulonimbus (CB).

Mengenai kecepatan angin, dia mengatakan, berdasarkan hasil pantauan radar, kecepatan angin 44 knots atau 80 km per jam.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan deras disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang.

Masyarakat juga diminta untuk tidak berlindung dibawah pohon jika sedang terjadi hujan disertai kilat/petir.

Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang itu telah merusak atap puluhan bangunan rumah warga, serta fasilitas umum dan sejumlah pohon tumbang. ***3***
 

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

KCI minta maaf atas gangguan perjalanan Jakarta-Bogor

Jakarta (ANTARA) – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengajukan permohonan maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya akibat kecelakaan KRL yang terjadi di perlintasan Kebon Pedes, Bogor.
“PT KCI memohon maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya,” kata Vice President Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Eva menjelaskan kecelakaan KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor itu terjadi di petak jalan antara Cilebut-Bogor dan terjadi sekitar Pukul 10.15 WIB.

Kecelakaan tersebut menyebabkan dua gerbong kereta terguling yaitu gerbong yang berada di rangkaian depan dan salah satunya gerbong kereta khusus perempuan.

Dua gerbong kereta yang mengarah Bogor tersebut keluar dari jalur dan hampir menimpa rumah warga di sekitar perlintasan kereta.

Saat ini para petugas PT KAI Daop 1 dan PT KCI sedang melakukan proses evakuasi dan perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota dan sebaliknya terhenti di Stasiun Depok.

“Penyebab kejadian tersebut belum dapat disampaikan karena masih proses evakuasi dan akan dilakukan investigasi lebih lanjut,” kata Eva.

Pewarta: Satyagraha
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kekerasan seksual yang masih menghantui perempuan Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia 2019 yang diluncurkan Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan pengaduan yang meningkat 14 persen daripada tahun sebelumnya.

Itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat dan mekanisme pencatatan yang semakin baik.

Namun, di sisi lain, Catatan Tahunan itu juga menunjukkan bahwa kekerasan masih menghantui para perempuan di Indonesia.

Yang mencengangkan, kekerasan terhadap perempuan yang tercatat justru terjadi di ranah privat, yaitu dilakukan oleh keluarga atau kerabat dekat perempuan.

Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah menyatakan kekerasan yang terjadi di ranah privat merupakan yang paling banyak dilaporkan sepanjang 2018.

“Yang tertinggi dilaporkan adalah kekerasan dalam rumah tangga, ‘incest’ dan kekerasan dalam pacaran,” kata Yuni.

Yuni mengatakan kasus perkosaan dalam perkawinan mengalami peningkatan pada 2018, yaitu 195 kasus. Perkosaan dalam perkawinan adalah hubungan seksual dengan cara yang tidak diinginkan dan menyebabkan penderitaan terhadap istri.

Peningkatan pelaporan kasus perkosaan dalam perkawinan menunjukkan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga masih memiliki banyak persoalan.

“Meskipun Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah 14 tahun diberlakukan, tetapi hanya tiga persen kasus saja yang dilaporkan ke lembaga pelayanan hingga ke pengadilan,” tuturnya.

Perkosaan oleh orang yang masih memiliki hubungan darah atau “incest” yang dilaporkan pada 2018 juga masih sangat tinggi, yaitu 1.071 kasus, dengan pelaku terbanyak adalah ayah kandung dan paman.

Menurut Yuni, hal itu menunjukkan fakta mengkhawatirkan di tengah konstruksi sosial yang kuat yang menempatkan laki-laki sebagai wali dan pemimpin keluarga yang diharapkan dapat melindungi perempuan dan anak perempuan di dalam keluarga.

“Fakta ini juga menjadi penting untuk mempertimbangkan basis utama dalam membangun konsep ketahanan keluarga,” katanya.

Yuni mengatakan perkosaan dalam perkawinan dan perkosaan oleh orang yang masih memiliki hubungan darah sulit diungkap karena terjadi dalam relasi keluarga. Selain itu, pada diri korban juga diletakkan kewajiban untuk patuh dan berbakti serta tidak membuka aib keluarga.

“Pengungkapan kasus seperti itu perlu ditindaklanjuti dengan penyediaan mekanisme pemulihan yang komprehensif dan berpihak pada korban, serta penghukuman pelaku yang berorientasi pada perubahan perilaku sehingga tidak mengulangi lagi kejahatannya,” katanya.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Nurherwati mengatakan persepsi masyarakat Indonesia terhadap kekerasan seksual masih sangat lemah karena hanya melihat dari sisi norma kesusilaan.

“Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, perkosaan dan kekerasan seksual juga masuk dalam norma kesusilaan. Akibatnya, yang dilindungi adalah norma kesusilaan masyarakat,” kata Nur.

Nur mengatakan karena perkosaan dan kekerasan seksual dipandang dari sisi norma kesusilaan, maka korban dan pelakunya diperlakukan sama, sejauh mana melukai nilai kesusilaan masyarakat.

Persepsi perkosaan dan kekerasan seksual sebagai bagian dari norma kesusilaan mengakibatkan perempuan sebagai korban rentan dipersalahkan kembali.

“Korban perkosaan dan kekerasan seksual akan sulit melamar pekerjaan dan sulit berdagang akibat stigma sebagai korban kekerasan,” tuturnya.

Bila hal itu terjadi, Nur mengatakan negara tidak akan optimal dalam menanggapi dan melindungi korban sehingga mereka sulit melewati masa pemulihan.

“Pemulihan korban kekerasan seksual sangat penting bagi peningkatan kualitas hidupnya. Bayangkan bila korban hamil dan melahirkan dalam kondisi trauma,” katanya.

Karena itu, Komnas Perempuan memandang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual sangat penting untuk mengubah paradigma masyarakat agar tidak melakukan kekerasan seksual.

“Indonesia sudah darurat kekerasan seksual karena bukan hanya sekadar angka. Dari sekian banyak kasus, mungkin yang diadukan hanya 10 persen, masuk persidangan hanya lima persen dan yang divonis hanya dua persen atau tiga persen,” jelasnya.

Rancangan Undang-Undang
Menyikapi kekerasan terhadap perempuan yang masih banyak terjadi, DPR telah menggunakan hak inisiatifnya untuk mengusulkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Namun, belum juga dibahas bersama pemerintah, naskah Rancangan Undang-Undang tersebut sudah menimbulkan pertentangan di antara fraksi di DPR dan di masyarakat. Pasalnya ada sebagian pihak yang menilai naskah Rancangan Undang-Undang terlalu liberal.

Menanggapi hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan pemerintah memperhatikan dinamika pro dan kontra yang terjadi di masyarakat tentang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Saya mengikuti semuanya, termasuk pendapat pihak yang kontra tentang perzinahan dan lain-lain,” kata Yohana.

Yohana mengatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual merupakan RUU inisiatif DPR yang belum masuk pembahasan bersama pemerintah.

Karena itu, pemerintah menunggu dan memberikan kesempatan kepada DPR untuk menyelesaikan pembahasan naskah yang menjadi inisiatif legislatif.

Terkait pro dan kontra terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Yohana mengatakan perlu dikaji lebih mendalam. Untuk mengkaji RUU tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan beberapa kali diskusi publik yang melibatkan banyak pihak.

“Kami akan kembali melakukan diskusi, termasuk dengan melibatkan pihak-pihak yang menentang dan mendukung. Semuanya akan kami perhatikan,” tuturnya.

Yohana mengatakan untuk mendapatkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang terbaik, sebaiknya semua pihak bisa berdiskusi secara terbuka dan berbicara dari hati ke hati.

“Kita diskusi dan bicara dari hati ke hati untuk mendapatkan yang terbaik untuk para perempuan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Vennetia R Dannes mengatakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual akan berpihak pada perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual.

“Perempuan adalah ibu bangsa. Ibu bangsa harus melahirkan generasi anak-anak bangsa yang bermutu. Tidak akan tercapai kalau perempuan tidak dilindungi dari kekerasan seksual,” kata Vennetia.

Vennetia mengatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual berangkat dari niat baik untuk melindungi perempuan dan anak Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat 7.275 kasus kekerasan seksual yang terjadi sepanjang 2018.

“Itu belum data dari Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan. Korban kekerasan seksual kebanyakan perempuan, meskipun bukan berarti tidak akan menimpa laki-laki,” tuturnya.

Vennetia mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan antara pemerintah dengan DPR terkait dengan RUU tersebut. Naskah yang ada saat ini bukan harga mati karena masih akan dibahas dan disempurnakan.

“Soal penafsiran-penafsiran lain yang beredar di masyarakat juga akan dibahas. Kalau ada miskonsepsi akan dikembalikan ke jalurnya, misalnya soal definisi yang akan menggunakan definisi internasional sehingga tidak ada penyimpangan dan relasi antara laki-laki dan perempuan bisa seimbang,” katanya. (*)

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

1,7 juta keluarga masih miskin, Menteri LHK kumpulkan profesor

Jakarta (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengantongi 60 petunjuk dari 26 profesor yang berkumpul membahas pertimbangan kebijakan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat yang bermukim di dalam dan sekitar kawasan hutan.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa saat ini terdapat 25.863 desa di dalam dan di sekitar kawasan hutan yang terdiri dari 9,2 juta rumah tangga. Namun demikian, terdapat sebanyak 1,7 juta rumah tangga yang masuk dalam kategori keluarga miskin.

Dalam keterangan tertulis di terima di Jakarta, Minggu (10/3), disebutkan pertemuan dengan 26 profesor dengan keilmuan kehutanan dan lingkungan hidup dari 11 universitas yang membahas persoalan permukiman di dalam dan sekitar kawasan hutan telah dilaksanakan di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (9/3).

“Catatan saya disini ada 29 halaman dan 60 ‘pointer’ yang sangat berguna bagi pengambilan kebijakan ke depan. Kami akan bersinergi secara internal KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, red) maupun eksternal dengan Kementerian terkait dan para pihak agar masyarakat hutan memperoleh hak-haknya,” kata Siti.

Sebelumnya ia mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk memetik pertimbangan para ahli terkait langkah korektif kebijakan pemerintah dalam menjamin kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan.

“Kita perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan hak konstitusional mereka, ukuran kewajiban negara, serta mencermati mekanisme yang telah diatur sesuai dengan kondisi sekarang,” ujar dia.

Siti menjelaskan pertimbangan untuk menata permukiman masyarakat di dalam kawasan hutan tersebut diambil oleh pemerintah mengingat seharusnya masyarakat yang tinggal dekat dengan sumber daya alam tergolong kaya.

Catatan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu yang panjang sejak sistem register hutan hingga kini konsep tata ruang, luas kawasan hutan terus turun. Pada tahun 1978-1999 kawasan hutan Indonesia tercatat seluas 147 juta hektare (ha), kemudian turun pada periode 1999-2009 menjadi seluas 134 juta ha, lalu menjadi 126 juta ha dari tahun 2009 hingga sekarang.

Sebelum 2014, alokasi perizinan pengelolaan dan pemanfaatan hutan kepada swasta mencapai 32,74 juta ha atau sebesar 98,53 persen, sedangkan untuk masyarakat terhitung sangat kecil yaitu hanya 1,35 persen.

Langkah korektif kemudian ditempuh pemerintah melalui program perhutanan sosial dan reformasi agraria untuk memastikan bahwa keberadaan hutan harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Selama periode 2015-2018, telah dikeluarkan izin seluas 6,49 juta ha dengan komposisi perizinan swasta hanya 1,57 juta ha atau 24,7 persen dan izin kepada masyarakat meningkat menjadi 4,91 juta hektare atau 75,54 persen. Dengan demikian, total areal izin untuk masyarakat dari awal hingga kini menjadi seluas 5,4 juta hektare atau 13,49 persen, meningkat dari tahun 2014 yang hanya sebesar 1,35 persen.

Prof. Hariadi Kartodiharjo dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan perspektif penataan permukiman bukanlah tujuan akhir semata, namun sebuah strategi bagaimana memastikan masyarakat berdaulat.

Menurut dia, menjadi dilema bagi pemerintah saat masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hutan justru dianggap menduduki atau merambah kawasan hutan. Problematika rumit juga ditemui di lapangan seperti adanya transaksi tanah hingga proses pengukuhan kawasan hutan yang tidak selesai 100 persen dalam antrean lemahnya tindak lanjut pengawasan usai sebuah Surat Keputusan (SK) diterbitkan.

Sementara itu, Prof San Afri Awang dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan instrumen regulasi yang ada saat ini belum bisa menyelesaikan kasus-kasus yang berkembang dan memiliki variasi aspek permasalahan yang beragam, baik di Jawa dan luar Jawa.

“Prospek perubahan dapat dalam wujud makro misalkan dengan merevisi sebuah undang-undang, atau secara mikro seperti penyesuaian program perhutanan sosial dan reforma agraria yang telah ada,” ujar San Afri.

Sebanyak 26 profesor hadir dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Jambi, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Negeri Riau, Universitas Mulawarman, Universitas Tanjung Pura, Universitas Hasanuddin, Universitas Tadulako, hingga Universitas Papua.
 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

belasan rumah di Kupang rusak diterjang angin puting beliung

Kupang (ANTARA) – Belasan rumah penduduk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, rusak akibat diterjang angin puting beliung yang kembali melanda ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini pada Minggu (10/3) pukul 10.00 Wita.

Selain merusak rumah penduduk, angin puting beliung ikut menumbangkan pohon di jalan El Tari, W.J. Lalamentik, Jalan Soverdi, Maulafa, terminal Oebufu dan Oepura serta Sikumana serta Markas Korem 161/Wirasakti Kupang.

Banyaknya pohon yang tumbang menyebabkan arus kendaran di jalan W.J.Lalamentik dan El Tari macet karena lima pohon tumbang dan melintang di tengah jalan protokol ini.

Angin puting beliung yang terjadi saat umat kristen sedang mengikuti perayaan misa pada hari Minggu juga memutuskan aliran listrik di seluruh wilayah Kota Kupang .

“Angin puting beliung disertai hujan lebat terjadi begitu cepat dan merusak rumah penduduk di Kelurahan Oepura dan Naikoten,” kata Yosep Bulan warga Maulafa.

Menurut Yosep pada saat kejadian listrik langsung padam sehingga menimbulkan kepanikan warga di Maulafa yang langsung berhamburan keluar rumah . ***3***

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pertunjukan musik Del Aje RUU Permusikan

Penyanyi Jason Ranti (tengah) beraksi dalam pertunjukan musik bertajuk Del Aje RUU Permusikan di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (9/3/2019). Acara pertunjukan musik tersebut dalam rangka memperingati Hari Musik Nasional dan mengenang 116 tahun komponis sekaligus wartawan WR Soepratman. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Pemilihan Agam dan Inong Banda Aceh

Peserta pemilihan agam (pria) dan inong (wanita) duta wisata kota Banda Aceh 2019 memakai pakaian adat pada malam final di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (9/3/2019). Pemilihan agam dan inong wisata tersebut dilaksanakan setiap tahun untuk mencari duta yang mampu mempromosikan dan mengembangkan potensi wisata daerah di tingkat nasional dan internasional. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww.

50 persen SD/SMP di Yogyakarta sudah berkomitmen menjadi SRA

Yogyakarta (ANTARA) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Yogyakarta akan terus menambah jumlah sekolah untuk berkomitmen menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang saat ini baru mencapai sekitar 50 persen dari SD dan SMP di kota tersebut.

“Sudah ada 64 SD dan SMP di Kota Yogyakarta yang berkomitmen menjadi sekolah ramah anak (SRA). Tinggal 51 sekolah yang belum menyatakan komitmennya untuk menjadi sekolah ramah anak,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta Edy Muhammad di Yogyakarta, Minggu (10/3).

Menurut dia, komitmen sekolah ramah anak tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk susunan kepengurusan dan juga penyusunan program yang akan dijalankan untuk merealisasikan sekolah ramah anak.

“Artinya, sekolah sudah membangun sistem untuk mewujudkan agar sekolah tersebut benar-benar menjadi sekolah yang ramah terhadap anak,” katanya.

Ke depan, lanjut Edy, akan diupayakan penyusunan mitigasi kekerasan anak di tiap sekolah sehingga tidak ada lagi kasus kekerasan di sekolah seperti perundungan dan sekolah mengetahui bagaimana harus bersikap jika terjadi kekerasan di sekolah.

“Saat ini, masih ada sekolah yang justru menutup diri jika terjadi kekerasan di sekolahnya karena takut nama baiknya akan tercemar. Padahal, perlu ada tindakan atau intervensi yang dilakukan agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara tuntas,” katanya.

Pembentukan sekolah ramah anak merupakan amanah Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kota Layak Anak. Selain sekolah, di dalam peraturan itu juga diamanahkan pembentukan kampung ramah anak dan puskesmas ramah anak.

Pada tahun ini, DPMPPA Kota Yogyakarta berusaha mempercepat penyelesaian pembentukan puskesmas ramah anak. Di Kota Yogyakarta terdapat 18 puskesmas dan masih ada empat puskesmas yang belum berstatus sebagai puskesmas ramah anak.

DPMPPA Kota Yogyakarta menganggarkan dana untuk pembentukan dua puskesmas ramah anak tahun ini dan sisanya akan ditanggung oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sehingga seluruh puskesmas akan menjadi puskesmas ramah anak.

Selain itu, DPMPPA Kota Yogyakarta juga akan melakukan percepatan penyelesaian pembentukan kecamatan layak anak dan kelurahan layak anak tahun ini. Di Kota Yogyakarta masih tersisa tiga dari 14 kecamatan yang belum menjadi kecamatan layak anak, sedangkan dari 45 kelurahan masih ada 21 kelurahan yang belum menjadi kelurahan layak anak. ***3***

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkab Kulon Progo wacanakan bangun Rusus warga miskin

Kulon Progo (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewacanakan membangun rumah khusus (Rusus) tahap ketiga bagi warga kurang mampu yang terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap.

“Memang ada rencana pembangunan rumah khusus yang akan dibangun 2020. Rusus tersebut akan dibangun di atas lahan setengah hektare. Saat ini, kami sedang mempersiapkan proses identifikasi lahan yang akan digunakan,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulon Progo Heriyanto di Kulon Progo, Minggu(10/3).

Terkait informasi yang berkembang di masyarakat, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rusus warga terdampak bandara NYIA menggunakan lahan milik Kadipaten Puro Pakualaman (PAG), dan dimungkinkan bisa digunakan skema magersari bagi penghuninya.

Dengan demikian, konsepnya mirip dengan pembangunan rusus gelombang pertama di Kedundang serta Rusus gelombang kedua di Kaligintung. Rusus Kedundang sudah ditempati warga terdampak pembangunan NYIA sedangkan Rusus Kaligintung masih dalam proses pematangan lahan.

