Pegunungan Bintang, Papua, hadapi gempa 5,3 SR

Jakarta (ANTARA News) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter yang berpusat di tenggara Pegunungan Bintang, Papua, Minggu, pukul 01.37 WIB.

Siaran laman resmi BMKG menyebutkan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di koordinat 5.10 Lintang Selatan,142.01 Bujur Timur, 176 kilometer tenggara Pegunungan Bintang.

BMKG menginformasikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pusat gempa di Pegunungan Bintang jauh dari permukiman

Jakarta (ANTARA News) – Pusat gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter di tenggara Pegunungan Bintang, Papua, Minggu dini hari, berada jauh dari permukiman warga menurut Kepala Pusat Gempa dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono.

“Tidak ada dampak atau kerusakan. Tidak ada orang yang merasakan juga, karena kekuatannya tidak besar dan jauh dari permukiman,” kata Rahmat ketika dihubungi di Jakarta, Minggu.

Menurut BMKG gempa yang terjadi pukul 01.37 WIB itu berpusat pada kedalaman 10 kilometer di koordinat 5.10 Lintang Selatan,142.01 Bujur Timur, 176 kilometer tenggara Pegunungan Bintang.

BMKG menginformasikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca juga: Pegunungan Bintang, Papua, hadapi gempa 5,3 SR

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BPBD Yogyakarta akan evaluasi 10 kampung tangguh bencana

Yogyakarta (ANTARA News) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta tahun ini akan mengevaluasi 10 kampung tangguh bencana guna memastikan kompetensi seluruh kampung tangguh bencana yang telah terbentuk tetap terjaga.

“Evaluasi ini tidak hanya dilakukan terhadap kampung tangguh bencana (KTB) yang sudah lama terbentuk, tetapi ada juga KTB yang baru terbentuk namun ikut dievaluasi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan peninjauan KTB ditujukan untuk menilai keaktifan KTB dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dan kemampuan KTB melakukan penilaian hingga penanganan jika terjadi bencana.

“Jika tidak dievaluasi, maka dimungkinkan KTB tersebut mulai melupakan bagaimana cara melakukan penanggulangan saat terjadi bencana,” kata Hari.

“Kegiatan ini akan mengingatkan KTB terkait langkah-langkah yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana atau bagaimana mengantisipasinya,” ia menambahkan.

Sepuluh KTB yang menjadi target evaluasi tahun ini di antaranya Kampung Iromejan, Ratmakan, Prawirodirjan, Keparakan Lor, Warungboto, Gambiran, Rejowinangun, dan Darakan Timur.

Hingga akhir 2018, di Kota Yogyakarta sudah terbentuk 100 KTB.

Namun setelah Pemerintah Kota Yogyakarta mengeluarkan Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 72 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembentukan Kepengurusan Kampung, ada beberapa kampung yang digabung sehingga jumlah KTB berkurang menjadi 97 KTB.

“Ada enam kampung yang digabung. Sehingga dalam catatan resmi kami hanya ada 97 KTB meskipun ada tiga kampung yang memiliki dua KTB,” katanya.

KTB Tejokusuman dan Serangan digabung menjadi KTB Serangan, KTB Lobaningratan dan Ledok Prawirodirjan digabung menjadi KTB Prawirodirjan, serta KTB Dagaran dan Mulyorejo bergabung menjadi KTB Sorosutan.

Tahun ini, BPBD Kota Yogyakarta berencana membentuk KTB di 15 kampung.

“Kami alokasikan pembentukan untuk 15 KTB tahun ini, tetapi belum menentukan kampung mana saja,” kata Hari.

BPBD Kota Yogyakarta menunggu usul dari wilayah untuk membentuk KTB, namun memprioritaskan kampung yang berada di bantaran sungai yang dinilai rawan terdampak bencana.

“Namun, KTB juga bisa dibentuk di kampung yang tidak berdekatan dengan sungai jika kami menilai potensi bencana di kampung tersebut juga cukup tinggi,” katanya.

Baca juga:
Yogyakarta jadikan kampung ujung tombak mitigasi bencana
ACT Yogyakarta ajak santri mengenal karakter bencana

Pewarta:
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Banjir di Kota Pamekasan berangsur surut

Pamekasan (ANTARA News) – Banjir yang melanda Kota Pamekasan, Jawa Timur akibat hujan deras yang terjadi selama sekitar lima jam lebih pada Sabtu (19/1), berangsur surut mulai Minggu pagi sekitar pukul 01.00 WIB.