“Kami belum tahu hal lainnya karena hanya dimintai untuk mencarikan lahan,” katanya.

Meski belum diidentifikasi, Heriyanto menyebut bahwa pihaknya sudah memetakan koordinat lahan di Hargomulyo sebagai persiapan awal. Kontur tanahnya tak sepenuhnya rata melainkan berupa perbukitan, seperti halnya lahan di Kaligintung. Pertimbangan penggunaan tanah magersari itu menurutnya karena prosesnya tidak perlu diribetkan pengadaan lahan.

“Kalau pengadaan lahan itu mahal sedangkan jika pakai tanah magersari tidak perlu beli , hanya izin pemanfaatan lahan dari pemilik sahnya. Kami belum tahu sasaran dan hal-hal lainnya, nanti DPUPKP yang mengurusnya,” katanya.

Ia mengatakan selama ini, pembangunan Rusus dikoordinir oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo. Kemudian pembangunan fisiknya ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan. Pun saat ini DPUPKP tengah membersihkan lahan calon lokasi pembagunan Rusus gelombang kedua di Kaligintung yang juga memakai lahan milik Pura Pakualaman dengan sistem magersari. Direncanakan akan ada 50 unit bangunan rumah yang dibangun.

“Kami sebatas memetakan kawasan yang dimungkinkan dapat digunakan untuk pembangunannya, selebihnya ditangani DPUPKP,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Kulon Progo Suparno mengaku belum tahu rencana pembangunan Rusus di Kokap tersebut. “Kami belum mendapat informasi hal itu. Saat ini masih fokus pada rencana pembangunan rusus di Kaligintung yang sudah masuk tahap pembersihan lahan,” katanya. ***3***

Pewarta: Sutarmi

Pewarta: Sutarmi
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Umat Hindu Bali rayakan Hari Suci Nyepi di Kopenhagen

London (ANTARA) – Masyarakat Hindu Bali di Denmark merayakan Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941 diawali dengan persembahan tari Tejang Renteng dan diikuti dengan persembahyangan bersama bhakti kepada Tuhan Hyang Maha Esa, yang diadakan KBRI Kopenhagen, Sabtu (9/3). Pensosbud KBRI Kopenhagen, Dieny Maya Sari kepada Antara London, Minggu (10/3), mengatakan Perayaan Tahun Baru Saka ini diikuti sekitar 100 orang dari kalangan diaspora Indonesia dan warga Denmark.

Dubes di Kopenhagen M. Ibnu Said dalam sambutannya mengatakan Perayaan Hari Suci Nyepi memberikan inspirasi kepada kita semua untuk selalu menjaga keharmonisan hidup sebagai jalan menuju kebahagiaan.

“Perbedaan latar belakang agama, latar belakang suku, latar belakang budaya bukanlah penghalang bagi kita untuk bersatu dan bukanlah penghalang bagi kita untuk hidup rukun dalam keharmonisan. Oleh karena itu, marilah kita selalu berpegang teguh pada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta berkontribusi terhadap persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Perayaan tersebut terselenggara atas kerja sama yang telah terjalin erat antara kelompok masyarakat Indonesia di Kopenhagen, Krama Bali Denmark (KDB), dengan KBRI Kopenhagen.

Ketua Krama Bali Denmark, I Gede Widana, mengatakan saat ini terdapat sekitar 50-an warga Hindu Bali di Denmark. “Kami sangat bahagia dapat merayakan Nyepi bersama di KBRI Kopenhagen dan terdapat juga warga Denmark yang ikut merayakan bersama,” ujarnya.

Tarian-tarian Bali dipersembahkan untuk meramaikan perayaan Nyepi, seperti tari Panyembrana, Topeng Keras, Sekar Jagad, Topeng Tua, Kupu-kupu, dan Joged Bungbung.

Hidangan yang disediakan juga penuh dengan menu khas Bali, seperti lawar ayam, ayam betutu, urab Bali, plecing kangkung, daging sapi pedas, dan ikan bumbu rica.

Hari Raya Nyepi 1941 Saka memiliki bertemakan “Dengan Catur Bharata Penyepian Sukseskan Pemilu 2019”, dengan pesan utama Dharma Santi Dharma, yang artinya kebajikan di hati untuk menciptakan hidup rukun dan damai, sehingga Pemilu 2019 menjadi Pemilu yang damai.

Hal itu dapat diwujudkan jika seluruh umat beragama di Indonesia hidup harmonis, dengan selalu mensucikan pikiran dan perkataan serta menjaga kesantunan serta perbuatan, yang akhirnya berujung pada kebaikan dan keadilan.

Hari Suci Nyepi didasarkan pada perhitungan Tilem Kesanga merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di samudra, yang juga membawa inti sari amartha (air kehidupan). Nyepi juga merupakan tahun baru dalam kalender Saka, yang dimulai pada tahun 78 Masehi.

Tujuan utama Nyepi adalah untuk memohon kepada Sang Hyang Widhi untuk mensucikan bhuana alit (alam manusia) dan bhuana agung (alam semesta), melalui prosesi melasti, tilem sasih kesanga, pinanggal pisan, dan Catur Bharata, sehingga diharapkan di tahun Saka yang baru, umat Hindu dapat memulai kehidupan dengan bersih dan kembali suci.(ZG) ***1***

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lipsus – Kekerasan seksual yang masih menghantui perempuan Indonesia

Jakarta (ANTARA) – Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia 2019 yang diluncurkan Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan pengaduan yang meningkat 14 persen daripada tahun sebelumnya.

Itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat dan mekanisme pencatatan yang semakin baik.

Namun, di sisi lain, Catatan Tahunan itu juga menunjukkan bahwa kekerasan masih menghantui para perempuan di Indonesia.

Yang mencengangkan, kekerasan terhadap perempuan yang tercatat justru terjadi di ranah privat, yaitu dilakukan oleh keluarga atau kerabat dekat perempuan.

Wakil Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah menyatakan kekerasan yang terjadi di ranah privat merupakan yang paling banyak dilaporkan sepanjang 2018.

“Yang tertinggi dilaporkan adalah kekerasan dalam rumah tangga, ‘incest’ dan kekerasan dalam pacaran,” kata Yuni.

Yuni mengatakan kasus perkosaan dalam perkawinan mengalami peningkatan pada 2018, yaitu 195 kasus. Perkosaan dalam perkawinan adalah hubungan seksual dengan cara yang tidak diinginkan dan menyebabkan penderitaan terhadap istri.

Peningkatan pelaporan kasus perkosaan dalam perkawinan menunjukkan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga masih memiliki banyak persoalan.

“Meskipun Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga telah 14 tahun diberlakukan, tetapi hanya tiga persen kasus saja yang dilaporkan ke lembaga pelayanan hingga ke pengadilan,” tuturnya.

Perkosaan oleh orang yang masih memiliki hubungan darah atau “incest” yang dilaporkan pada 2018 juga masih sangat tinggi, yaitu 1.071 kasus, dengan pelaku terbanyak adalah ayah kandung dan paman.

Menurut Yuni, hal itu menunjukkan fakta mengkhawatirkan di tengah konstruksi sosial yang kuat yang menempatkan laki-laki sebagai wali dan pemimpin keluarga yang diharapkan dapat melindungi perempuan dan anak perempuan di dalam keluarga.

“Fakta ini juga menjadi penting untuk mempertimbangkan basis utama dalam membangun konsep ketahanan keluarga,” katanya.

Yuni mengatakan perkosaan dalam perkawinan dan perkosaan oleh orang yang masih memiliki hubungan darah sulit diungkap karena terjadi dalam relasi keluarga. Selain itu, pada diri korban juga diletakkan kewajiban untuk patuh dan berbakti serta tidak membuka aib keluarga.

“Pengungkapan kasus seperti itu perlu ditindaklanjuti dengan penyediaan mekanisme pemulihan yang komprehensif dan berpihak pada korban, serta penghukuman pelaku yang berorientasi pada perubahan perilaku sehingga tidak mengulangi lagi kejahatannya,” katanya.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Nurherwati mengatakan persepsi masyarakat Indonesia terhadap kekerasan seksual masih sangat lemah karena hanya melihat dari sisi norma kesusilaan.

“Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, perkosaan dan kekerasan seksual juga masuk dalam norma kesusilaan. Akibatnya, yang dilindungi adalah norma kesusilaan masyarakat,” kata Nur.

Nur mengatakan karena perkosaan dan kekerasan seksual dipandang dari sisi norma kesusilaan, maka korban dan pelakunya diperlakukan sama, sejauh mana melukai nilai kesusilaan masyarakat.

Persepsi perkosaan dan kekerasan seksual sebagai bagian dari norma kesusilaan mengakibatkan perempuan sebagai korban rentan dipersalahkan kembali.

“Korban perkosaan dan kekerasan seksual akan sulit melamar pekerjaan dan sulit berdagang akibat stigma sebagai korban kekerasan,” tuturnya.

Bila hal itu terjadi, Nur mengatakan negara tidak akan optimal dalam menanggapi dan melindungi korban sehingga mereka sulit melewati masa pemulihan.

“Pemulihan korban kekerasan seksual sangat penting bagi peningkatan kualitas hidupnya. Bayangkan bila korban hamil dan melahirkan dalam kondisi trauma,” katanya.

Karena itu, Komnas Perempuan memandang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual sangat penting untuk mengubah paradigma masyarakat agar tidak melakukan kekerasan seksual.

“Indonesia sudah darurat kekerasan seksual karena bukan hanya sekadar angka. Dari sekian banyak kasus, mungkin yang diadukan hanya 10 persen, masuk persidangan hanya lima persen dan yang divonis hanya dua persen atau tiga persen,” jelasnya.

Rancangan Undang-Undang
Menyikapi kekerasan terhadap perempuan yang masih banyak terjadi, DPR telah menggunakan hak inisiatifnya untuk mengusulkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Namun, belum juga dibahas bersama pemerintah, naskah Rancangan Undang-Undang tersebut sudah menimbulkan pertentangan di antara fraksi di DPR dan di masyarakat. Pasalnya ada sebagian pihak yang menilai naskah Rancangan Undang-Undang terlalu liberal.

Menanggapi hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise mengatakan pemerintah memperhatikan dinamika pro dan kontra yang terjadi di masyarakat tentang Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

“Saya mengikuti semuanya, termasuk pendapat pihak yang kontra tentang perzinahan dan lain-lain,” kata Yohana.

Yohana mengatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual merupakan RUU inisiatif DPR yang belum masuk pembahasan bersama pemerintah.

Karena itu, pemerintah menunggu dan memberikan kesempatan kepada DPR untuk menyelesaikan pembahasan naskah yang menjadi inisiatif legislatif.

Terkait pro dan kontra terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Yohana mengatakan perlu dikaji lebih mendalam. Untuk mengkaji RUU tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan beberapa kali diskusi publik yang melibatkan banyak pihak.

“Kami akan kembali melakukan diskusi, termasuk dengan melibatkan pihak-pihak yang menentang dan mendukung. Semuanya akan kami perhatikan,” tuturnya.

Yohana mengatakan untuk mendapatkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang terbaik, sebaiknya semua pihak bisa berdiskusi secara terbuka dan berbicara dari hati ke hati.

“Kita diskusi dan bicara dari hati ke hati untuk mendapatkan yang terbaik untuk para perempuan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Vennetia R Dannes mengatakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual akan berpihak pada perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual.

“Perempuan adalah ibu bangsa. Ibu bangsa harus melahirkan generasi anak-anak bangsa yang bermutu. Tidak akan tercapai kalau perempuan tidak dilindungi dari kekerasan seksual,” kata Vennetia.

Vennetia mengatakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual berangkat dari niat baik untuk melindungi perempuan dan anak Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), tercatat 7.275 kasus kekerasan seksual yang terjadi sepanjang 2018.

“Itu belum data dari Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan. Korban kekerasan seksual kebanyakan perempuan, meskipun bukan berarti tidak akan menimpa laki-laki,” tuturnya.

Vennetia mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan antara pemerintah dengan DPR terkait dengan RUU tersebut. Naskah yang ada saat ini bukan harga mati karena masih akan dibahas dan disempurnakan.

“Soal penafsiran-penafsiran lain yang beredar di masyarakat juga akan dibahas. Kalau ada miskonsepsi akan dikembalikan ke jalurnya, misalnya soal definisi yang akan menggunakan definisi internasional sehingga tidak ada penyimpangan dan relasi antara laki-laki dan perempuan bisa seimbang,” katanya. (*)

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lumba-lumba ditemukan mati di Pantai Aceh Jaya

Baru saja kami menemukan satu ekor lumba-lumba jenis hidung botol (spinner dolphin) mati di Pantai Alue Piet, Aceh Jaya

Banda Aceh (ANTARA) – Seekor lumba-lumba hidung botol atau spinner dolphin (Stenella longirostris) ditemukan mati terdampar di Pantai Alue Piet, Panga, Aceh Jaya, Minggu.

Koordinator Tim Konservasi Penyu Aroen Menbanja, Aceh Jaya, Dedi, saat dihubungi  dari Banda Aceh, Minggu malam membenarkan terkait matinya seekor lumba-lumba tersebut.

“Baru saja kami menemukan satu ekor lumba-lumba jenis hidung botol (spinner dolphin) mati di Pantai Alue Piet, Aceh Jaya,” kata Dedi.

Ia mengaku, lumba-lumba tersebut ditemukan mati terdampar di bibir Pantai Alue Piet saat Tim Konservasi Penyu Aroen Menbanja melakukan pemantauan di kawasan konservasi wilayah setempat.

“Lumba-lumba itu ditemukan mati olah Tim Penyu Aroen Meubanja saat pemantau (monitoring). Panjangnya (lumba-lumba) dua meter, panjang sirip kiri kanan 30 centimeter dan panjang sirip atas 27 centimeter ,” sebutnya detail.

Pihaknya menduga lumba-lumba tersebut terkena jaring dan tim menemukan luka pada kepala, lebarnya 17 centimeter dan panjang luka 28 centimeter.

Selanjutnya kata dia, Tim Aron Meubanja akan melakukan penguburan lumba-lumba hidung botol atau spinner dolphin di bibir pantai setempat.

Tim Aron Meubanja, pada Rabu, 9 Januari 2019 juga menemukan seekor lumba-lumba mati terdampar di kawasan Panga, Aceh Jaya.

“Belakangan ini kami terus melakukan pengawasan dan rutin menyosialisasikan penyelamatan terhadap biota laut dikawasan konservasi yang dilindungi Undang-undang Republik Indonesia,” imbuhnya.

Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem melarang setiap orang memilhara dan memperniagakan atau mengeksploitasi satwa langka.

Pewarta: Irman Yusuf
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kerugian sektor pertanian akibat banjir Madiun capai Rp8,5 miliar

Kerugian yang timbul dari sektor pertanian akibat banjir di Kabupaten Madiun mencapai Rp8,5 miliar lebih

Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat kerugian yang ditimbulkan dari sektor pertanian akibat bencana banjir yang melanda wilayah setempat selama beberapa hari terakhir mencapai Rp8.509.855.000.

“Hasil pendataan termutakhir, kerugian yang timbul dari sektor pertanian akibat banjir di Kabupaten Madiun mencapai Rp8,5 miliar lebih,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Edy Bintarjo, kepada wartawan di Madiun, Sabtu.

Menurut dia, kerugian tersebut diperoleh dari hasil pendataan sektor pertanian tanaman pangan dan peternakan. Dimana jumlah total kerugian untuk tanaman pangan mencapai Rp8.093.295.000. Sedangkan dari peternakan timbul kerugain mencapai Rp416.560.000.

Untuk pertanian tanaman pangan, pihaknya merinci luas lahan sawah yang terendam mencapai 497 hektare. Dari jumlah tersebut terdapat luas lahan sawah yang gagal panen seluas 69 hektare dengan kerugian mencapai Rp1.973.055.000.

Kemudian kerusakan lahan persemaian seluas 2 hektare dengan kerugian mencapai Rp910.000 dan luas lahan sawah tergenang 428 hektare dengan kerugian mencapai Rp6.119.330.000.

“Rata-rata tanaman padi yang terendam berusia 70 hari, ada juga dua hektare lahan persemaian,” kata Edy lebih lanjut.

Sedangkan dari sisi peternakan, kerugian sebesar Rp416.560.000 tersebut disumbang dari ternak sapi sebanyak 10 ekor dengan nilai kerugian sekitar Rp181.000.000, kemudian 69 ekor kambing dengan nilai kerugian sekitar Rp103.500.000, dan 4.058 unggas dengan kerugian Rp132.060.000.

Diperkirakan jumlah kerugian tersebut masih bisa bertambah seiring dengan proses pendataan yang masih terus dilakukan pascabanjir.

Adapun, areal sawah yang paling banyak terendam banjir adalah di Kecamatan Balerejo mencapai 147 hektare. Sisanya tersebar di areal sawah daerah lain, seperti Kecamatan Madiun, Wungu, Pilangkenceng, dan lainnya.

Sementara, data BPBD setempat mencatat, jumlah wilayah di Kabupaten Madiun yang terdampak bencana banjir mencapai 12 kecamatan, 57 desa, 5.707 KK, 497 hektare lahan pertanian, 5.024 permukiman rusak ringan, dan 62 permukiman rusak berat. Kecamatan yang terdampak tersebut antara lain Kecamatan Madiun, Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, Sawahan, Mejayan, Wungu, Wonoasri, Gemarang, Kebonsari, Kare, dan Dagangan.

Sebelumnya, Bupati Madiun Ahmad Dawami telah menetapkan status darurat bencana banjir menyusul kejadian banjir yang melanda wilayah setempat sejak Selasa (5/3) malam.

Status darurat bencana banjir ditetapkan mulai tanggal 6-19 Maret 2019 tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 188.45/69/KPTS/402.013/2019 yang ditandatangani Bupati pada Rabu (6/3). (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan pejabat Pemkot Jambi dilantik di pinggir danau

Jambi (ANTARA) – Sebanyak 235 pejabat di Pemerintah Kota Jambi (Pemkot) menjalani pelantikan sumpah jabatan yang digelar di pinggiran Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Sabtu.

Ratusan pejabat administrator eselon III dan IV tersebut dilantik langsung oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Di bawah terik panas matahari, ratusan pejabat itu sengaja didudukan di pelataran danau tanpa diberi tenda dan waktu untuk berteduh sebelum proses pelantikan berakhir.

“Ini sengaja panas-panas, karena pada hakikatnya jabatan tersebut diraih dengan pengorbanan,” kata Fasha.

Pelantikan pejabat tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat teras Kota Jambi, termasuk Wakil Wali Kota Jambi Maulana dan Sekda Kota Jambi Budidaya.

Beberapa pejabat baru yang dilantik antara lain seperti Camat Pelayangan dan Kepala Bagian Perekonomian dan Kepala Bagian Hukum.

Pelantikan pejabat yang dilaksanakan di pinggiran Danau Sipin itu menurut Fasha, untuk mengingatkan bahwa menjadikan danau tersebut sebagai destinasi adalah program prioritas pemerintah kota setempat.

Sementara itu, keberadaan Danau Sipin yang memiliki luas sekitar 89,2 hektare itu dalam setahun ini tengah ditata guna menjadikan kawasan danau tersebut sebagai destinasi wisata unggulan.

Danau Sipin yang terletak di sekitar pemakaman Putri Ayu (Putri keturunan raja pertama Jambi yang memimpin Kerajaan Jambi ratusan tahun lalu) itu memiliki pemandangan panorama yang khas, dengan deretan perumahan khas melayu Jambi.

Danau Sipin yang juga berjarak sekitar empat kilometer dari pusat Kota Jambi itu menjadi tempat favorit dikunjungi wisatawan lokal terutama sore hari untuk menikmati matahari terbenam atau pun hanya sekadar foto-foto.***3***

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sultra diguncang dua kali gempa tektonik

Kendari (ANTARA) – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu diguncang dua kali gempa tektonik yaitu di Kabupaten Kolaka dan Bombana.

Gempa yang melanda dua daerah tersebut  tidak menimbulkan tsunami dan hingga kini belum ada laporan terjadinya gempa susulan di Kabupaten Kolaka dan Bombana.

Di Kabupaten Kolaka, gempa tektonik terjadi pada pukul 16.49.11 Wita dengan kekuatan 3,5 SR. Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia, mengatakan hasil analisa BMKG menunjukkan informasi gempabumi ini berkekuatan M=3,5.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4.09 LS dan 121.73 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15.8 km Tenggara Kolaka, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km,” katanya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter kata dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Kolaka di Tenggara Kabupaten Kolaka.

Guncangan gempa bumi tersebut kata Rosa, dilaporkan dirasakan di Kolaka Timur II – III MMI.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Hingga pukul 17.42 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan.

“Masyarakat diImbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

Sementara itu itu gempa di Kabupaten Bombana terjadi pada Sabtu pagi pukul 06.45 Wita dengan kekuatan 3,3 SR.

Gempa yang terjadi di Sulawesi Tenggara hari ini merupakan yang kelima kalinya dalam sepekan terakhir ini. Sebelumnya juga melanda Kota Kendari dua kali dan Kabupaten Kolaka sekali. 

Baca juga: Gempa tektonik 4,2 SR guncang Buton Utara

Baca juga: BMKG : sultra tidak masuk rawan gempa bumi

Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dinkes Lebak temukan 15 warga Badui positif frambusia

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menemukan sebanyak 15 warga Badui positif terjangkit frambusia atau sejenis penyakit kulit yang menyerang sekujur tubuh.

Lebak (ANTARA) –
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menemukan 15 warga Badui positif terjangkit frambusia atau sejenis penyakit kulit yang menyerang sekujur tubuh.

“Warga Badui yang terjangkit frambusia itu tersebar di Kampung Cikawartana, Cikeusik dan Cibeo,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Sabtu.

Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan belum lama ini melakukan pemeriksaan juga pengobatan massal di kawasan permukiman Badui.

Namun, ditemukan positif sebanyak 15 warga Badui mengidap frambusia. Masyarakat yang terjangkit frambusia itu menjalani pengobatan agar tidak menularkan kepada warga lainnya.
Sebab, penyakit tersebut bisa menular ke orang lain jika tidak dilakukan pengobatan.

Pengobatan frambusia juga dilakukan secara berkala oleh petugas kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

Penyebaran penyakit langka itu akibat buruknya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti berpakaian sampai berminggu-minggu tidak diganti, mandi tidak menggunakan sabun, dan bahkan warga Badui ketika tidur tidak beralas tikar.

Perilaku seperti itu, kata dia, merupakan budaya masyarakat Badui sehingga petugas medis kesulitan untuk mengubah pola hidup bersih dan sehat.

“Saya kira dipastikan penyakit frambusia sulit menghilang di kawasan Badui, karena pola hidup kurang bersih itu,” ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, jumlah penderita frambusia saat ini mencapai puluhan menimpa warga Badui dan mereka dilakukan pengobatan oleh petugas medis setempat agar sembuh dan tidak menularkan pada warga lainnya.

Meskipun penyakit frambusia itu tidak mematikan, karena menyerang pada bagian kulit saja, seperti luka koreng, tetapi bisa menurunkan produktivitas.
Pengobatan frambusia dilakukan penyuntikan jenis Benzetin untuk membunuh kuman-kuman pada bagian tubuhnya.

Namun, hingga kini penyakit koreng-koreng yang menyerang bagian kaki, tangan dan badan belum terbebas dari daerah itu.

“Kami terus melakukan pengobatan bagi penderita agar tidak menular pada warga lainnya,” katanya. (*)

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tujuh titik tanggul Sungai Jeroan Madiun jebol hingga sebabkan banjir

Tanggul yang jebol itu rata-rata ambrolnya sepanjang 10 hingga 20 meter

Madiun (ANTARA) – Sebanyak tujuh titik tanggul Sungai Jeroan di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur diketahui jebol hingga diduga menjadi penyebab banjir yang melanda wilayah setempat pada Rabu (6/3) seiring tingginya curah hujan.

Pj Kepala Desa Bulakrejo Marjoko, Sabtu mengatakan usai banjir surut pihak pemerintah desa bersama babinsa dan babinkamtibmas melakukan pengecekan pada Sungai Jeroan yang merupakan anak sungai Bengawan Madiun.

“Hasilnya diketahui ada tujuh titik tanggul Sungai Jeroan yang rusak di Desa Bulakrejo. Tanggul yang jebol itu rata-rata ambrolnya sepanjang 10 hingga 20 meter,” ujar Marjoko kepada wartawan.

Diduga banjir parah yang melanda wilayah Kabupaten Madiun tidak hanya disebabkan karena luapan Sungai Jeroan dan Bengawan Madiun namun juga disebabkan karena tanggul yang jebol akibat tidak mampu menampung debit air yang meningkat akibat tingginya curah hujan yang mengguyur pada Selasa (5/3) sore hingga Rabu (6/3) dini hari.

Atas kondisi tersebut, pihaknya akan melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Madiun dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk dilakukan perbaikan setelah masa tanggap darurat bencana banjir berakhir.

Sementara, data BPBD Kabupaten Madiun menyebutkan, banjir di Kabupaten Madiun secara umum sudah surut. Hingga Sabtu pagi, masih ada beberapa titik lokasi yang terdapat genangan air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter, namun diperkirakan akan segera surut total.

Hingga saat ini Pemkab Madiun masih terus melakukan pendataan kerugian dan kerusakan infrastruktur yang terdampak banjir. Data menyebutkan, jumlah kecamatan yang terdampak banjir mencapai 12 kecamatan, 57 desa, 5.707 KK, 497 hektare lahan pertanian, 5.024 permukiman rusak ringan, dan 62 permukiman rusak berat.

Kecamatan yang terdampak tersebut antara lain Kecamatan Madiun, Saradan, Balerejo, Pilangkenceng, Sawahan, Mejayan, Wungu, Wonoasri, Gemarang, Kebonsari, Kare, dan Dagangan.

Pemkab Madiun juga fokus pada penanganan pascabanjir di antaranya penyediaan air bersih, layanan kesehatan, pendataan infrastruktur yang rusak, pendataan kerugian, dan lainnya.

Sedangkan bantuan dari berbagai kalangan terus berdatangan ke posko bencana yang dipusatkan di kantor Kecamatan Balerejo sebagai wilayah yang paling parah terdampak banjir. 

Baca juga: Debit air Bengawan Madiun berangsur surut

Baca juga: Pemkab Madiun catat kerugian pertanian akibat banjir capai Rp7 miliar lebih

Baca juga: Banjir di Madiun mulai surut
 

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dinsos Ambon verifikasi data penerima bansos

Jika ada temuan keluarga mampu yang menerima bantuan, maka akan digantikan dengan keluarga lain yang berhak menerima bantuan ini

Ambon (ANTARA) – Dinas Sosial kota Ambon melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan sosial (bansos) yakni Program Keluarga Harapan dan bantuan langsung non tunai lainnya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan verifikasi baik itu data maupun penerima bantuan yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran,” kata Kepala Dinas Sosial kota Ambon, Nurhayati Yasin, Sabtu.

Ia mengatakan, verifikasi data dilakukan bagi keluarga penerima manfaat bansos, dengan tujuan agar penerima bansos tepat sasaran.

Pendataan bansos dilakukan pihaknya di lapangan dengan mendatangi rumah penerima bantuan agar bantuan sesuai syarat dan tepat sasaran.

“Triwulan I tahun 2019 ini kita akan fokus pendataan kembali dengan memberikan tanda berupa cat semprot di rumah penerima bansos,” katanya.

Nurhayati menjelaskan, verifikasi dilakukan untuk memastikan penerima memang layak menerima. Jika dalam verifikasi penerima dinyatakan tak layak, maka namanya akan dicoret.

Verifikasi ini sekaligus untuk memperbaiki data penerima. Perubahan data penerima dimungkinkan terjadi apabila mereka diketahui sudah meninggal atau pindah domisili.

Dalam verifikasi tersebut lanjutnya, nama penerima juga akan dilengkapi dengan nama ibu kandung penerima.

“Data hasil verifikasi tersebut akan digunakan untuk penyaluran program bantuan pemerintah lainnya yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun 2018 pihaknya telah melakukan pendataan, tetapi belum menjangkau seluruh warga, karena itu pihaknya fokus untuk lakukan pendataan di tahun ini.

“Jika ada temuan keluarga mampu yang menerima bantuan, maka akan digantikan dengan keluarga lain yang berhak menerima bantuan ini,” tambahnya. 

Baca juga: Dinsos gandeng Polda awasi penyaluran bansos di malut

Baca juga: Penyaluran PKH tahap pertama capai 96 persen

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenristekdikti siapkan kuota 1.100 beasiswa untuk dosen

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyiapkan kuota 1.100 beasiswa doktoral yang diperuntukkan untuk dosen di Tanah Air.

“Pada tahun ini, kami menyediakan kuota sebanyak 1.100 beasiswa yang terdiri dari 1.000 beasiswa untuk dalam negeri dan 100 beasiswa untuk luar negeri,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Prof John Hendri, dalam acara World Education Expo Indonesia di Jakarta, Sabtu.

Beasiswa tersebut diberikan kepada dosen di perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah mempunyai Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). Untuk beasiswa luar negeri, Kemenristekdikti mempersilahkan dosen melamar di perguruan tinggi mana saja di luar negeri.

Beasiswa tersebut melalui skema Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN) dan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPDN)

Untuk beasiswa dalam negeri, pelamar dapat mengakses laman beasiswa.ristekdikti.go.id/bppdn dan beasiswa.ristekdikti.go.id/bppln untuk pelamar beasiswa luar negeri. Pendaftaran untuk beasiswa ini dimulai April hingga Mei.

“Dengan beasiswa ini, kami harapkan kapasitas dosen Indonesia semakin meningkat,” kata dia.

Ribuan masyarakat, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga dosen dan akademisi mengunjungi pameran pendidikan tinggi “World Education Expo Indonesia (WEEI) 2019” yang diselenggarakan di kantor Kemenristekdikti.

Penyelenggaraan pameran pendidikan tinggi kali ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (Ditjen SDID) dengan PT MSW Global. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 54 institusi pendidikan tinggi dari 18 negara, termasuk perguruan tinggi terbaik dalam negeri bergabung untuk memberikan informasi mengenai studi dan beasiswa yang tersedia.

“Ajang ini harus dimanfaatkan bagi para pengunjung untuk mendapatkan informasi studi lanjut, terutama bagi dosen yang akan melanjutkan studi jenjang doktor,” katanya.

Selain pameran, para pengunjung WEEI 2019 juga berkesempatan mengikuti IELTS prediction test secara gratis sebagai persiapan studi di luar negeri. Bahkan, berbagai seminar dan sharing session pun disajikan untuk pengunjung. Seperti seminar info beasiswa pendidikan Irlandia, Uni Italia, dan seminar Living and Study in USA. (*)

Pewarta: Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkes ingatkan para santri peduli dan jaga kesehatan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan para santri untuk peduli dan menjaga kesehatan guna memastikan menjadi bagian dari sumber daya manusia Indonesia berkualitas pada masa bonus demografi.

Menkes Nila dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu, mengingatkan para santri yang menjadi salah satu penentu Indonesia mendapatkan bonus demografi agar dapat meningkatkan kualitas kesehatannya.

“Terkait dengan bonus demografi di Indonesia yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030, kita harus menyikapinya sejak saat ini, di mana penduduk usia produktif akan lebih besar dibandingkan penduduk lanjut usia. Penduduk usia produktif yang seharusnya dapat menanggung penduduk lansia jangan sampai justru menjadi beban,” kata Menkes.

Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, Nila mengatakan upaya kesehatan diselenggarakan secara terpadu dan komprehensif dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.

Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama yaitu faktor lingkungan yang mencakup fisik, kimia, biologi dan sosio-budaya (40 persen), faktor perilaku (30 persen), faktor pelayanan kesehatan (20 persen) dan faktor genetika (10 persen).

Hal ini menunjukkan bahwa faktor pelayanan kesehatan hanya memiliki kontribusi sebesar 20 persen, sedangkan 80 persen lainnya disebabkan oleh faktor di luar pelayanan kesehatan.

Untuk itu, kata Nila, faktor di luar pelayanan kesehatan yang harus menjadi perhatian seperti gizi, pola hidup bersih dan sehat, akses air bersih dan sanitasi, serta akses terhadap pangan yang bergizi dan aman perlu menjadi perhatian bersama.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas kesehatan, Menkes ingatkan para santri untuk melakukan gerakan hidup bersih dan sehat (Germas).

“Germas bertujuan agar kesehatan kita terjaga, lingkungan bersih, kita menjadi lebih produktif, dan biaya berobat berkurang,” kata Menkes.

Germas diwujudkan melalui kegiatan peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan, pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan edukasi hidup sehat. (*)

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di Tulungagung asuransi peternakan belum populer

Tahun lalu target kami 1000 ekor dan bisa tercapai 1.300-an. Target tahun ini naik, kami optimisti tercapai

Tulungagung, Jatim (ANTARA) – Asuransi peternakan untuk sapi betina di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sampai saat ini belum populer meski sosialisasi gencar dilakukan disnak setempat.

“Pesertanya (asuransi ternak) masih sangat sedikit. Tapi ini kita terus dorong agar setiap kelompok tani mendaftarkan ternaknya dalam program asuransi,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung Tatik Handayani di Tulungagung, Sabtu.

Ia menyebut, saat ini jumlah ternak sapi yang diikutkan program asuransi ada sekitar 600-an lebih. Jumlah itu masih terlalu jauh dibanding jumlah ternak sapi betina yang ada di Tulungagung, yakni ditaksir mencapai 70 ribu ekor lebih. Sedangkan jumlah keseluruhan ternak sapi di daerah itu diperkirakan mencapai 120 ribuan ekor.

“Tahun lalu target kami 1000 ekor dan bisa tercapai 1.300-an. Target tahun ini naik, kami optimisti tercapai,” ujarnya.

Sebenarnya ada juga yang ikut program asuransi ternak secara mandiri. Namun diakui Tatik jumlahnya tidak banyak.

Menurut Tatik, rendahnya kesadaran peternak menjadi kendala program asuransi tersebut tidak cepat membumi. Selain juga faktor keterbatasan anggaran subsidi dari pemerintah daerah.

Seperti dijelaskan Tatik, program asuransi ternak khusus untuk jenis sapi betina itu disubsidi APBD. Besarannya Rp200 ribu per ekor per tahun.

Nominal premi itu ditanggung renteng antara peternak dengan pemerintah. Pembagiannya, pemerintah mensubsidi Rp160 ribu dan peternak Rp40 ribu.

Semua jenis risiko sakit pada ternak yang diasuransikan, kematian tanpa sebab, hilang dicuri maupun terdampak bencana yang menyebabkan mati atau hilang, kerugian diganti asuransi dengan besar pertanggungan maksimal Rp10 juta.

“Besar pertanggungan akan disesuaikan jika sapi sakit yang diasuransikan, dijual atau disembelih sebelum mati dan dagingnya dijual. Nilai jual akhir itu akan dikompresi kan dengan sisa besaran pertanggungan yang akan dibayarkan pihak asuransi,” paparnya.

Pengalaman tahun lalu, ada sekitar 40 ekor sapi mati dan hilang diajukan klaim asuransi.

Dan aemua yang diajukan itu sepenuhnya diberi biaya pertanggungan setelah semua persyaratan dan administrasi terpenuhi. 

Baca juga: Jasindo: 500 sapi di Jambi terdaftar asuransi

Baca juga: Legislator harapkan hewan ternak dapat asuransi

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menristekdikti minta soal UTBK diunduh sebelum hari ujian

Kapasitas kursi 30.000 sudah tersedia untuk dua gelombang. Jumlah peserta 16.479 sejauh ini untuk gelombang pertama

Jakarta (ANTARA) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta agar soal Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) diunduh sebelum hari ujian untuk mengantisipasi terhentinya koneksi internet.

“Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) dan panitia UTBK lokal hendaknya memasang aplikasi UTBK dan mengunduh seluruh soal sebelum tes gelombang Pertama UTBK dilakukan. Hal ini untuk mengantisipasi koneksi internet yang terlalu padat apabila semua lokasi tes mengunduh soal menjelang atau pada saat tanggal tes,” ujar Nasir dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu,

Nasir menyampaikan semua peserta UTBK yang mendaftar akan mendapatkan kursi di lokasi ujian yang mereka masing-masing pilih. Pemerintah menjamin semua pemuda memiliki kesempatan yang sama dalam masuk ke perguruan tinggi negeri.

“Kapasitas kursi 30.000 sudah tersedia untuk dua gelombang. Jumlah peserta 16.479 sejauh ini untuk gelombang pertama,” ungkap Menristekdikti.

Saat ini sedang berlangsung pendaftaran UTBK untuk Gelombang Pertama pada 1 Maret hingga 24 Maret 2019. Berikutnya, pendaftaran Gelombang Kedua UTBK pada 25 Maret hingga 1 April 2019.

Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama dan gelombang kedua akan digabungkan pada 13 April hingga 4 Mei 2019 pada setiap lokasi lokal UTBK di setiap provinsi.