Banjir yang menggenangi perkampungan warga di Kelurahan Gladak Anyar ini merupakan banjir kiriman dari wilayah utara Pamekasan, akibat luapan Sunga Kali Kaloang.

“Banjir yang terjadi kali ini, karena pompa air rusak,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono di lokasi banjir, Minggu pagi.

Ia menjelaskan, jika air sungai tinggi akibat ada banjir kiriman dari hulu sungai, maka pintu air akan ditutup, dan air tidak masuk ke sungai.

“Karena itu, digunakan pompa air untuk membuang air yang tidak masuk ke sungai ini. Tapi karena pompanya rusak, maka air yang terbuang dari sungai akhirnya mengalir ke perkampungan warga seperti ini,” katanya.

Genangan banjir di perkampungan warga di Rt03, Rw06 Kelurahan Gladak Anyar itu, awalnya hingga mencapai 60 cm.

Namun sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu pagi, genangan air berangsur surut, yakni hanya sekitar 30 Cm.

Menurut data BPBD Pemkab Pamekasan, Kelurahan Gladak Anyar merupakan salah satu titik di Kota Pamekasan yang memang rawan banjir saat musim hujan seperti sekarang ini.

Lokasi lainnya yang juga rawan banjir ialah Kelurahan Patemun, Desa Teja, Jalan Jokotole, dan Jalan Raya Asem Manis, Pamekasan.

Meski banjir akibat luapan Sungai Kali Kaloang itu mulai surut, petugas gabungan dari BPBD dibantu TNI dan Polri, terus berjaga-jaga di lokasi banjir, untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

Sebab menurut informasi petugas di wilayah utara Pamekasan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, hingga sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu pagi masih berlangsung.

“Banjir yang terjadi kali ini kan banjir kiriman dari hulu sungai,” kata Koordinator TRC BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TNI ikut mengajar di SD perbatasan Papua

Jayapura (ANTARA News) – Anggota TNI yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) pengamanan perbatasan RI-PNG ikut mengajar di SD YPKK Wembi, Distrik Mannen, Kabupaten Keerom, Papua yang merupakan sekolah  di wilayah perbatasan RI-Papua Nugini.
 
Kegiatan mengajar itu merupakan permintaan yang disampaikan Kepala Sekolah SD YPKK Wembi, Lorensio dan dipenuhi TNI Yonif 126/KC dengan menugaskan dua anggota untuk mengajar di sekolah tersebut, kata Komandan Pos Wembi, Sertu Khairizal di Papua, Minggu.

Dua anggota yang ditugaskan mengajar itu membantu memberikan pelajaran matematika dan olahraga, yakni Serda Togu Simagunsong dan Prada Dian Kurniawan.

Komandan Pos Wembi, Sertu Khairizal  mengatakan, kedua anggota Yonif 126 saat ini sudah mengisi mata pelajaran yang dibebankan kepada mereka.

Selain mengajar, anggota juga mengajar para murid untuk ikut dalam kegiatan ekstra kurikuler yakni pramuka yang dilakukan setiap hari Sabtu.

Kedua anggota yang diberi tugas tambahan mengajar, sebelumnya sudah pernah mengikuti penataran sebagai tenaga pendidik, kata Sertu Khairizal.

Kepala sekolah Lorenzio menyampaikan terima kasih kepada Satgas Yonif 126/KC yang dapat mengisi pelajaran matematika dan olahraga, karena dengan kehadiran prajurit TNI akan meningkatkan kedisplinan anak didik.

 Baca juga: Polres tempatkan 50 polisi di SD terpencil
Baca juga: Prajurit TNI mendongeng untuk murid sekolah di perbatasan

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mahfud MD minta masyarakat pahami pluralisme

Palangka Raya  (ANTARA News) – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan banyaknya konflik  yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia dinilai merupakan imbas pemahaman yang salah dari sejumlah masyarakat tentang kehidupan bernegara.

“Masyarakat harus memahami ideologi negara kita dan pemahaman tentang pluralisme secara benar,” kata Mahfud MD saat menjadi pembicara pada perayaan Natal Kebangsaan di Palangka Raya, Sabtu.

Menurut Mahfud, pluralisme adalah keadaan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai kebudayaan yang berbeda dan tergabung dalam sebuah kesatuan.

Pemahaman inilah yang harus ditanamkan masyarakat, agar tidak mudah terpecah belah oleh isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang dihembuskan oleh oknum tidak bertanggung jawab, kata anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila tersebut.

Jika seseorang yang beragama namun menyimpan kebencian terhadap perbedaan, maka ia perlu mendapat pencerahan. Sebab orang yang beragama justru tidak akan memiliki rasa benci terhadap orang lain.

“Mengaku beragama tapi kok menakut-nakuti. Seseorang yang beragama harusnya membuat orang lain senang bukan sebaliknya,” ujarnya.

Mahfud bercerita, dirinya pernah diundang dalam sebuah pertemuan internasional dan menjadi pembicara tentang pluralisme. Hal ini dilatarbelakangi pandangan berbagai pihak di luar negeri yang menganggap Indonesia adalah contoh yang baik terhadap penerapan pluralisme dalam kehidupan bernegara.

“Tentu anggapan ini adalah kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Untuk itulah hal tersebut harus dijaga dan dipelihara sehingga tidak ada lagi kasus intoleransi yang terjadi dan saling benci antara satu dan lainnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Mahfud memaparkan sejumlah pemikiran tentang kehidupan bermasyarakat dan beragama dari berbagai tokoh dan penganut agama berbeda. Menurutnya, semua agama mengajarkan kebaikan bukan kebencian.

Sesuai fitrahnya, manusia diciptakan Tuhan dalam kondisi berbeda-beda, namun dalam perbedaan tersebut manusia dituntut  berlomba dalam kebaikan.

Mahfud yakin, jika pemahaman yang benar dalam kehidupan bernegara mampu diterapkan masyarakat, tentu Indonesia akan bersatu dan hidup damai tanpa adanya gangguan maupun konflik akibat perbedaan terhadap sebuah pemahaman.

Baca juga: Mahfud: konservatisme beragama tidak bermasalah
Baca juga: Mahfud MD ingatkan ancaman ikatan kebangsaan retak
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komunitas Aceh di Malaysia gelar Malam Cinta Rasul

Kuala Lumpur (ANTARA News) – Komunitas Aceh di Malaysia menyelenggarakan “Malam Cinta Rasul Komuniti Aceh Melayu Berselawat 2019” di Lorong Raja Laut, Kuala Lumpur, Sabtu malam, dengan menghadirkan pembicara dari Aceh, Tengku Yusri Putih.

 Kegiatan turut dihadiri sejumlah tamu di antaranya Sekretaris Politik Perdana Menteri Malaysia Muhammad Zahid bin Mat Arip, Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat, Direktur Eksekutif Pembangunan Sosial Ekonomi Bandaraya Kuala Lumpur Datuk Ibrahim bin Yusoff.

Kemudian Ketua Lembaga Ahlus Sunnah Wal Jamaah Wilayah Persekutuan, Ustadz H Azizi yang juga Imam Masjid Jamik Kampung Baru dan Presiden Persatuan Aceh Sepakat Suriadin Noernikmat.

 Presiden Komunitas Aceh di Malaysia, Datuk Mansyur Usman dalam sambutannya mengatakan kegiatan bertujuan memperingati Maulud Nabi Muhammad dan untuk menguatkan kegiatan perekonomian masyarakat Aceh di Kuala Lumpur.

 “Apabila kita kalah bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain di perantauan maka kita akan tertinggal jauh. Namun kita harus bekerja sama dengan masyarakat setempat yaitu warga Malaysia yang sudah memberikan kesempatan berniaga dengan bantuan Datuk Ibrahim bin Yusoff,” katanya.

 Mansyur Usman mengatakan sebagaimana Pemerintah Malaysia yang membantu masyarakat Aceh saat terkena tsunami maka relawan Aceh yang ada di Malaysia tidak tinggal diam manakala terjadi musibah di dalam negeri Malaysia karena itu masyarakat Aceh dikenal  sebagai sukarelawan yang suka membantu yang lain.

 Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat dalam sambutannya mengatakan turut menyambut baik terselenggaranya Malam Cinta Rasul yang diselenggarakan Komunitas Masyarakat Aceh di Malaysia dalam rangka meneguhkan spiritualitas kepada Allah SWT dan memperteguh warga Aceh.

 “Kontribusi masyarakat Aceh dalam sejarah pergerakan Indonesia sudah tercatat dengan begitu kuatnya dalam sejarah NKRI. Begitu pula dukungan masyarakat Aceh terhadap masyarakat Melayu di Malaysia melawan penjajahan Portugis juga terukir dalam sejarah Malaysia,” katanya.

 Agung juga menyampaikan KBRI ingin memperkokoh hubungan dengan komunitas Aceh di Malaysia baik kepada saudara-saudara Aceh yang masih menjadi WNI maupun yang sudah menjadi warga Malaysia.

 “KBRI terus berinovasi dalam meningkatkan layanan publik dengan membuka layanan 24 jam kepada warga yang mengurus paspor maupun SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). Selain itu kami juga melayani pendidikan dalam kejar paket A, B dan C untuk tingkat SD, SMP dan SMA secara gratis,” katanya.

Baca juga: Puluhan balita turut terjaring operasi pendatang asing di Malaysia
Baca juga: Kemlu pulangkan dua WNI terbebas hukuman mati dari Malaysia
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Puluhan bagan di alur pelayaran internasional ganggu gerak kapal

Kotabaru (ANTARA News) – Puluhan bagan di perairan Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan berada dalam alur pelayaran internasional, sehingga mengganggu gerak kapal keluar masuk pelabuhan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Mochran Rasyid di Kotabaru, Kalsel, Sabtu mengatakan, ada sekitar 35 bagan (kerangka penangkap ikan di tengah laut)  berada di wilayah bebas hambatan yang biasa dilalui kapal.

“Tiga di antaranya berbahaya, kalau tertabrak kapal, nelayan tidak bisa minta ganti rugi karena mereka tidak boleh berada di situ,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dulu ada izin untuk membangun bagan. Jaraknya diatur sekitar 200 meter dari pantai, namun seiring waktu keberadaan bagan makin ke tengah laut karena jumlahnya bertambah banyak.

“Sekarang bukan kewenangan kami lagi yang mengawasi. Yang mengawasi ya KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) karena  mereka yang tahu ini mengganggu dan perlu dikoordinasikan,” kata Mochran.

Operation Superintendent PT Arutmin Indonesia NPLCT Kotabaru Y Purwanto mengatakan banyak nakhoda kapal asing dan kapal pandu mengeluh kesulitan olah gerak saat keluar masuk dermaga milik perusahaan di perairan Tanjung Pemancingan.

“Kita beri istilah tiang gawang pembatas di mana kapal hanya bisa lewat di tengah, nah di depan dan di kanan banyak bagan, di sisi kirinya daerah ranjau,” ujarnya.

Kapal pandu harus ekstra hati-hati agar kapal tidak sampai menabrak bagan, katanya menjelaskan.

Ia juga menambahkan sejak awal berdirinya perusahaan sampai sekarang nyaris tidak pernah ada gesekan dengan masyarakat.

Hanya saja dalam perkembangannya usaha bagan masyarakat terus tumbuh hingga memasuki alur pelayaran.

“Itu alur pelayaran internasional, yang menggunakan bukan hanya Arutmin, tapi karena kami yang terdekat kami mencarikan solusi supaya masyarakat bisa tetap berusaha, akan tetapi kapal yang keluar masuk pelabuhan tidak terkendala,” kata Purwanto.

Mayoritas warga Desa Sarang Tiung bermatapencaharian sebagai nelayan bagan. Namun, Kepala Desa Sarang Tiung Muhammad Yohanis mengatakan selama ini masyarakat kurang mengetahui tentang alur pelayaran.

“Jadi di mana dia lihat kosong, di situ dia membangun bagan,” ucapnya.

Nelayan pun keberatan jika bagannya dibongkar karena untuk membangunnya lagi diperlukan biaya tidak sedikit.

“Kami meminta tidak dilakukan penggusuran, kalau langsung digusur sulit, mereka juga sudah lama kan punya bagan di situ,” harap Yohanis.