Menristekdikti dan jajarannya meninjau simulasi UTBK di lokasi tes Kampus Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: LTMPT akui ada kendala teknis dalam pendaftaran UTBK

Baca juga: LTMPT ingatkan pendaftaran UTBK gelombang satu hingga 24 Maret
 

Pewarta: Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mafindo: Bentengi anak dari informasi yang merusak karakter

Jakarta (ANTARA) – Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho mengatakan seiring dengan berkembangnya teknologi digital maka perlu ada upaya untuk membentengi anak bangsa terhadap informasi yang dapat merusak karakter.

Meski tidak mudah, kata Septiaji, hal tersebut harus dilakukan, dimulai dari lingkup keluarga terlebih dahulu. Orang tua hendaknya tak melepas begitu saja mengakses internet tanpa pengawasan.

“Ini sangat berbahaya karena ada titik ketika nanti si anak merasa lebih percaya kepada informasi yang dia baca di internet daripada harus percaya dengan informasi dari guru atau orang tuanya,” ujar Septiaji di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, ketika anak mulai menggunakan teknologi maka orang tua harus punya pemahaman yang kuat terkait bagaimana mendidik anak menggunakan teknologi digital dengan baik yang biasa disebut digital parenting. 

“Ini agar jangan sampai anak terpapar hal-hal yang bisa membahayakan dia secara keamanan atau mengunyah konten-konten negatif seperti  ujaran kebencian ataupun juga konten-konten yang terkait dengan radikalisme,” katanya.

Di lingkup masyarakat perlu ada gerakan untuk membuat aktivitas offline supaya anak-anak kembali saling bertatap muka, beraktivitas nyata bersama sehingga tidak tenggelam dalam dunianya sendiri.

Di lingkup lembaga pendidikan, kata Septiaji, anak-anak perlu diberikan materi terkait literasi digital agar memiliki kemampuan menggunakan berbagai perangkat teknologi digital dengan baik, dan juga literasi media agar tidak gampang menelan mentah-mentah informasi yang diperoleh.

Ia berharap bisa dibuatkan suatu kurikulum yang integratif oleh pemerintah. Kalaupun bukan kurikulum khusus, setidaknya bisa disisipkan atau diintegrasikan dengan kurikulum yang sudah ada.  

“Pemerintah punya kurikulum TIK (Teknologi, Informasi dan Komputer), tetapi saya rasa perlu dipertajam dan diperkaya sehingga ketika  anak-anak bertemu dengan teknologi  digital bisa menjadi lebih produktif, bukan justru sebaliknya,” katanya.

Menurut Septiaji, anak-anak hendaknya diarahkan menjadi produsen konten, bukan  sekadar menjadi konsumen.

“Hal-hal seperti itu yang perlu kita tanamkan dan perlu kita masukkan dalam kurikulum sehingga mereka tidak gagap dan bahkan bisa menangkal konten yang menyesatkan saat menggunakan teknologi digital,” katanya.

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemkot siapkan layanan internet gratis di 12 Kelurahan

Ambon (ANTARA) – Pemerintah Kota Ambon menyiapkan layanan internet gratis di 12 lokasi kelurahan yang akan ditetapkan sesuai Rencana Strategis (Renstra) tahun 2019.

“Jaringan internet akan dipasang di 12 kelurahan dari total 20 kelurahan di kota Ambon,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Joy Reiner Adriaanzs, Sabtu.

Menurut dia, 12 kelurahan yang akan dipasang layanan internet gratis belum ditetapkan karena akan diawali dengan penilaian kelurahan yang pelayanan publik terbaik.

“Kelurahan yang telah siap dengan pelayanan publik dan penilaian bagus akan di prioritaskan tetapi kalau pelayanan belum di benahi secara baik maka tidak di prioritaskan,” katanya.

Joy menyatakan, selama ini akses internet khususnya jaringan wifi di Ambon baru sebatas di perkantoran dan pusat pendidikan sedangkan fasilitas umum belum bisa dijangkau masyarakat secara murah bahkan gratis.

“Masyarakat terutama para pelajar kesulitan mengakses internet karena harus ke warnet dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, sementara peluang untuk akses wifi di lokasi pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya masih terkendala,” ujarnya.

Pemkot Ambon di tahun 2018 telah meluncurkan program Ambon menuju kota pintar (smart city) guna memudahkan penggunaan dan penyiapan teknologi informasi.

Peluncuran program Ambon menuju kota pintar semata-mata untuk pendekatan pelayanan publik, seiring dengan langkah inovasi yang menjadi ciri penyelengaraan pemerintah.

Peluncuran program tersebut juga mendapat respon positif dari PT Telkom Witel Maluku yakni dukungan pemberian wifi service di sembilan lokasi di Ambon.

Layanan wifi service di sembilan lokasi sebanyak 10 titik akses, diantaranya kawasan Pattimura park, halaman Balai kota, tugu Leimena Poka, area kantor kecamatan Teluk Ambon, Baguala dan kantor Dispendukcapil. 

Baca juga: Pemkab Mukomuko gandeng Telkom buat taman digital

Baca juga: Lampung Timur luncurkan internet gratis
 

Pewarta: Penina Fiolana Mayaut
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini tujuan Gubernur Sulsel kumpulan para kepala sekolah

Ini kita ingin melihat bahwa gairah pendidikan ini harus kita tingkatkan, kepala sekolah-sekolah ini harus diberikan mood yang baik, jangan diberikan beban yang berat,

Makassar (ANTARA) – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengumpulkan para kepala SMA, SMK dan SLB se Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba dan Selayar di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bantaeng, Sabtu, sebagai bagian dari proses peningkatan layanan pendidikan di daerah tersebut.

Pada acara silaturahmi yang dihadiri 170 kepala sekolah ini, gubernur mendengarkan dan mencari tahu apa yang menjadi persoalan para kepala sekolah.

“Ini kita ingin melihat bahwa gairah pendidikan ini harus kita tingkatkan, kepala sekolah-sekolah ini harus diberikan mood yang baik, jangan diberikan beban yang berat,” katanya.

Hal pertama kali yang ingin dilakukannya saat dilantik bersama wakilnya Andi Sudirman Sulaiman, adalah bagaimana mengembalikan guru-guru yang dikirim jauh dan terpisah dari keluarga dapat kembali bersama.

“Dan dalam masa enam bulan ini, oleh aturan telah memungkinkan untuk mengembalikan kepala sekolah itu, yang mendapat tugas jauh dan kembalikan ke keluarganya,” sebutnya.

Tujuan silaturahmi ini, lanjutnya adalah bagaimana antara provinsi dan kabupaten dapat bersinergi. UU No. 23/2014 mengatur pembagian urusan pendidikan antara pemerintah pusat dengan daerah. Dimana menyerahkan pendidikan SMA/SMK ke provinsi. Nurdin berharap, aturan ini tidak membuat kaku sinergi yang ada.

“Apa yang terjadi, kepala cabang dinas atasannya Dinas Pendidikan Provinsi, sehingga diabaikan wilayah kabupaten/kota bersangkutan,” lanjutnya.

Ke depan di bawah kendali provinsi, ia berharap koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota bisa bersinergi dengan baik.

“Saya akan meminta pandangan-pandangan bupati, orang mungkin dipindahkan, mau diangkat harus minta izin bupati. Karena SMA/SMK di wilayahnya,” ujarnya didampingi Bupati Bantaeng, Ilham Azikin.

Aspirasi dari Selayar misalnya. Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Selayar, Drs Daeng Ngilau, menyampaikan layanan pendidikan akan meningkat jika fokus disasar delapan standar nasional pendidikan. Diantaranya, standar tenaga pendidik. Permasalahan klasik adalah tidak meratanya distribusi tenaga kependidikan.

“Di Selayar itu pada tiga tahun lalu, diadakan unit sekolah baru, satu SMA dan satu SMK. Sampai hari ini belum ada guru PNSnya, apalagi tata usahanya, semua itu mengandalkan tenaga honorer,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Nurdin Abdullah menyampaikan, setelah pertemuan tersebut, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan kabupaten/kota untuk menjelaskan blue print (desain) pendidikan Sulsel. Ia juga menekankan agar SMK yang ada dapat mengembangkan kearifan lokal di wilayah masing-masing.

Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dua korban longsor di Manggarai Barat ditemukan

Kupang (ANTARA) –

Tim pencarian korban longsor Manggarai Barat yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menemukan dua korban yang tertimbun longsor yang merupakan warga Culu di Desa Tondong Belang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Antara Kupang, Sabtu (9/3) sore mengatakan dengan penemuan tersebut maka sudah ada empat korban yang sudah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal.

Dengan demikian maka masih tersisa empat korban lagi yang belum ditemukan oleh tim pencarian korban longsor yang tergabung dalam Basarnas, BPBD, TNI, Polri serta SKPD terkait.

Sebelumnya diberitakan pada Kamis (7/3) banjir dan longsor menghantam dua kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat, yakni Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbliling.

Longsor tersebut mengakibatkan kurang lebih tiga rumah tertimbun longsor. Sementara ada 18 titik jalan yang tertimbun longsor. Kemudian juga ada dua kendaraan roda empat dan dua motor yang ikut tertimbun longsor.

Sementara banjir yang terjadi di kecamatan Komodo mengakibatkan sejumlah rumah terendam banjir, serta satu jembatan yang menghubungkan jalan trans Flores terputus.

Ia menambahkan data yang ia terima dari BPBD Manggarai Barat menyebutkan bahwa saat ini masih ada empat orang lagi yanv dicari. Sementara itu ada tiga orang yang mengalami luka akibat longsor tersebut.

Saat ini ada kurang lebih 743 warga yang mengungsi dan ditampung di kantor Bupati. Semuanya berasal dari tiga desa yakni dari desa Tondong Belang Kecamatan Mbliling berjumlah 287 orang, dari desa Gorontalo Kecamatan Komodo 320 orang dan desa Nanga Ngai Kecamatan Komodo berjumlah 136 orang.

Hingga saat ini kondisi terakhir banjir di Kecamatan Mbliling sudah mulai surut, namun pengungsi masih bertahan di rumah Kantor Bupati Manggarai Barat.

Sebagian masyarakat juga dilaporkan sudah mulai membersihkan rumah yang terkena lumpur, ujar dia.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Manggarai Barat Hans Mboik mengatakan akibat longsor tersebut ada kurang lebih 12 titik jalan trans-Flores ikut longsor yang mengakibatkan trans Flores lumpuh total.

Baca juga: Banjir-longsor di Manggarai Barat-NTT merusak empat rumah

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemerdekaan Musik di Hari Musik Nasional

Kemerdekaan Musik di Hari Musik Nasional

Setelah timbul polemik pro dan kontra perihal Rancangan Undang-Undang (RUU) permusikan, akhirnya pada Kamis (7/3/2019) Anang Hermansyah anggota Komisi X DPR RI mencabut RUU tersebut. Akankah RUU Permusikan itu benar-benar kandas mengingat proses cukup panjang telah dilalui hingga akhirnya RUU ini masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2019?

PDAM Kotabaru gunakan daring untuk pembayaran tagihan

Kotabaru (ANTARA) –

Mulai 1 April 2019 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru tidak lagi menerima pembayaran rekening air secara langsung, seiring dengan dioperasikannya sistem aplikasi billing dan layanan online PDAM yang belum lama diluncurkan.

Direktur PDAM Kotabaru Noor Ipansyah, Sabtu, mengatakan penerimaan pembayaran rekening air akan dialihkan ke pihak lain. “Seperti Kantor Pos, Bank Kal-Sel, semua PPOB berlogo symponi, Koperasi Tirta yang berlokasi di Kantor PDAM, aplikasi Bitplus Mobile, dan jaringan Indomaret/Alfamart,” katanya.

Kebijakan ini akan dimulai dari layanan pelanggan di beberapa wilayah, yakni Pulau Laut Utara, Bakau, Sungai Durian, dan Sengayam, sedangkan untuk Cantung dan Serongga akan segera menyusul.

Dalam perkembangannya, proses pembayaran nantinya juga bisa diproses via ATM di semua bank BUMN dan juga aplikasi online lainya.

“Informasi ini perlu kami sosialisasikan terlebih dahulu kepada pelanggan PDAM, agar nantinya tidak terkejut karena terhitung tanggal 1 April nanti sudah tidak ada lagi kasir,” tambahnya.

Di Kantor PDAM sendiri masih ada pihak Koperasi Tirta yang bisa melayani berbagai macam jenis pembayaran tidak hanya air tapi juga listrik, pulsa listrik, BPJS dan lainnya.

“Semoga dengan layanan online ini bisa mempermudah pelanggan dan dari sisi internal manajemen PDAM sendiri dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan,” kata Ipan.

Tidak hanya dari sisi pelayanan, transaksi keuangan sendiri diupayakan tidak ada lagi transaksi dengan uang tunai termasuk pembayaran kepada pihak suplier, sehingga semua bisa dipertanggungjawabkan secara baik.

Perlu diketahui untuk saat ini PDAM Kotabaru telah meluncurkan aplikasi mobile untuk mempermudah para pelanggan yang ingin mengetahui tagihan rekening bulan berjalan dengan cara masuk ke web PDAM dengan alamat pdamkotabaru.co.id atau bisa juga diunduh melalui playstore.*

Baca juga: PDAM kehilangan air hingga 35,82 persen

Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Haul Abah Guru Sekumpul

Seorang penjual foto Almarhum KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) menjajakan kepada jamaah yang padati jalan utama menuju makam Abah Guru Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (9/3/2019).Hari pertama Haul Abah Guru Sekumpul ke-14 ribuan jamaah dari berbagai daerah baik luar Negeri maupun dalam Negeri mulai memadati sekitaran Makam Abah Guru Sekumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan haul.ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

Legislator dorong Sabang fungsikan gudang beku ikan

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DRPK) Sabang, Zuanda mendorong pemerintah setempat segara memanfaatkan Gudang Beku Terintegrasi atau “cold storage”  ikan berkapasitas 150 ton di Pantai Jaya, Gampong (desa) Ie Meulee, Kota Sabang, Provinsi Aceh.

“Kita mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Sabang segera memanfaatkan gudang pendingin ikan berkapasitas 150 ton yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gampong Ie Meulee, Sabang,” kata Zuanda di Sabang, Sabtu.

Pemerintah Pusat melalui Sentral Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI dari, 2016 hingga 2017 telah mengucurkan anggaran dari APBN sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan Gudang Beku Ikan Terintegrasi tersebut.

“Proyek itu bernilai hingga Rp100 miliar sumber dana APBN, namun hingga hari ini belum difungsikan. Kita berharap Pemerintah Sabang mengelola aset tersebut dengan baik demi kesejahteraan nelayan Sabang khususnya dan Aceh secara umum,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

KKP RI melalui SKPK Sabang telah meluncurkan program, keramba apung untuk budidaya ikan, menyerahkan sebanyak 30 unit boat fiber dan membangun Gudang Beku Ikan Terintegrasi untuk menampung hasil tangkap nelayan kepulauan paling barat Indonisia.

Selain itu, KKP RI juga telah membangun pabrik es curah untuk memenuhi kebutuhan nelayan setempat.

“Pasca selesai pembangunan, gudang beku itu sudah dua tahun belum kunjung dioperasikan dan jika dibiarkan kita khawatir tidak berpotensi rusak dapat dioperasikan lagi,” kata Wakil Ketua DPRK Sabang.

Masyarakat nelayan setempat pun berharap pemerintah segera mengoperasikan Gudang Beku Ikan Terintegrasi itu agar bisa menampung hasil tangkapan.

“Awal 2018 telah diuji coba, tapi hingga sekarang pabrik pendingin ikan ini belum juga aktif,” kata Panglima Laot Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang, Saiful Bahri yang biasa dipanggil Yah Ngoh

Katanya, gudang ini hanya menampung ikan tuna, dan masyarakat nelayan berharap pengelola gudang beku ini nantinya menampung semua jenis ikan agar semua nelayan bisa merasakan manfaat, tutur Panglima Laot Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang.

Direktur Jendaral (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan, Nilanto Perbowo sebelumnya menyatakan, pemerintah pusat melalui KKP serius mengembangkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Sesuai Nawacita pemerintah kita serius mengembangkan poros maritim dunia yang diawali dari ujung barat Indonesia yaitu Pulau Weh dan pemerintah terus mendorong pembangunan sarana prasaranan penampung ikan,” kata Dirjen ketika berkunjung ke Sabang.

Pewarta: Irman Yusuf
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

400 mahasiswa diperkenalkan pada tambang emas

Medan (ANTARA) – PT Agincourt Resources menargetkan bisa mengedukasi tentang usaha pertambangan di Indonesia untuk sekitar 400 mahasiswa di ajang Pekan Raya Sumatera Utara 2019 di Medan.

“Edukasi kepada mahasiswa dalam program ECJ (E-Coaching Jam) yang digelar di PRSU (Pekan Raya Sumatera Utara) 2019 di Medan kami nilai penting,” ujar Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian di Medan, Sabtu.

Melalui edukasi secara langsung diharapkan mahasiswa mengetahui lebih luas lagi tentang dunia pertambangan khususnya di Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut.

Dengan semakin mengetahui usaha tambang dari perusahaan langsung, maka mahasiswa diharapkan bisa menyikapi secara cerdas tentang berbagai isu pertambangan bahkan kelak bisa menjadi terlibat di usaha itu yang sumber daya manusia (SDM)-nya terdiri dari berbagai lulusan fakultas.

Katarina Siburian Hardono menjelaskan, ECJ Tambang Emas Martabe merupakan wadah komunikasi baik secara online maupun temu muka, yang memungkinkan para mahasiswa berbagai jurusan terkait dunia pertambangan dari sejumlah universitas di Sumut untuk mendapatkan bimbingan dari para praktisi Tambang Emas Martabe.

“Bimbingan itu untuk melengkapi pendidikan akademis agar para mahasiswa lebih mengetahui luas dan bahkan siap terjun ke dunia tambang,” katanya.

Penekanan pada ECJ di PRSU 2019 sendiri, katanya adalah pengetahuan mengenai aspek-aspek utama yang menjadikan Tambang Emas Martabe tambang berkelas dunia dan komitmennya dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.

Selama lebih dari enam tahun beroperasi penuh, Tambang Emas Martabe, ujar dia, sangat berkomitmen pada pengelolaan lingkungan, operasional, keselamatan dan kesehatan, serta sumber daya manusia khususnya penerapan inisiatif keberagaman gender.

“Martabe terus berupaya meningkatkan kontribusi sosial dan finansial signifikan khususnya di daerah Tapanuli Selatan, serta provinsi Sumut,” ujar Katarina.