Terkait persoalan ini, sosialisasi tentang alur pelayaran telah dilakukan kepada nelayan Desa Sarang Tiung.

Selanjutnya akan dilakukan survei ulang terhadap bagan-bagan yang berada di alur pelayaran dengan melibatkan seluruh nelayan.

Sementara untuk penataan ke depannya masih dicarikan jalan agar tidak merugikan nelayan.

Baca juga: DPR desak KKP akomodasi kearifan setempat dalam aturan
Baca juga: Bawa seribuan wisman, kapal pesiar “Regent Seven” disambut kesenian Bali

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Imam Besar Masjid Istiqlal minta perbedaan jangan diartikan malapetaka

Medan  (ANTARA News) – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof KH Nasarudin Umar menegaskan, perbedaan di Indonesia jangan diartikan sebagai malapetaka, namun sebagai rahmat.

“Justru perbedaan itu merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya di Medan, Sabtu.

Dia menyebutkan itu saat mengunjungi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda di kawasan Sunggal.

Dia memberi contoh, sebuah lukisan kalau hanya berwarna putih maka tidak akan indah.

Sebaliknya, jika lukisan itu memiliki banyak warna,  maka terlihat menarik.

“Begitu juga Indonesia, beragam agama dan suku membaur menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah institusi negara yang homogen atau tidak plural, tidak menjadi jaminan negara tersebut akan selalu damai.

“Sebaliknya, bukan berarti negara yang plural itu akan menjadi petaka. Indonesia yang terdiri dari berbagai agama dan suku masih tetap damai dan sejahtera sampai saat ini,” lanjutnya.

Nasarudin menyebutkan, Indonesia pernah diramal dalam empat fase di tahun 2008, 2011, 2014 dan 2017 akan bubar dan nyatanya tidak terjadi. 

“Sulit memprediksi Indonesia yang merupakan negara dengan beragam suku dan agama tetapi  masih tetap bersatu dan tidak pecah,” ujarnya.

Dia menegaskan, selama masyarakat bersatu, tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang bisa menghancurkan Indonesia.

Untuk itu meski berbeda agama, suku dan ras,  jangan saling menghina, tetapi harus saling menghargai.

Ketua Dewan Pembina YP Sultan Iskandar Muda, dr Sofyan Tan mengaku, pertama kali dirinya bertemu dengan Nasarudin Umar saat mengunjungi New Zealand di 2015 atas undangan Perdana Menteri. 

Pada pertemuan tersebut dibicarakan bagaimana mewujudkan dunia yang damai melalui pendidikan.

Saat itu, sebutnya Sekolah Iskandar Muda menjadi percontohan bagaimana membangun Indonesia yang beragam  melalui pendidikan multikultural.

“Hari ini Buya Nasaruddin datang untuk melihat langsung Sekolah Sultan Iskandar Muda. Sekolah ini memiliki siswa dengan agama dan suku yang beragam dan di sini menekankan persatuan di tengah perbedaan,” jelasnya.

Sofyan Tan menegaskan, tujuan dibangun sekolah multikultural itu agar  generasi bangsa yang berasal dari berbagai suku dan ras bisa memiliki kesamaan pandangan membangun Indonesia yang lebih damai dan sejahtera.

Ia yang merupakan anggota DPR RI Komisi X menyebutkan, kemajuan Indonesia berada di tangan generasi muda.

“Jika rasa memiliki sudah ada di generasi muda, maka Indonesia tidak akan mengalami perpecahan,” ujarnya.

 Baca juga: Imam Besar Istiqlal: Islam agama kemanusiaan
Baca juga: Imam Besar Masjid Istiqlal: jihad itu menghidupkan bukan mematikan

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Batan bantu korban tsunami Lampung 300 tabung gas 3 kg

Lampung Selatan,  (ANTARA News) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memberikan bantuan 300 tabung elpiji 3 kilogram atau gas melon bagi korban tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Dulkahar di di Posko Logistik Lampung, Sabtu, membenarkan adanya bantuan yang diantarkan langsung oleh distributor elpiji yang berada di Kalianda.

“Iya, hari ini sudah sampai 200 tabung, dan kemungkinan besok sisanya akan datang lagi 100 tabung elpiji ukuran 3 kilogram,” kata Dulkahar.