Katarina menyebutkan, setelah 9 Maret, EJC menjelaskan tentang pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Tambang Emas Martabe, akan ada tiga sesi lain mulai tentang SDM dan keberagaman, praktik pengeboran dan peledakan di Tmbang Emas Martabe, dan kemandirian masyarakat berbudaya kesehatan dan keselamatan kerja

“ECJ yang merupakan program yang dilakukan sejak 2014 sudah memberi edukasi kepada sekitar 1.800 orang,” ujarnya.

Selain di PRSU, Tambang Emas Martabe juga menyelenggarakan edukasi kepada masyarakat khususnya di setiap akhir tahun.

Salah seorang peserta EJC dari mahasiswa FMIPA USU, Yuni Rambe mengakui, edukasi tentang tambang itu sangat berguna. “Saya semakin memahami banyak hal tentang pertambangan,” katanya.*

Baca juga: Saham pemda di tambang emas Martabe tidak berubah

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lompat batu Nias

Pelompat batu beraksi melompati tumpukan batu setinggi 2,1 meter untuk difoto bersama para turis yang mengunjungi desa cagar budaya nasional Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (9/3/2019). Hombo (lompat) batu dalam bahasa suku Nias merupakan salah satu ciri khas budaya dari Nias Selatan yang berasal dari tradisi latihan perang pada masa kerajaan. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/hp.

Relawan PMI ujung tombak misi kemanusiaan

Relawan PMI harus menjadi garda terdepan dalam melakukan berbagai operasi kemanusiaan salah satunya dalam evakuasi dan penyelamatan korban bencana. Bahkan, kekompakan dan dedikasi relawan tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menjalankan berbagai m

Tangerang, Banten (ANTARA) – Relawan Palang Merah Indonesia menjadi ujung tombak dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan di tengah masyarakat sehingga perlu kekompakan antarrelawan sebagai kunci keberhasilan Korps Sukarelawan (KSR).

“Relawan PMI harus menjadi garda terdepan dalam melakukan berbagai operasi kemanusiaan salah satunya dalam evakuasi dan penyelamatan korban bencana. Bahkan, kekompakan dan dedikasi relawan tidak bisa dipandang sebelah mata dalam menjalankan berbagai misinya yang tanpa lelah dan pamrih,” kata Ketua Palang Merah Indonesia Kota Tangerang Kuswarsa melalui sambungan telepon, Sabtu.

Menurutnya, perlu adanya musyawarah anggota yang tujuannya untuk melahirkan generasi-generasi muda yang dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Tangerang maupun dalam pengembangan organisasi KSR dan PMI.

Selain melaksanakan kegiatan musyawarah anggota KSR juga merumuskan tatalaksana dan program kerja untuk kegiatan-kegiatan ke depan. Seperti dalam menentukan program harus diawali dengan analisis strengths, weaknesses, opportunities dan threats (SWOT).

Metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi SWOT yang dimiliki KSR PMI Unit Markas Kota Tangerang juga harus sejalan dengan program dari pengurus demi terwujudnya misi di tengah masyarakat.

Sementara, Ketua Pelaksana Musyawarah KSR Dias menambahkan musyawarah anggota tersebut dihadiri relawan sebanyak 37 orang dengan tujuan memilih ketua yang baru dan menyusun tatalaksana dan program kerja di 2019.

“Kita berharap program-program yang disusun dapat membantu PMI Kota Tangerang dalam memberi pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Pengurus Bidang Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia PMI Kota Tangerang Ibrohim dan Kakil Ketua Bidang Penanggulangan Bancana PMI Kota Tangerang Asep Yuliarto.*

Baca juga: PMI Kerahkan relawan antisipasi penyebaran DBD

Baca juga: Hari Raya Nyepi PMI tetap berikan pelayanan

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berani mengejar mimpi ke negeri Kanguru

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah mahasiswa asal Indonesia melanjutkan pendidikan S2 di sejumlah universitas di Australia untuk mengejar cita-cita dan membangun kapasitas diri melalui program beasiswa Australia Awards yang diberikan oleh pemerintah Australia kepada warga Indonesia.

Salah satu penerima beasiswa Australia Awards yakni Anita Rachmat Persada Jeujanan, perempuan yang berasal dari Tual, Maluku, menuturkan untuk belajar ke luar negeri, bekal awal adalah berani mengejar mimpi.

Perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Provinsi Papua itu mengajak semua orang Indonesia terutama yang tinggal di wilayah timur untuk pantang menyerah meraih cita-cita dalam rangka membangun kesejahteraan dan hidup yang lebih baik.

“Khusus kami yang tinggal di wilayah Indonesia Timur, jangan pernah takut untuk mencoba. Dengan berani mencoba kita pasti akan bertemu kendala dalam perjuangan meraih beasiswa itu. Tapi kendala bukan menjadi halangan untuk tidak mencoba,” ujar Anita kepada Antara di Brisbane, Queensland, Australia.

Anita kini melanjutkan pendidikan di Universitas Griffith untuk meraih gelar Master of Global Development. Dia mulai kuliah di universitas itu pada Februari 2019 dan akan berakhir pada November 2020.

Perempuan kelahiran 13 Oktober 1982 menuturkan salah satu tantangan adalah bisa menguasai bahasa Inggris, untuk itu, dia belajar sendiri dan mengikuti kursus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Anita yang merupakan alumni Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Program Studi Teknik Industri di Universitas Pattimura Ambon angkatan 1999 mengatakan Bahasa Inggris dan sertifikat untuk International English Language Testing System (IELTS) merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan Australian Awards agar bisa dipertimbangkan untuk layak menerima beasiswa itu atau tidak.

“Saya sempat belajar otodidak, mengikuti kursus singkat di salah satu lembaga kursus lokal di Kabupaten Mimika Timika Papua. Saya tahu benar bahwa kemampuan Bahasa Inggris saya masih sangat minim. Beruntung lagi, karena sebelum melamar beasiswa Australia Awards tahun 2017, saya lulus seleksi beasiswa short term dari Australia Awards Scholarships tahun 2016 melalui program English Learning Training Assistance (ELTA),” ujarnya.

Beasiswa jangka pendek tahun 2016 itu hanya diberikan pada mereka yang tinggal di tujuh wilayah sasaran yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat serta Aceh.

Di ELTA, dia diajarkan ‘Academic English’, dan dipersiapkan untuk mengikuti tes IELTS. Dia mengatakan menjadi pengalaman yang pertama kali mengikuti tes IELTS, apalagi dia mendapat biaya tes serta akomodasi gratis.

Dia mengatakan Australia Awards Scholarships menerapkan sistem seleksi dan penyaringan yang sangat ketat dan terperinci di setiap tahun pembukaan penerimaan calon penerima beasiswa.

Dia bersaing dengan lebih dari 5.300 pelamar beasiswa, dan dia termasuk dalam 600 calon penerima beasiswa di tahun 2017 dan masuk dalam tahapan seleksi lanjutan yang disebut Join Selection Team (JST).

Setelah itu, masih ada dua tahapan lain yang mesti diperjuangkan yaitu tes IELTS dan wawancara. “Dua tahapan ini termasuk berat karena hanya akan dipilih 300 orang saja. Saya bersyukur saat itu saya menjadi satu dari 300 orang tadi yang lulus seleksi Australia Awards Scholarships tahun itu,” ujarnya.

Berbagi tips

Darul Mahdi, salah satu penerima beasiswa Australian Awards kepada Antara, membagikan tips meraih beasiswa Australia Awards dari pemerintah Australia, yakni dengan melinierkan visi untuk kuliah dan ambisi setelah kuliah dalam esai. Darul Mahdi, salah satu penerima beasiswa Australian Awards 2017, sedang mengenyam pendidikan untuk dua gelar master (S2) di dua jurusan, yakni International Law di Fakultas Business, Economic and Law dan International Relations di Fakultas Political Science and International Studies, Brisbane, Queensland, Australia (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

“Kalau misalnya kuliahnya di mana, mau belajar di sini terus masternya di sini dan nanti mau jadi ini semuanya itu linier, kemungkinan besar semuanya dapat, cuma yang lain-lain bagus juga seperti nilai akademiknya enggak mengecewakan,” kata pria kelahiran 20 Januari 1988 itu.

Darul yang berasal dari Aceh sedang mengenyam pendidikan untuk dua gelar master (S2) di dua jurusan, yakni International Law di Fakultas Business, Economic and Law dan International Relations di Fakultas Political Science and International Studies. Dia memulai kuliah pada Juli 2017.

Tips kedua adalah mengetahui cara menulis esai secara akademik dengan baik. “Persiapannya paling utama itu kan di aplikasi itu esai. Jadi, esai itu harus setidaknya cara menulis esai harus terbiasa biasanya bahasa Inggrisnya harus lebih akademiklah,” tutur lulusan Universitas Syiah Kuala angkatan 2010 itu.

Darul yang telah menempuh pendidikan Diploma 1 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada 2005-2006, menuturkan dari pengalaman pribadinya, dia meminta bantuan teman untuk menjadi ‘proofreader’ (orang yang meninaju dan melakukan perbaikan terhadap tulisan) untuk meninjau esai yang dia tulis sudah baik menurut kaidah penulisan akademik dalam bahasa Inggris.

Pada saat periode seleksi beasiswa Australia Awards yang dia jalani, ada empat hal yang harus dijawab dalam esai, yakni “mau kuliah apa diambil dan kenapa, mau jadi apa, mau berbuat apa, dan kita harus menjabarkannya dengan menggunakan bahasa akademik,” ujarnya.

Tips ketiga adalah menjawab pertanyaan dengan realistis. “Kebanyakan orang terlalu muluk ‘I wanna be president’ (Saya mau menjadi presiden), ‘I wanna change the world’ (saya ingin mengubah dunia), kalau menurut saya sih lebih yang spesifik, yang ‘achievable’, bisa dicapai nanti dan itu sesuai dengan ‘knowledge’ (pengetahuan) yang kita pelajari di sini, lebih kayak realistislah,” tuturnya.

Fokus pada tujuan

Dewi Ratna Sari yang juga merupakan penerima beasiswa Australia Awards mengatakan untuk mendapatkan beasiswa itu, calon penerima harus terlebih dahulu menetapkan dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai, dan memastikan kuliah di Australia akan membantu mewujudkan cita-cita itu.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah tahu dulu apa yang diinginkan dan tahu apa kelebihan yang udah dimiliki untuk bisa mendapatkan itu dan bagaimana kelebihan yang kamu miliki itu bisa diperbanyak dengan mendapatkan beasiswa ini dan studi di Australia,” ujar Dewi .

Dewi melanjutkan pendidikan S2 untuk Master of Environmental Management di Fakultas School of Earth and Environmental Science di Universitas Queensland. Dia memulai kuliah di Universitas Queensland pada Juni 2017 dan diperkirakan selesai kuliah pada Juli 2019.

Sama dengan Darul, Dewi yang merupakan perempuan kelahiran Padang pada 18 April 1993, menuturkan tips yang paling penting untuk mendapatkan Australian Awards adalah mengetahui dan yakin atas apa yang mau dilakukan.

Dewi bercita-cita menjadi seorang pakar lingkungan, dan untuk itu dia harus membangun kapasitas diri dengan lebih baik melalui program beasiswa tersebut.

“Kebetulan bidang environmental management atau natural resource management (manajemen lingkungan atau manajemen sumber daya alam) ini juga bidang yang merupakan sektor yang menjadi prioritas di Australia Awards itu sendiri, nah sehingga aku bisa mendapatkan Australian Awards ini,” tutur alumni Institut Teknologi Bandung angkatan 2010 itu.

Baca juga: Australia favorit mahasiswa Indonesia meski ekonomi melemah

Baca juga: Pemerintah Sydney apresiasi prestasi mahasiswa Indonesia

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah wilayah Bandarlampung terendam banjir

Kami masih memantau lokasi banjir lainnya

Bandarlampung (ANTARA) – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandarlampung sejak Sabtu sore selama dua jam merendam beberapa wilayah kota setempat.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung Rizki saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengatakan bahwa hujan deras itu menggenangi beberapa wilayah seperti Gang Satria 3, Jalan Raden Fatah dan sepuyaran RSUAM, Perumahan Nusantara Permai, Sukabumi, Campang Raya.

“Kami masih memantau lokasi banjir lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Agus Supri Zatmiko warga Perumahan Nusantara Permai Sukabumi, Campang Raya menyatakan, air sudah masuk dalam rumahnya, dengan ketinggian sampai lutut orang dewasa.

“Ini sudah masuk dalam rumah, dengan kedalamann selutut kaki saya, barang-barang juga terendam semua,” katanya saat dihubungi.

Ia memerkirakan sudah ada seratus rumah, bahkan lebih yang terendam air.

“Di sini sekitar 100 rumah lebih yang terendam sama seperti saya, semua warga bingung harus mengadu ke mana,” keluhnya.

Agus juga mengharapkan, pemerintah bisa mencarikan solusi dengan keadaan kondisi warga di Perumahan Nusantara Permai ini.

“Saya mengharapkan pemerintah bisa mencarikan solusi untuk kami warga perumahan, hampir setiap hujan turun kami merasa was-was,” katanya.*

Baca juga: Warga Bandarlampung evakuasi mobil hanyut terseret banjir

Baca juga: Banjir di Bandarlampung merusak rumah dan sekolah

Pewarta: Agus Wira Sukarta dan Ardiansyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sabang diminta fungsikan gudang beku ikan

Sabang (ANTARA) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DRPK) Sabang, Zuanda mendorong pemerintah setempat segara memanfaatkan Gudang Beku Terintegrasi atau “cold storage”  ikan berkapasitas 150 ton di Pantai Jaya, Gampong (desa) Ie Meulee, Kota Sabang, Provinsi Aceh.

“Kita mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Sabang segera memanfaatkan gudang pendingin ikan berkapasitas 150 ton yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Gampong Ie Meulee, Sabang,” kata Zuanda di Sabang, Sabtu.

Pemerintah Pusat melalui Sentral Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI dari, 2016 hingga 2017 telah mengucurkan anggaran dari APBN sekitar Rp100 miliar untuk pembangunan Gudang Beku Ikan Terintegrasi tersebut.

“Proyek itu bernilai hingga Rp100 miliar sumber dana APBN, namun hingga hari ini belum difungsikan. Kita berharap Pemerintah Sabang mengelola aset tersebut dengan baik demi kesejahteraan nelayan Sabang khususnya dan Aceh secara umum,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

KKP RI melalui SKPK Sabang telah meluncurkan program, keramba apung untuk budidaya ikan, menyerahkan sebanyak 30 unit boat fiber dan membangun Gudang Beku Ikan Terintegrasi untuk menampung hasil tangkap nelayan kepulauan paling barat Indonisia.

Selain itu, KKP RI juga telah membangun pabrik es curah untuk memenuhi kebutuhan nelayan setempat.

“Pasca selesai pembangunan, gudang beku itu sudah dua tahun belum kunjung dioperasikan dan jika dibiarkan kita khawatir tidak berpotensi rusak dapat dioperasikan lagi,” kata Wakil Ketua DPRK Sabang.

Masyarakat nelayan setempat pun berharap pemerintah segera mengoperasikan Gudang Beku Ikan Terintegrasi itu agar bisa menampung hasil tangkapan.

“Awal 2018 telah diuji coba, tapi hingga sekarang pabrik pendingin ikan ini belum juga aktif,” kata Panglima Laot Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang, Saiful Bahri yang biasa dipanggil Yah Ngoh

Katanya, gudang ini hanya menampung ikan tuna, dan masyarakat nelayan berharap pengelola gudang beku ini nantinya menampung semua jenis ikan agar semua nelayan bisa merasakan manfaat, tutur Panglima Laot Wilayah Lhok Ie Meulee, Sabang.

Direktur Jendaral (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan, Nilanto Perbowo sebelumnya menyatakan, pemerintah pusat melalui KKP serius mengembangkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

“Sesuai Nawacita pemerintah kita serius mengembangkan poros maritim dunia yang diawali dari ujung barat Indonesia yaitu Pulau Weh dan pemerintah terus mendorong pembangunan sarana prasaranan penampung ikan,” kata Dirjen ketika berkunjung ke Sabang.*

Baca juga: Pengadilan Sabang denda nahkoda asal Rusia Rp200 juta

Pewarta: Irman Yusuf
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pos Kesehatan Desa Jeringo Lombok kembali beroperasi

Mataram (ANTARA) – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) telah membangun kembali Pos Kesehatan Desa Jeringo, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang sebelumnya hancur akibat gempa bumi pada Agustus 2018.

Poskesdes Jeringo tersebut diresmikan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, bersama Ketua Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Inkindo, Ir H Peter Frans, Ketua DPP Inkindo NTB, Ir H Hasmudin, dan Kepala Desa Jeringo Sahril, di Lombok Barat, Sabtu.

Ketua DPP Inkindo NTB, Ir H Hasmudin, mengatakan bantuan berupa pembangunan Poskesdes Jeringo sebagai rangkaian program Inkindo Peduli Lombok setelah gempa bumi melanda Pulau Lombok.

Beberapa hari setelah gempa, kata dia, bahu membahu membantu korban gempa dengan membangun pos pengungsian untuk 650 jiwa di Karang Langu, Kabupaten Lombok Utara, dan di Labu Pandan, Kabupaten Lombok Timur yang dihuni 150 jiwa.
“Selama sebulan kami menjadi relawan menyediakan konsumsi bagi para korban gempa,” katanya.

Inkindo juga membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan asesmen lebih dari 100 sekolah, dan beberapa tempat ibadah. “Apa yang sudah kami lakukan bukan yang terakhir. Teman-teman konsultan yang tergabung dalam Inkindo berkomitmen untuk terus berkontribusin” kata Hasmudin.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, menyatakan sangat senang bersentuhan langsung dengan organisasi seperti Inkindo yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap upaya memulihkan kondisi setelah gempa bumi. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi yang lain. Bukan hanya di desa sini saja, tetapi di desa-desa yang lain juga,” katanya.

Kepala Desa Jeringo, Sahril, menyebutkan Poksesdes Jeringo, sebelumnya merupakan Pos Persalinan Desa (Polindes) pertama di NTB yang diresmikan oleh Gubernur NTB H Warsito pada 1998.

“Peresmian Polindes (nama dulu) oleh Gubernur Warsito terulang kembali setelah Inkindo membangunkan kami kembali Poskesdes ini yang sebelumnya rusak berat akibat gempa,” katanya.*

Baca juga: RSUD Mataram segera alihkan pelayanan dari tenda darurat

Baca juga: Korban gempa khawatirkan kesehatan di tenda pengungsian

Pewarta: Awaludin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Aksi polisi cilik

Sejumlah anggota polisi cilik melakukan atraksi pada acara Pataka Relay Millenial Road Safety di Lapangan Galuh Mas Karawang, Jawa Barat, Sabtu (9/3/2019). Aksi polisi cilik tersebut dalam rangka menyambut Pataka Relay Millenial Road Safety untuk mewujudkan Road Safety To Zero Accident. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp.

Perawat salah satu penentu kesuksesan pelayanan kesehatan, ujar Bupati Aceh Tengah

Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya sangat ditentukan oleh profesi keperawatan, karena jumlahnya sangat dominan dalam sebuah pelayanan kesehatan,

Banda Aceh (ANTARA) – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar menyatakan perawat menjadi salah satu penentu terhadap baik atau buruknya sebuah pelayanan kesehatan yang diberikan pada pusat pelayanan kesehatan yang ada di setiap daerah.

“Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya sangat ditentukan oleh profesi keperawatan, karena jumlahnya sangat dominan dalam sebuah pelayanan kesehatan,” katanya di sela-sela membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Aceh di Takengon, Sabtu.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu penentu terhadap kesuksesan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat, maka para perawat harus terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dalam upaya promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif.

Menurut dia, Rakerwil tersebut harus menjadi momentum untuk mengobarkan semangat melayani, menggerakkan, menangkap aspirasi masyarakat dan semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan yang lebih baik.

“Perawat bersama dengan tenaga kesehatan lainnya harus mengambil peran mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat dengan secara aktif dan terus menerus melakukan upaya promosi perilaku ÿhidup bersih dan sehat,” ujarnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah.
.
Ia juga berpesan Rakerwil PPNI Aceh agar dapat memunculkan ide-ide dan program- program pengembangan profesi keperawatan dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat berharap PPNI dapat menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan Aceh terutama di bidang kesehatan, sehingga upaya memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat dapat terwujud,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah menggalokasikan anggaran untuk bidang kesehatan cukup besar dengan harapan agar permasalahan kesehatan di masyarakat dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Pembangunan kesehatan merupakan salah satu program prioritas pembangunan Aceh Tengah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh, tahun 2017 hingga 2022,” demikian Shabela Abubakar.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pihak pro dan kontra RUU Permusikan bertemu

(Antara) –  Pro dan kontra terhadap Rancangan Undang-undang Permusikan semakin kencang disuarakan praktisi musik. Dua kubu yang sepakat dan tidak sepakat bertemu dalam Hari Musik Nasional, yang digelar di galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, pada Sabtu (9/3).

Pejabat Pemkot Surabaya jadi orang tua asuh anak eks lokalisasi

Masih banyak anak-anak yang mempunyai masalah di eks lokalisasi dan saat ini menjadi anak yatim piatu. Mereka itu ada yang ikut saudaranya atau diasuh oleh nenek-neneknya

Surabaya (ANTARA) – Sebanyak 154 pejabat Pemerintah Kota Surabaya menjadi orang tua asuh bagi 163 anak yatim piatu yang berada di tiga kawasan eks lokalisasi seperti Sememi, Putat Jaya dan Krembangan, Surabaya, Jatim.

“Masih banyak anak-anak yang mempunyai masalah di eks lokalisasi dan saat ini menjadi anak yatim piatu. Mereka itu ada yang ikut saudaranya atau diasuh oleh neneknya,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat acara penyerahan buku tabungan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu program orang tua asuh di Graha Sawunggaling, Pemkot Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, program orang tua asuh dengan menjadikan pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yatim ini merupakan terobosan baru. Bantuan dari para pejabat pemkot itu nantinya akan menanggung uang sekolah, uang saku dan uang makan anak yatim.

“Anak-anak ini tentunya membutuhkan uang untuk sekolah. Kadang mereka juga minder saat tidak punya uang saku untuk sekolah, makanya kita perlu bantu,” kata Wali Kota Risma.

Risma mengatakan tujuan utama program orang tua asuh ini untuk memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak yatim piatu di Surabaya, supaya mereka bisa berhasil dan sukses seperti anak-anak lainnya.

Ia pun yakin bahwa anak-anak yang dibantu para pejabat Pemkot Surabaya ini akan berhasil dan bukan tidak mungkin akan menjadi wali kota, menteri dan bahkan presiden RI. “Jadi, kita harus selalu optimistis dan jangan pernah pesimistis. Jangan karena anak yatim kita merasa tidak bisa sukses. Tunjukkan kepada kami bahwa kalian juga berhak sukses dan berhasil,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para orang tua atau saudara anak yatim piatu itu supaya menjaga amanah dari pejabat Pemkot Surabaya ini. Bahkan, ia meminta meskipun ada masalah keluarga, diharapkan tidak mengusik amanah anak-anak yatim piatu itu.

“Bagaimana mungkin dia bisa menjadi direktur atau manajer kalau dia tidak punya ijazah. Jadi tolong dijaga amanah ini karena tidak mungkin mereka bisa mengubah nasibnya kalau mereka tidak sekolah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim piatu yang mendapatkan orang tua asuh. Ia meminta supaya anak-anak itu tidak malu dan tidak minder kalau hanya tidak punya sepatu bagus dan tas bagus. Sebab, hal itu tidak berhubungan dan tidak ada kaitannya dengan kepintaran dan kesuksesan.

“Kepada anak-anakku semuanya, sekarang kalian sudah punya biaya untuk sekolah, dan saat ini tidak ada alasan lagi bahwa kalian tidak punya uang untuk biaya sekolah. Mulai sekarang maju terus meskipun sepatu kalian jelek dan baju kalian jelek, karena bukan itu yang menjadikan kalian sukses dan berhasil. Kalian bisa sukses karena kemauan kalian, bukan orang lain,” katanya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga memberikan pencerahan kepada para pejabat Pemkot Surabaya yang telah bersedia menjadi orang tua asuh. Wali Kota Risma menyampaikan terima kasih atas kesediaannya menjadi orang tua asuh dan bersedia membantu anak-anak yatim.

“Percayalah bahwa kita tidak akan semakin miskin hanya karena membantu mereka. Mudah-mudahan yang teman-teman lakukan ini bisa membantu mereka. Saya tidak bisa membalas apa-apa dan yakinlah bahwa anak-anak ini akan mendoakan teman-teman pemkot,” kata dia.

Kepala Bidang Keagamaan dan Swadaya Sosial Dinas Sosial Surabaya M. Januar Rizal mengatakan setiap bulan, anak-anak yatim piatu ini akan mendapatkan bantuan untuk uang makan, uang saku dan uang sekolah yang langsung masuk ke rekening mereka masing-masing.

“Jumlah anak yatimnya memang lebih banyak karena ada pejabat yang menjadi orang tua asuh bagi satu sampai tiga anak. Bantuan dari pejabat ini langsung masuk ke rekening anak yatim ini, namanya auto debit,” kata Januar.

Ia memastikan sementara ini memang mengkhususkan bagi anak-anak yang ada di kawasan eks lokalisasi seperti eks lokalisasi Sememi, Putat Jaya dan Krembangan. Namun begitu, ia mengaku tidak menutup kemungkinan program ini akan terus berkembang hingga mencakup anak yatim di seluruh Kota Surabaya.

“Anak-anak yatim ini umurnya mulai 3 tahun sampai sebelum 18 tahun. Program ini berbeda dengan program permakanan untuk anak yatim, kalau program permakanan untuk anak yatim saat ini sudah mencapai 4 ribuan lebih,” katanya.

Baca juga: Rumah Zakat siap jembatani orang tua asuh

Baca juga: Bantuan Orang Tua Asuh Yogyakarta mulai sentuh SMP dan SMA

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia bersinar dalam Pameran Seni Kontemporer Asia Pasifik ke-9

Jakarta (ANTARA) – Salah satu karya Indonesia terpilih sebagai wajah dalam spanduk yang dipajang di pintu masuk Gallery of Modern Art dan sampul katalog untuk Pameran tiga tahunan Seni Kontemporer Asia Pasifik ke-9 (the 9th Asia Pacific Triennial of Contemporary Art) di Brisbane, Queensland, Australia.

Gallery of Modern Art merupakan museum seni yang terletak di kawasan South Bank di Brisbane, Queensland, Australia, dan menjadi bagian dari Pusat Kebudayaan Queensland.

Pameran Seni Kontemporer Asia Pasifik ke-9 (APT) itu menampilkan karya-karya paling baru dan paling menarik yang diproduksi di Asia, Pasifik dan Australia. Pameran mencakup karya dari lebih dari 80 seniman, kolektif dan pembuat film yang berasal dari lebih 30 negara.

Di antara seniman yang terlibat tersebut ada empat seniman yang berasal dari Indonesia, yakni Zico Albaiquni, Aditya Novali, Handiwirman Saputra dan Elia Nurvista.

Karya yang menjadi sampul katalog dan wajah spanduk pameran itu adalah milik Zico Albaiquni yang menampilkan lukisan figuratif dan lansekap di mana Zico menuangkan aspek sejarah seni dan perkembangan Indonesia di dalam lukisan.

Dalam karyanya itu, terlihat beberapa lukisan yang dipajang di studio yang menjadi ruang kerjanya. Pada lukisan itu, tampak seorang pengunjung perempuan memotret lukisan yang menggambarkan singa menerkam zebra, lalu di sisi lain dari gambar itu terdapat seorang perempuan yang menari tarian Sunda.

Pengunjung perempuan dalam lukisan itu berdiri di atas kanvas lukisan dengan peralatan melukis yang masih tersebar tak beraturan di mana-mana seolah-olah mengisyaratkan proses kerja seniman. Zico yang tinggal di Bandung juga memasukkan studionya sendiri ke dalam komposisi lukisannya.

“Kami memilih karya seniman Indonesia dalam ‘banner’ yang di depan galeri ini, dan kami bangga akan karya ini,” kata Deputy Director dari Queensland (QAGOMA) Simon Elliot kepada wartawan Indonesia di gedung QAGOMA di Brisbane, Queensland, Australia, Sabtu waktu setempat. Karya Handiwirman Saputra yang dipamerkan di Pameran Seni Kontemporer Asia Pasifik ke-9 di Queensland Art Gallery and Gallery of Modern Art di Brisbane, Queensland, Australia. (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak) Deputy Director dari Queensland Art Gallery and Gallery of Modern Art (QAGOMA) Simon Elliot berbicara kepada wartawan Indonesia di gedung QAGOMA di Brisbane, Queensland, Australia. (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Dia menuturkan APT menjadi wadah untuk melihat perkembangan seni kontemporer berbagai negara di kawasan Asia, Australia dan Pasifik, serta melihat lebih dalam terkait sejarah dan multikulturalisme di wilayah tersebut.

“Ini adalah salah satu pameran yang paling penting di dunia yang menampilkan seni kontemporer dari wilayah Asia, Australia dan Pasifik di satu tempat,” ujarnya.

Pameran Asia Pacific Triennial (APT) juga menjadi wadah untuk menampilkan karya-karya otentik dari berbagai seniman di wilayah Asia, Australia dan Pasifik.

“Kami memilih karya Zico untuk sampul katalog karena saya pikir karyanya sangat berani, baru dan berbeda yang menggunakan warna dan teknik yang hebat tetapi juga memberikan banyak referensi yang sangat menarik,” kata Tarun Nagesh yang merupakan kurator Seni Asia di QAGOMA. Tarun Nagesh yang merupakan kurator Seni Asia di Queensland Art Gallery and Gallery of Modern Art (QAGOMA) Simon Elliot berbicara kepada wartawan Indonesia di gedung QAGOMA di Brisbane, Queensland, Australia. (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Seniman Indonesia

Indonesia menjadi bagian penting sejak APT pertama di tahun 1993, yang mana ada sembilan seniman Indonesia yang memamerkan karyanya. Bahkan, lebih dari 50 seniman kontemporer Indonesia telah terlibat di seri tiga tahunan APT dalam 25 tahun terakhir.

Selain seniman, para kurator, kritikus dan penasihat seni dari Indonesia seperti Jim Supangkat, Enin Supriytanto dan Ali Swastika turut terlibat dalam APT sejak pertama kali dimulai.

Tarun Nagesh, yang juga merupakan salah satu kurator pameran APT ke-9, mengagumi karya dari empat seniman Indonesia dan menuturkan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki banyak kekayaan seni, dan karya-karya dari empat seniman Indonesia itu merupakan sebagian kecil dari keanekaragaman seni kontemporer Indonesia.

“Kami sangat beruntung dapat melibatkan banyak seniman Indonesia dalam diskusi, pertunjukan, dan program yang berkaitan dengan pameran dan juga berdialog dengan seniman Indonesia untuk pengembangan pameran ini,” tuturnya.

Menurut dia, seni kontemporer di Indonesia benar-benar menarik, sangat kaya dan beragam, dan kekayaan seni itu tentu perlu dipertunjukkan untuk dikenali banyak orang lintas negara. Dia mengatakan karya dari empat seniman Indonesia yang dilibatkan dalam APT 9 baru menampilkan sedikit dari keanekaragaman dan kekayaan seni kontemporer Indonesia.

Tarun menuturkan seniman Zico Albaiquni adalah sosok yang benar-benar melihat sejarah seni dan meneliti perannya sendiri sebagai seniman dalam sejarah seni Indonesia dan sejarah seni internasional.

Dalam karyanya yang dipamerkan di pameran tiga tahunan itu, Zico menyatukan beberapa perspektif historis untuk memberikan kepada penikmat seni dan pengunjung terkait narasi tentang proses dan pendekatan melukis dari waktu ke waktu.

Dia melukis penonton ke dalam karya untuk menyelidiki hubungan antara penonton, subjek dan karya seni. Dia menyatukan kanvas berbentuk tidak teratur, dan menempatkan lukisannya di instalasi di antara objek studio atau dalam konteks yang tidak biasa.

Ada pula, Elia Nurvista merupakan seniman muda Indonesia yang karyanya berfokus pada produksi dan distribusi makanan, serta implikasi sosial dan sejarah makanan secara lebih luas.

Dalam pameran itu, patung gula karya Elia Nurvista adalah benda berwarna-warni, seperti permata, diproduksi dengan bantuan pengrajin lokal di Yogyakarta. Patung gula itu dipamerkan beserta lukisan dinding, dan menjelajahi beberapa sejarah rumit tentang gula termasuk kaitannya dengan eksploitasi global.

Menurut sang seniman, gula dan berlian memiliki penampilan dan narasi yang sama, mulai dari kuliner dan bentuknya hingga sejarah kerja, perbudakan, eksploitasi, dan ekstraksi material.

Handiwirman Saputra menampilkan karya patung abstrak yang fantastis dan unik, yang dinilai belum ada di tempat lain di dunia ini. Handiwirman menggabungkan bahan sintetis dan alami seperti resin, tekstil, baja, poliuretan, busa dan kertas. Karyanya bervariasi dari benda-benda kecil yang tergantung di dinding, hingga benda-benda berdiri bebas yang tingginya beberapa meter.

Sedangkan, Aditya Novali menggabungkan arsitektur dan desain konseptual dalam produksi karya yang kompleks. Tema perencanaan kota, konstruksi, dan bangunan muncul kembali di berbagai karyanya.

Novali menciptakan panel-panel bergerak untuk memberikan beberapa sudut pandang dan kombinasi, bukan hanya satu kanvas statis. Novali juga memasukkan beberapa elemen dinamis dan interaktif dalam bangunan apartemennya yang sangat rinci di The Wall: Asian (Un)Real Estate Project yang ditampilkan di galeri itu.

Karya ini memberikan komentar atas kurangnya perumahan terjangkau di wilayah perkotaan Indonesia bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Begitu banyak kekayaan seniman yang berbeda dan pendekatan yang berbeda pada pembuatan seni sekarang ini,” ujarnya.

Pertukaran seni dan budaya

APT bagi pengunjung sendiri akan menjadi wadah untuk berinteraksi dengan budaya dari berbagai bangsa di wilayah Asia, Australia dan Pasifik serta melihat multikulturalisme serta sejarah yang disajikan dari karya-karya seniman.

APT juga menjadi wadah pendidikan, wacana dan pengembangan hubungan seni, diplomatik dan budaya di Asia Pasifik. “APT adalah salah satu pameran terbesar Australia, dan pameran yang berfokus pada seni kontemporer Asia, Australia, dan Pasifik,” ujarnya.

Tarun menuturkan dalam proses pengumpulan koleksi seni itu, kerap pihaknya mengunjungi dan melihat langsung karya seniman, melakukan dialog dan diskusi serta saling memberikan pemikiran dalam mengembangkan pameran itu.

The Queensland Art Gallery and Gallery of Modern Art (QAGOMA) yang berdiri pada 1895 merupakan lembaga seni visual utama Queensland di Australia 1895.

Lebih dari tiga juta orang telah mengunjungi pameran sejak tahun pertama, dan pameran APT gratis untuk umum. Bahkan lebih dari 600,000 orang hadir pada APT ke-8 pada 2015.

Baca juga: Seniman Indonesia pamerkan karyanya di Australia
 

Oleh Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berani mengejar mimpi ke negeri Kangguru

Jakarta (ANTARA) – Sejumlah mahasiswa asal Indonesia melanjutkan pendidikan S2 di sejumlah universitas di Australia untuk mengejar cita-cita dan membangun kapasitas diri melalui program beasiswa Australia Awards yang diberikan oleh pemerintah Australia kepada warga Indonesia.

Salah satu penerima beasiswa Australia Awards yakni Anita Rachmat Persada Jeujanan, perempuan yang berasal dari Tual, Maluku, menuturkan untuk belajar ke luar negeri, bekal awal adalah berani mengejar mimpi.

Perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Provinsi Papua itu mengajak semua orang Indonesia terutama yang tinggal di wilayah timur untuk pantang menyerah meraih cita-cita dalam rangka membangun kesejahteraan dan hidup yang lebih baik.

“Khusus kami yang tinggal di wilayah Indonesia Timur, jangan pernah takut untuk mencoba. Dengan berani mencoba kita pasti akan bertemu kendala dalam perjuangan meraih beasiswa itu. Tapi kendala bukan menjadi halangan untuk tidak mencoba,” ujar Anita kepada Antara di Brisbane, Queensland, Australia, Sabtu waktu setempat.

Anita kini melanjutkan pendidikan di Universitas Griffith untuk meraih gelar Master of Global Development. Dia mulai kuliah di universitas itu pada Februari 2019 dan akan berakhir pada November 2020.

Perempuan kelahiran 13 Oktober 1982 menuturkan salah satu tantangan adalah bisa menguasai bahasa Inggris, untuk itu, dia belajar sendiri dan mengikuti kursus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Anita yang merupakan alumni Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Program Studi Teknik Industri di Universitas Pattimura Ambon angkatan 1999 mengatakan Bahasa Inggris dan sertifikat untuk International English Language Testing System (IELTS) merupakan salah satu syarat mutlak untuk mendapatkan Australian Awards agar bisa dipertimbangkan untuk layak menerima beasiswa itu atau tidak.