Dulkahar menambahkan, bantuan berupa tabung gas atau peralatan dapur untuk memasak tersebut sangat tepat, mengingat nantinya banyak pengungsi yang menempati hunian sementara pasti membutuhkan peralatan dapur tersebut.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Prof Dr Mugiyono mewakili Batan kepada Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan Dulkahar selaku Kepala Logistik di rumah dinas Bupati Lamsel, di Kalianda, Jumat (18/1).

“Setelah berkonsultasi dan mendapat penjelasan dari tim di media center, kami sepakat untuk memberikan bantuan berupa tabung gas elpiji ini. Karena ini memang sangat dibutuhkan, semoga bisa bermanfaat dan tepat sasaran,” kata Mugiyono.

Selain menyerahkan bantuan, Mugiyono juga berharap ke depan Batan bisa menjajaki kerja sama dengan Pemkab Lamsel, seperti di bidang pertanian, peternakan, dan lainnya.

Menurutnya, teknologi berbasis nuklir juga bisa dimanfaatkan dalam dunia pertanian, seperti dalam pengembangan bibit unggul, pengawetan makanan, dan lain sebagainya.

“Batan sudah melahirkan banyak varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi, selain itu rasa yang dihasilkan juga enak. Nanti kami bisa bantu pertanian Kabupaten Lampung Selatan dengan memanfaatkan teknologi nuklir ini,” kata Mugiyono.

Baca juga: Masa tanggap darurat di Lampung Selatan diperpanjang
 Baca juga: Korban tsunami masih menunggu realisasi pemulihan

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

216.152.549 warga Indonesia jadi peserta JKN-KIS

 Manado  (ANTARA News) – Jumlah peserta yang terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesa Sehat (JKN-KS) hingga 10 Januari 2019 telah mencapai 216.152.549 jiwa atau mencakup 82 persen dari total penduduk Indonesia.

 “Kehadiran JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan faktanya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf dalam rilis di Manado, Sabtu.

 KIS menjadi program pemerintah paling dirasakan manfaatnya menurut survei Alvara Research Center berjudul Laporan Survei Pilpres 2019: Ketika Pemilih Semakin Mengkristal.

 Dalam laporan tersebut, kartu ini berada di urutan teratas dari 10 program pemerintah yang bermanfaat dengan skor 68 persen disusul program Kartu Indonesia Pintar dan pembangunan infrastruktur.

 Pada tahun 2018, pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat layanan mencapai 233,8 juta pemanfaatan, atau rata-rata 640.765 per hari.

 “Dari data tersebut dan dengan berbagai dinamika yang terjadi, tidak terbantahkan lagi bahwa Program JKN-KIS telah membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” katanya

 Efek lain dari kehadiran Program JKN-KIS ternyata juga menimbulkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi baik jangka pendek maupun jangka panjang.  

Menurut survei yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI di tahun 2016, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar Rp152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai Rp289 triliun. 

 Dari penelitian FEB UI juga disebutkan di tahun 2016 Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan. 

 Tak hanya itu, JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.

 Program ini juga meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun.

 BPJS Kesehatan optimistis angka kepesertaan ini terus bergerak naik secara signifikan, hingga nanti diharapkan mampu menjamin seluruh rakyat Indonesia dan mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Baca juga: Perpres 82/2018 wajibkan bayi menjadi peserta JKN-KIS
Baca juga: Penerima bantuan iuran jaminan kesehatan bertambah menjadi 96,8 juta

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mensos akan tingkatkan lagi dana PKH pada 2020

Garut  (ANTARA News) – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH) akan terus ditingkatkan pada 2020 sebagai upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di seluruh daerah di Indonesia.

“Pada tahun 2020 akan ada peningkatan lagi berkaitan dengan program PKH,” kata Mensos usai menemui petugas PKH dan masyarakat penerima PKH di kawasan wisata kolam air panas alami Banyoe Sinergi Mandala, Copong, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Ia menuturkan, selama ini Kementerian Sosial terus meningkatkan alokasi anggaran untuk PKH, pada 2019 dananya mencapai Rp54 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya hanya Rp38 triliun.

Kenaikan dana PKH itu, menurut dia, cukup besar, meksipun begitu Presiden ingin menambahnya lagi dan telah mengarahkan untuk meningkatkan lagi PKH pada 2020.

“Tahun ini sekitar Rp54 triliun di mana sebelumnya anggaran PKH sekitar Rp38 triliun, jadi itu kenaikan yang sangat substansial,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah berupaya mengentaskan kemiskinan melalui PKH yang hasilnya efektif dan efisien.

“Ini merupakan program syarat efektif dan efisien,” katanya.

Seorang penerima manfaat PKH warga Garut Kota, Rini Suryani mengatakan, program tersebut telah banyak membantu perekonomian keluarga.

Dana PKH yang diterima Rini saat ini mencapai Rp2 juta yang digunakan untuk biaya kebutuhan anaknya sekolah seperti membeli seragam, maupun membayar administrasi sekolah.

“Saya berharap program ini terus berlanjut, karena sangat terasa bantuannya, sangat membantu perekonomian keluarga,” kata Rini yang suaminya berprofesi sebagai penjual barang bekas.

Penyaluran PKH di Kabupaten Garut tersebut mendapatkan perhatian dari Presiden Joko Widodo yang langsung meninjau dan berdialog dengan warga penerima PKH.

Baca juga: Penerima bansos kaget bantuan PKH meningkat
Baca juga: 600 ribu lebih peserta PKH telah sejahtera
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luapan Sungai Cimanuk terjang kampung Cimacan Garut

Garut  (ANTARA News) – Bencana banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk menerjang pemukiman penduduk di Kampung Sudika atau dikenal dengan Kampung Cimacan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu sore, akibatnya beberapa warga harus dievakuasi ke tempat yang aman.

Kepala Seksi Penyelamatan Non Kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, membenarkan adanya bencana banjir yang melanda pemukiman dengan tinggi air kurang lebih 1,5 meter.

“Banjirnya sekitar 1,5 meter,” katanya.

Ia menyampaikan, peristiwa banjir itu menyebabkan beberapa warga harus dievakuasi ke tempat yang aman untuk menghindari ancaman bahaya bencana banjir yang telah menggenangi rumah warga.

“Ada beberapa warga yang kami evakuasi, soalnya ketinggian air terus bertambah,” lanjutnya.

Ia menambahkan, warga yang tinggal tidak jauh dari aliran Sungai Cimanuk masih trauma dengan musibah banjir akibat luapan Sungai Cimanuk pada 20 September 2016.

Banjir saat ini, sebutnya disebabkan hujan deras, kemudian air sungai meluap hingga akhirnya menggenangi pemukiman rumah penduduk yang berada tidak jauh dari aliran sungai.

“Muka air Sungai Cimanuk cukup tinggi sehingga membanjiri rumah warga,” katanya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Imat Rohimat menambahkan, hujan deras telah menyebabkan banjir menutupi badan Jalan Raya Bayongbong, akibatnya menghambat arus lalu lintas kendaraan.

Banjir yang sudah kembali surut tersebut, ujar dia menyisakan lumpur yang cukup tebal sehingga laju kendaraan melambat saat melewati jalan berlumpur.

“Banjir juga telah merendam pemukiman warga di Haurpanggung,” katanya.

Baca juga: Banjir melanda jalanan utama Garut
Baca juga: Pesantren Persis di Garut terendam banjir
Baca juga: Banjir Garut rusakkan ratusan rumah warga

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kampanye “Beta Seng Mau Rokok” digagas di Kota Ambon

Ambon,  (ANTARA News) – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Provinsi Maluku, bekerja sama dengan Organisasi Vital Strategies dan Mahasiswa Technology University of Sidney, Australia akan melaksanakan kampanye “Beta Seng Mau Rokok” (Saya Tidak Mau Merokok).

Kampanye “Beta Seng Mau Rokok” akan dikemas dalam bentuk festival yang akan dilaksanakan 21 hingga 26 Januari 2019, menggunakan sampan yang melibatkan puskesmas-puskesmas serta lintas sektor kesehatan terkait untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy di Ambon, Sabtu.

“Festival ini juga akan dirangkai dengan pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” tambahnya.

Menurut dia, kolaborasi kampanye ini dilakukan Vital Strategies bersama Mahasiswa Technology University of Sidney, Dinas Kesehatan Kota Ambon dan Baronda Ambon.