“Saya sempat belajar otodidak, mengikuti kursus singkat di salah satu lembaga kursus lokal di Kabupaten Mimika Timika Papua. Saya tahu benar bahwa kemampuan Bahasa Inggris saya masih sangat minim. Beruntung lagi, karena sebelum melamar beasiswa Australia Awards tahun 2017, saya lulus seleksi beasiswa short term dari Australia Awards Scholarships tahun 2016 melalui program English Learning Training Assistance (ELTA),” ujarnya.

Beasiswa jangka pendek tahun 2016 itu hanya diberikan pada mereka yang tinggal di tujuh wilayah sasaran yakni Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat serta Aceh.

Di ELTA, dia diajarkan ‘Academic English’, dan dipersiapkan untuk mengikuti tes IELTS. Dia mengatakan menjadi pengalaman yang pertama kali mengikuti tes IELTS, apalagi dia mendapat biaya tes serta akomodasi gratis.

Dia mengatakan Australia Awards Scholarships menerapkan sistem seleksi dan penyaringan yang sangat ketat dan terperinci di setiap tahun pembukaan penerimaan calon penerima beasiswa.

Dia bersaing dengan lebih dari 5.300 pelamar beasiswa, dan dia termasuk dalam 600 calon penerima beasiswa di tahun 2017 dan masuk dalam tahapan seleksi lanjutan yang disebut Join Selection Team (JST).

Setelah itu, masih ada dua tahapan lain yang mesti diperjuangkan yaitu tes IELTS dan wawancara. “Dua tahapan ini termasuk berat karena hanya akan dipilih 300 orang saja. Saya bersyukur saat itu saya menjadi satu dari 300 orang tadi yang lulus seleksi Australia Awards Scholarships tahun itu,” ujarnya.

Berbagi tips

Darul Mahdi, salah satu penerima beasiswa Australian Awards kepada Antara, membagikan tips meraih beasiswa Australia Awards dari pemerintah Australia, yakni dengan melinierkan visi untuk kuliah dan ambisi setelah kuliah dalam esai. Darul Mahdi, salah satu penerima beasiswa Australian Awards 2017, sedang mengenyam pendidikan untuk dua gelar master (S2) di dua jurusan, yakni International Law di Fakultas Business, Economic and Law dan International Relations di Fakultas Political Science and International Studies, Brisbane, Queensland, Australia (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

“Kalau misalnya kuliahnya di mana, mau belajar di sini terus masternya di sini dan nanti mau jadi ini semuanya itu linier, kemungkinan besar semuanya dapat, cuma yang lain-lain bagus juga seperti nilai akademiknya enggak mengecewakan,” kata pria kelahiran 20 Januari 1988 itu.

Darul yang berasal dari Aceh sedang mengenyam pendidikan untuk dua gelar master (S2) di dua jurusan, yakni International Law di Fakultas Business, Economic and Law dan International Relations di Fakultas Political Science and International Studies. Dia memulai kuliah pada Juli 2017.

Tips kedua adalah mengetahui cara menulis esai secara akademik dengan baik. “Persiapannya paling utama itu kan di aplikasi itu esai. Jadi, esai itu harus setidaknya cara menulis esai harus terbiasa biasanya bahasa Inggrisnya harus lebih akademiklah,” tutur lulusan Universitas Syiah Kuala angkatan 2010 itu.

Darul yang telah menempuh pendidikan Diploma 1 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada 2005-2006, menuturkan dari pengalaman pribadinya, dia meminta bantuan teman untuk menjadi ‘proofreader’ (orang yang meninaju dan melakukan perbaikan terhadap tulisan) untuk meninjau esai yang dia tulis sudah baik menurut kaidah penulisan akademik dalam bahasa Inggris.

Pada saat periode seleksi beasiswa Australia Awards yang dia jalani, ada empat hal yang harus dijawab dalam esai, yakni “mau kuliah apa diambil dan kenapa, mau jadi apa, mau berbuat apa, dan kita harus menjabarkannya dengan menggunakan bahasa akademik,” ujarnya.

Tips ketiga adalah menjawab pertanyaan dengan realistis. “Kebanyakan orang terlalu muluk ‘I wanna be president’ (Saya mau menjadi presiden), ‘I wanna change the world’ (saya ingin mengubah dunia), kalau menurut saya sih lebih yang spesifik, yang ‘achievable’, bisa dicapai nanti dan itu sesuai dengan ‘knowledge’ (pengetahuan) yang kita pelajari di sini, lebih kayak realistislah,” tuturnya.

Fokus pada tujuan

Dewi Ratna Sari yang juga merupakan penerima beasiswa Australia Awards mengatakan untuk mendapatkan beasiswa itu, calon penerima harus terlebih dahulu menetapkan dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai, dan memastikan kuliah di Australia akan membantu mewujudkan cita-cita itu.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah tahu dulu apa yang diinginkan dan tahu apa kelebihan yang udah dimiliki untuk bisa mendapatkan itu dan bagaimana kelebihan yang kamu miliki itu bisa diperbanyak dengan mendapatkan beasiswa ini dan studi di Australia,” ujar Dewi .

Dewi melanjutkan pendidikan S2 untuk Master of Environmental Management di Fakultas School of Earth and Environmental Science di Universitas Queensland. Dia memulai kuliah di Universitas Queensland pada Juni 2017 dan diperkirakan selesai kuliah pada Juli 2019.

Sama dengan Darul, Dewi yang merupakan perempuan kelahiran Padang pada 18 April 1993, menuturkan tips yang paling penting untuk mendapatkan Australian Awards adalah mengetahui dan yakin atas apa yang mau dilakukan.

Dewi bercita-cita menjadi seorang pakar lingkungan, dan untuk itu dia harus membangun kapasitas diri dengan lebih baik melalui program beasiswa tersebut.

“Kebetulan bidang environmental management atau natural resource management (manajemen lingkungan atau manajemen sumber daya alam) ini juga bidang yang merupakan sektor yang menjadi prioritas di Australia Awards itu sendiri, nah sehingga aku bisa mendapatkan Australian Awards ini,” tutur alumni Institut Teknologi Bandung angkatan 2010 itu.

Baca juga: Australia favorit mahasiswa Indonesia meski ekonomi melemah

Baca juga: Pemerintah Sydney apresiasi prestasi mahasiswa Indonesia

Oleh Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bersahaja dengan multikulturalisme di Australia

Jakarta (ANTARA) – Salah satu tantangan belajar di luar negeri adalah kemampuan berbaur dengan masyarakat setempat. Hal ini untuk mendukung kelancaran proses perkuliahan dan menambah wawasan tentang budaya mancanegara.

Darul Mahdi, salah satu penerima beasiswa Australian Awards pada 2017 telah tinggal selama satu setengah tahun di Brisbane, Queensland, Australia, untuk meraih gelar master di Universitas Queensland, menuturkan hal yang paling penting dalam bertahan di negeri asing adalah mudah berbaur dengan mereka, tidak menutup diri dan berpikir terbuka.

“Kalau cari kawan selama ini sih gampang banget. Kita harus bisa beradaptasi, misalnya enggak harus makan makanan orang Indonesia, coba aja makan makanan di sini,” tutur pria kelahiran 20 Januari 1988 itu.

Saat ini, Darul sedang mengenyam pendidikan untuk dua gelar master (S2) di dua jurusan, yakni International Law di Fakultas Business, Economic and Law dan International Relations di Fakultas Political Science and International Studies. Dia memulai kuliah pada Juli 2017.

Menurut dia, salah satu cara untuk mendapatkan lebih banyak teman adalah bergabung dengan komunitas di mana memiliki hobi positif yang sama seperti berkelana atau bepergian ke berbagai daerah. Di komunitas itulah, Darul bertemu dengan banyak orang yang tidak hanya orang Australia tapi juga dari negara-negara lain sehingga membuatnya memiliki jaringan pertemanan yang lebih luas.

Dalam kehidupannya di Australia, Darul yang berasal dari Aceh kerap berbagi rumah dengan orang-orang non Indonesia di rumah yang disewa.

“Saya berbagi tempat tinggal dengan satu orang Australia, satu Brasil dan satu Italia,” ujarnya.

Dia mengaku tidak ada kesulitan saat berbaur dengan mereka, yang penting tetap menjaga tanggung jawab, yakni segala sesuatu dibersihkan setelah digunakan seperti setelah selesai masak, peralatan masak langsung dicuci.

“Yang paling penting menurut saya kepribadian, seperti beberapa orang benar-benar supel, aku orangnya memang agak suka ceplas ceplos, supel dan suka melakukan perjalanan dan bertualang,” kata Darul.

Dia mengatakan dalam kelas kuliahnya, dia bertemu dengan banyak orang dari beragam etnis dan negara. Itu membuka kesempatan luas untuk mengenal banyak orang dan memperluas jaringan yang akan berguna bagi masa depan.

“Kayak di kelas saya, hukum, itu hampir dari lima benua semua ada di situ jadi saya kayak bisa belajar Australia, enggak cuma ketemu orang Australia tapi ketemu orang dari seluruh dunia, jadi kayak jejaringan, jadi lebih luas,” tuturnya.

Menurut dia, beasiswa Australian Awards merupakan salah satu beasiswa paling dermawan karena sepenuhnya ditanggung termasuk biaya kuliah, kehidupan dan akomodasi selama kuliah di Australia.

Selain itu, beasiswa Australian Awards juga menyiapkan dana untuk menyewa tutor dalam rangka membantu mahasiswa yang kesulitan memahami suatu mata kuliah.

Dia mengatakan biaya kuliah bagi mahasiswa internasional hampir 20 ribu dolar Australia tiap satu semester. Kalau dia tidak mendapatkan beasiswa, tentu dia akan kesulitan memenuhi biaya itu.

“Ada juga beasiswa-beasiswa ke negara lain cuma kadang beasiswanya itu enggak sepenuhnya dibiayai gitu. Ada hal-hal yang enggak ditanggung, sementara Australian Awards bayar semuanya,” ujarnya.

Berpikir kritis

Menurut Darul, manfaat dari pendidikan di luar negeri yang dirasakan adalah memiliki kemampuan berpikir kritis dengan analisis mendalam.

“Kita belajar harus berpikir lebih kritis dan kedua Australia kan multikultural banget kalau enggak salah dia negara ketiga paling banyak ‘international students’ (mahasiswa internasional) setelah Amerika dan Inggris,” tuturnya.

Dia mengatakan tugas untuk satu mata kuliah dengan membuat esai yang terdiri dari lima ribu kata.

“Apa yang kita tulis lima ribu kalau kita enggak baca makanya kita harus tahu satu isu tertentu cuma harus analisisnya harus benaran dalam dan berpikir kritis,” tuturnya.

Dia mengatakan pendidikan di luar negeri juga bersifat kasual, artinya tidak ada “jarak” antara dosen dan mahasiswa sehingga mahasiswa lebih leluasa dan tidak enggan menyampaikan pendapat atau pemikiran dan mahasiswa bebas bertanya apa saja serta menyanggah dengan cara yang sopan.

“Kita boleh mengutarakan pendapat kita yang benar-benar berbeda dari apa yang dia kasih. Sering kali ada perdebatan di kelas. Saya merasa lebih tahu banyak,” ujarnya.

Kesempatan emas

Anita Rachmat Persada Jeujanan, yang juga merupakan penerima beasiswa Australian Awards, menuturkan kesempatan belajar sekaligus membuka jaringan komunikasi dengan teman-teman dari berbagai negara di dunia menjadi kesempatan emas yang tidak terbeli dengan uang maupun dengan waktu.
  Anita Rachmat Persada Jeujanan, salah satu penerima beasiswa Australia Awards, melanjutkan pendidikan di Universitas Griffith untuk meraih gelar Master of Global Development, Brisbane, Queensland, Australia (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

“Apalagi seperti saya yang datang dari Kabupaten, wilayah paling timur Indonesia di Papua, tentu ini menjadi kesempatan terbesar seumur hidup karena bisa melihat dan membuat perbandingan budaya yang cukup mencolok antara kehidupan di Indonesia, kehidupan di Timika, Papua dan di Australia,” ujar perempuan kelahiran 13 Oktober 1982 di Maluku.

Anita kini melanjutkan pendidikan di Universitas Griffith untuk meraih gelar Master of Global Development. Dia mulai kuliah di universitas itu pada Februari 2019 dan akan berakhir pada November 2020.

Menurut perempuan yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika Provinsi Papua itu, belajar budaya baru merupakan suatu hal yang menyenangkan dan menambah pengetahuan.

“Di sinilah kesempatan saya untuk membentuk komunitas baru, belajar budaya baru, membaur dengan orang baru serta menjalin komunikasi dengan orang lain baik mahasiswa ataupun orang-orang yang tinggal di Australia,” tuturnya.

Dia mengaku untuk sistem pendidikan yang berbeda dengan yang dia rasakan di Indonesia, tentu butuh waktu untuk beradaptasi, namun dia tidak kesulitan untuk melakukannya.

Setelah lulus dari kuliah di bawah program Australian Awrds, sekembalinya ke Indonesia, Anita ingin memotivasi anak-anak muda di Indonesia untuk memiliki wawasan dan pengetahuan serta berani mengejar mimpi bahkan ke negeri asing sekalipun.

“Mimpi dan angan saya yang lain adalah dapat berkontribusi positif dalam pendidikan anak-anak muda di Papua khususnya di Timika dengan cara memotivasi mereka untuk belajar ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama untuk mencerdaskan kehidupan dan meraih kesejahteraan hidup, sejalan dengan pernyataan dari mendiang mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia,”.

“Bagi saya pendidikan tidak saja melalui jalur sekolah reguler dan formal, melainkan juga non formal. Bagi mereka yang rindu belajar ke luar negeri melalui jalur beasiswa saya hanya berpesan bahwa “the money and the ticket is in your head,” ujarnya.*

Baca juga: Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Australia dibahas

Oleh Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sejumlah JPO di Semarang butuh perbaikan

Semarang (ANTARA) – Beberapa jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kota Semarang kondisinya memprihatinkan sehingga memerlukan perbaikan segera.

Pantauan Antara di JPO di Jalan Sudirman, Kota Semarang, Sabtu, kondisi jembatan penyeberangan tersebut sudah rusak di bagian lantai yang terbuat dari kayu.

Selain itu, bagian atap jembatan penyebarangan itu juga sudah hilang.

Salah seorang pengguna jembatan penyeberangan, Suyatno mengaku khawatir saat menggunakan jembatan tersebut untuk menyeberang.

Bahkan, ia lebih memilih menyeberang tanpa menggunakan jembatan tersebut meski tidak tersedia “zebra cross”.

“Sebenarnya sama-sama bahaya, tapi lebih baik menyeberang lewat bawah,” katanya.

Ia mengharap jembatan penyeberangan itu segera diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna maupun pengendara kendaraan bermotor yang melintas di bawahnya.

Hal senada juga disampaikan pejalan kaki lainnya, Rusdiana.

Menurut dia, jembatan penyeberangan itu mendesak untuk diperbaiki agar fasilitas bagi pejalan kaki lebih memadai.(*)

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalam tol trans Sumatera

Foto udara jalan tol Trans Sumatera sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Lampung, Sabtu (9/3/2019). Jalan tol Trans Sumatera sesi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 km merupakan ruas tol di Indonesia, sementara tol Trans Sumatera ruas Palembang-Lampung diperkirakan dapat terhubung pada Juni 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.

Dua korban longsor Manggarai Barat ditemukan

Kupang (ANTARA) – Tim pencarian korban longsor Manggarai Barat yang dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menemukan dua korban yang tertimbun longsor yang merupakan warga Culu di Desa Tondong Belang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Antara Kupang, Sabtu sore mengatakan dengan penemuan itu maka sudah ada empat korban yang sudah ditemukan.

“Data sementara ada empat korban yang sudah ditemukan. Sebelumnya dua orang yang ditemukan. Hari ini kembali ditemukan dua korban,” katanya.

Dengan demikian maka tersisa empat korban lagi yang belum ditemukan oleh tim pencarian korban longsor yang tergabung dalam Basarnas, BPBD, TNI, Polri serta SKPD terkait.

Sebelumnya diberitakan pada Kamis (7/3) banjir dan longsor menghantam dua kecamatan di Manggarai Barat. Dua kecamatan itu adalah Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbliling.

Longsor tersebut mengakibatkan kurang lebih tiga rumah tertimbun longsor. Sementara ada 18 titik jalan yang tertimbun longsor. Kemudian juga ada dua kendaraan roda empat dan dua motor yang ikut tertimbuj longsor.

Sementara banjir yang terjadi di kecamatan Komodo mengakibatkan sejumlah rumah terendam banjir, serta satu jembatan yang menghubungkan jalan trans Flores terputus.

Ia menambahkan data yang ia terima dari BPBD Manggarai Barat menyebutkan bahwa saat ini masih ada empat orang lagi yanv dicari. Sementara itu ada tiga orang yang mengalami luka akibat longsor tersebut.

“Saat ini ada kurang lebih 743 warga yanv mengungsi dan ditampung di kantor Bupati. Semuanya berasal dari tiga desa yakni dari desa Tondong Belang Kecamatan Mbliling berjumlah 287 orang, dari desa Gorontalo Kecamatan Komodo 320 orang dan desa Nanga Ngai Kecamatan Komodo berjumlah 136 orang,” ujar Sutopo.

Hingga saat ini kondisi terakhir banjir di kecamatan Mbliling sudah mulai surut, namun pengungsi masih bertahan di rumah Kantor Bupati Manggarai Barat.

“Sebagian masyarakat juga dilaporkan sudah mulai membersihkan rumah yang terkena lumpur,” ujar dia.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Manggarai Barat Hans Mboik mengatakan akibat longsor tersebut ada kurang lebih 12 titik jalan trans-Flores ikut longsor.

“Hal ini mengakibatkan jalur transportasi lumpuh total,” tambah dia. (*)

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ribuan warga iringi pemakaman Sertu Mirwariyafin

Sertu Anumerta Mirwariyadin sudah menjalankan tugas dan mengabdikan dirinya untuk kepentingan negara, sampai mengorbankan nyawa. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya

Bima, NTB (ANTARA) – Ribuan masyarakat dan tembakan salvo iringi pemakaman Sertu Anumerta Mirwariyadin di Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu.
 

Suasana duka menyelimuti pemakaman Sertu Anumerta Mirwariyadin yang merupakan Bintara PK tahun 2014-2015 dan berdinas di satuan Kopassus, korban kontak tembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mugi Kabupaten Nduga Papua pada Kamis (7/3).
 

Isak tangis pun pecah, saat keluarga besar menyambut kedatangan mobil jenazah di Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Sabtu, sekitar pukul 09.15 Wita.
 

Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa berdatangan menghiasi sepanjang jalan masuk rumah Sertu Anumerta Mirwariyadin. Usai jenazah dimandikan, keluarga besar bersama warga sekitar berdoa bersama untuk almarhum.
 

Upacara penghormatan penghargaan jenazah Sertu Anumerta Mirwariyadin berlangsung haru di TPU Desa Nipa Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, upacara kedinasan pemakaman jenazah
Sertu Anumerta Mirwariyadin NRP 21150184631093 Jabatan Babakduk unit 1/2/2/14 Grup 1 Kopassus yang dipimpin oleh Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.
 

Upacara pengantaran jenazah ke liang lahat berlangsung haru. Prosesi pemakaman kepada Sertu Anumerta Mirwariyadin dilakukan dengan tembakan salvo oleh anggota Kompi Senapan A Yonif 742/SWY.
 

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Sertu Anumerta Mirwariyadin NRP 21150184631093 jabatan Babakduk unit 1/2/2/14 Grup 1 Kopassus korban kontak tembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Mugi Kabupaten Nduga Papua pada Kamis (7/3).
 

Menurutnya, semasa hidup Sertu Anumerta Mirwariyadin sudah mendarmabaktikan kepada masyarakat dan negara. Bahkan, saat bertugas Sertu Anumerta Mirwariyadin rela mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk terciptanya keamanan dan ketertiban diwilayah NKRI.
 

“Sertu Anumerta Mirwariyadin sudah menjalankan tugas dan mengabdikan dirinya untuk kepentingan negara, sampai mengorbankan nyawa. Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya,” ucapnya.
 

Turut hadir dalam upacara pemakaman tersebut Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rijal Ramadani beserta Ibu, Dangrup 1 Kopassus Kolonel Inf Lucky Avianto, Dandim 1608 Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri, Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer, Mayor Inf Imam Buchori (Kopassus), Lettu Inf Tegar Aji (Kopassus), Peltu Syarifudin (Dan Pos TNI AL).*

Baca juga: Upacara penghormatan jenazah Sertu Anumerta Mirwariyadin, digelar Korem 162/WB

Baca juga: Kodam Cenderawasih: Tak perlu takut ancaman KKSB

Baca juga: Anggota DPR sarankan lima langkah tumpas KKB

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan hektare sawah di Tulungagung masih terendam banjir

Dinas PU pengairan akan membuat kajian dan rencana penanggulangan jangka panjang di alur-alur sungai yang memicu banjir di sana.

Tulungagung, Jatim (ANTARA) – Puluhan hektare sawah, ladang dan sebagian permukiman di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, hingga saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian rata-rata sekitar 80 centimeter.

Pantauan di lokasi, Sabtu, banjir masih menggenang cukup dalam di areal persawahan Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

Hujan sebenarnya sudah tidak lagi turun. Namun besarnya debit air yang meluber saat banjir bandang pada Selasa (5/3) dan Rabu (6/3) membuat proses surutnya air berlangsung lama.

Si’is, warga setempat, menyebut pemukiman air hingga Jumat (8/3) malam air masih cukup tinggi.

Air mulai surut banyak pada pagi harinya setelah sejumlah warga dan petani membuka pintu air di sungai irigasi dan membersihkan material enceng gondok yang menyumbat aliran pembuangan air.

“Selain masalah di pintu air, ada tanggul yang jebol di sisi barat sana. Kami rencananya menutup kembali tanggul itu, namun karena debit banjir masih tinggi dan merendam tanaman padi hingga ketinggian 50 centimeter, normalisasi kami tunda dulu sampai air banjir benar-benar surut,” katanya.

Kepala BPBD Tulungagung Soeroto memastikan tanggul jebol di sungai irigasi Desa Waung akan ditutup menggunakan puluhan karung yang telah diisi pasir.

Material telah disiapkan. Warga dan petani telah dikoordinasi. Sedianya Sabtu pagi dilakukan kerja bakti masal bersama tim BPBD, TNI dan Polri untuk melakukan pemasangan karung pasir menutup tanggul yang jebol.

Namun rencana itu akhirnya dibatalkan seiring genangan banjir di areal persawahan yang masih tinggi.

“Ya, kami menyesuaikan dengan perkembangan lapangan tentunya. Warga, petani tentu lebih paham dengan kondisi. Kapan waktu terbaik untuk pengerjaan (tanggul jebol),” kata Soeroto.

Plt Bupati Maryoto Bhirowo menyatakan Pemkab Tulungagung akan mengevaluasi kembali penyebab banjir di Desa Waung yang menyebabkan seratusan rumah warga terendam dan berhektar-hektare sawah terendam banjir hingga nyaris menjadi telaga baru.

“Dinas PU pengairan akan membuat kajian dan rencana penanggulangan jangka panjang di alur-alur sungai yang memicu banjir di sana,” kata Mbah To, demikian Bupati Maryoto biasa dipanggil. (*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TNI seleksi 37 calon Tamtama dari 3T

Samarinda (ANTARA) – Sebanyak 37 peserta dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di wilayah Korem 091/Aji Surya Natekesuma (ASN) Samarinda, mengikuti seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier TNI AD gelombang I/2019 putra daerah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

“Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI AD untuk pulau terluar, daerah perbatasan dan pedalaman tahun ini merupakan gelombang yang pertama,” ujar Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono di Samarinda, Sabtu.

Sebanyak 37 peserta yang mengikuti seleksi Calon Tamtama itu, enam orang berasal dari Tanjung Selor, 14 orang dari Tanah Grogot,  tiga dari Tarakan, dua dari Sangatta, empat dari Malinau, tujuh dari Nunukan, dan hanya ada satu dari Kutai Barat.

Rekrutmen ini merupakan salah satu kegiatan bidang penyediaan tenaga manusia dalam program pembangunan kekuatan personel, guna mewujudkan TNI Angkatan Darat yang solid, profesional, tangguh, berwawasan kebangsaan, dan dicintai rakyat.

Sehari sebelumnya, saat memimpin sidang parade seleksi Calon Tamtama di Aula Wira Yudha, ia mengatakan bahwa hasil dari rekrutmen Gelombang I ini secara kuantitas maupun kualitas akan berpengaruh langsung terhadap pembangunan kekuatan TNI AD.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam setiap proses penerimaan calon prajurit harus direncanakan matang dan dilaksanakan secara baik, melalui tahap seleksi ketat dengan tetap mempertimbangkan aspek kualitas sumber daya manusia agar diperoleh hasil maksimal.

Calon Tamtama yang terpilih pada pelaksanaan parade ini akan mengikuti pemeriksaan dan pengujian lanjutan yang meliputi administrasi, akademik, kesehatan, jasmani, psikologi serta mental ideologi di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman.

“Saya ingatkan kepada tim seleksi, dalam menentukan kelulusan calon harus tetap berpedoman pada norma dan aturan, karena hasil pemilihan Tamtama PK TNI AD dari pulau terluar, perbatasan, pedalaman ini akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari,” katanya.

Ada beberapa hal yang ia tekankan dalam kesempatan itu, antara lain tim seleksi tidak menganggap kegiatan ini sebagai rutinitas, mempedomani aturan dengan melaksanakan seleksi secara objektif, transparan, dan akuntabel agar diperoleh calon terbaik.

“Pedomani pakta integritas yang sah ditandatangani, jangan ada yang menjadi calo kemudian meminta imbalan tertentu dari para Calon Tamtama. Apabila ada yang melakukannya, maka akan ditindak tegas sesuai aturan,” ucap Widi menegaskan.*

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penjelasan Jokowi soal masalah tanah ibu Halimah

Palembang (ANTARA) – Presiden Joko Widodo menjelaskan persolan Ibu Nur Halimah yang nekat menemuinya saat peresmian saat peresmian jalan tol Bakauheni-Terbanggi Tinggi dan mengaku tanahnya belum dibayar.

“Nanti akan segera diselesaikan lewat BPN dan BUMN yang berkaitan dengan jalan tol itu. Segera diselesaikan. Uangnya sudah ada di konsinyasi (dititipkan di pengadilan) kok,” kata Presiden Jokowi usai silahturahmi dengan petani karet se-Sumatera Selatan di perkebunan rakyat Desa Lalang Sembawa, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sabtu.

Kepala Negara mengaku belum mendapat laporan secara detail, namun ia telah berpesan persoalan-persoalan seperti itu harus diselesikan.

“Bukan hanya satu orang Bu Halimah nggak. Ada banyak yang lain yang mengalami hal sama. Program besar seperti itu ribuan orang yang terkena proyek jalan sehingga satu, dua secara khusus harus kita selesaikan,” katanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Nur Halimah tiba-tiba nekat bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke saat peresmian Jalan Tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Nur Halimah mengakui bahwa keinginannya bertemu Jokowi untuk menyampaikan langsung masalah pembebasan lahan akibat proyek pembangunan jalan tol. 

Baca juga: Presiden sebut problem besar di Sumsel terkait sawit dan karet

Baca juga: Jokowi minta aspal campur karet dilakukan secara nasional

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

4.200 KK di Lombok Utara terima bantuan Unicef

Mataram (ANTARA) – Sebanyak 4.200 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan tunai multiguna dari Unicef untuk ibu hamil dan menyusui keluarga terdampak gempa yang memiliki anak usia di bawah tujuh tahun.

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, di Lombok Utara, Sabtu, mengatakan, program bantuan tunai multiguna tersebut diinisiasi oleh Unicef atas kerja sama Kementerian Sosial, PT Pos Indonesia, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, bermitra dengan CRS Indonesia.

“Program tersebut sudah kita resmikan secara bersama-sama dengan perwakilan Unicef, dan jajaran Pemprov NTB serta PT Pos Indonesia, di Desa Dangiang,” katanya.

Sebanyak 4.200 KK yang menerima bantuan terdiri atas keluarga yang mempunyai anak di bawah tujuh tahun, ibu hamil dan menyusui.

Mereka tersebar di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan. Selain itu, Desa Senaru, Sukadana, dan Mumbul Sari di Kecamatan Bayan. Ada juga di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, dan Desa Rempek di Kecamatan Gangga.

Setiap KK menerima bantuan dana sebesar Rp4.050.000 yang diberikan secara bertahap dalam empat kali pencairan.

Najmul sangat mengapresiasi upaya berbagai pihak, khususnya Unicef untuk pemulihan dan percepatan penanganan bencana di Kabupaten Lombok Utara.

Ia menyatakan, kondisi di Kabupaten Lombok Utara secara fisik cukup berat. Dari 71 ribu unit rumah rusak, sebanyak 44 ribu diantaranya rusak berat sehingga mempengaruhi kesehatan ibu dan anak-anak.

“Saya menilai tepat program bantuan tunai multiguna ini dilakukan di Lombok Utara. Memang harus diikhtiarkan, bukan hanya pembangunan fisik saja, tetapi percepatan pembangunan ekonomi dan kesehatan juga diperlukan,” ujar Najmul.

Sedangkan, Direktur Unicef untuk Indonesia, Robert Gass, menyampaikan ikut berduka atas musibah gempa bumi pada Agustus 2018 yang menimpa warga Kabupaten Lombok Utara.

Oleh sebab itu, pihaknya menyalurkan bantuan melalui program bantuan tunai multiguna. Bantuan tersebut sifatnya jangka pendek untuk memulihkan kondisi kehidupan masyarakat setelah bencana.

“Bencana menjadi perhatian Unicef, bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Apa yang dilakukan hari ini adalah model baru, yaitu bantuan tunai, karena masyarakat lebih paham kebutuhannya,” kata Robert.

Kepala CRS Indonesia Yeni Suryani, menyatakan bahwa sebenarnya Unicef sudah berpartisipasi sejak terjadinya gempa bumi pada Agustus 2018.

“Beberapa hari setelah gempa, Unicef memberikan material seperti terpal, tikar dan lain-lain. Pada program ini bekerja sama dengan kantor pos untuk memberikan bantuan tunai yang bermanfaat bagi masyarakat dengan syarat mengutamakan kesehatan ibu dan anak,” katanya.

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef) adalah sebuah organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang.

Pewarta: Awaludin
Editor: Alex Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perbaikan JKN, TKN: tutupi defisit, BPN: kedepankan puskesmas

Jakarta (ANTARA) – Maruf Amin dan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno sama-sama ingin memperbaiki program Jaminan Kesejahteraan Nasional khususnya memperbaiki BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program tersebut.

Perwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf, Amin Hasbullah Thabrany mengakui masih terjadi defisit pada BPJS Kesehatan, oleh sebab itu pihaknya akan menata kembali BPJS Kesehatan.

“BPJS Kesehatan tetap diprioritaskan dan akan diperkuat, kita telah mendapatkan pola untuk menata lubang-lubang tersebut,” kata Hasbullah Thabrany.

Menurut dia, program-program publik wajar mengalami defisit pada awalnya, pada tahun berikutnya pemerintah mencoba menutupi defisit tersebut.

Dia menyatakan defisit BPJS Kesehatan terjadi karena banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, dia mengatakan program JKN telah menyasar 218 juta orang.

“Prediksi awal untuk rawat inap saja sekitar 4,1 persen, ternyata tahun kemarin hampir mencapai lima persen,” kata dia.

Hal itu membuktikan, program JKN semakin dimanfaatkan oleh masyarakat. Dia mengatakan Jokowi-Ma’ruf Amin akan melanjutkan program-program kesehatan yang telah berjalan baik.

Sementara itu Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto, Hermawan Saputra mengatakan pihaknya akan mengedepankan puskesmas.

“Selama ini puskesmas kurang dimanfaatkan, padahal bisa digunakan untuk penanganan pertama pada masyarakat,” kata dia.

Untuk BPJS Kesehatan, pihaknya akan mengevaluasi secara keseluruhan, karena lembaga tersebut terus mengalami defisit dari tahun ke tahun.

Dia mengatakan program JKN harusnya tidak menyebabkan pihak rumah sakit menjadi kesulitan, untuk itu ada dua hal yang akan ditata kembali yaitu sistem pelayanan dan menutup kebocoran anggaran.

Dia menyebutkan defisit BPJS Kesehatan yang terjadi yaitu Rp3,8 triliun pada 2014, Rp5,9 triliun pada 2015, Rp9 triliun pada 2016, Rp9,75 triliun pada 2017 dan Rp16,5 triliun pada 2018.

Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2012-2014 Nafsiah Mboi mengatakan defiait BPJS Kesehatan terjadi karena premi yang ditetapkan masih rendah.

Menurut dia, premi yang ada di Indonesia adalah yang terendah diseluruh dunia.

“Pada awalnya konsep asuransi masih sangat awam bagi rakyat, oleh karena itu premi yang rendah adalah yang paling mungkin untuk menarik partisipasi masyarakat,” kata dia.

Dengan premi yang rendah itu, masyarakat mendapatkan manfaat yang besar, bahkan mencakup hingga operasi jantung, pengobatan gagal ginjal dan lainnya.

“Program tersebut pun terus dievaluasi setiap dua tahun sekali, pemerintah sudah melakukan itu,” kata dia.*

Baca juga: Fakta sebut pajak rokok untuk JKN cederai pemda

Baca juga: BPJS Kesehatan terapkan skema urun biaya untuk tindakan medis tertentu

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ternak korban banjir dapat layanan kesehatan gratis

“Bantuan ini merupakan instruksi langsung dari ibu Gubernur untuk membantu Penanggulangan dampak bencana dan masing-masing bidang OPD, termasuk di dinas kami,” katanya.

Tulungagung, Jatim (ANTARA) – Dinas Peternakan Jawa Timur mulai bergerilya ke beberapa daerah bencana untuk melakukan pelayanan kesehatan hewan secara gratis, dengan memberi perawatan, obat-obatan serta hijauan pakan ternak serta nutrisi pakan tambahan lainnya.

Di Tulungagung, Sabtu, layanan kesehatan hewan dipimpin langsung oleh Kepala Disnak Jatim Wemmi Niamawati dengan mengunjungi penampungan sementara ternak sapi warga korban banjir di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu.

“Hari ini kami bagi beberapa tim untuk melakukan penanganan terhadap ternak warga yang terdampak bencana. Ini kebetulan kami ploting lokasinya di sini,” kata Kepala Disnak Tulungagung Wemmi Niamawati.

Di lokasi pengungsian ternak ini, ada sekitar 12 ekor sapi dan satu ekor kambing warga yang ditampung sementara.

Warga mengatakan ternak itu dievakuasi paksa pada malam kejadian banjir, karena debit air yang merendam kandang dan pemukiman warga mencapai hampir 1 meter.

Penampungan ternak yang masih lahan kepala desa itu sebelumnya penuh ternak sapi. Namun sebagian dikembalikan ke kandang masing-masing setelah banjir mulai surut.

Selain memeriksa kondisi ternak, petugas kesehatan hewan dari Disnak Jatim dan Disnak Tulungagung juga memberikan obat-obatan.

Seluruh ternak disuntik cairan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta semprotan vaksin Antiskabies pada kulit mata sapi.

“Bantuan ini merupakan instruksi langsung dari Ibu Gubernur untuk membantu Penanggulangan dampak bencana dan masing-masing bidang OPD, termasuk di dinas kami,” katanya.

Bersama jajaran Disnak di kabupaten/kota, mereka mengerahkan seluruh tenaga penyuluh di daerah terdampak bencana banjir. Antara lain di Madiun, Ngawi, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kediri dan Blitar.

“Seluruh Dinas Peternakan di Jawa Timur sudah di instruksikan untuk memberikan pelayanan,” tuturnya.

Wemmi juga mengingatkan kepada pemilik ternak, untuk selalu menjaga kondisi kesehatan ternaknya.

Mereka diminta untuk memperhatikan makanan yang diberikan untuk ternak.

Dikhawatirkan jika makanan mereka tidak sehat, bisa menyebabkan ternak sakit.

“Kalau memberikan rumput harus diperhatikan jangan sampai rumputnya teralu basah, karena bisa memicu sakit kembung pada ternak,” katanya.

Saat bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Jatim pada 5-6 Maret lalu, Wemmi menuturkan dari hasil pendataan ditemukan terdapat 8.558 ekor ayam, 59 ekor kambing dan 10 ekor sapi yang mati karena terkena banjir di seluruh wilayah Jawa Timur.

Angka kematian ternak paling tinggi terjadi di Madiun, yang merupakan daerah terparah banjir.

“Ini kami sudah mengusulkan kepada Pemprov untuk ganti rugi ternak yang mati karena banjir,” ujarnya.*

Baca juga: Dapur umum mandiri diminta Kemensos diaktifkan di Jatim

Baca juga: Gubernur instruksikan OPD terlibat tangani banjir di Jatim

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019