Rangkaian kegiatan akan dimulai 21 hingga 23 Januari 2019, yakni lokakarya yang melibatkan komunitas Baronda Ambon bersama komunitas fotografi.

“Lokakarya tersebut mengajarkan teknik desain grafis, serta cara membuat poster dan leaflet yang menarik, rangkaian kegiatan akan dipusatkan di kecamatan Teluk Ambon,” ujarnya.

Selain itu, juga akan dilakukan kunjungan di empat puskesmas, di antaranya Puskesmas Amahusu,  Rijali, Kayu Putih dan Puskesmas Hutumuri. Puncak kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 26 Januari 2019.

Menurutnya, Vital Strategies bekerja secara global lebih dari 40 negara di dunia yang mendukung terjadinya adopsi kebijakan untuk mengurangi konsumsi tembakau.

Di Indonesia Vital Strategies telah mengampanyekan tanpa rokok di sejumlah tempat, di antaranya Kementerian Kesehatan, Kota Bogor, Yogyakarta, Surabaya dan Kota Banjarmasin.

Wendy menambahkan, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 memperlihatkan kenaikan prevalensi perokok remaja di Indonesia, berusia antara 10 hingga 18 tahun, dari 7,2 persen di 2013 menjadi 9,1 persen di 2018.

Sementara untuk Kota Ambon, kata dia, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Ambon pada 2013 sampai 2018 terjadi peningkatan 14,8 persen perokok pemula.

Sejak 2015 Pemkot Ambon telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Ambon Nomor 15/2015, yang mewajibkan seluruh kawasan kantor pemerintah kota bebas dari asap rokok. Upaya itu mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kita berupaya agar Perwali kawasan bebas asap rokok di 2019 akan ditingkatkan menjadi peraturan daerah,” katanya.

Baca juga: Kepala daerah diminta lindungi warganya dari bahaya rokok

Baca juga: Belum banyak daerah miliki Kawasan Tanpa Rokok

Baca juga: Menkes berharap agar kawasan tanpa rokok diperluas

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

19 KK di Desa Gunungwangun mengungsi akibat terancam longsor

Lebak (ANTARA News) – Sebanyak 19 kepala keluarga terdiri atas 71 jiwa, warga Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak mengungsi ke tempat aman akibat rumah mereka terancam bencana longsor dan pergerakan tanah, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kaprawi.

“Kami terpaksa perintahkan warga mengungsi guna mencegah hal-hal yang membahayakan jiwa karena ada potensi longsoran sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat,” katanya di Lebak, Sabtu.

Masyarakat yang terdampak potensi bencana longsor itu lokasinya berada di perbukitan dan pegunungan.

Ia menjelaskan, dari 71 orang itu,  41 di antaranya mengungsi ke rumah kerabat dan 30 orang ditampung di pengungsian yang didirikan BPBD.

BPBD juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami minta warga tetap waspada potensi bencana longsoran dan pergerakan tanah itu,” ujarnya.

Menurut dia, ancaman longsoran dan pergerakan tanah juga dialami masyarakat Kampung Gunung Bongkok Desa Gunungwangun sebanyak 23 KK dengan 74 jiwa terdiri dari 38 laki-laki dan 36 perempuan.

Namun, mereka tidak mengungsi karena masih dirasakan aman dari ancaman longsoran tanah.

Meski demikian, BPBD meminta warga meningkatkan waspada ancaman bencana alam itu.

“Kami berharap warga dapat mematuhi perintah BPBD, karena lokasinya perbatasan dengan bencana longsor Cisolok, Sukabumi,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini juga terdapat kerusakan akibat longsor dan pergerakan tanah yakni amblas jalan poros desa di Kampung Gunung Bongkok sepanjang 30 meter.

Selain itu terjadi longsoran tanah di jalan poros desa tersebut sepanjang 41 meter dengan tinggi 4 meter.

Begitu juga longsor badan jalan di Kampung Bojong sepanjang 12 meter dan tinggi 1,5 meter.

“Kami siaga potensi bencana alam itu dengan menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik,” katanya.

Baca juga: BPBD Lebak petakan lokasi rawan longsor
Baca juga: Warga pegunungan diingatkan BPBD Lebak waspada longsor
Baca juga: Ribuan rumah di Lebak rawan longsor

 

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019